Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Gambaran Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Hipertensi
Seiring bertambahnya usia lansia mengalami proses penuaan. Pada proses ini beberapa lansia akan mengalami masalah kesehatan salah satunya hipertensi. Hipertensi ini berpengaruh pada otak melalui beberapa proses yang pada akhirnya berpengaruh pada penurunan fungsi kognitif. Gangguan kognitif mempengaruhi kapasitas seseorang untuk perhatian, bahasa, memori, fungsi visuospasial, dan pengambilan keputusan dalam kaitannya dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada lansia dengan hipertensi di Desa Branjang Kecamatan Ungaran Barat. Metode penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara total sampling dengan wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi menjadi sampel penelitian yaitu sebanyak 60 lansia dengan hipertensi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa kuesioner Mini Mental StatusExamination (MMSE). Analisa data yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki fungsi kognitif pasti sebanyak 26 responden (43,3%). Fungsi kognitif pada lansia dengan hipertensi paling banyak mengalami penurunan pada aspek orientasi mengalami fungsi kognitif pasti sebanyak 27 responden (45,0%), aspek registrasi mengalami fungsi kognitif pasti sebanyak 29 responden (48,3%), dan aspek bahasa mengalami fungsi kognitif pasti sebanyak 27 responden (45,0%) dan probable sebanyak 30 responden (50,0%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan serta wawasan dalam merawat lansia dalam upaya pencegahan penurunan fungsi kognitif
Relaksasi Otot Progresif Meningkatkan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan yang Mengerjakan Tugas Akhir
Mahasiswa rentang mengalami stress sehingga mengakibatkan gangguan tidur ketika menyelesaikan tugas akhir. Hal ini mengakibatkan kebutuhan istirahat tidak terpenuhi dengan baik sehingga mengakibatkan kualitas tidur yang buruk. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan suatu kontrol untuk meningkatkan kualitas tidur mahasiswa melalui latihan relaksasi otot progresif. Relaksasi otot progresif dapat menurunkan kadar norepinefrin, mengurangi kontraksi jantung dan menstimulasi nukleus suprakiasmatik untuk menimbulkan rasa nyaman dan meningkatkan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap peningkatan kualitas tidur pada mahasiswa. Desain penelitian adalah eksperimen semu dengan kelompok control non equevalent. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 34 mahasiswa yang terbagi menjadi 17 kelompok kontrol dan 17 kelompok intervensi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh digunakan dalam alat pengumpulan data, dan intervensi terdiri dari relaksasi otot progresif selama 3 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur mahasiswa dengan p-value 0,000 (α=0,05) mahasiswa dengan insomnia dapat melakukan latihan relaksasi otot progresif untuk meningkatkan kualitas tidur mereka
KOMPARASI NEURAL NETWORK DAN SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK DATA TIME SERIES DAN NON-TIME SERIES
Abstrak— Neural Network dan Support Vector Machine merupakan metode datamining yang sering digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa dari Neural Network dan Support Vector Machine yang diterapkan pada data time series dan non-time series. Sehingga terlihat perbedaan dan keunggulan dari kedua metode tersebut. Data yang digunakan merupakan dataset publik, “Australian Credit Approval dan Polar Ice Data”. Untuk tahap validasi model menggunakan 10fold cross-validation dan proses evaluasi model menggunakan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil percobaan membuktikan bahwa pada data time series SVM lebih unggul dari NN dilihat dari kinerja dan waktu eksekusinya, sedangkan pada data non-time series NN lebih unggul. Hasil akhir evaluasi percobaan data time series berbanding terbalik dengan hasil percobaan data non-time series..
