Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri berbantuan Media ISPEMA dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas V SDN 3 Bacin
Abstract
This research aims to investigate the average differences and enhance students’ understanding of concepts through the inquiry learning model assisted by Ispema media in learning sciences Chapter 5 Topic B. The study is a quantitative analysis conducted with a fifth grade at SDN 3 Bacin, comprising 18 students selected rhrough purposive sampling techniques. The methodology employed is a pre-experimental design know as the One Group Pretest-Posttest Design. Data collection involved various techniques, including observation, interviews, documentation, and test. For data analysis, the Paired Sample T-Test and N-Gain test were utilized. The research findings indicate that students’ conceptual understanding improved when using inquiry-based learning models supported by Ispema media, achieving KKTP; (1) The results of the Paired Sample T-Test indicate a significant difference between pretest and posttest scores, with a p-value of 0,000; (2) There has been a notable enhancement in the conceptual understanding of fifth-grade students through the implementation of inquiry-based learning models supported by Ispema media, with a significant improvement score 0,7643, which falss into the high category. Therefore, it can be concluded that the inquiry-based learning model, aided by Ispema media, effectively promotes students’ conceptual understanding of IPAS.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan rata-rata serta peningkatan pemahaman konsep siswa melalui model pembelajaran inkuiri berbantuan media Ispema dalam pembelajaran IPAS pada Bab 5, Topik B. Penelitian ini kuantitatif dan dilaksanakan di kelas 5 SDN 3 Bacin. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas 5 yang berjumlah 18 siswa, dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Untuk analisis data, digunakan uji Paired Sample T-Test dan Uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan media Ispema mencapai KKTP; (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, yang dapat dilihat dari hasil uji Paired Sample T-Test dengan nilai signifikan sebesar 0,000; (2) Terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep siswa kelas 5 yang menggunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan media Ispema, dengan nilai peningkatan mencapai 0,7643 yang masuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri dengan bantuan media Ispema terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa
Pengembangan Media FLISISPENSA (Flipbook Sistem Pencernaan Manusia) terhadap Peningkatan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar
Abstract
The purpose of this research and development is to describe the development of media, the level of media validity, the effectiveness of the media, and the practicality of FLISISPENSA (Human Digestive System Flipbook) media towards increasing elementary students' science literacy. The method used in this research is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model. The stages in this development research include problem identification, data collection, product design, product design validation, product design revision, field trials, and evaluation. The results of the validation carried out by material experts show a percentage score of 96% with a “very high” category, while for media experts get a percentage rate of 94.66% with a “very high” category, and for learning design experts receive a score of 94% with a “very high” category. The effectiveness of the media is seen from the results of the T Test which produces a sig. value of 0.001, which is smaller than 0.05, so it can be concluded that there is an increase in the value of science literacy from 64% to 86%. Meanwhile, the results of practicality based on student assessment reached a percentage of 87.37% with the criteria “very practical”, and according to the teacher's assessment got a percentage of 97% with the category “very practical”.
