Rumah Jurnal IAIN Metro (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
2401 research outputs found
Sort by
Implementasi Aplikasi Kahoot Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Era Pandemi Covid-19 Di Sekolah Dasar
Abstrak
Pembelajaran daring dengan menggunakan media monoton setiap hari dapat mengakibatkan menurunnya tingkat pemahaman siswa karena mengalami kejenuhan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana implementasi aplikasi kahoot dalam meningkatkan pemahaman siswa di era pandemi covid-19 di SD Islam Al-Fahd. Metode yang digunakan ialah kualitatif dan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumen dengan teknik analisa melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan data. Hasil penelitian ketika diterapkan aplikasi berbasis kuis tersebut anak-anak semakin antusias baik didalam menyimak materinya ataupun didalam mengerjakan latihan. Dengan demikian bahwa ketercapaian tentang meningkatnya pemahaman siswa itu dapat tercapai dengan baik. Hal ini menunjang proses pembelajaran dengan hadirnya aplikasi tersebut dapat meningkatnya ketercapaian kompetensi-kompetensi yang hendak dicapai. Terjadi perbedaan yang signifikan dengan hadirnya aplikasi tersebut terhadap peningkatan pemahaman siswa dibandingkan dengan sebelum menggunakan aplikasi tersebut. Hal ini dapat terlihat pada nilai-nilai yang dihasilkan sebelum dan sesudah memakai aplikasi kahoot. Hal lain yang mempengaruhi semangat peserta didik tersebut adalah perolehan rangking nilai tertinggi jadi peserta didik berlomba-lomba untuk dapat memperoleh hasil/nilai yang memuaskan. Adapun kendala yang dihadapi oleh beberapa siswa ialah sinyal yang kurang stabil, PC yang meminta upgrade agar fungsi-fungsi dari PC tersebut berjalan dengan baik dan kurangnya pemahaman orang tua berkenaan dengan penggunaan aplikasi tersebut.
Kata Kunci: Implementasi, Aplikasi Kahoot, Era Pandem
RELASI ANTARA LAFAZ-LAFAZ DALAM USHUL FIQH DENGAN PROBLEMATIKA HUKUM KELUARGA
This paper discusses the understanding of pronunciation in ushul. The fiqh that needs to be known is due to the existence of clear and unclear pronunciation and how it relates when analyzing family law problems/ problems such as the problem of registering marriages. This paper makes use of descriptive qualitative research methods. Literature study becomes a reference for material reviewers and is analyzed in depth. As for the results of this paper, Judging from the kezahiran a lafaz, the recording of a marriage contract is legally obligatory as is required in a mu`amalah contract. Written evidence can be used for matters relating to the continuation of the marriage contract. With this evidence, the couple can avoid harm in the future because this written evidence can legally process various household issues, especially as the most valid evidence in religious courts.Tulisan ini membahas tentang pemahaman lafaz dalam ushul fiqh yang perlu diketahui dikarenakan adanya macam lafaz jelas maupun tidak jelas serta bagaimana relasinya jika digunakan dalam analisa permasalahan/problematika Hukum Keluarga seperti problem pencatatan Perkawinan. Tulisan ini memanfaatkan kualitatif deskriptif pada metode penelitian. Studi pustaka menjadi acuan penelaah bahan dan di analisa secara mendalam. Adapun hasil dari tulisan ini adalah Dilihat dari ke dzahiran suatu lafaz, maka pencatatan akad nikah hukumnya wajib sebagaimana juga diwajibkan dalam akad muamalah. Alat bukti tertulis dapat dipergunakan untuk hal-hal yang berkenaan dengan kelanjutan akad perkawinan. Dengan adanya alat bukti ini, pasangan pengantin dapat terhindar dari mudarat dikemudian hari karena alat bukti tertulis ini dapat memproses secara hukum berbagai persoalan rumah tangga, terutama sebagai alat bukti paling sahih dalam pengadilan agama
MODEL PERKAWINAN SIRRI DAN AKIBAT HUKUM BAGI ANAK DAN ISTRI
Marriage has useful lessons for human life to achieve happiness for those who run it. So fostering a good and happy family is the dream ideal in every marriage. However, Islamic law often encounters difficulties in achieving these ideals in its journey. This is due to the fact that from the very beginning, the formation of marriage gave room for things to arise that mafsadatan arise in the household, such as unregistered marriages. This unregistered marriage has different models according to the intent of secrecy, whether the State does not register it, not published to the public, or there are no witnesses. The State does not accommodate the legal consequences of sirri marriages for children and wives. Therefore, protection for children and wives due to sirri marriages must be realized.Perkawinan memiliki hikmah yang bermanfaat bagi kehidupan manusia untuk menggapai kebahagiaan bagi mereka yang menjalankannya. Maka membina keluarga yang baik dan bahagia merupakan cita-cita idaman dalam setiap perkawinan. Namun dalam perjalanannya, hukum Islam acap kali mengalami kesulitan untuk mencapai cita-cita tersebut. Hal ini disebabkan dari awal terbentuknya sebuah pernikahan yang memberikan ruang terjadinya hal-hal timbulnya kemafsadatan dalam rumah tangga seperti perkawinan sirri. Perkawinan sirri ini memiliki model yang berbeda-beda sesuai dengan maksud dari kerahasiaan itu baik tidak dicatatkan oleh Negara, tidak dipublikasikan kepada khalayak maupun tidak ada saksi. Negara tidak mengakomodir akibat hukum yang ditimbulkan dari perkawinan sirri bagi anak dan istri. Oleh karena itu, perlindungan terhadap anak dan istri sebagai dampak dari perkawinan sirri haruslah diwujudkan
PERBANDINGAN SUMBER-SUMBER HUKUM DAN KARAKTERISTIKNYA DALAM KAJIAN SYARIAH DAN PERUNDANG-UNDANGAN