Kata kunci— Time series, Non-time series, Neural Nerwork, Support Vector Machine, klasifikasi kelayakan kredit, Prediksi Polar Es
Implementasi Pembelajaran IPS Melalui Outing Class di TK Wanita Pui: Implementation of IPS Learning Through Outing Class in Pui Women's Kindergarten
Social science is one of the important lessons for early childhood development, helping children to be able to understand how the world functions, starting from the environment they are in, culture and community. Through this learning children can develop an understanding of themselves and their relationships with others and build the social skills needed in everyday life. There are several methods for implementing social studies learning for early childhood, one of which is by using the outing class method. With this outing class method, children will get direct experience, such as visiting historical places, watching cultural performances and so on. This study uses qualitative methods with data collection techniques by observation and in-depth interviews. The results of the research that the researchers got were about the implementation of social science learning through outing classes in PUI Women's Kindergarten.
ABSTRAK
Ilmu pengetahuan sosial merupakan salah satu pembelajaran penting untuk pengembangan anak usia dini, membantu anak untuk dapat memahami bagaimana dunia berfungsi, mulai dari lingkungan tempat mereka berada, kebudayaan dan komunitas. Melalui pembelajaran ini anak dapat mengembangkan pemahaman tentang diri mereka sendiri dan hubungan mereka dengan orang lain serta membangun keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa metode untuk mengimplementasikan pembelajaran IPS kepada anak usia dini, salah satunya dengan menggunakan metode outing class. Dengan metode outing class ini anak akan mendapatkan pengalaman langsung seperti mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah, menonton sebuah pertunjukan budaya dan lain sebaginya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendalam. Adapun hasil penelitian yang peneliti dapatkan yaitu tentang implementasi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial melalui outing class di TK Wanita PUI
PERLUASAN PEMASARAN UMKM MELALUI DESIGN THINKING, RE-BRANDING, DAN PEMANFAATAN MARKETPLACE DI KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN
Peran digital marketing terhadap UMKM terlihat dari semakin banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menggunakan marketplace untuk menjual produk. Berdasarkan survei dari AJII, sekitar 26,58% UMKM di Indonesia memiliki akun di marketplace. Lebih dari sepertiga dari pelaku UMKM tersebut, yaitu sekitar 39,3%, menggunakan Shopee sebagai platform untuk menjual produknya. Persentase ini lebih tinggi daripada penggunaan Tokopedia yang hanya digunakan oleh 24,38% pelaku UMKM (Katadata, 2022). Adapun permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra yaitu kurang pahamnya SDM terhadap teknologi, yang artinya ada keterbatasan kemampuan SDM. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu UMKM memperluas pemasaran dengan memanfaatkan digital marketing (marketplace). Karena dengan memanfaatkan digital marketing, diharapkan pengrajin kerajinan gerabah di Kabupaten Klaten dapat meningkatkan penghasilannya dan memperluas jangkauan pasar. Metode yang digunakan untuk memperoleh informasi hingga terwujudnya perluasan pasar yaitu dengan menggunakan metode design thinking, sosialisasi dan rebranding. Penerapan design thinking pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan beberapa tahap, yaitu emphatize (memahami permasalahan dan apa yang menjadi kebutuhan UMKM), define (mengumpulkan informasi dari pelaku UMKM dan merumuskan permasalahannya), ideate (membuat ide untuk menyelesaikan permasalahan), prototype (melakukan perancangan), dan test (tahapan menguji coba prototype). Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan design thinking, strategi rebranding produk pot gerabah dan penjualan produk di marketplace telah berjalan melalui sosialisasi dan pendampingan kepada SDM.
