Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Perancangan Sistem Informasi Monitoring Ekstrakurikuler Berbasis Web Untuk Mengoptimalkan Partisipasi Siswa

    Full text link
    Keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler sangat penting untuk meningkatkan keterampilan dan karakter mereka. Namun, mengelola kegiatan ekstrakurikuler secara manual seringkali sulit untuk dipantau dan dinilai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem informasi yang melacak aktivitas ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Plus Al Ikhlas Taqwa yang beroperasi melalui internet dengan menggunakan metode Waterfall. Tiga menu utama akan ditampilkan dalam sistem ini: data ekstrakurikuler, nama siswa, dan nilai siswa. Metode Waterfall dipilih karena pendekatannya yang terstruktur dan berurutan, dimulai dengan analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan, pengujian, dan akhirnya tahap implementasi dan pemeliharaan. Pada tahap pertama, pihak terkait diminta untuk menentukan kebutuhan sistem. Desain sistem dilakukan dengan merancang arsitektur dan antarmuka yang sesuai, sementara pengembangan dilakukan dengan menggunakan PHP dan MySQL. Pengujian sistem dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh fungsi berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini adalah prototipe sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dalam memantau partisipasi siswa serta mempermudah akses informasi bagi guru. Diharapkan, sistem ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan memfasilitasi evaluasi yang lebih objekti

    Analisis Faktor Lingkungan Sekolah terhadap Pencegahan Obesitas Anak Sekolah Dasar di Kota Bekasi

    Full text link
    The prevalence of obesity in children aged 5-12 years continues to increase. This is a cause for concern because the impact of obesity is not only medical impacts, but can also have social, psychological and economic impacts. Schools as places where children spend much time, have an important role in preventing obesity. Therefore, it is necessary to analyse school environments. This study used analytical approach with a cross sectional design accompanied by a qualitative approach in the form of observations and in-depth interviews to answer 76 questions (divided into 4 main section: physical, economic, politic, and socio-cultural). The research targets were 6 elementary schools in East Bekasi, as one of the sub-districts with the largest number of schools and students in Bekasi City. Apart from the school principal, this research also involved 201 students. Descriptive analysis is conducted consist of: physical 41 questions, political 9 questions, economics 9 questions, and socio-cultural 17 questions. Based on the scoring carried out, political environmental factors had the lowest average score percentage of 31.48%), socio-cultural environment (35.29%), economic (50.00%), and the highest percentage was physical environment (54.88%).  There are several observation results that require improvement, such as: socialization of healthy school policies, improvements to the canteen, and students' snack eating patterns. As many as 19.9% ​​of students are obese. The political environment factor has the lowest average score compared to other factors (economy, socio-cultural, physical). ABSTRAK                 Prevalensi obesitas pada anak usia 5-12 tahun meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut menjadi kekhawatirkan karena dampak dari obesitas tidak hanya dirasakan dari segi medis, tetapi juga dapat terjadi dari segi sosial, psikologis, hingga ekonomi. Sekolah sebagai tempat anak-anak menghabiskan waktu memiliki peranan penting dalam pencegahan obesitas. Oleh karena itu diperlukan penilaian faktor lingkungan sekolah yang berkaiatan dengan kejadian obesitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional dengan desain potong lintang disertai dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk observasi dan wawancara mendalam untuk menjawab instrumen kuantitatif sejumlah 76 pertanyaan yang diterbagi menjadi 4 bagian (fisik, ekonomi, politik, dan sosial budaya. Sasaran penelitian merupakan 6 sekolah dasar di Bekasi Timur, sebagai salah satu kecamatan dengan jumlah sekolah dan siswa terbanyak di Kota Bekasi. Selain kepala sekolah, penelitian ini juga melibatkan 201 siswa. Analisis dilakukan secara deskriptif mencakup faktor lingkungan sebagai berikut:  fisik 41 pertanyaan, politik 9 pertanyaan, ekonomi 9 pertanyaan, dan sosial budaya 17 pertanyaan. Berdasarkan skoring yang dilakukan, faktor lingkungan politik memiliki rata-rata persentase skor terendah 31.48%), diikuti lingkungan sosial budaya (35.29%) lalu ekonomi (50.00%), dan tertinggi pada persentase lingkungan fisik (54.88%). Terdapat beberapa hasil pengamatan yang memerlukan peningkatan seperti: sosialisasi kebijakan sekolah sehat, perbaikan kantin sekolah, dan pola makan jajanan siswa. Sebanyak 19.9% siswa mengalami obesitas.  Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan faktor lingkungan politik memiliki skor rata-rata terendah dibanding faktor ekonomi, sosial budaya, dan fisik

