Rumah Jurnal IAIN Metro (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    2401 research outputs found

    PESAN DAKWAH DALAM LAGU DEEN AS-SALAM “SABYAN GAMBUS”

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang pesan dakwah yang terkandung dalam sebuah lagu deen as-salam yang dipopulerkan oleh group musik Sabyan Gambus. Musik menjadi media dakwah bukan lagi hal asing di masyarakat. Hal itu juga sudah di sepakati oleh para ulama. Musik dipandang memiliki arti penting dalam hal spiritual, tidak hanya bagi musik itu sendiri, melainkan dengan syair. Dalam penelitian ini terdapat sebuah rumusan masalah apa pesan dakwah yang terkandung dalam lagu deen as-salam “Sabyan Gambus”? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai upaya untuk mengupas pesan dakwah dalam lagu deen as-salam yang dipopulerkan oleh “Sabyan Gambus”  pada setiap bait yang disampaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika yang dicetuskan oleh Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menyatakan bahwa lagu deen as-salam memiliki pesan dakwah tetang akhlaq karimah, persatuan umat (rasa toleransi), dan negara yang damai

    SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS’ CRITICS TOWARD SECULARISM

    Get PDF
    The issue of modernity that is crucial today is the development of secularism in various fields. One of the main things to highlight is the popularity of secularism, which has a worldview that is contrary to Muslims. It was Syed Muhammad Naquib Al-Attas who was the most vocal in voicing his criticism and proposing the solutions he offered in the form of the concept of Islamization of Present Day Knowledge. The research method used by the author is descriptive analysis in analyzing the views of Syed Muhammad Naquib Al-Attas on Secularism. And the author uses the philosophical approach for this research. There are many confusions in Secularism thought, one of which is the opinion about the separation of Secularization and Secularism which in the end will also lead to Secularizationism. And the Islamization of contemporary Science is the most vocal form of Al-Attas' criticism of Secularism. Because with Islamization, the elements of secular Western culture, spirit, character, and personality contained in science can be cleaned

    Analisis Determinasi Pertumbuhan Ekonomi Studi Kasus di Indonesia

    Get PDF
    Economic growth is still an important goal in the economy of a country, especially for developing countries like Indonesia. If the real Gross Domestic Product (GDP) experiences growth, then the country's economy will grow well. This study will discuss the short-term and long-term effects of taxes, Zakat, Infaq and Alms (ZIS) and inflation on economic growth in Indonesia. This study uses the Error Correction Model with quarterly time series data starting from 2010-2020. The results of the study show that in the short term inflation has no significant positive effect on Indonesia's economic growth, while taxes have an insignificant negative effect and ZIS has a significant negative effect. In the long term, the tax and ZIS variables have a significant positive effect, while the inflation variable has a significant negative effect on economic growth in Indonesia

    PEMBERDAYAAN EKONOMI UMMAT BERBASIS ZAKAT

    No full text
    Empowerment, conceptually is empowerment derived from the word 'power' (power or empowerment). In this context, empowerment is a process and purpose. Empowerment process is a series of activities to strengthen the power or empowerment of weaker groups in society, including individuals who experience poverty problem. For the purpose of empowerment refers to circumstances or results to be achieved by a social change, ie an empowered community, have power or have the knowledge and ability in meeting the needs of economic life is both physical, and social. While the meaning of charity in the context of jurisprudence is the amount of certain assets that are required of God handed to the person entitled. From the definition above, the economic empowerment of community-based charity is a process or series of activities to raise the economic potential of community both in personal life (syakhsîah), family (usroh), community (umma) and even state and nation to create an empowered community economy, based on the values ​​of zakat

    TINJAUAN KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA TERHADAP DAMPAK BEKERJA DI LUAR NEGERI BAGI KEHARMONISAN RUMAH TANGGA

