Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Pemanfaatan Perpustakaan Keliling Terhadap Program Literasi di SD Islam Kurma Salatiga

    Get PDF
    Abstract A mobile library is a mobile library that serves educational institutions or schools that do not yet have a library. Mobile libraries have the benefit of increasing students' literacy interest. Therefore, this research focuses on the use of mobile libraries for literacy programs at the SD Islam Kurma Salatiga. The aim of this research is to describe the use of the mobile library for the literacy program at the SD Islam Kurma Salatiga and the obstacles in using the mobile library as well as efforts to overcome obstacles in the use of the mobile library at the SD Islam Kurma Salatiga. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection uses observation, interview and documentation techniques. The subjects of this research were school principals, teachers in charge of mobile libraries, students, and mobile library staff. The results of this research show that the use of a mobile library in the literacy program at the SD Islam Kurma Salatiga can increase interest in reading, increase students' knowledge, insight and ability in reading, writing and composing words and teachers are actively involved in assisting students in using the mobile library.   Abstrak Perpustakaan keliling adalah perpustakaan berjalan yang melayani lembaga pendidikan atau sekolah yang belum mempunyai perpustakaan. Perpustakaan keliling mempunyai manfaat dalam meningkatkan minat literasi peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pemanfaatan perpustakaan keliling terhadap program literasi di SD Islam Kurma Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan perpustakaan keliling terhadap program literasi di SD Islam Kurma Salatiga dan kendala dalam pemanfaatan perpustakaan keliling serta upaya dalam mengatasi kendala dalam pemanfaatan perpustakaan keliling di SD Islam Kurma Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek dari penelitian ini adalah kepala sekolah, guru penanggung jawab perpustakaan keliling, peserta didik, dan petugas perpustakaan keliling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan perpustakaan keliling terhadap program literasi di SD Islam Kurma Salatiga dapat meningkatkan minat baca, meningkatkan pengetahuan, wawasan, kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis dan merangkai kata serta guru terlibat secara aktif dalam mendampingi peserta didik dalam memanfaatkan perpustakaan keliling

    EXPLORING JULIA AGUSTINE’S RESPONSES TO OVERCOME RACISM IN ALICE CHILDRESS’ WEDDING BAND: A LOVE/HATE STORY IN BLACK AND WHITE

    Get PDF
    This research explores the portrayal of racial discrimination in Alice Childress’ 1962 play, “Wedding Band: A Love/Hate Story in Black and White.” The story takes place in the segregated South Carolina in the World War I. This research utilizes the sociocultural-historical approach by examining the ways Julia Agustine, the main character of the play, experiences and responds to racial discrimination. The analysis identifies specific racial discrimination Julia faces. The racial discrimination Julia faces can be seen in the form of racial prejudice in the form of refusal of physical contact and helpful gestures based on racial stereotypes; unwanted sexual harassment from a white male character; and the prohibition of interracial marriage with her white boyfriend Herman. Furthermore, the study examines Julia’s responses to these challenges. Drawing on her qualities of courage, faith, perseverance, and intelligence, Julia shows resistance through anger, confrontation, and refusal of those who mistreat her. By analyzing Julia’s journey, this study aims to contribute to a deeper understanding of the complex nature of racial discrimination and the resilience required to navigate through it

    Analisis Kerentanan Kesehatan Penduduk Pasca Bencana

    Get PDF
    Semarang City, which have a high risk of flooding. Floods not only cause material losses, but also have a significant impact on people's health, with skin diseases, acute respiratory infections (ARI), and diarrhea as the main complaints. This research aims to analyze post-flood community health vulnerabilities in Bandarharjo Village using a quantitative descriptive approach. Data was collected through interviews with Community Health Centers and sub-district officials regarding the number of people affected by the flood and the types of diseases that occurred. The research results show that community health vulnerability is influenced by poor sanitation conditions, low health awareness, and limited access to health services. The resulting recommendations include improving sanitation infrastructure, increasing health awareness through education, and strengthening access to health services. It is hoped that this research can become the basis for more effective health mitigation policies in coastal areas that are vulnerable to flood disasters.   ABSTRAK                 Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di wilayah pesisir dan dataran rendah, seperti Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, yang memiliki risiko tinggi terhadap banjir. Banjir tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, dengan penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan diare sebagai keluhan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan kesehatan masyarakat pasca banjir di Kelurahan Bandarharjo dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Puskesmas dan perangkat kelurahan mengenai jumlah masyarakat yang terdampak banjir serta jenis penyakit yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh kondisi sanitasi yang buruk, rendahnya kesadaran kesehatan, dan terbatasnya akses layanan kesehatan. Rekomendasi yang dihasilkan antara lain meliputi perbaikan infrastruktur sanitasi, peningkatan kesadaran kesehatan melalui edukasi, serta penguatan akses layanan kesehatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan mitigasi kesehatan yang lebih efektif di wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana banjir

