Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Kemandirian ADL (Activity Of Daily Living) Anak Tunagrahita Sedang di SLB N Purwosari Kudus
Children with mental retardation have abnormalities in terms of intelligence which are characterized by limited intelligence, inability to interact socially and obstacles in the development of independence. One of the factors that influence the independence of mentally retarded children is from parenting, where parents have an important role in growing children's independence by providing parenting patterns that are in accordance with the child's potential. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting patterns and the independence of ADL (Activity of Daily Living) for moderately retarded mentally retarded children at SLB N Purwosari Kudus. This study uses a quantitative correlation method with a cross sectional approach. The data used by parents and children with moderate mental retardation at SLB N Purwosari Kudus in 2021/2022. The sample technique used in this research is purposive sample with 44 respondents. Data analysis in this study used the Chi-Square test calculation. Parents who apply well parenting with the level of independence of independent children as many as 7 children, poor parenting with the independence of independent children as many as 25 children and bad parenting with the category of less independent independence as many as 2 children. From the Chi-Square test, the p value was 0.016 (p<0.05). There is a relationship between parenting style and ADL (Activity of Daily Living) independence for moderately mentally retarded children at SLB N Purwosari Kudus.
Abstrak
Anak tunagrahita memiliki dependensi dari segi kecerdasan yang ditandai dengan keterbatasan intelegensi, ketidakmampuan dalam berinteraksi sosial dan hambatan dalam perkembangan untuk melakukan kemandirian. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian anak tunagrahita adalah dari pola asuh orang tua, dimana orang tua mempunyai peranan penting dalam menumbuhkan kemandirian anak dengan memberikan pola asuh yang sesuai dengan potensi anak. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian ADL (Activity of Daily Living) anak tunagrahita sedang di SLB N Purwosari Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional (pendekatan silang). data yang digunakan yaitu data orang tua dan anak tunagrahita sedang di SLB N Purwosari Kudus tahun 2021/2022. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan 44 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunaka perhitungan uji Chi-Square. Hasil Orang tua yang menerapkan pola asuh baik dengan tingkat kemandirian anak mandiri sebanyak 7 anak, pola asuh kurang baik dengan kemandirian anak yang mandiri sebanyak 25 anak dan pola asuh tidak baik dengan kategori kemandirian kurang mandiri sebanyak 2 anak. Dari uji Chi-Square didapatkan hasil p value 0,016 (p<0,05). Terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian ADL (Activity of Daily Living) anak tunagrahita sedang di SLB N Purwosari Kudus
Analisa Kadar Flavonoid Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Tanaman Sawi Langit (Vernonia Cinerea L) dengan Metode Spektrofotometri Visible: Analysis Flavonoid Content Of The Ethyl Acetate Fraction Of the Sawi Langit (Vernonia Cinerea L) Ethanol Extract Using Visible Spectrophotometry Method
Sawi Langit (Vernonia Cinerea L) is a weed that grows wild with great potential as a medicinal plant. The purpose of this study was to determine the content of flavonoid compounds and to determine the levels of flavonoids from the ethyl acetate fraction of the ethanol extract of Sawi Langit using spectrophotometry vis. The method of this study is simplicia was extracted with 70% ethanol using the maceration method, then fractionated with n-hexane, ethyl acetate, and water (4:1:5). Thin layer chromatography test using butanol: acetic acid: water as the eluent (4:1:5). Then the concentration of the ethyl acetate fraction of the extract Sawi Langit was determined using the spectrophotometric method vis. The results of this study are identification of the ethyl acetate fraction of the ethanol extract of Sawi Langit (Vernonia cinerea L.) using layer chromatography (TLC) showed positive for containing flavonoids at a value (Rf 0.71) and quercetin standard (Rf 0.73) with a difference of 0.02. Vis spectrophotometry results in the wavelength range of 400-800 nm, showed an absorption peak at 424nm. The results showed that the flavonoid content of the Ethyl Acetate Fraction of Ethanol Extract of Mustard Greens (Vernonia Cinerea L) was 0.819%. Flavonoid compounds contained can be antioxidants and can reduce the risk of cancer, inflammation to antibacterial.