    Get PDF
    Sedikitnya lapangan pekerjaan yang membuat jumlah pengangguran terus bertambah naik, orang tidak sanggup membuat usaha yang diakibatkan oleh terbentur modal, keahlian, serta akses pasar yang terbatas. Apalagi, khasiat positif untuk pekerja migran yang bekerja di luar negara pula banyak buat memperoleh pekerjaan, pemasukan, tingkatkan kesejahteraan serta meningkatkan keahlian. Ketika pemerintah program inilah rencana program untuk membatasi pengangguran dalam negara, memperluas peluang kerja serta tingkatkan pendapatan dari pertukaran asing. Riset ini memakai tata cara penelitian kualitatif. Hasil diskusi dalam penelitian ini yaitu ada beberapa dampak dalam bekerja diluar negeri yang pertama dampak negatif, terjadi kekerasan dalam bekerja dan sering terjadi perceraian dalam rumah tangga; dan dampak positif, mengurangi pengangguran dan terjalinan hubungan antara negara. Ada beberapa terlebih dari TKI yang namun mempunyai pemahaman pendidikan lulusan SD (sekolah dasar) dan SMP (sekolah menengah pertama), justru ada juga lulusan SMA (sekolah menengah atas). Adapun masyarakat yang tidak mempunyai keterampilan dan hanya pendidikan yang terbatas bisa mendapatkan pengasilan yang cukup tanpa memikirkan dampak negatif.The lack of employment opportunities makes the number of unemployed continue to increase, people are unable to start a business due to limited capital, expertise, and market access. Moreover, there are many positive benefits for migrant workers who work abroad to get jobs, income, improve welfare and improve skills. When the government programs this program plans to limit unemployment in the country, expand job opportunities and increase income from foreign exchange. This research uses qualitative research procedures. The results of the discussion in this study are that there are several impacts of working abroad, the first being negative impacts, violence at work and frequent divorces in the household; and positive impact, reducing unemployment and establishing relations between countries. There are some especially TKI who but have an understanding of education graduates from elementary school (elementary school) and junior high school (junior high school), in fact there are also high school graduates (high school). As for the people who do not have skills and only limited education can get sufficient income without thinking about the negative impact

    ISO 21001:2018: Upaya Mewujudkan Budaya Mutu pada IAIN Metro

    Get PDF
    Abstrak IAIN Metro menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi yang memiliki urgensitas dan peran penting dalam ikut mencerdaskan pembangunan bangsa sekaligus menjadi salah satu instrumen penentu dalam mewujudkan insan pendidikan yang berakhlakul karimah. Konsistensi dan komitmen manajemen budaya mutu menjadi kata kunci bagi IAIN Metro dalam mencapai kualitas output yang dihasilkan. Artikel ini bertujuan untuk menggali informasi dan fakta melalui data-data yang ada di IAIN Metro dalam menjamin komitmen terselenggaranya budaya mutu melalui penerapan ISO 21001:2018. Metode yang digunakan dalam menggali berbagai informasi dan fakta tentang penerapan ISO 21001:2018 dalam kerangka penguatan manajemen mutu pada IAIN Metro dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pimpinan IAIN Metro, Ketua-Ketua lembaga, dan pimpinan fakultas. Untuk mendapatkan data dan informasi yang valid dan akurat, maka pengumpulan data dilakukan melalui interview, observasi dan dokumentasi, Teknik analisis data yang digunakan adalah display, data reduction, dan drawing conclussions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ISO 21001:2018 dalam memperkuat manajemen budaya mutu di IAIN Metro dilakukan melalui Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) dengan menerapkan model tata kelola organisasi yang berkualitas melalui sinergisitas seluruh komponen dan elemen yang ada dengan merujuk pada klausul yang diatur dalam ISO 21001:2018. Memang dalam penguatan manajemen budaya mutu pada IAIN Metro ISO 21001:2018 bukanlah satu-satunya instrumen, tapi kehadiran instrumen tersebut dirasakan mampu menjadi instrumen yang mendukung eksistensi proses, sistem, komitmen dan kebijakan yang diterapkan berdasarkan klausul yang ada pada ISO 21001:2018 tersebut. Kata Kunci: ISO 21001:2018, Manajemen Mutu, Budaya Mutu, SMO

