Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan tentang Scabies dengan Kejadian Scabies pada Remaja Santri di Pondok Pesantren Darussalam Desa Gebugan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang
Scabies is a skin disease that is often found in dense residential areas such as Islamic boarding schools. If this disease is not cured, it will disturb the rest and comfort of the students, which in turn hinders the achievement of learning outcomes. One of the factors that influence the incidence of scabies is the knowledge of students regarding the disease. This research to determine the relationship between knowledge and the incidence of scabies in adolescent students at the Darussalam Islamic Boarding School, Bergas , Semarang Regency. Design research is descriptive correlative with a cross sectional approach. The population of this research is students at the Darussalam Islamic Boarding School, Bergas District, Semarang Regency with a sample of 78 people taken by random sampling technique. The data collection tool used was a questionnaire and the data were analyzed by using the chi square test which was processed by the SPSS data processing program. Most of the students who had knowledge about scabies were in the sufficient category, as many as 53 of 78 respondents (67.9%). Most students were not scabies, as many as 54 of 78 respondents (69.2%). There is a relationship of knowledge with the incidence of scabies in adolescent students at the Darussalam Islamic Boarding School, Bergas District, Semarang Regency, obtained p value of 0.001 < (0.05). It is better for students to improve their knowledge and personal hygiene and the Islamic boarding school should carry out periodic mass treatment and health education on an ongoing basis.
Abstrak
Scabies merupakan penyakit kulit yang banyak ditemukan di lingkungan padat hunian seperti pondok pesantren. Penyakit ini jika tidak disembuhkna menganggu istirahat dan kenyamanan santri yang pada akhirnya menghambat pencapaian hasil belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian scabies adalah pengetahuan santri terkait penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang scabies dengan kejadian scabies pada remaja santri di Pondok Pesantren Darussalam Desa Gebugan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini remaja Pondok Pesantren Darussalam Bergas Kabupaten Semarang dengan sampel 78 orang. Teknik random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis dengan uji chi square yang diolah dengan program pengolahan data SPSS. Remaja santri sebagian besar mempunyai pengetahuan tentang scabies kategori cukup yaitu sebanyak 53 dari 78 responden (67,9%). Remaja sebagian besar tidak scabies yaitu sebanyak 54 dari 78 responden (69,2%). Ada hubungan pengetahuan tentang scabies dengan kejadian scabies pada remaja Pondok Pesantren Darussalam Bergas Kabupaten Semarang, didapatkan p value sebesar 0,001 < α (0,05). Pengetahuan dan personal hygiene remaja pondok pesantren sebaiknya ditingkatkan dengan melakukan pengobatan masal berkala dan penyuluhan kesehatan secara berkesinambungan
Penentuan Nilai Sun Protecting Factor dan Uji Stabilitas Krim Ekstrak Daun Waru Laut (Hibiscus tiliaceus L.): Determination of Sun Protecting Factor Value and Cream Stability Test Waru Laut Leaf Extract (Hibiscus tiliaceus L.)
Exposure to UV light can trigger the formation of free radicals. Free radicals can be inhibited by antioxidant compounds. Sea hibiscus leaf extract contains flavonoids which functions as an antioxidant. Antioxidant compounds can be made into sunscreen cream, because they can stick to the surface of the skin for a long time and are easier to clean with water. Sunscreen cream also has an effectiveness level based on the measurement of the Sun Protecting Factor (SPF) value. The SPF value indicates the ability of the sunscreen to provide skin protection in the sun without the skin experiencing erythema. This study aims to evaluate the physical stability of cream preparations of sea waru leaf extract. The research method is explorative experimental research. The research design used is the One Case Study Design. The cream was made using one formula with three replications, then tested for physical characteristics, stability tests, and determined the SPF value. The test results of sea hibiscus leaf extract cream showed that the cream met the physical characteristics requirements, having an SPF value for cream base of 1.87 (minimum protection) while for sun waru leaf extract cream was 6.37 (extra protection). In the stability test, the cream preparations of sea hibiscus leaf extract had good physical stability during storage, this was indicated by the mixing of the oil phase and the water phase in the cream preparations of sea hibiscus leaf extract with light stirring.
