Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Pengaruh Media Sosial Instagram dan Kualitas Produk terhadap Omzet Penjualan Barang (Studi Kasus pada Butik Grosir Thrift)
This research aims to analyze and test the influence of social media Instagram and product quality on the sales of goods.This type of research is quantitatively with a survey approach.Sampling using non-probability sampling techniques.The research data was obtained by dividing 100 questionnaires to the respondents.Research results show that social media Instagram and product quality have a positive and significant influence on the sales of goods.
Abstrak
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh media sosial Instagram dan kualitas produk terhadap omzet penjualan barang. Jenis penelitian ini secara kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling. Data penelitian diperoleh dengan membagikan 100 kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial Instagram dan kualitas produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap omzet penjualan barang.
Perbedaan Pengetahuan Perawat IGD Sebelum dan Setelah Pemberian Informasi tentang Atraumatic Care
Hospitalisasi pada anak merupakan kondisi krisis bagi anak dan dapat menyebabkan stress khususnya pada bayi dan anak usia toddler. Oleh karena itu, sangat penting bagi perawat untuk menerapkan perawatan atraumatic care pada anak dan keluarga selama hospitalisasi. Atraumatic care adalah perawatan yang bertujuan untuk mencegah atau mengurangi trauma atau stress fisik dan psikologis pada anak dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat IGD tentang atraumatic care. Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimental. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 perawat di IGD CHC Comoro dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan pertanyaan tertutup menggunakan multiple choice yang sudah dilakukan uji expert oleh ahli keperawatan anak. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji t test dependen. Penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan perawat dimana rata-rata pengetahuan perawat IGD sebelum diberikan informasi tentang atraumatic care dengan skor 7.35 dan rata-rata pengetahuan perawat IGD setelah diberikan informasi tentang atraumatic care adalah dengan skor 8.95. Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan setelah pemberian infornasi dengan nilai p 0,001. Saran yang dapat diberikan peneliti bagi perawat IGD adalah untuk dapat menerapkan atraumatic care bagi anak dan keluarga di ruang IGD saat anak masuk ke RS
Evaluasi Implementasi Epidemiologi Sistem Surveilans Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kabupaten Pangkep: Evaluation Of Surveillance System Epidemiology Implementation Of Mother And Child Health Program (MCH) Pangkep District
Although there is no specific research that documents the effects and economic crisis that hit all countries in the world when the Covid 19 pandemic occurred on pregnancy outcomes, research conducted over three decades shows that it is clear that babies born to mothers who experience CED have an average weight birth weight 2,568 grams or 390.9 grams lower than mothers who do not experience CED. This study aims to determine the weaknesses and needs of the MCH surveillance system in the Pangkep District. Includes methods for collecting MCH surveillance data, analyzing and presenting data, dissemination, and utilization of MCH surveillance data. Based on the results of this evaluation, it can be concluded that the surveillance system for the MCH program in Pangkep Regency is generally running well, some of which still need to be improved are the ability of MCH officers in terms of data analysis, submission of feedback and timely reporting
Keywords: Surveillance, Health Program Evaluation, Mother and Child
ABSTRAK
Krisis ekonomi yang melanda seluruh negara di dunia ssat terjadi pandemi Covid 19 terhadap outcome kehamilan, namun penelitian yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang mengalami KEK mempunyai rata rata berat badan lahir 2.568 gram atau 390,9 gram lebih rendah dibandingkan dengan ibu ang tidak mengalami KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelemahan dan kebutuhan sistem surveilans KIA di Kabupaten Pangkep. Meliputi cara pengumpulan data surveilans KIA, pengolahan analisis dan penyajian data, cara penyebarluasan dan cara pemanfaatan data hasil surveilans KIA. Bedasarkan hasil evaluasi tersebut dapat di simpulkan bahwa system surveilans program KIA di Kabupaten Pangkep pada umumnya sudah berjalan baik, beberapa yang masih perlu ditingkatkan adalah kemampuan petugas KIA dalam hal Analisa data, penyampaian umpan balik dan ketepatan waktu pelaporan.
