Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Prediksi Status Gizi Balita Menggunakan Logika Fuzzy Metode Sugeno Berdasarkan Pengukuran Antropometri
Under five nutritional status is a measure used to assess the nutritional level of children at an early age. In determining nutritional status using anthropometric measurements which involve physical measurements such as body weight and height. Then the threshold (Z-Score) is calculated and the nutritional status category of a child can be determined. this is of course more rigid because the measurement standards are firmer. Fuzzy logic allows for a more refined classification in determining nutritional status. In fuzzy logic, variables are not only limited to a few discrete categories such as thin, normal or fat. On the other hand, fuzzy logic introduces a continuous degree of membership which allows for a more refined classification based on the degree of membership in each category. This research is proven to produce predictions that are relatively correct, then testing has been carried out and it is proven from the test results that the application runs well
A IMPLEMENTASI METODE WATERFALL PADA WEBSITE PENGINAPAN NURMEGA JAYA KOTA SUKABUMI: IMPLEMENTATION OF THE WATERFALL METHOD ON THE NURMEGA JAYA LODGING WEBSITE, SUKABUMI CITY
Penginapan memberikan jasa kepada para tamu dan pengunjung agar mendapatkan kepuasan secara menyeluruh. Penginapan juga memberikan pelayanan seperti kecepatan, kecekatan, keramahan, sopan santun, dan kemudahan. Pada bisnis penginapan juga banyak yang dapat ditawarkan kepada tamu yang datang antara lain seperti pelayanan sewa kamar penginapan, rekreasi keluarga, laundry, dan pelayanan makanan, minuman.Dalam proses pengembangan website dapat dilakukan dengan beberapa metode SDLC (software development life cycle). Metode-metode SDLC diantaranya yaitu: Metode Waterfal, Iterative Model, Incremental Model, V Model, Spiral Model, Agile Model, Rapid Aplication Development, Prototyping Model, Big bang Model. kelebihan Metode Waterfall Struktur yang sederhana dan mudah dimengerti, Setiap fase memiliki dokumen dan deliverable yang jelas, Tahapan proses pengembangannya tetap (pasti), mudah diaplikasikan, dan prosesnya teratur, Software yang dikembangkan dengan metode ini biasanya menghasilkan kualitas yang baik, Dokumen pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Kekurangan Pengujian dilakukan setelah fase pengembangan selesai, sehingga perubahan yang dibutuhkan mungkin sulit dan mahal. (Pricillia, T. 2021).Metode ini melakukan pendekatan secara sistematis dan berurutan, sehingga dianggap kuno tetapi paling banyak di pakai. Mengapa disebut waterfall karena harus menunggu sampai selesainya tahap sebelumnya dan berjalan secara berurutan. Sekitar tahun 1970 Winston Royce pertama kali memperkenalkan rekayasa perangkat lunak yang termasuk ke dalam model generic, metode ini lebih dikenal sebagai “Linear Sequental Model”. Untuk membangun software yang berurutan, metode klasik ini bersifat sistematis. Penulis melakukan analisis dan pengamatan terhadap proses Reservasi Penginapan di Nurmega Jaya Kota Sukabumi, sehingga penulis dapat mengetahui permasalahan yang ada di tempat tersebut dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan apa saja dalam bahan penelitian untuk membangun sebuah perangkat lunak berupa aplikasi berbasisi web ini guna menjadi pemecahan masalah yang ada. Tahapan ini dilaksanakan pada minggu ke-1 hingga minggu ke 4 di bulan Desember pada tahap ini membantu penulis untuk pengumpulan data sekaligus memudahkan dalam proses pembuatan aplikasi.Dengan menggunakan sistem aplikasi ini, Proses Reservasi Penginapan di Nurmega Jaya menjadi lebih mudah dan cepat, Dengan menggunakan sistem aplikasi ini, dapat memudahkan Resepsionis untuk mengelola informasi detail kamar yang telah terjual, Meningkatkan pelayanan kepada tamu yang datang dan memudahkan tamu saat melakukan pencarian informasi mengenai kamar yang tersedia
Batik Parang : Penerapan Motif Batik Larangan Pada Infrastruktur Dan Arsitektur Bangunan
