Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Implementasi Pendidikan Seksualitas PAUD Berbasis Agama: Implementation of Religion-Based Early Childhood Sexuality Education
This article reviews the literature on the Implementation of Faith-Based Sexuality Education focusing on Early Childhood Education (ECED) schools in Indonesia. This systematic literature review (hereafter SLR) involved searching, screening and synthesizing articles on faith-based sexuality education published in the last ten years (2014-2024) from electronic databases namely SCOPUS, Google Scholar. The findings of this review identified 15 relevant articles and revealed that most of the relevant studies were conducted qualitatively with a focus on the implementation of faith-based sexuality education. In addition, the researcher applied the concept of sexuality education from various specific religions whose research topic mapping has been widely studied but received less attention, such as whether faith-based sexuality education is successful in the long run, whether it is accepted by various religious communities, and how it is best for early childhood education. In addition, the researcher used several conceptualizations of sexuality education involving educators, institutions, government agencies. This study suggests that further qualitative research is needed to understand the importance of implementing sexuality education in faith-based institutions by involving government agencies and educators to find out the forms of practices used in the delivery of sexuality education by educators.
ABSTRAK
Abstrak. Artikel ini mengulas literatur tentang Implementasi Pendidikan Seksualitas Berbasis Agama yang berfokus pada sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia. Tinjauan literatur sistematis (selanjutnya disebut SLR) ini meliputi pencarian, penyaringan, dan sintesis artikel-artikel pendidikan seksualitas berbasis agama yang diterbitkan sepuluh tahun terakhir (2014-2024) dari database elektronik yaitu SCOPUS, Google Scholar. Temuan tinjauan ini mengidentifikasi 15 artikel yang relevan dan mengungkapkan bahwa sebagian besar penelitian yang relevan dilakukan secara kualitatif dengan fokus pada Implementasi pendidikan seksualitas berbasis agama. Selain itu, peneliti menerapkan konsep pendidikan seksualitas dari berbagai agama tertentu yang pemetaan topik penelitiannya sudah banyak dipelajari namun kurang mendapat perhatian, seperti apakah pendidikan seksualitas berbasis agama berhasil dalam jangka panjang, apakah diterima oleh berbagai pihak. komunitas agama, dan bagaimana cara terbaik untuk pendidikan anak usia dini. Selain itu, peneliti menggunakan beberapa konseptualisasi pendidikan seksualitas dengan melibatkan pendidik, lembaga, instansi pemerintah. Penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan penelitian kualitatif lebih lanjut untuk memahami pentingnya penerapan pendidikan seksualitas di lembaga berbasis agama dengan melibatkan instansi pemerintah dan pendidik untuk mengetahui bentuk praktik yang digunakan dalam penyampaian pendidikan seksualitas oleh para pendidik
Pola Asuh terhadap Kejadian Wasting pada Balita di Kabupaten Pasaman dan Kota Bukittinggi
Wasting is an acute malnutrition condition where a toddler's weight does not correspond to his height or the zscore value is more than < -3 SD to < -2 SD which is a combination of thin and very thin nutritional status. Factors that cause child malnutrition are child malnutrition, food intake or infection, poverty, low parental education, poor feeding practices, economic status, place of residence, family size, number of children in the family, as well as urban or rural differences. The aim of this research is to obtain a description and analysis of wasting incidents among toddlers in Pasaman Regency and Bukittinggi City. The research method used is qualitative research with the type of research being an analytical survey with a case control design. The research subjects consisted of 216 toddlers consisting of 108 cases and 108 controls. The sampling technique used in the research was purposive sampling and data analysis used the chi-square test.Pasaman district research. The statistical test results obtained p value = 0.025, so it can be concluded that there is a significant relationship between parenting patterns and the incidence of wasting. Meanwhile, in research in the city of Bukittinggi, statistical test results obtained p value = 0.008, so it can be concluded that there is a significant relationship between parenting patterns and wasting incidents. The conclusion of the research is that wasting toddlers often occurs in toddlers who have bad parenting, although there are also toddlers who are wasting who have good parenting patterns. Possibly caused by other factors such as infectious diseases.