Abstrak Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan media, tingkat validitas media, keefektifan media, dan kepraktisan media FLISISPENSA (Flipbook Sistem Pencernaan Manusia) terhadap peningkatan literasi sains siswa SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Tahapan dalam penelitian pengembangan ini mencakup identifikasi permasalahan, pengumpulan data, desain produk, validasi desain produk, revisi desain produk, uji coba lapangan, dan evaluasi. Hasil dari validasi yang dilakukan oleh ahli materi menunjukkan persentase skor sebesar 96% dengan kategori “sangat tinggi”, sementara untuk ahli media mendapatkan angka persentase 94,66% dengan kategori “sangat tinggi”, dan untuk ahli desain pembelajaran menerima skor 94% dengan kategori “sangat tinggi”. Efektivitas media terlihat dari hasil uji T Test yang menghasilkan nilai sig. sebesar 0.001, yang lebih kecil dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan dalam nilai literasi sains dari 64% menjadi 86%. Sedangkan, hasil kepraktisan berdasarkan penilaian siswa mencapai persentase 87,37% dengan kriteria “sangat praktis”, dan menurut penilaian guru mendapatkan persentase 97% dengan kategori “sangat praktis”
Pengaruh Model Pembelajaran Savi Berbantuan Cafas terhadap Pemahaman Konsep Siswa
Abstract
Students' ability to understand concepts so they can apply their knowledge and understanding of mathematics. The aim of this research is to determine the effect of the SAVI (somatic, auditory, visual and intellectual) learning model assisted by Canva on students' conceptual understanding. The subjects of this research were 28 students in class II A and 28 students in class II B at SDN Bandungan 01. The type of data collected in this research is quantitative and experimental methods. Data collection techniques in this research are Test (Pre Test and Post Test) and Non Test (Observation, Questionnaire and Documentation). The data analysis techniques in this research are normality test, homogeneity test, hypothesis test in the form of independent sample t-test and simple linear regression test. The results of the research show that: (1) There are differences in students' understanding of concepts using the SAVI learning model assisted by Canva media. This is proven by the results of the Independent Sample T-Test with a significance level of less than 0.05, namely 0.000 < 0.05. So it can be concluded that there is a significant difference between the experimental class and control class learning groups, where the average value for the experimental class is 91.11 greater than the control class average of 82.75. (2) There is an influence of using the SAVI learning model assisted by Canva media on students' understanding of concepts. This is proven by the results of the Simple Linear Regression Test with a significance value of less than 0.05, namely 0.008 < 0.05. The conclusion of this research is that the SAVI (somatic, auditory, visual and intellectual) learning model assisted by Canva media is effective in influencing students' concept understanding abilities.
Abstrak
Kemampuan siswa untuk memahami konsep sehingga mereka dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatik, Auditory, Visual, Intelektual) berbantuan Cafas terhadap pemahaman konsep siswa. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SD N Bandungan 01. Sampel penelitian ini adalah 28 siswa kelas II A dan 28 siswa II B SDN Bandungan 01. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Tes (Pre Test dan Post Test) dan Non Test (Observasi, Angket, dan Dokumentasi). Teknik analisis data pada penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis yang berupa uji independent sample t-test dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa siswa dengan penggunaan model pembelajaran SAVI berbantuan media Canva. Perihal ini dibuktikan dengan hasil Uji Independent Sample T-Test dengan taraf nilai signifikansi kurang dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang dimana nilai rataan untuk kelas eksperimen 91,11 lebih besar daripada rataan kelas kelas kontrol 82,75. (2) Terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran SAVI berbantuan media Cafas terhadap pemahaman konsep siswa. Perihal ini dibuktikan dengan hasil Uji Regresi Linier Sederhana dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05 yaitu 0,008 < 0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatik, Auditory, Visual, Intelektual) berbantuan media Cafas terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa
Hubungan Antara Perilaku Makan Orang Tua dengan Kejadian Picky Eater pada Anak Prasekolah di RA Hj Soebandi
Picky eater is a common eating pattern problem in preschool children. Parental eating behavior is a factor that influences picky eating. So parents provide role models in eating behavior is very important for children. Research used a descriptive correlational research design with a cross-sectional approach. The population of this study was 152 with a sample of 110 respondents. Parental eating behavior was measured using the Adults Eating Behavior Questionnaire (AEBQ) questionnaire. Picky eater behavior in preschool children was measured using the Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test. The results of good parental eating behavior was 61 respondents (55.5%). Children who did not experience picky eater behavior were 77 respondents (77.0%). There was a significant relationship between parental eating behavior and picky eater behavior in preschool children (3-4 years old) at RA Hj Soebandi. significant relationship between parental eating behavior and picky eater behavior in preschool children (3-4 years old) at RA Hj Soebandi, because the statistical test using the chi-square test has a significance value of 0.000 <0.05. Parents should pay attention to nutritious eating behavior and a variety of foods in choosing food based on the way the parents themselves eat, so that children do not become picky eaters.