    Pengaruh Kombinasi Ekstrak Biji Kemangi (Ocimum basilicum L.) dan Bunga Rosella (Hibicus Sabdarifa L.) Sebagai Anti Hiperglikemia Secara IN VIVO: The Effect Of Basil Seed Extract Combination (Ocimum basilicum L) and rosella Flower (Hibicus Sabdarifa L.) As Anti Hyperglycemia IN VIVO

    Full text link
    Rosella plant is a plant that has biological activities such as antihypertensive, antioxidant, and hypoglycemic activity. Basil seeds are traditionally also often used as an aroma enhancer in food in the long term and have a significant effect on blood sugar levels. The purpose of this study was to determine the effectiveness of combination therapy of the two drugs working synergistically which will have a potentiation effect. This study was experimental. The doses of basil seed extract, rosella flower extract, Glibenclamide and their combinations have different doses. Basil seed extract (100mg/kg), rosella flower extract (100mg/kg), Glibenclamide (0.5mg/kg) and their combinations (6 groups, n=5). Antihyperglycemic activity was tested using alloxan-induced male rats by estimating fasting blood glucose levels and observing changes in fasting blood glucose levels on days 1, 3, 7, 14, and 21 after treatment. On the 21st day, blood samples were collected and tested. Combination therapy did not show synergistic effects, but blood glucose levels decreased significantly (P <0.001) since the first day and returned to normal on the 21st day after treatment. A single dose of basil seeds and rosella flowers induced by alloxan has antihyperglycemic potential, The potential of herbal antihyperglycemic formulation is comparable to glibenclamide, as indicated by a decrease in glucose levels.   ABSTRAK Tanaman rosella adalah tanaman yang memiliki aktivitas biologi seperti antihipertensi, antioksidan, dan aktivitas hipoglikemik. Biji kemangi Secara tradisional juga sering digunakan sebagai penambah aroma pada makanan dalam jangka panjang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar gula darah.  Tujuan penelitian ini untuk menentukan efektivitas terapi kombinasi kedua obat tersebut bekerja secara sinergis yang akan berefek potensiasi. Penelitian ini merupakan eksperimental. Dosis ekstrak biji kemangi, ekstrak bunga rosella, Glibengclamide dan Kombinasinya mempunyai dosis yang berbeda. Ekstrak Biji kemangi (100mg/kg), Ekstrak Bunga rosella (100mg/kg), Glibenclamide (0,5mg/kg) dan Kombinasinya (6 kelompok,n=5). Aktivitas antihiperglikemia diuji menggunakan tikus jantan yang diinduksi aloksan dengan memperkirakan kadar glukosa darah puasa dan mengamati perubahan kadar glukosa darah puasa pada hari ke-1, 3, 7, 14, dan 21 setelah perlakuan. Pada hari ke-21 sampel darah dikumpulkan dan di uji. Terapi kombinasi tidak menunjukkan efek sinergis, namun kadar glukosa darah mengalami penurunan yang sangat signifikan (P <0,001) sejak hari pertama dan kembali normal pada hari ke-21 setelah perlakuan. Dosis tunggal pada biji kemangi dan bunga rosella yang diinduksi aloksan memiliki potensi antihiperglikemia, Potensi formulasi Antihiperglikemia herbal sebanding dengan glibenklamid, yang ditunjukkan dengan penurunan kadar glukosa

    Peningkatan Konsentrasi Anak Melalui Metode Eksperimen Membuat Balon Mengembang Tanpa Ditiup Pada Kelompok A1 TK HOM PIM PA: Improving Children's Concentration Through Experimental Methods of Making Balloons Expand Without Blowing Them in Group A1 of HOM PIM PA Kindergarten