The presence of pawnshops in Indonesia is no stranger. This institution has become very popular among the people when Eid arrives. It is a tradition for travelers to pawn their valuables before the month of Shawwal. Seen from the point of view of its function as a source of law in a formal sense, every agreement, whether it is called a law-making treaty or a treaty contract, is law-making, meaning it gives rise to law. It can be added that generally, law-making treaties are multilateral agreements, while special agreements are bilateral agreements. pawn according to the Civil Code (Burgenlijk Wetbiek) Book II Chapter XX article 1150, is: a right that is obtained by a person who is indebted to a movable object, which is handed over to him by a debtor or another person on his behalf and who gives power to the creditor it is to take payment of the item in priority over other creditors, except the costs for auctioning the item and the costs incurred to save it after the item is mortgaged, which costs must take precedence. This research was created so that the public knows about the sources of law and characteristics in the study of Sharia and legislation.Kehadiran lembaga pegadaian di Indonesia bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan lembaga ini menjadi sangat populer di kalangan masyarakat, ketika menjelang lebaran tiba. Sudah merupakan tradisi bagi pemudik untuk menggadaikan barang berharga mereka menjelang bulan Syawal. Dilihat dari sudut fungsinya sebagai sumber hukum dalam arti formal, setiap perjanjian baik yang dinamakan law making treaty maupun treaty contract adalah law making artinya menimbulkan hukum. Dapat ditambahkan bahwa pada umumnya law making treaties adalah perjanjian multilateral, sedangkan perjanjian khusus merupakan perjanjian bilateral. gadai menurut Undang–undang Hukum Perdata (Burgenlijk Wetbiek) Buku II Bab XX pasal 1150, adalah : suatu hak yang diperoleh seorang yang berpiutang atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang berutang atau orang lain atas namanya dan yang memberikan kekuasaan kepada yang berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan dari pada orang-orang berpiutang lainnya, dengan pengecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang tersebut digadaikan, biaya-biaya mana yang harus didahulukan. Penelitian ini diciptakan agar masyarakat mengetahui tentang sumber hukum dan karakteristik dalam kajian Syariah dan perundang-undangan
Pemberian Hadiah Dalam Pemilihan Kepala Desa Menurut Siyasah Syariyyah
Pemilihan kepala desa yang diadakan oleh pemerintah tidak dipungkiri adanya pemberian berupa harta ataupun berupa janji yang diberikan pada masyarakat tertentu melalui para tim sukses, begitulah cara yang telah dilakukan oleh para calon untuk bisa menarik simpati para pemilih. Namun, dalam Islam sudah mengajarkan untuk memperoleh kekuasaan dengan tidak curang dalam membeli suara apalagi memanipulasinya maka dari itu dalam menjalankan amanah dan melaksanakan kekuasaan diperlukan juga memelihara harta. Di bolehka n mengambi l pemberia n selama pemberia n yang diberika n karena Alla h SWT. Pemberia n hadia h murni tanpa imbala n. Buka n untu k maksud yang lai n. Namu n, jika dala m pemberia n hadia h tersebut memiliki tujua n tertentu maka ha l tersebut tida k diperbolehka n. Menurut Perspektif Huku m Isla m tindaka n pemberia n hadia h sama denga n sua p menyua p atau risywa h. Sedangka n mengenai perbuata n sua p menyua p ini, larangannya tela h diturunka n seja k awa l kenabia n Muhammad Saw. Pengatura n mengenai laranga n untu k melakuka n perbuata n sua p menyua p itu sendiri diturunka n Alla h Swt
BIMBINGAN PADA REMAJA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR BERBASIS LIFE SKILLS
Adolescence is a very important phase in the life cycle of an individual development, as it leads to healthy adults. This period shows clearly transition from childhood to adulthood. Very One of the problems that arise at this stage is career problems. Becomea logical consequence of adolescent development where there are demands for those who are preparing for a career Career problems that occur in adolescents are usually related to educational choices, leading to elections type of work in the future, this issue is very important to pay attention to related to the many experiences experienced by adolescents in determining majors from his career,To meet the career needs of adolescents, assistance is needed intensive training of professionals such as counselors in providing guidance and counseling services, a needs assessment needs to be linked Today's demands, the main curriculum of life skills-based education (life skills), which have become a fundamental problem of youth, necessary for life skill-based career guidance in an effort to increase career maturity
IMPLEMENTATION OF THE CONCEPT OF TA'DIB IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION
The concept of formal, informal and non-formal education in the perspective of Islamic education is basically not only intended to equip students to have knowledge and skills, but also to have emotional, social and spiritual intelligence. This is what will shape them into human beings with human character. Related to this, in the philosophy of Islamic education known as tarbiyah, ta'lim and ta'dib. The term ta'dib is actually more appropriate to use because this term does not only contain the concept of transfer of knowledge but also transfer of value to students
Gita faradilla Rizky Nurjannah, PERELINDUNGAN ANAK DARI KONTEN KEKERASAN DAN PORNOGRAFI DI MEDIA ELEKTRONIK (ANALISIS UU NO 32 TAHUN 2002)
Children are the future of a nation, they are the hope and the next generation of the nation because they are the future human resources for the development of a country. As the next generation of a nation, child protection of content in electronic media such as television for children in the current era of globalization that can damage morals caused by broadcastings that contain elements of violence and pornography. This research uses normative research methods consisting of several principles and legal theories. The data is also sourced from selected library materials, documents and laws and regulations related to child protection of content in electronic media for children in the era of globalization in depth.