Abstrak
Picky eater merupakan permasalahan pola makan yang umum terjadi pada anak prasekolah. Perilaku makan orang tua merupakan faktor yang mempengaruhi dari picky eater. Sehingga orang tua memberikan role model dalam perilaku makan sangat penting bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku makan orang tua dengan kejadian picky eater pada anak prasekolah di TK RA Haji Soebandi di wilayah Kecamatan Bawen. Desain penelitian yaitu deskriptif korelasional Pendekatan dengan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 152 dengan jumlah sampel 110 responden. Perilaku makan orang tua dengan alat ukur menggunakan kuesioner Adults Eating Behavior Questionare (AEBQ). Perilaku picky eater pada anak prasekolah dengan alat ukur menggunakan kuesioner Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan perilaku makan orang tua dengan kategori baik sebanyak 61 responden (55,5%). Anak yang tidak mengalami perilaku picky eater sebanyak 77 responden (77.0%). Ada hubungan yang signifikan antara perilaku makan orang tua dengan kejadian picky eater pada anak prasekolah di RA HJ Soebandi Kecamatan Bawen dengan p-value 0,000 < 0,05. Orang tua di harapkan memperhatikan perilaku makan bergizi dan bervariasi makanan dalam pemilihan makanan dengan cara makan orang tua sendirinya, agar anak tidak menjadi picky eater
Peningkatan Peranan Kader Kesehatan dalam Pelaksanaan Posyandu Integrasi Layana Primer (ILP) di Dusun Tegalrejo Desa Lerep Kabupaten Semarang
supporting promotive and preventive efforts, particularly in realizing the Integrated Primary Service (ILP). However, the implementation of ILP at the Posyandu level still faces various challenges, especially related to the role of health cadres. Based on a preliminary study conducted in February 2025 in Tegalrejo Hamlet, Lerep Village, Semarang Regency, it was found that out of 15 active cadres, only 6 people (40%) fully understood the ILP concept, and only 4 people (26.7%) routinely carried out recording and reporting according to ILP standards. The survey results also showed that only 33% of Posyandu activities had integrated maternal and child health services, immunization, nutrition, and non-communicable diseases comprehensively. This activity aims to improve the capacity and role of health cadres in implementing ILP-based Posyandu through structured training and mentoring. Method: The method used was health education through counseling, participatory training, hands-on practice, and evaluation with pre-test and post-test. This activity was carried out over three weeks and involved all active cadres in Tegalrejo Hamlet.The activity showed an increase in the average cadre knowledge score from 59.3 (pre-test) to 85.7 (post-test). In addition, 80% of cadres showed improved skills in conducting simple screenings, service recording, and public education. Participatory-based training and intensive mentoring can effectively improve the capacity of cadres in implementing ILP-based Posyandu. Recommendation: This activity recommends continuous support from the Community Health Center (Puskesmas), village government, and strengthening the monitoring and evaluation system for cadres to ensure optimal and sustainable ILP implementation.
