Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    The PROCESS OF SELF ACCEPTANCE AFTER GRIEVING IN MICHELLE ZAUNER'S CRYING IN H MART

    Get PDF
    This study delves into the intricate and emotionally charged exploration of grief and acceptance in Michelle Zauner's literary work, "Crying in H Mart." The narrative revolves around Zauner's deeply personal journey through loss, primarily centred around the death of her mother. Zauner's narrative unfolds in a series of stages, each marked by its own set of emotions and self-acceptance. The analysis of the literary work involves library research and close-reading approaches. Furthermore, the article contextualises Zauner's literary work within the broader discourse on grief literature, drawing connections to existing theories on grieving and psychological adaptation. The result of the analysis shows that after grieving, people will go through several stages which involve forgiving oneself, connecting with loved ones, and moving o

    Pengaruh Media Audio Visual terhadap Peningkatan Pengetahuan Seputar HIV / AIDS

    Get PDF
    According to data from the Executive Report on the Development of HIV AIDS and Sexually Transmitted Infectious Diseases (PIMS) for the first quarter of 2022, Central Java Province is in 3rd place in the five provinces with the highest number of AIDS, namely 14,617 cases. There is no cure for HIV/AIDS infection, resulting in an increase in HIV/AIDS cases every year which will have an impact on increasing morbidity and mortality rates, as well as having an impact on psychological and social problems. Therefore, promotive and preventive efforts are needed to introduce the wider community, especially the adolescent age group, about the dangers, prevention and control of HIV AIDS. One way to deliver education and health promotion about HIV AIDS is by using audio-visual media. This research aims to determine the effectiveness of using audiovisual media in increasing knowledge about HIV/AIDS. The type of research used is quantitative research with a Quasi Experimental research design using a Google form Pre-test and Post-test questionnaire with a Control Group Design approach. The research results showed that the age characteristics of the majority of respondents were less than 20 years old with a total of 250 people and the majority were female, 252 people. The average knowledge of students before and after being given health promotion through audiovisual media about HIV/AIDS in the experimental group showed p value (0.000) < α (0.05), meaning that there was a significant difference between the average knowledge of students before and after being given health promotion through audiovisual media about HIV/AIDS. Meanwhile, the control group showed p value (0.897) > α (0.05), meaning there was no significant difference between the average knowledge of students regarding HIV/AIDS. So it can be concluded that providing health promotion about HIV/AIDS through audiovisual media is effective in increasing students' knowledge about HIV/AIDS.   ABSTRAK                 Menurut data Laporan Eksekutif Perkembangan HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menurlar Seksual (PIMS) Triwulan I Tahun 2022, Provinsi Jawa Tengah berada pada urutan ke-3 Lima Provinsi dengan jumlah AIDS terbanyak, yaitu sebanyak 14.617 kasus. Belum adanya obat untuk infeksi HIV/AIDS, mengakibatkan peningkatan kasus HIV/ AIDS setiap tahun akan berdampak terhadap terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian, serta mempunyai dampak pada masalah psikologi dan sosial. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya promotif dan preventif untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya pada kelompok usia remaja tentang bahaya, pencegahan, dan penanggulangan penyakit HIV AIDS. Salah satu cara penyampaian edukasi dan promosi kesehatan seputar HIV AIDS adalah dengan cara menggunakan media audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan seputar HIV/AIDS. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah Quasi Eksperimental menggunakan kuesioner google form Pre-test dan Post-test dengan dengan pendekatan Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik usia responden mayoritas berada pada usia kurang dari 20 taun dengan jumlah 250 orang dan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 252 orang. Rata-rata pengetahuan mahasiswa/i sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan melalui media audiovisual tentang HIV/AIDS pada kelompok eksperimen menunjukkan p value (0,000) < α (0,05), artinya ada perbedaan yang signifikan antara rerata pengetahuan mahasiswa/i sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan melalui media audiovisual tentang HIV/AIDS. Sementara pada kelompok kontrol menunjukkan p value (0,897) > α (0,05), artinya tidak ada perbedan yang signifikan antara rerata pengetahuan mahasiswa/i mengenai HIV/AIDS. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian promosi kesehatan tentang HI

