Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    STRATEGI PROMOSI PADA BUMDES-MART DESA KRADENAN KABUPATEN SEMARANG

    Get PDF
    Dengan pesatnya perkembangan teknologi, berimbas pada peningkatan akan pentingnya keberadaan bisnis ritel atau retail business di tengah masyarakat. Semula dipandang hanya sebagai penyedia barang dan jasa, kini ritel dipandang sebagai bisnis yang semakin inovatif, dinamis, dan kompetitif. Untuk menjadikan ritel sebagai bisnis yang demikian, diperlukan pemberdayaan para pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuannya melalui bimbingan dan pelatihan sehingga kompetensi kewirausahaannya akan makin meningkat dengan pengelolaan usaha yang dijalankan menjadi lebih baik, efektif dan efisien. Penelitian ini dirancang untuk pemilik atau pimpinan toko ritel dan karyawannya untuk berlatih mendesain gambar dan teks menggunakan Canva sebagai alat promosi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini antara lain pembuatan modul Canva sebagai panduan desain gambar, pembuatan kerangka kerja deskripsi kerja untuk setiap pemilik atau pimpinan usaha dan karyawan, dan hasil pelatihan desain gambar menggunakan Canva digunakan dalam bahan promosi seperti t-shirt, mug, spanduk, flyer, poster, banner ataupun sarana lainnya. Kata Kunci: bisnis ritel, strategi promosi, pelaku usah

    TATA LAKSANA GIZI OLAHRAGA PADA ATLET SILAT DI TAPAK SUCI PUTRA MUHAMMADIYAH SUKABUMI

    Get PDF
    Pencak silat is an achievement sport characterized by a highly competitive climate, thus demanding athletes to have high performance and endurance. Management of sports nutrition is very important for athletes to help optimize their performance. This study aims to describe the management of sports nutrition in silat athletes at the Tapak Suci Putra Muhammadiyah Sukabumi. This research is a descriptive research with a case study method. The case subjects were two silat athletes with an intake of less than 50% of the total daily nutritional requirement. Case monitoring was carried out for seven days, the data collected included primary data, secondary data and interview results. The results of the 24-hour recall of the athlete's first nutritional intake before being given the intervention only fulfilled 31% (1190 kcal) of the daily nutrient requirement (2943 kcal). The second athlete only fulfills 21% (710 kcal) of the daily nutrient requirement (2782 kcal). The diet therapy given is a balanced diet with a target of meeting 65% and 68% (1898 kcal) of the total nutrient requirement (2943 kcal and 2782 kcal). The menu arrangement consists of ingredients that are easily accessible to athletes. The results of the recall of food intake to the intake target were the first athlete to meet 95% (1805 kcal) of the intake target (1898 kcal). And the second athlete met 78% (1479 kcal) of the intake target (1898 kcal). Based on the results of sports nutrition management starting from assessment, diagnosis, intervention and monitoring evaluation, it was found that both athletes had insufficient nutrient intake and did not meet the needs that needed to be consumed every day. With intervention, the nutritional intake of the two athletes reached 95% (1805 kcal) and 78% (1479 kcal) of the target intake (1898 kcal). Abstrak Pencak silat merupakan olahraga prestasi yang mempunyai ciri iklim kompetitif tinggi, sehingga menuntut atlet agar memiliki performa dan daya tahan yang tinggi. Tata laksana gizi olahraga sangat penting dilaksanakan kepada atlet agar dapat membantu optimalisasi performanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata laksana gizi olahraga pada atlet silat di Tapak Suci Putra Muhammadiyah Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek kasus adalah dua atlet silat dengan asupan kurang dari 50% dari total kebutuhan gizi perhari. Pemantuan kasus dilakukan selama tujuh hari. data yang dikumpulkan meliputi data primer, data sekunder dan hasil wawancara. Hasil recall 24 jam asupan zat gizi atlet pertama sebelum diberikan intervensi hanya memenuhi 31% (1190 kkal) dari kebutuhan zat gizi harian (2943 kkal). Atlet kedua hanya memenuhi 21% (710 kkal) dari kebutuhan zat gizi harian (2782 kkal). Terapi diet yang diberikan adalah diet menu makanan seimbang dengan target memenuhi 65% dan 68% (1898 kkal) dari total kebutuhan zat gizinya (2943 kkal dan 2782 kkal). Susunan menu terdiri dari bahan makanan yang mudah diakses oleh atlet.  Hasil recall intake makanan terhadap target asupan adalah atlet pertama memenuhi 95% (1805 kkal) dari target asupan (1898 kkal). Dan atlet kedua memenuhi 78% (1479 kkal) dari target asupan (1898 kkal). Berdasarkan hasil tata laksana gizi olahraga mulai dari assesmen, diagnosis, intervensi dan monitoring evaluasi didapatkan bahwa kedua atlet memiliki asupan zat gizi yang masih kurang dan belum sesuai dengan kebutuhan yang perlu di asup setiap hari. Dengan adanya intevernsi, asupan zat gizi kedua atlet telah mencapai 95 % (1805 kkal) dan 78 % (1479 kkal) dari target asupan (1898 kkal)

