Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
PERAN DAYCARE DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DAYCARE KEPIK KUNING TANGERANG SELATAN
Stimulation of physical and motoric development is very important for children aged 2-3 years, because this affects the quality of optimal growth and development in the future. The proper and good physical development is determined by how the stimulation and early detection in the physical development phase of the children in accordance with the stage of development of their ages. However, the parents daily work, creates an affect in the stimulation process for children. Therefore, many parents entrust their children in daycare. Through the background of the problem above, the authors conducted a study to find out how the role of daycare in stimulating physical motor development, especially for children aged 2-3 years in Daycare Kepik Kuning. The method used in this research is descriptive research method. This research was carried out for three months. The research subjects or informants who became the source of information in this study were elements of daycare institutions which included the principal, educators/caregivers, pupil and parents at Daycare Kepik Kuning. From the results of the study, it was found that there was a positive change in behavior and an increase in physical motoric skills in children who participated in the service program at the daycare Kepik Kuning. This means that the daycare Kepik Kuning has played an important role in the process of achieving physical motoric development in children aged 2-3 years
PENGARUH YOUTUBE TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Youtube terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, Banten. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survei, dengan menggunakan angket dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang berusia 5-6 tahun yang terdaftar sebagai siswa di 4 lembaga pendidikan anak usia dini di Kecamatan Gerogol dengan menggunakan teknik purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel yaitu berjumlah 100 anak. Pengambilan sampel ini melibatkan orang tua anak. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan Youtubeberpengaruh terhadap kemampuan transaksi sosial anak usia 5-6 tahun. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena hasil nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka bermakna bahwa terdapat pengaruh penggunaan  Youtube   terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Gerogol, Cilegon-Banten H1 atau hipotesis pertama diterima
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA DIGITAL UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ANAK USIA 5-6 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan dan efektivitas produk lembar kerja digital tema alam semesta untuk menstimulasi kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun. Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang dibutuhkan setiap individu. Kemampuan pemecahan masalah pada anak dapat dikembangkan melalui berbagai cara, diantaranya dengan memberikan kegiatan yang bersifat terbuka. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian R & D dengan model ADDIE. Hasil uji kelayakan berdasarkan hasil validasi ahli materi mendapat skor sebesar 96,7% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan validasi ahli materi mendapat skor 90% dengan kategori sangat layak dan berdasarkan validasi praktisi lapangan mendapat skor 98,5% dengan kategori sangat layak. Hasil rata-rata observasi respon peserta didik usia 5-6 tahun, yaitu sebesar 99,3% dengan kategori sangat baik. Uji efektivitas yang dtujukkan berdasarkan hasil posttest kelas kontrol dan eksperimen memperoleh nilai sig. bernilai 0,000< 0.05, artinya terdapat perbedaan hasil yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil posttest yang signifikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen Dengan demikian, penggunaan lembar digital efektif dalam menstimulasi kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 tahun. Â
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Ruang Bengkirai Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat
Communication is an important social contact tool in fostering relationships between individuals and groups. Communication in the nursing profession becomes more meaningful because it is the main method in implementing the nursing process. In the nursing process, the emphasis is more on therapeutic communication, namely communication that is planned consciously, has a purpose and whose activities are focused on the patient's recovery. The aim of this research is to explain the relationship between nurses' therapeutic communication and the level of satisfaction of inpatients in the Bengkirai ward at Harapan Insan Sendawar General Hospital, West Kutai Regency in 2022. This research is a type of quantitative research with an analytical study and a cross sectional design. The population in this study were all patients in the Bengkirai inpatient room at Harapan Insan Sendawar General Hospital with a sample of 67 people. In this research, the sampling technique used was non-probability sampling with purposive sampling technique. Purposive sampling is a technique for determining samples with certain considerations. The results of the Chi Square statistical test obtained a p value = 0.026, which is smaller than the p value, meaning that there is a relationship between nurses' therapeutic communication and the satisfaction level of inpatients in the Bengkirai Room, Harapan Insan Sendawar Regional General Hospital in 2022. It can be concluded that there is a significant relationship between therapeutic communication. nurses on the level of satisfaction of inpatients in the Bengkirai ward at Harapan Insan Sendawar General Hospital, West Kutai Regency.
