Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Implementasi Pengelolaan Sampah Dengan 3R (Reduse, Reuse, Recycle) sebagai Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Akibat Sampah di Dusun Sigade Desa Nyatnyono
Waste can have a bad impact on human health conditions. If waste is disposed of carelessly or piled up without proper management, it will cause various serious health impacts. Waste that is not treated will have a bad impact on human health. One of them improves good behavior in disposing of garbage by removing garbage cans made from materials that are easy to get around, namely bamboo. The purpose of making waste from bamboo is to reduce scattered waste. This community service activity will be carried out on July 26, 2024. The target of this activity is the people of Sigade Hamlet, Nyatnyono Village. The methods used in this activity are discussions, questions and answers, demonstration lectures, and direct practice by residents. The media used are powerpoint, leaflets, and educational videos about 3R. This activity is carried out in three stages, namely the first stage of preparation for licensing, preparing media for pre-test, and conducting waste management with 3R. The second stage is implementation, namely the delivery of material on waste management with 3R and demonstrating the creation of waste cans by involving the surrounding community. Furthermore, the last stage is evaluation by conducting a test post on the community. The results of the measurement showed that the community's knowledge before being educated about 3R waste management with good results was 5.6%, for sufficient results as much as 72.2%, and results and results were less as much as 22.2%. In addition, for the results after being educated with good results of 44.4%, and for sufficient results of 55.6%,. It is hoped that the people of Sigade Hamlet can implement waste management in the 3R way, namely reduce reuce and recyle.
ABSTRAK
Sampah dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa adanya pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai macam dampak kesehatan yang serius. Sampah yang tidak diolah akan mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Salah satu meningkatkan perilaku yang baik dalam membuang sampah dengan pembautan tempat sampah yang terbuat dari bahan yang mudah didapatkan disekitar yaitu bambu. Tujuan pembuatan sampah dari bambu ini untuk mengurangi limbah sampah yang berserakan. kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di laksanakan pada tanggal 26 Juli 2024. Untuk sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Dusun Sigade, Desa Nyatnyono. Metode yang di gunakan dalam kegiatan ini adalah diskusi, tanya jawab, ceramah demonstrasi, dan praktik langsung oleh warga. Media yang di gunakan yaitu powerpoint, leaflet, dan video edukasi tentang 3R. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu tahap pertama persiapan melakukan perijinan, menyiapkan media melakukan pre test, dan melakukan pengelolaan sampah dengan 3R. Tahap kedua yaitu pelaksanaan yaitu penyampaian materi tentang pengelolaan sampah dengan 3R dan mendemostrasikan pembuatan tempat sampah dengan melibatkan masyarakat sekitar. Selanjutnya tahap terakhir yaitu evaluasi dengan melakukan pos tes pada masyrakat. Hasil dari pengukuran bahwa pengetahuan Masyarakat sebelum diberi edukasi mengenai pengelolaan sampah 3R dengan hasil baik sebanyak 5,6%, untuk hasil cukup sebanyak 72,2%, hasil dan hasil kurang sebanyak 22,2%. Selain itu untuk hasil setelah diberi edukasi dengan hasil baik sebanyak 44,4%, dan untuk hasil cukup sebanyak 55,6%,. Di harapkan masyarakat Dusun Sigade dapat menerapkan pengelolaan sampah dengan cara 3R yaitu reduce reuce dan recyle
Pendidikan Kesehatan Gizi dan Pijat Oksitosin dalam Upaya Mengatasi Produksi ASI pada Ibu Post Partum
WHO recommendations in order to achieve optimal growth and development are giving breast milk to babies immediately within 30 minutes after the baby is born, giving only breast milk (ASI) or exclusively breastfeeding from birth until the baby is 6 months old, providing complementary foods for breast milk ( MP-ASI) from when the baby is 6 months old to 24 months or more. Providing nutrition to newborns is done by providing good breast milk, namely exclusive breastfeeding, but sometimes mothers experience difficulties in giving breast milk because they think that the milk has not yet come out and they are still stiff in giving breast milk, especially for young mothers who are giving birth for the first time. Prevention can be done by providing health education about nutrition during breastfeeding and oxytocin massage therapy to increase breast milk production. Prevention can be done by providing health education about nutrition during breastfeeding and oxytocin massage therapy to increase breast milk production. The results of this community service show that the average knowledge of postpartum mothers has increased, where the average post-test knowledge is greater than the average pre-test score. Therefore, postpartum mothers’ knowledge about nutrition and oxytocin massage has increased.