Kata kunci: Surveilans, Evaluasi Program Kesehatan, Ibu dan Ana
Analisis Efektivitas Animasi 2D terhadap Peran Orang Tua dalam Perilaku Gaming Anak: Analysis of 2D Animation Effectiveness to Promoting Parents Role in Children’s Gaming Behaviour
Permasalahan adiksi dalam bermain game online pada kalangan anak-anak hingga para remaja merupakan salah satu fenomena umum yang berpengaruh terhadap performa akademik anak-anak hingga para remaja dan sering kita temukan saat ini. Permasalahan adiksi bermain game online kerap berkaitan dengan pengaruh lingkungan keluarga terutama pada pola asuh para orang tua terhadap anaknya dimana peran dan pengetahuan orang tua dalam membatasi mobilitas anaknya dalam bermain game online berperan penting dalam membantu dalam membatasi permasalahan adiksi bermain game online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan menghasilkan sebuah video animasi 2D mengenai pentingnya peran para orang tua dalam membatasi adiksi bermain game online anaknya menggunakan bantuan dari software Clip Studio Paint EX serta software Sony Vegas Pro 1.4 yang diharapkan dapat membantu mengingatkan pentingnya peran para orang tua dalam membatasi mobilitas waktu bermain game anaknya dan dapat menjadi salah satu upaya yang mampu memberikan edukasi dalam menyampaikan sebuah pesan moral kepada para anak hingga para remaja untuk lebih menghargai waktu dan dapat membatasi lama waktu bermain game online. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and development serta model siklus Multimedia Development Life Cycle dalam merancang dan mengembangkan animasi.
 
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian pada Anak Retardasi Mental
Retardasi mental merupakan keadaan yang tidak lengkap atau kurangnya perkembangan mental yang akan mempengaruhi mempengaruhi kemampuan anak yaitu kemandirian. Kemandirian pada anak retardasi mental menjadi alasan ketergantungan pada anak retardasi mental sehingga anak dengan retardasi mental membutuhkan pola asuh yang baik dari orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian pada anak retardasi mental di SLB Negeri Temanggung. Desain penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 39 orang diambil dengan metode total sampling. Pola asuh orang tua diukur dengan kuisioner Parenting Style and Dimensions Questionnare-Short Form (PSDQ) terdiri dari 32 item pertanyaan. Kemandirian pada anak retardasi mental diukur diukur dengan kuisioner The Pediatric Evaluation of Disability (PEDI) terdiri dari 9 pertanyaan tentang kemandirian pada anak retardasi mental. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian pada anak retardasi mental. Hasil penelitian menunjukkan analisa data dengan uji Rank Spearman didapatkan p value sebesar 0,048 < 0,05 (α), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian pada anak retardasi mental di SLB Negeri Temanggung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan bagi orang tua yang memiliki anak retardasi mental sebagai bahan ilmu atau informasi mengenai hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian pada anak yang mengalami retardasi mental
Studi Potensi Interaksi Obat Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram: Study on The Potential Drug Interactions in COVID-19 Patient at the Mataram City General Hospital
Covid-19 or Coronavirus disease 2019 is an acute respiratory disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus (SARS CoV-2), which entered Indonesia in early 2020. Data on Covid-19 in West Nusa Tenggara Province (NTB) in November reported 4,550 cases. Covid-19 can cause disorders in the respiratory system, acute pneumonia to death, so researchers conducted this study which aims to see how potential drug interactions exist in patients who get Covid-19 therapy while being treated at the Mataram City Hospital for the January-December 2021 period. This research is a descriptive study conducted to get an idea of whether there are potential drug interactions that occur by conducting research objectively. Data obtained from primary data, namely medical records of patients diagnosed with Covid-19 and treated in isolation rooms. Obtained as many as 95 medical record data of Covid-19 patients in the period January - December 2021. This research is a descriptive study conducted to get an idea of whether there are potential drug interactions that occur by conducting research objectively. Data obtained from primary data, namely medical records of patients diagnosed with Covid-19 and treated in isolation rooms. As many as 95 medical record data for Covid-19 patients were obtained in the period January – December 2021. Of the 95 patients obtained, it was found that the category of drug interactions with drugs based on severity was 5.26%, moderate interactions were 42.10%, and major interactions were 3.15%. The conclusion of this study is that the most common potential drug interactions were found with moderate severity with a percentage of 42.10% of 95 patients.