Abstrak
Komunikasi merupakan alat kontak sosial yang penting dalam membina hubungan antara individu maupun kelompok, komunikasi pada profesi keperawatan menjadi lebih bermakna karena merupakan metode utama dalam mengimplentasi proses keperawatan. Dalam proses keperawatan lebih menitikberatkan pada komunikasi terapeutik, yaitu komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap di ruang bengkirai Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat Tahun 2022. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan studi analitik dan dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien di ruang rawat inap Bengkirai Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar dengan sampel berjumlah 67 orang. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan merupakan non-probobality sampling dengan teknik purposive Sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,026 lebih kecil dari nilai p value artinya terdapat hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap di Ruang Bengkirai Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar Tahun 2022. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap di ruang bengkirai Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat
Literacy Education Using Android Pancasila Student Profile with Local Folklore in The Emancipated Learning Era
The Profile of Pancasila Students in Permendikbud Number 22 of 2020 concerning the Ministry of Education and Culture Strategic Plan for 2020-2024 needs to be supported. The nation's culture has been written down from generation to generation and classically in local folklore, which contains good character values under Pancasila. Various Indonesian local folklore is taught in secondary schools. Local Indonesian folklore should be put forward because it contains the dimensions of the Pancasila Student Profile. In addition, education adapts to technological developments. This study aimed to determine the feasibility of the android Pancasila Student Profile with local folklore in learning and to determine the literacy skills and dimensions of the Pancasila Student Profile owned by secondary school students in the emancipated era. It involves researchers from two different fields. This research supports the transformation of higher education. The research method is R&D inspired by the Joy and Bolitho model to produce products on a not-too-large scale. The flow chart uses the Tesmer design, including the preliminary stages, expert validation, and field/formative tests. This research produced an application product for Pancasila student profiles as a form of literacy education instilled through folklore. These findings and discussions are important because they are positive things for increasing student’s literacy
Penyuluhan (DAGUSIBU) Obat sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Siswa Kelas XII di SMA Negeri 2 Demak
DAGUSIBU (Can, Use, Save, Discard) is one of the efforts to improve health for the community which is held through health service activities by pharmacists. This activity is an educational program launched by the Indonesian Pharmacist Association (IAI) in the form of proper and correct use and storage of drugs, especially in self-medication. The prevalence of errors in self-medication associated with DAGUSIBU ranges from 45-95% at the adolescent level. In general, this is not dangerous, but will have an impact on the success rate of therapy. The purpose of this research is to minimize the occurrence of medication errors (medication errors) related to information about how to get the drug correctly, use the drug properly, store the drug properly and dispose of the drug properly. The data collection method in this service was carried out using the pre and posttest method with a total of 40 participants. The results obtained in this service were that there was an influence on the level of knowledge before and after the DAGUSIBU socialization, where the average respondent experienced an increase of 82.22% after being given knowledge about DAGUSIBU.
