Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Lansia dalam Pengendalian Hipertensi

    Get PDF
    Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering disebut sebagai silent killer. Seiring terus meningkat angka kejadian yang akhirnya menambah jumlah angka kematiannya. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tindakan lansia dalam pengendalian hipertensi di Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi di Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang yaitu sebanyak 95 lansia dengan sampel sebanyak 49 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Data di analisis menggunakan uji kendall’s tau dihitung menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga pada lansia sebagian besar kategori baik (67,3%).Tindakan lansia dalam pengendalian hipertensi sebagian besar kategori baik (51,0%). Terdapat hubungan positif yang bermakna dukungan keluarga dengan tindakan lansia dalam pengendalian hipertensi, didapatkan nilai ι sebesar 0,543 (positif) dan pvalue sebesar 0,000 < 0,05 (α). Bagi penderita hipertensi dianjurkan memperbaiki perilaku diet yaitu memasak sendiri makanan yang dikonsumsi sehingga dapat mengendalikan asupa garam

    Evaluasi Implementasi Kedisiplinan dan Tatatertib Siswa MI Nurul Khalifah Bima Sape

    Get PDF
    The aim of the research is to know the level of discipline and discipline of students. The subjects in this study were MI Nurul Khalifah Bima Sape students. This research is a descriptive qualitative research. The results of the interview with the school principal (Arifin Hamzah, S.H) on October 23, 2022 at 09.30 WITA students always arrive at school on time, wear school uniforms, attend flag ceremonies every Monday, and so on. There are several causative factors that become obstacles to discipline and student discipline related to MI Nurul Khalifah Bima, unexpected obstacles, for example a car tire bursting on the road so that it becomes the cause of the problem, besides that the awareness of students and school residents is still low. The research data were obtained qualitatively and quantitatively using observation, interviews, document study, and questionnaires. The results of the study showed that students were already in the school environment before starting time, students attended the ceremony every Monday, before the lesson began students always prayed, students were not noisy in class, students actively discussed during learning, did not disturb friends while studying, students obeyed the rules issued by the school. The results of the data analysis show that the level of student discipline is 90% while in student discipline it is 89% so that the level of discipline and order of students at MI Nurul Khalifah Bima Sape is in the very good category.   Tujuan penelitian dapat mengetahui tingkat kedisiplinan dan tatatertib siswa. Subyek dalam penelitian ini siswa MI Nurul Khalifah Bima Sape. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil wawancara bersama kepala sekolah (Arifin Hamzah, S.H) pada tanggal 23 Oktoebr 2022 pukul 09.30 Wita siswa ketika datang kesekolah selalu tepat waktu, memakai pakaian seragam sekolah, mengikuti upacar bendera setiap hari senin, dan lain sebagainya. Ada beberapa faktor penyebap yang menjadi kendala kedisiplinan dan tata tertib siswa terkait dengan MI Nurul Khalifah Bima kendala yang tak terduga misalnya ban mobil pecah di jalan sehingga menjadi penyebab dari kendalanya, selain itu kesadaran peserta didik dan warga sekolah masih rendah. Data penelitian diperoleh kualitatif dan kuantitatif menggunakan observasi, wawancara, studi dokumen, kuesioner. Hasil penelitian bahwa siswa sebelum jam masuk siswa sudah berada di lingkungan kesekolah, siswa mengikuti upacara setiap hari senin, sebelum pelajaran dimuali siswa selalu berdoa, siswa tidak ribut didalam kelas, siswa aktif berdiskusi saat pembelajaran berlangsung, tidak mengganggu teman saat belajar, siswa mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan oleh sekolah. Hasil analisis data bahwa tingkat kedisiplinan siswa terdapat 90% sedangkan pada tata tertib siswa sebesar 89% sehingga tingkat kedisplinan dan tata tertib siswa MI Nurul Khalifah Bima Sape berada pada kategori sangat baik

    Studi Komparasi Keefektifan Model PBL Dan AIR Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