    Model Perencanaan Sekolah Dasar Unggul di Kota Yogyakarta

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk menemukan : 1) model Perencanaan 3 SD, yaitu SD Muhammadiyah Sokonandi, SD Negeri Ungaran 1, dan SD Tumbuh 2, yang ada di Kota Yogyakarta; 2) keunggulan-keunggulan pada ketiga SD; Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Tempat penelitian di Sekolah Dasar Unggul, SD Muhammadiyah Sokonandi, SD Negeri Ungaran, dan SD Tumbuh 2. Informan penelitian adalah kepala sekolah, guru, karyawan dan komite sekolah. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman. Pengujian keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) ketiga SD menggunakan model perencanaan yang berbeda, SD Muhammadiyah Sokonandi dengan Ormas, SD Negeri Ungaran 1 dengan Pemerintah, dan SD Tumbuh 2 dengan yayasan edukasi anak nasional (YEAN) yang kerjasama dengan cambridge. 2) Disamping perbedaan Perencanaan sekolahnya, juga berbeda status sekolahnya (swasta dan negeri), yayasan sekolahnya, kerjasama sekolahnya. 3) Ketiga SD Unggul dengan akreditasi A, prestasi akademik dan kegiatan ekstrakurikulernya bagus. SD Muhammadiyah Sokonandi memiliki keunggulan sekolah, banyaknya siswa dan pendidikan akhlak siswa. SD Negeri Ungaran 1, memiliki keunggulan, sebagai Pembina sekolah, berhak melakukan pembinaan SD.  Sedangkan SD Tumbuh 2 memiliki keunggulan program Museum Seni Budaya dan kerjasama dengan Cambridge Internationale Primary Program (CIPP), Inggris

    Perspektif Dakwah Tentang Cyberbullying

    Get PDF
    Cyberbullying is a massive act of bullying in cyberspace in the digitalization era. However, da'wah as a social practice of empowering Islamic communities is still lacking in exploring cyberbullying. In response to this, this study aims to elaborate a da'wah study on cyberbullying through the film "Dua Detik". The research method utilizes qualitative research that is explanative. The data source was obtained from the film entitled "Dua Detik" on the Manusia Biasa YouTube channel and the data analysis technique utilizes Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA). The results show that the film "Dua Detik" constructs an anti-bullying discourse to build the mindset and ideology of netizens to collectively oppose bullying. The anti-bullying discourse in accordance with the perspective of transformative da'wah studies includes elements of social orientation, social advocacy, interactive dialogue and stakeholder collaboration.Cyberbullying merupakan tindakan perundungan di dunia virtual yang sedang masif di masyarakat. Namun dakwah sebagai praktik sosial pemberdayaan masyarakat Islam masih kurang mengeksplorasi tindakan cyberbullying. Menanggapi hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi studi dakwah terhadap cyberbullying melalui film “Dua Detik”. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat eksplanatif. Sumber data diperoleh dari film yang berjudul “Dua Detik” di channel YouTube Manusia Biasa dan teknik analisis data menggunakan Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Dua Detik” mengkonstruksi wacana anti-bullying untuk membangun pola pikir dan ideologi netizen agar secara kolektif menentang tindakan bullying. Wacana anti-bullying sesuai dengan perspektif studi dakwah transformatif meliputi unsur orientasi sosial, advokasi sosial, dialog interaktif dan kerjasama stakeholder. &nbsp

    ANALISIS SISTEM PEMBELAJARAN DAN BUDAYA PESANTREN DALAM PERSPEKTIF KESETARAAN GENDER DI PONDOK PESANTREN ASWAJA NUSANTARA