ABSTRAK
Paparan sinar UV dapat memicu terbentuknya radikal bebas. Radikal bebas dapat dihambat oleh senyawa antioksidan. Ekstrak daun waru laut mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan dapat dibuat menjadi sediaan krim tabir surya, karena mampu melekat pada permukaan kulit dalam waktu yang cukup lama dan lebih mudah dibersihkan dengan air. Krim tabir surya juga memiliki tingkat efektifitas berdasarkan pengukuran nilai Sun Protecting Factor (SPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan krim ekstrak daun waru laut. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental eksploratif. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu One Case Study Design. Krim dibuat menggunakan satu formula dengan tiga kali replikasi, selanjutnya dilakukan uji karakteristik fisik, uji stabilitas dan penentuan nilai SPF. Hasil pengujian krim ekstrak daun waru laut menunjukkan krim memenuhi syarat karakteristik fisik, memiliki nilai SPF untuk basis krim sebesar 1,87 (proteksi minimal), sedangkan untuk krim tabir surya ekstrak daun waru laut sebesar 6,37 (proteksi ekstra). Pada uji stabilitas sediaan krim ekstrak daun waru laut memiliki stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan, hal ini ditunjukkan dengan tercampurnya kembali fase minyak dan fase air pada sediaan krim ekstrak daun waru laut dengan pengadukan ringan.
Peningkatan Keterampilan Gerak Dasar (Motorik) Anak Usia Dini menggunakan Outdoor Learning
Masa usia dini merupakan kesempatan emas bagi para orang tua untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki oleh anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh outdor learning untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar anak. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian yang digunakan adalah Preexperimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Post Test Design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa PAUD Se Distrik Merauke. Sedangkan yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah sejumlah 20 siswa yang di ambil dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan TGMD (Test of Gross Motor Development). Hasil maka peneliti menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan Gerak Dasar (Motorik) Anak Usia Dini dengan menggunakan perlakuakn outdor learning. Hal ini juga ditambah dengan hasil pengujian uji t dimana nilai sginifikansi 0,000. Penelitian ini dapat menjadi acuan dan manfaat bagi anak dalam memastikan mencapai perkembangan gerak dasar yang maksimal. Penting juga untuk memastikan bahwa usia anak pada tahap awal ini sejalan dengan periode perkembangan gerak dasar mereka dan dapat berkontribusi pada keterlibatan mereka dalam olahraga dan kehidupan mereka. Siswa juga mungkin tidak terbiasa dengan beberapa kesulitan dalam tes tertentu. Para anak mungkin merasa kurang percaya diri karena takut melakukan kesalahan dan diperhatikan oleh guru atau pelatih mereka dan dengan demikian secara tidak langsung mengganggu mereka untuk mengikuti ujian
ABSTRACT
Early childhood is a golden opportunity for parents to optimize the various potentials of their children. The purpose of this study was to determine the effect of outdoor learning to improve children's basic movement skills. This study uses the research method used is Preexperimental Design with One Group Pretest-Post Test Design. The population in this study were PAUD students in Merauke District. Meanwhile, the sample in this study was a number of 20 students who were taken by purposive sampling. The instrument used in this study used TGMD (Test of Gross Motor Development). From the results, the researchers concluded that there was an increase in the ability of Basic Movement (Motoric) of Early Childhood by using outdoor learning treatment. This is also coupled with the results of the t test where the significance value is 0.000. This research can be a reference and benefit for children in ensuring maximum basic movement development. It is also important to ensure that children's age at this early stage is in line with their period of basic movement development and can contribute to their involvement in sport and their lives. Students may also be unfamiliar with some of the difficulties in certain tests. Children may feel less confident because they are afraid of making mistakes and being noticed by their teachers or coaches and thus indirectly bothering them to take the exam
PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN JIWA BERENTERPRENEUR PADA ANAK USIA DINI
Negara Indonesia mencatat bahwa tingkat pengangguran tertinggi berada pada lingkup lulusan pendidikan dikarenakan kurangnya pengetahuan pelajar mengenai dunia kewirausahaan. Yang dimana semua pihak yang terkait baik orang tua maupun pendidik berpartisipasi penuh untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha. Sehingga diadakannya penelitian ini guna mengetahui bagaimana peran dari orang tua dalam menanamkan jiwa bertenterpeneur kepada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan menggunakan library research dengan mengumpulkan beberapa artikel kemudian mengkaji ulang. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu keluarga memilik peran yang sangat penting dalam menumbuhkan jiwa berenterpreneur pada anak, sehingga orang tua harus bisa memberikan stimulus yang baik dan tepat supaya perkembangan anak dapat berjalan dengan baik. Dalam menumbuhkan jiwa berenterpreneur ini dapat dilakukan dengqan beberapa metode, diantaranya metode pembiasaan, keteladanan, internalisasi, bermain dan reward and punishment