    Gambaran Penyebab Perilaku Cenderung Beresiko Mengalami Masalah Kesehatan pada Lansia dengan Diagnosis Kondisi Baru Penyakit Diabetes Melitus

    Get PDF
    Elderly is the final stage of the human life cycle whose physiological functions decline. Health in the elderly is influenced by social support, lifestyle choices and exposure to health information. Inappropriate care makes the elderly undergo Health behavior that tends to be at risk of experiencing health problems. Risky behavior itself is a nursing diagnosis in the psychological category with a subcategory of ego integrity. Knowing the description of the cause of health problems will facilitate the determination of further treatment. Elderly people who have just been diagnosed with Diabetes mellitus need to improve their health status and this requires knowing the description of previous behavior. The purpose of this study was to determine the description of the causes of risky behavior in the elderly with a diagnosis of DM. The research method is a descriptive research design. Data collection method by interview. The population is with purposive sampling. The results of the study of risky behavior, one of which is related to the condition of being newly diagnosed with the disease by 100%, and the percentage of causes is 50% due to lack of exposure to information, 25% due to inadequate social support, 25% due to unhealthy lifestyle choices. The conclusion is that if there are nursing problems that arise in the elderly with a new diagnosis, intervention is needed, and the advice that can be given is that health workers who convey a new diagnosis to patients must be followed up with information about the disease, its treatment, lifestyle and family support.   ABSTRAK                 Lansia merupakan tahap akhir siklus kehidupan manusia yang fungsi fisiologisnya menurun. Kesehatan pada lansia dipengaruhi oleh dukungan sosial, pemilihan gaya hidup dan paparan informasi kesehatan. Ketidaktepatan perawatan membuat lansia menjalani perilaku Kesehatan cenderung beresiko mengalami masalah kesehatan. Perilaku cenderung beresiko itu sendiri merupakan diagnosis keperawatan kategori psikologis dengan subkategori integritas ego.  Mengetahui gambaran penyebab masalah kesehatan akan mempermudah penentuan penanganan selanjutnya. Lansia yang baru terdiagnosis Diabetes melitus memerlukan perbaikan status Kesehatan dan ini diperlukan mengetahui Gambaran perilaku sebelummnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari penyebab perilaku cenderung beresiko pada lansia dengan diagnosis DM. Metode penelitian adalah desain penelitan deskriptif. Metode Pengambilan data dengan wawancara. Populasinya dengan purposive sampling Hasil penelitian perilaku cenderung beresiko salahsatunya terkait kondisi baru terdiagnosis penyakit oleh 100%, dan prosentase penyebab adalah 50% karena kurang terpapar informasi, 25% karena ketidakadekuatan dukungan sosial, 25 % karena pemilihan gaya hidup tidak sehat. Simpulannya adalah adanya masalah keperawatan yang muncul pada lansia dengan diagnosis baru maka diperlukannya intervensi, dan saran yang dapat diberikan adalah tenaga Kesehatan yang menyampaikan diagnosis baru pada pasien harus diikuti dengan paparan informasi tentang penyakit, perawatannya, gaya hidup dan dukungan keluarga

    Penggunaan Flashcard Sugar (Suku Kata Bergambar) sebagai Media Efektif untuk Menstimulasi Minat Membaca Awal Anak: The Use of Sugar Flashcards (Picture Syllables) as an Effective Media to Stimulate Children's Early Reading Interest