ABSTRAK
Menurut WHO untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal yaitu memberikan air susu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara ekslusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulam sampai dengan 24 bulan atau lebih. Pemberian nutrisi pada bayi baru lahir dilakukan dengan cara pemberian ASI yang baik yaitu ASI Eksklusif, tetapi kadang ibu mengalami kesulitan dalam pemberian ASI karena anggapan ASI belum keluar dan masih kaku dalam pemberian ASI terlebih pada ibu muda yang pertama kali melahirkan. Pencegahan dapat dilakukan dengan diberikan pendidikan kesehatan tentang gizi selama menyusui dan terapi pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan ibu nifas mengalami peningkatan dimana rata-rata pengetahuan post retsnya lebih besar daripada nilai rata-rata pre test. Oleh karena itu, pengetahuan ibu nifas tentang gizi dan pijat oksitosin mengalami peningkatan
Peningkatan Derajat Kesehatan Ibu Hamil Melalui Program Edukasi Terstruktur Kelompok Ibu Hamil
Pregnancy is a natural and physiological process. Every woman with healthy reproductive organs, who has experienced menstruation and engages in sexual intercourse with a healthy man, has a high likelihood of becoming pregnant. Providing proper health education, as well as prevention and management of complications, is closely related to the health of the pregnant mother and the fetus. Health education for pregnant women is essential to maintaining the health of both mother and baby during pregnancy. The risk of undetected pregnancy problems and complications caused by a mother's non-compliance with antenatal care (ANC), low knowledge of the importance of integrated ANC, lack of education about balanced nutrition, and insufficient health education about personal hygiene for pregnant women, remains a concern. The objective of this community service is to provide knowledge and understanding to pregnant women so that they can maintain their health and the health of their fetus throughout pregnancy. The activities were conducted at Annisa Maternity Clinic and Treatment Center in Banyuasin Regency from September 3 to 17, 2024, with 35 pregnant women participating. A pre-test was conducted, followed by counseling on health education for pregnant women using leaflets as educational media, followed by a discussion session, and then evaluated with a post-test after the counseling was completed. The pre-test results showed the lowest score was 20, and the highest score was 50. Meanwhile, the post-test results indicated the lowest score was 90, and the highest score was 100. The median score on the pre test is 35 and the post test score is 100. These results demonstrate a significant difference after the group of pregnant women received health education on improving maternal health. The group education approach for pregnant women can ultimately be one of the efforts to reduce maternal mortality and improve maternal health during pregnancy and postpartum.