    No full text
    This research aims to increase children’s concentration through the experimental method of making balloons inflate without being blown up in group A1 at Kindergarten HOM PIM PA. The type of research chosen was Classroom Action Research (PTK) which was carried out in 2 cycles in group A1 at Kindergarten HOM PIM PA, totaling 19 people. Data collection techniques include observation, field notes and documentation. The results of the research showed that there was an increase in children’s concentration through the experimental method of making balloons inflate without being blown up. In the first cycle, the average percentage of children’s concentration ability was 52.63%. Then in the second cycle of action, the average percentage of children’s concentration ability was 84.21%. These results have an impact on increasing children’s concentration on the learning provided by the teacher.   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi anak melalui metode eksperimen membuat balon mengembanga tanpa ditiup pada kelompok A1 di Tk HOM PIM PA. Jenis penelitian yang dipilih adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus pada kelompok A1 di Tk HOM PIM PA yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan konsentrasi anak melalui metode eksperimen membuat balon mengembang tanpa ditiupyang dilakukan tindakan siklus I didapat presentase rata-rata kemampuan konsentrasi anak sebesar 52,63% . Kemudian pada tindakan siklus II didapat presentase rata-rata kemampuan konsentrasi anak sebesar 84,21%. Hasil ini berdampak pada meningkatnya konsentrasi anak pada pembelajaran yang diberikan oleh guru

    Hubungan Glukosa Darah dan Depresi dengan Fatigue pada Diabetesi Tipe 2

    Full text link
    Fatigue in people with Diabetes Mellitus (DM) is a serious problem that can affect the patient's quality of life. Poor management of blood glucose levels often contributes to the emergence of physical and psychological complications, including depression and fatique. Depression in patients with type 2 diabetes not only worsens blood glucose control, but also increases the risk of continued fatigue, thereby lowering the patient's functional ability and motivation to undergo therapy. A deep understanding of the relationship between blood glucose levels, depression, and fatique is essential in nursing practice as a cornerstone in designing comprehensive management. This study aims to analyze the relationship between blood sugar levels, depression, and fatigue in patients with type 2 diabetes at the Juwana Health Center. This study is a quantitative research with a cross-sectional design. The sample size was 65 respondents, using the Total Sampling technique with criteria, patients with type 2 DM, willing to participate in the study by signing an informed consent, active in prolific activities, not experiencing severe mental disorders, cooperative, and able to communicate well. The research instrument used the Fatigue Assessment Scale (FAS) questionnaire and the Beck Depression Inventory II (BDI II), and glucometer (GCU). Data analysis using the Pearson test. The results showed that the average blood sugar level in the respondents was 210.75 mg/dL, but there was no significant relationship between blood sugar levels and fatigue (p = 0.683; r = 0.052). In contrast, a significant association was found between depression and fatigue levels (p = 0.000; r = 0.566), with an average depression score of 22.05 and a fatigue score of 24.63. These findings indicate that fatigue in type 2 DM patients is more influenced by psychological factors such as depression than by blood sugar levels themselves. Abstrak Fatigue pada orang dengan diabetes mellitus (DM) merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pengelolaan kadar glukosa darah yang tidak optimal seringkali berkontribusi pada munculnya komplikasi fisik maupun psikologis, termasuk depresi dan fatique. Depresi pada pasien DM tipe 2 tidak hanya memperburuk kontrol glukosa darah, tetapi juga meningkatkan risiko fatique yang berkelanjutan, sehingga menurunkan kemampuan fungsional dan motivasi pasien dalam menjalani terapi. Pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara kadar glukosa darah, depresi, dan fatique sangat penting dalam praktik keperawatan sebagai landasan dalam merancang penatalaksanaan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar glukosa darah, depresi, dan fatigue pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel 65 responden, menggunakan teknik Total Sampling dengan kriteria, pasien DM tipe 2, bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani informed consent, aktif dalam kegiatan prolanis, tidak mengalami gangguan mental yang berat, kooperatif, serta dapat berkomunikasi dengan baik. Instrumen penelitian ini menggunakan  kuesioner Fatigue Assesment Scale (FAS) dan Beck Depression Inventory II (BDI II), dan glucometer (GCU). Analisis data menggunakan uji pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah sewaktu responden adalah 210,75 mg/dL, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan fatigue (p = 0,683; r = 0,052). Sebaliknya, ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan fatigue (p = 0,000; r = 0,566), dengan rata-rata skor depresi sebesar 22,05 dan skor fatigue 24,63. Temuan ini mengindikasikan bahwa kelelahan pada diabetesi tipe 2 lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti depresi dibandingkan dengan kadar glukosa darah itu sendiri