Kata Kunci: pemasaran umkm,design thinking, rebranding, pemanfaatan marketplac
PENINGKATAN KEMAMPUAN LISTENING COMPETENCE MENGGUNAKAN INSTRUCTIONAL IMPERATIVE DALAM BIDANG BISNIS DIGITAL PADA SISWA SMK DI KABUPATEN SEMARANG
Community Service Activities (PkM) to improve Listening Competence skills using Instructional Imperatives for students of SMK Muhammadiyah Ungaran Semarang Regency are carried out to improve listening skills in English, especially those that are appropriate to the field of digital business. The background of this activity is to overcome the problem of students' low ability in listening competence in English due to inappropriate learning methods. Learning methods that are less developed and carried out rigidly lead to boredom in learning. Generating willingness and interest in English is one of the tasks and challenges for English teachers. In addition, this PkM activity also aims to increase students' interest in English with material that is applicable and in accordance with student majors in business class. The implementation of the activity begins with socialization and briefing for Ngudi Waluyo University students who will be involved in this activity, followed by coordination with the target school regarding the implementation schedule. It ends with reporting the results of activities after the implementation of the program is complete. Community service activities in the form of Improving Listening Competence with the instructional imperative method for High School Level Students in Semarang Regency in Class X SMK Muhammadiyah Ungaran provide benefits for students, namely being able to understand audio in English more easily. This ability is needed by students. Students will find it easier to understand reading by using the right method. The next stage of this activity is to follow up on the results of the activity, then evaluate the limitations and weaknesses of the method and plan activities to develop students' listening competence by using other methods.
Keywords: Listening competence, instructional imperative, bussiness digita
HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DENGAN IMT (INDEKS MASSA TUBUH) ATLET SEPAKBOLA PERSEKA PATI
An athlete's food intake must meet all the nutrients the body needs to replace the energy lost due to daily activities, especially training. Adequacy of nutritional needs can be seen from a person's nutritional status. This study aims to determine the relationship between the intake of nutrients (protein, carbohydrates and fat) with the Body Mass Index (BMI) of Perseka Pati football athletes. This study uses a descriptive correlation method. The subjects in this study were 15 athletes using a purposive sampling technique. Instruments in this study included 24-hour recall and the Nutrisurvey application to determine nutrient intake, body scales to calculate body weight, microtoice to measure height and the BMI formula to calculate Body Mass Index. Data were analyzed using a descriptive test to describe the characteristics of the respondents and Spearman's test to determine the relationship between the variables of nutrient intake and nutritional status. The results of this study were that there was no relationship between carbohydrate intake p-value = 0.07, protein intake p-value = 0.13 and fat intake p-value = 0.50 with BMI. There is no relationship between food intake (protein, carbohydrates and fat) with the BMI of Perseka Pati football athletes
Abstrak
Asupan makanan seorang atlet harus memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengganti energi yang hilang dari akibat aktivitas sehari-hari khususnya latihan. Tercukupinya kebutuhan zat gizi dapat dilihat dari status gizi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi (protein, karbohidrat dan lemak) dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) atlet sepakbola Perseka Pati. Penelitian ini menggunakan metode descriptive correlation. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 15 atlet dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini antara lain Recall 24 jam dan aplikasi Nutrisurvey untuk mengetahui asupan zat gizi, timbangan badan digunakan untuk menghitung berat badan, microtoice digunakan untuk mengukur tinggi badan serta menggunakan rumus IMT untuk menghitung Indeks Massa Tubuh. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif untuk mengetahui gambaran karakteristik responden, uji spearman’s untuk mengetahui hubungan antara variabel asupan zat gizi dengan status gizi. Hasil dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat nilai p-value = 0,07, asupan protein p-value = 0.13 dan asupan lemak p-value = 0.50 dengan IMT. Tidak terdapat hubungan antara asupan makanan (protein, karbohidrat dan lemak dengan IMT atlet sepakbola Perseka Pat
Keefektifan Model Jigsaw Dan STAD Terhadap Pencapaian Karakter Dan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas V SD
In the learning process in class V SDN Karanggeneng 02, the students' character achievement and students' numeracy skills were still low. This condition was improved through the use of innovative learning models. The researcher aimed to determine the effectiveness of the Jigsaw and STAD learning models on the character and numeracy achievement of fifth grade students. This research is an experimental research with a learning observation research design and pretest posttest. The samples in this study were the VA class using the Jigsaw learning model and the VB class using the STAD learning model. The data obtained from the results of the research were analyzed using a statistical test, then the t-test results were carried out. From the results of the analysis and tests, this study showed a significant difference in effectiveness. In the Jigsaw model, the level of effectiveness is 77.02%, while in the STAD model it is 48.32%. So that it can be stated that the Jigsaw learning model is more effective in achieving the character and numeracy abilities of fifth grade elementary school students.
