Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Peningkatan Perilaku SADARI (Periksa Payudara Sendiri) pada Perempuan Terhadap Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara
Breast cancer is a type of cancer with the highest incidence rate in the world. There are 2.3 million women worldwide diagnosed with breast cancer and 685,000 of them will die by 2020. Although the death rate from breast cancer has started to decline in several developed countries, breast cancer is still a serious problem in several developing countries. BSE behavior has an important role as an effort to detect early breast cancer so as to minimize the risk of breast cancer. BSE behavior (Breast Self-Examination) has an important role as an effort to detect early breast cancer so as to minimize the risk of breast cancer. The purpose of implementing this community service is to provide education to the people of Sukajadi, Prabumulih City, about behaviors that can detect breast cancer early. The target for community service is women in the age range of 20 years to 50 years. The method used is by conducting e-counseling to women aged 20 to 50 years in Sukajadi Village, Prabumulih City by showing videos of BSE steps and distributing posters of BSE steps. Based on the results of the pre test, it is known that there are still participants who have sufficient to less understanding, namely 38.67. The percentage of evaluation results after being given education, the participants' understanding increased, namely they were included in the very good category 27.05%, the good category was 58.12% while those belonging to the category of less to sufficient understanding of BSE decreased, namely 14.83%. Thus it is known that after being given education there is an increase in the understanding of counseling participants about BSE behavior. The next community service plan is expected to go directly into the community, especially for women who are at high risk of suffering from breast cancer to minimize the adverse effects of breast cancer.
ABSTRAK
Kanker payudara termasuk jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi di dunia. Terdapat 2,3 juta perempuan di dunia didiagnosa mengalami kanker payudara dan 685.000 diantaranya meninggal dunia pada tahun 2020. Meskipun angka kematian akibat kanker payudara sudah mulai menurun di beberapa negara maju, namun di beberapa negara berkembang kanker payudara masih menjadi masalah serius. Perilaku SADARI memiliki peranan yang penting sebagai upaya deteksi dini kanker payudara sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya kanker payudara. Perilaku SADARI (Periksa Payudara Sendiri ) memiliki peranan yang penting sebagai upaya deteksi dini kanker payudara sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya kanker payudara. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat in iadalah memberikan edukasi kepada masyarakat Sukajadi Kota Prabumulih tentang perilaku yang dapat mendeteksi secara dini terjadinya Kanker Payudara. Sasaran pada pengabdian kepada masyarakat ini perempuan pada rentang usia 20 tahun sampai 50 tahun. Metode yang dilakukan adalah dengan cara melakukan penyuluhan ekepada perempuan usia 20 sampai 50 tahun di Kelurahan Sukajadi Kota Prabumulih dengan pemutaran video langkah-langkah SADARI serta membagikan poster langkah-langkah SADARI. Berdasarkan hasil pre test diketahui juga masih ada peserta yang memiliki pemahaman yang cukuo hingga kurang yaitu sebesar 38,67. Persentase hasil evaluasi setelah diberikan edukasi, pemahanan peserta mengalami peningkatan yaitu termasuk dalam kategori sangat baik 27,05 %, kategori baik 58,12 % sedangkan yang termasuk kategori kurang hingga cukup pemahaman tentang SADARI mengalami penurunan yaitu 14,83 %. Dengan demikian diketahui bahwa setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman peserta penyuluhan tentang perilaku SADARI. Rencana pengabdian kepada masyarakat selanjutnya adalah diharapkan dapat terjun langsung ke masyarakat khususnya kepada para perempuan yang beresiko tinggi menderita kanker payudara untuk meminimalisir akibat buruk dari kanker payudara.
