Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Pengenalan Bangun Datar dalam Mengembangkan Aspek Kognitif Melalui Permainan Papan Geometri Pintar (Papingeo) pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun di TK Pratama Widya Pasraman Gurukula : Introduction of Flat Shapes in Developing Cognitive Aspects Through Smart Geometry Board Games (Papingeo) in Early Childhood 5-6 Years in Widya Pasraman Gurukula Primary Kindergarten
Papingeo is a game that uses a geometric board used as an educational game tool that stimulates the development of cognitive aspects of early childhood. Widya Pasraman Gurukula Primary Kindergarten utilizes this game as a cognitive aspect learning process. The purpose of the research is to explore the extent to which this game is useful and effective for early childhood in Widya Pasraman Gurukula Primary Kindergarten. The method used is qualitative with a descriptive approach. Sources of data are teachers and 43 students aged 5-6 years Widya Pasraman Gurukula Primary Kindergarten. Data collection techniques through observation, interviews and documentary studies. Data analysis was carried out using Jean Piaget's cognitive theory and Lev Vygotsky's constructivist learning theory. The results showed that the introduction of flat shapes through the Papingeo game was effective in developing children's cognitive aspects. Through this game, children can become familiar with geometric shapes, strengthen their understanding of size and shape, and develop problem-solving skills, logical thinking, and creativity. In addition, this game also involves social interaction, improves concentration, and creates a fun learning experience. The conclusion of this study is that the Papingeo game can be used as an effective approach in the introduction of flat shapes in children aged 5-6 years, with the potential to improve overall cognitive development.
ABSTRAK
Papingeo adalah permaianan yang menggunakan papan geometri digunakan sebagai alat permainan edukasi yang menstimulasi perkembangan aspek kognitif anak usia dini. TK Pratama Widya Pasraman Gurukula memanfaatkan permainan ini sebagai salah satu proses pembelajaran aspek kognitif. Tujuan penelitiaan adalah untuk menggali sejauh mana permainan ini bermanfaat dan efektif bagi anak usia dini di TK Pratama Widya Pasraman Gurukula. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data adalah guru dan 43 siswa usia 5-6 tahun TK Pratama Widya Pasraman Gurukula. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumantasi. Analisis data dilakukan dengan teori kognitif Jean Piaget dan teori pembelajaran konstruktivis Lev Vygotsky Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan bangun datar melalui permainan Papingeo efektif dalam mengembangkan aspek kognitif anak-anak. Melalui permainan ini, anak-anak dapat mengenal berbagai bentuk geometris, memperkuat pemahaman mereka tentang ukuran dan bentuk, serta mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, pemikiran logis, dan kreativitas. Selain itu, permainan ini juga melibatkan interaksi sosial, meningkatkan konsentrasi, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kesimpulan penelitian ini adalah permainan Papingeo dapat digunakan sebagai pendekatan yang efektif dalam pengenalan bangun datar pada anak usia 5-6 tahun, dengan potensi untuk meningkatkan perkembangan kognitif secara menyeluruh
Implementasi Fitur Kelas Virtual TVSekolah dalam mengembangkan kecerdasan visual spasial pada Anak Usia Dini di SPS Negeri Abdi Praja Cilincing: Implementation of the School Virtual TV Class Feature in developing spatial visual intelligence in Early Childhood at SPS Negeri Abdi Praja Cilincing
This research will be carried out in May-June 2023 at SPS Negeri Bale Play Abdi Praja The problem found in this study is the lack of special visual intelligence skills in children aged 4-5 years at SPS Negeri Bale Play Abdi Praja. With the role of virtual classes in improving spatial visual intelligence in children aged 4-5 years. The success rate is very significant after the School TV program in improving special visual intelligence in children aged 4-5 years at SPS Negeri Bale Play Abdi Praja. Through qualitative descriptive research methods and data collection through observation, documentation and interviews, the role of the virtual classroom is so great in developing special visual intelligence in early childhood. With results in the second cycle of 66,6 %, namely 10 successful children from 15 students.It can be seen that thedevelopment is not as expected conducteda study in the fourth cycle with a result of 86.6%, thus based on the results achieved in the fourth cyclthe class action research in this study was considered successful in developing spatial visual harmony through virtual classes on School TV.
ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei -Juni 2023 di SPS Negeri Bale Bermain Abdi Praja masalah yang ditemukan pada penelitian kali ini,adalah kurangnya kemampuan kecerdasan visual special pada anak usia 4-5 tahun di SPS Negeri Bale Bermain Abdi Praja .Dengan peran virtual class dalam meningkatkan kecerdasan visual spasial pada anak usia 4-5tahun .Tingkat keberhasilan sangat signifikan setelah adanya program TV Sekolah dalam meningkatkan Kecerdasan visual special pada anak usia 4-5 tahun di SPS Negeri Bale Bermain Abdi Praja .Melalui metode penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas )dan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara maka peran Kelas virtual begitu besar dalam mengembangkan kecerdasan visual spasial anak usia dini. Dengan hasil pada siklus kedua sebesar 66,6 % yaitu 10 anak yang berhasil dari 15 siswa.Sudah dapat dilihat perkembangannya meski belum sesuai yang diharapkan maka peneliti Menyusun rancangan penelitian yang dilanjutkan dengan kegiatan selanjutnya .Siklus ketiga dengan perolehan hasil sebesar 73,3% Dengan demikian setelah dilakukan refleksi maka peneliti melakukan penelitian pad siklus keempat dengan hasil 86,6% dengan demikian berdasarkan hasil yang dicapai pada siklus keempat maka peneliitian tindakan kelas pada penelitian ini dinaggap berhasil dalam Pengembangan kesecradasan visual spasial melalui kelas virtual pada TV Sekolah
PENINGKATAN LITERASI BUKU DIGITAL PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) ORKAPI DESA KALISIDI, KECAMATAN UNGARAN BARAT, KABUPATEN SEMARANG
Literasi Digital memainkan peran yang sangat penting di era globalisasi saat ini karena hampir seluruh aspek kehdupan berkaitan dengan teknologi. Salah satu bentuk digitalisasi yang terus dikembangkan dalam dunia pendidikan adalah penggunaan buku digital atau lumrah disebut e-book. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyediakan berbagai sumber belajar bagi masyarakat dalam bentuk e-book yang bisa diunduh secara gratis. Oleh karena itu, pengenalan tentang e-book kepada generasi muda sangatlah penting untuk dilakukan, khususnya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Orkapi, Desa Kalisidi, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Hal yang telah dilakukan oleh tim pengabdian adalah memperkanalkan sumber-sumber yang disediakan Pemerintah untuk mengunduh e-book untuk memperkaya sumber belajar secara gratis. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa para peserta sangat antusias mengetahui sumber-sumber tersebut karena mereka bisa secara langsung mengakses dan mengunduh e-book tersebut melalui gawai yang mereka miliki.
Kata Kunci: literasi digital, e-book, buku digital, PKB
MANAJEMEN ASOSIASI SEPAKBOLA KABUPATEN (ASKAB) PSSI WONOSOBO
Wonosobo is one of those cities where this hasn’t happened in recent years had good football achievements. Problems such as ineffective communication between organizations and parties that play an important role in determining good performance and there are no adequate training infrastructure.This study aims to find out how the management of the PSSI Wonosobo Regency Football Association is in implementing management functions in the PSSI Wonosobo Regency Football Association. This type of research is descriptive and qualitative. Data collection methods by observation, interviews, and documentation. Research subjects consisted of 6 respondents, namely 2 administrators, 2 coaches, and 2 Wonosobo football athletes. The data analysis techniques used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are (1) The implementation of the ASKAB PSSI Wonosobo program has been carried out well, (2) The training facilities and infrastructure are still very limited, (3) The management organization of the ASKAB PSSI Wonosobo program is in the process of improving the quality of performance. The conclusion from the results of this study is that the management of ASKAB PSSI Wonosobo which consuls of planning, organizing leadership and supervision has not gone well, there is still much that needs to be improved to make ASKAB PSSI Wonosobo even better.