    Pay Later dan Perilaku Impulse Buying di Era Industri 4.0

    Get PDF
    Pay later services play an important role in the era of Industry 4.0 by bringing flexibility and integrated payment convenience with the development of digital technology. The advantages and convenience offered by pay later are very appealing. Impulse buying, which refers to the sudden, spontaneous, and unplanned purchase of goods or services, often occurs due to emotional impulses, sudden desires, or external factors such as promotions or discount offers. Pay later technology is well-received by the Indonesian society, and pay later users in Indonesia are categorized as quite high (Sari, 2021). This study employed interview techniques with 10 adult women who have used pay later applications, where 80% of the respondents used the pay later method because of its convenience. The use of pay later can provide flexibility in financial management, especially if used wisely. However, individuals need to carefully consider their budget, understand the requirements and costs associated with pay later services, and limit the tendency for impulsive shopping to avoid getting trapped in an uncontrollable debt cycle. Abstrak Layanan Pay later berperan penting dalam era industri 4.0 dengan menghadirkan fleksibilitas dan kemudahan pembayaran yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi digital. Keunggulan dan kemudahan yang ditawarkan oleh pay later sangat menarik. Impulse buying atau pembelian impulsif, yang merujuk pada pembelian barang atau layanan yang dilakukan secara tiba-tiba, spontan, dan tanpa perencanaan yang matang, sering kali terjadi karena dorongan emosional, keinginan mendadak, atau rangsangan dari faktor eksternal seperti promosi atau penawaran diskon. Teknologi pay later disambut baik oleh masyarakat Indonesia dan pengguna pay later di Indonesia berada dalam kategori cukup tinggi (Sari, 2021). Penelitian ini menggunakan Teknik wawancara kepada 10 orang wanita dewasa yang telah menggunakan aplikasi pay later dimana 80% responden menggunakan metode pay later  karena kemudahannya. Penggunaan Pay later dapat memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, terutama jika digunakan dengan bijaksana. Namun, individu perlu mempertimbangkan secara hati-hati anggaran mereka, memahami persyaratan dan biaya yang terkait dengan layanan Pay later dan membatasi kecenderungan untuk belanja impulsif agar tidak terjebak dalam siklus hutang yang tidak terkendali

    STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN KECEPATAN LARI MAHASISWA DI UKM FUTSAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

    Get PDF
    Futsal players are known to be players who need a lot of energy. With good nutrition, futsal players have optimum physical condition. The aim of this research was to determine the correlation between nutritional status and running speed of UKM Futsal players at Ngudi Waluyo University. This research is a correlation study with a cross sectional design on 24 athletes using a total sampling technique. Then univariate and bivariate analysis was carried out using the Spearman's Correlation statistical test. The research results showed that body mass index was significantly related to the running speed of Ngudi Waluyo University Futsal UKM Athletes, this was shown by p-value = 0.01. The conclusion shows that nutritional status is related to the running speed of students at the Futsal UKM, Ngudi Waluyo University. ABSTRAK Pemain futsal diketahui merupakan pemain yang membutuhkan banyak energi dengan terpenuhinya gizi yang baik maka pemain futsal memiliki kualitas kondisi fisik yang optimum. Tujuan dalam penelitian ini guna mengetahui korelasi antara status gizi dengan kecepatan lari pemain Futsal UKM Universitas Ngudi Waluyo. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan rancangan cross sectional pada 24 atlet dengan teknik total sampling. Kemudian dilakukan analisis univariate dan bivariate menggunakan uji statistik Spearman’s Correlation. Hasil penelitian diketahui bahwa indeks massa tubuh berhubungan signifikan dengan kecepatan lari Atlet UKM Futsal Universitas Ngudi Waluyo, hal itu ditunjukan dengan p-value = 0,01. Kesimpulan menunjukkan bahwa status gizi berkaitan dengan kecepatan lari mahasiswa di UKM Futsal Universitas Ngudi Waluyo