Deteksi Dini dan Pendampingan Keluarga pada Usia Dua Tahun (BADUTA) Beresiko Stunting di Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang
Stunting is one of the problems that hinder human development globally. Currently there are around 162 million children under the age of five experiencing stunting. Presidential Regulation Number 72 of 2021 concerning the Acceleration of Stunting Reduction that is holistic, integrative and of good quality through coordination, synergy and synchronization among stakeholders. Early detection and assistance to families at risk of stunting involves family members and caregivers. The family is taught how to monitor growth and development and manage babies under two years of age (BADUTA) who are at risk of becoming not at risk of stunting. This service is carried out in three stages, namely: assessment, analysis and implementation, monitoring and evaluation. All processes have been carried out well and have a very large meaning in the increase in the community regarding early detection of stunting and a decrease in the number of BADUTA who are at risk of stunting which is marked by an increase in the ability of parents/caregivers to provide, process, serve food ingredients and increase the appetite of BADUTA
ABSTRAK
Stunting merupakan salah satu masalah yang menghambat perkembangan manusia secara global. Pada saat ini terdapat sekitar 162 juta anak berusia dibawah lima tahun mengalami stunting. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan. Deteksi dini dan pendampingan pada keluarga berisiko stunting melibatan anggota keluarga dan pengasuh. Keluarga tersebut diajarkan cara memantau pertumbuhan dan perkembangan serta mengelola bayi usia di bawah dua tahun (BADUTA) yang beresiko menjadi tidak berisiko stunting. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahap yaiti : pengkajian, analisis dan implementasi, monitoring dan evaluasi. Semua proses telah terlaksana dengan baik serta memberikan arti sangat besar adanya peningkatan masyarakat tentang deteksi dini stunting dan adanya penurunan jumlah BADUTA yang beresiko stunting yang ditandai dengan peningkatan kemampuan orang tua/pengasuh penyediaan, pegolahan, penyajian bahan makanan serta bertambahnya nafsu makan BADUTA
PERBANDINGAN ALGORITMA C4.5 DAN NAIVE BAYES DALAM MENDETEKSI HIPERTENSI DI PUSKESMAS BANYUBIRU
Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia setiap tahunnya karena merupakan pintu masuk penyakit lain, seperti : jantung, gagal ginjal, diabetes, dan stroke (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM) Kemenkes RI, dr. Cut Putri Ariane, M.H.Kes.). Tujuan dari penelitian ini adalah mencari metode terbaik dalam mendeteksi penyakit hipertensi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode C4.5 dan Naive Bayes. Hasil penelitian menunjukan bahwa model C4.5 memiliki akurasi yang lebih baik dengan 74,00 % dibandingkan model Naive Bayes dengan akurasi 67,00 %. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan algoritma C4.5 sebagai metode terbaik dalam mendeteksi hipertensi terkendali dan tak terkendali di Puskesmas Banyubiru.
Â
Kata Kunci : Hipertensi, C4.5, dan Naive Bayes, Puskesmas Banyubiru.
Hypertension is the number 1 cause of death in the world every year because it is the entrance to other diseases, such as: heart, kidney failure, diabetes, and stroke (Director of Prevention and Control of Non-Communicable Diseases (PPTM) of the Indonesian Ministry of Health, dr. Cut Putri Ariane, M.H.Kes .). The purpose of this study was to find the best method for detecting hypertension. In this study, the authors used the C4.5 and Naive Bayes methods. The results showed that the C4.5 model has a better accuracy of 74.00% than the Naive Bayes model with an accuracy of 67.00%. The conclusion of this study is the application of the C4.5 algorithm as the best method for detecting controlled and uncontrolled hypertension at the Banyubiru Health Center.