Dalam proses pembelajaran di kelas V SDN Karanggeneng 02 pencapaian karakter siswa dan kemampuan numerasi siswa masih rendah.Kondisi tersebut diperbaiki melalui penggunaan model pembelajaran yang inovatif.Peneliti bertujuan mengetahui keefektifan model pembelajaran Jigsaw dan STAD terhadap pencapaian karakter dan numerasi siswa kelas V . Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian observasi pembelajaran dan pretes posttes.Sempel dalam penelitian ini adalah kelas VA menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan kelas VB menggunakan model pembelajaran STAD. Perolehan data dari hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji statistic,selanjutnya dilakukan Uji-t hasil. Dari hasil analisis dan uji tersebut penelitian ini menunjukkan tingkat perbedaan keefektifan yang signifikan. Pada model Jigsaw tingkat keefektifannya 77,02% sedangkan model STAD 48,32%. Sehingga dapat dinyatakan model pembelajaran Jigsaw lebih efektif terhadap pencapaian karakter dan kemampuan numerasi siswa kelas V SD
Hubungan Self Disclosure dan Self Efficacy dengan Stres pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau dalam Menyusun Skripsi di Masa Pandemi Covid-19
Students in the process of working on a thesis are often faced with various problems that can cause stress. The stress felt by these students makes students do self-disclosure to get solutions or relieve their feelings and have high self-efficacy to turn obstacles into challenges so that students don't just give up in the face of obstacles in writing a thesis. Objective: to determine the relationship between self-disclosure and self-efficacy with stress on students of the Faculty of Nursing, University of Riau in compiling a thesis during the Covid-19 pandemic. Using descriptive correlation design, cross sectional approach. The research sample was 129 people using total sampling technique. Collecting data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis using chi-square test. The majority of respondents were 22 years old (62.8%), female gender (90.7%), self-disclosure to friends (71.3%), high self-disclosure (56.6%), high self-efficacy ( 54.3%) and moderate stress (71.3%). The results of the bivariate test have no relationship between self-disclosure and stress in students (p value 0.589 > = 0.05) and there is a significant relationship between self-efficacy and stress in students (p value 0.001 < = 0.05). There is no relationship between self-disclosure and stress and there is a relationship between self-efficacy and stress for students. Students in the process of working on the thesis are expected to carry out self-disclosure with full closeness and have high self-efficacy in order to overcome the stress they face.
Abstrak
Mahasiswa dalam proses pengerjaan skripsi seringkali dihadapkan pada berbagai masalah yang dapat menimbulkan stres. Stres yang dirasakan mahasiswa tersebut membuat mahasiswa melakukan keterbukaan diri untuk mendapatkan solusi atau meredakan perasaannya serta memiliki efikasi diri yang tinggi untuk mengubah hambatan menjadi tantangan sehingga mahasiswa tidak menyerah begitu saja dalam menghadapi hambatan dalam penulisan skripsi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan self-disclosure dan self-efficacy dengan stres pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau dalam menyusun skripsi di masa pandemi Covid-19. Menggunakan desain deskriptif korelasi, pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 129 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Mayoritas responden berusia 22 tahun (62,8%), jenis kelamin perempuan (90,7%), keterbukaan diri kepada teman (71,3%), keterbukaan diri tinggi (56,6%), efikasi diri tinggi (54,3%) dan stres sedang. (71,3%). Hasil uji bivariat tidak ada hubungan antara self-disclosure dengan stres pada mahasiswa (p value 0,589 > = 0,05) dan ada hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan stres pada mahasiswa (p value 0,001 < = 0,05). Tidak ada hubungan antara self-disclosure dengan stres dan ada hubungan antara self-efficacy dengan stres pada siswa. Mahasiswa dalam proses pengerjaan skripsi diharapkan dapat melakukan keterbukaan diri dengan penuh keakraban dan memiliki efikasi diri yang tinggi guna mengatasi stres yang dihadapinya