    Ekstraksi dan Uji Stabilitas Limbah Kulit Umbi Bit Merah (Beta Vulgaris L.) sebagai Alternatif Pewarna Alami pada Lipstick: Extraction and Stability Test of Red Bit (Beta Vulgaris L.) Umb Culk Waste as An Alternative Natural Color in Lipstick

    Full text link
    Lipstick is a cosmetic that can be used to color the lips so that it adds to the beauty of the makeup on the lips. Red beetroot skin has a natural pigment content that can be used as a natural dye. The purpose of this study was to formulate and evaluate solid lipstick preparations from red beetroot skin extract (Beta vulgaris L.) as a natural dye. The research stages were sample collection, extraction, lipstick formulation and evaluation of the physical properties of the lipstick including organoleptic tests, homogeneity tests, spreadability tests, pH tests, melting point tests, irritation tests, and stability tests. The red beetroot skin lipstick formula consists of 4 formulas with variations in concentration, namely F0 (0%), F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%). The resulting red beetroot skin extract is a thick extract that is dark brown in color and has a distinctive extract aroma with a yield of 46.69%. The resulting lipstick preparation is a homogeneous preparation with the colors of the F0, F1, F2, F3 formulas, namely bone white, brown, light brown, and dark brown. The evaluation results of lipstick formula F0, F1, F2, F3 obtained pH values ​​of 6.36-6.10; melting point 51°C-58°C and had good spreadability. The results of the stability test of lipstick preparations of all formulas at a temperature of 28°C were stable for 4 weeks of storage. The results of the irritation test using the patch test method on all lipstick formulas did not cause irritation. Based on the overall evaluation results, the red beetroot skin extract formulated in lipstick successfully met the standards for lipstick preparations, the red beetroot skin extract lipstick formulation provided good color at concentrations of 10% and 15%.   ABSTRAK Lipstick merupakan kosmetik yang dapat digunakan untuk mewarnai bibir sehingga menambah keindahan riasan pada bibir. Kulit umbi bit merah memiliki kandungan pigmen alami untuk dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah melakukan formulasi dan evaluasi sediaan lipstick padat dari ekstrak kulit umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai pewarna alami. Tahap penelitian adalah pengumpulan sampel, ekstraksi, formulasi lipstick dan evaluasi sifat fisik lipstick meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya oles, uji pH, uji titik leleh, uji iritasi, dan uji stabilitas. Formula lipstick kulit umbi bit merah terdiri dari 4 formula dengan variasi konsentrasi yaitu F0 (0%), F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%). Ekstrak kulit umbi bit merah yang dihasilkan merupakan ekstrak kental berwarna coklat pekat dan memilik aroma khas ekstrak dengan rendemen sebesar 46,69%. Sediaan lipstick yang dihasilkan merupakan sediaan homogen dengan warna formula F0, F1,F2, F3 yaitu putih tulang, coklat, coklat muda, dan coklat tua. Hasil evaluasi sediaan lipstick formula F0, F1, F2, F3 diperoleh nilai pH 6,36-6,10; titik leleh 51°C-58°C dan mempunyai daya oles yang baik. Hasil uji stabilitas sediaan lipstick semua formula pada suhu ruang 28°C stabil selama 4 minggu penyimpanan. Hasil uji iritasi dengan metode patchtest pada semua formula sediaan lipstick tidak menyebabkan iritasi. Berdasarkan hasil evaluasi keseluruhan, ekstrak kulit umbi bit merah yang diformulasikan dalam lipstick berhasil memenuhi standar untuk sediaan lipstick, formulasi lipstick ekstrak kulit umbi bit merah memberikan warna yang baik pada konsentrasi 10% dan 15%

    Pendidikan Kesehatan SADARI (PERI) Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri: Studi Kuantitatif: BSE Health Education (PERI) Increases Knowledge Adolescent Girls: A Quantitative Study