ABSTRAK
Sawi langit (Vernonia Cinerea L) merupakan gulma yang tumbuh liar berpotensi besar sebagai tanaman obat. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui kandungan senyawa flavonoid dan mengetahui kadar flavonoid dari fraksi etil asetat ekstrak etanol sawi langit menggunakan spektrofotometri vis. Metode penelitian ini adalah simplisia diekstraksi dengan pelarut etanol 70 % menggunakan metode maserasi, kemudian difraksinasi dengan n-heksan, etil asetat, dan air (4:1:5). Uji kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan eluen butanol: asam asetat : air (4:1:5). Kemudian dilakukan penetapan kadar fraksi etil asetat ekstrak sawi langit dengan metode spektrofotometri vis. Hasil identifikasi fraksi etil asetat ekstrak etanol sawi langit (Vernonia cinerea L.) menggunakan KLT menunjukkan positif mengandung flavonoid dengan nilai Rf 0,71 dan nilai Rf baku pembanding quersetin adalah 0,73, dengan selisih 0,02. Hasil spektrofotometri visible pada range panjang gelombang 400-800 nm, menunjukan puncak serapan pada 424 nm. Hasil penelitian didapatkan kadar flavonoid Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Sawi Langit (Vernonia Cinerea L) sebesar 8,2 %. Senyawa flavonoid yang terkandung dapat menjadi antioksidan dan dapat mengurangi resiko penyakit kanker, peradangan hingga antibakteri
Implementasi Media PowerPoint dalam Mengembangakan Kemampuan Mengenal Angka dan Huruf
Media powerpoint biasanya hanya digunakan siswa sekolah menengah ke atas, mahasiswa, pekerja kantoran dan lainnya. Padahal, semakin berkembangnya teknologi mengharuskan para pendidik khususnya guru PAUD untuk lebih siap dan terampil dalam menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Hal tersebut dapat meningkatkan kompetensi guru PAUD maupun kualitas lembaga sekolahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan media powerpoint dalam mengembangakan kemampuan mengenal angka dan huruf. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilaksanakan di RA Perwanida Ketintang Surabaya kelompok A1 dan wawancara kepada kepala sekolah dan guru kelas A1. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Analisis hasil penelitian menunjukkan 1) Implementasi media powerpoint di RA Perwanida saat pembelajaran zoom class tidak monoton dan siswa ikut terlibat aktif karena terdapat tampilan teks dan gambar; 2) Hasil uji coba penerapan media powerpoint untuk mengenalkan angka dan huruf pada anak menunjukkan bahwa siswa kelompok A1 dapat berkembang sesuai harapan (BSH) dengan mampu menyebut, menunjuk, membilang, menghitung dan menulis angka maupun huruf. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemahaman dan masukan pada guru PAUD atau pengajar lainnya bahwa media powerpoint juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif
Sekolah Zero Bullying dengan Penguatan Pendidikan Karakter di SMK Nusa Persada Tengaran
The rise of cases of violence that occur, especially at school age, makes parents and educators worry about their children's future. According to the Program for International Students Assessment (PISA) in Indonesia in 2018 as many as 41% of students had experienced bullying (bullying). In the same year, Indonesia was also in 5th position out of 78 countries with the most bullied students. This figure is truly ironic in the midst of the function of schools as a place to seek knowledge, develop one's potential and achievements, educate personal character, but instead they are used as a place to show off and bully their friends which causes the destruction of our generation. One way to prevent and create schools that have zero bullying is to strengthen character education among students. This community service aims to strengthen and increase students' knowledge about character education. This community service activity was held on March 7 2023 at Nusa Persada Tengaran Vocational School, which was attended by 46 class XI students with great enthusiasm. The methods used are lectures, discussions and character strengthening games. Activities given to strengthen the character of students is to provide strengthening of character education with character development material, forms of juvenile delinquency and bullying. Knowledge of students before being given health education about strengthening character education has a minimum value of 6 and a maximum of 9 and an average value of 7.75, and after being given health education there is an increase in adolescent knowledge about strengthening character education with an average score of 8.85, with a minimum score of 7 and a maximum of 10. This shows that this service activity is able to strengthen and increase students' knowledge about character education. It is hoped that activities that build the character of students like this can be carried out continuously to increase the positive character of students.
