Rumah Jurnal IAIN Metro (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
2401 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN E-LKPD DENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL
Penelitian pengembangan bahan ajar E-LKPD berbasis pendekatan pemecahan masalah (problem solving) dilatarbelakangi oleh bahan ajar yang belum maksimal dan masih belum ada inovasi di SMPN 1 Rumbia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar E-LKPD berbasis pendekatan pemecahan masalah (problem solving) guna memenuhi kebutuhan produktivitas belajar. Adapun kualitas produk pengembangan harus memenuhi kriteria yang ditinjau dari aspek kevalidan dan kepraktisan. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model Borg & Gall meliputi (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk. Instrumen yang digunakan yaitu angket penilaian oleh ahli materi dan ahli media dan angket kepraktisan respon peserta didik. Skor penilaian oleh ahli materi yaitu 176 dengan nilai rata-rata 4,38 termasuk dalam kategori “Sangat Setuju”. Skor validasi ahli media yaitu 135 dengan nilai rata-rata 3,89 termasuk dalam kriteria “Setuju”. Hasil respon peserta didik mendapat respon positif dari pengisian angket respon peserta didik dengan nilai persentase sebesar 92% termasuk dalam kriteria “Sangat Praktis”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis pendekatan pemecahan masalah (problem solving) materi sistem persamaan linier dua variabel yang telah dikembangkan layak dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran matematika
ANALISIS PRINSIP FIVES OF CREDIT DAN PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBERIAN PEMBIAYAAN IJARAH MULTIJASA DI BPRS MANDIRI MITRA SUKSES GRESIK
Prinsip five of credit merupakan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana yang terdiri dari analisa character, capasity, collateral, capital dan condition of economic. Moderasi beragama adalah sikap dan upaya menjadikan agama sebagai dasar dan prinsip untuk selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem (radikalisme) dan selalu mencari jalan tengah yang menyatukan dan membersamakan semua elemen dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa Indonesia Maka dari itu bank syariah dalam pemberian keputusan pembiyaan kepada nasabah harus berdasarkan analisa dari prinsip fives of credit dan memahami makna moderasi beragama dalam melayani setiap nasabah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan analisis prinsip fives of credit dan paham moderasi beragama terhadap keputusan pemberian pembiayaan ijarah multijasa yang dilakukan oleh BPRS Mandiri Mitra Sukses Gresik menilai layak atau tidaknya calon nasabah tersebut dalam menerima pembiayaan ijarah multijasa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian dengan metode kualitatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan analisis prinsip fives of credit dalam pembiayaan ijarah multijasa serta pemahaman yang memadai tentang moderasi beragama Di BPRS Mandiri Mitra Sukses sudah dietrapkan dengan cukup baik sesuai dengan teori prinsip fives of credit. Dalam hal ini berupa character, capasity, capital, Collateral dan condition of economic. Untuk penambahan penerapan dari prinsip fives of credit tersebut bank dapat memberikan edukasi berupa pemahaman kepada calon nasabah yang belum mengetahui bahwa saat mengajukan pembiayaan ijarah multijasa harus memiliki sikap yang jujur dan amanah sesuai dengan ajaran islam. Kemudian calon nasabah yang memiliki pembiayaan di bank lain dengan predikat macet maka, tidak diperkenankan untuk mengajukan pembiayaan di BPRS Mandiri Mitra Sukses. Selain itu, perpanjangan pembiayaan dapat dilakukan apabila nasabah tersebut telah melunasi angsuran sebelumnya dan memberikan pemahaman bahwa pemberian fasilitas pembiayaan didasarkan pada perhitungan realistis sesuai kebutuhan dan kapasitas nasabah
PENENTUAN HARI BAIK PERNIKAHAN MENURUT ADAT JAWA DAN ISLAM (Kajian Kaida Al-Addah Al-Muhakkamah)
Indonesian people are very famous for their customs and culture. In all aspects of life, whether related to worship rituals or any muamalah ritual, it is very closely related to customs that have existed for generations passed down by the ancestors of the Indonesian nation. Especially the Javanese people who are very close to the customs and culture that they have embraced. As an example of a custom that is still maintained today is to determine a good day to hold a marriage contract using the method of calculating the market day related to the birthday (weton) of the prospective bride and groom. This is when it is associated with marriage in Islam, it often causes polemics related to the law of determining the auspicious day of marriage based on the Javanese calculation formula.Masyarakat Indonesia sangat terkenal dengan adat istiadat dan kebudayaanya. Dalam segala aspek kehidupan baik berkaitan dengan ritual ibadah atau ritual muamalah apapun sangat erat sekali kaitanya dengan adat istiadat yang sudah ada secara turun temurun diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Terutama masyarakat Jawa yang sangat erat dengan adat istiadat dan budaya yang telah dianutnya. Sebagai contoh adat istiadat yang masih terjaga sampai saat ini adalah menetukan hari baik melangsungkan akad nikah menggunakan metode perhitungan hari pasaran yang berkaitan dengan hari lahir (weton) pasangan calon pengantin. Hal demikian jika dikaitkan dengan pernikahan didalam Islam seringkali menimbulkan polemik terkait hukum menentukan hari baik pernikahan berdasarkan rumus hitungan Jawa