ABSTRAK
Covid-19 atau Coronavirus disease 2019 merupakan suatu penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus (SARS CoV-2), yang masuk ke Indonesia di awal tahun 2020. Data Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan November dilaporkan sebanyak 4.550 kasus. Covid-19 dapat menyebakan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut hingga kematian, sehingga peneliti melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk melihat bagaimana potensi adanya interaksi obat pada pasien yang mendapatkan terapi Covid-19 selama di rawat di RSUD Kota Mataram periode Januari-Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran apakah ada potensi interaksi obat yang terjadi dengan melakukan penelitian secara objektif. Data diperoleh dari data primer yaitu rekam medis pasien yang terdiagnosa Covid-19 dan dirawat di ruang isolasi. Diperoleh sebanyak 95 data rekam medis pasien Covid-19 pada periode Januari – Desember 2021. Dari 95 pasien yang diperoleh, ditemukan diperoleh kategori interaksi obat dengan obat berdasarkan keparahan yaitu interaksi minor sebanyak 5,26% , interaksi moderate 42,10% , dan interaksi mayor sebanyak 3,15%. Kesimpulan penelitian ini adalah potensi interaksi obat yang paling banyak ditemukan yaitu dengan tingkat keparahan moderate dengan persentase sebesar yaitu 42,10% dari 95 pasien
Pengetahuan dan Persepsi Apoteker Terhadap Penggunaan Obat Off-Label di Indonesia: Pharmacist's Knowledge and Perception of Off-Label Drugs Use in Indonesia
Off-label drugs are generally used in clinical practice but require close monitoring by health workers, especially pharmacists. Pharmacists need knowledge regarding the potential benefits and dangers of off-label medications to ensure the safety of drug users. This study aims to determine pharmacists' knowledge and perceptions of using off-label drugs in Indonesia. The study design used in this study was a cross-sectional study with an analytic observational approach using off-label drug-related questionnaires conducted online. Results of this study a total of 174 pharmacist respondents filled out a complete questionnaire with the result that 86% of the respondents had good knowledge regarding off-label drugs, and the rest were classified as poor (14%). Pharmacist respondents said they focused on safety (96.55%), efficacy (86.55%), medication history (72.99%), cost efficiency (61.49%), and also the target population (32.76%) in the use of off-label drugs. Based on factor analysis, the experience of preparing off-label drugs was significantly related to respondents' knowledge (p=0.041). In contrast, the factors of gender (p=0.777), age (p=0.677), last education (p=0.801), and years of service (p=0.541) there is no significant relationship. Conclusions of this study is The majority of pharmacist respondents in this study had good knowledge regarding the use of off-label drugs and agreed that pharmacists play an important role in monitoring the side effects of off-label use. In addition, almost all pharmacist respondents perceived that drug safety was the dominant factor for the consideration of off-label drug use.