Batik merupakan hasil karya bangsa Indonesia yang memadukan antara seni, teknologi dan kebudayaan bangsa Indonesia. Dalam proses perjalanannya, batik membawa pengaruh besar terhadap perkembangan pola pikir masyarakat Indonesia melalui motif, fungsi, serta penggunaannya. Batik memiliki banyak sekali ragam dan juga fungsi dalam penggunaannya. Berdasarkan aspek geografi batik dapat dibagi menjadi dua yaitu batik pesisir dan nonpesisir (batik Keraton). Batik Keraton memiliki aturannya sendiri dalam cara pemakaiannya, dimana ada beberapa motif-motif tertentu yang tidak sembarang orang boleh mengenakkannya. Seperti Batik Motif Lar (Sayap), Batik Parang, Batik Tumpal, Batik Cemukiran dan lain-lain. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai meninggalkan aturan-aturan lama yang kemudian hilang dan ditinggalkan. Akibatnya, banyak motif-motif larangan yang tanpa sengaja masuk ke industri dan tersebar luas dikalangan masyarakat. Adapun tujuan penelitian adalah 1) Memaparkan eksistensi dari Batik Parang sebagai salah satu motif Batik Klasik yang hidup dan berkembang di lingkungan dalam dan luar Keraton. 2) Memaparkan contoh penerapan motif batik larangan (Parang) pada infrastruktur dan arsitektur bangunan. 3) Sudut pandang masyarakat mengenai isu tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan melalui pendekatan reinterpretasi. Hasil dari penelitian di dapat bahwa terdapat dua versi pandangan mengenai penerapan motif batik yakni melalui sudut pandang pengamat kebudayaan, dan melalui sudut pandang pengamat keilmuan di bidang arsitektur.
Kata Kunci: Batik, Parang, Perkembangan, Arsitektur bangunan, Sudut pandang
 
Analisis Kadar Total Flavonoid pada Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.)
Avocado plants (Persea americana Mill.) are plants that can be widely used as medicinal plants. Avocado seeds are often used empirically as traditional medicine, namely anti-inflammatory, overcoming constipation, maintaining endurance and treating diabetes mellitus. The use of avocado seeds as traditional medicine is because they have secondary metabolic compounds, one of which is flavonoids. This study aims to determine the total levels of flavonoid compounds in avocado seed ethanol extract using the UV-Vis spectrophotometry method. The study was conducted using qualitative and quantitative testing. The results of the study on avocado seed ethanol extract using qualitative testing with the Wilstater Cyanidin method and the reagent method showed positive flavonoid content. While qualitative testing using the UV-Vis spectrophotometry method, it was obtained that the avocado seed ethanol extract had flavonoid content with an average level of 101.70 mgQE/g extract.
ABSTRAK
Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang secara luas dapat digunakan sebagai tanaman obat. Biji alpukat secara empiris sering digunakan sebagai obat tradisional, yaitu anti radang, mengatasi sembelit, menjaga daya tahan tubuh dan mengobati diabetes mellitus. Pemanfaatan biji alpukat sebagai obat tradisional karena memiliki senyawa metabolik sekunder, salah satunya yaitu flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total kadar senyawa flavonoid pada ekstrak etanol biji alpukat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pengujian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian pada ekstrak etanol biji alpukat menggunakan pengujian kualitatif dengan metode Wilstater Cyanidin dan metode pereaksi menunjukkan positif memiliki kandungan flavonoid. Sedangkan pengujian kualitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis, diperoleh bahwa ekstrak etanol biji alpukat memiliki kandungan flavonoid dengan rata-rata kadar yaitu sebesar 101,70 mgQE/g ekstrak
MEMBANGUN HUKUM LINGKUNGAN YANG BERKELANJUTAN: TANTANGAN DAN SOLUSI GLOBAL
A holistic approach in environmental law offers a strategic paradigm to address increasingly urgent global challenges, such as climate change, deforestation, and transboundary pollution. This article emphasizes the importance of a comprehensive understanding of the interconnected ecological, social, and economic dimensions. By integrating analysis of international policies, national regulations, and local implementation. This qualitative approach research with a literature study design to analyze environmental law in this broad aspect analyzes that environmental law enforcement depends not only on policy, but also on cross-sectoral collaboration, community empowerment, and the application of evidence-based science. Ever-changing global dynamics. The recommendations included strengthening a progressive and innovative legal framework to ensure long-term sustainability. Environmental issues are one of the biggest challenges of the 21st century, which demands an adaptive, collaborative, and sustainable legal approach. Amid the complexity of national and international jurisdictions, various challenges arise, including weak law enforcement, capacity inequality between countries, and conflicts between economic and ecological interests. Through comparative studies and multidisciplinary approaches, this article identifies potential global solutions, such as strengthening international legal instruments, increasing community participation, and integrating environmental justice principles. The goal is to encourage a fairer, more inclusive, and sustainable legal framework for current and future generations.