EVALUASI PERAN PRAKTISI DALAM KELAS KOLABORASI PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran praktisi dalam kelas kolaborasi pada mata kuliah Media Pembelajaran Matematika di Pendidikan Tinggi khususnya Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data berasal dari praktisi yang terlibat dalam kelas kolaborasi media pembelajaran matematika semester ganjil 2022/2023. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktisi berperan penting dalam kelancaran kelas kolaborasi dengan memberikan sumbangan ide, memfasilitasi proses pembelajaran, mengarahkan diskusi, dan memberikan penjelasan. Kendala yang dihadapi dalam implementasi kelas kolaborasi adalah kurangnya waktu, keterbatasan fasilitas, dan perbedaan pemahaman antara praktisi. Simpulan dari penelitian ini adalah praktisi memiliki peran yang penting dalam kelas kolaborasi dan perlu memperhatikan kendala yang dihadapi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
Pelatihan Keterampilan Berpidato pada Santri TPA Masjid An-Nur Malangjiwan
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat prodi Bahasa dan Sastra Arab fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta berupa pelatihan keterampilan berpidato yang dilaksanakan di Masjid An-Nur Malangjiwan kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. Pengabdian kepada masyarakat ini diadakan pada tanggal 17-19 Maret 2022. Dalam pelaksanaannya pengabdian ini diawali dengan penyampaian materi kepada para peserta yaitu santri TPA Masjid An-Nur Malangjiwan. Selanjutnya diadakan pelatihan yang didampingi oleh tim PKM BSA kepada santri TPA Masjid Malangjiwan. Permasalahan yang ditemui sebelum diadakan pelatihan yaitu santri belum pernah mendapatkan pelatihan keterampilan berpidato. Padahal santri-santri ini diharapkan sebagai pelanjut generasi umat yang mahir dan terampil menyampaikan pesan-pesan keagamaan di depan umum. Setelah disampaikan materi seputar pidato dengan metode ceramah dan diskusi, para santri akan difasilitasi untuk mempraktekkan kemampuan berpidato. Oleh karena itu, santri memiliki kemampuan tidak hanya materi keagamaan tapi juga terampil menyampaikan di depan publik. Pelatihan keterampilan berpidato ini diharapkan menghasilkan komunitas yang mengerti dan terampil dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan di depan publik
SEJARAH MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA
Sikap moderat sering di asosiasikan dengan usaha merajut kembali ke hubungan antara manusia yang telat hidup dalam suasana yang beragama dan juga penuh dengan keragaman sosial. Ada sebuah kesadaran umum yang muncul dikalangan milenial, membutuhkan sikap yang lembut dan keragaman, realitas keberagaman suku, baik dari segi ras, agama dan, budaya, orientasi politik. Oleh karena itu, sikap moderasi beragama dalam konteks indonesia. Moderasi ajaran Islam sejatinya sesuai dengan misi agama islam yang bersifat Rahmatan lil ‘Alamin, hal tersebut ditunjukan dengan ajaran agama Islam berupa larangan berbuat zalim kepada orang lain. Maka Islam mengamini sikap anti kekerasan dalam bersikap dalam bergaul di kalangan masyarakat, memahami dan menerima perbedaan yang mungkin terjadi, mengutamakan kontekstualisasi ajaran agama dalam memaknai ayat Ilahiyah, menggunakan istinbath hukum untuk menerapkan hukum yang aktual di masyarakat serta menggunakan pendekatan sains dan teknologi guna membenarkan dan mengatasi dinamika persoalan yang muncul di masyarakat Indonesia.Moderate attitude is often associated with efforts to re-knit into relationships between humans who live in a religious atmosphere and are also full of social diversity. There is a general awareness that emerges among millennials, requiring a gentle attitude and diversity, the reality of ethnic diversity, both in terms of race, religion and, culture, political orientation. Therefore, the attitude of religious moderation in the Indonesian context. Moderation of Islamic teachings is actually in accordance with the mission of the Islamic religion which is Rahmatan lil 'Alamin, this is shown by the teachings of Islam in the form of a prohibition on doing injustice to others. So Islam agrees with the attitude of anti-violence in socializing in society, understanding and accepting differences that may occur, prioritizing the contextualization of religious teachings in interpreting the divine verse, using legal istinbath to apply actual law in society and using scientific and technological approaches to justify and overcome the dynamics of problems that arise in Indonesian society
MENINGKATKAN KEMAMPUAN HOTS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SMAN 1 WAY JEPARA
Salah satu kompetensi yang ditekankan untuk lulusan SMA dalam pembelajaran matematika adalah menunjukkan sikap logis, kritis, analitis, kreatif, cermat, dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. Namun kenyataannya, hasil belajar peserta didik di bidang matematika masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai Ujian Nasional dan peringkat Indonesia pada TIMSS. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ada peningkatan hasil belajar pada materi Matriks di kelas XI IPS 3 SMAN 1 Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur tahun pelajaran 2019/2020 Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas untuk memecahkan masalah apakah model Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan High Order Thinking peserta didik. PTK berlangsung selama 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dari hasil posttest peserta didik pada siklus II.  