ABSTRAK
Pelaksanaan Posyandu sebagai bagian dari pelayanan kesehatan tingkat dasar memiliki peran vital dalam mendukung upaya promotif dan preventif, terutama dalam mewujudkan Integrasi Layanan Primer (ILP). Namun, implementasi ILP di tingkat posyandu masih menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait peran kader kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada Februari 2025 di Dusun Tegalrejo, Desa Lerep, Kabupaten Semarang, diketahui bahwa dari 15 kader aktif, hanya 6 orang (40%) yang memahami secara menyeluruh konsep ILP, dan hanya 4 orang (26,7%) yang rutin melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai standar ILP. Hasil survei juga menunjukkan bahwa hanya 33% dari kegiatan posyandu telah mengintegrasikan layanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi, serta penyakit tidak menular secara menyeluruh. kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan Posyandu ILP melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur. yang digunakan adalah pendidikan kesehatan melalui penyuluhan, pelatihan partisipatif, praktik langsung, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga minggu dan melibatkan seluruh kader aktif di Dusun Tegalrejo. kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan kader dari nilai rata-rata 59,3 (pre-test) menjadi 85,7 (post-test). Selain itu, 80% kader menunjukkan peningkatan keterampilan dalam melakukan skrining sederhana, pencatatan pelayanan, dan edukasi kepada masyarakat. dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan berbasis partisipatif dan pendampingan intensif dapat meningkatkan kapasitas kader dalam menjalankan peran pada pelaksanaan Posyandu ILP secara efektif. Rekomendasi kegiatan ini adalah perlunya dukungan berkelanjutan dari Puskesmas, pemerintah desa, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi kader agar implementasi ILP dapat berjalan optimal dan berkelanjutan
Analisis Epoch dan Learning Rate untuk Meningkatkan Akurasi Pemrosesan Data Jilbab Instan dan Non-Instan di Teachable Machine: Analisis Epoch dan Learning Rate untuk Meningkatkan Akurasi Pemrosesan Data Jilbab Instan dan Non-Instan di Teachable Machine
Penelitian ini mengkaji cara menggunakan Teachable Machine untuk mengoptimalkan pemrosesan data penggunaan hijab non-instan dan instan dengan menganalisis nilai learning rate dan epoch. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan teknik pembelajaran transfer pada Teachable Machine untuk meningkatkan akurasi pengenalan penggunaan hijab. Dataset penggunaan hijab instan dan non instan Detection merupakan data gambar yang digunakan dalam penelitian ini.Data yang digunakan pada gambar dataset penelitian ini adalah dataset hijab instan dan non- instan yang diperoleh dari sumber internet dengan menggunakan metode web scraping pada platform internet di google image dan pinterest. Dalam pengumpulan data, dilakukan Scraping untuk mengunduh hasil pencarian pada platform. proses pelatihan model di Teachable Machine, agar model dapat mengenali dan mengklafikasikan hijab dengan akurasi yang tinggi sehingga dengan cara ini, dapat dengan mudah menemukan hijab yang sesuai dengan preferensi mereka.
Kata Kunci: Hijab Instan dan Non-Instan, Teachable Machine, Machine Learning
Teachable machine is a platform that makes it easy for anyone to design machine learning models. The aim of this research is to apply transfer learning techniques on Teachable Machine to increase the accuracy of recognizing the use of the hijab. The dataset of instant and non-instant hijab use Detection is the image data used in this research. The data used in the image dataset of this research is the instant and non-instant hijab dataset obtained from internet sources using the web scraping method on the internet platform at Google Image and pinterest. In data collection, scraping is carried out to download search results on the platform and the model training process on Teachable Machine. Through effective parameter configuration, namely 50 epochs, batch size 64, and learning rate 0.001, the model managed to achieve 100% accuracy on training and testing data. The results show that the model not only learns quickly, as evidenced by the loss graph which experiences a sharp decline at the beginning of training and stabilizes after several epochs. Consistent performance in testing data shows that the model has been able to generalize well. Further analysis through cross-validation and testing with different datasets is recommended to ensure generalizability and identify potential overfitting. These findings indicate that the approach used is effective in producing high-performing and stable models.
