Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Kadar Alkaloid Total Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata): Determination of Total Alkaloid Content of Kirinyuh Leaf Extract (Chromolaena odorata) Based on Different Extraction Methods

    Get PDF
    Kirinyuh leave (Chromolaena odorata) was used by the community as a potential plant because it contains many benefits, one of which contains alkaloid compounds. Alkaloids have the ability to help wound healing because the active compounds of the alkaloids have antioxidant activity, so the enhanced wound healing by kirinyuh leaf can be caused by the action of free radicals in increasing levels of antioxidant enzymes. The aim of the study was to determine the total alkaloid content of kirinyuh leaf  leaf extract in each of the extraction methods to be used. In this study, a different extraction method will be used, namely maceration and ultrasonic with ethanol solvent which will be carried out using the UV-Vis spectrophotometry method. The results of measuring the total alkaloid content in each method were the maceration and ultrasonic method consecutive at 8.259% and 5.938%. The conclusion from the research is that the alkaloid content is higher with the maceration method than with the ultrasonic method.   ABSTRAK Daun kirinyuh (Chromolaena odorata) digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman yang potensial karena memiliki kandungan yang banyak memberikan manfaat salah satunya mengandung senyawa alkaloid. Alkaloid memiliki kemampuan dalam membantu penyembuhan luka. Senyawa aktif alkaloid memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar alkaloid total ekstrak daun kirinyuh. Pada penelitian ini menggunakan metode ekstraksi yang berbeda yakni maserasi dan ultrasonik dengan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan analisis kuantitatif alkaloid dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari analisis kuantitatif alkaloid total pada metode maserasi dan metode ultrasonik berturut-turut adalah sebesar 8,259% dan 5,938%. Simpulan dari penelitian diketahui bahwa kadar alkaloid lebih tinggi dengan metode maserasi dibandingkan metode ultrasonik

    Penggunaan Pigmen Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dengan Ekstrak Apel (Malus sp.) sebagai Kopigmen dalam Formulasi Perona Pipi Bentuk Padat: Usage of Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) Extract as Pigment with Apple (Malus sp.) Extract as Co-Pigments in Blush on Pressed Solid Formulations

    Get PDF
    Purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) contains anthocyanin, which can act as a natural pigment but has weak stability. This weakness can be overcome by adding co-pigments such as apple extract (Malus sp.). This study aimed to study the effect of using I. batatas extract and apple extract as natural pigments and co-pigments on the physical characteristics of solid on compact powder. The formulation was prepared in 3 different concentrations of I. batatas extract, namely 10% (F1), 15% (F2), and 30% (F3). The preparation evaluation includes color homogeneity, friability, hardness, and color stability tests. The results showed that the compact powder was a solid purplish-red color that was homogeneous and did not crack during the brittleness test. The hardness values obtained were 48.70 N/m² (F1), 41.21 N/m² (F2), and 35.72 N/m² (F3). The color stability test showed that only F3 was stable during 28 days of storage with no significant change in absorbance (p>0.05). I. batatas extract can be formulated as a compact powder with good and acceptable physical characteristics.   ABSTRAK Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) mengandung antosianin yang dapat berperan sebagai pigmen alami tetapi memiliki kelemahan pada stabilitasnya. Kelemahan ini dapat diatasi dengan penambahan kopigmen seperti ekstrak apel (Malus sp.). Tujuan dilakukannya studi ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan ekstrak I. batatas dan ekstrak apel sebagai pigmen dan kopigmen alami terhadap karakteristik fisik sediaan perona pipi bentuk padat. Formulasi disiapkan dalam 3 konsentrasi ekstrak I. batatas yang berbeda yaitu 10% (F1), 15% (F2), dan 30% (F3). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji homogenitas warna, uji kerapuhan, uji kekerasan, dan uji stabilitas warna. Hasil menunjukkan sediaan perona pipi bentuk padat berwarna merah keunguan yang homogen dan tidak mengalami retak saat pengujian kerapuhan. Nilai kekerasan diperoleh sebesar 48,70 N/m² (F1), 41,21 N/m² (F2), dan 35,72 N/m² (F3). Uji stabilitas warna menunjukkan bahwa hanya F3 yang stabil selama penyimpanan 28 hari dengan ditandai tidak ada perubahan absorbansi secara signifikan (p>0,05). Ekstrak I. batatas dapat digunakan dalam formulasi sediaan perona pipi bentuk padat dengan karakteristik fisik yang baik dan bisa diterima