ABSTRAK
Maraknya kasus kekerasan yang terjadi khususnya pada usia anak sekolah membuat kalangan orang tua dan para pendidik khawatir terhadap masa depan anak. Menurut Programme for Internasional Students Assesment (PISA) di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 41% siswa pernah mengalami perundungan (bullying). Di tahun yang sama, Indonesia juga berada pada posisi ke-5 dari 78 negara dengan murid yang mengalami perundungan paling banyak. Angka ini sungguh menjadi ironi di tengah fungsi sekolah sebagai tempat mencari ilmu, mengembangkan potensi dan prestasi seseorang, mendidik karaktek pribadi, namun dijadikan malah menjadi tempat ajang unjuk gigi dan membully temannya yang menyebabkan hancurnya generasi kita. Salah satu cara untuk mencegah dan mewujudkan sekolah yang zero bullying adalah dengan menguatkan pendidikan karakter di kalangan siswa/siswi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan dan meningkatkan pengetahuan siswa/siswi tentang pendidikan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini pada tanggal 7 maret 2023 di SMK Nusa Persada Tengaran, yang diikuti oleh 46 siswa/siswi kelas XI dengan antusiasme yang tinggi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan game penguatan karakter. Kegiatan yang diberikan untuk menguatkan karakter siswa/siswi adalah dengan memberikan penguatan pendidikan karakter dengan materi pengembangan karakter, bentuk kenakalan remaja dan bullying. Pengetahuan siswa/siswi sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang penguatan pendidikan karakter nilai minimal 6 dan maksimal 9 serta nilai rata-rata 7.75, dan setelah diberikan Pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang penguatan Pendidikan karakter dengan rata-rata nilai sebesar 8.85, dengan nilai minimal 7 dan maksimal 10. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini mampu menguatkan dan meningkatan pengetahuan siswa/siswi tentang pendidikan karakter. Diharapkan kegiatan yang membangun karakter siswa/siswi seperti ini dapat dilakukan secara continue untuk meningkatkan karakter positif peserta didik
Pelatihan Kader Kelompok Kerja Kesehatan (Pokjakes) dalam Pemantauan Status Gizi Wanita Usia Subur (WUS)
Nutrition investment on reproductive age women is important for poverty alleviation. Nutritional problems on reproductive age women such as chronic energy deficiency and anemia can continue while they are pregnant until in the 1000 days of life of their babies. It can lead to decrease productivity as adults. Pokjakes in community established to help solve nutritional problems including on reproductive age women. Pokjakes played a role in nutrition screening and report the result to health community center. Based on observation, Pokjakes cadre in RW V Pudakpayung Banyumanik Semarang lack of nutrition screening skills on reproductive age women. This course was conducted using lecture and demonstration method to solve the problem. The course aimed to improve cadre skills and data reported to health community centre more valid. Activity followed by 22 cadres. Skills of cadres increased after training with p<0,05. Course method with lecture and demonstration can improve pokjakes cadres skills on nutrition screening
ABSTRAK
Investasi gizi pada kelompok WUS harus menjadi bagian dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Masalah gizi pada kelompok WUS seperti kekurangan energi kronis dan anemia dapat berlanjut pada masa kehamilan dan berlanjut hingga 1000 hari pertama kehidupan bahkan dapat berdampak pada penurunan produktivitas pada usia dewasa. Pokjakes di masyarakat dibentuk untuk membantu memecahkan masalah gizi termasuk WUS salah satunya adalah membantu penapisan gizi untuk dilaporkan ke Puskesmas. Berdasarkan hasil pengamatan, Kader Pokjakes di RW V Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik Semarang masih kurang keterampilannya dalam melakukan penapisan gizi pada WUS. Kegiatan pelatihan dengan metode ceramah dan demonstrasi dilaksanakan untuk mengatasi masalah tersebut. Kegiatan dimaksudkan agar keterampilan Kader meningkat dan data yang dilaporkan ke Puskesmas lebih valid. Kegiatan diikuti 22 orang. Keterampilan kader meningkat setelah pelatihan dengan nilai p<0.05. Metode pelatihan dengan ceramah dan demonstrasi dapat meningkatkan keterampilan Kader Pokjakes dalam melakukan penapisan gizi pada WUS
Penanaman Nilai – Nilai Anti Korupsi Melalui Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di Lingkungan SMK
UU No. 30 of 2002, Article 13, states that the KPK has the authority to organize anti-corruption education programs at every level of education. Efforts to implement an anti-corruption education program were followed up by establishing cooperation between the Ministry of National Education and several educational institutions (elementary, junior high, and high school) and universities. Students will be the next generation of the nation, so they must be introduced to the application of anti-corruption educational values starting from small things: examples of daily habits that turn out to be seeds of committing acts that lead to acts of corruption without them knowing it, for example, cheating during exams, skipping classes, collecting assignments not on time, arriving late to school, and others. To cultivate anti-corruption education among students, good cooperation is needed from all parties, including educators, who must become role models for their students by being anti-corruption. The implementation of the activity was carried out at SMK Perintis 29 Ungaran using the method of implementing socialization about instilling anti-corruption values. The data collection instrument is a questionnaire. Characteristics of adolescents based on gender, mostly women (77.3%) and men (22.7%) Knowledge about instilling anti-corruption values before being given health promotion, namely that most of them are knowledgeable enough (59.09%), and after being given health promotion, most of them experienced an increase in becoming well-informed (65.91%). Instilling anti-corruption values among students is an important thing to do so that they get used to doing the right things, not against anti-corruption values.
