Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Evaluasi Mutu Fisik, Stabilitas Mekanik dan Aktivitas Antioksidan Hand and Body Lotion Ekstrak Labu Kuning (Cucurbita moschata D.): Evaluation of Physical Quality, Mechanical Stability and Antioxidant Activity of Pumpkin Extract Hand and Body Lotion (Cucurbita moschata D.)
Damage to the skin can be caused by free radicals that come from sun exposure. Skin needs antioxidants to neutralize free radicals. Plants that have natural antioxidant power include pumpkin (Cucurbita moschata D.) which contains flavonoids. The purpose of this study was to evaluate the physical quality and mechanical stability of hand and body lotion preparations of pumpkin extract and antioxidant activity in the category of inhibitory concentration value (IC50). The laboratory research method used is the experimental method. The preparations were made in three formulas with different extract concentrations, namely 2,2%, 3,2% and 4,2%. Antioxidant activity test was carried out using the ABTS method. The results of the preparation evaluation were the value of viscosity (9.367-20.173 cP), pH 7, emulsion type (O/W), spreadability (4,5-7,7 cm), adhesion power (2,567-4,667 seconds), protection power (2,933 – 3,807 seconds) and in the mechanical stability test did not experience phase separation. The IC50 value of pumpkin extract obtained a value of 67,07 ppm (strong), formula I 84,05 ppm (strong), formula II 73,96 (strong), formula III 68,5 ppm (strong). Pumpkin extract hand and body lotion has good physical quality and mechanical stability and has strong antioxidant activity.
ABSTRAK
Kerusakan pada kulit dapat disebabkan karena adanya radikal bebas yang bersumber dari paparan sinar matahari. Kulit membutuhkan antioksidan untuk menetralkan radikal bebas. Tanaman yang mempunyai daya antioksidan alami antara lain labu kuning (Cucurbita moschata D.) dengan kandungan flavonoid. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan evaluasi mutu fisik dan stabilitas mekanik sediaan hand and body lotion ekstrak labu kuning serta aktivitas antioksidan dalam kategori nilai inhibitory concentration (IC50). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental laboratorium. Sediaan dibuat dalam tiga formula dengan perbedaan konsentrasi ekstrak yaitu 2,2%, 3,2% dan 4,2%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode ABTS. Hasil evaluasi sediaan yaitu nilai viskositas (9.367-20.173 cP), pH 7, tipe emulsi (M/A), daya sebar (4,5-7,7 cm), daya lekat (2,567-4,667 detik), daya proteksi (2,933-3,807 detik) dan pada uji stabilitas mekanik tidak mengalami pemisahan fase. Nilai IC50 ekstrak labu kuning diperoleh nilai 67,07 ppm (kuat), formula I 84,05 ppm (kuat), formula II 73,96 (kuat), formula III 68,5 ppm (kuat). Hand and body lotion ekstrak labu kuning memiliki mutu fisik dan stabilitas mekanik yang baik serta mempunyai aktivitas antioksidan dengan kategori kuat
Pengaruh Kontrasepsi Suntik Terhadap Kejadian Amenore : Effect of Injectable Contraceptives on the Incidence of Amenorrhea
KB or family planning is a program from the government to reduce the birth rate and control excessive population growth. Injectable contraception is a type of contraception that has a hormonal effect, the type of injectable contraception consists of injectable contraceptives for 1 month and injectable contraceptives for 3 months. Problems that may arise from this injectable contraceptive are amenorrhea (unable to menstruate), bleeding / spotting, fever and weight. The research method is an analytic study with a cross-sectional design, namely an epidemiological study that studies prevalence, distribution and relationships. This study aims to determine whether there is a relationship between the use of injectable contraceptives and the incidence of amenorrhea in PMB Endah Wulansari Congkrang Muntilan with a total of 43 respondents. The results of the relationship between the use of injectable contraceptives and the incidence of amenorrhea using the chi square test obtained a significance value of p = 0.001 (p < 0.05), so Ha was accepted and Ho was rejected. The use of injectable contraception can cause amenorrhea, the most percentage of amenorrhea occurs in the 3-month type of injectable contraception. For PMB or midwives, intensive counseling and outreach are given to acceptors of new injectable contraception, so that an understanding is obtained regarding the risk of occurrence after reinjection of contraception.