    Get PDF
    This study aims to prove whether there is a difference in the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) and Auditory, Intellectually and Repetition (AIR) models on students' critical thinking skills. This research is motivated by a problem in the education unit that many teachers have not used the PBL model according to Permendikbud No.22 of 2016. In learning theory, the PBL model can improve students' ability to think critically and solve problems in everyday life. The AIR model can improve students' ability to solve problems encountered in learning by listening to and repeating the material they have learned. The research used the Pretest-Postest Comparations Group Design method. The hypothesis test uses the Paired Sample Test Statistical Test, Independent t- Test and N-Gain Test. Statistical test with Paired level of significance for both class A and class B is 0.000 so that the two classes have no difference in students' critical thinking skills. In the t-Independent test, the significance level in class A and class B is 0.283, because 0.283 > 0.05, the two models are equally effective in improving students' critical thinking skills. With the N-Gain test in class A (PBL), the N-gain score for students' critical thinking skills was 0.7346 and the N-Gain Score in class B (AIR) was 0.4918. Based on the hypothesis test it was conclusively proven that class A using the PBL model was more effective than class B using the AIR model with a ratio of 0.7346 to 0.4918.   Penelitian ini bertujuan membuktikan ada tidaknya perbedaan  keefektifan antara model Problem Based Learning (PBL) dan Auditory,  Intelectually and Repetition (AIR) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilatar belakangi karena masalah di satuan pendidikan banyak guru yang belum menggunakan model PBL sesuai Permendikbud No.22 Tahun 2016. Dalam teori belajar model PBL dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Model AIR dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah yang dihadapi dalam belajar dengan proses mendengar dan mengulang kembali materi yang dipelajarinya. Penelitian menggunakan metode Pretest-Postest Comparations Group Design. Uji Hipotesis menggunakan Uji Statistik Paired Sample Test, Uji t-Independent dan Uji N-Gain. Uji statistik dengan Paired tingkat signifikansinya baik kelas A maupun kelas B sebesar 0,000 sehingga kedua kelas tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada Uji t-Independent tingkat signifikansinya di kelas A maupun kelas B sebesar 0,283 , karena 0,283 > 0,05 maka kedua model juga dikatagorikan sama-sama efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan uji N-Gain di kelas A (PBL), N-Gain skor kemampuan berpikir kritis siswa  sebesar 0,7346 dan N-Gain Skor di kelas B (AIR) sebesar 0,4918.  Berdasarkan uji hipotesis tersebut  terbukti secara meyakinkan bahwa kelas A dengan penggunaan model PBL lebih efektif dibanding kelas B yang menggunakan model AIR dengan perbandingan sebesar 0,7346 berbanding 0,4918

    Gambaran Persepsi Mahasiswa terhadap Pembelajaran Skill Lab Secara Daring di Fakultas Keperawatan

    Get PDF
    Online laboratory skill is a place for students to learn medical skills that are conducted in a training environment then conduct performance (working score) based on the student’s capabilities in using Pedagogy (a teaching method). Understand students’ comprehension on learning lab skills via online. This research is a Descriptive Quantitative research. These research samples are 169 respondents taken using Stratified Random Sampling. Tool that was used for the research is a questionnaire on students’ comprehension on learning lab skills via online. This research uses Univariate Analysis. This research gives illustrations of learning lab skills via online. Students’ comprehension on learning lab skills via online are 79,3% good, 15,4% bad, and 5,3% great. Students’ comprehension on learning lab skills via online is good and could be the solution for the learning activities in the midst of a pandemic. AbstrakKeterampilan laboratorium online adalah tempat bagi siswa untuk mempelajari keterampilan medis yang dilakukan di lingkungan pelatihan kemudian melakukan kinerja (skor kerja) berdasarkan kemampuan siswa dalam menggunakan Pedagogi (metode pengajaran). Pahami pemahaman siswa tentang pembelajaran keterampilan laboratorium melalui online. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 169 responden yang diambil dengan menggunakan Stratified Random Sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket pemahaman siswa tentang pembelajaran keterampilan praktikum secara online. Penelitian ini menggunakan Analisis Univariat. Penelitian ini memberikan ilustrasi pembelajaran keterampilan praktikum melalui online. Pemahaman siswa terhadap pembelajaran keterampilan praktikum via daring adalah 79,3% baik, 15,4% buruk, dan 5,3% baik. Pemahaman siswa terhadap pembelajaran keterampilan praktikum via daring sangat baik dan bisa menjadi solusi untuk kegiatan pembelajaran di tengah pandemi

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Covid-19 dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Ambal 1: Relationship between Knowledge Level of Pregnant Women about Covid-19 and Compliance in Conducting Antenatal Care Visits in the Working Area of Ambal 1 Health Center