    No full text
    The purpose of this research is to stimulate children's pre-reading interest using the Sugar Method or picture syllables so that it can improve reading skills and make children more enthusiastic and excited in reading various types of books. Using descriptive action research, because the research was carried out to solve problems related to the lack of pre-reading interest in children. The research was conducted over several semesters and involved students of Kiddy Care Tegal Kindergarten. Based on the data, the ability of literacy interest and understanding literacy of some students is low. Of the 13 students, 7 of them showed difficulty in understanding the pronunciation of consonants, vowels, syllables, and words. The results showed that there was a significant improvement in reading ability after using the Sugar Method. This proves that the Sugar Method is effective and efficient to use because the results of each cycle are increasing, namely cycle I and cycle II. This means that from before the action only 6 students were able to recognise the sound of letters or syllables and 7 students who still did not understand the pronunciation of letters or syllables. Whereas in cycle II all students were able to understand the pronunciation of letters or syllables. Based on the results of observations, it can be concluded that children's pre-reading interest using the Sugar Method increases because the Sugar Method is very easy and fun for children so that it can foster a love of reading.   ABSTRAK  Tujuan Penelitian ini adalah untuk menstimulasi minat membaca awal anak menggunakan Metode Sugar atau suku kata bergambar sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca serta membuat anak menjadi lebih antusias dan bersemangat dalam membaca beraneka jenis buku. Menggunakan jenis penelitian deskriptif tindakan (action research), karena penelitian dilaksanakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan minimnya minat pra membaca pada anak. Penelitian dilakukan selama beberapa semester dan melibatkan siswa TK Kiddy Care Tegal. Berdasarkan data, kemampuan minat literasi maupun memahami keaksaraan beberapa siswa tergolong rendah. Dari 13 siswa, 7 siswa diantaranya menunjukkan kesulitan dalam memahami lafal atau pengucapan, baik huruf konsonan, vokal, maupun suku kata, dan kata. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca yang signitfikan setelah menggunakan Metode Sugar. Hal tersebut membuktikan Metode Sugar efektif dan efisien digunakan karena hasil setiap siklus yang meningkat, yaitu siklus I dan siklus II. Artinya dari sebelum tindakan hanya 6 siswa yang mampu mengenal bunyi huruf atau suku kata dan 7 siswa yang masih belum memahami bunyi lafal huruf atau suku kata. Sedangkan pada siklus II semua siswa sudah dapat memahami bunyi lafal huruf atau suku kata. Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa minat membaca awal anak dengan menggunakan Metode Sugar meningkat karena Metode Sugar sangat mudah serta menyenangkan bagi anak sehingga dapat menumbuhkan kegemaran membaca

    Disaster-related Language Acquisition As Disaster Mitigation Preparedness : A Comparative Study in Indonesia and Malaysia: Akuisisi Bahasa Terkait Bencana sebagai Kesiapsiagaan Mitigasi Bencana: Studi Perbandingan di Indonesia dan Malaysia