    REFORMULASI RPP PENERBITAN SERTIFIKAT PENGELOLAAN LAHAN REMPANG GUNA MEWUJUDKAN PENEGAKAN HUKUM DAN PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA

    Get PDF
    The uncertainty of the status of land ownership in Rempang Batam causes conflicts between the government and the local indigenous people. For this reason, this study aims to discuss the reformulation of the RPP for the Issuance of Rempang Land Management Certificates in order to realize Law Enforcement and Human Rights Protection by using normative juridical research methods using a legal approach, concepts and cases. The result of this study is that there are still many Rempang customary law communities whose rights have not been fulfilled in terms of recognition and existence of customary land to the maximum. Therefore, the government’s important role in this case is to issue customary land certificates to ensure customary land rights by MHA Rempang. The factors that caused the chaos between the government and MHA were due to first, the absence of local MHA approval related to the development of Rempang customary land; second, there is an act of Excessive Use Of Force that leads to violence against the local indigenous people; and third, the loss of the right to a sense of security. In resolving the Rempang conflict, it requires patience and cooperation between the government and customary law communities, it is necessary to socialize development projects by the government to local MHAs and make agreements between the two parties so that the rights of Indigenous Peoples remain protected and the Government needs to issue Rempang land management certificates to customary law communities. ABSTRAK Ketidakpastian status kepemilikan lahan Rempang Batam menimbulkan konflik antara pemerintah dengan masyarakat adat setempat. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang reformulasi RPP Penerbitan Sertifikat Pengelolaan Lahan Rempang guna mewujudkan Penegakan Hukum dan Perlindungan Hak Asasi manusia dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang, konsep dan kasus. Hasil penelitian ini adalah Masih banyaknya masyarakat hukum adat Rempang yang belum terpenuhi hak-haknya secara pengakuan dan keberadaan tanah adat secara maksimal. Oleh karena itu, peran penting pemerintah dalam hal ini adalah menerbitkan sertifikat tanah adat guna terjaminnya hak-hak tanah adat oleh MHA Rempang. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya kericuhan antara pihak pemerintah dengan MHA yaitu  karena pertama, tidak adanya persetujuan MHA setempat terkait pembangunan tanah adat Rempang; kedua, terdapat tindakan Excessive Use Of Force berujung kekerasan pada masyarakat adat setempat; serta ketiga, hilangnya hak rasa aman. Dalam penyelesaian konflik Rempang ini membutuhkan kesabaran dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat hukum adat, perlu adanya sosialisasi proyek pembangunan oleh pemerintah kepada MHA setempat dan melakukan kesepakatan antara kedua belah pihak supaya Hak Masyarakat Adat tetap terindungi serta Pemerintah perlu menerbitkan sertifikat pengelolaan lahan rempang kepada masyarakat hukum adat

    Efektivitas Permainan Tradisional Budaya Jawa dalam Meningkatkan Kesantunan Bahasa Anak Usia Dini: The Effectiveness of Traditional Javanese Cultural Games in Enhancing Language Politeness in Early Childhood