Gambaran Pengetahuan Tentang Pencegahan COVID-19 pada Anak Usia Sekolah: Description Of Knowledge About COVID-19 Prevention In School-Age Children
School-age children have a higher risk of contracting COVID-19 due to a lack of knowledge about how to prevent it, besides that school-age children still like to play with friends their own age. Considering that children are individuals who are susceptible to contracting the disease, therefore knowledge about Covid-19 needs to be given to children to implement preventive behavior and reduce the number of Covid-19 diseases. School-age children have a higher risk of transmission of COVID-19 due to a lack of knowledge about how to prevent it, Besides that, school-age children still like to play with friends their age. In order to fight against an increase in COVID-19 cases, various preventive measures absolutely must be implemented, both by the government and the community. The purpose of this study was to describe the knowledge of Covid-19 prevention in school-age children at SD Solafide Ungaran. The method in this study is to use an analytic descriptive design. The sampling method uses total sampling. Respondents in the study were 85 school-age children who attended Solafide Elementary School in grades 4, 5, and 6. The research instrument used a questionnaire sent via Google form via zoom. The variable in this study is knowledge about preventing covid-19. Data analysis uses frequency distribution. The results of this study were that most of the knowledge the on prevention of COVID-19 in children and in the good category, namely 61 children (71.8%).
Keywords: Children, Knowledge, Covid 19
ABSTRAK
Anak usia sekolah memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penularan COVID-19 karena minimnya pengetahuan tentang cara mencegahnya, disamping itu juga anak usia sekolah masih suka bermain dengan teman – teman seusianya. Mengingat anak merupakan individu yang rentang tertular penyakit maka dari itu pengetahuan tentang covid 19 perlu diberikan kepada anak untuk mewujudkan perilaku pencegahan dan menekan angka penyakit covid 19. Anak usia sekolah memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penularan COVID-19 karena minimnya pengetahuan tentang cara mencegahnya, disamping itu juga anak usia sekolah masih suka bermain dengan teman – teman seusianya. Guna melawan adanya peningkatan kasus COVID-19, maka berbagai tindakan preventif mutlak harus dilaksanakan, baik oleh pemerintah ataupun masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan pencegahan covid 19 pada anak usia sekolah di SD Solafide Ungaran. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif analitik. Metode pengambilan sampling menggunakan total sampling. Responden dalam penelitian adalah anak usia sekolah jumlah 85 anak yang bersekolah di SD solafide pada kelas 4,5 dan 6. Intrumen penelitian mengunakan kuesioner yang dikirim melalui google form melalui zoom. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang pencegahan covid-19. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil dalam penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan pencegahan COVID 19 anak pada keategori baik yaitu 61 anak (71.8%).
Kata kunci : Anak, Pengetahuan, Covid-1
Perilaku Berisiko Hipertensi Pada Remaja di Kabupaten Semarang: Hypertension Risk Behavior In Adolescents In Semarang District
The lifestyle of adolescents in consuming salty and fatty foods and smoking behavior can trigger hypertension. Since the Covid-19 pandemic, there has been a change in the activities carried out, everything is online and learning activities have had an effect on the formation of a new youth lifestyle pattern. This study aims to describe the risk behavior of hypertension in adolescents in Semarang Regency during the Covid-19 pandemic. The chosen method is descriptive with a cross-sectional approach. The sample selected by adolescents who attended high school in Semarang Regency were 121 respondents who were taken by quota sampling, using the considerations of respondents who filled in data on date of birth, sex, blood pressure, weight, and height up to the specified limit. The data collection technique uses a questionnaire through Google forms. The results of the study showed that 14.0% had smoking habits, 54,5% had sweet consumption habits, 52.1% had salty consumption habits, 47.9% had fatty food habits, 29.8% had the habit of not consuming vegetables as much as 67.8% had a habit of not consuming fruit, as much as 23.1% have a habit of consuming fast food, as much as 38.8% have a habit of not doing routine physical activity, as much as 34.7% have a habit of not getting enough sleep, as much as 55.4% did not have a balanced diet to maintain weight, and as many as 11.6% did not manage stress. The results showed that 47.9% of respondents had abnormal pressure, with details of 32 (26.4%) respondents included in that pre-hypertension category, and as many as 26 (21.5%) respondents had experienced hypertension. Therefore, it is necessary to take preventive measures to control blood pressure by avoiding or reducing various risk factors.