ABSTRAK
Pendekatan holistik dalam hukum lingkungan menawarkan paradigma strategis untuk mengatasi tantangan global yang semakin mendesak, seperti perubahan iklim, deforestasi, dan pencemaran lintas batas. Artikel ini menekankan pentingnya pemahaman yang menyeluruh terhadap dimensi ekologis, sosial, dan ekonomi yang saling terhubung. Dengan mengintegrasikan analisis terhadap kebijakan internasional, regulasi nasional, dan implementasi lokal. Penelitian pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan untuk menganalisis hukum lingkungan dalam aspek luas ini menganalisis penegakan hukum lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan masyarakat, dan penerapan ilmu pengetahuan berbasis bukti. Dinamika global yang terus berubah. Rekomendasi yang diajukan mencakup penguatan kerangka hukum yang progresif dan inovatif untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang. Isu lingkungan menjadi salah satu tantangan terbesar abad ke-21, yang menuntut pendekatan hukum yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Di tengah kompleksitas yurisdiksi nasional dan internasional, berbagai tantangan muncul, termasuk lemahnya penegakan hukum, ketimpangan kapasitas antarnegara, serta konflik antara kepentingan ekonomi dan ekologi. Melalui kajian perbandingan dan pendekatan multidisipliner, artikel ini mengidentifikasi solusi global yang potensial, seperti penguatan instrumen hukum internasional, peningkatan partisipasi masyarakat, dan integrasi prinsip keadilan lingkungan. Tujuannya adalah untuk mendorong kerangka hukum yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi kini dan mendatang
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Kerjasama dan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa
Abstract
The research aims to determine the influence of project-based learning management on the cooperation and creative thinking abilities of students at Ngudi Waluyo University, Ungaran. The research method uses quasi-experiment, data collection techniques to measure cooperation abilities are by using assessment observation sheets when working on projects and when presenting them, while creative thinking abilities are assessed in the form of pre-tests and post-tests. The research sample was two classes of PGSD students who programmed elementary school geometry and measurement learning courses in 2023-2024, namely class A with 23 students and class B with 24 students. The research results show that the results show that the increase in students' creative thinking abilities from pretest to posttest by 81% (N-Gain=0.81) is categorized as high, as well as students' collaboration abilities being categorized as high. So it is concluded that there is an influence of the project-based learning model on students' collaboration abilities and creative thinking abilities. From the results of this research, it is suggested that further research needs to be carried out to determine the effectiveness of project-based learning on learning outcomes in other aspects.
Abstrak
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan kerja sama dan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Metode penelitian dengan menggunakan quasi eksperiment, teknik pengumpulan data untuk mengukur kemampuan kerja sama adalah dengan menggunakan lembar observasi penilaian pada saat mengerjakan proyek dan pada saat mempresentasikannya, sedangkan pada kemampuan berpikir kreatif adalah dengan penilaian berupa pree test dan post test. Sampel penelitian adalah mahasiswa PGSD yang memprogramkan mata kuliah pembelajaran geometri dan pengukuran SD tahun 2023-2024 adalah sebanyak 23 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dari pre-test hingga post-test dinilai tinggi yaitu sebesar 81% (N gain = 0,81), dan kemampuan kolaborasi siswa juga dinilai tinggi. Maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis proyek untuk terhadap kemampuan kerja sama dan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Dari hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas pembelajaran proyek terhadap hasil pembelajaran pada bidang lain
Mean Artery Pressure (MAP) dan Aktivitas Fisik pada Kehamilan : Mean Arterial Pressure (MAP) and Physical Activity in Pregnancy
Hypertension in pregnancy, including preeclampsia and eclampsia, is a leading cause of maternal mortality in Indonesia. This condition can be prevented through early detection, such as routine measurement of Mean Arterial Pressure (MAP) during prenatal check-ups. Daily physical activity, including household chores, is one of the factors that can influence MAP values. This study aimed to analyze the relationship between physical activity and MAP in pregnant women. A quantitative approach with an analytical design and cross-sectional method was employed. The sample consisted of 332 pregnant women in their first, second, and third trimesters who underwent prenatal examinations at 36 independent midwifery practices in Buleleng Regency, selected through Cluster Random Sampling. Primary data were collected on physical activity over one week using the Pregnancy Physical Activity Questionnaire (PPAQ), while MAP was calculated through blood pressure measurements. The analysis using the Chi-square test yielded a p-value of 0.018 (p < 0.05), indicating a significant relationship between physical activity and MAP. The majority of respondents (87.7%) had normal MAP (<90 mmHg), and 88.3% demonstrated good levels of physical activity. Physical activity was shown to play a crucial role in preventing pregnancy-related hypertension. Therefore, pregnant women are encouraged to engage in regular physical activity to reduce the risk of complications during and after pregnancy.
