Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Edukasi dan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah
The behavior of clean and healthy life (PHBS) is a health effort carried out because of personal awareness so that families and all members are able to help themselves in the health sector and have an active role in health activities. The importance of PHBS knowledge at school is a must for children, because they almost every day carry out activities at school. So that with the education and implementation of PHBS in schools, they can know, train and apply a healthy lifestyle to create a clean and healthy environment, improve the teaching and learning process and students, teachers to the school environment community become healthy. The implementation of the activity was carried out at SDN Sumurrejo 01 Semarang City. The method used is counseling which begins with opening, perception, provision of material, evaluation and conclusion. Data collection instruments are in the form of questionnaires while the media used are visual media. Children's knowledge after being given PHBS education increased from 43.24% to 68.92% with good knowledge, while knowledge was less than 28.38% to 5.40%. The correct application of PHBS in CTPS 86.49%, most children consume nutritious food 83.78%, dispose of garbage according to its correct place 90.54 and 100% of children take deworming regularly. Children’s knowledge about PHBS has increased after education and most children implement PHBS in school well.
ABSTRAK
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya kesehatan yang dilakukan karena adanya kesadaran pribadi agar keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan. Pentingnya pengetahuan PHBS di sekolah merupakan suatu keharusan bagi anak, karena mereka hampir setiap hari melakukan aktivitas di sekolah. Sehingga dengan adanya edukasi dan implementasi PHBS di sekolah, mereka dapat mengetahui, melatih dan menerapkan pola hidup sehat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, meningkatkan proses belajar mengajar dan peserta didik, guru hingga masyarakat lingkungan sekolah menjadi sehat. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SDN Sumurrejo 01 Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang di awali dengan pembukaan, apersepsi, pemberian materi, evaluasi dan kesimpulan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner sedangkan media yang digunakan adalah media visual. Pengetahuan anak sesudah diberikan edukasi PHBS mengalami peningkatan dari 43,24% menjadi 68,92 % berpengatuan baik, sedangkan pengetahuan kurang dari 28,38% menjadi 5,40%. Penerapan PHBS pada Cuci tangan pakai sabun CTPS yang benar 86,49%, sebagian besar anak mengkonsumsi makanan bergizi 83,78%, membuang sampah sesuai tempatnya yang benar 90,54 dan 100% anak minum obat cacing secara berkala. Pengetahuan anak mengenai PHBS mengalami peningkatan setelah dilakukan edukasi dan anak-anak sebagian besar menerapkan PHBS di sekolah dengan baik
Pelatihan Kader dengan Metode Ceramah, Demonstrasi dan Simulasi terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Lansia di Wilayah RW V Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik Semarang
As humans age, they experience an aging process that is characterized by an increasing number of metabolic and structural disorders, often referred to as “degenerative diseases”. Two of them are hypertension and diabetes mellitus (DM). The elderly need special attention in the form of good health services. Health services can be in the form of health education, namely education on nutritional management of DM and hypertension, followed by elderly gymnastics. Elderly Posyandu cadres are an extension of Puskesmas officers in providing health information to the elderly. Based on observations, the cadres of Ngudi Waras Elderly Posyandu RW V Pudakpayung Village, Banyumanik Semarang still lack knowledge and skills in providing education on the management of DM and hypertension to the elderly. Training activities with lecture methods on the management of DM and hypertension, demonstrations and simulations of providing education in the form of nutrition counseling and exercise were conducted to overcome these problems. The activity was conducted on 6 cadres. The Wilcoxon t-test showed that the cadres’ knowledge increased after the training with a p value of <0.05. The skills of cadres can be seen by their enthusiasm in participating in activities and practicing the given material. Lecture, demonstration, and simulation methods were proven to improve cadres’ knowledge and skills in the management of DM and hypertension
ABSTRAK