ABSTRAK
Obat off-label umumnya digunakan dalam praktik klinis, namun dalam penggunaannya diperlukan pemantauan yang ketat oleh tenaga kesehatan, khususnya oleh apoteker. Pengetahuan terkait manfaat dan bahaya obat off-label diperlukan apoteker dalam menjamin keamanan dan keselamatan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi apoteker terhadap penggunaan obat off-label di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik melalui penggunaan kuesioner terkait obat off-label yang dilakukan secara online. Hasil penelitian sebanyak 174 responden apoteker terdapat 86% responden memiliki pengetahuan yang baik terkait obat off-label, dan sebagian lainnya tergolong kurang baik (14%). Responden apoteker menyatakan memiliki fokus terhadap faktor keamanan (96,55%), kemanjuran (86,55%), riwayat pengobatan (72,99%), efisiensi biaya (61,49%), dan target populasi (32,76%) dalam penggunaan obat off-label. Berdasarkan analisis faktor, pengalaman menyiapkan obat off-label berhubungan signifikan terhadap pengetahuan responden (p=0,041), sedangkan faktor jenis kelamin (p=0,777), umur (p=0,677), pendidikan terakhir (p=0,801), dan masa kerja (p=0,541) tidak terdapat hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas responden apoteker memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan obat off-label dan menyetujui bahwa apoteker berperan penting dalam monitoring efek samping penggunaan off label. Selain itu, hampir keseluruhan responden apoteker memiliki persepsi dimana faktor pertimbangan penggunaan obat off-label yang dominan adalah faktor terkait keamanan obat
Peran Executive Function (Fungsi Eksekutif) terhadap Kesiapan Sekolah: Pemahaman Guru PAUD
Previous research discussed teachers' understanding of the role of the executive function in learning mathematics, reading, arithmetic, and those with neurological disorders. The focus of this research is to explore teachers' understanding of the role of the executive function on school readiness. A quantitative approach is applied in this study with a survey model. A total of 95 teachers of Early Childhood Education (PAUD) in Bekasi and Klaten Regencies participated in filling out the questionnaire. Data was collected using a questionnaire instrument by considering several literatures. Research data analysis was assisted by the SPSS version 25 program to present data descriptively, then analyzed by One-Way ANOVA, Two-Way ANOVA and independent sample t tests. The first finding indicates that PAUD teachers consider the role of the executive function for school readiness to be quite important. Then, this understanding is not related to the teacher's years of teaching experience. In addition, teachers who know about executive functions differ significantly from teachers who do not know about executive functions. The implications of these findings are discussed.
ABSTRAK
Penelitian sebelumnya membahas tentang pemahaman guru terhadap peran fungsi eksekutif terhadap pembelajaran matematika, membaca, aritmatika, dan dengan gangguan neurologis. Fokus penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pemahaman guru tentang peran fungsi eksekutif terhadap kesiapan sekolah. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam studi ini dengan model survei. Sebanyak 95 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bekasi dan Klaten berpartisipasi untuk mengisi kuesioner. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dengan mempertimbangkan beberapa literatur. Analisis data penelitian dibantu dengan program SPSS versi 25 untuk menyajikan data secara deskriptif, kemudian dianalisis dengan uji One-Way ANOVA, Two-Way ANOVA dan independent sample t test. Temuan pertama mengindikasikan bahwa Guru PAUD menganggap peran fungsi eksekutif untuk kesiapan sekolah tergolong cukup penting. Kemudian, pemahaman ini tidak berhubungan dengan tahun pengalaman mengajar guru. Selain itu, guru yang mengetahui tentang fungsi eksekutif jauh berbeda secara signifikan dibandingkan dengan guru yang tidak tahu tentang fungsi eksekuitf. Implikasi dari temuan ini dibahas
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada Remaja Putri: The Correlation between Knowledge and Attitudes Young Women about Breast Self-Examination (BSE)
The number of breast cancer cases is ranked second after cervical cancer, the most common among women in the world. A survey conducted by WHO stated that 8-9% of women suffer from breast cancer. Breast self-examination is very important because almost 85% of breast lumps are discovered by sufferers themselves. This method is very simple, but it is hoped that it can reduce the high number of breast cancer sufferers, because the earlier it is detected, the faster the treatment process is needed. BSE is an important thing for teenagers to know to help teenagers carry out early detection of breast cancer. Good knowledge about BSE can help teenagers have a positive attitude towards themselves. The aim of the research is to determine the relationship between knowledge and BSE attitudes in young women. The population of female students at SMK "S" in Temanggung was 35 respondents. The sampling technique used was Accidental Sampling of 29 respondents. Data analysis used frequency distribution and Chi Square test. The research results showed that there was nocorrelation between knowledge and BSE (p value > 0.05).