    No full text
    Encouraging the awareness of disaster preparedness since an early age is important to instill the right techniques (Suroso , et al., 2022). Early disaster mitigation can be achieved by introducing the disasters and the mitigation of disasters for children in early ages. The introduction of disasters and the mitigations cannot be separated from language acquisition that children may acquire during the process of disaster mitigation. This study aimed to compare and contrast Indonesian and Malaysian parents’ opinion on the importance of introducing disaster mitigation for children (1), to analyze the steps of language acquisition on disaster-related vocabularies in children (2), and to determine environmental supports in introducing early disaster mitigation for children both in Indonesia and Malaysia (3). The study employed a qualitative method within phenomenology approach as data analysis technique. Phenomenology approach was applied because it can help to analyze the subject of the research better since it focuses on the study of an individual’s experiences within the world. The results of the study show that parents did not deliberately provide knowledge prior to disaster mitigation for their children. Videos, games, and story books can be used to introduce disaster mitigation as the part of early childhood education. Besides, environmental support also contributes significantly in building awarness of providing knowledge on disaster mitigation in children.   ABSTRAK Penanaman kesadaran kesiapsiagaan bencana sejak dini penting dilakukan untuk menanamkan teknik yang tepat (Suroso, et al., 2022). Mitigasi bencana sejak dini dapat dilakukan dengan mengenalkan bencana dan mitigasi bencana kepada anak sejak dini. Pengenalan bencana dan mitigasi bencana tidak dapat dipisahkan dari penguasaan bahasa yang diperoleh anak selama proses mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mengontraskan pendapat orang tua di Indonesia dan Malaysia tentang pentingnya mengenalkan mitigasi bencana kepada anak (1), menganalisis langkah-langkah penguasaan bahasa pada kosakata terkait bencana pada anak (2), dan mengetahui dukungan lingkungan dalam mengenalkan mitigasi bencana sejak dini kepada anak baik di Indonesia maupun Malaysia (3). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sebagai teknik analisis data. Pendekatan fenomenologi digunakan karena dapat membantu menganalisis subjek penelitian dengan lebih baik karena berfokus pada kajian pengalaman individu dalam dunianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua tidak secara sengaja memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana kepada anak-anaknya sebelum melakukan tindakan. Video, permainan, dan buku cerita dapat digunakan untuk memperkenalkan mitigasi bencana sebagai bagian dari pendidikan anak usia dini. Selain itu, dukungan lingkungan juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun kesadaran untuk memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana pada anak

    Pelatihan Massage Kebugaran, Kesehatan, dan Kecantikan untuk Menciptakan Peluang Kerja pada Ibu-Ibu Pkk di Desa Pringsari

    Get PDF
    Massage is a natural science of society that is developing rapidly, this is a result of the enormous benefits of massage itself on human physical and psychological well-being. Massage is a form of body care using both hands on the palms and fingers. Massage in Indonesia is better known as massage which was originally intended as body therapy which eventually developed to achieve greater body beauty. Massage can provide benefits in the form of relaxation, reducing pain, repairing body organs, and maintaining fitness. The aim of this community service activity is to provide knowledge and competence to Pringsari Village PKK women regarding massage, fitness, health and beauty to improve and create new job opportunities. The target to be achieved in this community service is increasing knowledge, competence and creating new job opportunities for PKK women in Pringsari Village. The method for this activity is in the form of training for PKK women in Pringsari Village by providing theoretical material, basic knowledge and direct practice. This Community Service Method involves presenting material, questions and answers, discussions. Training is carried out twice in theory and practice, this is done so that participants do not just understand the theory. Based on the results of community service activities, data was obtained with a good percentage of 56.52%, fair 17.39%, poor 73.91%. The conclusion of this service activity was that PKK mothers in Pringsari village experienced increased knowledge and additional soft skills regarding massage, fitness, health and beauty.   ABSTRAK                 Massage merupakan suatu ilmu alami masyarakat yang berkembang dengan pesat, hal itu merupakan akibat dari manfaat massage itu sendiri yang begitu besar terhadap fisik dan psikologis manusia. Massage adalah salah satu perawatan tubuh dengan menggunakan kedua tangan pada bagian telapak tangan maupun jari-jari tangan. Massage di Indonesia lebih dikenal dengan pijat yang pada awalnya bertujuan sebagai theurapetic tubuh yang akhirnya berkembang untuk lebih mencapai kecantikan tubuh. Dengan massage dapat memberikan manfaat berupa relaksasi, mengurangi nyeri, memperbaiki organ tubuh, dan memelihara kebugaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan, kompetensi ibu-ibu PKK Desa Pringsari tentang massage kebugaran, kesehatan, kecantikan untuk meningkatan dan menciptakan peluang kerja baru. Target yang ingin dicapai dalam pengabdian kepada masyarkat ini adalah meningkatan pengetahuan, kompetensi, dan menciptakan peluang kerja baru bagi ibu-ibu PKK Desa Pringsari. Metode dalam kegiatan ini berupa pelatihan kepada ibu-ibu PKK Desa Pringsari dengan cara memberikan materi teori, pengetahuan dasar, dan praktek secara langsung. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini dengan pemaparan materi, tanya jawab, diskusi, Pelatihan dilaksanakan sebanyak 2 kali secara teori dan praktek, hal ini dilakukan agar peserta tidak hanya sekedar memahami teorinya saja. Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh data dengan persentase baik 56,52%, cukup 17,39%, kurang 73,91%. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada bahwa ibu-ibu PKK di desa Pringsari mengalami peningkatan pengetahuan dan penambahan kemampuan soft skill tentang massage kebugaran, Kesehatan, dan kecantikan.