Seiring bertambahnya usia, manusia mengalami proses penuaan yang ditandai dengan semakin banyaknya kelainan metabolisme dan struktur yang sering disebut dengan “penyakit degeneratif”. Dua di antaranya adalah hipertensi dan diabetes melitus (DM). Lansia memerlukan perhatian khusus berupa pelayanan kesehatan yang baik. Pelayanan kesehatan dapat berupa pendidikan kesehatan yaitu pendidikan penatalaksanaan gizi pada DM dan hipertensi yang dilanjutkan dengan senam lansia. Kader Posyandu Lanjut Usia merupakan perpanjangan tangan petugas Puskesmas dalam memberikan informasi kesehatan kepada lansia. Berdasarkan observasi, kader Posyandu Lansia Ngudi Waras RW V Desa Pudakpayung Banyumanik Semarang masih kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi pengelolaan DM dan hipertensi pada lansia. Kegiatan pelatihan dengan metode ceramah tentang penatalaksanaan DM dan hipertensi, demonstrasi dan simulasi pemberian edukasi berupa penyuluhan gizi dan senam dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan tersebut dilakukan terhadap 6 orang kader. Uji t Wilcoxon menunjukkan pengetahuan kader meningkat setelah diberikan pelatihan dengan nilai p<0,05. Keterampilan kader terlihat dari antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan dan mempraktikkan materi yang diberikan. Metode ceramah, demonstrasi, dan simulasi terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penatalaksanaan DM dan hipertens
Workshop Pembibitan dan Pembuatan Produk Herbal Jahe Merah, Kunyit dan Temulawak di Desa Sumogawe
Sumogawe Village has a lot of unused land that has not been used for farming. Residents of Sumogawe Village use their yard to Medicinal Plants (TOGA). Utilization of TOGA has not been carried out optimally and the large number of unused land is the main problem in Sumogawe Village. These conditions are the background for implementing community service in Sumogawe Village. The implementation of the service was carried out offline targeting the Millennial Farmers Group (KTM) and the Women Farmers Group (KWT) of Sumogawe Village. The service activity consists of 2 activities, the first is counseling about the breeding and planting of TOGA plants consisting of red ginger (Zingiber officinale var. rubrum), turmeric (Curcuma domestica Val.) and ginger (Curcuma xanthorrhiza Roxb). In this activity, the implementing team collaborated with the Getasan Agricultural Extension Center (BPP). The second activity was a workshop on making herbal products made from red ginger, turmeric and ginger combined with fresh cow's milk from the livestock of Sumogawe Village residents. The output resulting from community service activities is a 500 m2 demonstration plot planted with red ginger, turmeric and ginger with a total of 60 kg of seeds. Another output is increasing the knowledge and skills of the Sumogawe Village community by 96% regarding the use of TOGA plants into herbal products of instant red ginger powder, instant turmeric powder and ginger gummy candy.
ABSTRAK
Desa Sumogawe memiliki banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Warga Desa Sumogawe memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pemanfaatan TOGA belum dilakukan secara maksimal serta banyaknya lahan tidur menjadi masalah utama di Desa Sumogawe. Kondisi tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumogawe. Pelaksanaan pengabdian dilakukan secara offline dengan sasaran Kelompok Tani Milenial (KTM) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sumogawe. Kegiatan pengabdian terdiri dari 2 kegiatan, yang pertama penyuluhan tentang pembibitan dan penanaman tanaman TOGA yang terdiri dari jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), kunyit (Curcuma domestica Val.) dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Pada kegiatan ini tim pelaksana bekerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Getasan. Kegiatan yang kedua yaitu workshop pembuatan produk herbal berbahan dasar jahe merah, kunyit dan temulawak yang dikombinasi dengan susu sapi segar hasil ternak warga Desa Sumogawe. Output yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu adanya lahan percontohan seluas 500 m2 yang ditanami jahe merah, kunyit dan temulawak dengan total bibit 60 kg. Output yang lain yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sumogawe sebesar 96% tentang pemanfaatan tanaman TOGA menjadi produk herbal serbuk instan jahe merah, serbuk instan kunyit dan gummy candy temulawak
Evaluasi Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit dan Syariat Islam di RSI Sultan Agung Semarang : Evaluation of the Pharmaceutical Preparation Storage System Based on Hospital Pharmaceutical Service Standards and Islamic Sharia at RSI Sultan Agung Semarang