ABSTRAK
Wasting adalah suatu kondisi gizi kurang akut dimana berat badan balita tidak sesuai dengan tinggi badan atau nilai zscore lebih dari < -3 SD s/d < -2SD yang merupakan gabungan status gizi kurus dan sangat kurus.. Faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya gizi anak adalah kekurangan gizi pada anak, asupan makanan atau infeksi, kemiskinan, pendidikan orang tua yang rendah, praktik pemberian makanan yang buruk, status ekonomi, tempat tinggal, ukuran keluarga, jumlah anak dalam keluarga, serta perbedaan perkotaan atau pedesaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi dan analisis terhadap kejadian wasting pada balita di Kabupaten Pasaman dan Kota Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian adalah survey analitik dengan desain case control. Subjek penelitian terdiri dari 216 orang balita terdiri dari 108 kasus dan 108 kontrol. Teknik sampling yang digunakan dalam Penelitian adalah Purposive Sampling dan analisis data menggunakan uji chi-square. Penelitian kabupaten Pasaman Hasil uji statistik diperoleh p Value = 0,025 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian wasting. Sedangkan penelitian di kota Bukittinggi, Hasil uji statistik diperoleh p Value = 0,008 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian wasting. Kesimpulan penelitian adalah bahwa balita yang wasting banyak terjadi pada balita yang mendapatkan pola asuh yang tidak baik, walaupun pada balita yang wasting ada yang mempunyai pola asuh yang baik. Kemungkinan disebabkan oleh factor lain seperti penyakit infeksi
Pengaruh Promosi Jabatan, Stres Kerja, Reward dan Punishment terhadap Kinerja Karyawan Departemen SMT (Surface Mount Technology) di PT. Sat Nusapersada Tbk
This study aims This study aims to analyze the impact of Job Promotion, Work Stress, Reward, and Punishment on the performance of employees in the SMT Department at PT Sat Nusapersada Tbk. The data used in this research consists of primary data collected from the distribution of questionnaires to 112 employees specifically in the SMT Department at PT Sat Nusapersada Tbk. The sampling technique used was the Questionnaire technique. The data processing method involved quantitative data analysis, validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that Job Promotion, Work Stress, Reward, and Punishment simultaneously have a significant effect on Employee Performance. This is evidenced by comparing the calculated F value and the F table value, F calculated = 40.353 > F table = 2.46. For Job Promotion, the t calculated value (3.335) > t table (1.658). For Work Stress, the t calculated value (2.147) > t table (1.658). For Punishment, the t calculated value (1.764) > t table (1.658). For Reward, the t calculated value (5.484) > t table (1.658), indicating a partial effect on employee performance
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Promosi Jabatan, Stres Kerja, Reward dan Punihment terhadap kinerja karyawan Departemen SMT di PT Sat Nusapersada Tbk Data yangdigunakan dalam penelitian ini berupa data primer yang dikumpulkan dari hasil penyebaran kuesioner kepada 112 orang karyawan khususnya Departemen SMT di PT Sat Nusapersada Tbk.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Angket. Metode pengolahan data menggunakan kuantitas data, uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis linier berganda. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Promosi jabatan, Stres Kerja, Reward dan Punishment secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap keputusan Kinerja Karyawan. Hal ini dibuktikan dengan melihat perbandingan nilai F hitung dan F tabel, F hitung = 40.353 > F tabel = 2.46. dari Promosi jabatan nilai t hitung (3.335) > t tabel (1,658). Stres kerja nilai t hitung (2.147) > t tabel (1,658), Punishment nilai t hitung (1.764) > t tabel (1,658), Reward nilai t hitung (5.484) > t tabel (1,658) berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan
Perencanaan Berbasis Data melalui Rapor Pendidikan dalam Penyusunan RKAS di Sekolah Dasar
Abstract
This study explores the implementation of Data-Based Planning (PBD) in drafting the School Activity and Budget Plan (RKAS) at SDN Klepu 02 as an effort to improve the quality of education. PBD is an evidence-based approach that leverages data from the Education Report platform to identify problems, analyze root causes, and formulate solutions through the Identify, Reflect, and Improve (IRB) stages. This research employed a qualitative descriptive method with data collected through interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that the implementation of PBD has significantly impacted the quality of education at SDN Klepu 02. Key priority programs include intensive training to enhance teachers' competence in literacy-based learning, procurement of supporting facilities such as books and interactive learning media, and routine student literacy programs. These initiatives successfully improved student literacy by 20% within a year, enhanced teacher competencies, and made budget management more targeted and efficient. However, the implementation process faced challenges, including low data literacy among educators and limited internet access, which hindered optimal use of the Education Report platform. These challenges were addressed through collaboration among school principals, teachers, school committees, and training support from the Education Office. This study concludes that PBD is an effective strategy for improving education quality through a systematic, transparent, and accountable approach. The successful implementation of PBD at SDN Klepu 02 can serve as a model for other educational institutions in designing and implementing data-driven programs to achieve better educational outcomes.
