Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara, Medan
Not a member yet
1164 research outputs found
Sort by
Pengembangan APE Rolling Box Berbasis Permainan Tebak Gambar terhadap Kemampuan Bahasa Anak
Artikel ini memaparkan hasil pengembangan dari APE Rolling Box berbasis tebak gambar untuk kemampuan bahasa anak di PAUD Safiatuddin. Pengembangan dilakukan karena hasil observasi awal ditemukan bahwa kemampuan bahasa anak masih tergolong rendah dan guru menggunakan APE atau media yang tidak sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan model ADDIE. Instrumen yang digunakan, yaitu: lembar angket validasi ahli dan lembar observasi kemampuan bahasa anak. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif menggunakan rumus persentase rerata skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: APE Rolling Box berbasis tebak gambar untuk kemampuan bahasa anak memperoleh kriteria sangat valid dan sangat efektif. Kemampuan bahasa anak setelah menggunakan APE Rolling Box berbasis tebak gambar memperoleh skor persentase sebesar 87,5% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB). Penelitian ini menyarankan kepada guru untuk mengembangkan APE sesuai tahap perkembangan dan kebutuhan anak di sekolahnya, seperti APE Rolling Box berbasis tebak gambar untuk kemampuan bahasa anak di PAUD Safiatuddin
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia
Penelitian ini membahas penggunaan media sosial pada pembelajaran bahasa Indonesia. Media sosial yang dibahas pada penelitian ini yaitu facebook, Instagram, dan whatsapp. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini juga memaparkan tahapan dan fungsi penggunaan beberapa fitur yang ada di aplikasi media sosial whatsapp, Instagram, dan facebook. Kelemahan media sosial yaitu keterbatasan pengetahuan peserta didik dan pengajar dalam penggunaan fitur-fitur yang ada pada aplikasi tersebut
Kesantunan Berbahasa dalam Kanal YouTube Jessica Jane Edisi Melukis Bersama Kakak Tercinta! Seru Bangettt!
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa yang terdapat dalam kanal YouTube Jessica Jane edisi Melukis Bersama Kakak Tercinta! Seru Bangettt!. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kanal YouTube Jessica Jane edisi Melukis Bersama Kakak Tercinta! Seru bangettt! yang memiliki durasi video selama 22 menit 3 detik, dan dipublikasikan pada tanggal 3 Februari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan langkah berikut: menyimak keseluruhan sumber data secara berulang dan cermat, mengumpulkan dan mengelompokkan data, mendeskripsikan temuan; dan menyimpulkan hasil penelitian. Pada penelitian ini ditemukan bahwa terdapat lima dari enam maksim kesantunan berbahasa Leech dalam kanal YouTube Jessica Jane edisi Melukis Bersama Kakak Tercinta! Seru bangettt!, yaitu: maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, dan maksim kesepakatan
ADAB PENDIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Adab adalah merupakan bagian pendidikan yang sangat penting, berkaitan dengan aspek-aspek sikap dan nilai, baik individu ataupun berhubungan dengan sosial masyarakat. Adab yang baik akan memberikan pengaruh dalam kehidupan sehingga ada pepatah yang mengatakan “Al-Adabu Fauqal Ilmi” (adab itu lebih tinggi dari ilmu”. Oleh karena itu nilai yang terkandung dalam agama perlu diketahui, dipahami, diyakini dan diamalkan oleh manusia agar dapat menjadi dasar kepribadian sehingga dapat menjadi manusia yang utuh. Mengingat begitu pentingnya adab dalam kehidupan sampai hal terkecil pun mempunyai aturan tersendiri. Fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini, sebagai cermin tentang merosotnya adab siswa-siswi dalam pelaku pendidikan, baik dari segi pemimpin pendidikan, guru dan peserta didik. Kondisi tersebut akan berdampak terhadap kualitas pendidikan yang diharapkan. Salah satu contohnya adalah adab atau etika yang sudah semakin jauh atau hampir hilang di setiap orang termasuk pada anak didik. Hal itu dapat dilihat dengan banyaknya siswa atau mahasiswa yang tidak mempunyai sopan santun dalam berbicara, berprilaku dan berpakain yang tidak sesuai dengan konsep ajaran Islam, melanggar nilai-nilai akhlak atau etika.Kata Kunci : Adab, Pendidikan, Pembelajara
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI PECAHAN PADA MATAPELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV MIN 1 KAB. LABUHAN BATU UTARA