Pharmaceutical services are the main maintenance services for a hospital. RSI Sultan Agung Semarang is a hospital that has been certified according to Islamic law and has pharmaceutical installations, especially pharmaceutical logistics, which are responsible for pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials to avoid damage and maintain the quality of pharmaceutical preparations. The aim of this research is to determine the harmony of the spatial layout and storage system for pharmaceutical preparations at the Pharmacy Logistics RSI Sultan Agung Semarang based on the Standard Instructions for Pharmaceutical Services in Hospitals and Islamic Sharia. This descriptive observational research method uses prospective data collection techniques in the February-March period through interviews with the pharmacist in charge of the pharmacy warehouse. The data taken includes the spatial layout and storage system for pharmaceutical preparations and the data acquisition score is calculated using the Guttman scale. The results of data analyzed descriptively show that there is a balance in the spatial planning checklist of 94.75% (very good) and a storage system of 90.91% (very good) and conformity based on Islamic law of 25% (not good). The storage system for pharmaceutical preparations in pharmaceutical logistics at RSI Sultan Agung Semarang is based on pharmaceutical service standards in hospitals and Islamic law with an average percentage of 70.22% in the (good) category.
ABSTRAK
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan penunjang utama bagi suatu rumah sakit. RSI Sultan Agung Semarang merupakan rumah sakit yang telah tersertifikasi secara syariat Islam dan memiliki Instalasi farmasi khususnya farmasi logistik yang bertanggung jawab terhadap sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai agar tetap terhindar dari kerusakan serta menjaga mutu sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian tata ruang dan sistem penyimpanan sediaan farmasi di logistik farmasi RSI Sultan Agung Semarang berdasarkan Petunjuk Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit dan Syariat Islam. Metode penelitian observasional deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data secara prospektif pada periode Februari-Maret melalui wawancara kepada Apoteker Penanggung Jawab logistik farmasi. Data yang diambil meliputi tata ruang dan sistem penyimpanan sediaan farmasi. Skor perolehan data dihitung menggunakan skala guttman. Hasil data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian ceklist tata ruang sebesar 94,75 % (sangat baik) dan sistem penyimpanan sebesar 90,91 % (sangat baik) serta kesesuaian berdasarkan syariat Islam sebesar 25 % (kurang baik). Sistem penyimpanan sediaan farmasi di logistik farmasi di RSI Sultan Agung Semarang berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit dan syariat Islam dengan hasil rata-rata presentase sebesar 70,22 % masuk dalam kategori (baik)
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Gentle Birth Terhadap Motivasi Ibu Melahirkan Secara Gentle Birth: The Influence of Health Education About Gentle Birth on The Motivation of Gentle Birth Mothers
Gentlebirth is one way to prepare expectant mothers during pregnancy. Gentlebirth not only views birthing mothers from a physiological perspective but views birthing mothers as clients holistically as biopsychosocial and cultural beings. The midwife's communication skills are absolutely necessary, the design of the practice site which is made like giving birth at home is the main attraction of the client. The general aim of this research is to know the effect of health education about Gentle Birth on the Motivation of Mothers to Give Birth in a Gentle Birth in the Work Area of the Karang Ayu Health Center, Semarang. The type and research design used in this research is Quasi Experiment to support the results of the research. This study used an expanded Pretest-Postest with Case Control Group design approach involving one experimental group and one control group which were not given any treatment. The population in this study were all pregnant women at the Karang Ayu Health Center from January to September 2022. The samples were taken according to the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique in this study was by using a purposive sampling technique. The results of the Wilcoxon test gave a P value of 0.000, meaning that there was no effect on the motivation of the respondents before and after being given health education. The results of the Wilcoxon test gave a P value of 0.157 meaning that there was no effect on the motivation of the respondents before and after in the control group. The results of the Mann Whitney test yielded a P value of 0.000, meaning that there were differences in changes in respondents' motivation in the control and experimental groups. For pregnant women at the Karang Ayu Health Center in Semarang, it can increase awareness about giving birth in a gentle birth and for husbands it should motivate their wives to give birth in a gentle birth because of the many benefits.