MINORITY GROUP IN URBAN SOCIETY CONFLICT AND THREATS TO RELIGIOUS FREEDOM A CASE STUDY OF SYMBOLIC VIOLENCE AGAINST AHMADIYYA IN URBAN SOCIETY
This study explores the experiences of the Ahmadiyya Muslim community in the context of urban society, focusing on the manifestation of symbolic violence against this minority group and its implications for religious freedom. Symbolic violence encompasses various forms of discrimination, prejudice, and non-physical harm that target religious minorities. This research delves into the multifaceted dynamics surrounding the Ahmadiyya community's presence in urban areas and how they navigate challenges related to their faith and religious identity. The study is qualitative. The data were collected through online questionnaires and in-depth interviews with the Ahmadiyya congregations in three urban society as representatives of Indonesia namely Bandung (West Java), Makassar (South Sulawesi) and Lombok (West Nusa Tenggara) with the aim to examine the nature of symbolic violence against the Ahmadiyya community in urban society, highlight the broader implications for religious freedom in diverse societies as well as to find out the principle adhered by the Ahmadiyya group in maintaining its existence amid the pressure of the transnational radical Islamic groups. The research results show that apart from experiencing physical violence, the Ahmadiyya followers also experienced symbolic violence whose impacts were felt to be much more painful than physical violence. The symbolic violence occurs in Capital and Habitus domain. Despite undergoing the acts of violence, the Ahmadiyya congregation is still able to survive by adhering to the values that have been their principle, that is “Love for all and hatred for none”
HOW AND WHEN ISLAMIC WORK ETHIC LEADS TO EMPLOYEE VOICE IN URBAN MUSLIM COMMUNITY?: THE ROLE OF CIVILITY CLIMATE AND ORGANIZATIONAL IDENTIFICATION
The current study uncovers a new paradigm in studying employee voice using a religious approach: Islamic work ethics (IWE). The research model involves a direct relationship between IWE and employee voice, indirectly through civility climate, and a moderate effect of organizational identification in urban Muslim communities, especially in the education sector. A time-lag data-collecting method captured 278 lecturers at various Islamic universities. The PLS-SEM analysis results confirmed most hypotheses: first, the IWE positively relates to civility and employee voice. Second, the result demonstrated that civility climate plays a significant role in encouraging employee voice. However, the study did not find evidence to support civility climate's interplay role in the relationship between IWE and employee voice. Finally, the research confirmed that organizational identification is a crucial predictor and moderator of employee voice. The urban Muslim community is a diverse group, both culturally and ethnically. This diversity creates an environment that fosters positive cultural exchange and critical thought discussions regarding Islamic thought. The study's findings provide valuable insights into the relevance and implementation of IWE in urban Muslim communities, particularly in Indonesia's education sector. The proposed model has practical and theoretical implications for HR practitioners and the study of IWE in modern society and organizations
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Writing in the Here and Now terhadap Kemampuan Mengingat Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Student memory in the History of Islamic Culture subject for class III students at MIS Nurul Hadina is still relatively low, so varied learning models are needed to overcome this problem.“writing in the here and now” is one learning model that teachers can use in the learning process to improve students' memory. Therefore, this research was conducted to determine the effect of learning models“writing in the here and now” in improving students' memory skills in the History of Islamic Culture subject.
This research employed quantitative method with a quasi-experimental design as a research type. The research instrument was a questionnaire with a paired sample t-test and an independent sample t-test to test the hypothesis.
The research results showed a significant positive relationship between the use of learning models“writing in the here and now” to improve students' memory skills in the history of Islamic culture subject with a 2-tailed significant value of 0.000 < 0.05. The tests (Pre-test and post-test) proved this influence in which students’ memory scores in the experimental class was 7.50 became 10.88 or increased up to 3.33. On the other hand, the control class score was 7.46 became 9.15 or increased up to 1.69. This achievement is surely caused by students’ enthusiasm during the implementation of this learning model