Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
PELATIHAN PEMBUKUAN SEDERHANA BAGI PELAKU UMKM KELURAHAN JOMBLANG KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG
Jomblang merupakan sebuah kelurahan di wilayah kecamatan Candisari, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kelurahan Jomblang merupakan bagian wilayah Kecamatan Candisari, dengan luas wilayah adalah 108 Ha. UMKM adalah sebagai sarana mengentaskan masyarakat kecil dari jurang kemiskinan. Berbagai upaya pengembangan UMKM telah dilakukan, salah satunya dengan membangkitkan dan memperbanyak orang atau pengusahabaru di bidang UMKM, sehingga masyarakat desapun diberi keterampilan dengan harapan keterampilan tersebut menjadi sebuah usaha kreatif yang memberi manfaat bagi perekonomian keluarga dan masyarakat desa. Selain itu, usaha kreatif tersebut juga dapat membukan kesempatan dan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pembukuan sederhana. Tujuan berikutnya adalah memberikan kontribusi positif melalui sosialisasi dan pendampingan pembukuan sederhana bagi pelaku UMKM di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah dengan ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi, dan pendampingan. Langkah strategis yang digunakan dalam kegiatan ini adalah (1) Pelaku UMKM, Masyarakat dan perangkat desa di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang akan diberikan wawasan tentang konsep pembukuan sederhana, (2) Pelaku UMKM, Masyarakat dan perangkat desa di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang akan diberikan pengetahuan tentang manfaat pembukuan sederhana., (3) Sesi diskusi dan tanya jawab dengan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM, masyarakat dan perangkat desa tentang pembukuan sederhana, (4) Memberikan gambaran dan simulasi tentang pembukuan sederhana, (5 Melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM, masyarakat dan perangkat desa terkait dengan pembukuan sederhana, dan (6) evaluasi hasil dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan.
Kata Kunci: UMKM, Pembukuan Sederhana, Akuntansi Dasa
D Rancang Bangun Aplikasi Penemuan dan Kehilangan Barang Berbasis Android: Rancang Bangun Aplikasi Penemuan dan Kehilangan Barang Berbasis Android
Dalam era perkembangan teknologi informasi yang pesat, kehilangan barang merupakan pengalaman umum yang dialami oleh banyak individu. Untuk memfasilitasi proses pencarian barang hilang, aplikasi berbasis Android telah dirancang dan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat aplikasi pencarian barang hilang berbasis Android menggunakan framework React Native dan database Firebase, yang memungkinkan pengguna untuk melihat daftar thread kehilangan dan juga memublikasikanlikasikan barang yang hilang atau memberikan informasi tentang barang yang ditemukan. Metode waterfall digunakan dalam pengembangan aplikasi ini untuk memastikan pengembangan perangkat lunak secara sistematik, dimulai dari tingkatan sistem tertinggi dan berlanjut melalui tahap analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan. Kelebihan metode ini adalah struktur yang terorganisir, dinamis, dan berurutan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi berbasis Android yang dibangaun dengan framework React Native dan database Firebase. Aplikasi ini menyediakan wadah terpusat untuk mengumumkan kehilangan barang. Pengguna dapat dengan mudah melihat daftar thread kehilangan yang berisi informasi tentang barang yang hilang dan barang yang ditemukan. Selain itu, pengguna juga dapat memublikasikanlikasikan barang hilang dan memberikan informasi jika menemukan barang yang hilang.Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan proses pencarian barang hilang menjadi lebih efisien, tepat, dan akurat
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Insomnia pada Remaja
Insomnia is a sleep disorder at night where the individual will feel difficulty of sleeping at night and makes the individual not get enough sleep when he wakes up. One of the factors that cause insomnia is smoking. Some teenagers who have a smoking habit say they have difficulty falling asleep and sleep late at night. The problem of sleep deprivation if left untreated will cause harmful effects, including accidents, physical problems, memory problems, high risk of becoming fat and psychological problems. The purpose of this study was to determine the relationship between smoking habits and the incidence of insomnia in adolescents in Tanjungmojo Village, Kangkung District, Kendal Regency. This research is analytic research with a cross sectional approach. The population is all male adolescent smokers aged 11-20 years in Tanjungmojo Village, Kangkung District, Kendal Regency, totaling 107 people. The sampling technique used is proportional random sampling with a total sample of 84 respondents. Tools for collecting data with smoking habits and KSPBJ-IRS instruments. Data analysis used the Spearman Rank correlation test. The results of this study found that the majority of adolescents in Tanjungmojo Village, Kangkung District, Kendal Regency were light smokers, namely 52 people (61.9%) and those who did not experience insomnia, namely 52 people (61.9%). Based on the results of the Spearman Rank correlation test analysis, the value was (ρ = 0.000 and r = -0.423). There is a relationship between smoking habits and the incidence of insomnia in adolescents in Tanjungmojo Village, Kangkung District, Kendal Regency. Adolescent are advised to reduce the intensity and quantity of smoking so as not to experience insomnia.