Abstrak
Gentlebirth adalah salah satu cara untuk mempersiapkan ibu hamil saat kehamilan. Gentlebirth bukan hanya memandang ibu bersalin dari segi fisiologis tetapi memandang ibu bersalin sebagai klien secara holistik sebagai makhluk biospsikososial dan kultural. Kemampuan komunikasi bidan mutlak diperlukan, design dari tempat praktik yang dibuat seperti bersalin di rumah merupakan daya tarik sendiri dari klien. Tujuan Umum penelitian ini yaitu Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Gentle Birth Terhadap Motivasi Ibu Melahirkan Secara Gentle Birth Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Ayu Semarang. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experiment untuk mendukung hasil dari penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan Pretest-Postest with Case Control Group yang diperluas dengan melibatkan satu kelompok eksperimen dan satu kelompok control yang tidak diberikan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di Puskesmas Karang Ayu di bulan Januari sampai September 2022. Sampel yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan tehnik Purposive sampling. Hasil uji wilcoxon memberikan hasil P value 0,000 artinya t ada pengaruh motivasi responden sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil uji wilcoxon memberikan hasil P value 0,157 artinya tidak ada pengaruh motivasi responden sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol. Hasil uji Mann Whitney memberikan hasil P value 0,000 artinya ada perbedaan perubahan motivasi responden pada kelompok control dan eksperimen. Bagi ibu hamil di Puskesmas Karang Ayu Semarang dapat meningkatkan kesadaran tentang melahirkan secara gentle birth dan Bagi suami hendaknya memotivasi istri untuk melahirkan secara gentle birth dikarenakan banyak manfaatnya
Hubungan Family Support Dengan Kecemasan Ibu Hamil Primigravida TM-III Dalam Menghadapi Persalinan Di Pmb Ny“I” Losari
Dukungan keluarga merupakan sikap, tindakan, dan penerimaan terhadap keluarga dan dukungan ini berasal dari anak, istri, suami, dan keluarga yang lain, semnetara kecemasan adalah reaksi normal dan wajar ketika menghadapi suatu tekanan masalah ditandai dengan rasa takut, kekhawatiran yang dialami seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dukungan keluarga terhadap kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di PMB Ny “I” Losari Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Tipe penelitan yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu hamil dengan kriteria ibu hamil primigravida trimester III yang melakukan persalinan di PMB Ny “I” berusia 20-35 tahun. Alat ukur yang digunakan yakni skala dukungan keluarga yang disusun berdasarkan aspek-aspek menurut Friedman (2010), dan skala kecemasan menggunakan alat ukur HRS-A (Hamilton Rating Scale Anxiety) yang dimodifikasi dan dikembangkan oleh peneliti. Hipotesis dari penelitian ini diterima artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasanjika nilai α < 0,005. Hasil uji Chi Square menunjukkan hasil P Value 0,40 dengan taraf signifikan α5% (0,05). Berdasarkan hasil tersebut bahwa nilai P Value 0,40>α (0,05), hal ini berarti tidak signifikan atau tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di PMB Ny “I”
Efektivitas Pembelajaran Tema Selalu Berhemat Energi Bermuatan Sustainability Menggunakan Model Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Konsep
The aim of the study was to test the effectiveness of the problem-based learning model with sustainability on the conceptual understanding of fourth grade students at SD Negeri 01 Protomulyo. The research carried out was of a quantitative type using an experimental method in the form of a One-Group Pretest – Posttest Design used in one group. The results obtained from the research show that student learning outcomes have increased compared to the results of the pretest and posttest, so that it can be concluded that the problem based learning model contains sustainability is effective on science learning outcomes for fourth grade students at SD N 01 Protomulyo. Based on the results of this study, suggestions can be given so that teachers can implement problem-based learning models with sustainability in order to create effective and enjoyable learning for students.