    Pengaruh Kombinasi Daun Katuk dan Daun Kacang Panjang terhadap Produksi ASI: The Effect Of The Combination of Katuk Leaf and Leather of Bean Long on Breast Milk Production

    Get PDF
    Exclusive breastfeeding (ASI), according to the World Health Organization, so pregnant women and mothers who have just given birth are informed about the benefits and advantages of breastfeeding, where it is the best nutrition and protection against disease. Exclusive breastfeeding coverage in the working area of the Lumar District Health Center, Bengkayang Regency, has not been achieved. Lack of nutrition causes significant losses for babies, especially growth and development problems that can experience stunting. Vegetables that can increase the volume of breast milk include katuk leaves and long bean leaves. This study aimed to find out how "The Effect of the Combination of Katuk Leaves and Long Bean Leaves on Breast Milk Production in the Working Area of the Lumar Health Center, Bengkayang Regency." This research method used quantitative experiments with a quasi-experimental research design with one group pretest and posttest without a control group. This study used a population of 34 people using the total sampling technique. The results of statistical tests using non-parametric tests, namely the Wilcoxon test, showed that the p-value is p = 0.000 (p < 0.05), it could be concluded that there was a significant difference in breast milk production before and after giving a combination of katuk leaves and long bean leaves on breast milk production.   Abstrak Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara Eksklusif menurut World Health Organization agar wanita hamil dan ibu yang baru melahirkan diberitahu manfaat dan keunggulan ASI dimana gizi terbaik serta perlindungan terhadap penyakit. Cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Lumar Kabupaten Bengkayang belum tercapai. Kekurangan nutrisi menyebabkan kerugian yang cukup signifikan bagi bayi terutama masalah tumbuh kembang dapat mengalami stunting. Sayuran yang dapat meningkatkan volume ASI diantaranya adalah daun katuk dan daun kacang panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana “Pengaruh Kombinasi Daun Katuk dan Daun Kacang Panjang terhadap Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Lumar Kabupaten Bengkayang”. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif eksperimen dengan desain penelitiannya quasi eksperimen rancangan penelitian adalah “One group pretest- posttest without control grup” Populasi 34 orang dengan menggunakan teknik total sampling . Hasil: Uji statistiknya uji normalitas dengan uji non-parametrik yaitu Uji Wilcoxon menunjukan bahwa p-value bernilai p=0,000 (p<0,05) maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna produksi ASI sebelum dan sesudah pemberian kombinasi daun katuk dan daun kacang panjang terhadap produksi ASI

    Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Skizofrenia dengan Masalah Risiko Perilaku Kekerasan

    Get PDF
    Schizophrenia is a severe and chronic mental disorder that can cause positive and negative symptoms. One of the positive symptoms of schizophrenia, namely disorganized speech, is a manifestation of the risk of violent behavior. The risk of violent behavior is a form of expression of anger that is expressed excessively and uncontrollably verbally to the point of injuring the individual himself, other people or damaging the environment. This is motivated by an increase in the risk of violent behavior from 2021 to 2022 reaching 1422 patients. There is a fairly high increase, so there will be the application of progressive muscle relaxation therapy to control the patient's anger. The case study was carried out for five days from March 14 to March 18 2023 with the aim of knowing the implementation of nursing care for schizophrenic patients with a risk of violent behavior through progressive muscle relaxation therapy. Involving one subject using a descriptive method. The results obtained after doing progressive muscle relaxation therapy, the patient's self-control increased with decreased verbalization of swearing, decreased behavior that damaged the surrounding environment, decreased aggressive behavior, decreased loud voices, decreased sharp speech. Abstrak   Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dan kronis yang dapat menimbulkan gejala positif dan negatif. Salah satu gejala positif skizofrenia, yaitu bicara tidak teratur, merupakan manifestasi dari risiko perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk ekspresi kemarahan yang diungkapkan secara berlebihan dan tidak terkendali secara verbal hingga melukai individu itu sendiri, orang lain, atau merusak lingkungan. Hal ini dilatarbelakangi oleh peningkatan risiko perilaku kekerasan pada tahun 2021 hingga 2022 mencapai 1422 pasien. Terdapat peningkatan yang cukup tinggi sehingga akan dilakukan penerapan terapi relaksasi otot progresif untuk mengendalikan amarah pasien. Studi kasus dilakukan selama lima hari pada tanggal 14 Maret s/d 18 Maret 2023 dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan melalui terapi relaksasi otot progresif. Melibatkan satu subjek dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil yang didapat setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif, kontrol diri pasien meningkat dengan penurunan verbalisasi makian, penurunan perilaku merusak lingkungan sekitar, penurunan perilaku agresif, penurunan suara keras, penurunan ucapan tajam