    Get PDF
    Pesantren as educational institutions, both modern and traditional, at least maintain the uniqueness of pesantren, which any other institution does not own. The uniqueness often makes some people misunderstand that pesantren practise gender inequality where female students are often not allowed to proceed outside the pesantren or only in the domestic area. This research was a qualitative case study taking place at Pondok Pesantren (PP) Aswaja Nusantara in Mlangi, Sleman, Yogyakarta. This study takes the point of view of the kyai (caretaker) of the Pondok, who serves as a policy maker in the institution. The research question in this study was: What is the concept of gender equality in the education system and pesantren culture at PP Siswa Aswaja Nusantara? The results showed that based on the data provided by caregivers, gender equality in PP Aswaja Nusantara was enacted through the culture of the pesantren and the application of the pesantren education system. Equality is the sense of fairness in paying attention to biological factors and circumstances, both men and women. First, equality in PP Aswaja Nusantara does not mean the same between men and women, and this impacts the division of tasks more concerned with individual abilities than gender. Second, in the education system, PP Aswaja Nusantara provides equal opportunities to all male and female students, both internally and externally. Keywords: Equality of Gender, Islamic Boarding School   Abstrak Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan, baik yang modern maupun yang tradisional, setidaknya tetap mempertahankan kekhasan pesantren yang tidak dimiliki oleh Lembaga manapun. Kekhasan pesantren, seringkali membuat beberapa kalangan salah paham bahwa pesantren menjadi praktek ketidaksetaraan gender, dimana santri putri seringkali tidak diberi kesempatan untuk berproses diluar pesantren atau hanya di wilayah domestik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif study kasus dimana peneliti mengambil tempat penelitian di PP Aswaja Nusantara di Mlangi, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini mengambil sudut dari pengasuh Pondok yang berfungsi sebagai pemangku kebijakan di pondok. pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah: Bagaiman konsep kesetaraan gender pada sistem pendidikan dan budaya pesantren di PP Mahasiswa Aswaja Nusatara? Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesetaraan gender di PP Aswaja Nusantara, berdasarkan data yang diberikan oleh pengasuh, melalui budaya pesantren dan penerapan pada system Pendidikan pesantren. Pertama, setaraa dalam PP Aswaja Nusantara bukan berarti sama persis antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan dalam arti adil, adil dalam memperhatikan factor biologis dan keadaan, baik laki-laki maupun perempuan. Oleh karena hal ini berimbas pada pembagian tugas yang lebih Mementingkan kemampuan individu daripada jenis kelamin. Kedua, dalam system Pendidikan, PP Aswaja Nusantara memberikan kesempatan yang sama kepada semua santri, baik putra maupun putri, baik dalam internal maupun eksternal pondok. Kata Kunci:  Kesetaraan Gender, Pendidikan pesantre

    Teacher’s Use of Code-switching Types and Functions in Teaching TOEFL and IELTS Preparation Classes

    Get PDF
    In English courses, TOEFL and IELTS preparation classes are opened to accommodate the students’ need in learning English skills intensively and passing those standardized tests. As the EFL students still learn the target language, teachers often code-switch to give exposure and explanation. This research aims to study the use of code-switching in English courses. The research questions posed in this study are “what are the types of code-switching used by the teacher in TOEFL and IELTS preparation classes?” and “what are the functions of code-switching in TOEFL and IELTS preparation classes?” This study used descriptive statistics with two structured observation sheets as the instruments. The results showed that the teacher uses seven types of code-switching, intersentential, intrasentential, emblematic, lexical borrowing, integrated loanword, situational, and metaphorical switching in both observed TOEFL and IELTS classes. The researcher finds the six functions of code-switching: referential, directive, expressive, phatic, metalinguistic, and pedagogical functions. &nbsp

    2,096

    full texts

    2,401

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal IAIN Metro (Institut Agama Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