Abstrak
KB atau keluarga berencana merupakan suatu program dari pemerintah untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertumbuhan penduduk yang berlebih. Kontrasepsi suntik adalah jenis kontrasepsi yang memiliki kandungan hormonal, jenis kontrasepsi suntik terdiri dari kontrasepsi suntik 1 bulan dan kontrasepsi suntik 3 bulan. Masalah yang mungkin muncul dari kontrasepsi suntik ini adalah amenore (tidak dapat haid), perdarahan /perdarahan bercak (spotting), meningkatnya berat badan. Metode penelitian menggnakan penelitian analitik dengan desain cross sectional yaitu studi epidemiologi yang mempelajari tentang prevalensi, distribusi maupun hubungan dengan satu kali pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan kejadian amenore di PMB Endah Wulansari Congkrang Muntilan . Responden penelitian ini adalah 43 akseptor kontrasepsi suntik. Hasil penelitian hubungan penggunaan KB suntik dengan kejadian amenore diproses dengan menggunakan uji chi square dan didapat nilai signifikansi p = 0,001 (p< 0,05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan kesimpulanya bahwa terdapat hubungan penggunan KB suntik dengan kejadian amenorhea sekunder, yang artinya bahwa penggunaan KB suntik dapat mengakibatkan kejadian amenore dengan persentase amenore terbanyak terjadi pada jenis kontrasepsi suntik 3 bulan. Bagi PMB atau bidan hendaknya diadakan konseling dan penyuluhan yang intensif terhadap akseptor kontrasepsi suntik baru, sehingga diperoleh pemahaman terkait dengan risiko terjadinya kejadian amenore setelah penyuntikan ulang kontrasepsi
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DI PAUD
Pengajar profesional merupakan gerbang awal untuk meningkatan mutu pendidikan yang mendorong kemajuan suatu bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan betapa pentingnya peningkatan profesionalisme guru dalam satuan PAUD. Metode penelitian ini menggunakan penelitian studi literatur. Teknik pengumpulan data menggunakan cara mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu agar bisa menjawab konflik pada kualitas pendidikan saat ini dalam satuan PAUD. Penelitian terdahulu yang sudah terkumpul selanjutnya dikompilasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan tentang bagaimana cara pengembangan pada meningkatkan profesionalisme pengajar pada paud. Kesimpulan pada penelitian ini bisa diambil bahwa dari hasil analisis diatas Seorang pengajar bisa dikatakan profesional apabila beliau memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai standar, yaitu terdapat 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh pengajar pada satuan paud antara lain Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, dan Kompetensi Sosial
Inovasi dan Permasalahan Pendidikan (Kualifikasi Guru Belum Optimal)
Meskipun tenaga pendidik memegang peranan penting dalam sebuah lembaga, namun kenyataannya banyak tenaga pendidik yang bekerja di lembaga PAUD tidak memenuhi persyaratan untuk S1 PG-PAUD. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui kompetensi tenaga pendidik di PAUD dan mendiskripsikan inovasi serta permasalahan pendidikan di lembaga PAUD dalam memenuhi tenaga pendidik sesuai kualifikasi yang telah ditetapkan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Bahan dan dokumen perpustakaan menjadi dasar pengumpulan data. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat permasalahan dalam pendidikan mengenai tenaga pendidik yang belum memenuhi kualifikasi secara optimal. Dalam penentuan guru paud minimal lulusan S1 belum dapat berjalan dengan semestinya, sehingga tidak dapat dipungkiri dalam penentuan guru PAUD direkrut dari guru paud yang bukan ahlinya dalam bidang ke-PAUDAN. Maka diperlukanlah inovasi pedidikan dalam mengupayakan penyelesaian masalah pendidikan untuk dapat memenuhi kualifikasi guru sesuai dengan Pendidikan Anak Usia Dini dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah
TINJAUAN KRITIS MODEL PEMBELAJARAN MONTESSORI DALAM PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK
Penelitian bertujuan untuk mengkritisi model pembelajaran Montessori dalam pengembangan karakter anak usia dini khususnya kemandirian anak. Â Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menggali aspek-aspek penting pemikiran Montessori yang dapat menjelaskan pengembangan karakter mandiri pada anak dan membandingkan pemikiran Montessori dengan pemikiran beberapa tokoh pendidikan anak usia dini yaitu: Jean Piaget, Lev Vygotsky, Reggio Emilia (Loris Mallaguzzi) dan Ki Hajar Dewantara. Dari penulusaran pustaka diketahui bahwa model Montessori yang berorientasi pada anak telah menginspirasi teori-teori pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Jean Piaget, Lev Vygotsky, Reggio Emilia (Loris Mallaguzzi) dan Ki Hajar Dewantara. Maria Montessori telah memelopori model perkembangan anak usia dini yang bijaksana, berurutan, memberikan anak kebebasan untuk memilih dan beraktivitas untuk membangun dan mengembangkan kemandiriannya khususnya yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari,. Sebagaimana model pembelajaran lainnya, model Montessori memiliki pro dan kontra dalam penerapannya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan/implementasi model pembelajaran Montessori yang mengutamakan tiga hal, yaitu pendidikan sendiri (pedosentris), masa peka(sensitive periods), dan kebebasan (freedom) Â dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri pada ana
Pengembangan LKA Tematik (Transportasi, Alat Komunikasi dan Negaraku) Berbasis Bahasa Ibu dengan Pendekatan Budaya Lokal Nagekeo untuk Pembelajaran Anak Usia A 5-6 Tahun di Kabupaten Nagekeo
This research and development aims to produce a mother tongue based to children’s worksheet product with a cultural approach to the Nagekeo regency with the theme of transportation for learning aged 5-6 years old at Kasih Bangsa kindergarten and to determine the feasibility of the development product. This children’s worksheet was developed using Four-D development wich is consist of 4 stages, namely: (1) define, (2) design, (3) development, (4) disseminate. However, in this study the researcher only reached stage three, because the research objectives were achieved at the development stage. The results of research and development of a mother tongue-based worksheet on transportation themes based on the results of expert trials and as product users are valid. Thus, the test result of the mother tounge-based children’s worksheet with the local culture approach of Nagekeo Regency with the theme of transportation based on the results of expert trial and the children as users of this product are declared eligible to be used in the learning process at kindergarten.
ABSTRAK
Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa LKA tematik berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nagekeo tema transportasi, alat komunikasi dan negaraku untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TK Kasih Bangsa dan mengetahui kelayakan produk hasil pengembangan. Lembar Kerja Anak ini dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan Four-D yang terdiri dari 4 tahap, yakni: (1) tahap define (pendefenisian), (2) tahap design (perancangan), (3) tahap development (pengembangan), (4) tahap disseminate (penyebaran). Namun, dalam penelitian ini peneliti hanya sampai pada tahap tiga karena tujuan penelitian telah tercapai pada tahap ini. Hasil penelitian dan pengembangan lembar kerja anak berbasis bahasa ibu tema transportasi, alat komunikasi dan negaraku berdasarkan hasil uji coba ahli dan anak sebagai pengguna produk adalah sangat valid dengan skor 90 Dengan demikian, lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nagekeo tema transportasi, alat komunikasi dan negaraku berdasarkan dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini
Peran Filsafat Hukum dalam Pembentukan Peraturan Daerah di Indonesia
This study analyzes and discusses the role of legal philosophy in Indonesia. Legal philosophy changes the statutory regulations based on TAP XX/MPRS 1966, then the order of statutory regulations based on TAP III/MPR/2000, until finally is the order of laws and regulations based on article 7 of law No. 12 of 2011 in lieu of law no. 10 of 2004, this change is based on legal philosophy in Indonesia based on legal theory, this is that legal philosophy plays a very important role in forming law in a democratic direction, leading to the true needs of society, the change is based on renewal based on the principle of utility and fairness of function. national law is for protection, so the change or formation of law in Indonesia must go through a process of legal philosophy in which it is able to direct and accommodate legal needs in accordance with the level of progress of development in all fields, which is also able to meet the needs of a diverse society at large, which The laws formed are the rules for the game of life. Law is formed as a fulfillment of a sense of justice for the wider community, without distinguishing race, class, ethnicity, party, religion or other distinctions within the framework of Bhinneka Tunggal Ika.