Abstrak
Hipertensi dalam kehamilan, termasuk preeklamsia dan eklamsia, merupakan salah satu penyebab utama Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Kondisi ini dapat dicegah melalui deteksi dini, seperti pengukuran Mean Artery Pressure (MAP) secara rutin selama pemeriksaan kehamilan. Aktivitas fisik harian, termasuk kegiatan rumah tangga, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai MAP. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan MAP pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 332 ibu hamil trimester I, II, dan III yang melakukan pemeriksaan di 36 Praktek Mandiri Bidan (PMB) di Kabupaten Buleleng, dengan teknik Cluster Random Sampling. Data primer diperoleh dari pengukuran aktivitas fisik selama 1 minggu menggunakan instrumen Pregnancy Physical Activity Questionnaire (PPAQ), serta pengukuran MAP melalui penghitungan tekanan darah. Analisis menggunakan uji Chi-square menunjukkan p-value 0,018 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan MAP. Sebagian besar responden (87,7%) memiliki MAP normal (<90 mmHg) dan 88,3% menunjukkan tingkat aktivitas fisik yang baik. Aktivitas fisik terbukti berperan dalam pencegahan hipertensi pada kehamilan, sehingga ibu hamil disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik secara rutin guna mengurangi risiko komplikasi selama dan setelah kehamilan.
Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Melatih Kemandirian pada Anak Usia Dini: The Concept of Life Skills Education in Training Independence in Early Childhood
Life education in exercising independence does not absorb water, but is carried out repeatedly and consistently by means of habituation to a meaningful lifestyle in order to provide provisions for living independently, confidently, able to help oneself and be able to make wise decisions. This research is a type of library research or library research. References that can be taken from this research are primary and secondary sources. Using library research as data collection. The content analysis (content study) as a data analysis technique that can be used in this study. The results of this study explain that the concept of education that starts life plays a positive role in building children's independence, so it is developed by parents as one of the educational concepts that are learned to do things that are in accordance with the early development of children with independence as a habit. Can ensure that life is an independence that can help early childhood in controlling themselves, and form children who are skilled in all things.
ABSTRAK
Pendidikan kecakapan hidup dalam melatih kemandirian tidak semudah kapas menyerap air, namun dilakukan berulang kali dan konsisten dengan cara pembiasaan pola hidup yang bermakna agar memberi bekal hidup secara mandiri, percaya diri, mampu menolong diri sendiri serta dapat memutuskan sebuah keputusan yang bijak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka atau library research. Rujukan yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah sumber primer dan sekunder. Menggunakan riset kepustakaan sebagai teknik pengumpulan datanya. Adapun content analysis (kajian isi) sebagai teknik analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Konsep Pendidikan kecakapan Hidup berperan positif dalam mendidik kemandirian anak usia dini, sehingga kecakapan hidup digunakan oleh orangtua sebagai salah satu konsep Pendidikan yang membiasakan anak untuk mengerjakan hal-hal yang sederhana sesuai dengan usia tahap perkembangan anak dengan menanamkan nilai kemandirian sebagai sebuah kebiasaan. Dapat disimpulkan bahwa kecakapan hidup merupakan unsur kemandirian yang dapat membantu anak usia dini dalam mengendalikan diri sendiri, dan membentuk anak menjadi berkepribadian yang terampil dalam segala hal apapun
Penyuluhan Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat (Dagusibu) di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang
Basic Health Research (2013) noted that 35.2% of families in Indonesia store medicines for self-medication. The risk of improper use and management of medicines can be in the form of medication errors or side effects that are harmful to the family and surrounding community as well as financial impacts. The purpose of this community service is to increase public knowledge and awareness through communication, information, and education (KIE) about drug management at the family level through the Dagusibu program (Get, Use, Save, and Dispose). This service was carried out on Mei, 14 2024 in Candirejo Village, East Ungaran, Ungaran Regency, by providing IEC to PKK mothers as many as 25 using audio-visual media. To assess knowledge and understanding, a pre-test and post-test were carried out. The results obtained were an increase in knowledge and better understanding (p<0.001). The provision of IEC was able to increase public knowledge and understanding about drug management at the household level with the hope that all residents have quality, effective, and safe medicines so that they can improve their quality of life.