ABSTRAK
Insomnia adalah gangguan tidur pada malam hari dimana individu akan merasakan kesulitan tidur pada malam hari dan membuat individu tidak cukup tidur saat terbangun. Salah satu faktor yang menyebabkan insomnia adalah merokok. Beberapa remaja yang memiliki kebiasaan merokok menyatakan mengalami kesulitan untuk memulai tidurnya dan tidur larut malam. Masalah kurang tidur jika tidak tertangani akan menimbulkan efek yang berbahaya, termasuk kecelakaan, masalah fisik, masalah ingatan, risiko tinggi menjadi gemuk dan masalah psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian insomnia pada remaja di Desa Tanjungmojo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh remaja laki laki perokok yang berusia 11-20 tahun di Desa Tanjungmojo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal sebanyak 107 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Alat untuk mengumpulkan data dengan instrumen kebiasaan merokok dan KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta- Insomnia Rating Scale). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas remaja di Desa Tanjungmojo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal merupakan perokok ringan, yaitu sebesar 52 orang (61,9%) dan yang tidak mengalami insomnia yaitu sejumlah 52 orang (61,9%). Berdasarkan hasil analisis uji korelasi Spearman Rank didapatkan nilai (ρ = 0,000 dan r = -0,423). Terdapat hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian insomnia pada remaja di Desa Tanjungmojo Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Disarankan remaja untuk mengurangi intensitas dan kuantitas merokoknya agar tidak mengalami insomnia.
PANJANG TUNGKAI BERHUBUNGAN DENGAN KECEPATAN BERLARI SPRINT 60 METER SISWA KELAS V - VI di SDN KEBONAGUNG 01
Short distance sprinting is a race where athletes use full speed over distances of 60 meters, 80 meters, 100 meters, 200 meters and 400 meters. A runner must know the basics of sprinting techniques so that the runner can get maximum results. The aim of this research was to determine the relationship between leg length and 60 meter sprint running speed for students in classes V-VI at SDN Kebonagung 01. This research used a survey method with a total sampling technique of 20 students. The data collected for the leg length variable used a meter, sprint speed used a stopwatch and a meter. Data analysis used the Spearman's Test correlation test. The results of this research included the 60 meter sprint for class V-VI students at SDN Kebonagung 01, which resulted in the speed of 14 students in the men's category (70%), the speed of the women's category in 6 students (30%). Based on the correlation test, the results showed that there was a relationship between leg length and running with a p-value of 0.02. The conclusion of this research is that there is a relationship between leg length and running in students at SDN class V-VI Kebonagung 01.