Keyword: Instant hijab, Non instant hijab, Teachable Machine, Machine Learnin
Klasifikasi Penyakit Paru-Paru Menggunakan Data Mining Decision Tree
Paru-paru adalah organ vital dalam sistem pernapasan manusia yang sering kali terpapar oleh kebiasaan merokok dan bahan berbahaya lainnya, sehingga meningkatkan risiko penyakit paru-paru, terutama tuberkulosis (TB). Di Indonesia, TB merupakan masalah kesehatan serius dengan prevalensi tinggi dan menjadi penyebab kematian ketiga terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode klasifikasi penyakit paru-paru menggunakan algoritma Decision Tree (C4.5) dan AdaBoost. Dataset penelitian mencakup data medis dari 2.149 pasien dengan atribut seperti riwayat kesehatan, hasil laboratorium, dan parameter fisiologis. Proses validasi dilakukan menggunakan teknik percentage split (80:20) dan k-fold cross-validation (k=10). Evaluasi performa algoritma berdasarkan metrik akurasi, presisi, dan recall menunjukkan hasil signifikan dalam mendeteksi penyakit paru-paru seperti asma, bronkitis, dan TB. Dengan menggunakan perangkat lunak seperti RapidMiner, penelitian ini memanfaatkan data mining untuk menemukan pola dan meningkatkan akurasi diagnosis. Hasilnya diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam proses diagnosis yang lebih cepat dan akurat, sekaligus memberikan kontribusi dalam pengembangan metode deteksi penyakit paru-paru berbasis teknologi.
Kata Kunci: Data mining, Penyakit Paru-paru, Algoritma Decision Tree, Klasifikasi
Penggunaan Data Mining Untuk Mendeteksi Penipuan Transaksi Kartu Kredit Algoritma Decision Tree
Penipuan transaksi kartu kredit, telah menjadi ancaman serius di era digital yang semakin berkembang. Penipuan ini tidak hanya merugikan konsumen, namun juga berdampak negatif pada lembaga keuangan dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Peningkatan volume transaksi kartu kredit yang cepat dan masih membuat pengawasan manual tidak lagi memadai, sehingga dibutuhkan solusi berbasis teknologi yang efektif. Algoritma Decision Tree telah terbukti menjadi salah satu metode yang populer dalam mendeteksi penipuan transaksi. Algoritma ini membagi data menjadi subset berdasarkan atribut tertentu, menghasilkan klasifikasi model yang dapat diinterpretasikan dan akurat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Decision Tree dapat mencapai akurasi yang sangat tinggi dalam mendeteksi transaksi penipuan kartu ktedit, mencapai hingga 98% yang menjadi pilihan ideal untuk kasus deteksi penipuan. Namun, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, algoritma ini juga dibandingkan dengan metode lain seperti Random Forest dan Support Vector Machine (SVM), yang secara keseluruhan sering menunjukkan kinerja lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut penggunaan algoritma Decision Tree dalam mendeteksi penipuan transaksi kartu kredit dan memancarkan kinerjanya dibandingkan dengan algoritma lain.
Kata Kunci: Data mining, Deteksi penipuan, Kartu kredit, Decision Tree.
Credit card transaction fraud has become a serious threat in the increasingly developing digital era. This fraud not only harms consumers, but also has a negative impact on financial institutions and reduces public trust in the banking system. The rapid increase in the volume of credit card transactions still means that manual monitoring is no longer sufficient, so an effective technology-based solution is needed. The Decision Tree algorithm has proven to be a popular method for detecting fraudulent transactions. These algorithms divide data into subsets based on certain attributes, resulting in interpretable and accurate model classifications. This research shows that Decision Tree can achieve very high accuracy in detecting fraudulent ktedit card transactions, reaching up to 98% which is an ideal choice for fraud detection cases. However, to gain a better understanding, this algorithm was also compared with other methods such as Random Forest and Support Vector Machine (SVM), which overall often show better performance. This research aims to further explore the use of the Decision Tree algorithm in detecting fraudulent credit card transactions and demonstrate its performance compared to other algorithms.