Keywords: Child Protection, Berahaya Content, Child Protection, Broadcasting Law
 
Bahasa Indonesia .
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediator pada Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) IAIN Salatiga dalam penanganan perkara perceraian. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Peneliti terjun langsung ke lapangan (fieldwork research) untuk menggali data secara komprehensif terhadap subyek penelitian, yakni LKBHI IAIN Salatiga. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam (in depth interview). Analisis yang digunakan adalah deduktif-induktif. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori ishlah (perdamaian). Hasil penelitian ini adalah; pertama, mediator LKBHI IAIN Salatiga mengalami beberapa hambatan dalam penanganan perceraian, yaitu kompleksitas permasalahan para pihak yang berperkara, sehingga dalam mediasi menjadi lebih sulit untuk didamaikan meskipun ada yang berhasil ada juga yang belum berhasil. Kedua, pelaksanaan mediasi sesuai aturan dalam PERMA No 1 tahun 2016. Ketiga, peran mediator pada dasarnya sudah sesuai dengan teori ishlah (perdamaian). Novelty (kebaharuan) dari penelitian ini adalah ditemukannya upaya yang bisa ditempuh oleh para mediator dalam melakukan ikhtiar perdamaian para pihak yang berperkara. Mediator dapat melakukan beberapa pendekatan, yakni memberikan nilai-nilai spiritualitas agama, pentingnya masa depan anak, nostalgia masa-masa pernikahan, mereframing masalah dan kaukus.This study aims to determine the role of the mediator at the Islamic Legal Consultation and Assistance Institute (LKBHI) IAIN Salatiga in handling divorce cases. This research is a qualitative research. Researchers go directly to the field (fieldwork research) to explore comprehensive data on research subjects, namely LKBHI IAIN Salatiga. The method of collecting data in this research was observation and in-depth interviews (in depth interviews). The analysis used is deductive-inductive. The theory in this study uses the theory of ishlah (peace). The results of this research are first, the mediator of LKBHI IAIN Salatiga experienced several obstacles in handling divorce, that the complexity of the problems of the litigants, so that in mediation it became more difficult to reconcile even though some were successful and some were not. Second, the implementation of mediation according to the rules in PERMA No. 1 of 2016. Third, the role of the mediator is basically in accordance with the theory of ishlah (peace). The novelty of this research is the discovery of efforts that can be taken by mediators in making efforts to making peace between the litigants. The mediator can take several approaches, namely providing religious spirituality values, the importance of children's future, nostalgia for the days of marriage, framing problems and caucuses
Relevansi Penguasaan Nahwu dan Sharf dengan Kemampuan Membaca Teks-Teks Keagamaan Teungku Dayah Aceh
This research is important to discuss based on the phenomenon of teungku dayah errors in reading religious texts in Aceh. This study aims to determine the relevance between mastery of Nahwu and Sharf with the ability to read religious texts owned by tengku dayah and examine the causal factors from the perspective of Nahwu and Sharf. Dayah Darussalam, Labuhan Haji, South Aceh District, was chosen as the research location because it is one of the oldest in Aceh. This study uses field research methods with a qualitative approach. The data were obtained from in-depth interviews, observation, and documentation of the curriculum applied at the dayah. All the data obtained were analyzed descriptively and qualitatively. The study results show that learning Nahwu and Sharf in the Acehnese dayah is generally carried out in two types of learning programs: regular and extracurricular. Teungku Dayah's ability to read religious texts in Aceh could be much higher. This is indicated by the many mistakes they made when reading religious texts, both in terms of Nahwu and Sharf. Among the contributing factors is the absence of a dayah curriculum related to active Arabic practice and tahsin al-Qur'an