    Minimalisasi Kecemasan pada Ibu Hamil dengan Kartu Pintar Samas (Sadar Kecemasan)

    Get PDF
    Maternal mental health has become a concern of the international community. Many women experience mental health disorders during and after pregnancy which often do not receive more attention and are considered normal. Anxiety that arises in pregnant women must be handled properly because this has an impact on the mother's mental health. The effects of poor mental health include the incidence of premature birth, low birth weight, early neonatal complications, neurodevelopmental problems in childhood aged 3-5 years and mental health and behavioral problems in adolescents. This community service is carried out with the aim of increasing maternal awareness about anxiety in pregnant women using the Samas smart card (Anxiety Awareness). The method used in this community service is using lecture and independent methods. After being given the SAMAS (Anxiety Awareness) smart card, all pregnant women were able to explain the meaning of anxiety, risk factors for anxiety, causes of anxiety, symptoms of anxiety, prevention of anxiety and the consequences of anxiety. It is hoped that this activity can be utilized by midwives both in PMB and in villages and also by cadres in providing health education regarding anxiety in pregnancy.   ABSTRAK                 Kesehatan mental ibu sudah menjadi perhatian masyarakat internasional. Banyak wanita mengalami gangguan kesehatan mental selama dan setelah kehamilan yang seringkali tidak mendapatkan perhatian lebih dan dianggap hal yang biasa. Kecemasan yang muncul pada ibu hamil harus diatasi dengan baik karena hal ini berdampak pada kesehatan mental ibu. Efek dari kesehatan mental yang buruk antara lain kejadian persalinan prematur, berat badan lahir rendah, komplikasi neonatal dini, masalah perkembangan saraf masa kanak-kanak usia 3-5 tahun dan masalah kesehatan mental dan perilaku remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang kecemasan pada ibu hamil menggunakan kartu pintar samas (Sadar Kecemasan). Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah dan mandiri. Setelah diberikan kartu pintar SAMAS (Sadar Kecemasan) seluruh ibu hamil sudah dapat menjelaskan mengenai pengertian kecemasan, faktor resiko kecemasan, penyebab kecemasan, gejala kecemasan, pencegahan kecemasan dan akibat dari kecemasan. Kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan baik oleh bidan baik di PMB maupun di desa  dan juga oleh kader dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai kecemasan pada kehamilan

    Peningkatan Kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam Melakukan Surveilan pada Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sragen