ABSTRAK
DAGUSIBU (DApat, GUnakan, SImpan, BUang) merupakan salah satu upaya peningkatan kesehatan bagi masyarakat yang diselenggarakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga kefarmasian. Kegiatan ini merupakan program edukasi yang dicanangkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang berupa penggunaan dan penyimpanan obat yang baik dan benar terutama dalam swamedikasi. Prevalensi kesalahan dalam swamedikasi terkait dengan DAGUSIBU berkisar antara 45-95% di tingkat remaja. Pada umunya hal ini tidak berbahaya, namun akan berdampak pada tingkat keberhasilan terapi. Tujuan dari pengabdian ini adalah meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pengobatan (medication error) terkait informasi mengenai cara mendapatkan obat dengan benar, menggunakan obat dengan benar, menyimpan obat dengan benar dan membuang obat dengan benar. Metode pengambilan data dalam pengabdian ini dilakukan dengan metode pre dan postest dengan total peserta sebanyak 40 orang. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini bahwa ada pengaruh pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi DAGUSIBU, dimana rata-rata responden mengalami peningkatan sebesar 82,22% setelah diberikan pengetahuan tentang DAGUSIBU
Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana pada Keluarga sebagai Upaya Mengurangi Dampak Risiko berbasis Digitalisasi
Disaster problems in Indonesia are a special concern for the government, both central and regional. One of the areas in Semarang Regency that was affected by the disaster and has not recovered until now is Kalongan Village in East Ungaran District which was hit by a landslide in February 2022 which caused damage to the main road infrastructure connecting Ungaran-Mranggen. Even though it did not cause any casualties, this disaster had an impact on national health development from the health, resilience, environmental and socio-economic aspects. Disaster management is very important in preventing loss of life. One element of disaster management is preparedness as an action to increase life safety when a disaster occurs, especially children as the most vulnerable group. This community service activity is carried out through Disaster Preparedness Socialization to Families as an Effort to Reduce the Impact of Disaster Risk based on Digitalization. The media used in the outreach were animated videos targeting students in grades 1-3 of elementary school and disaster preparedness games for students in grades 4-5 of elementary school, a total of 132 students. Before the activity took place, students were given 10 questions as indicators of measuring knowledge before education (pretest) and after education (posttest). The results of the activity showed that there was an increase in students' knowledge in the good knowledge category as many as 61 students (46.2%). Exposure to media or sources of information, namely health promotion that is right on target, regarding disaster preparedness and emergency response with the right media can increase students' knowledge. The use of videos has been effective in increasing knowledge in the community, because in the current era videos can be played back and viewed. returned by anyone and at any time.
ABSTRAK
Permasalahan bencana di Indonesia menjadi salah satu perhatian khusus bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah. Salah satu wilayah di Kabupaten Semarang yang terdampak bencana dan belum pulih hingga sekarang yaitu Desa Kalongan di Kecamatan Ungaran Timur yang terkena bencana longsor pada bulan Februari 2022 yang menyebabkan rusaknya infrastruktur jalan penghubung utama Ungaran-Mranggen. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kejadian bencana tersebut berdampak pada pembangunan kesehatan nasional baik dari aspek kesehatan, ketahanan, lingkungan maupun sosial ekonomi. Penanggulangan bencana sangat penting dalam mencegah jatuhnya korban jiwa. Salah satu unsur penanggulangan bencana adalah kesiapsiagaan sebagai tindakan untuk meningkatkan keselamatan jiwa pada saat terjadi bencana, terutama anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana pada Keluarga sebagai Upaya Mengurangi Dampak Risiko Bencana berbasis Digitalisasi. Media yang digunakan dalam sosialisasi adalah video animasi dengan sasaran siswa kelas 1-3 SD dan games siaga bencana untuk siswa kelas 4-5 SD sejumlah 132 siswa. Sebelum kegiatan berlangsung, siswa diberikan 10 pertanyan sebagai indicator pengukuran pengetahuan sebelum edukasi (pretest) dan sesudah edukasi (posttest). Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 61 siswa (46,2%). Paparan media atau sumber informasi yaitu promosi kesehatan yang tepat sasaran, mengenai kesiapsiagaan dan atanggap darurat bencana dengan media yang tepat dapat membuat pengetahuan pada siswa bertambah Penggunaan video sudah efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada masyarakat, dikarenakan di era saat ini video bisa dibawa diputar ulang dan dilihat kembali oleh siapa saja dan kapan saja
Upaya Peningkatan Peran Keluarga dalam Mencegah Pernikahan Usia Dini
The phenomenon of early marriage is part of a social phenomenon that must be taken seriously because it greatly influences the lives of teenagers entering adulthood. Child marriage causes early pregnancy and childbirth, which is associated with high mortality rates and abnormal conditions for the mother because the girl's body is not yet fully mature for childbirth. The problem with partners is that so far there has never been any counseling regarding the role of the family in preventing early marriage. Marriages are generally carried out by adults regardless of profession, ethnicity, rich or poor, and so on. Child marriage causes early pregnancy and childbirth, which is associated with high mortality rates and abnormal conditions for the mother because the girl's body is not yet fully mature for childbirth.As a result of the service activities, the participants have knowledge of what early marriage is, the laws governing early marriage. Apart from that, they also know the factors that make teenagers vulnerable to early marriage, the impact of early marriage in adolescence, and the efforts that can be made to prevent early marriage. Health education provides and increases knowledge which can then influence attitudes and behavior to maintain and improve public health. Suggestions for the next service activity are to invite a larger number of participants and involve community leaders in the activity, considering that the role of community leaders is very large in the occurrence of early marriage. The mother's knowledge and understanding increased after carrying out this community service activity. Increasing knowledge through a participatory approach (extension participatory approach) through counseling methods, education about preventing early marriage. This method is proven to increase mothers' knowledge and understanding.