    No full text
    This research aims to explore the effectiveness of traditional Javanese cultural games in enhancing language politeness among young children. Traditional games, rich in cultural and moral values, are believed to play a significant role in shaping children's character and language skills. This study employs a qualitative approach using participatory observation and in-depth interviews with children aged 4-6 years who engage in traditional Javanese games such as 'Cublak-Cublak Suweng', 'Jamuran', and 'Benthik'. Data are analyzed using content analysis techniques to identify changes in the children's language politeness. The results indicate that participation in traditional Javanese games significantly enhances the use of polite expressions, such as 'please', 'sorry', and 'thank you', as well as the children's ability to speak in a polite tone and respect their interlocutors. Additionally, the children show improvements in their ability to speak coherently and appropriately within social contexts. The social interactions that occur during traditional games provide children with opportunities to practice language politeness in real-life situations, thereby reinforcing their understanding of the importance of communication ethics. These findings suggest that traditional Javanese cultural games serve not only as a form of entertainment but also as an effective educational medium for developing polite language skills in young children. Therefore, it is recommended that educators and parents actively integrate traditional games into children's daily activities as an effort to foster better character development. Moreover, educational policies should support the preservation and teaching of traditional games as an integral part of the early childhood education curriculum.   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas permainan tradisional budaya Jawa dalam meningkatkan kesantunan bahasa pada anak usia dini. Permainan tradisional, yang kaya akan nilai-nilai budaya dan moral, diyakini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan berbahasa anak. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap anak-anak usia 4-6 tahun yang terlibat dalam permainan tradisional Jawa seperti 'Cublak-Cublak Suweng', 'Jamuran',dakon, lompat tali dan 'layang-layang'. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi perubahan dalam kesantunan bahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam permainan tradisional Jawa secara signifikan meningkatkan penggunaan ungkapan-ungkapan santun, seperti penggunaan kata 'tolong', 'maaf', dan 'terima kasih', serta meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara dengan nada yang sopan dan menghormati lawan bicara. Selain itu, anak-anak juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berbicara secara koheren dan sesuai konteks sosial. Interaksi sosial yang terjadi dalam permainan tradisional memberikan anak-anak kesempatan untuk mempraktikkan kesantunan bahasa dalam situasi nyata, yang pada gilirannya memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya etika berkomunikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan tradisional budaya Jawa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berbahasa yang santun pada anak usia dini. Oleh karena itu, disarankan agar pendidik dan orang tua lebih aktif mengintegrasikan permainan tradisional dalam kegiatan sehari-hari anak sebagai upaya pembentukan karakter yang lebih baik. Selain itu, kebijakan pendidikan juga perlu mendukung pelestarian dan pengajaran permainan tradisional sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan anak usia dini

    Pembuatan Gummy Jahe untuk Menurunkan Gula Darah pada Lansia dengan Diabetes Melitus di Desa Nyatnyono Dusun Branggah Kab Semarang

    Get PDF
    Nyatnyono Village, particularly in Dusun Branggah RW 08, faces significant health challenges among the pre-elderly group, especially concerning the risk of degenerative diseases such as Diabetes Mellitus (DM). With low awareness of the importance of regular health check-ups and unhealthy lifestyles, such as high sugar consumption and lack of physical activity, effective interventions are urgently needed. This program aims to raise health awareness and provide practical solutions through the production of Ginger Gummies as a supplement to lower blood sugar levels. The implementation methods include education about DM and the benefits of ginger, training on how to make Ginger Gummies, and surveys to measure knowledge and health behavior. The results of the program indicate an increase in pre-elderly participation in posyandu activities and blood sugar testing, as well as an increase in Ginger Gummies consumption. This program successfully built awareness of the importance of healthy living and diabetes management among the elderly and strengthened community involvement in health efforts. ABSTRAK Desa Nyatnyono, khususnya Dusun Branggah RW 08, menghadapi tantangan kesehatan yang signifikan pada kelompok pra-lansia, terutama terkait risiko penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus (DM). Dengan rendahnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi gula dan kurangnya aktivitas fisik, intervensi yang efektif sangat diperlukan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan dan memberikan solusi praktis melalui pembuatan Gummy Jahe sebagai suplemen untuk menurunkan kadar gula darah. Metode pelaksanaan mencakup edukasi tentang DM dan manfaat jahe, pelatihan pembuatan Gummy Jahe, serta survei untuk mengukur pengetahuan dan perilaku kesehatan. Hasil program menunjukkan peningkatan partisipasi pra-lansia dalam kegiatan posyandu dan pemeriksaan gula darah, serta peningkatan konsumsi Gummy Jahe. Program ini berhasil membangun kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan pengelolaan diabetes di kalangan lansia, serta memperkuat keterlibatan komunitas dalam upaya kesehatan

    Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence Pada Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
     Abstract The aim of carrying out this research is to find out how artificia intelligence-based learning works for elementary school   students   an what impact the implementation of this learning has on students cognitive development. This research is qualitative research using literac study and observation methods. For this reason, data collection wa carried out through a literacy study by reviewing previous research whic had almost the same title as this research. Data collection can also b done by observing several lessons that have used artificial intelligence a Wukirsari Elementary School. The results of this research show that th implementation of learning based on artificial intelligence is one of th innovations in the field of education. Apart from that, it can also be see that the application of artificial intelligence-based learning has had positive impact on students' cognitive development, such as makin students more enthusiastic about participating in learning and making i easier for students to understand the material taught by the teacher.   Abstrak Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembelajaran yang berbasis artificial intelligence pada siswa sekolah dasar serta bagaimana dampak pelaksanaan pembelajaran ini terhadap perkembangan kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian yang sifatnya kualitatif dengan menggunakan metode studi literasi dan observasi (pengamatan). Untuk itu, pengumpulan data dilakukan melalui studi literasi dengan melakukan pengkajian terhadap penelitian- penelitian terdahulu yang memiliki judul hampir sama dengan penelitian ini. Pengumpulan data juga dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap beberapa pembelajaran yang telah menggunakan artificial intelligence di SDN Wukirsari. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran yang berbasis artificial intelligence termasuk salah satu inovasi dalam bidang pendidikan. Selain itu, dapat diketahui juga bahwa penerapan pembelajaran berbasis artificial intelligence ini membawa dampak positif dalam perkembangan kognitif siswa seperti halnya membuat siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran serta membuat siswa menjadi lebih mudah memahami materi yang diajarkan oleh guru

    URGENSI CYBER LAW DALAM MENJAGA PRIVASI PASIEN DI RUMAH SAKIT ERA DIGITAL

    Get PDF
    In the digital era, cyber crime has become one of the biggest problems in Indonesia, especially in hospital environments. The security and privacy of patient data in hospitals is an example of a very important aspect in the digitalization era. Implementing Cyber ​​Law is the key to protecting sensitive patient data from the threat of data theft, illegal access and information leakage. This article discusses the application of Cyber ​​Law in the hospital environment, including the protection of patient data which is regulated in several laws, such as Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection, Law Number 29 of 2004 concerning medical practice, Law Number 44 of 2009 concerning Hospitals to Law Number 19 of 2016 concerning electronic information and transactions (ITE).This research uses a qualitative method with a descriptive approach, analyzing how existing legal policies are implemented to maintain the confidentiality of patient data. The research results show that even though regulations are available, challenges such as a lack of understanding of the law by health workers, limited technological infrastructure, and the threat of cyber attacks are still the main challenges. Therefore, there is a need to increase education, strengthen security systems in each hospital, and collaborate between stakeholders to ensure patient data is protected in accordance with legal principles and medical ethics.   ABSTRAK Di era digital, kejahatan siber telah menjadi salah satu masalah terbesar yang ada di Indonesia terutama di lingkungan rumah sakit. Keamanan dan Privasi data pasien di rumah sakit merupakaan salah satu contoh aspek yang sangat penting dalam era digitalisasi. Implementasi Cyber Law menjadi kunci untuk melindungi data sensitive pasien dari ancaman pencurian data, akses illegal, dan kebocoran informasi. Artikel ini membahas penerapan hukum Cyber Law di lingkungan rumah sakit, termasuk perlindungan data pasien yang diatur dalam beberapa UU, seperti Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang praktik Kedokteran, Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah sakit hingga UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan Pendekatan deskriptif, menganalisis bagaimana kebijakan hukum yang ada diimplementasikan untuk menjaga kerahasiaan data pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun regulasi tersedia, tantangan seperti kurangnya pemahaman hukum oleh tenaga Kesehatan, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan ancaman serangan siber masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, perlu peningkatan edukasi, penguatan sistem keamanan di setiap rumah sakit, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memastikan data pasien terlindungi sesuai dengan prinsip hukum dan etika medis

    Kebijakan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Kecerdasan Visual Spasial Anak Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di RA al Huda Selanegara: Principal's Policy in Developing Children's Visual Spatial Intelligence Through Extracurricular Activities at RA al Huda Selanegara