Keywords: behavior, hypertension, adolescents
ABSTRAK
Gaya hidup remaja dalam mengkonsumsi makanan asin dan berlemak serta perilaku merokok dapat menjadi pemicu timbulnya hipertensi. Sejak pandemi Covid-19 terjadi perubahan aktivitas yang dilakukan, semua serba online dan kegiatan belajar berpengaruh pada pembentukan pola gaya hidup remaja yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku berisiko hipertensi pada remaja di Kabupaten Semarang pada masa pandemi Covid-19. Metode yang dipilih dekriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang dipilih remaja yang bersekolah SMA yang ada di wilayah Kabupaten Semarang sebanyak 121 responden yang diambil dengan quota sampling, dengan menggunakan pertimbangan responden yang mengisi data tanggal lahir, jenis kelamin, tekanan darah, berat badan dan tinggi badan sampai dengan batas jumlah yang ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Hasil penelitian remaja didapatkan sebanyak 14,0% mempunyai kebiasaan merokok, sebanyak 54,5% mempunyai kebiasaan konsumsi manis, sebanyak 52,1% mempunyai kebiasaan konsumsi asin, sebanyak 47,9% mempunyai kebiasaan konsumsi makanan berlemak, sebanyak 29,8% mempunyai kebiasaan tidak konsumsi sayur, sebanyak 67,8% mempunyai kebiasaan tidak konsumsi buah, sebanyak 23,1% mempunyai kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, sebanyak 38,8% mempunyai kebiasaan tidak aktivitas fisik rutin, sebanyak 34,7% mempunyai kebiasaan tidur tidak cukup, sebanyak 55,4% tidak melakukan diet seimbang untuk mempertahankan berat badan, dan sebanyak 11,6% tidak melakukan pegelolaan stress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,9% responden memiliki tekanan tidak normal, dengan rincian sebanyak 32 (26,4%) responden termasuk dalam kategori pre hipertensi, dan sebanyak 26 (21,5%) responden sudah mengalami kejadian hipertensi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya tindakan pencegahan agar bisa mengendalikan tekanan darahnya dengan menghindari atau mengurangi berbagai faktor risikonya.
Kata kunci: perilaku berisiko, hipertensi, remaj
Teacher Actions in Improving Early Childhood Literacy to Stimulate Critical Reasoning through Picture Cards
Learning literacy in early childhood is the key needed by children to improve children's critical reasoning skills, with the media used as picture letter cards. because it is in accordance with the standard of learning in children, namely playing while learning and having fun. Accordingly, this research is remembered for its Class Action Research type which means improving children's literacy skills through picture cards by stimulating children's critical reasoning abilities. The results showed that there was an increase in children's literacy skills in Nambokido Kindergarten, Unaaha District, Konawe Regency through picture card games. There is a very significant increase using picture letter cards, which is 61.90% in cycle 1 to 85.71% in cycle II. For this situation, the increase is 23.81%. In line with that, it is very good that it can be assumed that early childhood literacy skills can be improved through picture letter cards game
Penanaman Nilai – Nilai Anti Korupsi Melalui Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di Lingkungan SMK: Instilling Anti-Corruption Values Through Socialization of Anti-Corruption Education in Vocational Schools
Anti-corruption values are integrity values that are the basic values of personality that must continue to be carried out in every form of life, especially in the world of education. Therefore, this study aims to determine the picture of knowledge and students' attitudes towards the cultivation of anti-corruption values through the socialization of anti-corruption education within SMK 29 Perintis Ungaran. This study used a quantitative descriptive research design. Population: in this study, There were 44 respondents. The total sample size used in this study was 44 respondents from the entire population. Data are collected through the use of questionnaires in the form of statements. On January 11, 2023, It's time to fill out the questionnaire. The data analysis used in this study is a univariate analysis, which aims to obtain an overview of students' knowledge and attitudes about instilling anti-corruption values through socialization of anti-corruption education at SMK Perintis 29 Ungaran. Pictures of knowledge and attitudes obtained about students' knowledge and attitudes regarding the socialization of anti-corruption education at SMK Perintis 29 Ungaran, namely good knowledge possessed by 52.3% of respondent students, sufficient knowledge by 43.2% of respondent students, and lack of knowledge by 4.5% of respondent students, and positive and negative attitudes towards the socialization of anti-corruption values cultivation at SMK Perintis 29 Ungaran: 86.36% of respondent students have a positive attitude, and 13.64% of respondent students have a negative attitude towards planting anti-corruption values through this socialization. This study concludes that teaching anti-corruption values through socialization Anti-corruption education at SMK Perintis 29 Ungaran is very good and appropriate, even though there is still a lack of knowledge and negative attitudes. This encourages anti-corruption education to be important because students will become the nation's successors. Suggestion: Changing times and technology, especially digital technology, can affect the behavior of students with good character. Therefore, studies on the influence of digital technology advances on anti-corruption education in the school environment are still needed.