Penelitian ini dilaksanakan karena dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV MIN 1 Kab. Labuhan Batu Utara pada mata pelajaran matematika, terkhususnya pada pembelajaran soal cerita matematika materi pecahan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kesalahan siswa dan faktor penyebab kesalahan siswa dan bagaimana cara menanganinya dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan. Prosedur yang digunakan dalam analisis kesalahan siswa yaitu prosedur Newman. Untuk mencapai tujuan diatas, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan siswa mengerjakan soal yang diberikan, wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif sehingga untuk menganalisis data yang diperoleh menggunakan teknik deskriptif kualitatif atau teknik non statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian melakukan kesalahan pada masing-masing butir soal dengan berbagai macam kesalahan yaitu, kesalahan membaca, kesalahan memahami masalah, kesalahan transformasi, kesalahan perhitungan dan kesalahan penulisan jawaban. Terdapat juga 3 faktor penyebab siswa melakukan kesalahan yaitu, kesulitan memahami masalah, tidak memahami konsep dan operasi pecahan, dan karena lupa dan tidak teliti. Adapun upaya untuk meminimalisir kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yaitu, memperbanyak latihan dalam mengerjakan soal, memberikan soal cerita dengan bahasa yang lebih sederhana, dan juga dalam memberikan pembelajaran dengan penjelasan menggunakan alat peraga.Kata Kunci : Kesalahan Siswa, Soal Cerita, Prosedur Newma
ESENSI GURU DALAM VISI MISI PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF ISLAM
Tulisan ini membahas esensi guru dalam visi misi pendidikan karakter dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan sejarah dan ilmu pendidikan Islam. Studi ini menyimpulkan bahwa esensi guru pada visi misi pendidikan karakter dalam kajian Islam sangat urgen. Hal tersebut disebabkan beberapa indikator, yaitu: guru dalam kajian Islam merangkum semua aspek pendidikan karakter sebagai ustadz, mu’allim, murabbi, mursyid, mudarris, dan muaddib. Tanggung jawab pendidik bukan hanya sebatas tanggung jawab akhlak, tetapi juga rol model bagi kehidupan peserta didik, bahkan mempertanggungjawabkan atas segala tugas yang dilaksanakannya kepada Allah. Guru pada pendidikan karakter dalam Islam sangat komprehensif dari apa yang dirumuskan oleh ilmuwan Barat. Guru profesional bukan hanya memiliki kompetensi akademik, pedagogi, kepribadian, dan sosial, melainkan memiliki misi pengabdian, penyucian diri, mengembangkan ilmu secara terus menerus sambil mendekatkan diri kepada Allah, senantiasa mengingatkan masyarakat dari melakukan kekeliruan, serta mampu memberikan pencerahan intelektual, moral, dan spiritual
KEPEMIMPINAN INOVATIF KEPALA SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Dalam dunia pendidikan sangat diperlukan pemimpin yang memiliki pemikiran sangat luas mengenai berbagai macam hal yang berhubungan dalam dunia pendidikan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kepemimpinan inovatif di dalam dunia pendidikan semasa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode riset pustaka (library research). Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemimpin haruslah memiliki jiwa inovatif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang sangat erat kaitannya dalam lembaga pendidikan. Seorang pemimpin harus memiliki visi, misi, kemauan, dan komitmen untuk melakukan inovasi yang berkelanjutan, memahami proses melakukan inovasi luas, dan memiliki kemampuan dalam melakukan inovasi terbaru. Dengan demikian, pemimpin memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di masa pandemi Covid-19 yang telah menghambat kegiatan pembelajaran. Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di masa pandemi Covid-19 melalui tiga proses manajemen strategi yaitu formulasi atau perencanaan strategis, implementasi strategis, dan evaluasi strategis
IMPLEMENTASI BUDAYA ORGANISASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (Studi Kasus Di SMP Al Washliyah 42 Berastagi)