    Full text link
    Breast cancer is one of the leading causes of death among women worldwide. Early detection through breast self-examination (BSE) is an effective preventive measure. However, knowledge about BSE among adolescent girls remains low. Health education through video media is considered an efficient method to improve adolescents' understanding of breast health. To examine the effectiveness of BSE health education (PERI) using video media in increasing knowledge among female students. This study employed a quantitative method with a quasi-experimental design using one group pre-test and post-test design. The sample consisted of 60 female students from grades 7 to 9 selected through total sampling. Data were collected using a validated and reliable BSE knowledge questionnaire. Data analysis was conducted using the Paired T-test with a 5% significance level. Most respondents were 14 years old (38.3%), and 93% had never received any information about BSE. The Paired T-test showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.000), with the average knowledge score increasing from 11.60 to 17.77 after the video-based intervention, indicating a mean difference of 6.17. Health education on BSE through video media effectively improves adolescent girls' knowledge of early breast cancer detection. Visual and auditory educational approaches such as videos can serve as strategic alternatives in adolescent reproductive health promotion, especially in increasing awareness and practice of BSE from an early age.   Abstrak Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di dunia. Deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi langkah preventif yang efektif. Namun, pengetahuan remaja putri tentang SADARI masih tergolong rendah. Edukasi melalui media video dipandang sebagai metode yang efisien untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan payudara. Menguji efektivitas pendidikan kesehatan SADARI (PERI) terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan one group pre-test and post-test design. Sampel berjumlah 60 siswi kelas 7 hingga 9 yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pengetahuan SADARI yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Paired T-test dengan tingkat signifikansi 5%. Mayoritas responden berusia 14 tahun (38,3%) dan 93% belum pernah memperoleh informasi tentang SADARI. Hasil uji Paired T-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p = 0,000), dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,60 menjadi 17,77 setelah intervensi video edukatif, dengan selisih mean 6,17. Intervensi pendidikan kesehatan SADARI melalui media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang deteksi dini kanker payudara. Edukasi visual dan auditori seperti video dapat dijadikan alternatif strategis dalam promosi kesehatan reproduksi remaja, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan praktik SADARI sejak usia dini

    Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Praktik Pijat Bayi sebagai Upaya Stimulasi Pertumbuhan Bayi di Wilayah Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang

    Full text link
    Infant growth and development are important indicators in determining the overall level of public health. One simple yet effective method to stimulate infant growth is through baby massage. However, the knowledge and skills of Posyandu (Integrated Health Post) cadres in practicing baby massage remain limited. This community service activity aimed to empower Posyandu cadres in Candirejo Subdistrict, Ungaran Barat District, Semarang Regency by providing training on proper and standardized baby massage practices. The implementation methods included education sessions, demonstrations, and hands-on practice with direct supervision. The results showed an improvement in the cadres’ knowledge and skills in performing baby massage, which is expected to be routinely implemented in Posyandu activities to support infant growth stimulation in the area. This activity demonstrates that empowering cadres through practical training can be an effective strategy to enhance the quality of community-based health services. ABSTRAKPertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu metode sederhana namun efektif dalam menstimulasi pertumbuhan bayi adalah melalui pijat bayi. Namun, pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam praktik pijat bayi masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang melalui pelatihan praktik pijat bayi yang benar dan sesuai standar. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung dengan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan 90% peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pijat bayi, yang diharapkan dapat diterapkan secara rutin dalam kegiatan posyandu guna mendukung stimulasi pertumbuhan bayi di wilayah tersebut. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan kader melalui pelatihan praktis dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat

    Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Penanganan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang

    Full text link
    Non-Communicable Diseases (NCDs) tend to increase every year and the highest number of deaths are cardiovascular disease (CVD), cancer, respiratory disease and diabetes. The prevalence of NCDs is still high in Indonesia due to unhealthy lifestyles, which are actually preventable diseases. This service aims to provide an understanding of NCDs and to reduce prevalence by understanding risk factors through counseling or communication, information and education (CIE) among women at homestead RT01 RW03, Candirejo Village, West Ungaran, Semarang Regency. CIE is carried out using audiovisual aids and holding discussion sessions. To evaluate knowledge, a pre-test and post-test were carried out.  The results of NCDs knowledge showed a significant increase (p= 0,779). Having a discussion is an indication that the participants have high concern. CIE is a communication strategy to encourage sustainable behavior change and is a key component of community development, increasing awareness, and providing a positive impact on knowledge, attitudes and behavior. ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) cenderung meningkat setiap tahunnya dengan jumlah kematian tertinggi merupakan penyakit kardiovaskular (PKV), kanker, penyakit pernapasan, dan diabetes. Prevalensi PTM masih tinggi di Indonesia disebabkan gaya hidup yang tidak sehat, yang sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang PTM dan untuk menurunkan prevalensi dengan memahami faktor resiko melalui penyuluhan atau komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pada ibu dasa wisma RT01 RW03 Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Kebupaten Semarang. KIE dilakukan menggunakan alat bantu audiovisual dan dilakukan sesi diskusi. Untuk mengevaluasi pemahaman dilakukan pre-test dan post-test. Hasil pemahaman tentang PTM menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (p= 0,779). Adanya diskusi merupakan salah satu indikasi bahwa peserta memiliki kepedulian yang tinggi. KIE merupakan strategi komunikasi untuk mendorong perubahan perilaku berkelanjutan dan merupakan komponen kunci pengembangan masyarakat, meningkatkan kesadaran, serta  memberikan dampak positif pada pengetahuan, sikap, dan perilaku

    Edukasi Gizi dalam Kehamilan sebagai Upaya Pencegahan Anemia

    Full text link
    The priority problem faced by partners is the incidence of anaemia among pregnant women in the  Beji village area. Many pregnant women do not know about the nutrients needed during pregnancy and the foods and drinks that should be reduced during pregnancy. Pregnant women also do a lot of food restrictions during pregnancy and there are still pregnant women who still follow myths or prohibitions from parents about certain foods such as eating spicy, half-cooked eggs, eating pineapple.  One way to overcome these problems is to give understanding, especially to pregnant women, about fulfilling nutrition during pregnancy because the nutrition of pregnant women can affect the growth and development of the fetus in the womb. The understanding of pregnant women about nutritional adequacy can be given using the lecture method using leaflet media. The activity of providing information about balanced nutrition in pregnancy as an effort to prevent anaemia was carried out in Beji. The number of pregnant women who participated in the counselling activities was 25 people. Pre-test results obtained Most pregnant women have sufficient knowledge about balanced nutrition in pregnancy as much as 60%. After the information dissemination activities, the knowledge of pregnant women improved, with the good knowledge category comprising 20 pregnant women (80%).Suggestions to midwives or posyandu cadres in the future so that this counselling is carried out continuously with added practical sessions so that the information remembered by the counselling participants can be maximised.   ABSTRAK Permasalahan prioritas yang dihadapi oleh mitra yaitu masih adanya kejadian anemia pada ibu hamil  di wilayah Kelurahan Beji. Banyak ibu hamil yang belum mengetahui tentang nutrisi  yang dibutuhkan selama kehamilan dan makanan dan minuman yang harus dikurang selama hamil. Ibu hamil juga banyak banyak melakukan pembatasan makanan selama kehamilan dan masih ada ibu hamil yang masih mengikuti mitos atau larangan dari orang tua tentang makanan tertentu seperi makan pedas, telur setengan matang , makan buah nanas.  Salah satu cara untuk  mengatasi permasalahn tersebut dengan diberikan pehaman terutama pada ibu hamil tentang pemenuhan nutrisi  pada saat hamil  karena nutrisi ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Adapun apabila kecukupan gizi janin yang kurang cukup didalam kandungan dapat menggangu pertumbuhan dan perkembangan janin setelah lahir. Pemahaman ibu hamil tentang kecukupan gizi ini dapat diberikan menggunakan metode ceramah dengan menggunakan media leaflet. Kegiatan pemberian informasi tentang  gizi seimbang pada kehamilan sebagai upaya pencegahan anemia dilaksanakan di kelurangan Beji . Jumlah ibu hamil yang mengikuti kegiatan penyuluhan sebanyak 25 orang. Hasil pre test didapatkan Sebagian ibu hamil mempunyai pengetahun cukup  tentang gizi seimbang pada kehailan sebanyak 60 %. Setelah dilakukan kegiatan pemberian informasi,  pengetahuan ibu hamil mengalami peningkatan dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 20 ibu hamil  ( 80 %). Saran kepada bidan ataupun kader posyandu kedepan agar penyuluhan ini dilakukan secara kontinyu dengan ditambah sesi praktek agar informasi yang diingat oleh peserta penyuluhan dapat lebih maksimal

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