    Get PDF
    Pregnant women are a vulnerable population for the Covid-19 virus, it is known that it disproportionately causes respiratory disease associated with increased morbidity due to infection. Current situation pregnant women are reluctant to go to health facilities for fear of contracting it. Study results 5 pregnant women said they did not know about Covid-19 and were afraid to make antenatal care visits, 3 pregnant women already knew about Covid-19 but were afraid to do antenatal care visits, and 2 pregnant women already knew about Covid-19 and had antenatal care. Research Objectives to analyze the relationship between the level of knowledge of pregnant women about Covid-19 with adherence to antenatal care visits. The method used in this study is an analytical survey with a cross-sectional approach. The population in this study was pregnant women in the Third trimester which amounted to 124, samples were taken using the Accidental Sampling technique. The measuring instrument uses a guttman scale questionnaire and a checklist. Data analysis using the Chi Square test. There is a significant relationship between the level of knowledge of pregnant women about Covid-19 and adherence to antenatal care visits. in the working area of the Ambal Health Center 1.the value of p = 0.002 < 0.05. Abstrak Ibu hamil merupakan salah satu populasi rentan virus Covid-19, hal ini dapat diketahui secara tidak proporsional dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang berhubungan dengan peningkatan morbiditas akibat infeksi. Situasi saat ini ibu hamil enggan kefaskes karena takut tertular. Hasil studi pendahuluan 5 ibu hamil mengatakan belum mengetahui tentang Covid-19 dan takut untuk melakukan kunjungan antenatal care, 3 ibu hamil sudah mengetahui tentang Covid-19 namun takut untuk melakukan kunjungan antenatal care dan 2 ibu hamil sudah mengetahui tentang Covid-19 dan sudah melakukan antenatal care. Tujuan Penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Covid-19 dengan kepatuhan melakukan kunjungan antenatal care. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi ibu hamil trimester III yang berjumlah 124, sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner skala guttman dan ceklist. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Covid-19 dengan kepatuhan melakukan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Ambal 1 yang dibuktikan dengan perolehan nilai p = 0,002 < 0,05

    Pengetahuan Remaja Putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI): Knowledge of Young Women about Breast Self-Examination (BSE)

    Get PDF
    In young women there is a very important stage of development, namely biological and physiological development which can determine the quality of oneself to become an adult. Menstruation is one indicator of female sexual maturity. During the menstrual cycle, it is necessary to pay attention to personal hygiene during menstruation and handling menstrual pain. In addition to this during the menstrual cycle there are things that are also of concern to adolescents, namely early detection of breast cancer, because young age is not a guarantee of being safe from breast cancer. Recognizing the incidence of cancer is important because it can reduce the incidence of new cancers. Prevention and early detection efforts are needed which will be easier to do when the risk factors and symptoms of cancer are identified. Breast cancer is very dangerous and must be watched out for early on. Nevertheless, breast cancer can be prevented by living a healthy lifestyle, routinely carrying out Breast Self-Examination (BSE) which is done by every woman. The purpose of the study was to describe the knowledge of young women about BSE. The study was conducted on 76 class X students, majoring in Multi Media (MM), Computer and Network Engineering (TKJ), Industrial Electronic Engineering (TEI) at SMK NU Ungaran with accidental sampling as a sampling technique. Assessment of knowledge of young women was carried out with a questionnaire about BSE examination. The research data obtained were 18 students (23.7%) had less knowledge, 25 students (32%) had good knowledge and 33 students (43%) had sufficient knowledge. Suggestions for schools are that it is hoped that the formation of peers can be an approach to assist young women in obtaining health education, especially about BSE, in collaboration with the puskesmas or the nearest health institution   Abstrak Pada remaja putri terjadi tahap perkembangan yang sangat penting, yaitu perkembangan biologis dan fisiologis yang dapat menentukan kualitas diri untuk menjadi seseorang yang dewasa. Haid merupakan salah satu indikator kematangan seksual perempuan. Selama siklus haid perlu diperhatikan tentang personal hygiene selama haid dan penanganan nyeri haid. Selain hal tersebut selama siklus haid ada hal yang juga menjadi perhatian remaja yaitu deteksi dini kanker payudara, karena usia muda bukan jaminan aman dari kanker payudara. Pengenalan kejadian kanker menjadi penting karena dapat menurunkan kejadian baru kanker diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini yang akan lebih mudah dilakukan ketika faktor risiko dan gejala kanker sudah dikenali. Kanker payudara sangat berbahaya dan harus diwaspadai sejak dini. Meskipun demikian, kanker payudara dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat, rutin melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan oleh setiap perempuan Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Penelitian dilakukan pada 76 siswi kelas X, jurusan Multi Media (MM), Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ), Tehnik elektronik Industri (TEI) SMK NU Ungaran dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penilaian pengetahuan remaja putri dilakukan dengan kuesioner tentang pemeriksaan SADARI. Data hasil penelitian diperoleh sebanyak 18 siswi (23,7%) mempunyai pengetahuan kurang, sebanyak 25 siswi (32%) mempunyai pengetahuan baik dan sebanyak 33 siswi (43%) mempunyai pengetahuan cukup. Saran untuk sekolah diharapkan adanya pembentukan teman sebaya bisa menjadikan salah satu pendekatan untuk membantu remaja putri dalam mendapatkan edukasi kesehatan khususnya tentang SADARI, dengan bekerja sama dengan pihak puskesmas ataupun institusi kesehatan terdekat

