Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Studi Sibling Rivalry dengan Tingkat Stres pada Anak Usia 4-9 Tahun
Sibling rivalry adalah persaingan antar saudara untuk mendapatkan kasih sayang orang tua dan terjadi pada anak-anak dengan jenis kelamin yang sama maupun berbeda. Sibling rivalry yang terus terjadi pada anak dapat mengakibatkan kecemasan pada diri anak dan akan memicu terjadinya stres pada anak yang bersifat akut maupun kronis. Efek kronis atau delay effect yang muncul di kemudian hari akan menimbulkan efek psikologi yang merusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian sibling rivalry dengan tingkat stres pada anak usia 4 – 9 tahun. Desain penelitian menggunakan analitik cross sectional dengan metode kuantitatif. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 86 responden yang terdiri dari orang tua anak usia 4-9 tahun. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Sibling Conflict Strategy Scale oleh Reccha (2009) dan kuesioner Perceived Stress Scale for Children oleh White (2014). Penelitian dilakukan di Kelurahan Beji, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Pengujian statistik dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 30 responden (34,9%) mengalami kejadian sibling rivalry dengan 1 orang (1,2%) tingkat stress rendah, 14 orang (16,3%) tingkat stress sedang, dan 15 orang (17,4%) tingkat stress tinggi. Hasil uji korelasi p value 0,002 < α (0,05). Simpulan penelitian adalah terdapat hubungan kejadian sibling rivalry dengan tingkat stres pada anak usia 4 – 9 tahun di Kelurahan Beji, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Peningkatan Karakter Gotong Royong Menggunakan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Pada Pembelajaran IPAS SD
Abstract
This research was conducted with the aim of improving students' mutual cooperation character through the implementation of the teams games tournament (TGT) learning model in Class V science and science learning at SDN Tegalrejo 04 Salatiga. This research is classroom action research (PTK) which consists of two action cycles with the Kemmis & McTaggart spiral model cycle, where each cycle has 4 stages, namely planning, implementation, observation and reflection, with the implementation and observation stages carried out simultaneously. Researchers collected quantitative and qualitative data using non-test data collection techniques through observation, questionnaires and documentation. Data analysis was carried out using comparative descriptive analysis which was carried out by comparing pre-cycle, cycle I and cycle II data. Researchers set a success indicator of 75% of students completing with a KKTP >70. The results of the research show that the teams games tournament learning model has been proven to be able to improve the mutual cooperation character of students in science learning, where it is shown that in the pre-cycle the students' mutual cooperation character was only 39% which then increased to 67% in the first cycle and experienced increased again in cycle II to 78%. This research has been said to be successful because the percentage of students' character completion has reached a success indicator of 75% of the total number of students in class V with a KTTP >70. Based on these results, research using the teams games tournament learning model can improve the mutual cooperation character of students.
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan karakter gotong royong peserta didik melalui implementasi model pembelajaran teams games tournament (TGT) pada pembelajaran IPAS Kelas V SDN Tegalrejo 04 Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus tindakan dengan siklus spiral model Kemmis & McTaggart, dimana setiap siklus mempunyai 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dengan tahap pelaksanaan dan pengamatan dilakukan secara bersamaan. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data non tes melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yang dilakukan dengan membandingkan data pra siklus, siklus I dan siklus II. Peneliti menetapkan indikator keberhasilan 75% peserta didik tuntas dengan KKTP >70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran teams games tournament telah terbukti dapat meningkatkan karakter gotong royong peserta didik pada pembelajaran IPAS, dimana hal tersebut ditunjukkan bahwa pada pra siklus karakter gotong royong peserta didik hanya sebesar 39% yang kemudian meningkat menjadi 67% pada siklus I dan mengalami peningkatan lagi di siklus II sehingga menjadi 78%. Penelitian ini telah dikatakan berhasil karena persentase ketuntasan karakter peserta didik telah mencapai indikator keberhasilan sebesar 75% dari jumlah keseluruhan peserta didik di kelas V dengan KTTP >70. Berdasarkan hasil tersebut maka penelitian dengan model pembelajaran teams games tournament dapat meningkatkan karakter gotong royong peserta didik peserta didik
Persepsi Budaya Masyarakat Terhadap Kunjungan Ibu Hamil di Pustu Wonorejo Puskesmas Pringapus Kabupaten Semarang: Community Cultural Perceptions of Pregnant Women's Visits at Pustu Wonorejo Pringapus Health Center, Semarang Regency
Pregnancy sevicess can be interpreted as a form of health service provided to pregnant women and their fetuses. This examination is carried out by professionals according to established standards, with a minimum of 6 visits during pregnancy. Community life involves rules that include norms and views of life, as well as being a guide in regulating behavior in group life. Cultural factors that still apply in some areas can be a cause of complications in pregnant women, childbirth and the postpartum period. The culture and norms prevailing in society have an impact on a mother's decision to have a pregnancy check-up with a health professional. The type of research in this article is descriptive analytic research supported by qualitative research to complement quantitative data with a cross sectional approach. The results of this study indicate that people's cultural perceptions are not the main factor in the low number of visits by pregnant women at Pustu Wonorejo, Pringapus Health Center, Semarang Regency. This is also in accordance with the results of interviews with patients (pregnant women), and husbands/families of pregnant women. Characteristics of respondents who provided services for visiting pregnant women at Pustu Wonorejo Puskesmas Pringapus Semarang Regency aged 25-35 years (50.0%) with community cultural perceptions of visiting pregnant women (90.6%) who are diligent in having their pregnancies checked. The bivariate analysis showed that there was no significant relationship (p value 0.05) between people's cultural perceptions of pregnant women's visits at Pustu Wonorejo Puskesmas Pringapus Semarang Regency.
ABSTRAK
Pemeriksaan kehamilan dapat diartikan sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil dan janinnya. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tenaga medis profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, dengan minimal 6 kali kunjungan selama masa kehamilan. Kehidupan masyarakat melibatkan aturan-aturan yang mencakup norma-norma dan pandangan hidup, serta menjadi pedoman dalam mengatur perilaku dalam kehidupan berkelompok. Faktor budaya yang masih berlaku di beberapa daerah dapat menjadi penyebab komplikasi pada ibu hamil, persalinan, dan masa nifas. Budaya dan norma yang berlaku dalam masyarakat memiliki dampak pada keputusan seorang ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan dengan tenaga kesehatan. Jenis penelitian pada artikel ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang didukung penelitian kualitatif untuk melengkapi data kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi budaya masyarakat bukan termasuk faktor utama dari rendahnya kunjungan ibu hamil di Pustu Wonorejo Puskesmas Pringapus Kabupaten Semarang. Hal ini pula sesuai dengan hasil wawancara dengan pasien (ibu hamil), dan suami/keluarga dari ibu hamil. Karakteristik responden yang memberikan pelayanan kunjungan ibu hamil di Pustu Wonorejo Puskesmas Pringapus Kabupaten Semarang berumur 25-35 tahun (50,0%) dengan persepsi budaya masyarakat terhadap kunjungan ibu hamil (90,6%) yang merupakan masyaraktnya rajin memeriksakan kehamilannya. Pada analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan secara signifikan (nilai p 0,05) antara persepsi budaya masyarakat terhadap kunjungan ibu hamil di Pustu Wonorejo Puskesmas Pringapus Kabupaten Semarang