Pengaruh Senam Nifas Terhadap Kualitas Tidur Ibu Nifas : The Effect of Postpartum Exercise on the Sleep Quality of Postpartum Women
Physical fatigue due to activities of babysitting, breastfeeding, bathing the baby, cradling the baby at any time can cause new mothersto have less rest so that the mother's sleep or rest can be disrupted. Adequate sleep will make them fitter and healthier so they can do their activities properly. Sleep disturbances may decrease the health condition of the postpartum women, make them get angry easily, do activities unenthusiastically, inhibit hormonal function, or trigger depression and stress. In addition, the stress experienced by them will affect breast-milk production.This study aimed to determine the effect of postpartum exercise on the sleep quality of postpartum women at PMB Fitri Hayati, S.ST in Bandar Lampung. It used one Quasy experimen one group pre test-post test. The population in this study was all postpartum women who gave birth at PMB Fitri Hayati S.ST in January 2023 as many as 15 people. The research sample used total sampling. Postpartum exercise was carried out for 7 days, then sleep quality was measured by using PSQI sleep quality instrument. Test analysis used Wilcoxon test. The results showed that before doing postpartum exercise, the average sleep quality of 11 postpartum women (73.3%), while after doing postpartum exercise the quality of sleep was good showed by 15 postpartum mothers (100%) having an average decrease in quality score sleep from 1.87 (bad) to 1.00 (good). The results of the Wilcoxon test showed p-value of 0.000 <0.05 so that there was an effect between before and after doing postpartum exercise on the sleep quality of postpartum women at PMB Fitri Hayati, S.ST in Bandar Lampung. The conclusion from this study is that postpartum exercise affects the sleep quality in postpartum women. It is expected that postpartum women to do postpartum exercise routinely so that the sleep quality during the postpartum period can still be fulfilled and will not interfere with postpartum recovery and breast-milk production.
Abstrak
Kelelahan fisik karena aktivitas mengasuh bayi, menyusui, memandikan bayi, menimang bayi setiap saat dapat menyebabkan istirahat ibu kurang sehingga tidur/istirahat ibu dapat terganggu. Tidur yang cukup akan membuat ibu nifas lebih bugar dan sehat sehingga dapat beraktifitas dengan baik. Dampak dari gangguan tidur kondisi kesehatan ibu nifas menurun, emosional gampang meledak, tidak semangat melakukan aktifitas, menghambat fungsi hormonal, depresi dan stress yang dapat berdampak buruk pada dirinya. Selain itu, stress yang juga dialami oleh ibu nifas akan mempengaruhi produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap kualitas tidur ibu nifas di PMB Fitri Hayati Kota Bandar Lampung. Desain penelitian Quasy experimen one group pre test-post test. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu nifas yang melahirkan di PMB Fitri Hayati S.ST pada bulan Januari 2023 sebanyak 15 orang. Sample penelitian yaitu menggunakan total sampling. Senam nifas dilakukan selama 7 hari, kemudian di lakukan pengukuran kualitas tidur dengan Instrumen kualitas tidur PSQI. Uji analisis menggunakan uji wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan senam nifas rata-rata kualitas tidur buruk yaitu 11 ibu nifas (73,3%), setelah diberikan senam nifas kualitas tidur menjadi baik yaitu 15 ibu nifas (100%), dengan rata-rata penurunan skor kualitas tidur dari 1,87 (buruk) menjadi 1,00 (baik). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000< 0,05 sehingga terdapat pengaruh antara senam nifas terhadap kualitas tidur ibu nifas di PMB Fitri Hayati, S.ST Bandar Lampung. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu senam nifas berpengaruh terhadap kualitas tidur pada ibu nifas. Diharapkan ibu nifas melakukan senam nifas secara rutin sehingga kualitas tidur pada saat masa nifas tetap terpenuhi, dan tidak mengganggu pemulihan pasca melahirkan serta produksi ASI