    ANALISA TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM MANGA : NEW GAME! Vol. 1-2

    Get PDF
    Manusia sebagai makhluk sosial, selalu berkomunikasi saat berinteraksi dan menjalin hubungan dengan manusia lain. Tujuan dari berkomunikasi selain untuk berinteraksi yang akhirnya menghasilkan sebuah peristiwa tutur. Tindak tutur selalu hadir dalam kehidupan sosial masyarakat, seperti saat bersama anggota keluarga, teman, ataupun orang lain. Peristiwa tutur masuk dalam kajian tindak tutur direktif tutur. Salah satu jenis tindak tutur adalah tindak tutur ilokusi direktif, yaitu penutur meminta mitra tutur melakukan sesuatu. Tujuan penelitian ini adalah yang pertama menjelaskan jenis tindak tutur ilokusi direktif dalam manga: New Game! Vol. 1-2 dan yang kedua menjelaskan makna dari tindak tutur ilokusi direktif tersebut. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut menggunakan kajian pragmatik Searle, teori Namatame. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian rumusan masalah adalah terdapat 5 jenis tindak tutur direktif yaitu perintah やるように, permintaan 持っていかないでくださいよ, larangan 無理しないでね, izin 質問してもいいですかdan anjuran 聞いてあげたほうがいい

    Pengaruh Islamic Branding dan Online Cunsomer Review terhadap Keputusan Pembelian Produk Hijab Rabbani

    Get PDF
    The purpose of this study is to determine and analyze the effect of Islamic Branding on Purchase Decisions and to determine the effect of Online Consumer Review on Purchase Decisions. The total population in this study included 1,606 students of FEBI UIN Walisongo Semarang. The sample in this study were 94 female students based on Slovin's research. The data of this research is in the form of quantitative data with data analysis techniques using SPSS tools. The results showed that the Islamic brand variable had a positive and significant effect on purchasing decisions and the online consumer review variable had a positive and significant effect on purchasing decisions. Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Islamic Branding terhadap Keputusan Pembelian dan untuk mengetahui pengaruh Online Cunsomer Review terhadap Keputusan Pembelian. Jumlah Populasi dalam penelitian ini meliputi mahasiswi FEBI UIN Walisongo Semarang sebanyak 1.606. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 mahasiswi berdasarkan penelitian Slovin. Data penelitian ini berupa data kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Islamic brand berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan variabel online consumer review berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

    Gambaran Self Acceptance pada Klien Lansia yang Terdiagnosis Diabetes Mellitus

    Get PDF
    Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang cukup ditakuti oleh masyarakat umum, dikarenakan dianggap sebagai penyakit yang bisa menimbulkan penyakit lain khususnya penyakit pembusukan luka hingga pemotongan atau penghilangan bagian tubuh yang mengalami pembusukan. Penyakit DM merupakan penyakit kronis yang memerlukan perubahan gaya hidup dan perawatan yang teratur untuk perawatan dan pengobatannya.  Aspek emosional yang nantinya akan mempengaruhi perawatan adalah penerimaan diri terhadap penyakit. Klien yang mendapatkan diagnose sakit DM dan tidak menunjukkan penerimaan diri  akan melakukan penyangkalan dan mengabaian kondisi. Penerimaan diri  yang tidak optimal akan masalah kesehatan akan berpengaruh pada efektivitas perawatan diri dan kontrol dari glukosa darah yang kurang. Lansia merupakan tahapan kehidupan yang secara alami akan mengalami proses degeneratif dan juga perburukan kondisi kesehatan dan DM salah satu penyakit yang menyertai atau muncul pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk lebih mengetahui gambaran secara langsung tentang penerimaan diri akan diagnosa DM oleh khususnya lansia. Penelitian ini bersifat diskriptif. Penelitian ini menggunakan kuesioner penerimaan diri sebagai alat ukurnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang terdiagnosa DM  menunjukkan penyangkalan akan diagnosa dan  pengabaian perawatan  karena diagnose yang disampaikan dirasa tidak benar karena lansia merasa tidak sakit atau badan biasa saja. Bentuk pengabaian yang dilakukan adalah  pola hidup yang tidak berubah dari sebelumnya. Kesimpulannya adalah perlu edukasi lebih lanjut tentang diagnose DM pada lansia sebagai upaya pencegahan perburukan kondisi hingga berakibat pada munculnya komplikasi DM