ABSTRAK
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap perempuan yang memiliki organ reproduksi yang sehat telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang sehat maka besar kemungkinan akan terjadi kehamilan. Pemberian pendidikan kesehatan, pencegahan dan penanganan komplikasi yang dilaksanakan dengan baik erat kaitannya dengan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung. Pendidikan kesehatan ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Risiko terjadinya masalah dan komplikasi kehamilan yang tidak terdeteksi sejak dini yang disebabkan ketidakpatuhan ibu melakukan ANC, masih rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya ANC terpadu bagi ibu hamil, kurangnya edukasi tentang nutrisi seimbang pada ibu hamil, pendidikan kesehatan tentang personal hygiene pada ibu hamil Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada ibu hamil sehingga ibu hamil dapat menjaga kesehatan dan janinnya dengan baik selama masa kehamilan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Balai Pengobatan dan Klinik Bersalin Annisa Kabupaten Banyuasin pada tanggal 03 – 17 September 2024 pada 35 ibu hamil dengan metode pre test kemudian diberikan penyuluhan tentang pendidikan kesehatan pada ibu hamil dengan media leaflet lalu dilaksanakan diskusi dan selanjutnya dilakukan evaluasi dengan post test setelah penyuluhan selesai. Hasil pre test diperoleh nilai terendah adalah 20 dan nilai tertinggi adalah 50. Sementara itu nilai post test terendah 90 dan nilai tertinggi 100, nilai median pada pre test 35 dan nilai post test 100. Hasil tersebut menunjukkan bawah ada perbedaan yang signifikan setelah kelompok ibu hamil diberikan pendidikan kesehatan tentang peningkatan derajat kesehatan ibu hamil. Pendekatan pendidikan kelompok ibu hamil akhirnya dapat menjadi salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu selama kehamilan hingga pasca persalinan
PENYUSUNAN BOOKLET TRILINGUAL SEBAGAI MEDIA PROMOSI DESA WISATA SEPAKUNG KABUPATEN SEMARANG
This Community Service focuses on the preparation of a Trilingual Booklet as a promotional media for Sepakung Tourism Village, Banyubiru District, Semarang Regency. This booklet contains information about the profile, tourist destinations, events, and tour packages of Sepakung Village in three languages, namely Indonesian, English, and Japanese. The urgency to carry out this Community Service activity arose due to the limited promotional media and information in foreign languages in Sepakung Tourism Village. Considering that currently, Sepakung Village has very great potential as a green tourism and has its own appeal for both domestic and foreign tourists. The purpose of this Community Service activity is to promote Sepakung Tourism Village through the creation of a Trilingual Booklet, where the potential and destinations of Sepakung Tourism Village can be well known by domestic and foreign tourists, as well as being a special attraction for them. This Community Service activity will be carried out through several stages, starting from observation and data collection, coordinating with Sepakung Village, compiling and translating the Trilingual Booklet into three languages, editing, creating an attractive design, to publishing the Trilingual Booklet as a promotional media. The expected output is the development of creative, innovative, and effective promotional media for Sepakung Tourism Village, so that it can attract domestic and foreign tourists.
Abstrak
Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada penyusunan Booklet Trilingual sebagai media promosi Desa Wisata Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Booklet ini berisi informasi tentang profil, destinasi wisata, event, dan paket wisata Desa Sepakung ke dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jepang. Urgensi untuk melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini muncul karena keterbatasan media promosi dan informasi dalam bahasa asing di Desa Wisata Sepakung. Mengingat saat ini, Desa Sepakung memiliki potensi yang sangat besar sebagai wisata hijau serta memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mempromosikan Desa Wisata Sepakung melalui pembuatan Booklet Trilingual, di mana potensi dan destinasi Desa Wisata Sepakung dapat dikenal dengan baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini akan dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari observasi dan pengumpulan data, berkoordinasi dengan pihak Desa Sepakung, penyusunan dan penerjemahan Booklet Trilingual ke dalam tiga bahasa, penyuntingan, pembuatan desain yang menarik, hingga publikasi Booklet Trilingual sebagai media promosi. Luaran yang diharapkan adalah berkembangnya media promosi Desa Wisata Sepakung yang kreatif, inovatif, dan efektif, sehingga dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Halusinasi Pendengaran dengan Penerapan Terapi Menghardik dan Berdzikir terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi
Auditory hallucinations or auditory-hearing voices or sounds are the most common type of hallucination. Clients who experience hallucinations have sensory disturbances or distortions, but the client responds to them as the real thing. Hallucinations must be the focus of our attention because if hallucinations are not handled properly, they can pose a risk to the patient's safety, other people, and the surrounding environment. The general hallucinatory intervention given is SP 1 – SP 4. Another additional therapy given to clients with auditory hallucinations is a combination of rebuking and dhikr to reduce the level of hallucinations. Hallucinations with rebuke can be used to control auditory hallucinations. Whereas psycho-religious therapy (dhikr and prayer) is a psychiatric therapy at a higher level than ordinary psychotherapy, this is because by dhikr or praying there is a spiritual element that can awaken one's hope and self-confidence. After implementing it for 7 consecutive days with a time of 15-30 minutes in 2 patients with auditory hallucinations, it was found that there was a decrease in the level of hallucinations as measured using the AHRS scale. Therefore, giving rebuke and dhikr therapy is able to reduce symptoms and the level of hallucinations in patients.