Abstrak
Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) di SDN Klepu 02 sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan. PBD adalah pendekatan berbasis bukti yang memanfaatkan data dari platform Rapor Pendidikan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis akar permasalahan, dan merumuskan solusi melalui tahapan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBD memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN Klepu 02. Beberapa program prioritas yang dihasilkan meliputi pelatihan intensif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran berbasis literasi, pengadaan fasilitas pendukung seperti buku dan media pembelajaran interaktif, serta program literasi siswa yang rutin dilakukan. Penerapan program-program tersebut berhasil meningkatkan literasi siswa sebesar 20% dalam satu tahun, meningkatkan kompetensi guru, dan membuat pengelolaan anggaran lebih terarah dan efisien. Namun, proses implementasi menghadapi beberapa kendala, termasuk rendahnya literasi data di kalangan pendidik dan keterbatasan akses internet yang menghambat optimalisasi pemanfaatan Rapor Pendidikan. Kendala ini diatasi melalui kolaborasi antara kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan dukungan pelatihan dari Dinas Pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBD merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang sistematis, transparan, dan akuntabel. Keberhasilan implementasi PBD di SDN Klepu 02 dapat menjadi model bagi satuan pendidikan lainnya dalam merancang dan melaksanakan program berbasis data untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik
Efektivitas Senam Hamil dan Aromatherapy Lavender Terhadap Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III: The Effectiveness of Pregnancy Exercise and Lavender Aromatherapy on Back Pain in Third Trimester Pregnant Women
Back pain in pregnant women can be defined as a common problem during pregnancy. This is due to weight gain during pregnancy and the abdominal diameter also increases and gravity moves to the front of the body, increasing pressure on the lower back. . Non-medical treatments that can be done with pregnancy exercise and lavender aromatherapy to minimize the intensity of back pain during pregnancy. The purpose of this study was to compare the more effective interventions of pregnancy exercise or lavender aromatherapy. This study uses a quasi-experimental design with pretest and posttest research designs. The population of this study were 40 third trimester pregnant women. The sample in this study were 40 pregnant women because they used the total sampling technique. The results of the research conducted on the pregnancy exercise intervention obtained a p value <0.001 and in lavender aromatherapy, a p value of 0.005 was obtained, both of these values were smaller than 0.05, so it was concluded that there was a significant change. significantly before and after being given the intervention of pregnancy exercise and lavender aromatherapy intervention. 40 pregnant women were divided into 2 groups: 20 pregnant women were given pregnancy exercise interventions and 20 pregnant women were given lavender aromatherapy interventions. 20 pregnant women who were given interventions during pregnancy exercise 4 times in 1 month experienced a decrease in back pain by an average of 15.4. In 20 different pregnant women who were given lavender aromatherapy intervention and given for 2 weeks experienced a reduction in back pain on average by 9.5, from these results it can be concluded that the intervention of pregnancy exercise was more effective in reducing back pain in pregnant women than the lavender aromatherapy intervention.