    No full text
    There are several efforts that schools can make to improve the competence of their students. One way is to carry out extracurricular programs. Extracurricular programs can be carried out when there is a policy from the underlying principal. This study aims to describe the principal's policies in developing students' visual-spatial intelligence. This study uses a qualitative approach with a naturalist phenomenological research type. This makes the authors do not do engineering on the research area. This research was conducted in semester 2 of the 2022-2023 school year at an early childhood education institution called RA Al Huda Selanegara. Based on the research results, it was found that the policies implemented by school principals to improve children's visual-spatial intelligence had gone well. The policies taken include: Adding extracurricular or study hours, Frequently participating in competitions or competitions in the arts, Involving parents in various activities, Adding facilities for extracurricular activities, Improving the quality of human resources   ABSTRAK Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kompetensi peserta didiknya. Salah satunya adalah dengan melaksanakan program ekstrakurikuler. Program ekstrakurikuler bisa dilaksanakan ketika ada kebijakan dari kepala sekolah yang mendasarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi yang bersifat naturalis. Hal ini menjadikan penulis tidak melakukan rekayasa terhadap wilayah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 Tahun Pelajaran 2022-2023 pada lembaga PAUD yang bernama RA Al Huda Selanegara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kebijakan yang diterapkan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kecerdasan visual spasial anak telah berjalan dengan baik. Kebijakan-kebijakan yang diambil antara lain: ditambahkannya jam pelajaran atau ekstrakurikuler, sering mengikuti kegiatan perlombaan atau kompetisi dibidang seni, pelibatan orangtua dalam berbagai kegiatan, ditambahkannya fasilitas terhadap kegiatan ekstrakurikuler dan peningkatan kualitas SDM

    Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dan Pembiasaan Cuci Tangan di SDN Candirejo 02

    Get PDF
    This research is motivated by the low understanding of SDN Candirejo 02 students regarding the importance of immune system and proper handwashing, which potentially increases the risk of infectious diseases. This research aims to enhance children's understanding and awareness of the importance of maintaining personal hygiene and health through a Community Service program. This community service activity was conducted by the Pharmacy Professional Students of Ngudi Waluyo University at SDN Candirejo 02, using counseling methods, handwashing demonstration and simulation, and question and answer sessions, with the goal of improving the knowledge of 4th-grade students about the importance of maintaining immune system and proper handwashing. An evaluation of 25 students using pre-test and post-test methods showed that before the counseling, demonstration, and handwashing simulation, 64% of students had an understanding of handwashing habits. After the presentation of the material, there was a 28% increase, leading to an improvement in student understanding. The activities were conducted through counseling methods, handwashing simulation, and question and answer sessions. Despite the increase in understanding, there were still misunderstandings regarding the importance of handwashing after handling money. It is hoped that activities like this can be regularly conducted to enhance awareness of personal hygiene. Recommendations are made to enhance education on hand hygiene, especially after handling money, both in the school and family environments to ensure that clean and healthy living habits are firmly ingrained in students. Regular counseling is highly recommended to support this.   ABSTRAK Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh masih rendahnya pemahaman siswa SDN Candirejo 02 tentang pentingnya daya tahan tubuh dan cuci tangan yang benar, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan kesehatan melalui program pengabdian Masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Apoteker Universitas Ngudi Waluyo di SDN Candirejo 02, menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi dan simulasi cuci tangan serta sesi tanya jawab, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa kelas 4 tentang pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan mencuci tangan dengan benar.  Evaluasi terhadap 25 siswa dengan metode pre-test dan post-test menunjukkan bahwa sebelum kegiatan penyuluhan, demonstrasi, dan simulasi cuci tangan, 64% siswa telah memahami kebiasaan mencuci tangan. Setelah pemaparan materi, terjadi peningkatan sebesar 28%, sehingga pemahaman siswa meningkat. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan, simulasi cuci tangan, dan sesi tanya jawab. Meskipun terjadi peningkatan pemahaman, masih terdapat kesalahpahaman terkait pentingnya mencuci tangan setelah memegang uang. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan diri. Saran, edukasi tentang kebersihan tangan, terutama setelah memegang uang, perlu ditingkatkan secara berkelanjutan di sekolah dan rumah agar kebiasaan hidup bersih dan sehat tertanam kuat pada siswa.  Penyuluhan rutin sangat dianjurkan untuk mendukung hal ini

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