    Hubungan Jenis Persalinan Terhadap Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini : The Relationship between the Type of Delivery and the Success of Early Breastfeeding Initiation

    Get PDF
    One of the efforts to increase the success of breastfeeding is the implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD) by newborns to their mothers. IMD will greatly assist in the continuity of exclusive breastfeeding and duration of breastfeeding. Thus, the baby's needs will be met until the age of 2 years, and prevent children from malnutrition. The highest percentage of breastfeeding in children aged 0-23 months is 1-6 hours (35.2%). The process of starting to breastfeed in the first hour after birth / IMD is only 34.5%. IMD has increased in 2018. The proportion of IMD in children aged 0-23 months is 58.2%. Of this proportion, only 15.9% did IMD ≥ 1 hour. Childbirth is the culmination of a series of pregnancy processes. The type of delivery experienced plays an important role in supporting the successful implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD). Early Initiation of Breastfeeding (IMD) is an instinctive process and the right of every newborn. Early Initiation or early initiation of breastfeeding is when the baby begins to breastfeed on his own immediately after birth and is allowed skin-to-skin contact with his mother's skin for at least 1 hour. The purpose of this study was to determine the type of delivery, determine the number of babies who received IMD and determine the relationship between the type of delivery and the success of IMD. This research is a correlation analysis with a cross-sectional study approach. This research was conducted in April - May 2022. The sampling technique used total sampling. Data analysis in this study was univariate analysis and bivariate analysis using the Chi Square test with the SPSS Version 22 program (95% CI and α = 0.05). The results of bivariate analysis found that there was a significant relationship between the type of delivery and the success of IMD (p <0.001, OR 24.886, 95% CI = 6.835-90.608). Spontaneous delivery without complications increases the success of IMD by 24.88 times when compared with spontaneous delivery with complications. The birth process that the mother goes through, both normally and with complications, is not an obstacle for a baby to get his right to get breast milk at the beginning of his life. Management of the practice of Early Breastfeeding Initiation in all types of labor is no different and depends on the baby being allowed to look for the mother's nipple as early as possible. It is hoped that intervention in childbirth will be kept to a minimum so that the condition of the mother and baby becomes optimal for the success of the Early Breastfeeding Initiation (IMD) process. Abstrak Upaya untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif antara lain dengan melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) oleh bayi baru lahir pada ibunya. IMD akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi.  Persentase tertinggi proses mulai menyusu pada anak umur 0-23 bulan adalah pada 1-6 jam (35,2%). Proses mulai menyusu pada satu jam pertama setelah lahir/IMD hanya 34,5%. IMD mengalami peningkatan pada tahun 2018. Proporsi IMD pada anak umur 0-23 bulan adalah 58,2%. Dari proporsi ini, yang melakukan IMD ≥ 1 jam hanya 15,9%.  Persalinan merupakan puncak peristiwa dari serangkaian proses kehamilan. Jenis persalinan yang di alami memberikan peran penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses naluriah dan hak setiap bayi baru lahir. Inisiasi Menyusu Dini (Early Initiation) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir dan dibiarkan kontak kulit dengan kulit ibunya sekurangnya selama 1 jam.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis persalinan, mengetahui jumlah bayi yang mendapat IMD dan mengetahui hubungan jenis persalinan terhadap keberhasilan IMD.  Penelitian ini merupakan analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional study.  Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei 2022. Populasi pada penelitian ini adalah 91 ibu bersalin. Teknik pengambilan sampling menggunakan Total sampling.  Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 91 ibu bersalin.  Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan program SPSS Versi 22 dengan ( CI  95% dan α= 0.05).  Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan yang signifikans antara jenis persalinan dengan keberhasilan IMD (p <0,001, OR 24,886, CI 95%= 6,835-90,608). Persalinan spontan tanpa penyulit meningkatkan keberhasilan IMD sebesar 24,88 kali jika dibandingkan dengan persalinan spontan dengan penyulit.  Proses persalinan yang dilalui ibu baik secara normal maupun dengan penyulit bukan sebuah hambatan seorang bayi untuk mendapatkan haknya dalam mendapatkan ASI di awal kehidupannya.  Penatalaksanaan praktek Inisiasi Menyusu Dini pada semua jenis persalinan tidak berbeda dan tergantung pada sedini mungkin bayi dibiarkan mencari putting ibu. Diharapkan intervensi dalam persalinan diupayakan seminimal mungkin sehingga kondisi ibu dan bayi menjadi optimal untuk keberhasilan proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

