Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah di Sogo Kabupaten Semarang

    Get PDF
    Socialization of dengue fever prevention is a process of learning to recognize and adapt to the environment that causes dengue hemorrhagic fever transmission. Problems found from the results of interviews with leaders obtained data for the last 2 months (May 2024) there were 4 residents who suffered from DHF The head of the RT said that in Sogo Hamlet there was only 1 active cadre, community leaders said that JUMANTIK monitoring had been carried out by cadres from Sigade hamlet RT 06 but the activity had not been running since 1 year ago, Puskesmas officers said there were several residents who did not report to the Puskesmas when exposed to DHF. The purpose of the activity is to increase changes in the aspects of behavior, attitudes, and behavior of the community as a prevention of DHF. The method used begins with observation and giving questionnaires to be filled in regarding questions about dengue hemorrhagic fever, after the data is found, a nursing diagnosis is formulated which is followed by network implementation activities with the Lerep Health Center. Analysis of pre post knowledge using the Wilcoxon test obtained data p value (0.001) shows that there is an increase in knowledge between before and after socialization.   ABSTRAK Sosialisasi pencegahan demam berdarah merupakan suatu proses belajar mengenal dan menyesuaikan diri dengan lingkungan penyebab penularan demam berdarah dengue. Permasalan yang ditemukan dari hasil wawancara tokoh didapatkan data 2 bulan terakhir (Mei 2024) terdapat 4 warga yang menderita DBD Ketua RT mengatakan di Dusun Sogo hanya terdapat 1 Kader aktif ,tokoh masyarakat mengatakan untuk sudah pernah dilakukan pemantauan JUMANTIK oleh Kader dari  dusun Sigade RT 06 tetapi kegiatan tersebut sudah tidak berjalan sejak 1 tahun yang lalu, petugas Puskesmas mengatakan terdapat beberapa warga yang tidak lapor ke pihak Puskesmas ketika terkena DBD. Tujuan kegiatan untuk menambah merubah aspek perilaku, sikap, perilaku masyarakat sebagai pencegahan DBD. Metode yang digunakan diawali dengan observasi dan pemberian angket untuk diisi berkaitan pertanyaan-pertanyaan seputar demam berdarah dengue, setelah ditemukan data kemudian dirumuskan suatu diagnosis keperawatan yang diikuti dengan kegiatan implementasi jejaring dengan Puskesmas lerep. Analisis pre post pengetahuan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan data p value (0,001) menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah sosialisasi.  

    Analisis Penerapan Media Puzzle pada Pembelajaran Matematika Materi Perkalian Kelas II

    Get PDF
    Abstract The lack of students' understanding in multiplication, revealed through observations, can have negative consequences on the comprehension of multiplication concepts that should have been mastered. This is attributed to the absence of the use of instructional media by teachers, ultimately leading to a decline in students' learning outcomes. This study aims to evaluate the implementation of puzzle media in mathematics learning, particularly in the multiplication topic, in Supriyadi Elementary School's 2nd-grade class. Using a qualitative descriptive method with data collection through interviews, observations, tests, and documentation, the study achieves two main objectives. First, to assess the extent to which puzzle media is integrated into mathematics learning and identify its impact on students' understanding of multiplication concepts. Second, to evaluate students' ability to calculate multiplication. The research subjects consist of 27 students. The results of the study indicate that 2nd grade students at Supriyadi Elementary School have shown positive progress in multiplication calculations, and the implementation of puzzle media has proven effective in enhancing their understanding of the subject. This research makes a significant contribution to understanding the effectiveness of puzzle media in the context of multiplication mathematics learning in the 2nd grade, as well as the level of students' ability to master these concepts. The students are highly enthusiastic and enjoy playing puzzles. Based on the research and discussions regarding the use of puzzles in mathematics learning, especially in multiplication for the 2nd grade, it can be concluded that the utilization of puzzle media has a more positive impact. Students can comprehend and analyze problems effectively, and they can also design, plan, and seek solutions before checking their answers.   Abstrak Kurangnya pemahaman siswa dalam memahami perkalian, yang terungkap melalui observasi, dapat memiliki konsekuensi negatif pada pemahaman materi perkalian yang seharusnya sudah dikuasai. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya penggunaan media pembelajaran oleh guru, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan media puzzle dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi perkalian, di kelas 2 SD Supriyadi. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, penelitian ini mencapai dua tujuan utama. Pertama, menilai sejauh mana media puzzle diintegrasikan dalam pembelajaran matematika dan mengidentifikasi dampaknya pada pemahaman siswa terhadap konsep perkalian. Kedua, mengevaluasi kemampuan siswa dalam menghitung perkalian. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas 2 di SD Supriyadi telah menunjukkan kemajuan positif dalam menghitung perkalian, dan penerapan media puzzle terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman efektivitas media puzzle dalam konteks pembelajaran matematika perkalian di kelas 2 serta tingkat kemampuan siswa dalam menguasai konsep tersebut. Para siswa sangat senang dan menikmati bermain puzzle. Berdasarkan penelitian dan pembahasan tentang penggunaan puzzle dalam pembelajaran matematika materi perkalian untuk kelas 2, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media puzzle memberikan dampak yang lebih positif. Siswa mampu memahami dan menganalisis masalah dengan baik, mereka juga dapat merancang, merencanakan, dan mencari solusi sebelum memeriksa jawaban mereka