ABSTRAK
UU No. 30 tahun 2002 pasal 13 menyatakan bahwa KPK memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan program pendidikan anti korupsi pada setiap jenjang pendidikan. Upaya penyelenggaraan program pendidikan anti korupsi ditindaklanjuti dengan dilakukannya kerjasama antara Depdiknas dengan beberapa lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA) maupun perguruan tinggi. Pelajar akan menjadi generasi penerus bangsa sehingga harus dikenalkan penerapan nilai-nilai pendidikan anti korupsi mulai dari hal-hal kecil dari contoh kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa menjadi bibit melakukan perbuatan yang mengarah pada perbuatan korupsi tanpa mereka menyadarinya, misalnya mencontek ketika ujian, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, datang terlambat ke sekolah dan lain lainnya. Untuk membudayakan pendidikan antikorupsi di kalangan pelajar, maka diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak termasuk pendidik untuk menjadi role model bagi siswanya dengan berprilaku antikorupsi.Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SMK Perintis 29 Ungaran dengan metode pelaksanaan sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan (77,3%) dan laki-laki (22,7 %.) Pengetahuan tentang penanaman nilai-nilai anti korupsi sebelum diberi promosi kesehatan yaitu sebagian besar berpengetahuan cukup (59,09%) dan setelah diberikan promosi kesehatan sebagian besar menagalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (65,91%). Penanaman nilai-nilai anti korupsi dikalangan pelajar merupakan hal yang penting untuk dilakukan supaya membiasakan diri agar pelajar melakukan hal-hal benar tidak bertentangan dengan nilai-nilai anti korupsi
Analisis Pelaksanaan Kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Menurut UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pendapatan Asli Daerah Di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat
BUMDes can carry out business in the economic sector and or public services in accordance with statutory provisions. The potential of BUMDes as an independent village community business institution in providing the welfare of the village community itself. This study aims to determine whether the implementation of BUMDes in Nyatnyono Village and the management of BUMDes Sejahtera Bersama Nytanyono are in accordance with the applicable laws and regulations. This study uses an empirical approach using interview data with the Head of BUMDes Prosperous Nyatnyono Village and observations of the implementation of BUMDes Prosperous Nyatnyono Village as the main data located at the BUMDes Sejahtera Nyatnyono Village office, West Ungaran District. The results of the final analysis concluded that: BUMDes Sejahtera Bersama has played an effective role in contributing to the village's original income in Nyatnyono village and the management of BUMDes Sejahtera Bersama Nytanyono has been in accordance with applicable laws and regulations in accordance with law number 32 of 2004.
Abstrak
BUMDes dapat menjalankan usaha di bidang ekonomi dan atau pelayanan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Potensi yang dimiliki BUMDes sebagai lembaga usaha mandiri masyarakat desa dalam memberikan kesejahteraan masyarakat desa sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan BUMDes di Desa Nyatnyono dan pelaksanaan pengelolaan BUMDes Sejahtera Bersama Nytanyono apakah telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan empiris dengan menggunakan data wawancara kepada Ketua BUMDes Sejahtera Desa Nyatnyono dan observasi pelaksanaan BUMDes Sejahtera Desa Nyatnyono sebagai data utama yang beraloksikan di kantor BUMDes Sejahtera Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat. Hasil analisis akhir diperoleh kesimpulan bahwa: BUMDes Sejahtera Bersama sudah berperan efektif dalam memberikan kontribusi pendapatan asli desa di desa Nyatnyono dan pelaksanaan pengelolaan BUMDes Sejahtera Bersama Nyatnyono telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan undang-undang nomor 32 tahun 2004
Peran Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Menstimulasi Kreativitas Anak Usia Dini: The Role of Facilities and Infrastructure Management in Stimulating Early Childhood Creativity
Educational facilities and infrastructure are one indicator of the quality of an educational institution. However, in reality, many facilities and infrastructure are not properly managed and optimized. Therefore, it is necessary to understand and implement facilities and infrastructure management to help broaden insight into the role of facility and infrastructure management in optimizing the teaching and learning process and stimulating and optimizing aspects of development in students. This study aims to determine the role of management of PAUD facilities and infrastructure in stimulating children's creativity, which is an aspect that must be further developed in children. This study uses the SLR (Systematic Literature Review) method. This research collects data by documenting and reviewing articles that are relevant to this research. Then the researcher reviewed the 10 articles obtained from Google Scholar. The results of the discussion from this study are based on a literature review conducted where management of facilities and infrastructure is needed in learning activities, especially in stimulating early childhood creativity.