Analisis Probabilitas Bencana Alam dengan Penerapan Data Mining Menggunakan K-Means dan Linier Regression
Penggunaan data mining untuk menghitung probabilitas data bencana adalah pendekatan yang dapat membantu dalam mengidentifikasi pola-pola dan hubungan antara variabel-variabel yang berkontribusi terhadap terjadinya bencana alam. Beberapa teknik data mining yang dapat digunakan termasuk K-Means, regresi linear, dan metode lainnya seperti Decision Tree, Naive Bayes, dan Neural Networks. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil analisa data dari kejadian bencana alam di wilayah indonesia, dengan metode data mining. Teknik yang digunakan pada data mining yaitu k-means dan linear regression. Dataset diambil dari website BNPB, dengan menjumlahkan data kejadian bencana alam di berbagai wilayah Indonesia dari tahun 2019 hingga 2022
PERBANDINGAN JEJAK KOLONIALISASI AMERIKA DAN RUSIA: KAJIAN SASTRA BANDINGAN DUA FILM ANIMASI JEPANG HOTARU NO HAKA KARYA ISAO TAKAHATA DAN JOPANNI NO SHIMA KARYA SHIGEMICHI SUGITA
Animated films are part of literary works with a form of postmodern fiction. It is shown that animated films fulfill the requirements of literary works, which are fictitious, medium in language, and aesthetic. As a literary work, animated films have similar structures, such as characters, characterizations, settings, and plots. The problem of this study is the comparison of colonialism traces between Isao Takahata Hotaru no Haka and Shigemichi Sugita Joppani no Shima. The purpose of this study is to compare the traces of American and Russian colonialism in both animated films by looking at their elements such as hybridity and mimicry. The research method that will be used in this research is descriptive qualitative. Descriptive research is research that aims to provide (describe) a condition or phenomenon that exists as it is. The shift in the meaning of "war" is shown from the transformation of the first film to the second film. The thing that needs to be raised is that the second film wants to restore the spirit of Japanese society. The identity of the Japanese people who easily rise from adversity is explored again. Another thing is a form of diplomacy with the Russian state. This is considering that Japan and Russia are two countries side by side. The film Jopanni no Shima wants to be a medium for the relationship between the two countries.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP DENYUT NADI PEMULIHAN ATLET BASKET PUTRA UNNES BASKETBALL FOUNDATION
One of the factors that causes a decrease in one’s performance is because of the bad quality of recovery. The quality of recovery can be measured through the pulse rate recovery after activity. To improve the quality of recovery, lavender aromatherapy is added during the recovery period. This research aims to determine the effectiveness of restoring the pulse rate of men's basketball athletes at UNNES Basketball Foundation between those who do not use and those who use lavender aromatherapy. The type of this research is quasy experimental with pre-test and post-test series group design. The sampling technique used purposive sampling criteria to obtain a 15 research samples were obtained. The pre-test is the pulse at the end of the exercise and the post-test is the pulse rate recovery which is measured at 6' (DN ke-1), 8' (DN ke-2), and 10' (DN ke-3) after exercise. There were 2 groups, namely the control group that did not use lavender aromatherapy and the treatment group that used lavender aromatherapy. The rest period (wash out) between treatments was 2 weeks. Data analysis technique using paired sample t-test. The results of the research showed the difference in the mean decrease in recovery pulse rate between the control group and the treatment group at DN 1 the diffenerence is 4,33 (17,04%), p value=0,002. DN ke-2 the difference is 7,06 (26,14%), p value=0,000. DN ke-3 the difference is 9,60 (32,87%), p value=0,000. The conclusion of the research that there was a significant difference in the mean pulse rate recovery of athletes who did not use and those who used lavender aromatherapy, recovery of the pulse rate of men's basketball athletes at UNNES Basketball Foundation who used lavender aromatherapy was more effective than those who did not use lavender aromatherapy.