ABSTRAK
Lari sprint jarak pendek adalah suatu perlombaan dengan atlet yang menggunakan kecepataan penuh dengan jarak 60 meter, 80 meter, 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Seorang pelari wajib pengetahui dasar-dasar teknik lari sprint supaya pelari tersebut mendepatkan hasil yang maksimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengatahui hubungan panjang tungkai dengan kecepatan lari sprint 60 meter siswa kelas V-VI SDN Kebonagung 01. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik total sampling pada 20 siswa. Pengambilan data yang digunakan pada variabel panjang tungkai menggunakan meteran, kecepatan lari sprint menggunakan stopwatch dan meteran. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Test. Haisl Penelitian ini antara lain lari sprint 60 meter siswa kelas V–VI SDN Kebonagung 01 mendapatkan hasil kecepatan kategori Putra 14 siswa (70%), kecepatan kategori Putri 6 siswi (30%). Berdasarkan uji korelasi didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara panjang tungkai dengang berlari dengan nilai p-value 0.02. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara panjng tungkai dan berlari siswa SDN kelas V-VI Kebonagung 0
Analisis Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Konformitas Remaja di SMA PL Don Bosko Semarang
Berdasarkan proyeksi tahun 2013, penduduk Indonesia pada tahun 2015 bahwa jumlah remaja usia 10-24 tahun mencapai lebih dari 66 juta atau 25% dari jumlah penduduk seluruhnya. Konformitas muncul pada masa remaja awal ditunjukkan dengan cara menyamakan diri dengan teman sebaya dalam hal berpakaian, bergaya, berperilaku dan berkegiatan. Penyebab dari penolakan konformitas pada remaja, remaja akan menjadi depresi dan kurangnya percaya diri dalam bersosialisasi dengan orang lain. Adanya dukungan keluarga, keluarga memberikan perhatian, saran dan solusi sehingga remaja mengerti dalam menjalin pertemanan. Dukungan keluarga terdiri dari empat dukungan yaitu dukungan emosional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan informasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis dukungan keluarga terhadap tingkat konformitas remaja di SMA PL Don Bosko Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 84 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner konformitas teman sebaya. Uji statistik yang digunakan adalah uji Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua murid SMA PL Don Bosko Semarang memberikan dukungan keluarga sebanyak 48 (57,1%). Murid SMA PL Don Bosko Semarang didapatkan 84 (100%) mengalami konformitas. Hasil uji Kendal Tau dukungan keluarga diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar (r = 0,094) dan nilai p-value (0,223). Variabel dukungan instrumental paling berpengaruh nilai koefisien korelasi sebesar (r = 0,625) dan p-value (0,001). Kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap tingkat konformitas remaja di SMA PL Don Bosko Semarang. Namun, variabel dukungan instrumental merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap tingkat konformitas remaja dengan p-value (0,001).Kata Kunci                  : remaja, dukungan keluarga, tingkat konformita
Hygiene Sanitasi Terhadap Kejadian Wasting Pada Bayi Usia 0-59 Bulan: Hygiene And Sanitation On Wasting Incidence In Infants Aged 0-59 Months
Wasting is a state of acute malnutrition that is common in areas with low socio-economic status which can be caused by inadequate nutritional intake and the presence of disease. Wasting is part of malnutrition, one of the classifications of nutritional status indicators for BB/TB. Children who are said to be thin are those who have a low weight that is not suitable for their height. The purpose of this study was to obtain a description, analysis, and interpretation of environmental hygiene and sanitation factors on wasting in toddlers (0-59 months) in Pasaman and Bukittinggi City. This research is an analytic survey research with a case-control design. The research was conducted at the Tanah Datar District Health Center, in May-June. The total population is 8442. The quantitative sample is 216 people using a proportionate stratified sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire, tracing, and reviewing reports or documents related to the problem under study. Analysis of chi-square test data and multivariate binary logistics. The statistical test results show that there is a significant relationship between wasting and hygiene and sanitation (0.005, OR 3.169). The results of the research on the influence of hygiene and sanitation on wasting incidents suggest that health officials should be more promotive and preventive about the importance of information about hygiene and sanitation and maintaining environmental sanitation for reducing cases of wasting under five in Tanah Datar District.
Keywords: hygiene, sanitation, wasting, nutritional problems
ABSTRAK
Wasting adalah suatu keadaan kekurangan gizi akut yang banyak terdapat di daerah dengan sosial-ekonomi rendah yang dapat disebabkan oleh asupan nutrisi yang inadekuat dan adanya penyakit Wasting merupakan bagian dari kekurangan gizi, salah satu klasifikasi dari indikator status gizi BB/TB. Anak yang dikatakan kurus adalah mereka yang memiliki berat badan rendah yang tidak sesuai terhadap tinggi badan yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi, analisis dan interprestasi factor hygiene dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian wasting pada balita (0-59 bulan) di KabupatenPasamandan Kota Bukittinggi. Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan desain case control. Penelitian dilakukan dipuskesmas Kabupaten Tanah Datar, bulan Mei-Juni. Jumlah populasi 8442. Sampel kuantitatif 216 orang dengan menggunakan teknik proportionate stratified sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, menelusuri dan menelaah laporan atau dokumen yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Analisis data uji chi-square dan multivariate binary logistic. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara kejadian wasting dengan Hygiene dan Sanitasi (0.005, OR 3.169).
Hasil penelitian pengaruh hygiene dan sanitasi dengan kejadian wasting sehingga disarankan untuk dinas kesehatan lebih menggiatkan promotif dan preventif tentang pentingnya informasi tentang hygiene dan sanitasi dan menjaga sanitas lingkungan bagi penurunan kasus wasting balita di Kabupaten Tanah Datar.