Abstrak
Penelitian ini menganalisa dan membahas tentang peran filsafat hukum yang ada di Indonesia filsafat hukum mengubah tata aturan peraturan perundang-undangan yang didasari TAP XX/MPRS Tahun 1966, kemudian tata urutan Peraturan perundang-undangan yang di dasari TAP III/MPR/2000, sampai terakhir adalah tata urutan peraturan perundang-undangan yang didasari pasal 7 undang-undang No, 12 tahun 2011 sebagai pengganti undang-undang No. 10 tahun 2004, pengubahan itu atas dasar filsafat hukum di Indonesia ada pada teori hukumnya hal ini bahwa filsafat hukum sangat berperan dalam pembentukan hukum ke arah yang demokratis, mengarah kepada kebutuhan masyarakat yang hakiki pengubahan itu atas dasar pembaharuan yang didasari pada asas kemanfaatan dan keadilan fungsi hukum nasional adalah untuk pengayoman, maka perubahan atau pembentukan hukum di Indonesia harus melalaui proses filsafat hukum yang di dalamnya mampu mengarahkan dan menampung kebutuhan-kebutuhan hukum sesuai dengan tingkat kemajuan pembangunan di segala bidang, yang juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat luas yang majemuk, yang mana hukum yang dibentuk merupakan rules for the game of life. Hukum di bentuk sebagai pemenuhan rasa keadilan bagi masyarakat luas, tanpa membedakan ras, golongan, suku, partai, agama, atau pembedaan lain dalam kerangka bhinneka tunggal ika
Rehabilitasi Penyalahguna Narkotika Dengan Double Track System Dalam Pemidanaan Di Indonesia
Rehabilitation for Narcotics Abusers with a Double Track System in Criminal Cases in Indonesia (Case Study of Supreme Court Decision Number 2281 K/Pid.Sus/2016). Narcotics abusers by law must be given a sentence in the form of imprisonment as an effort to provide a deterrent effect for the actions they commit. Abusers should receive rehabilitation in the form of medical and social as an effort to provide awareness to the abusers themselves so that the desire to abuse narcotics disappears after receiving the rehabilitation process even though the imposition of criminal sanctions is still important. The research conducted in this article uses a normative juridical method by applying the legal principles to Article 127 of the Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2009 concerning Narcotics related to the provision of punishment for narcotics abusers accompanied by a stipulation of the obligation to obtain rehabilitation which is deducted from the length of imprisonment imposed on drug abusers narcotics, especially class I, such as methamphetamine or better known as methamphetamine, which is widely abused because it circulates in large quantities in society, as happened to the defendant who was tried for abusing narcotics in the Supreme Court decision Number 2281 K/Pid.Sus/2016. In addition to Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, provisions stipulated in the Attorney General's Regulations and the Supreme Court Circular regarding the placement of narcotics abusers in rehabilitation institutions will also be discussed. In general, this is what is known as the double track system in the criminal justice system in Indonesia. it is concluded that the double track system must be in sentencing for narcotics abusers, although it has not touched on the effectiveness of the length of rehabilitation which will greatly affect the results of rehabilitation for narcotics abusers which consists of medical and social rehabilitation.
Abstrak
Rehabilitasi Bagi Penyalahguna Narkotika Dengan Double Track System Dalam Pemidanaan Di Indonesia (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 2281 K/Pid.Sus/2016). Penyalahguna narkotika secara undang-undang harus diberikan pidana berupa penjara sebagai upaya untuk memberikan efek jera atas perbuatan yang dilakukannya. Penyalahguna seharusnya mendapatkan rehabilitasi berupa medis dan sosial sebagai upaya untuk memberikan kesadaran terhadap diri penyalahguna tersebut sehingga keinginan untuk nmenyalahgunakan narkotika tersebut hilang setelah mendapatkan proses rehabilitas meskipun pemberian sanksi pidana tetaplah penting adanya. Penelitian yang dilakukan dalam artikel ini dengan metode yuridis normatif dengan menerapkan asas hukum pada Pasal 127 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait pemberian pidana bagi penyalahguna narkotika disertai dengan penetapan kewajiban mendapatkan rehabilitasi yang dikurangkan dari lama pidana penjara yang dijatuhkan terhadap penyalahguna narkotika terutama golongan I seperti metamfetamina atau yang lebih dikenal dengan sabu-sabu yang banyak disalahgunakan karena beredar dalam jumlah yang banyak di masyarakat sebagaimana yang terjadi pada terdakwa yang diadili karena menyalahgunakan narkotika dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 2281 K/Pid.Sus/2016. Selain Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika maka akan dibahas pula ketentuan yang diatur dalam Peraturan Jaksa Agung, dan Surat Edaran Mahkamah Agung dalam hubungannya dengan penempatan penyalahguna narkotika di lembaga rehabilitasi. Secara umum inilah yang dikenal dengan double track system dalam system pemidanaan di Indonesia. Kesimpulan penelitian ini adalah harus ada penerapan double track system dalam pemidanaan bagi penyalahguna narkotika meskipun belum menyentuh kepada keefektifitasan lamanya rehabilitasi yang akan sangat mempengaruhi hasil dari rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika yang terdiri dari rehabilitasi medis dan sosial