    Get PDF
    Nutrition surveillance data related to stunting is important as a basis for program formulation. The skills of the data collection team in nutrition surveillance determine the quality of the data. One of the roles of the family assistance team is to collect data using both interviews and anthropometric measurements. Lack of skill in collecting data can lead to misinterpretation, which can lead to ineffective nutrition programs. Training activities for family support teams related to interview techniques and anthropometric measurements were carried out to overcome these problems. The methods used were lectures, demonstrations, and simulations. The results of the activity are expected to improve the skills of the family support team in collecting nutrition surveillance data. After the activity, the knowledge of the family support team increased. The skills of the family support team still need to be refreshed regularly because there are still misperceptions related to interview techniques. In addition, anthropometric measurement errors were still found, especially in measuring mid-upper arm circumference and height.   ABSTRAK Data surveilan gizi terkait stunting penting sebagai dasar perumusan program. Keterampilan tim pengumpul data dalam surveilan gizi menentukan kualitas data. Salah satu peran TPK adalah mengumpulkan data baik menggunakan metode wawancara maupun pengukuran antropometri. TPK yang kurang terampil dalam mengumpulkan data dapat menyebabkan interpretasi yang keliru yang dapat menyebabkan program gizi menjadi kurang efektif. Kegiatan pelatihan bagi TPK terkait teknik wawancara dan pengukuran antropometri dilaksanakan untuk mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan simulasi. Hasil kegiatan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan TPK dalam mengumpulkan data surveilan gizi. Setelah kegiatan pengetahuan TPK meningkat. Keterampilan TPK masih perlu mendapatkan penyegaran secara berkala karena masih ditemukan kesalahan persepsi terkait teknik wawancara. Selain itu, masih ditemukan kesalahan pengukuran antropometri terutama pada pengukuran lingkar lengan atas dan tinggi badan.

    OPTIMASI FACEBOOK MARKETPLACE UNTUK IBU RUMAH TANGGA (KEMITIR-KABUPATEN SEMARANG)

    No full text
    Kemajuan teknologi dan informasi memaksa Masyarakat untuk bisa memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Media sosial yang paling banyak digunakan oleh Masyarakat Indonesia yaitu Facebook memiliki banyak sekali fitur, termasuk akun pribadi, grup, halaman dan marketplace. Pemasaran digital melalui media sosial pada umumnya dan facebook pada khususnya harus dapat dimaksimalkan penggunaanya oleh Masyarakat. Pelatihan ini fokus pada memanfaatkan facebook marketplace dengan semaksimal mungkin. Masyarakat Kemitir Kabupaten Semarang dapat mulai memahami bagaimana memanfaatkan facebook marketplace dan dapat melakukan praktek secara langsung untuk mengunggah produk yang dimiliki pada Facebook Marketplace

    PEMBERDAYAAN KOMUNITAS SAUNG NYAWIJI MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI AKSESORIS FASHION

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarat dengan judul pemberdayaan komunitas saung nyawiji melalui pengolahan sampah organik menjadi aksesoris fashion merupakan satu upaya untuk pemanfaatan limbah sampah organik sebagai karya fashion tidak hanya meningkatkan kesadaran  lingkungan  siswa,  tetapi  juga  mengasah  kreativitas  mereka  dalam  menciptakan karya  yang  bernilai  dari  bahan  limbah sampah organik.  Proses  ini memacu   siswa  untuk  berpikir  kritis  dan  inovatif  dalam  mengolah  berbagai  jenis  limbah organik menjadi aksesoris fashion yang ekonomis, estetis dan fungsional. Diharapkan  hasil  dari  kegiatan  pengabdian  ini  dapat  memberikan  kontribusi  positif dalam  upaya  pendidikan  karakter  siswa  melalui  penggunaan  limbah  sampah  organik sebagai  bahan  karya  busana.  Selain  itu,  pengabdian  ini  juga  diharapkan  dapat  memberikan rekomendasi  bagi  lembaga  pendidikan  dan  pemerintah  dalam  memperkuat  pendidikan karakter siswa melalui pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini diharapkan  dapat  menginspirasi  para  pengambil  kebijakan,  pendidik,  dan  siswa  untuk  lebih memanfaatkan  limbah  sampah  organik  sebagai  bahan  karya  busana  dalam  rangka meningkatkan  pemahaman  tentang  keberlanjutan  dan  kepedulian  terhadap  lingkungan. Oleh karena itu,  pendidikan  karakter  dan  pendidikan  lingkungan  dapat  saling  mendukung dan  melengkapi  dalam  menciptakan  generasi  muda  yang  tangguh  dan  peduli  terhadap lingkungan hidup. Kata Kunci: aksesoris fashion, sampah organi

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