Keywords: Hypertension, C4.5, and Naive Bayes, Banyubiru Health Center
Dukungan Suami dan Depresi Postpartum: Husband Support and Postpartum Depression
This study aims to determine the relationship between a husband's support and postpartum depression in women. In this study, the hypothesis proposed is that there is a negative relationship between a husband's support and postpartum depression in women. The subjects of this study were postpartum women who were in the early adult age range who lived in Ungaran district. Social support is in the form of emotional support, the support award, instrumental support and informative support. The method used in this research is using qualitative exploratory study the two subjects who had a husband and wife with postpartum depression after giving birth first child with wife aged 21-28 years. Determination of the subjects in this study using purposive sampling technique and is located in several places according to the agreement of the subject and significant others. Data collection methods used were observation method using anecdotel record with the observation that social support indicators husband and interview methods are equipped with general guidance interview. The results showed that each subject provide social support her husband with different forms of support for marriage influenced by the subject. The number of subjects in this study was 50 people. The data collection tool used in this study is the Scale of Social Support and BDI. The data were analyzed using product moment analysis from Pearson with the results of the correlation (Ray) of -0.842 (p <0.01). Based on the results of data analysis, the research hypothesis is acceptable.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan depresi pasca melahirkan pada wanita. Dalam penelitian ini dirumuskan suatu hipotesis yaitu ada hubungan negatif antara dukungan suami dengan depresi pasca melahirkan pada wanita. Dukungan sosial berupa dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan informatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratif dengan dua subjek yang memiliki suami istri dengan depresi pasca melahirkan setelah melahirkan anak pertama dengan istri berusia 21-28 tahun. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan berlokasi di beberapa tempat sesuai kesepakatan subjek dan orang terdekat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan menggunakan anecdotel record dengan observasi indikator dukungan sosial suami dan metode wawancara yang dilengkapi dengan pedoman umum wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek memberikan dukungan sosial kepada suaminya dengan bentuk dukungan pernikahan yang berbeda-beda dipengaruhi oleh subjek. Subjek penelitian ini adalah wanita pasca melahirkan yang berada pada rentang usia dewasa awal yang bertempat tinggal di kabupaten Ungaran. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Dukungan Sosial dan BDI. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dalah analisis product moment dari Pearson dengan hasil korelasi (Ray) sebesar -0,842 (p<0,01). Berdasarkan hasil analisis data, hipotesis penelitian ini dapat diterim
Fungsi Lembaga Apraissal (Penilai Agunan) Dalam Pengikatan Sempurna Di Sektor Perbankan
Copyright as an intangible movable object can become collateral for banks in fiduciary collateral. Copyright arrangements can be used as a fiduciary guarantee contained in the provisions of article 16 paragraph (3) of Law Number 28 of 2014 concerning Copyright (UUHC). The article gave rise to an interpretation, because there was no further regulation concerning the technical assessment of collateral in the UUHC or in Law Number 42 of 1999 Concerning Fiduciary Guarantees (UUJF). Article 40 paragraph (1) of the UUHC if it is related to Article 16 paragraph (3) of the UUHC concerning the assessment of collateral raises the interpretation that not all creations protected by Copyright can be used as fiduciary guarantees. There is a void in implementing regulations concerning collateral valuation, so in practice banks do not accept copyrights as objects of fiduciary security. Article 16 paragraph (3) of the UUHC cannot be applied due to the absence of an appraisal of copyright collateral in banks in Indonesia.
Abstrak
Hak Cipta sebagai suatu benda bergerak tidak berwujud dapat menjadi agunan pada perbankan dalam jaminan fidusia. Pengaturan Hak Cipta dapat dijadikan jaminan fidusia terdapat pada ketentuan pada pasal 16 ayat (3) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UUHC). Pasal tersebut memunculkan penafsiran, karena tidak ada pengaturan lebih lanjut menyangkut teknis penilaian agunan di dalam UUHC maupun didalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia (UUJF). Pasal 40 ayat (1) UUHC jika dikaitkan terhadap Pasal 16 ayat (3) UUHC menyangkut penilaian agunan memunculkan Penafsiran bahwa tidak semua ciptaan yang dilindungi oleh Hak Cipta dapat dijadikan objek jaminan fidusia. Terjadi kekosongan peraturan pelaksana menyangkut penilaian agunan, maka dalam pelaksanaannya perbankan tidak menerima hak cipta sebagai objek jaminan fidusia. Pasal 16 ayat (3) UUHC tidak dapat diterapkan dikarenakan tidak adanya penilai agunan hak cipta dalam perbankan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum. Preskripsi dari penelitian ini, bahwa harus dibentuk lembaga yang berfungsi sebagai penilai agunan Hak Cipta, sehingga ketentuan bahwa Hak Cipta dapat dijadikan sebagai objek jaminan fidusia dapat terwujud secara nyata
Perlindungan Hukum Tembakau Lembutan Temanggung Sebagai Potensi Indikasi Geografis Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2016
Temanggung is the highest tobacco-producing city in Indonesia, with this level there are several processed tobacco products such as manufactured tobacco, srintil tobacco and soft tobacco. Lebutan tobacco is tobacco that is thinly sliced as the main ingredient for "Nlinting" soft tobacco as a product of small and medium enterprises which has good potential. From an economic and cultural point of view, therefore if you get legal protection through Geographical Indications it will be very beneficial for the people of Temanggung from a Legal and Economic point of view. The method in this research is Normative Juridical. literature. This secondary data source comes from several relevant legal materials such as Law Number 20 of 2016 Concerning Trademarks and Geographical Indications.