Kata kunci: hygiene, sanitasi, wasting, masalah giz
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Penularan HIV/AIDS Pada Pasangan ODHA Di Klinik Dahlia UPTD Puskesmas Bergas Tahun 2022: The Relationship Level Of Knowledge And Attitude With Prevention Behavior Of HIV/AIDS Transmission In Couples Of Plhiv In PLHIV In Dahlia Clinic Uptd Puskesmas Bergas, 2022
HIV/AIDS cases are like an iceberg phenomenon, where the number found is far lower than the actual number of sufferers. In Semarang Regency, the number of people living with HIV/AIDS in 2019 has increased compared to before. According to risk factors, Sero Discordant (one partner is HIV positive, while the other is not) is 92.19%, sex worker customers (PS) are 10.57%, and men who have sex with men (MSM) are 8.75%. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes toward HIV/AIDS transmission prevention behavior in PLHIV couples. The research design is the quantitative analytic cross-section sectional approach. The population was this study was at the Dahlia Clinic which had partners, totaling 33 people. The sample was taken as a total population, but there were 5 people who were not willing to be respondents, so that the sample was 28 people living with HIV/AIDS. The variables studied were knowledge, attitudes, and HIV/AIDS prevention behavior. Data collection was carried out using a questionnaire in the form of a google form. Data were analyzed descriptively and analytically. For the purposes of testing the hypothesis used fisher's exact test. From the research, the results for the variable knowledge of PLWHA were 23 respondents (82.10%) with a high level of knowledge and 5 respondents (17.90%) had a moderate level of knowledge. For the attitudes of PLWHA, 25 respondents (89.29%) had a positive attitude, while 3 respondents had a negative attitude (10.71%). There is no relationship between the level of knowledge and behavior to prevent HIV/AIDS transmission with a p-value of 0.29, nor is there a relationship between attitudes and behavior to prevent transmission of HIV/AIDS with a p-value of 1.00. It was concluded that the knowledge and attitude variables were not related to the behavior of preventing the transmission of HIV/AIDS in PLWHA partners.
prevent transmission of HIV/AIDS with a p-value of 1.00. It was concluded that the knowledge and attitude variables were not related to the behavior of preventing the transmission of HIV/AIDS in PLWHA partners.
Keywords: prevention, transmission, PLHIV, HIV/AIDS
ABSTRAK
Kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es, dimana jumlah yang ditemukan jauh lebih rendah daripada jumlah penderita yang sebenarnya. Di Kabupaten Semarang, jumlah penderita HIV/AIDS tahun 2019 jumlahnya meningkat bila dibandingkan sebelumnya. Menurut faktor resikonya, Sero Discordant (salah satu pasangan adalah penderita HIV, sementara yang lain tidak) sebesar 92,19%, pelanggan Pekerja Seks (PS) sebesar 10,57%, Lelaki Seks Lelaki (LSL) 8,75%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada pasangan ODHA. Desain penelitiannya yaitu analitik kuantititatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ODHA di Klinik Dahlia yang mempunyai pasangan, sebanyak 33 orang. Sampel diambil secara total populasi, namun ada 5 orang yang tidak bersedia menjadi responden, sehingga sampel didapatkan sebanyak 28 orang ODHA. Variabel yang diteliti yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik. Untuk keperluan uji hipotesis digunakan uji fisher exact. Dari penelitian didapatkan hasil untuk variabel pengetahuan ODHA sebanyak 23 responden (82,10 %) dengan tingkat pengetahuan tinggi dan 5 responden (17,90%) memiliki tingkat pengetahuan sedang. Untuk sikap ODHA, didapatkan responden dengan sikap yang positif sebanyak 25 responden (89,29 %), sedangkan 3 responden mempunyai sikap negatif (10,71%). Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS dengan p value 0,29, juga tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS dengan p value 1,00. Disimpulkan bahwa variabel pengetahuan dan sikap tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada pasangan ODHA.