    Project-Based Learning on ESP: Students’ Perception of The Readiness to Work in The Tourism Industry

    Get PDF
    To respond to the demands of the world of work or industry that require graduates who have 21st century competencies, namely communication, collaboration, critical thinking, and creativity (4Cs). Students of the English Literature Study Program need to be equipped with these competencies through learning activities and learning models that support especially in the English for Tourism 1 course. One learning model that can help in developing 4C skills is Project-Based Learning (PjBL). With the application of the PjBL model, students can build collaboration, communication, critical thinking and creativity skills. This study aims to describe the implementation of project-based learning (PjBL) as a reinforcement for students to be ready to work in the tourism industry. In addition, it is also necessary to know students' perceptions during the implementation of PjBL towards their readiness for a career in the tourism industry. This research used qualitative descriptive approach. The subjects of this research were 20 students in the English for Tourism I course at the English Literature Study Program, Faculty of Language and Literature, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. The research subjects worked in groups to create a tour package project. The implementation of the PjBL learning model was observed using observation sheets, and questionnaires to explore data on students' perceptions of the implementation of PjBL on their readiness to work in the tourism industry. The result of this study showed that students had positive perceptions of the implementation of project-based learning. Most of the students agree that the implementation of project-based learning improves their communication, collaboration, critical thinking, and creativity. Moreover, after doing the project, 45% of the participant strongly agreed, and 40% agreed that the implementation of PjBL improved their readiness to work in the tourism industry

    Peningkatan Pengetahuan Mengenai Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah pada Ibu Hamil

    Get PDF
    Infant Mortality Rate is the death rate that occurs after birth until the baby is exactly one year old. The Infant Mortality Rate (IMR) is an important indicator in reflecting the state of public health because it can describe the general health of the population. IMR is a health indicator which is included in one of the SDG's targets which is a continuation of the MDGS program which ended in 2015. The causes of low birth weight babies can come from various factors such as maternal, fetal, placental and environmental factors. Perinatal mortality in low birth weight babies babies is eight times greater than in normal babies. Low birth weight babies can cause both short and long term problems. The aim of carrying out this activity is that it is hoped that there will be an increase in knowledge regarding the factors that influence the incidence of low birth weight babies in pregnant women. This community service activity is carried out in 3 different activities, namely Activity I measuring mothers' knowledge regarding the factors that influence the incidence of low birth weight babies, Activity 2 providing health education to mothers regarding the factors that influence the incidence of low birth weight babies and activity 3 measuring knowledge regarding factors that influence the incidence of low birth weight babies. The results of this community service activity were obtained after being given education using posters, all pregnant women were able to explain the meaning and factors that cause low birth weight babies.   ABSTRAK                 Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate) adalah kematian yang terjadi saat setelah lahir sampai bayi berusia tepat satu tahun. Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam mencerminkan keadaan derajat kesehatan masyarakat karena dapat menggambarkan kesehatan penduduk secara umum. AKB merupakan indikator kesehatan yang termasuk didalam salah satu target SDG’s yang merupakan kelanjutan dari program MDGS yang telah berakhir di tahun 2015. Penyebab BBLR dapat berasal dari berbagai faktor seperti faktor ibu, janin, plasenta dan lingkungan. Kematian perinatal pada bayi BBLR delapan kali lebih besar dibandingkan dengan bayi normal. BBLR dapat menyebabkan masalah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah diharapkan terjadi Peningkatan Pengetahuan mengenai Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kejadian BBLR pada Ibu Hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam 3 kegiatan yang berbeda, yaitu  Kegiatan I melakukan pengukuran pengetahuan ibu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR, Kegiatan 2 memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR dan kegiatan 3 melakukan pengukuran pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan setelah diberikan edukasi menggunakan poster seluruh ibu hamil sudah dapat menjelaskan mengenai pengertian dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya BBL

    Edukasi Pencegahan Anemia dan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo

    Get PDF
    Growth spurt, lack of consumption of animal protein sources, consuming tea/coffee along with main meals and menstruation every month can be causes of anaemia in female adolescent. The incidence of anaemia in female adolescent in Sukoharjo Regency is 28.08% and it is predicted that it will continue to increase if preventive measures are not taken, one of which is by education on anaemia prevention. Therefore, hemoglobin (Hb) levels have been checked to determine the status of anaemia in female adolescent in Gedangan Village, Grogol District, Sukoharjo Regency. In addition to measuring Hb levels, education is also carried out in the form of scientific lectures and discussions. The number of participants in this activity was 23 people. Based on the results of Hb measurement, data were obtained as many as 20% suffer from anaemia and 80% are not anaemic. The knowledge level of female adolescent was increased after being educated, with the result that 82.6% had knowledge at a "good" level.   ABSTRAK                 Lonjakan pertumbuhan, kurangnya konsumsi sumber protein hewani, mengkonsumsi teh/kopi bersamaan dengan makanan utama dan menstruasi setiap bulan dapat menjadi penyebab anemia pada remaja putri. Angka kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Sukoharjo sebesar 28,08% dan diperkirakan akan terus meningkat jika tidak dilakukan tindakan preventif, salah satunya dengan edukasi pencegahan anemia. Oleh karena itu, telah dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mengetahui status anemia pada remaja putri di Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Selain pengukuran kadar Hb, dilakukan juga edukasi dalam bentuk ceramah ilmiah dan diskusi. Jumlah partisipan dalam kegiatan ini sebanyak 23 orang. Berdasarkan hasil pengukuran Hb diperoleh data sebanyak 20% menderita anemia dan 80% tidak anemia. Tingkat pengetahuan remaja putri meningkat setelah diberikan edukasi, dengan hasil sebanyak 82,6 % memiliki pengetahuan pada tingkat “baik”

    PENGENALAN PAKAIAN TRADISIONAL JEPANG YUKATA

    Get PDF
    Yukata adalah pakaian tradisional Jepang yang biasa dipakai setelah berenang pada malam hari atau sore hari. Yukata juga sering digunakan pada musim panas. Pelajar bahasa Jepang di Indonesia biasanya belajar tentang Yukata dari manga (komik Jepang), anime (kartun Jepang), atau dorama (drama Jepang) yang karakternya mengenakan Yukata. Terbuat dari bahan katun tipis tanpa lapisan membuat Yukata nyaman digunakan saat cuaca panas. Tujuan dari demonstrasi Yukata ini, adalah untuk memberikan pelatihan penggunaan Yukata kepada pelajar tingkat SMA, khususnya siswa SMA DU 3 Jombang. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang budaya Jepang, khususnya pakaian tradisional Jepang Yukata. Hasil pelatihan dan survei yang dibagikan menunjukkan bahwa semua siswa atau peserta pelatihan sangat antusias dan dapat memahami, baik memakai Yukata sendiri maupun memakaikannya kepada temannya. Sementara itu, berdasarkan tanggapan yang diberikan oleh siswa, hampir seratus persen orang yang mengikuti pelatihan ini secara umum menyambut baik dan puas dengan cara kegiatan ini dijalankan. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat diadakan secara teratur di masa depan dan durasi kegiatan dapat diperpanjang. Pemahaman tentang budaya Jepang, terutama makna dan identitas Yukata, meningkat sebagai hasil dari kegiatan seperti ini

    Efektifitas Pijat Bayi Sehat dan Pijat Tuina Terhadap Perilaku Makan Anak Balita Usia 1-3 Tahun dengan Gizi Kurang: The Effectiveness of Healthy Baby Massage and Tuina Massage on The Eating Behavior of Toddlers Age 1-3 Years with Malnutrition