    Pengembangan Alat Ukur Regulasi Emosi Pengasuhan Anak Usia Dini Berdasarkan Strategi Regulasi Emosi J. Gross

    Get PDF
    Kemampuan individu untuk memberikan respon positif atas emosi negatif yang muncul merupakan salah satu indikator dari regulasi emosi. Pengembangan alat ukur regulasi emosi dalam pengasuhan bertujuan untuk mengetahui kemampuan regulasi emosi orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat ukur Regulasi Emosi dalam pengasuhan anak usia dini yang didasarkan pada konsep 5 strategi regulasi Gross yaitu situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change dan response modulation yang valid dan reliabel. Konsep regulasi emosi Gross masih bersifat umum, sehingga perlu diterapkan pada konteks pengasuhan pada anak usia dini supaya dapat digunakan pada orangtua anak usia dini. Subjek penelitian ini adalah 47 orangtua yang memiliki anak berusia 2-7 tahun. Format awal alat ukur ini terdiri dari 60 aitem (30 aitem favorable dan 30 aitem unfavorable). Alat ukur selanjutnya dinilai oleh 5 orang ahli kemudian diuji validitasnya menggunakan teknik aiken V dengan skor bergerak dari 0.650 hingga 0.950. Sedangkan untuk uji reliabilitas analisis dilakukan dengan teknik Alpha Cronbach yang menghasilkan skor 0.933. Format akhir dari alat ukur regulasi emosi dalam pengasuhan anak usia dini ini adalah 35 aitem

    Penerapan Metode Bernyanyi Sebagai Upaya Mengembangkan Konsentrasi Belajar Anak Usia Dini

    Get PDF
    Konsentrasi belajar perlu dimiliki setiap siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada salah satu sekolah Kristen di Lampung, terdapat 4 dari 12 siswa tidak konsentrasi, seperti adanya siswa pasif, menangis, menganggu teman, berbicara sendiri, dan keluar dari tempat duduk. Hal ini mengakibatkan proses pembelajaran tidak berjalan secara efektif. Konsentrasi belajar juga akan memengaruhi capaian target pembelajaran terkait pemahaman, dimana ketika siswa tidak konsentrasi belajar, ia tidak dapat memahami pembelajaran dengan baik.  Oleh karena itu, konsentrasi belajar perlu untuk dikembangkan. Adapun tujuan penulisan untuk memaparkan penerapan metode bernyanyi sebagai upaya mengembangkan konsentrasi belajar anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat membantu guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk menarik perhatian siswa. Kesimpulannya, penerapan metode bernyanyi dapat menjadi stimulus yang memengaruhi respons siswa terhadap pembelajaran sehingga berupaya mengembangkan konsentrasi belajar anak usia dini melalui adanya gabungan materi pembelajaran dengan lagu, nada, musik, gerakan serta lirik singkat dan mudah diingat. Sebagai saran, metode bernyanyi dapat diterapkan oleh guru dan orang tua untuk mengajar anak usia dini sebagai upaya mengembangkan konsentrasi belajar

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LITERASI FINANSIAL ANAK USIA DINI: STUDI KASUS DI PAUD BANJARMASIN

    Get PDF
    Introduction to financial literacy knowledge from an early age will make children accustomed to managing finances properly in the future. This study aims to analyze the learning process activities in developing early childhood financial literacy education in Early Childhood integrated Islamic Baitul Makmur Banjarmasin. This study uses a qualitative approach with a case study method. The results showed that the implementation of early childhood financial literacy in early childhood integrated Islamic Baitul Makmur Banjarmasin still needs to be improved; existing activities so far only in the form of saving and Friday blessing activities; there are no more specific activities related to the development of early childhood financial literacy. Saving activities are carried out as a daily routine. At the same time, the Friday blessing is a sharing activity or alms, which will be the result of the money alms will be donated when Ramadan arrives. Researchers provide advice in improving financial literacy, from the use of media such as money kid, media to get to know money, its types, and amounts, as well as other activities in the form of playing buying and selling and field practices

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