Kata kunci : pencegahan, penularan, ODHA, HIV/AID
Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri
Stres merupakan salah satu unsur yang berdampak pada siklus menstruasi. Stres akan mengaktifkan sistem HPA (hypothalamus pituitary adrenal) yang menghasilkan hormon kortisol. Kortisol menciptakan ketidakseimbangan hormon, termasuk dalam sistem reproduksi yang menyebabkan siklus menstruasi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi adalah remaja putri di SMA Negeri 1 Bergas. Sampel diambil sebanyak 263 responden. Data dianalisis menggunakan chi- square. Hasil yang didapat dari penilaian mengenai tingkat stres dengan siklus menstruasi, sebagian besar responden mengalami tingkat stres normal (33,5%) dan sebagian besar responden mengalami menstruasi tidak normal (52,5%), dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Hasil Uji chi-square diperoleh value sebesar 0,489 ( p > 0,05) sehingga H0 gagal ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 1 Bergas. Perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait variabel lain yang mempengaruhi siklus menstruasi remaja putri
Literature Review Implementasi Bermain Peran untuk Perkembangan Kemampuan Sosial Emosional Anak di TK: Literature Review Implementation of Role Playing for the Development of Children's Social Emotional Ability in Kindergarten
Role-playing for early childhood is fun for students, so role-playing children need to pay attention to the interests and motivations of students. This study aims to analyze the implementation of role playing and describe the impact of emotional social development, this research was conducted using a literature review by collecting reference materials from various articles and journals based on the research objectives. The results of the literature review research related to the implementation of role playing while still requiring a foothold during role playing and paying attention to supporting factors by using the right media, educator creativity, teaching techniques and things that need to be anticipated by students' egocentrism and, undisciplined children and shy students. The impact of role playing obtained is courage, self-confidence, independence and communication as well as social interaction, and role playing has a significant influence on aspects of the development of social emotional skills of early childhood in kindergarten.
Abstrak
Bermain peran bagi anak usia dini merupakan hal yang menyenangkan bagi anak didik, sehingga anak bermain peran perlu memperhatikan minat dan motivasi anak didik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis implementasi bermain peran dan menggambarkan dampak perkemabangan social emosional, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan literature review dengan cara mengumpulkan bahan referensi dari berbagai artikel maupun jurnal dengan berdasar dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian literature review terkait implementasi bermain peran dengan tetap memerlukan pijakan selama bermain peran dan memperhatikan faktor pendukung dengan menggunakan media yang tepat, kreativitas pendidik, teknik mengajar serta hal yang perlu diantisipasi egosentrisme anak didik dan, anak yang belum disiplin serta anak didik yang pemalu. Dampak bermain peran didapatkan ialah keberanian, percaya diri, kemandirian dan komunikas serta interaksi social, dan bermain peran memiliki pengaruh signifikan terhadap aspek perkembangan keterampilan sosial emosional anak usia dini di TK
Pengaruh Bermain Wire Maze Terhadap Kontak Mata Anak Autis Spectrum Disorder di KB/TK Inklusi Srawung Bocah Yogyakarta: The Effect Of Playing Wire Maze on The Eye Contact Of Children With Autism Spectrum Disorder In Kb/Tk Inklusi Srawung Bocah Yogyakarta
The effect of playing wire maze on the eye contact of children with autism spectrum disorder in KB/TK Srawung Bocah Inklusi, reports on children's learning outcomes and observations of class teachers concluded that there were student problems in the form of a lack of ability to make eye contact in children so that it affected children's communication activities in learning activities. The aim of the study was to determine the effect of playing wire maze on eye contact in children with autism spectrum disorder. The research was conducted by calculating the frequency of eye contact in ASD children. In this study the researcher used observation and documentation as data collecting technique, with a quantitative approach and the type of experimental research with the Single Subject Research (SSR) design. The results of data analysis found that there were differences in the results in each research phase, it was in the baseline phase which increased in the intervention phase. Based on these results it can be concluded that there is an effect from playing wire maze on the eye contact of ASD children
ABSTRAK
Pengaruh bermain wire maze terhadap kontak mata anak autism spectrum disorder di KB/TK Inklusi Srawung Bocah, laporan hasil belajar anak dan pengamatan guru kelas menyatakan adanya permasalahan siswa berupa kurangnya kemampuan kontak mata anak sehingga mempengaruhi kegiatan anak berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain wire maze terhadap kontak mata anak autism spectrum disorder, penelitian dilakukan dengan menghitung frekuensi munculnya kontak mata pada anak ASD. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi, dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR). Hasil Analisis data didapatkan bahwa adanya perbedaan hasil dalam setiap fase penelitian, yaitu pada fase baseline yang meningkat di fase intervensi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bermain wire maze terhadap kontak mata anak ASD