Abstrak
Jumlah kasus kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker serviks yang paling banyak diderita wanita di dunia. Survei yang dilakukan WHO menyatakan 8–9% wanita mengalami kanker payudara. Pemeriksaan payudara sendiri sangat penting untuk dilakukan karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Metode ini sangat sederhana, namun diharapkan dapat menekan tingginya angka penderita kanker payudara, karena semakin awal terdeteksi maka semakin cepat proses pengobatan yang diperlukan. SADARI menjadi hal yang penting untuk diketahui oleh remaja untuk membantu remaja melakukan deteksi dini dari kanker payudara. Pengetahuan yang baik mengenai SADARI dapat membantu remaja mempunyai sikap yang positif terhadap dirinya. Tujuan penelitiannya yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap SADARI pada remaja putri. Populasinya siswi SMK “S” di Temanggung sebanyak 35 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, sebanyak 29 responden. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap SADARI (p value > 0,05
Peningkatan Skill Pelaku Usaha Kopi di Sukoharjo dengan Pelatihan Uji Sensori dan Teknik Seduhan Kopi
Sensory Skill is a skill that must be owned by a barista or coffee brewer. Sensory Skills are skills for analyzing and characterizing coffee that involve the senses of taste, sight and smell. This skill is important because a barista is required to be able to brew and serve coffee with a distinctive taste and according to the wishes of the customer. Various characters and flavors of coffee that can be produced. The same coffee will produce different flavor characters with different brewing techniques. That is the uniqueness of coffee. So that the skill of brewing coffee is as important as the skill of testing the taste of coffee. In this activity, the 2 activities were combined in the form of a competition. So that the participants can immediately put into practice the exercises they have acquired. A total of 32 participants took part in the coffee brewing competition which is a form of practicing coffee brewing techniques. A total of 52 participants took part in the training activities. The brewing results were then tested and assessed based on preference involving 3 trainees and 2 trained panelists. As a result of this activity, the participants not only knew but also practiced coffee brewing techniques as well as coffee sensory skills. In addition, the 3 best participants in terms of brewing coffee were obtained.
ABSTRAK
Skill Sensori merupakan salah satu skill yang harus dimiliki oleh seorang barista atau penyeduh kopi. Skill Sensori yaitu skill untuk menganalisis, mengkarakterisasi kopi yang melibatkan indra perasa, penglihatan dan penciuman. Skill tersebut penting karena seorang barista dituntut mampu untuk menyeduh dan menyajikan kopi dengan citarasa khas dan sesuai dengan keinginan customer. Beragam karakter dan citara kopi yang dapat dihasilkan. Satu kopi yang sama akan menghasilkan karakter citarasa berbeda dengan teknik seduhan yang berbeda. Itulah keunikan dari kopi. Sehingga skill menyeduh kopi sama pentingnya dengan skill menguji citarasa kopi. Pada kegiatan ini dikombinasikan 2 kegiatan tadi dalam bentuk lomba. Sehingga para peserta bisa langsung mempraktekkan latihan yang sudah diperolehnya. Sebanyak 32 peserta ikut dalam lomba menyeduh kopi yag merupakan bentuk dari praktek teknik menyeduh kopi. Total peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan sebanyak 52 peserta. Hasil seduhan kemudian diuji dan dinilai berdasarkan kesukaan yang melibatkan 3 peserta pelatihan dan 2 orang panelis terlatih. Hasil kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengetahui sekaligus juga mempraktekkan teknik seduhan kopi juga skill sensori kopi. Selain itu, diperoleh 3 peserta terbaik dalam hal menyeduh kopi