Abstrak
Wonosobo adalah salah satu kota yang tidak memiliki kesuksesan sepakbola yang bagus dalam beberapa tahun terkahir. Masalah seperti komunikasi yang tidak efektif antara organisasi dan pihak yang berperan penting dalam menentukan kinerja yang baik dan kurangnya infrastruktur pelatihan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pengelolaan Asosiasi Sepakbola Kabupaten PSSI Wonosobo dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen di Asosiasi Sepakbola Kabupaten PSSI Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 6 responden yaitu 2 pengurus, 2 pelatih, dan 2 atlet sepakbola Wonosobo. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu (1) Pelaksanaan program ASKAB PSSI Wonosobo sudah dilaksanakan dengan baik, (2) Sarana dan prasarana latihan yang masih sangat terbatas, (3) Penyelenggaraan program ASKAB PSSI Wonosobo saat ini sedang meningkatkan kualitas kinerjanya. Kesimpulan tentang hasil penelitian ini adalah manajemen ASKAB PSSI Wonosobo yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian kepemimpinan serta pengawasan belum berjalan dengan baik, masih banyak yang perlu ditingkatkan untuk menjadikan ASKAB PSSI Wonosobo lebih baik lagi.
Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Penghindaran Pajak di Perusahaan Tambang yang Terdaftar di BEI (Studi Kasus Perusahaan Tambang pada Tahun 2016-2020)
Many cases of tax avoidance are often carried out by large companies in Indonesia which are very detrimental to state revenues. One of them is the mining sector company which is the fourth largest tax contributor in Indonesia. The purpose of this study is to determine the effect of return on assets, leverage and capital intensity on tax avoidance. This study uses quantitative research methods and uses secondary data in the form of the company's annual financial reports. The population in this study were all mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2016 to 2020. The sample used in this study used the purposive sampling method to obtain 20 companies during the observation period of 5 consecutive years, so that 100 samples were obtained. The results of this study indicate that return on asset has a significant effect on tax evasion. Leverage has no significant effect on tax avoidance. Capital intensity has no significant effect on tax avoidance.
Abstrak
Banyak kasus penghindaran pajak kerap dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang sangat merugikan bagi penerimaan negara. Salah satunya yaitu perusahaan sektor pertambangan yang menjadi penyumbang pajak terbesar keempat di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh return on asset, leverage dan intensitas modal terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016 hingga 2020. Sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling didapat 20 perusahaan selama periode pengamatan 5 tahun berturut-turut, sehingga didapat 100 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa return on asset berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap pen
Pengelolaan Defisit Pengetahuan Tentang Nutrisi Bayi Pada Ibu Dengan Post Partum Spontan Dengan Preeklampsia
Masalah pemberian ASI eksklusif di Indonesia sangatlah memprihatinkan, karena banyak yang lebih memilih susu formula. Sehingga berdampak pada status gizi bayi. Faktor penyebabnya promosi susu formula yang intensif, ibu yang bekerja, dan kurangnya pengetahuan tentang nutrisi bayi. Oleh karena itu, penting memutuskan dalam pemberian ASI eksklusif. Tujuan penulisan ini untuk menggambarkan pengelolaan defisit pengetahuan tentang nutrisi bayi pada ibu yang mengalami postpartum spontan dengan preeklampsia di RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan rancangan studi kasus. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai kesehatan, khususnya pemberian ASI eksklusif melalui penyuluhan. Pengelolaan defisit pengetahuan tentang nutrisi bayi dilakukan pada pasien yang melahirkan dengan preeklampsia dan mengalami defisit pengetahuan nutrisi bayi. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian, analisis data, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Tindakan yang dilakukan meliputi edukasi orangtua di fase bayi, promosi ASI ekslusif, pijat laktasi, dan edukasi nutrisi bayi. Setelah pengelolaan defisit pengetahuan selama 3 hari tentang nutrisi bayi pasien dapat menjelaskan kembali mengenai manfaat ASI eksklusif untuk nutrisi bayi, cara memerah ASI dengan benar dan dampak bila ibu menyusui kurang gizi. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar pelayanan kesehatan dapat menyusun jadwal terstruktur yang mencakup informasi yang relevan selama masa kehamilan (antenatal), persalinan (intranatal), dan pasca persalinan (postnatal), terutama informasi terkait dengan nutrisi bayi