Keywords: Data mining, Fraud detection, Credit cards, Decision Tree
Hubungan Burnout Perawat dengan Pelaksanaan Budaya Keselamatan Pasien di RSUD DR. Gunawan Mangunkusumo
Safety is a global issue in hospitals. Hospitals have a responsibility to improve service quality in managing patient safety. Efforts must be made by implementing a patient safety culture. Every nurse has a responsibility in implementing patient safety, but in this case there are individual factors influencing the implementation of this culture, namely the level of burnout by officers, especially nurses. Objective: to determine the relationship between nurses burnouts and the implementation of patient safety culture at dr Gunawan Mangunkusumo hospital. This research design is quantitative correlation with cross sectional design. The population uses 223 nurses at dr Gunawan Mangunkusumo, a sample of 132 nurses was taken used a proportional random sampling technique. Data collection tools used the Maslach Burnout Inventory Human Services Survey (MBI-HSS) Questionnaire and the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) Questionnaire. Data analysis used the chi square.Results: The results of the hypothesis test obtained a p value of 0.000 with an p value of -0.477 which means that there is a significant relationship between the nurses burnout and the implementation of patient safety culture at dr.Gunawan Mangunkusumo Ungaran Hospital. Suggestion: It is hoped that the hospital can provide support in the form of policies to reduce nurses burnout.
Abstrak
Keselamatan pasien menjadi salah satu indikator mutu dan isu global dalam rumah sakit. Rumah sakit memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pelayanan dalam pengelolaan keselamatan pasien. Upaya yang harus dilakukan dengan menerapkan budaya keselamatan pasien. Setiap perawat memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan keselamatan pasien, namun dalam hal ini terdapat faktor individu mempengaruhi terlaksananya budaya ini adalah burnout yang dialami petugas terutama perawat. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan burnout perawat dengan pelaksanaan budaya keselamatan pasien di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo. Desain penelitian ini kuantitatif korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi menggunakan 223 perawat, sampel penelitian 132 perawat diambil dengan teknik proportional random sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory Human Services Survey (MBI-HSS) dan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC). Analisa data menggunakan uji chi square.Hasil dari penelitian ini didapatkan: Burnout perawat sebagian besar dalam kategori rendah sebanyak 60 responden (48,5%), pelaksanaan budaya keselamatan pasien sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 80 responden (60,6%). Hasil uji hipotesis didapatkan nilai p value 0,000 dengan nilai p-0,477 yang berarti ada hubungan cukup signifikan antara burnout perawat dengan pelaksanaan budaya keselamatan pasien di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo. Diharapkan pihak rumah sakit dapat memberikan dukungan berupa kebijakan untuk menurunkan burnout pada perawat
Pengelolaan Gangguan Mobilitas Fisik dengan Range Of Motion pada Stroke Non Hemoragik (Studi Kasus)
Stroke non hemoragik disebabkan oleh gumpalan atau sumbatan lain pada arteri yang mengalir ke otak. Pada pasien terdapat kelemahan anggota gerak, dan parese nervus VII dan XII yang mengarah pada stroke non hemoragik. Masalah umum yang muncul pada penderita yaitu gangguan mobiltas fisik. Gangguan mobilitas fisik adalah keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri, sehingga dilakukan latihan ROM (Range of Motion) yang merupakan salah satu bentuk rehabilitasi yang dinilai efektif dalam mencegah kecacatan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pengelolaan gangguan mobilitas fisik dengan range of motion di Charlie Hospital. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif bentuk studi kasus. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukan pasien mengalami gangguan mobilitas fisik dari hasil pemeriksaan ekstremitas bagian kanan lemas, pada nervues hipoglosus, aksesorius dan fasialis bermasalah sehingga diberikan terapi selama 3 hari pengelolaan, pasien mengalami peningkatan dengan pemberian terapi ROM. Pada hari pertama pemeriksaan ekstremitas kanan didapati kekuatan otot memiliki skor 2, dan pada hari ketiga kekuatan otot memiliki skor 3. Hal ini menunjukan terdapat pengaruh pada pemberian terapi ROM pada pasien stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Saran untuk keluarga dengan pasien stroke non hemoragik agar menerapkan terapi ROM selama perawatan dirumah