Abstrak
Halusinasi pendengaran atau suara atau suara pendengaran adalah jenis halusinasi yang paling umum. Klien yang mengalami halusinasi mempunyai gangguan atau distorsi sensorik, namun klien menyikapinya sebagaimana adanya. Halusinasi harus menjadi fokus perhatian kita karena jika halusinasi tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan pasien, orang lain, dan lingkungan sekitar. Intervensi halusinasi umum yang diberikan adalah SP 1 – SP 4. Terapi tambahan lain yang diberikan pada klien halusinasi pendengaran adalah kombinasi teguran dan dzikir untuk menurunkan tingkat halusinasi. Halusinasi dengan teguran dapat digunakan untuk mengendalikan halusinasi pendengaran. Sedangkan terapi psikoreligius (dzikir dan doa) merupakan terapi kejiwaan yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan psikoterapi biasa, hal ini dikarenakan dengan berdzikir atau berdoa terdapat unsur spiritual yang dapat membangkitkan harapan dan rasa percaya diri seseorang. Setelah dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut dengan waktu 15-30 menit pada 2 pasien halusinasi pendengaran ditemukan adanya penurunan tingkat halusinasi yang diukur menggunakan skala AHRS. Oleh karena itu pemberian terapi teguran dan dzikir mampu menurunkan gejala dan tingkat halusinasi pada pasien
Analisis Perilaku Periksa Payudara Sendiri (Sadari) dengan Pendekatan Teori Health Belief Mode di Wilayah Kerja Puskesmas Kandanghaur: Analysis of Breast Self-Examination Behavior (Sadari) Using the Health Belief Mode Theory Approach in the Kandanghaur Community Health Center Work Area
Breast cancer is a malignant tumor that grows in the breast tissue, the most common organ malignancy in women. According to data from the Indramayu District Health Office in January-September 2022 as many as 3,824 women have had breast cancer screening, from the screening it was found that as many as 47 women had tumors or lumps in the breast, 33 women had the possibility of breast cancer, and 80 women were positive breast cancer. Based on a preliminary survey with village midwives and cadres in the working area of the Kandanghaur Health Center, it was found that there were 3 cases of breast cancer in the waterfall area. This research is an observational analytic study with a cross sectional approach. The population of this study were 227 women of childbearing age aged 20-35 years and a sample of 144 people and was taken using simple random sampling technique. The results of the univariate analysis of the chi-square test showed that perceived vulnerability was 65.3% high, perceived seriousness was 55.6% high, perceived benefits were high 57.6%, perceived barriers were high 65.0%. Bivariate analysis of perceived vulnerability (p value=0.000), perceived seriousness (p value=0.559), perceived benefits (p value=0.000) perceived obstacles (p value=0.017). The conclusion of the study is that there is a relationship between disease susceptibility, benefits and barriers to BSE practice behavior. Meanwhile, the perception of the seriousness of the disease has no relationship with BSE practice behavior. Suggestions for health workers to more often provide education on risk factors for breast cancer.