Abstrak
Temanggung adalah kota penghasil Tembakau tertinggi di Indonesi, dengan tingkat tersebut ada beberapa olahan produk Tembakau seperti tembakau pabrikan, tembakau srintil dan tembakau lembutan. Tembakau lebutan adalah tembakau yang di potong tipis tipis sebagai bahan utama untuk ” Nglinting “ tembakau lembutan sebagi produk Usaha kecil Menengah yang memiliki potensi yang bagus. Dari segi ekonomi dan budaya.oleh sebab itu jika mendapatkan perlindungan hukum lewat Indikasi Geografis akan sangat menguntungkan bagi masyarakat Temanggung dari segi Hukum dan Ekonomi, .Metode dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, Sumber data dalam penelitian dan penulisan ini adalah menggunakan data sekunder berupa penelusuran kepustakaan. Sumber data sekunder ini berasal beberapa bahan hukum yang relevan seperti Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis
Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaksanaan Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Upaya Memajukan Industri UMKM Di Kabupaten Semarang
Intellectual Property as defined in Law Number 7 of 1994 concerning ratification of the WTO or (World Trade Organization Agreement). has shown the government's seriousness in supporting a free/open economic system, and indirectly spurring companies in Indonesia to further increase their competitiveness. The implementation of Intellectual Property can spur economic growth, including in the MSME sector. Regulations for MSME Empowerment have been regulated in Government Regulation Number 7 of 2021 concerning facilitation, protection, and empowerment of cooperatives for micro, small and medium enterprises MSME actors must understand MSME protection regarding intellectual property rights, because they can avoid losses when their intellectual property is recognized by perpetrators. another economy. The government will always try to support the development of small and medium enterprises in Indonesia. This study aims to determine the Implementation of Intellectual Property Rights in MSME Actors in Semarang Regency and the Obstacles that occur in the Implementation of Intellectual Property Rights in MSME. This study uses a juridical-empirical approach using interview data with UMPRI staff at the Office of Cooperatives, Micro Enterprises, Industry and Trade and the Head of UKM Semarang Regency, observation of implementation at the Office of Cooperatives, Micro Enterprises, Industry and Trade as the main data that is relevant to the office at Office of Cooperatives, Micro Enterprises, Industry and Trade in Candirejo, West Ungaran District. The results of the final analysis concluded that: Intellectual Property Rights in Semarang Regency have an activity program to facilitate the ease of licensing for MSMEs, namely the implementation of socialization and or registration on Brand Rights. One of the factors hindering the growth of Micro, Small and Medium Enterprises in Semarang Regency is their obstacles in Capital, Human Resources and Market Segments.