Analisis Kurikulum Merdeka Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini: Analysis of Independent Curriculum Based on Differentiated Learning Early Childhood Education Level
Early childhood education is an important foundation for a child's future. Early childhood education services need to pay attention to a curriculum that carries the concept of humanizing humans in order to fulfill all their psychological needs. This study aims to analyze the independent curriculum based on differentiated learning at the PAUD level. The method in this study uses a qualitative approach to the type of literature study research. Data collection in this study refers to secondary sources in the form of books or journal articles. The results of this study led to theoretical studies that could be used as educators and school principals in compiling curricula and designing learning in accordance with the natural nature of children. From this study it can be concluded that the independent curriculum based on differentiated learning provides opportunities for children to explore their abilities in the learning process. Students are more motivated in learning because assignments are adjusted based on the child's readiness through activities that interest and can be completed according to a learning style that suits students
ABSTRAK
Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi yang penting bagi masa depan anak. Layanan pendidikan anak usia dini perlu memperhatikan kurikulum yang mengusung konsep memanusiakan manusia demi memenuhi seluruh kebutuhan psikologis anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum merdeka berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada jenjang PAUD. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Pengumpulan data pada penelitian ini mengacu pada sumber sekunder berupa buku ataupun artikel jurnal. Hasil penelitian ini memunculkan kajian teori yang dapat dijadikan pendidik dan kepala sekolah dalam menyusun kurikulum dan mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kodrat alam anak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kurikulum merdeka berbasis pembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam proses belajar. Peserta didik lebih termotivasi dalam belajar karena pemberian tugas disesuaikan berdasarkan kesiapan anak melalui kegiatan yang menarik minat serta dapat diselesaikan sesuai dengan gaya belajar yang cocok dengan peserta didi
Media House Shape Sorter untuk Meningkatkan Pemahaman Geometri Anak Usia 5-6 Tahun: House Shape Sorter Media To Improve The Understanding Of Geometry For Children Aged 5-6 Years
The use of media is very important in improving the understanding of geometry in early childhood. The purpose of this study was to determine the increase in understanding of geometry when using house shape sorter media, the feasibility of house shape sorter media and the effectiveness of house shape sorter media as a learning medium for understanding geometry. The research was conducted at ABA Labbaik Among Putro III Kindergarten. This research was conducted with a development method using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, evaluation) with a one group pre-test and post-test design and the subjects used were 18 children aged 5-6 years. The analysis technique used is using the T-test. The results showed that the significant value for the pre-test and post-test was known that the value of 0.009 <0.05 so that the conclusion was that there was an increase in the understanding of geometry of children aged 5-6 years in class B TK ABA Labbaik Among Putro III, after treatment using the media house shape sorter.
ABSTRAK
Penggunaan media sangat penting dalam meningkatkan pemahaman geometri pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman geometri jika menggunakan media house shape sorter, kelayakan media house shape sorter dan efektivitas media house shape sorter sebagai media pembelajaran pemahaman geometri. Penelitian dilakukan di TK ABA Labbaik Among Putro III. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengembangan menggunakan model ADDIE (analysis, design, development, implementasi, evaluasi) dengan rancangan one group pre-test and post-test design dan subjek yang digunakan 18 anak usia 5-6 tahun. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan untuk pre-test dan post-test diketahui bahwa nilai 0,009<0,05 sehingga kesimpulannya adalah terdapat peningkatan pemahaman geometri anak usia 5-6 tahun kelompok kelas B TK ABA Labbaik Among Putro III, setelah dilakukan treatment menggunakan media house shape sorter