Abstrak
Nyeri punggung pada ibu hamil dapat didefinisikan sebagai masalah umum selama kehamilan. Ini karena kenaikan berat badan selama kehamilan dan diameter perut juga meningkat dan gravitasi bergerak ke depan tubuh, meningkatkan tekanan pada punggung bawah. . Perawatan non medis yang dapat dilakukan dengan senam hamil dan aromaterapi lavender untuk meminimalisir intensitas nyeri punggung selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan lebih efektif intervensi senam hamil atau aromatherapy lavender. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian semu (Quasi eksperimental design) dengan rancangan penelitian pretest dan posttest. Populasi dari penelitian ini adalah 40 ibu hamil trimester III. Sampel pada penelitian ini sebanyak 40 ibu hamil karena menggunakan tekhnik total sampling Hasil dari penelitian yang dilakukan pada intervensi senam hamil didapatkan nilai p value < 0.001 dan pada aromatherapy lavender diperoleh nilai p value 0.005 kedua nilai ini lebih kecil dari 0.05 sehingga disimpulkan ada perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam hamil maupun intervensi aromatherapy lavender. 40 ibu hamil di bagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 ibu hamil diberikan intervensi senam hamil dan 20 ibu hamil diberikan intervensi aromatherapy lavender. 20 ibu hamil yang diberikan intervesi senam hamil sebanyak 4 kali dalam 1 bulan mengalami penurunan nyeri punggung rata – rata sebanyak 15.4. Pada 20 ibu hamil yang berbeda diberikan intervensi aromatherapy lavender dan diberikan selama 2 minggu mengalami penurunan nyeri punggung rata – rata sebanyak 9.5, dari hasil tersebut dapat di simpulkan pada intervensi senam hamil lebih efektif menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil dibandingkan intervensi aromatherapy lavender
Pengaruh Faktor Kehamilan terhadap Panjang Badan Bayi sebagai Indikator Awal Risiko Stunting di Kabupaten Kediri: The Effect of Pregnancy Factors on Infant Body Length as an Initial Indicator of Stunting Risk in Kediri Regency
Stunting is a chronic nutritional problem that is rooted in the womb. Factors such as maternal nutritional status, iron tablet consumption, ANC visits, and diet play a role in the baby's body length at birth, which is an early indicator of stunting risk. Analyze the factors that affect the baby's body length at birth as a predictor of stunting risk. This cross-sectional quantitative study was conducted in January – March 2024, involving 250 postpartum mothers on the first day at several TPMBs and hospitals with purposive sampling. Data were collected through questionnaires and checklists of KIA books and analyzed using multiple linear regression tests. The average body length of babies is 47.2 ± 2.1 cm, with 35% of babies at risk of stunting. Bivariate analysis showed that maternal nutritional status (p = 0.002), iron tablet consumption (p = 0.005), ANC (p < 0.001), and diet (p = 0.001) had a significant relationship with infant body length. Multivariate analysis showed that ANC had the greatest influence (B = 0.25, p < 0.001), followed by diet, maternal nutritional status, and iron tablet consumption (R² =0.52). Adequate ANC, good nutritional status, a balanced diet, and adherence to the consumption of iron tablets play a role in preventing babies born with a body length at risk of stunting. Optimization of ANC services and nutrition education for pregnant women is needed to prevent stunting from an early age
Abstrak
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berakar sejak dalam kandungan. Faktor seperti status gizi ibu, konsumsi tablet zat besi, kunjungan ANC, dan pola makan berperan dalam panjang badan bayi saat lahir, yang menjadi indikator awal risiko stunting. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi panjang badan bayi saat lahir sebagai prediktor risiko stunting. Penelitian kuantitatif cross-sectional ini dilakukan pada Januari – Maret 2024, melibatkan 250 ibu nifas hari pertama di beberapa TPMB dan rumah sakit dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan checklist buku KIA serta dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Rata-rata panjang badan bayi 47,2 ± 2,1 cm, dengan 35% bayi berisiko stunting. Analisis bivariat menunjukkan bahwa status gizi ibu (p = 0,002), konsumsi tablet zat besi (p = 0,005), ANC (p < 0,001), dan pola makan (p = 0,001) memiliki hubungan signifikan dengan panjang badan bayi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa ANC memiliki pengaruh terbesar (B = 0,25, p < 0,001), diikuti pola makan, status gizi ibu, dan konsumsi tablet zat besi (R² = 0,52). ANC yang cukup, status gizi baik, pola makan seimbang, dan kepatuhan konsumsi tablet zat besi berperan dalam mencegah bayi lahir dengan panjang badan berisiko stunting. Optimalisasi layanan ANC dan edukasi gizi ibu hamil diperlukan untuk pencegahan stunting sejak din
Optimalisasi Kader dalam Peningkatan Kualitas Kesehatan Lansia di Candirejo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang
Elderly people are very susceptible to health problems due to decreased body function. Complaints of illness experienced by the elderly include respiratory tract disorders, headaches, hypertension, diabetes mellitus, and other degenerative diseases. Health protection for the elderly needs to be considered so that the elderly carry out healthy physical and mental life management. The health of the elderly is facilitated by the Elderly Posyandu program which aims to improve the quality of life of the elderly. Elderly Posyandu is organized by health cadres, who are volunteers recruited from the community. Cadres are not professional health workers, but the role of cadres can help health workers to empower the community. Increasing the knowledge and skills of cadres is very important to support the health of the elderly towards healthy and happy elderly people. Increasing the capacity of cadres is carried out by increasing knowledge about degenerative diseases, and basic examinations. The purpose of this activity is to provide cadres with knowledge about degenerative diseases and how to measure blood pressure as a basic health examination. The method used is to provide health education accompanied by training in blood pressure examinations. The target of this activity is elderly Posyandu cadres. The stages carried out include providing material about degenerative diseases followed by a demonstration of blood pressure measurement. At the evaluation stage, there was an increase in the knowledge and skills of cadres in measuring blood pressure. The results of this activity were that all cadres had good knowledge of 60.71% and very good knowledge of 17.8%, the rest had sufficient knowledge of 21.42%
ABSTRAK
Lansia sangat rentan mengalami gangguan kesehatan karena penurunan fungsi tubuh.. Keluhan sakit yang dialami lansia berupa gangguan saluran pernapasan, sakit kepala, hipertensi, diabetes mellitus, dan gangguan penyakit degenerative lainnya. Proteksi kesehatan terhadap lansia perlu diperhatiakan agar lansia melakukan manajemen hidup sehat jasmani dan rohani. Kesehatan para lansia difasilitasi dengan program Posyandu Lansia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Posyandu lansia diselenggarakan oleh kader kesehatan.yang merupakan tenaga sukarela yang direkrut dari masyarakat.. Kader bukanlah petugas kesehatan yang profesional, namun peranan kader dapat membantu tenaga kesehatan untuk memperdayakan masyarakat. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader sangat penting untuk menunjang kesehatan lansia menuju lansia sehat dan bahagia. Peningkatan kapasitas kader dilakukan dengan peningkatan pengetahuan tentang penyakit degeneratif, dan pemeriksaan dasar.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kader tentang penyakit degenerative dan cara pengukuran tekanan darah sebagai pemeriksaan kesehatan dasar.. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kesehatan disertai melatih pemeriksaan tekanan darah. Sasaran pada kegiatan ini adalah kader posyandu. lansia Tahapan yang dilakukan meliputi pemberian materi tentang penyakit degeneratif dilanjutkan demonstrasi pengukuran tekanan darah. Pada tahap evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengukur tekanan darah Hasil dari kegiatan ini adalah seluruh kader dengan pengetahuan baik 60,71 % dan pengetahuan baik sekali 17,8 % sisanya dengan pengetahuan cukup 21,42%
Tanam Selasih (Therapeutic Nape Massage dan Senam Lansia Sehat) sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Hipertensi
Hypertension is a non-communicable disease that is commonly experienced by the elderly, with a prevalence that continues to increase. Uncontrolled hypertension, where systolic blood pressure is ≥140 mmHg and diastolic blood pressure is ≥90 mmHg, can lead to various complications such as heart disease, stroke, kidney failure, and vision disturbances. In addition to regular medication, hypertension complications can be minimized with complementary therapies such as Therapeutic Nape Massage and elderly exercises. The results of a preliminary study in the Ngadipiro Walitelon Utara area, Temanggung Regency, found that out of 70 elderly individuals, 54% were experiencing hypertension. Most elderly people do not regularly exercise, such as doing gymnastics, and do not understand alternative treatments for hypertension complications. The purpose of providing Tanam Selasih is to increase the knowledge of the community, especially the elderly, in minimizing hypertension complications and promoting healthy living behaviors through exercise. The activities were conducted using lecture, discussion, and demonstration methods. The activities included blood pressure checks, pre-post tests, education, as well as demonstrations of Therapeutic Nape Massage and elderly exercises. Community service was conducted on Tuesday, December 7, 2024, in the Ngadipiro area, Walitelon Utara. The activity was attended by 36 participants. The results of the community service showed an increase in public knowledge about Tanam Selasih to minimize hypertension complications, where there was a difference in the average knowledge before and after the education with a paired t-test value of 0.000. There is a need for the dissemination of information to a wider community regarding the benefits of planting basil in reducing hypertension complications. There is a need for the dissemination of information to the wider community regarding the benefits of Tanam Selasih in reducing hypertension complications.