Abstrak
Nilai-Nilai anti korupsi merupakan nilai integritas yang menjadi nilai dasar kepribadian yang harus terus di lakukan dalam setiap bentuk kehidupan, terutama dalam dunia Pendidikan oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap siswa terhadap penanaman nilai-nilai anti korupsi melalui sosialisasi pendidikan anti korupsi di lingkungan SMK 29 Perintis Ungaran Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu berjumlah 44 responden. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah 44 responden dari keseluruhaan populasi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dalam bentuk pernyataan yang dilaksanakan pada 11 Januari 2023. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan dan sikap siswa tentang menanamkan nilai-nilai anti-korupsi melalui sosialisasi pendidikan anti-Korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran Hasil penelitian yaitu gambara pengetahuan dan sikap yang diperoleh tentang pengetahuan dan sikap siswa mengenai sosialisasi pendidikan anti-korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran yaitu pengetahuan yang baik dimiliki oleh 52,3%, siswa responden, serta pengetahuan yang cukup terdapat 43,2% siswa responden dan pengetahuan yang kurang 4,5% siswa responden, dan sikap positi dan negative terhadap sosialisasi penanaman nilai-nilai anti-korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran adalah 86,36% siswa responden memiliki sikap positif dan 13,64% siswa responden memiliki sikap negatif terhadap penanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui sosialisasi ini.Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengajarkan nilai-nilai anti korupsi melalui sosialisasi Pendidikan anti-korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran sangat baik dan tepat, meskipun masih ada kurangnya pengetahuan dan sikap negative, hal ini mendorong Pendidikan anti korupsi menjadi penting karena siswa-siswa yang akan mejadi penerus bangsa. Saran: Perubahan zaman dan teknologi, khususnya teknologi digital, dapat mempengaruhi perilaku siswa dengan karakter yang baik; oleh karena itu, studi tentang pengaruh kemajuan teknologi digital pada pendidikan anti korupsi di lingkungan sekolah masih diperlukan
Prinsip Kepemimpinan Moral Spiritual Sekolah Dalam Pembangunan Karakter PAUD di TK Nurul Hidayah Kabupaten Serdang Bedagai: Principles of School Spiritual Moral Leadership in PAUD Character Building in Kindergarten Nurul Hidayah, Serdang Bedagai District
Early childhood education is a fundamental educational process. Children at an early age will find it very easy to imitate or imitate what they see so that with the ability of the principal to display leadership that emphasizes the moral-spiritual aspect, it will be able to help early childhood in shaping their character. This study aims to find out how spiritual-moral-based principal leadership can improve character learning. The research method uses a descriptive qualitative approach. The results of the study show that through a moral-spiritual leadership approach there are three stages in the formation of character, namely moral knowing; moral feeling; and moral action is easier to implement through the learning process. As input material for school principals, they should choose a moral-spiritual leadership approach in forming character, namely moral knowing; moral feeling; and moral action is easier to implement through the learning process. The selection of the right spiritual-moral leadership approach can influence the formation of the character of student achievement.