    Tinjauan Yuridis Terhadap Pernikahan Beda Agama (Studi Penetapan Mahkamah Agung Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby)

    Get PDF
    As a country that believes in One Almighty God, marriage in Indonesia is regulated in Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, which does not recognize the validity of interfaith marriages. As a result, interfaith marriage is no longer a new phenomenon and is now recognized as a major social problem. The author examines the legal considerations made by the Surabaya District Court judge in the case of an interfaith marriage permit application using empiric juridical techniques. In the author's view, the judge has explained that there are legal rules that do not accept the validity of interfaith marriages. However, the judge did not consider the implications of interfaith marriage from a philosophical point of view. Law Number 23 of 2006 concerning Population Administration which is used as a legal consideration does not explain the validity of marriage as a component of religious ceremonies to provide legal certainty. The judge's decision in this case was only effective in carrying out the trial program by rejecting religious arguments from religious institutions which could make people less obedient in practicing their religion. Abstrak Sebagai negara yang berketuhanan Yang Maha Esa, pernikahan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang tidak mengakui keabsahan pernikahan beda agama. Akibatnya, perkawinan beda agama bukan lagi merupakan fenomena baru dan sekarang diakui sebagai masalah sosial yang besar. Penulis meneliti pertimbangan hukum yang dibuat oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya dalam perkara permohonan izin perkawinan beda agama dengan menggunakan teknik yuridis empiris. Menurut pandangan penulis, hakim telah menjelaskan bahwa ada aturan hukum yang tidak menerima keabsahan perkawinan beda agama. Namun, hakim tidak mempertimbangkan implikasi perkawinan beda agama dari sudut pandang filosofis. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan yang digunakan sebagai pertimbangan hukum tidak menjelaskan keabsahan perkawinan sebagai salah satu komponen upacara keagamaan untuk memberikan kepastian hukum. Putusan hakim dalam perkara ini hanya efektif dalam menjalankan program persidangan dengan menolak dalil-dalil agama dari lembaga agama yang dapat membuat masyarakat kurang taat menjalankan agamanya.

    Gambaran Kinerja Perawat dalam Pendokumentasian Askep di Rawat Inap Rumah Sakit Indriati Solo Baru

    Get PDF
    The performance of nurses is a crucial indicator in achieving health service goals, including the stages of assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The study aimed to describe the nurse's performance in documenting nursing care in the inpatient room of Indriati Solo Baru Hospital. The investigation employed a quantitative approach, with a sample of 18 nurses selected through the total sampling method. Data were collected utilizing a questionnaire and analyzed using the univariate method. The findings indicated that the overall performance of nurses in nursing care documentation within the Sakura inpatient room of Indriati Solo Baru Hospital was rated as good, achieving a score of 72.2%. An age analysis revealed that most nurses were aged between 20 and 30 years (88.9. Furthermore, all respondents werfe female (100%). Regarding educational qualifications, a significant proportion of the nurses held a Ners degree (66.7%). Regarding their professional experience, most nurses in the Sakura room had over one year of work experience (77.8%). The assessment results indicate a classification of "good" in the following categories: overall assessment (100%), diagnosis (100%), age-related interventions (100%), implementation (100%), and evaluation (88.9%).   Abstrak Kinerja perawat merupakan ukuran keberhasilan dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan dimulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implmentasi, dan evaluasi.  Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kinerja perawat dalam pendokumentasian di rawat inap Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Jenis penelitian ini kuantitatif. Sampel dalam penelitian adalah 18 perawat yang dipilih secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisa data yang digunakan analisa univariate. Hasil penelitian menunjukkan pendokumentasian di rawat inap Sakura Rumah Sakit Indriati Solo Baru keseluruhan dalam kategori baik (72,2%), berdasarkan usia sebagian berusia 20-30 tahun (88,9%), berdasarkan jenis kelamin semua perawat berjenis kelamin perempuan(100%), berdasarkan pendidikan sebagian besar latar belakang pendidikan Ners (66,7%), berdasarkan lama kerja perawat di  ruang sakura memiliki pengalaman kerja >1 tahun (77,8%), berdasarkan pengkajian dalam kategori baik (100%), berdasarkan diagnosa dalam kategori baik (100%), berdasarkan usia berdasarkan intervensi dalam kategori baik (100%), berdasarkan implementasi dalam kategori baik (100%), berdasarkan evaluasi dalam kategori baik (88,9%). Implikasi praktis berdasarkan hasil penelitian digunakan sebagai masukan untuk instansi atau rumah sakit untuk dapat mempertahankan kinerja dalam melakukan pendokumentasian askep di ruangan sakura maupun ruang lain Rumah Sakit Indriati Solo Baru