Abstrak
Kekayaan Intelektual sebagaimana di definisikan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang pengesahan WTO atau (World Trade Organization Agreement). telah menunjukan keseriusan Pemerintah dalam mendukung sistem perekonomian yang bebas/terbuka, dan secara tidak langsung memacu perusahaan di Indonesia untuk lebih meningkatkan daya saingnya. Pelaksanaan Kekayaan Intelektual dapat memacu pertumbuhan perekonomian, termasuk pada sektor UMKM. Peraturan terhadap Pemberdayaan UMKM telah di atur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2021 tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi usaha mikro kecil dan menengah Pelaku UMKM harus memahami perlindungan UMKM tentan hak kekayaan intelektual, karena mereka dapat terhindar dari kerugian ketika kekayaan intelektualnya diakui oleh pelaku ekonomi lain. Pemerintah akan selalu berusaha untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Hak Kekayaan Intelektual pada Pelaku UMKM di Kabupaten Semarang dan Hambatan yang terjadi atas Pelaksanaan Hak Kekayaan Intelektual pada UMKM. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis-empiris dengan menggunakan data wawancara kepada Staff umpri Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan dan Ketua UMKM Kabupaten Semarang, observasi pelaksanaan di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan sebagai data utama yang beraloksikan di kantor di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan di Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat. Hasil analisis akhir diperoleh kesimpulan bahwa: Hak Kekayaan Intelektual di Kabupaten Semarang terdapat program kegiatan memfasilitasi kemudahan perizinan bagi UMKM yaitu pelaksanaan sosialisasi dan atau pendaftaran di Hak Merek. Faktor yang menghambat Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kabupaten Semarang salah satunya hambatan mereka di Modal, Sumber Daya Manusia dan Segmen Pasar
Tanggungjawab Pemerintah dan Kesenjangan Sosial Dalam Pendidikan
The Education Budget has been allocated at least 20%, but education issues remain an interesting study, one of which is the issue of educational equity related to inequality in Indonesia. This research is to examine the condition of education which still creates social inequality and how the Government's responsibility in it. Education is a container that facilitates what is meant by educating and developing one's potential. Gaps in social inequality are a form of inequality or unequal opportunities to access resources that occur in a society. The research method uses a normative juridical approach to examine the role of government in education Based on the 1945 Constitution Article 31 paragraph (2) and paragraph (4) concerning education and culture. The analysis shows that there are several factors that cause social inequality in education, namely; economic factors, geographic location and conditions, government constraints in equal distribution of education, lack of quality human resources, and in the future efforts must always be made to equalize education
Abstrak
Anggaran Pendidikan telah dialokasikan sekurang-kurangnya 20%, namun permasalahan pendidikan tetap menjadi kajian yang menarik, salah satunya pada permasalahan pemerataan pendidikan yang berkaitan dengan kesenjangan di Indonesia. Penelitian ini guna mengkaji kondisi pendidikan yang masih menimbulkan kesenjangan sosial dan bagaimana tanggungjawab Pemerintah didalamnya. Pendidikan adalah salah satu wadah yang memfasilitasi sebagaimana yang dimaksud adalah Mencerdaskan dan mengembangkan potensi dalam diri. Celah kesenjangan sosial adalah suatu bentuk ketimpangan ataupun ketidaksamaan kesempatan untuk mengakses sumber daya yang terjadi dalam suatu masyarakat. Metode Penelitian dengan mengunakan pendekatan yuridis normatif menelaah peran pemerintah dalam pendidikan Berdasarkan UUD 1945 Pasal 31 ayat (2) dan ayat (4) tentang pendidikan dan kebudayaan. Analisis menunjukkan terdapat beberapa faktor yang yang menjadi penyebab kesenjangan sosial dalam pendidikan yaitu; faktor ekonomi, letak dan kondisi geografis, kendala-kendala pemerintah dalam pemerataan pendidikan, kurangnya SDM yang berkualitas, dan dimasa depan senantiasa harus dilakukan upaya-upaya memeratakan pendidikan
Pengembangan Buku Ajar Tema Peduli Lingkungan untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Anak Usia 5-6 Tahun: Development of Environmental Care Theme Textbooks to Improve Creative Thinking Skills for Children Aged 5-6 Years
This study aims to determine the feasibility, practicality, and effectiveness of textbooks on the theme of caring for the environment to improve the creative thinking skills of children aged 5-6 years. This study uses the Research and Development model with the ADDIE model. The subjects that were the focus of this study were ten students from group B who attended TK DWP Karangankidul. The results of this study, it was found that textbooks on the theme of caring for the environment were deemed appropriate based on validation by material experts and textbook design experts, the average percentage of validation obtained was 95.34%, which means textbooks on the theme of caring for the environment are very suitable for use by teachers group B. The practicality of textbooks on the theme of caring for the environment obtained an average percentage of 9 Kindergarten teachers in group B of 91.66%, which means that textbooks are very practical to use. The effectiveness of textbooks on the theme of caring for the environment was analyzed using the Wilcoxon test calculations through SPSS 22. The results of the analysis showed that the Asymp. sing. (2-tailed) of 0.005. So that the p-value <0.05 or 0.005 <0.05, then H0 is rejected and H1 is accepted. It can be concluded that the use of environmental care theme textbooks is effective in improving the creative thinking skills of children aged 5-6 years.