ABSTRAK
Pendidikan anak usia dini merupakan proses pendidikan yang fundamental. Anak di usia dini akan sangat mudah dalam meniru atau mencontoh apa saja yang dilihatnya sehingga dengan kemampuan kepala sekolah menampilkan kepemimpinan yang menonjolkan pada aspek moral spiritual akan mampu membantu anak usia dini dalam membentuk karakternya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan kepala sekolah berbasis moral spiritual mampu meningkatkan pembelajaran karakter. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan kepemimpinan moral spiritual tiga tahapan dalam pembentukan karaktek yakni moral knowing; moral feeling; dan moral action lebih mudah diimplementasikan melalui proses pembelajaran. Sebagai bahan masukan bagi kepala sekolah sebaiknya memilih pendekatan kepemimpinan moral spiritual dalam pembentukan karaktek yakni moral knowing; moral feeling; dan moral action lebih mudah diimplementasikan melalui proses pembelajaran. Pemilihan pendekatan kepemimpinan moral spiritual yang tepat dapat berpengaruh terhadap dalam pembentukan karaktek pencapaian prestasi belajar siswa
Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini di : Visits to Shopping Centers as an Effort to Improve Early Childhood Social Skills in TAAM Ihya Assunnah Tasikmalaya
This research is motivated by the importance of improving social skills for early childhood because social skills will become a provision for their activities as social beings in the surrounding environment. One of the learning methods in PAUD institutions is outing class. Outing class activities are learning activities carried out outside the classroom. One of the outing class activities organized by TAAM Ihya Assunnah is visiting shopping centers or supermarkets in the neighborhood around the school. This study aims to determine the effectiveness of visiting shopping centers in an effort to improve early childhood social skills. The research method used in this research is descriptive qualitative research method, where the research results are described descriptively. Research using data collection techniques of observation, interviews, and documentation. Observations were made to observe the activities of visiting shopping centers or supermarkets and their relation to early childhood social skills. The interview technique was conducted with one of the TAAM Ihya Assunnah educators to find out more about the concept of social skills development activities held at TAAM Ihya Assunnah. Documentation techniques are used as information materials to support research findings. Based on research, it can be seen that visiting shopping centers can improve early childhood social skills. Children can practice communicating, conversing, practicing a culture of queuing and interacting with other visitors, and developing an attitude of confidence and honesty in children making transactions. This can be an effort to improve social skills of early childhood. The importance of PAUD teachers to be more innovative and varied in organizing learning to improve early childhood social skills. Learning should be packaged in an attractive way so that it motivates children to improve their social skills.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan keterampilan sosial bagi anak usia dini sebab keterampilan sosial akan menjadi bekal dalam aktivitasnya sebagai makhluk sosial di lingkungan sekitar. Salah satu metode pembelajaran di lembaga PAUD adalah outing class. Kegiatan outing class merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Salah satu kegiatan outing class yang diselenggarakan oleh TAAM Ihya Assunnah adalah mengunjungi pusat perbelanjaan atau supermarket yang berada di lingkungan sekitar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan mengunjungi pusat perbelanjaan dalam upaya meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana hasil penelitian dijabarkan secara deskriptif. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan mengunjungi pusat perbelanjaan atau supermarket serta kaitannya dalam keterampilan sosial anak usia dini. Teknik wawancara dilakukan kepada salah satu pendidik TAAM Ihya Assunnah untuk mengetahui lebih dalam mengenai konsep aktivitas pengembangan keterampilan sosial yang diselenggarakan di TAAM Ihya Assunnah. Teknik dokumentasi dilakukan sebagai bahan informasi untuk menunjang temuan penelitian. Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa kegiatan mengunjungi pusat perbelanjaan dapat meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini. Anak dapat melatih berkomunikasi, bercakap-cakap, melatih budaya mengantri, dan berinteraksi dengan pengunjung lain, dan mengembangkan sikap kepercayaan diri dan kejujuran anak dalam melakukan transaksi. Hal tersebut dapat menjadi upaya meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini. Pentingnya guru PAUD untuk lebih inovatif dan variatif dalam menyelenggarakan pembelajaran bagi peningkatan keterampilan sosial anak usia dini. Pembelajaran hendaknya dikemas semenarik sehingga memotivasi anak untuk meningkatkan keterampilan sosialnya