    Get PDF
    Tui Na massage is a more specific massage technique for dealing with feeding difficulties in infants by increasing blood circulation in the spleen and digestion, through a modification of acupuncture without needles, this method uses emphasis on the body's meridian points or energy flow lines so that relative easier to try than acupuncture. Objective: To find out the effectiveness of healthy baby massage and tuina massage on the eating behavior of infants aged 1-3 years with malnutrition. Quasy experimental research with the design of One Group Pre and Post Test Whit Control Group. The population is infants aged 1-3 years with malnutrition in the UPTD Keling 2 Jepara Health Center as many as 108 people. Sampling using purposive sampling as many as 30 respondents for each group. The results of the Paired T-Test showed that there was an effect of Tui na Massage on the Eating Behavior of Children Aged 1-3 Years with Malnourishment at the Keling 2 Health Center, Jepara Regency with a p-value of 0.000< 0. 05. Tui na Massage affects the Eating Attitudes of Children Aged 1-3 Years with Malnourishment. It is recommended that midwives to take advantage of Tui na massage as a non-pharmacological procedure to improve the eating behavior of infants with malnutrition. Abstrak Pijat Tui Na ini ialah tehnik pijat yang lebih khusus buat menangani kesusahan makan pada bayi dengan metode memperlancar peredaran darah pada limpa serta pencernaan, lewat modifikasi dari akupunktur tanpa jarum, metode ini memakai penekanan pada titik meridian badan ataupun garis aliran tenaga sehingga relatif lebih gampang dicoba dibanding akupuntur. Guna Mengetahui Efektifitas Pijat Bayi Sehat serta Pijat Tuina Terhadap Perilaku Makan Anaka Bayi Umur 1- 3 Tahun Dengan Gizi Kurang. Metode: Jenis riset quasy eksperiment dengan desain One Group Pre serta Post Test Whit Control Group. Populasi merupakan bayi umur 1- 3 tahun dengan gizi kurang di UPTD Puskesmas Keling 2 Jepara sebanyak 108 orang. Pengambilan sampel memakai Purposive Sampling sebanyak 30 responden buat tiap kelompoknya. Hasil uji Paired T- Test menampilkan terdapat Ada Pengaruh Pijat Tui na Terhadap Perilaku Makan Anak Usia 1- 3 Tahun dengan Gizi Kurang di Puskesmas Keling 2 Kabupaten Jepara dengan nilai p value 0. 000< 0. 05. Pijat Tui na mempengaruhi terhadap Terhadap Sikap Makan Anak Usia 1- 3 Tahun dengan Gizi Kurang. Dianjurkan kepada tenaga bidan buat memanfaatkan pijat Tui na sebagai prosedur non- farmakologi guna memperbaiki perilaku makan bayi dengan gizi kurang

    Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Semarang: Analysis of Factors Influencing Exclusive Breastfeeding During the Covid 19 Pandemic in Semarang Regency

    Get PDF
    Supporting mothers to continue breastfeeding during the COVID-19 pandemic is still a public health issue. Globally, breastfeeding is recommended to be continued during the pandemic to improve infant health and immunity. Breastfeeding practices are influenced    by several factors including culture, economic level, sociodemographic conditions, as well as decisions regarding   breastfeeding   are influenced by psychosocial factors and other policies. This study aims to analyze the factors that influence exclusive breastfeeding during the Covid 19 pandemic in Semarang Regency.The type of research chosen was observational analytics with a cross-sectional study approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-36 months in Pabelan District with a sample of 119 respondents. Data collection was carried out by interviewing and filling out questionnaires. Data analysis was carried out in stages, starting with univariate analysis, bivariate using chi-square test followed by multivariate. The results of the bivariate test showed that there were 3 variables related to exclusive breastfeeding, namely family support (p=0.029), information sources (p=0.038), and work (p=0.048). The results of multivariate logistic regression obtained maternal employment variable (p=0.018) with relationship strength of 2,745. This shows that respondents who work have a 2.74 times greater chance of not providing exclusive breast milk compared to those who do not work Abstrak Dukungan ibu untuk terus menyusui selama pandemi COVID-19 masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Secara global, pemberian ASI direkomendasikan untuk dilanjutkan selama pandemi untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan bayi. Praktik menyusui dipengaruhi    oleh beberapa    faktor termasuk budaya, tingkat ekonomi, kondisi sosiodemografis, juga keputusan mengenai   menyusui   dipengaruhi oleh faktor psikososial dan kebijakan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Semarang. Jenis penelitian yang dipilih adalah analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-36 bulan di Kecamatan Pabelan dengan jumlah sampel sebanyak 119 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap, yaitu diawali dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dilanjutkan multivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI secara ekslusif, yaitu  dukungan keluarga (p=0,029), sumber informasi (p=0,038), dan pekerjaan (p=0,048). Hasil regresi logistik multivariat didapatkan variabel pekerjaan ibu (p=0,018) dengan kekuatan hubungan sebesar 2.745. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang bekerja mempunyai peluang sebesar 2,74 kali lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif dibanding dengan yang tidak bekerja

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