    Hubungan Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komorbid Hipertensi terhadap Kepatuhan Minum Obat Menggunakan MARS-5: The Relationship Between the Characteristics of Type 2 Diabetes Mellitus Patients with Comorbid Hypertension on Medication Adherence using MARS-5

    Get PDF
    Diabetes mellitus is a group of metabolic disorders characterized by hyperglycemia and abnormalities in carbohydrate, fat and protein metabolism. Diabetes mellitus treatment requires a long period of time, so patients are expected to be compliant in taking medication. High adherence to medication can reduce complications of diabetes mellitus. The aim of the study was to determine the relationship between the characteristics of type 2 diabetes mellitus patients who have comorbid hypertension and patient compliance in taking antihypertensive medication. This research is a non-experimental quantitative research with a cross sectional design. The research sample was type 2 diabetes mellitus sufferers with hypertension who received an antihypertensive therapy regimen. The sampling technique used convenience sampling and a total sample of 79 patients was obtained. Adherence to taking antihypertensive medication was measured using the Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5) questionnaire. Univariate data analysis to describe patient characteristics and bivariate analysis to determine the relationship between patient characteristics and compliance levels using the Chi square test with a confidence level of 95%. The results showed that the level of compliance with taking antihypertensive medication based on the MARS-5 questionnaire was 30 patients (37.97%) classified as high and 49 patients (62.03%) classified as low with a mean MARS-5 value of 23.06 ± 2.14. There was a relationship between patient characteristics and the level of adherence to taking antihypertensive medication with significant value more than 0.05 (gender p= 0.974; age p= 0.757; education level p= 1.000).   ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah melebihi nilai normal. Pengobatan diabetes melitus membutuhkan jangka waktu lama, sehingga pasien diharapkan patuh dalam minum obat. Kepatuhan minum obat yang tinggi dapat menurunkan penyakit komplikasi diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 yang mempunyai komorbid hipertensi terhadap kepatuhan pasien dalam meminum obat antihipertensi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian yaitu penderita diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi yang mendapatkan regimen terapi antihipertensi. Teknik sampling menggunakan convenience sampling dan didapatkan total sampel 79 pasien. Kepatuhan minum obat antihipertensi diketahui dengan kuesioner Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5). Data dianalisa secara univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien, analisis bivariat untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan menggunakan uji chi square dengan taraf kepercayaan 95%. Penelitian memperlihatkan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi berdasarkan kuesioner MARS-5 sebanyak 30 pasien (37,97%) tergolong tinggi dan 49 pasien (62,03%) tergolong rendah dengan rerata nilai MARS-5 yaitu 23,06 ± 2,14. Terdapat hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan nilai signifikansi lebih dari 0,05 (jenis kelamin p= 0,974; usia p= 0,757; tingkat pendidikan p= 1,000)

    Efektifitas Hypnoprenatal untuk Mengurangi Kecemasan pada Ibu Hamil: The Effectiveness of Hypnoprenatal to Reduce Anxiety in Pregnant Women