    Pengaruh Pemberian Ibuprofen dan Paracetamol Terhadap Penurunan Nyeri Disminorhea di Pondok Pesantren X: The Effect of Giving Ibuprofen and Paracetamol on Reducing Dysminorhea Pain at X Islamic Boarding School

    Get PDF
    Dysmenorhea is menstrual discomfort that women feel during menstruation, particularly if it started while they were teenagers. If this condition is not addressed, it will have an effect on these teenagers. The goal of this study was to ascertain whether giving young women between the ages of 12 and 17 years old Ibuprofen 200 mg and Paracetamol 500 mg as pharmacotherapy would have any effect on alleviating the discomfort associated with dysmenorrhea. This study's experimental data collection method used a one group pretest-post test design without a comparison group. The value that the respondent provided in the form of pretest and post-test with Wilcoxon test. Purposive sampling was used for the sample process, while chi-square was used for analysis. The results of the Wilcoxon test, which produced a significance value of 0.000<0.05, demonstrated that there was a therapeutic effect of using Paracetamol 500 mg and NSAIDs, it means that there is a difference in the intensity of menstrual pain felt by respondents before and after therapy. The conclusion of this study is a significant effect on the administration of ibuprofen and paracetamol on reducing the intensity of menstrual pain in teenagers at X Islamic Boarding School ABSTRAK Disminorhea merupakan nyeri menstruasi yang dialami oleh wanita pada masa menstruasi terutama yang sudah dialami pada usia remaja, dimana jika hal ini tidak terobati akan berdampak pada remaja tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh farmakoterapi pemberian Ibuprofen 200 mg dan Paracetamol 500 mg terhadap penurunan nyeri disminorhea pada remaja putri usia 12-17 tahun.  Metode pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan one group pretest-post test tanpa kelompok pembanding. Pengaruh dari penelitian ini akan dilihat dari nilai pretest dan postest dengan uji Wilcoxon. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dan dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh terapi penggunaan obat Paracetamol 500 mg dan NSAID yaitu ibuprofen 200 mg sebelum dan sesudah terapi, yang dapat menurunkan disminorea pada remaja putri, dibuktikan dengan uji Wilcoxon yang menghasilkan nilai signifikansi 0,000 <0.05 artinya terdapat perbedaan intensitas nyeri menstruasi yang dirasakan responden saat sebelum terapi dan sesudah pemberian terapi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh signifikan pada pemberian ibuprofen dan parasetamol terhadap penurunan intensitas nyeri menstruasi pada remaja di Pondok Pesantren X