Penelitian ini membahas mengenai bagaimana implementasi budaya organisasi dimana pada dasarnya budaya organisasi memiliki pengaruh agar organisasi lebih efektif dan memiliki ciri khas yang menonjol, penerapan budaya organisasi di suatu lembaga atau sekolah tidak berbeda jauh dengan organisasi lainnya, adanya sebuah lembaga atau sekolah ialah sebagai organisasi pendidikan pastinya memiliki tujuan dan fungsi untuk mencerdaskan, mewariskan nilai budaya kepada anak didiknya, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana Penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data. Dan dapat dilihat bahwa implementasi budaya organisasi di SMP Al Washliyah 42 Berastagi seperti organisasi pada umumnya yaitu dengan lama belajar 3 tahun. Materi pelajaran 70% ilmu umum dan 30% ilmu agama akan tetapi sekolah ini memiliki sistem yang tersentral pada pengurus pusat seperti adanya ispeksi setiap enam bulan sekali oleh petugas alwashliyah itu sendiri
STIMULASI KEGIATAN MEWARNAI UNTUK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan anak usia dini pada Kegiatan mewarnai. Ruang lingkup yang diambil adalah menstimulasi perkembangan anak usia dini dengan Kegiatan mewarnai. Kegiatan mewarnai yang merupakan salah satu kegiatan yang disukai anak usia dini. Kegiatan mewarnai yang menyenangkan dan sederhana ini dapat membantu perkembangan anak usia dini karena Kegiatan mewarnai dapat dijadikan sebagai kegiatan mengekspresikan diri anak, mengenalkan perbedaan warna pada anak, meningkatkan konsentrasi anak, mengembangkan kemampuan motorik anak, melatih kesabaran anak, dan merangsang kreativitas anak sejak dini. Dengan melakukan aktivitas seperti Kegiatan mewarnai yang dapat menstimulasi perkembangan anak usia dini. Pada pengabdian ini akan dilaksanakan kegiatan mewarnai yang digelar dalam bentuk perlombaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di TK/SDIT Mutiara Azzahra di Desa Bintang Meriah, Dusun. V, Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik TK/SD IT Mutiara Azzahra. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data Penelitian dan Pembahasan maka diperoleh hasil bahwa menstimulasi perkembangan anak usia dini dengan Kegiatan mewarnai sangatlah berdampak bagi perkembangan anak termasuk pada setiap aspek perkembangan seperti kognitif, motorik, sosial emosional dan seni. Pada proses pelaksanaan kegiatan mewarnai melalui perlombaan terdapat beberapa pengalaman untuk peserta didik seperti melatih kesabaran, meningkatkan konsentrasi, fisik motorik, dan meningkatkan kreativitas anak. Faktor pendukung pelaksanaan perlombaan mewarnai meliputi kertas bergambar untuk diwarnai anak dan krayon untuk masing-masing anak. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa orang tua Memahami pentingnya perkembangan anak pada setiap aspek perkembangan dan manfaatnya dari kegiatan mewarnai. Melalui Kegiatan mewarnai dapat menstimulasi setiap aspek perkembangan
EKSPLORASI PENGETAHUAN GURU IPA SMP TENTANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA : PENGUKURAN BERDASARKAN COMPLEX MULTIPLE-CHOICE SURVEY
Changes in the national education curriculum and learning approaches in the Merdeka Curriculum become problems for teachers. In contrast, the key to successful curriculum implementation depends on the understanding and ability of teachers to translate and develop the curriculum itself. This study purposed to reveal science teachers’ knowledge and understanding on differentiated learning and the Merdeka Curriculum. This study involved sixty-five participants with a professional background as science teachers at the Lower Secondary School level. Small-scale surveys were conducted using complex multiple-choice item questions. This study reveals the average science teacher’s understanding of differentiated learning and the changes in science subjects in terms of content and process according to the Merdeka Curriculum only 37.85%. Furthermore, the findings show that current training had minimal impact on the science teachers’ preexisting knowledge. Therefore, according to the Merdeka Curriculum, the training pattern’s vital role must be concerned with developing teacher knowledge and understanding of changes in science subjects for the Lower Secondary School and the learning process. However, despite some limitations, we also think that the spaces for teachers’ curriculum agency patterns can be used to improve the science teachers’ knowledge and understanding on differentiated learning and the Merdeka Curriculum