ABSTRAK
Riset Kesehatan Dasar (2013) telah mendata sebanyak 35,2% keluarga di Indonesia menyimpan obat untuk swamedikasi. Resiko penggunaan dan pengelolaan obat yang tidak tepat dapat berupa kesalahan pengobatan (medication error) atau efek samping yang membahayakan bagi diri keluarga maupun masyarakat sekitar dan dampak finansial. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi tentang pengelolaan obat ditingkat keluarga melalui program dapatkan, gunakan, simpan dan buang(Dagusibu). Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2024 di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Kabupaten Ungaran, dengan memberikan KIE dalam rapat PKK sebanyak 25 peserta, menggunakan mediaslide. Untuk menevaluasi pengetahuan dan pemahaman dilakukan pre- dan post- test. Hasilyang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik (p<0,001). Pemberian KIE mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan obat di tingkat rumah tangga dengan harapan seluruh warga memiliki obat yang bermutu, efektif dan aman yang mampu meningkatkan kualitas hidupnya
Menuju Lansia Sehat Bugar Jiwa Raga dengan Kombinasi Program S-CREEM KETAN, PENTOL, dan YOJASUKE
The large number of hypertension sufferers in Krajan Village, the low level of health screening for the elderly, the lack of health education related to hypertension in the elderly can influence delays in treating hypertension and even lead to the risk of uncontrolled hypertension. This can increase the risk of complications such as stroke. The aim of this community service is to increase the literacy and skills of the elderly regarding the management of hypertension through a combination of the S-CREEM KETAN (Health Care Community Screening), PENTOL (Cultivation of Toga for the Elderly) and YOJASUKE (Yoga and Walking) programs to achieve mental health, fitness for the elderly. This program is in accordance with the partners' vision, namely improving the health welfare of the elderly. Service methodology through Community-Based Participatory Research (CBPR). The activity consists of four stages: The first stage, health screening includes checking blood pressure, checking body height, checking random blood sugar, and checking body composition with the TANITA scale. The second stage, education regarding the benefits of Moringa leaves and planting Moringa trees. The third stage, training yoga chairs for the elderly. The fourth stage, a relaxing healthy walk. A total of 20 elderly people were actively involved in the activities. The results obtained from this combination of activities can increase elderly people's literacy based on measurement use questionaire and surve about the importance of health screening, increase literacy about the benefits of Moringa leaves, have knowledge and yoga chair skills and be able to do healthy walking. The conclusion from this service activity is that there is an increase in the literacy and skills of the elderly in knowledge and management of hypertension.
ABSTRAK
Banyaknya penderita hipertensi di Dusun Krajan, rendahnya skrining kesehatan pada lansia, minimnya pendidikan kesehatan terkait penyakit hipertensi pada lansia dapat mempengaruhi keterlambatan dalam penanganan hipertensi dan bahkan akan beresiko ke hipertensi tidak terkontrol. Hal ini dapat meningkatkan resiko ke komplikasi seperti stroke. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan literasi dan ketrampilan lansia tentang penanganan hipertensi melalui kombinasi program S-CREEM KETAN (Screening Masyarakat Peduli Kesehatan), PENTOL (Penanaman Toga untuk Lansia) dan YOJASUKE (Yoga dan Jalan Sehat Santai) untuk mencapai lansia sehat bugar jiwa dan raga. Program ini sesuai dengan visi mitra yaitu meningkatkan kesejahteraan kesehatan lansia. Metodologi pengabdian melalui Community-Based Participatory Research (CBPR). Kegiatan terdiri dari empat tahap: Tahap pertama, skrining kesehatan meliputi cek tekanan darah, cek tinggi badan, cek gula darah sewaktu, dan cek body composition dengan timbangan merk TANITA. Tahap kedua, edukasi pengenalan manfaat daun kelor dan penanaman pohon kelor. Tahap ketiga, melatih yoga chair pada lansia. Tahap keempat, jalan sehat santai. Sebanyak 20 lansia dilibatkan aktif dalam kegiatan. Hasil yang didapatkan dengan kegiatan kombinasi tersebut lansia bisa mengalami peningkatan literasi berdasarkan pengukuran dengan kuesioner dan survei tentang pentingnya skrining kesehatan, meningkatnya literasi tentang manfaat daun kelor, memiliki pengetahuan dan ketrampilan yoga chair serta mampu melakukan jalan sehat. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adanya peningkatan literasi dan ketrampilan lansia dalam pengetahuan dan penanganan hipertensi