    Gambaran Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja

    Get PDF
    Adolescents are a group that is vulnerable to promiscuity which has negative impacts, including unwanted pregnancies, drugs, sexually transmitted infections, HIV/AIDS. According to the Indonesian Ministry of Health, in 2019, the incidence of HIV/AIDS was in the productive age population, namely with an age range of 15-49 years, with a high chance of transmission occurring in adolescents. Observation results show that in Sulursari Village there are several internet cafes, karaoke places, markets, terminals, which are used by teenagers aged 15-19 years to perform sexual behavior. This study aims to determine the factors associated with premarital sexual behavior in adolescents in Sulursari Village, Gabus District, Grobogan Regency. The method used is quantitative with observational analytical research with a cross sectional approach. The subjects in this study were adolescents aged 15-19 years in Sulursari Village with a population of 313 people, and the research sample was 175 people. The sampling technique is simple random sampling. Analysis of the data used Fisher’s test. Results respondents who have premarital sexual behavior are more in respondents who have poor knowledge of 28.0%, respondents who have premarital sexual behavior are more in percentage of respondents whose families are less supportive, including the prevention of premarital sexual behavior, which is (31.3%) , respondents who have premarital sexual behavior are higher in respondents with low religious levels, namely 66.7%, respondents who have premarital sexual behavior are higher in respondents who get exposure to pornography through mass media, namely (58.3%). And there is a relationship between the level of knowledge (0.002), family support (0.006), religious values ​​(0.0001), and exposure to pornography (0.0005) with premarital sexual-related behavior. Conclusion There is a relationship between the level of knowledge, family support, religious values, and exposure to pornography, with premarital sexual behavior.   ABSTRAK                 Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pergaulan bebas yang berdampak negatif seperti kehamilan tidak di inginkan, narkoba, infeksi menular seksual HIV /AIDS. Menurut Kementrian Kesehatan RI tahun 2019, kejadian HIV/AIDS berada pada penduduk usia produktif pada rentang usia 15-49 tahun, dengan peluang penularan tinggi terjadi pada usia remaja. Hasil observasi menunjukkan di Desa Sulursari terdapat beberapa warnet, tempat karaoke, pasar, terminal, yang digunakan remaja usia 15-19 tahun untuk melakukan perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di Desa Sulursari Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan kuantitatif dengan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah remaja usia 15-19 tahun di Desa Sulursari dengan populasi sebesar 313 orang, sampel penelitian 175 orang. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Analisis data yang digunakan uji fisher. Hasil penelitian menunjukkan responden yang berperilaku seksual pranikah lebih banyak pada responden yang mempunyai pengetahuan kurang baik sebesar 28,0%, responden yang berperilaku seksual pranikah lebih banyak persentasenya pada responden yang dalam keluarganya  kurang mendukung termasuk dalam  pencegahan perilaku seksual pranikah sebesar (31,3%), responden yang berperilaku seksual pranikah lebih tinggi pada responden yang tingkat religiusnya rendah yaitu 66,7 %, responden yang  mempunyai perilaku seksual pranikah lebih tinggi pada responden yang mendapatkan paparan pornografi melalui media massa yaitu (58,3%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (0,002), dukungan keluarga (0,006), nilai religius (0,0001), serta paparan pornografi (0,0005) dengan perilaku terkait seksual pranikah. Simpulan Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, nilai religius, serta paparan pornografi, dengan perilaku seksual pranikah

    Studi Deskriptif Kebersihan Diri Sebelum Tidur (Sleep Hygiene) pada Remaja di Ungaran

    Get PDF
    Sleep quality includes quantitative aspects of sleep, such as sleep duration, sleep latency and subjective aspects of sleep. Somebody who encounters it will influence sleep quality. Personal hygine before sleeping (sleep hygiene) is a tendency that can affect sleep quality including sleep habits such as sleep schedule in a day, physical activity. The use of alcohol, nicotine and caffeine can affect sleep quality. This study aims to described Personal hygine before sleeping (sleep hygiene) in adolescent. This study used a descriptive design with a cross sectional approach. The adolescent population used was all adolescents aged 12-19 years as many as 596 people. The sampling technique used a proportionate random sampling with total sample of 240 people. For data collection tool using a questionnaire. The data analysis used is univariate analized. The results showed that the majority of adolescent had poor personal hygine before sleeping (sleep hygiene), as many 88 (36,7%) and good as many 28 (11,7%). It is expected that adolescents can improve sleep hygiene such as avoiding things that can keep them awake and not using the bed for activities other than sleeping.   ABSTRAK                 Kualitas tidur mencakup aspek kuantitatif dari tidur, seperti durasi tidur, latensi tidur serta aspek subjektif dari tidur. Seseorang yang mengalami masalah tidur akan mempengaruhi kualitas tidurnya. Kebersihan diri seseorang sebelum tidur atau sleep hygiene merupakan  kecenderungan  yang  dapat  mempengaruhi  kualitas tidur meliputi kebiasaan tidur seperti jadwal tidur dalam sehari, aktivitas fisik, penggunaan alkohol, nikotin dan kafein dapat memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Kebersihan diri seseorang sebelum tidur atau sleep hygiene pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan remaja berusia 12-19 tahun sebanyak 596 orang. Teknik sampling menggunakan proportionate random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 240. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisis  data univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas remaja memiliki  kebersihan diri sebelum tidur (sleep hygiene) buruk sebanyak 88 (36,7%) sedangkan yang baik hanya 28 (11,7%). Diharapkan remaja dapat meningkatkan kebersihan diri sebelum tidur (sleep hygiene ) seperti menghindari hal-hal yang dapat membuat terjaga serta tidak menggunakan tempat tidur untuk kegiatan selain tidur

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