ABSTRAK
Fenomena pernikahan dini merupakan bagian dari fenomena sosial yang harus disikapi secara serius karena sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak remaja yang memasuki umur dewasa. Perkawinan usia anak menyebabkan kehamilan dan persalinan dini, yang berhubungan dengan angka kematian yang tinggi dan keadaan tidak normal bagi ibu karena tubuh anak perempuan belum sepenuhnya matang untuk melahirkan. Permasalahan mitra adalah selama ini belum pernah dilakukan penyuluhan terkait peran keluarga dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Perkawinan pada umumnya dilakukan oleh orang dewasa dengan tidak memandang profesi, suku bangsa, kaya atau miskin, dan sebagainya. Perkawinan usia anak menyebabkan kehamilan dan persalinan dini, yang berhubungan dengan angka kematian yang tinggi dan keadaan tidak normal bagi ibu karena tubuh anak perempuan belum sepenuhnya matang untuk melahirkan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian, para peserta memiliki pengetahuan apa itu pernikahan dini, undang-undang yang mengatur pernikahan dini. Selain itu, mereka juga mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan remaja rentan untuk melakukan pernikahan dini, dampak dari pernikahan dini di usia remaja, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pernikahan dini. Penyuluhan kesehatan memberikan dan meningkatkan pengetahuan yang selanjutnya dapat mempengaruhi sikap dan perilaku memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Saran untuk kegiatan pengabdian berikutnya adalah jumlah peserta yang diundang lebih banyak lagi dan melibatkan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut, mengingat peran tokoh masyarakat sangat besar terhadap tejadinya pernikahan dini. Pengetahuan dan pemahaman ibu meningkat setelah dilaksanakana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Peningkatan pengetahuam melalui metode pendekatan partisipatif (extension participatory approach) melalui metode penyuluhan, edukasi tentang pencegahan pernikahan dini. Metode ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI DESA KEMITIR (SIDETIR) SEBAGAI DESA DIGITAL DALAM PELAYANAN MASYARAKAT
Salah satu sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh desa adalah penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sistem Informasi Desa adalah proses dan aplikasi/media berbasis komputer dan internet, pengelolaan informasi desa, mendukung fungsi dan tugas pemerintah desa. Desa Kemitir berlokasi di wilayah Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang yang memiliki potensi bidang pertanian dan peternakan. Kondisi desa saat ini tidak ada sistem informasi maupun media sosial yang dapat digunakan untuk pengembangan potensi desa maupun pelayanan warga. Untuk itu, melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) UKM Sinematografi Universitas Ngudi Waluyo, diharapkan dapat memberikan manfaat besar terutama bidang pengadaan fasilitas sistem informasi desa. Metode yang digunakan yaitu ceramah, simulasi, pelatihan, diskusi, dan tanya jawab. Adapun hasil pengabdian yang dilakukan yaitu Desa Kemitir membutuhkan produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) untuk mengembangkan potensi desa maupun kemudahan layanan masyarakat. Produk-produk TIK tersebut antara lain Sistem Informasi Desa Kemitir (SIDETIR), website profil desa bernama kemitir.desa.id, website e-commerce sebagai wadah bagi pelaku UMKM bernama tokokemitir.id, serta media sosial Instagram, Facebook, Whatsapp Business, TikTok dan marketplace. Keseluruhan kegiatan ini bersifat pelatihan dengan luaran berupa softskill warga desa