Studi Pengetahuan Remaja terhadap Perilaku Keikutsertaan Vaksinasi Covid-19
Coronavirus Disease 19 (Covid-19) sudah lebih dari dua tahun berjalan dan masih menjadi pandemi di beberapa negara, tidak terkecuali di negara Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Penerapan protokol kesehatan yang ketat dan pemberian vaksinasi dirasakan cukup efektif dalam menurunkan angka Covid-19. Vaksinasi Covid-19 diberikan kepada lanjut usia, dewasa, anak dan tidak terkecuali remaja yang juga rentan mengalami infeksi Covid-19. Tingkat pengetahuan dan tingginya keikutsertaan remaja diharapkan mampu memutus rantai penularan dan menurunkan angka kejadian Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang vaksinasi Covid-19 dengan perilaku remaja dalam keikutsertaan vaksinasi Covid-19. Jenis penelitian adalah non-eksperimen dengan rancangan korelasional dan desain cross sectional. Responden penelitian ini dengan jumlah sampel 47 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan umur terbanyak adalah remaja dengan kategori remaja lanjut (57,4%), jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki (53,2%), tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 berkategori baik (55,3%), perilaku dengan kategori ikut vaksinasi (89,4%). Nilai korelasi Chi Square hubungan pengetahuan dengan perilaku menunjukkan nilai p value = 0,045 (p<0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku remaja dalam keikutsertaan vaksinasi Covid-19. Pemberian informasi yang baik dan benar akan mendorong keikutsertaan remaja dalam vaksinasi Covid-1
Studi Deskriptif Interaksi Ibu dalam Pengasuhan Balita : Descriptive Study of Maternal Interaction in Raising Toddlers
The quality of a child's future is determined by optimal development and growth of the child, so that detection, stimulation and intervention for various causes of growth and development are carried out from an early age. Parents are expected to be able to prepare optimal child development as a whole so that children will have good adaptability in their environment, including the ability to overcome problems, self-regulate, organize their thoughts and behave well. The stimulation that parents provide must also refer to the child's development stage, of course by paying attention to individual differences and based on interactions in the environment around the child, the main principle of parenting in the child's development process that parents need to carry out, namely building good communication with the child. Parental knowledge will determine parental behavior in providing stimulation. This research aims to determine the description of maternal knowledge, interaction between mother and child and parenting behavior in child development. The method in this research is quantitative descriptive with a cross sectional design. The population in this study is mothers who have toddlers aged 0-36 months in Candirejo sub-district with a sample size of 40 respondents. The instrument used was the MABISC questionnaire. The results of this research are that the level of mother's knowledge about toddler development is good, mother and child interaction is good and parenting behavior is good.
Abstrak
Kualitas masa depan anak ditentukan oleh perkembangan dan pertumbuhan anak yang optimal, Sehingga deteksi, stimulasi dan intervensi berbagai penyimpanan pertumbuhan dan perkembangan dilakukan sejak dini. Orangtua diharapkan dapat mempersiapkan perkembangan anak yang optimal secara menyeluruh sehingga anak akan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di lingkungannya, diantaranya kemampuan dalam mengatasi masalah, regulasi diri, menata pikiran, dan berperilaku dengan baik. Stimulasi yang orangtua berikan juga harus mengacu pada tahap perkembangan anak, tentunya dengan memerhatikan perbedaan individu dan berbasis interaksi pada lingkungan sekitar anak, prinsip pokok pengasuhan dalam proses perkembangan anak yang perlu orangtua lakukan, yaitu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Pengetahuan orang tua akan menentukan perilaku orang tua dalam memberikan stimulasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu, interaksi ibu dan anak serta perilaku pengasuhan perkembangan anak. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitattif dengan desain cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 0-36 bulan di kelurahan Candirejo dengan jumlah sampel 40 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MABISC. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat Pengetahuan Ibu tentang perkembangan Balita baik, Interaksi Ibu Dan Anak baik dan Perilaku Pengasuhan Anak bai
The The Meaning of Indonesian Culture in the Vocabulary of Indonesian Language Textbooks for Japanese Speakers