Abstrak
Dalam jaringan payudara keganasan organ yang paling sering terjadi pada wanita. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pada bulan Januari-September tahun 2022 sebanyak 3824 wanita telah melakukan skrining kanker payudara, dari skrining tersebut didapatkan hasil bahwa sebanyak 47 wanita yang memiliki tumor atau benjolan pada payudara, 33 wanita kemungkinan kanker payudara, dan 80 wanita positif kanker payudara. Berdasarkan survei pendahuluan dengan Bidan Desa dan Kader di wilayah kerja Puskesmas Kandanghaur di dapatkan hasil bahwa di daerah curug terdapat 3 kejadian kanker payudara. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu wanita usia subur usia 20-35 tahun berjumlah 227 orang dan sampel 144 orang dan diambil menggunakan teknik simple random sampling. Hasil analisa univariat uji chi square persepsi kerentnan tinggi 65,3%, persepsi keseriusan tinggi 55.6%, persepsi manfaat tinggi 57,6%, persepsi hambatan tinggi 65,0%. Analisis bivariat persepsi kerentanan (p value=0,000), persepsi keseriusan (p value=0,559), persepsi manfaat (p value=0,000) persepsi hambatan (p value=0,017). Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara kerentanan penyakit, manfaat dan hambatan dengan perilaku praktik SADARI. Sedangkan persepsi keseriusan penyakit tidak memiliki hubungan dengan perilaku praktik SADARI. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih sering memberikan edukasi faktor resiko terjadinya kanker payudara
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Balita tentang Pencegahan Covid pada Balita : Mother of Toddlers Level of Knowledge Concerning Prevention of Covid in Toddlers
Covid-19 is caused by a corna virus called Sars-Cov 2. Children's growth and development monitoring, immunization services, and Covid-19 case prevention and treatment services are priority activities. According to the results of interviews with 9 mothers with young children, 5 mothers with young children do not know how to prevent Covid in toddlers and 4 mothers with young children know how to prevent Corona virus in toddlers. The aim of this study was to determine the level of knowledge of mothers of young children about Covid prevention in toddlers in Kedunggubah village, Kaligesing district. Method : This study used a descriptive method with a cross sectional design. The population in this study was mothers who had children aged <5 years in Kedung Gubah Village, Kaligesing District, Purworejo Regency and used a total sampling of 41 people. Using Univariate data analysis, validity test using pearson product moment and reliability test using KR 20 and data program using SPPS Results sample of 41 people, total sampling method, data collection technique by questionnaire, univariate analysis, validity test by Pearson product moment and reliability test by KR 20 and program Process data using SPPS 16.0 Result : Research results show that there are 29 respondents with a good level of knowledge (70.7%), 6 respondents with a moderate level of knowledge (14.6%) and 6 respondents with a high level of knowledge. low knowledge (14.6%). ). Conclusion : Most of those surveyed are aware of the Corona virus prevention in toddlers. Governments and health workers should continue to promote their health, as part of prevention.
Abstrak
Covid-19 disebabkan oleh virus corna yang dinamakan Sars-Cov 2. Aktivitas pemantauan tumbuh kembang bayi , pelayanan imunisasi dan pelayanan pencegahan maupun penanganan kasus Covid-19 menjadi kegiatan prioritas. Dari hasil wawancara dengan 9 ibu balita, ada 5 ibu balita yang belum mengetahui tentang pencegahan Covid pada balita, dan ada 4 ibu balita yang sudah mengetahui pencegahan corona virus pada balita. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu balita tentang pencegahan Covid pada balita di Desa Kedunggubah Kecamatan Kaligesing. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu yang memiliki anak usia <5 tahun di Desa Kedung Gubah, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo dan menggunakan total sampling sebanyak 41 orang. Menggunakan analisa data Univariat, uji validitas menggunakan pearson product moment dan uji reabilitas menggunakan KR 20 dan program data menggunakan SPPS Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 29 orang (70,7%), responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (14,6%), dan responden dengan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 6 orang (14,6%). Kesimpulan : Sebagian besar responden telah mengetahui pencegahan corona pada balita, pemerintah dan tenaga kesehatan diharapkan terus meningkatkan promosi kesehatannya, sebagai bagian dari pencegahan
Back Massage terhadap Nyeri dan Luaran Persalinan: Literature Review: Literature Review of Back massage Therapy on Labor Pain dan Outcomes