Tepung Tapioka, Kentang, dan Jagung sebagai Purifikasi Minyak Goreng Bekas (Kajian Kadar Malondealdehid, Asam Lemak Bebas, dan Tingkat Kekeruhan): Tapioca, Potato, and Corn Starch as Purifying Agent of Used Cooking Oil (Study Of Malondialdehyde, Free Fatty Acids and Turbidity Levels)
Consumption of repeating heated cooking oil, and its fumes cause a high incidence of genotoxic, mutagenic, tumorogenic, and various types of cancer. Amylose affects oil absorption by interfering with the structural evolution of starch or by interacting directly with lipids during frying. This study aimed to analyze the effect of tapioca, potato, and corn flour on improving the quality of used cooking oil by studying malondialdehyde (MDA) levels. Free fatty acids (ALB) and turbidity levels. Experimental research with pre-test and post-test designs, using tapioca, potatoes and corn fluor (5; 10 and 20 g) as purifiers in 100 ml of used cooking oil. Flour frying is carried out at a temperature of 160-165 °C for 5 minutes. MDA levels were determined using the spectrophotometric TBARs method at λmax: 532 nm, alkalimetry to determine ALB levels, while the turbidity level was spectrophotometric at λmax: 448 nm with comparison to fresh cooking oil. The three types of flour were able to reduce levels of MDA, ALB, and turbidity (p<0.001). The type of flour decreased (p>0.5), while the amount of flour decreased MDA and turbidity levels (p<0.0001), but ALB levels (p>0.5). This research has proven that flour (tapioca, wheat and corn) can improve the quality of used cooking oil by reducing MDA, ALB and turbidity levels.
ABSTRAK
Konsumsi minyak goreng yang dipanaskan berulang kali dan asapnya menyebabkan tingginya insiden genotoksik, mutagenik, tumorogenik, dan berbagai jenis kanker. Amilosa mempengaruhi penyerapan minyak dengan mengganggu evolusi struktural amilum atau dengan berinteraksi langsung dengan lipid selama penggorengan Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung tapioka, kentang, dan jagung terhadap peningkatan kualitas minyak bekas goreng dengan kajian kadar malondealdehid (MDA). Asam lemak bebas (ALB) dan tingkat kekeruhan. Penelitian eksperimental dengan desain pre-test dan post-test, menggunakan tepung tapioka, kentang dan jagung (5 ; 10 dan 20 g) sebagai pemurni dalam 100 ml minyak bekas goreng. Penggorengan tepung dilakukan pada suhu 160-165 °C selama 5 menit. Kadar MDA ditetapkan menggunakan metoda TBARs spektroforometri pada λmaks:532 nm, alkalimetri untuk menetapkan kadar ALB, sedangkan tingkat kekeruhan dengan spektrofotometri pada λmaks:448 nm dengan pembanding minyak goreng baru. Hasil penelitian ini adalah ketiga jenis tepung mampu menurunkan kadar MDA, ALB, dan kekeruhan (p<0,001). Jenis tepung mengalami penurunan (p>0,5), sedangkan jumlah tepung mengalami penurunan kadar MDA dan kekeruhan (p<0,0001), tetapi kadar ALB (p>0,5). Penelitian ini telah membuktikan tepung (tapioka, terigu, dan jagung) mampu meningkatkan kualitas minyak goreng bekas dengan menurunkan kadar MDA, ALB dan tingkat kekeruhan