    Get PDF
    Pregnancy is a physical thing experienced by women. However, there are also pregnant women who experience psychological disorders during pregnancy. The preliminary study conducted found pregnant women who experienced anxiety disorders. This anxiety disorder can later interfere with the development of the fetus that will be born. This study included pseudo-experimental research with a One Group Pre-test and Post-test approach. The population of pregnant women in Pasekan Ambarawa Village amounted to 43 pregnant women, while the respondents were pregnant women who experienced anxiety who came to pregnant classes totaling 16 pregnant women. The research data were analyzed using paired simple t-test. The results obtained that the p value is 0.000, Ho is rejected, which means that there is a difference in anxiety in pregnant women before and after hypnoprenatal so that hypnoprenatal is effective for reducing anxiety in pregnant women.      Abstrak Kehamilan merupakan hal fisilogis yang dialami oleh wanita. Akan tetapi ditemukan juga ibu hamil yang mengalami gangguan psikologis pada masa kehamilan. Studi pendahuluan yang dilakukan ditemukan ibu hamil yang mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan ini nantinya dapat mengganggu perkembangan janin yang akan dilahirkannya. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu dengan pendekatan One Group Pre-test dan Post-test. Populasinya ibu hamil yang berada di Desa Pasekan Ambarawa yang berjumlah 43 ibu hamil, sedangkan yang menjadi responden adalah  ibu hamil yang mengalami kecemasan yang datang di kelas hamil berjumlah 16 ibu hamil. Data penelitian di analisis menggunakan paired simpel t-test. Hasil yang diperoleh bahwa nilai p 0,000, Ho ditolak,   yang berarti bahwa ada perbedaan kecemasan pada ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan hypnoprenatal sehingga hypnoprenatal efektif untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil

    SOCIOLINGUISTIC STUDY: VARIATION OF SLANG WORDS BETWEEN GEN Z AND GEN ALPHA

    No full text
    As language continuously evolves with societal and technological changes, the two generations, Gen Z and Gen Alpha, shaped by different digital environments, showcase distinct linguistic trends. Gen Z, having grown up in the early days of the internet, tends to use text-based slang influenced by memes and early social media. In contrast, Gen Alpha, immersed in the world of TikTok and YouTube, embraces more visual and fast-paced slang. By applying Halliday’s register theory, this research highlights how these slang variations are shaped by the social contexts, relationships, and communication methods of each generation. This study explores the unique slang words used by Generation Z (Gen Z) and Generation Alpha (Gen Alpha) on social media platforms and also provides a sociolinguistic perspective on how technology drives the development of language, offering insights into how these generations express identity and navigate their social worlds through slang

    Studi Penurunan Kadar COD (Chemical Oxygen Demand) dan TSS (Total Suspended Solid) Menggunakan Ferri Klorida (Fecl3) pada Limbah Cair Industri Pembuatan Tahu

    Get PDF
    The tofu industry is a business established to develop activities in the food sector that have positive and negative impacts on the environment. The source of tofu industrial waste in Semarang comes from several process stages which produce average values ​​of Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Suspended Solid (TSS) which are very far from the thresholds determined by industrial wastewater quality standards. tofu by the government according to Central Java Provincial Regulation No.5 of 2012. The aim of this research is to determine the effectiveness of ferric chloride (FeCl3) as a coagulant in the wastewater treatment process of the tofu making industry with test parameters COD and TSS. This type of research is a quasi-experiment. The research design used was a pretest-posttest with control group design. The samples in this research were 35 samples of tofu liquid waste produced from the tofu industry in Gogik Village, East Ungaran District, Semarang Regency. The results of this research show that there is a difference in the Chemical Oxygen Demand (COD) levels of tofu waste before and after the addition of FeCl3 coagulant with a significance value of 0.016 or a probability below 0.05 (0.016 < 0.05), with the most effective dose being 40 gr/L waste water, There is a difference in the Total Suspended Solid (TSS) levels of tofu waste before and after the addition of FeCl3 coagulant with a significance value of 0.001 or the probability is below 0.05 (0.001 < 0.05). the probability is below 0.05 (0.001 < 0.05).   ABSTRAK                 Industri tahu merupakan usaha yang didirikan dalam rangka pengembangan kegiatan di bidang pangan yang mempunyai dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Sumber limbah industri tahu di Semarang berasal dari beberapa tahapan proses yang menghasilkan nilai rata-rata Biochemichal Oxygen deman (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspenden Solid (TSS) sangat jauh dari ambang batas yang ditentukan baku mutu air limbah industri tahu oleh pemerintah menurut Perda Provinsi Jawa Tengah No.5 Tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ferri klorida (FeCl3) sebagai koagulan  dalam  proses  pengolahan air  limbah  industri  pebuatan tahu dengan parameter uji COD dan TSS. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest-postest with control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah limbah cair tahu yang dihasilkan dari industri tahu di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Timur,  Kabupaten Semarang sebanyak  35 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Ada perbedaan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) limbah tahu sebelum dan setelah diberikan penambahan koagulan FeCl3 dengan nilai signifikansi 0,016 atau probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,016 < 0,05 ), dengan dosis paling efektif adalah 40 gr/L air limbah, Ada perbedaan kadar Total Suspended Solid (TSS) limbah tahu sebelum dan setelah diberikan penambahan koagulan FeCl3 dengan nilai signifikansi 0,001 atau probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,001 < 0,05 ). probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,001 < 0,05 )

    Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan bagi Lansia

    Get PDF
    Posyandu cadres are community volunteers who have an important role in health services for the elderly at the elderly Posyandu. Cadres are part of a group of change agents who support government programs to improve the health status of the elderly. Posyandu activities are promotive and preventive activities that require the skills of health cadres in communication, managerial and service at the posyandu. The purpose of this activity is to improve the skills of posyandu cadres in providing services at the posyandu for the elderly. The methods used in this activity are training, workshops and demonstrations. The results of the activity were carried out in three stages, the first stage was basic service training, namely blood pressure measurement techniques and anthropometry, followed by effective communication training to interact with elderly posyandu patients, then increasing the capacity of cadres in preparing the elderly PMT menu. The results of the activity are known to have increased cadre knowledge about elderly health and the ability to carry out basic health service procedures for the elderly who come to the posyandu, from 2 measurements to 5 measurements.  Through this community service activity, the empowerment of elderly posyandu cadres, especially in technical skills in measuring blood pressure and anthropometry in early detection of disease risk in the elderly and non-technical skills, namely communication skills that can increase motivation and education to the elderly community.   ABSTRAK Kader posyandu merupakan relawan masyarakat yang memiliki peran penting dalam pelayanan Kesehatan bagi lansia di Posyandu lansia. Kader merupakan bagian dari kelompok agen perubahan yang mendukung program pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat lanjut usia. Kegiatan posyandu merupakan kegiatan yang bersifat promotif dan preventif yang memerlukan keterampilan kader Kesehatan dalam komunikasi, manajerial dan pelayanan di posyandu. Tujuan kegiatan ini adalah  meningkatkan ketrampilan kader posyandu dalam melakukan pelayanan di posyandu lansia.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan, workshop dan demonstrasi. Hasil kegiatan dilakukan pada tiga tahap, tahap pertama pelatihan pelayanan dasar yaitu teknik pengukuruan tekanan darah dan antropometri, dilanjutkan pelatihan komunikasi efektif untuk berinteraksi dengan pasien posyandu lansia, kemudian peningkatan kapasitas kader dalam penyusunan menu PMT lansia. Hasil kegiatan diketahui terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang kesehatan lansia dan kemampuan dalam melakukan prosedur pelayanan kesehatan dasar pada lansia yang datang ke posyandu  yang awalnya 2 pengukuran menjadi 5 pengukuran. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini pemberdayaan kader posyandu lansia khususnya dalam keterampilan teknis dalam mengukur tekanan darah dan antropometri dalam mendeteksi dini risiko penyakit pada lansia dan keterampilan non teknis yaitu kemampuan komunikasi yang dapat meningkatkan motivasi dan edukasi kepada masyarakat lansia

    Pendidikan Kesehatan pada Ibu Hamil sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan tentang Gangguan Psikologi Masa Nifas

    Get PDF
    The postpartum period or postpartum is a transitional period that can cause a life crisis in some mothers, because many mothers experience physical and psychological changes. This period is a period that is very vulnerable to various psychological disorders such as postpartum blues, postpartum depression, and postpartum psychosis. The problem in Jempong Baru Village, Mataram City is that many pregnant women still do not understand the psychological disorders that usually occur during the postpartum period. Health education activities on postpartum psychological disorders were carried out on November 9, 2024 in Jempong Baru Village, Sekarbela District, Mataram City. The method used in this community service activity uses the lecture method, and the media uses power point and leaflets. The posttest results obtained by pregnant women showed an increase in knowledge after being given health education on postpartum psychological disorders. After the community service activity, pregnant women are expected to be able to independently identify the symptoms of psychological disorders experienced during the postpartum period, so that more serious disorders do not occur.   ABSTRAK Masa postpartum atau nifas merupakan masa peralihan yang dapat menimbulkan krisis kehidupan pada sebagian ibu, karena ibu banyak mengalami perubahan fisik dan psikis. Masa ini merupakan masa yang sangat rentan terhadap berbagai gangguan psikologi seperti postpartum blues, depresi postpartum, dan psikosis postpartum. Permasalahan di Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram masih banyak ibu hamil yang belum memahami terkait gangguan psikologi yang biasanya terjadi selama masa nifas. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang gangguan psikologi masa nifas dilaksanakan pada tanggal 9 November 2024 di Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah, dan untuk media yaitu menggunakan power point dan leaflet. Hasil posttest didapatkan ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang gangguan psikologi masa nifas. Setelah kegiatan pengabdian ibu hamil diharapkan dapat mengidentifikasi secara mandiri terhadap gejala gangguan psikologi yang dialami selama masa nifas, sehingga tidak terjadi gangguan yang lebih serius

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