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan buku ajar tema peduli lingkungan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif anak berusia 5-6 tahun. Penelitian ini menerapkan pendekatan pengembangan penelitian (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Subjek yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 anak didik dari kelompok B yang bersekolah di TK DWP Karangankidul. Hasil penelitian ini, ditemukan bahwa buku ajar tema peduli lingkungan telah dianggap layak berdasarkan validasi oleh ahli materi dan ahli desain buku ajar, rata-rata persentase validasi yang diperoleh adalah sebesar 95,34% yang berarti buku ajar tema peduli lingkungan sangat layak untuk digunakan guru kelompok B. Kepraktisan buku ajar tema peduli lingkungan memperoleh rata-rata persentase dari 9 guru Taman Kanak-kanak kelompok B sejumlah 91,66% yang berarti buku ajar sangat praktis digunakan. Keefektifan buku ajar tema peduli lingkungan dianalisis dengan menggunakan perhitungan uji Wilcoxon melalui SPSS 22. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sing. (2-tailed) sebesar 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa nilai p < 0,05 atau 0,005 < 0,05, oleh karena itu H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku ajar tema peduli lingkungan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif anak usia 5-6 tahun
Pengaruh Manajemen Kelas dan Tingkat Kemandirian Terhadap Pengelolaan Emosi pada Anak Usia Dini: The Influence of Classroom Management and Level of Independence on Emotional Management in Early Childhood
The purpose of this study was to measure the effect of classroom management and independence on emotional management in early childhood. This research is categorized as explanatory research, namely research that aims to explain the causal relationship between variables through hypothesis testing. The population in this study were kindergarten teachers in 4 sub-districts in Magelang Regency, to be precise, Mungkid, Mertoyudan, Salaman and Sawangan Districts. The total number of teachers in the 4 districts is 248 people. The sample in this study amounted to 53 people. Research variables in path analysis are divided into independent variables (Independent Variable) and dependent variables (Dependent Variable). The results showed that in total there was no significant and positive effect of classroom management on early childhood emotional management with a P-Value of 0.137 > 0.05. The following results show that in total there is a significant influence and a positive value of independence on the management of early childhood emotions with a P-Value of 0.000 <0.05. The third result shows that in total there is a significant and positive value effect on class management and independence together on managing early childhood emotions with an R2 of 0.728.
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh manajemen kelas dan kemandirian terhadap pengelolaan emosi anak usia dini. Penelitian ini dikategorikan sebagai explanatory research, yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Populasi pada penelitian ini adalah guru Taman Kanak-kanak di 4 Kecamatan di Kabupaten Magelang, tepatnya Kecamatan Mungkid, Mertoyudan, Salaman dan Sawangan . Total Jumlah guru di 4 kecamatan tersebut sebanyak 248 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 53 orang. Variabel penelitian dalam analisis jalur dibagi menjadi variabel bebas (Independent Variable) dan variabel terikat (Dependent Variable). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara total tidak ada pengaruh yang signifikan dan bernilai positif manajemen kelas terhadap pengelolaan emosi anak usia dini dengan nilai P-Value 0,137 > 0,05. 2. Hasil berikutnya menunjukkan bahwa secara total terdapat pengaruh yang signifikan dan bernilai positif kemandirian terhadap pengelolaan emosi anak usia dini dengan nilai P-Value 0,000 < 0,05. Hasil yang ketiga menunjukkan bahwa secara total terdapat pengaruh yang cukup signifikan dan bernilai positif manajemen kelas dan kemandirian secara bersama terhadap pengelolaan emosi anak usia dini dengan R2 sebesar 0,728