Tujuan penelitian ialah untuk menguji keefektifan model problem based learning bermuatan sustainability terhadap pemahaman konsep siswa kelas IV SD Negeri 01 Protomulyo. Penelitian yang dilaksanakan berjenis kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen berbentuk One-Group Pretest–Posttest Design yang digunakan pada satu kelompok. Hasil yang didapat dari penelitian menampilkan bahwasanya hasil belajar siswa meningkat dibandingkan hasil pretest dan posttest, sehingga dapat diambil simpulan bahwasanya model Problem Based Learning bermuatan sustainability efektif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD N 01 Protomulyo. Berdasar hasil penelitian ini, dapat diberikan saran agar guru bisa mengimplementasikan model Problem Based Learning bermuatan sustainability agar tercipta pembelajaran efektif serta menyenangkan untuk siswa.
Membangun Kemandirian Ekonomi dan Produktivitas Karang Taruna Mekar Arum RW 39 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres Kota Surakarta dalam Pemanfaatan Bunga Telang Menjadi Kombucha
RW 39 Kelurahan Mojosongo, Jebres District, Surakarta City is an area that has become a TPA (Final Disposal Site) in Surakarta known as Putri Cempo. Because it is a landfill, bad smells and an unhealthy environment are the things that are found there. Butterfly pea flower is a plant that has various benefits besides improving air quality, after harvest it can be used for something useful, namely using the butterfly pea flower as kombcuha. This has become valuable and beneficial for residents in RW 39. The purpose of this activity is to increase the productivity and economic independence of Karang Taruna Mekar Arum through training activities on making telang flower kombucha. The lecture method and the practice of making and calculating economic value are carried out in this training. The results obtained during the training showed that the participants were enthusiastic and had the knowledge and ability to process butterfly pea flowers into kombucha. In addition, the participants succeeded in making telang flower kombucha and produced kombucha that complied with standards, namely having a sour, sour taste, a sparkling fizzy taste sensation and a clear color.
ABSTRAK
RW 39 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres Kota Surakarta merupakan wilayah yang menjadi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Surakarta yang dikenal dengan nama putri cempo. Karena menjadi TPA sehingga bau yang kurang sedap dan lingkungan yang tidak sehat menjadi hal yang dijumpai di sana. Bunga telang merupakan tanaman yang memiliki beragam manfaat selain memperbaiki kualitas udara juga pasca panennya dapat dimanfaatkan menjadi hal yang bermanfaat yaitu menfaatkan bunga telangnya menjadi kombcuha. Hal ini menjadi berharga dan bermanfaat untuk warga di RW 39. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah meningkatkan produktifitas dan kemandirian ekonomi karang taruna mekar arum melalui kegiatan pelatihan pembuatan kombucha bunga telang. Metode ceramah dan praktik pembuatan serta penghitungan nilai ekonomi dilakukan dalam pelatihan ini. Kemudian setelah kegiatan Hasil yang diperoleh selama pelatihan, para peserta antusias dan memiliki pengetahuan serta kemampuan mengolah bunga telang menjadi kombucha. Selain itu para peserta berhasil membuat kombucha bunga telang dan dihasilkan kombucha yang sesuai dengan standar yaitu memiliki rasa asam, masam, sensasi rasa sparkling bersoda serta berwarna jernih
Studi Korelasi: Perilaku Penyimpanan dan Penyajian Makanan dengan Kejadian Diare pada Balita
According to the World Health Organization (WHO) diarrheal disease is the second cause of death in children under five years old and is a potential endemic disease of Extraordinary Events (KLB) which is often accompanied by death in Indonesia. Food can be one of the causes of food poisoning and can be an intermediary in the transmission of diseases including diarrheal diseases. The purpose of this study was to determine the relationship between food storage and presentation behavior with the incidence of diarrhea in toddlers. This study is a correlation study with a cross sectional approach. The variables i.e. storage and presentation of food and incidence of diarrhea were measured using questionnaires. Food storage and presentation includes washing cutlery, selecting foodstuffs, how to cook food and drinking water and how to store food. The population in this study was mothers of toddlers. The respondents of the study as many as 156 toddlers were taken by purposive sampling technique. Data analysis was carried out with chi square test. Research Results: Based on the results of the study, the characteristics of respondents were 77 respondents (49.4%) male and 79 respondents (50.6%) female, 56 (38.9%) aged 12-23 months, 52 (33.3%) aged 24-35 months, 48 (30.8) aged 36-53 months. There is a significant relationship between food storage and serving with the incidence of diarrhea with a meaning value of p = 0.005. It is expected that mothers can pay attention to the storage and presentation of food to prevent an increase in the incidence of diarrhea.