One of the most common problems during labor is pain during contractions. There are many non-pharmacological interventions that are carried out, one of which is back massage. There has been a lot of research on back massage, therefore the researcher aims to find out literature reviews about the effect of back massage on pain and other outcomes of childbirth. The literature review method using the PRISMA approach was used in this literature review. Data synthesis uses the PICO method. Article sources used were Google Scholar, Pubmed NCBI and Scopus. The inclusion criteria set were articles with the keyword Back massage”. "Labor", "Childbirth", "pain", "back massage", "pain" and "labor", articles in Indonesian or English, published in 2012-2022, and can be accessed in full text. Results: There were 8 articles used in the literature review. The results obtained were 17 articles synthesized in this study. All research shows that back massage has an effect on reducing labor pain. Labor pain measurements are carried out using different tools, most of which use a visual analog scale. Apart from labor pain, it also shows that back massage can reduce cortisol, shorten the duration of labor, reduce anxiety and increase maternal satisfaction with labor, however there is no difference in the APGAR Score. Midwives using back massage can help reduce the mother's perception of pain during labor.
Abstrak
Salah satu masalah terbanyak pada persalinan dalah nyeri pada saat kontraksi. Banyak intervensi non famakologi yang dilakukan salah satunya dengan back massage. Telah banyak penelitian tentang back massage oleh sebab itu peneliti bertujuan untuk melakukan literatur review tentang pengaruh back massage terhadap nyeri dan luaran lain persalinan. Metode tinjauan pustaka dengan pendekatan PRISMA digunakan dalam tinjauan pustaka ini. Sintesis data menggunakan metode PICO. Sumber artikel yang digunakan melalui Google Scholar, Pubmed NCBI dan scopus. Kriteria inklusi yang ditetapkan adalah artikel dengan kata kunci Back massage” . ”Labor“, “Childbirth”, “pain”, “back massage”, “nyeri” dan “ persalinan”, artikel dalam bahasa Indonesia atau Inggris, diterbitkan pada tahun 2014-2024, dan dapat diakses dalam teks lengkap. Hasil: Terdapat 45 artikel sesuai kata kunci, kemudian sebanyak 17 artikel disentesis pada penelitian ini. Seluruh penelitian menunjukkan bahwa back massage berpengaruh terhadap penurunan nyeri persalinan. Pengukuran nyeri persalinan dilakukan dengan alat yang berbeda dengan sebagian besar menggunakan visual analog scale. Selain nyeri persalinan juga menunjukkan bahwa back massage dapat menurunkan kortisol, memperpendek durasi persalinan, menurunkan kecemasan dan meningkatkan kepuasan ibu terhadap persalinan, namun demikian tidak ada perbedaan pada APGAR Score. Back massage dapat dilakukan bidan sebagai upaya mengurangi persepsi nyeri persalinan
Profil Karakteristik, Pengetahuan dan Sikap Remaja terhadap Konseling Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja : Profile of Characteristics, Knowledge and Attitudes of Adolescents towards Counseling Three Basic Threats to Adolescent Reproductive Health
Based on SDKI data in 2017, the results show that sexual behavior in male adolescents is 59% and 74% of women have had sexual intercourse before marriage at the age of 15-19 years. According to Kominfo Data 2021 Explains that Drug Use Among Teenagers Aged 15-35 Years With a Percentage of 82.4% Status as Users. Data from the IDAI (Indonesian Pediatric Association) Report There are 741 Hiv Teenagers in the 15-19 Year Age Group. To overcome the problem of adolescents, among them is through the formation of PIK Remaja / Student. This research method is quantitative research using the Pre Experimental Design Research Method with One Group Pre Test-Post Test Design. The number of samples in this study amounted to 46 respondents aged 17-19 years. The results showed that the characteristics of respondents were mostly 17 years old (65.2%), the gender of respondents was male (60.9%), parents' education (60.9%) with the last education graduated from high school, parents' work (50.0%) with private employee jobs, positive peer influence as many as 33 people (71.7%), sources of information from health workers (doctors, midwives, nurses) (39.1%), got negative family support which was 29 people (63%). The value of knowledge before being given counseling intervention most of the students were less which amounted to 46 people (100%) and after being given counseling intervention most of the students had good knowledge which amounted to 26 people (56.5%). The attitude value before being given counseling intervention, most students had a positive attitude which amounted to 29 people (63%) and after being given counseling intervention, most students had a positive attitude which amounted to 37 people (80.4%).