ABSTRAK
Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu indikator mutu suatu lembaga pendidikan. Namun kenyataannya banyak sarana dan prasarana yang tidak dikelola dan dioptimalkan sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu, perlunya pemahaman dan pengimplementasian mengenai manajemen sarana dan prasarana untuk membantu memperluas wawasan mengenai peran manajemen sarana dan prasarana dalam mengoptimalkan proses belajar mengajar dan menstimulasi serta mengoptimalkan aspek-aspek perkembangan pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran manajemen sarana dan prasarana PAUD dalam menstimulasi kreativitas anak yang merupakan aspek yang harus dikembangkan lebih lanjut pada anak. Penelitian ini menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review). Penelitian ini mengumpulkan data dengan cara mendokumentasi dan mengulas kembali artikel yang relevan dengan penelitian ini. Kemudian peneliti mereview 10 artikel yang didapatkan dari Google Scholar. Adapun hasil pembahasan dari penelitian ini adalah berdasarkan kajian literatur yang dilakukan bahwa manajemen sarana dan prasarana sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam menstimulus kreativitas anak usia din
PEMASARAN DIGITAL PRODUK KESENIAN DI KELURAHAN LANGENSARI (PEMBUATAN PRODUK KESENIAN HANTARAN PERNIKAHAN)
Memulai sebuah bisnis tidak cukup hanya mengandalkan keberuntungan dan diam diri saja menunggu konsumen datang untuk membeli namun, perlunya usaha dalam mengenalkan produk kita agar lebih dikenal masyarakat luas. Melalui pemasaran digital produk dari bisnis bisa di kenal oleh masyarakat luas dan bahkan sampai manca negara. selain itu, dengan adanya pemasaran juga sangat membantu para konsumen untuk menemukan produk yang sedang di butuhkan. Organisasi PKK Desa Langensari merupakan organisasi yang memiliki keinginan membangun perkenomian Desa Langensari. Cukup banyak anggota PKK yang memiliki keinginan dan kemampuan untuk menciptakan suatu produk yang dapat dikembangankan sebagai bisnis. Untuk itu Program Studi Desain Fashion dan Bisnis Digital Universitas Ngudi Waluyo berinisiatif memberikan pelatihan Pengelolaan Keuangan Sederhana pada Skala Industri Rumah Tangga di Desa Langensari dengan Membuat Produk kesenian hantaran pernikahan bagi Ibu-ibu PKK Desa Langensari. Evaluasi dari pelatihan ini berdasarkan atas pemahaman peserta pelatihan pada sesi yang diberikan. Selain itu juga diberikan kuesioner yang diisi peserta untuk menilai kualitas pelatihan di akhir sesi. Dari pelatihan yang diberikan antusias serta pemahaman dari peserta sangat baik hal ini dibuktikan dari kuesioner yang diberikan di akhir sesi pelatihan rata-rata pemahaman peserta pada skala 4 yang termasuk dalam kategori baik. Sehingga hasil dari pelatihan ini kedepannya harus selalu ditingkatkan agar pemahaman bagi masyarakat desa dalam mengelola keuangan dan manajemen usaha semakin baik lagi.
Kata Kunci: pemasaran digital, produk kesenian, hantaran pernikaha
PERSEPSI MASYARAKAT SEMARANG TERHADAP MASAKAN JEPANG
Masyarakat konsumsi adalah masyarakat yang memiliki kebiasaan yang konsumtif terhadap barang. Hal ini, dikarenakan konsumsi merupakan kegiatan yang lazim dilakukan untuk kebutuhan hidup. Masyarakat konsumsi ini merupakan target dari negara yang telah menerapkan soft power. Soft power adalah kemampuan untuk menarik perhatian dan mempengaruhi negara lain demi mencapai tujuan untuk mendapatkan keuntungan secara politik dan ekonomi dengan cara lunak melalui budaya. Salah satu bentuk penerapannya yaitu gastrodiplomasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat di kota Semarang melalui masakan Jepang di warung Wasabi kota Semarang provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu ditemukannya pola konsumsi masyarakat terhadap masakan Jepang di warung Wasabi kota Semarang sebagian besar masuk ke dalam kategori style atau trend