Abstrak
Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan performa pada seseorang adalah karena kualitas pemulihan yang kurang baik. Kualitas pemulihan dapat diukur melalui denyut nadi pemulihan setelah beraktivitas. Untuk meningkatkan kualitas pemulihan maka ditambahkan aromaterapi lavender pada masa pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemulihan denyut nadi atlet basket putra UNNES Basketball Foundation antara yang tidak menggunakan dan yang menggunakan aromaterapi lavender. Penelitian ini merupakan jenis quasy experimental dengan pre-test and post-test series group design. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling, didapatkan 15 sampel penelitian. Pre-test merupakan denyut nadi saat selesai latihan dan post-test merupakan denyut nadi pemulihan yang diukur pada 6’ (DN ke-1), 8’ (DN ke-2), dan 10’ (DN ke-3) setelah latihan. Terdapat 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang tidak menggunakan aromaterapi lavender dan kelompok perlakuan yang menggunakan aromaterapi lavender. Jeda waktu istirahat (wash out) antar perlakuan selama 2 minggu. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian perbedaan rata-rata penurunan denyut nadi pemulihan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pada DN ke-1 selisih 4,33 (17,04%), nilai p=0,002. DN ke-2 selisih 7,06 (26,14%), nilai p=0,000. DN ke-3 selisih 9,60 (32,87%), nilai p=0,000. Simpulan penelitian adalah terdapat perbedaan penurunan yang signifikan rata-rata denyut nadi pemulihan atlet antara yang tidak menggunakan dan yang menggunakan aromaterapi lavender, pemulihan denyut nadi atlet basket putra UNNES Basketball Foundation yang menggunakan aromaterapi lavender lebih efektif dibanding yang tidak menggunakan aromaterapi lavender
LATIHAN FARTLEK DAPAT MENINGKATKAN DAYA TAHAN AEROBIK PEMAIN SEPAK BOLA
One form of exercise that can be used to increase aerobic endurance is fartlek training which is usually done during the general preparation stage so that players can be better prepared when moving on to the next training period with a higher training intensity. The aim of this research was to find out whether fartlek training had an effect on the aerobic endurance of soccer players at SMAN 1 Kedokan Bunder. This type of research is pre-experimental using a one-group pretest-posttest design with a sample of 20 football players at SMAN 1 Kedokan Bunder with a total sampling technique in determining the number. The instruments used were 12 fartlek exercises and a bleep test to measure aerobic endurance. The results of this study were that there was a significant difference between the aerobic endurance values before and after being given fartlek training with a p-value of 0.001. The conclusion of this research is that fartlek training has an effect on increasing the aerobic endurance of soccer players at SMAN 1 Kedokan Bunder.
Abstrak
Salah satu bentuk olahraga yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan aerobik adalah latihan fartlek yang biasa dilakukan pada saat tahap persiapan umum agar pemain dapat lebih siap ketika beralih ke periode latihan selanjutnya dengan intensitas latihan yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah latihan fartlek berpengaruh terhadap daya tahan aerobic pemain sepak bola SMAN 1 Kedokan Bunder. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan sampel sebanyak 20 pemain sepak bola SMAN 1 Kedokan Bunder dengan teknik total sampling dalam menentukan jumlahnya. Instrumen yang digunakan adalah pemberian latihan fartlek sebanayak 12 kali dan tes bleep test untuk mengukur daya tahan aerobik. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai daya tahan aerobik sebelum dengan sesudah diberikan latihan fartlek dengan nilai p-value 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan fartlek berpengaruh terhadap peningkatan daya tahan aerobik pemain sepak bola SMAN 1 Kedokan Bunder
The Effect of Introducing Basic English through Multimodal Learning on Learning Activities of Kindergarten Students
Language acts as a means of communication between people. At an early age, language is a tool to develop intellectual abilities that develop rapidly and thoroughly. By the principles of learning in kindergarten, the introduction of English in kindergarten should also be delivered in a fun way, using interesting media. The purpose of this study is to introduce basic English in kindergarten using aspects of multimodal learning. This study uses Anstey and Bull's multimodal theory. Multimodal learning is the use of various media in the learning process. The multimodal, there are five aspects in it, namely linguistic aspects, visual aspects, audio aspects, gestural aspects, and spatial aspects, and the subjects of this study are students from Masehi Citandui Kindergarten, Semarang. This research uses case studies. The authors use the following data collection methods: interviews, documentation, and observations. The results showed that the use of multimodal learning in teaching basic English to kindergarten students gained good effect, namely students become active, creative, confident, and begin to understand basic English, as evidenced when the author teaches by giving exercises and some assignments and repetition of material in the specified learning session
Faktor Risiko Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungpati Kota Semarang : Risk Factors Of Diabetes Mellitus In The Work Area Of Puskesmas Gunungpati, Semarang City
Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by high blood sugar levels or hyperglycemia, which occurs due to failure of insulin secretion. This disease is chronic with the number of sufferers continuing to increase in the world along with increasing population, age, the prevalence of obesity, and decreased physical activity. DM is one of the degenerative diseases that continues to increase in Gunungpati District. The increase in DM cases is partly due to unhealthy lifestyles and eating patterns in society. This study describes the risk factors for DM in the working area of the Gunung Pati Community Health Center, Semarang City in 2021. This research uses a quantitative descriptive method with a cross-sectional design. The sample in this study was 167 DM sufferers who were taken using the total sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire through interviews, then the data were analyzed univariately using a frequency distribution table. The results of the study were DM sufferers in the working area of the Gunung Pati Health Center found that the majority were women 122 people (73.1%), aged between 56 to 65 years as many as 68 people (40.7%), as many as 72 people (43.1%) doing activities in the low category, as many as 66 people (39.5%) were obese, as many as 87 people (52.1%) consumed excessive sugar. Most of the respondents carried out risky activities including doing low physical activity and consuming excessive sugar
Keywords: DM, sugar, physical activity
ABSTRAK
Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolic yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemi, yang terjadi akhibat kegagalan sekresin insulin. Penyakit ini bersifat kronis dengan jumlah penderita yang terus meningkat di duia seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, usia, prevalensi obesitas dan penurunan aktivitas fisik. DM menjadi salah satu penyakit degeneratif yang terus meningkat di Kecamatan Gunungpati. Peningkatan kasus DM diantaranya disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat di masyarakat. Penelitian ini menggambarkan factor risiko DM di Wilayah kerja Puskesmas Gunung Pati Kota Semarang pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita DM sejumlah 167 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara, selanjutnya data dianalisis secara univariat menggunakan table distribusi frekuensi. Hasil penelitian adalah penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Gunung Pati ditemukan mayoritas perempuan 122 orang (73,1%), berusia antara 56 sampai 65 tahun sebanyak 68 orang (40,7%), sebanyak 72 orang (43,1%) melakukan aktivitas fisik dengan kategori rendah, sebanyak 66 orang (39,5%) mengalami obesitas, sebanyak 87 orang (52,1%) mengkonsumsi gula secara berlebihan. Sebagian besar responden melakukan aktivitas berisiko meliputi melakukan aktivitas fisik yang rendah dan mengkonsumsi gula secara berlebihan
Kata kunci: DM, gula, aktivitas fisi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-PAIR-SHARE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR TEMA MENYAYANGI TUMBUHAN DAN HEWAN PADA SISWA KELAS III SDN MOJOSONGO VI SIRAKARTA SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2022/2023
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar tema menyayangi tumbuhan dan hewan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share pada siswa kelas III SDN Mojosongo VI Surakarta Semester 1 Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini dilakukan di SDN Mojosongo VI Surakarta, penelitian ini dilakukan dari bulan Juli sampai dengan Desember 2023. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas III SDN Mojosongo VI Surakarta dengan jumlah 25 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dan guru. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah motivasi belajar siswa diperoleh dari hasil pengamatan langsung melalui Lembar Observasi dan hasil belajar siswa diperoleh dari tes awal penelitian dan tes pada akhir tiap-tiap tindakan. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan tes. Indikator penelitian ini adalah indikator yang digunakan yaitu: 80% siswa memiliki motivasi tinggi dalam pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share. Adapun aspek motivasi yang diukur meliputi partisipasi aktif, mengerjakan tugas, komitmen, berpendapat dan pengelolaan waktu, dan 80% siswa mencapai nilai ? 70 (KKM). Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap melakukan tindakan, tahap mengamati (observasi), tahap refleksi Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kritis dan analisis komparatif.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think -Pair-Share) pada pembelajarann tema menyayangi tumbuhan dan hewan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran yang selalu meningkat dari satu siklus ke siklus berikutnya; 2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think -Pair-Share) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tema menyayangi tumbuhan dan hewan. Hal ini terbukti pada pra siklus nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 65,4 dengan prosentase keberhasilan sebesar 44%, pada siklus I meningkat menjadi 72 dengan prosentase keberhasilan sebesar 64%, dan pada siklus II tindakan telah berhasil, karena nilai rata-rata hasil belajar siswa naik menjadi 82,4 dengan prosentase keberhasilan sebesar 92%. Dengan demikian hipotesis tindakan yang menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar tema menyayangi tumbuhan dan hewan pada siswa Kelas III SDN Mojosongo VI Surakarta Semester 1 Tahun Ajaran 2022/2023, terbukti kebenarannya