ABSTRAK
Menurut World Health Organization (WHO) penyakit diare merupakan penyebab kematian kedua pada anak di bawah lima tahun dan merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian di Indonesia. Makanan bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya keracunan makanan dan dapat menjadi perantara dalam penularan penyakit termasuk penyakit diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku penyimpanan dan penyajian makanan dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel yaitu penyimpanan dan penyajian makanan dan kejadian diare diukur dengan menggunakan kuesioner. Penyimpanan dan penyajian makanan meliputi pencucian alat makan, pemilihan bahan makanan, cara memasak makanan dan air minum serta cara penyimpanan makanan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita. Responden penelitian sebanyak 156 balita diambil dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan karakteristik responden sebanyak 77 responden (49,4 %) berjenis kelamin laki laki dan 79 responden (50,6 %) berjenis kelamin perempuan, usia responden 12-23 bulan sebanyak 56 (38,9%), usia 24-35 bulan sebanyak 52 (33,3%), usia 36-53 bulan sebanyak 48 (30,8). Ada hubungan yang bermakna antara penyimpanan dan penyajian makanan dengan kejadian diare dengan nilai kemaknaan p=0,005. Diharapkan ibu dapat memperhatikan penyimpanan dan penyajian makanan untuk mencegah terjadinya peningkatan kejadian diare
Skrinning Status Gizi Remaja dan Upaya Pencegahan Anemia di SMK Perintis 29
Iron deficiency anemia is estimated to be the single largest cause of morbidity and mortality in adolescents. Anemia that occurs can cause decreased reproductive health, motoric and mental development, hampered intelligence, decreased learning achievement, decreased fitness levels and not achieving maximum height. The results of interviews with the school principal and guidance and counseling teachers at SMK Perintis 29 showed that the problem currently faced by partners is that cases of anemia in adolescent girls have not been identified because Hb screening examinations have never been carried out which are known to be effective in identifying the incidence of anemia in adolescent girls. The solution to the problem is Hemoglobin screening to increase adolescent awareness about the importance of anemia and the factors that influence it. The anemia screening activity began with registration of 30 young female screen participants, followed by TB and BB checks, Hb and blood pressure checks. The results of the activity showed that all teenage girls in grades X and The next community service activity focuses on empowering students with adolescent anemia to increase adolescent diet knowledge and skills.
ABSTRAK
Anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi satu-satunya penyebab terbesar kesakitan dan kematian pada remaja. Anemia yang terjadi dapat menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental, kecerdasan terhambat, menurunnya prestasi belajar, tingkat kebugaran menurun dan tidak tercapainya tinggi badan maksimal. Hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru BK di SMK Perintis 29 didapatkan data bahwa masalah yang dihadapi mitra saat ini adalah belum teridentifikasinya kasus anemia pada remaja putri karena belum pernah dilakukan pemeriksaan skrinning Hb yang diketahui efektif mengidentifikasi kejadian anemia remaja putri. Solusi permasalahan yang dilakukan adalah skrinning Hemoglobin untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya anemia serta faktor yang mempengaruhinya. Kegiatan skrinning anemia dimulai dengan registrasi peserta skrinnin sebanyak 30 remaja putri, dilanjutkan dengan pemeriksaan TB dan BB, Pemeriksaan Hb dan tekanan darah. Hasil kegiatan didapatkan bahwa semua remaja putri kelas X dan XI (100 %) di SMK Perintis 29 mengikuti kegiatan screening, 8 diantaranya mengalami anemia dan sebanyak 10 remaja berstatus gizi kurus. Kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya berfokus pada pemberdayaan siswa dengan anemia remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan diet remaja