Abstrak
Berdasarkan Data SDKI Pada Tahun 2017 Mendapatkan Hasil Bahwa Perilaku Seks Pada Remaja Pria Sebanyak 59% Dan 74% Pada Wanita Sudah Melakukan Hubungan Seksual Sebelum Menikah Pada Usia 15–19 Tahun. Menurut Data Kominfo 2021 Menerangkan Bahwa Penggunaan Narkoba Pada Kalangan Remaja Berusia 15-35 Tahun Dengan Persentase 82,4% Berstatus Sebagai Pemakai. Data Laporan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Terdapat 741 Remaja Hiv Pada Kelompok Usia 15-19 Tahun. Untuk Mengatasi Masalah Remaja Tersebut Diantaranya Melalui Pembentukan PIK Remaja/Mahasiswa. Metode Penelitian Ini Adalah Penelitian Kuantitatif Menggunakan Metode Penelitian Pre Experimental Design Dengan Desain One Group Pre Test-Post Test Design. Jumlah Sampel Pada Penelitian Ini Berjumlah 46 Responden Yang Berusia 17-19 Tahun. Hasil penelitian menyebutkan bahwa karakteristik responden sebagian besar yang memiliki umur 17 tahun (65,2%), jenis kelamin responden adalah laki-laki (60.9%), pendidikan orang tua (60.9%) dengan pendidikan terakhir tamat SMA, pekerjaan orang tua (50.0%) dengan pekerjaan karyawan swasta, pengaruh teman sebaya positif sebanyak 33 orang (71,7%), sumber infomasi dari Tenaga kesehatan ( dokter, bidan, perawat) (39.1%), mendapat dukungan keluarga yang negatif yaitu 29 orang (63%). Nilai pengetahuan sebelum diberikan intervensi konseling sebagian besar siswa-siswi kurang yang berjumlah 46 orang (100%) dan sesudah diberikan intervensi konseling siswa-siswi sebagian besar memiliki pengetahuan baik yang berjumlah 26 orang (56.5%). Nilai sikap sebelum diberikan intervensi konseling sebagian besar siswa-siswi memiliki sikap positif yang berjumlah 29 orang (63%) dan sesudah diberikan intervensi konseling siswa-siswi sebagian besar memiliki sikap positif yang berjumlah 37 orang (80.4%)
THE VALUE OF RELIGIOSITY IN SERAT WIRID HIDAYAT JATI BY RADEN NGABEHI RANGGAWARSITA
This paper examines the values of Religiosity in Serat Wirid Hidayat Jati by Raden Ngabehi Ranggawarsita. In this study, the authors use historical research methods that include heuristic, verification, interpretation, and historiography. While the approach used in this research is historical social approach. Ranggawarsita was born on March 15, 1802, he was a closing poet of the Surakarta court, died on December 24, 1873. He was buried in Palar Village, Surakarta area. One of Ranggawarsita's works was Serat Wirid Hidayat Jati, which contains Islamic values such as monotheism and Sufism. From the value of faith (monotheism) can be seen from the pronunciation of the pronunciation of la ilahailallah which means there is no god but Allah. While the value of morality (Sufism) can be seen from the praise of dzikir to God by ignoring his worldly interests, from the value of Islam can be made as a way of life