The aim of this research is to describe the lexical and cultural meanings, as well as the functions of cultural vocabulary in Indonesian language textbooks for Japanese learners. The research employs an ethnolinguistic approach and utilizes a descriptive method. Data is collected through observation and note-taking techniques. The data sources include the books Yasashii shoho no Indonesia Go,Nichijou Indonesia Go Kaiwa Neitibu Hyougen, and Kaisoku Masutaa Indonesia Go. The data under consideration consists of cultural vocabulary. Ten cultural vocabulary terms were identified: koucha, yakitori, rebaran, oukyuu, borobudu-ru jiin, gado gado, chanan, gamuran, and sarun. The cultural meanings derived from these vocabulary terms encompass etiquette and familiarity, mutual respect in diversity, forgiveness, and social bonds, orderliness, conceptualization, and structure, religiosity, environmental appreciation, artistic passion, tolerance, cooperation, simplicity, and courtesy. In terms of functionality, some lexicons undergo functional changes, while others remain unchanged. Lexicons such as koucha, yakitori, gado gado, gamuran, kubaya, and sarun experience functional changes, whereas rebaran, oukyuu, Borobudu-ru jiin, and chanan remain unchanged
Peningkatan Kualitas Hidup Melalui Pelatihan Pengelolaan Limbah Padat Tekstil Pada Karang Taruna Desa Sekebrok dalam Mewujudkan Smart People and Economy
The increasing industrial sector in Semarang Regency not only has a positive impact on job creation but can also have a negative impact on environmental conditions. The impact of the textile industry sector causes environmental pollution from liquid waste, gas waste and solid waste from the production process, which can lead to an increase in textile solid waste. Beji Sekebrok Village is one of the areas in Semarang Regency that is close to the textile industry. In the area there are still many textile waste storage warehouses in the form of rags that have not been processed properly. This is due to the low knowledge of the community, especially teenagers, in managing textile solid waste that has the potential to pollute the environment. The community service team carried out activities in Beji Village targeting teenagers who are members of the AKRAB Youth Organization. Activities are carried out through education, counseling, socialization and training related to solid waste management and the use of digital marketing. The results of educational and counseling activities obtained an increase in knowledge of adolescents in the good category by 23.34% about textile solid waste management and an increase in knowledge by 13.34% about the use of digital marketing. This activity was attended by 30 teenagers who collaborated with the local community to produce handicraft products with economic value. Products produced by teenagers in this activity include totebags, sling bags, schruncie, clothes, placemats, headbands, pillowcases, pencil cases, back drawstring bags, pouch bags, and coasters.
ABSTRAK
Meningkatnya sektor industri yang ada di kabupaten Semarang selain memberikan dampak positif dalam membuka lapangan pekerjaan juga dapat berdampak buruk terhadap kondisi lingkungan. Dampak dari adanya sektor industri tekstil menimbulkan pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah cair, limbah gas dan limbah padat dari proses produksi. dapat menyebabkan peningkatan limbah padat tekstil. Desa Beji Sekebrok merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Semarang yang berdekatan dengan industri tekstil. Di wilayah tersebut masih banyak ditemukan gudang penyimpanan limbah tekstil berupa kain perca yang belum diolah dengan baik. Hal tersebut disebabkan karena rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya remaja dalam pengelolaan limbah padat tekstil yang berpotensi mencemari lingkungan. Tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan di Desa Beji dengan sasaran para remaja yang menjadi anggota Karang Taruna AKRAB. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi, penyuluhan, sosialisasi dan pelatihan terkait pengelolaan limbah padat dan pemanfaatan digital marketing. Hasil dari kegiatan edukasi dan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan remaja dengan kategori baik sebesar 23,34% tentang pengelolaan limbah padat tekstil dan peningkatan pengetahuan sebesar 13,34% tentang pemanfaatan digital marketing. Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 remaja yang berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk menghasilkan produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Produk yang dihasilkan remaja dalam kegiatan ini antara lain totebag, tas selempang, schruncie, baju, tatakan piring, bando, sarung bantal, tempat pensil, tas serut punggung, pouch bag, dan tatakan gelas