ABSTRAK
Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dengan prevalensi yang terus meningkat. Hipertensi yang tidak terkendali, dimana ukuran tekanan darah sistolik ³140 mmHg dan tekanan darah diastolik ³90 mmHg dapat memunculkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan gangguan penglihatan. Selain dengan pengobatan teratur, komplikasi hipertensi dapat diminimalisir dengan tindakan terapi komplementer seperti Therapeutic Nape Massage (pijat tengkuk) dan senam lansia sehat (Tanam Selasih). Hasil studi pendahuluan di lingkungan Ngadipiro Walitelon Utara Kab Temanggung, dari 70 lansia ditemukan 54% yang mengalami hipertensi. Sebagian besar lansia juga belum rutin berolahraga seperti senam dan belum memahami pencegahan alternatif komplikasi hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Tanam Selasih yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya lansia dalam meminimalkan komplikasi hipertensi dan meningkatkan perilaku hidup sehat melalui senam. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pre-posttest, edukasi serta demonstrasi Therapeutic Nape Massage dan senam lansia. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 7 Desember 2024 bertempat di lingkungan Ngadipiro, Walitelon Utara Kab Temanggung. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanam selasih dalam meminimalkan komplikasi hipertensi dimana ada perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan nilai uji t berpasangan 0.000. Perlu adanya penyebarluasan informasi kepada masyarakat yang lebih luas mengenai manfaat tanam selasih dalam menurunkan komplikasi hipertensi
Penyuluhan Kekurangan Energi Kronis untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil dan Wanita Usia Subur
Pregnancy is a crucial period requiring special attention, particularly regarding nutritional intake. Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition where the mother experiences a prolonged lack of energy and protein intake, which can have detrimental effects on both maternal and fetal health. CED is often associated with poor nutritional status, characterized by a Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) of < 23.5 cm. A deep understanding of CED during pregnancy is vital for improving the quality of maternal and child health and reducing mortality rates related to malnutrition. Klaten Regency, for instance, recorded a CED prevalence of approximately 15.8%. A study at Manisrenggo Community Health Center in Klaten identified that economic factors, a lack of nutritional awareness, and limited access to healthcare services contribute to the high incidence of CED. This community service activity aimed to enhance the knowledge of pregnant women and women of childbearing age regarding Chronic Energy Deficiency (CED) through educational intervention. A total of 35 participants took part in the counseling session, which covered the definition, impacts, prevention, and management of CED. The effectiveness of the counseling was measured by comparing participants' knowledge scores before and after the intervention using a paired samples t-test. The analysis results showed a significant average increase in knowledge scores of 1.647 points (p < 0.05). The calculated t-value of 11.200 (df=35) indicates a high strength of the counseling's influence. The counseling on Chronic Energy Deficiency (CED) conducted in Sotrunan Hamlet, Kecemen Village, Manisrenggo District, Klaten Regency, proved effective in increasing the knowledge of pregnant women and couples of childbearing age (PUS).
ABSTRAK
Kehamilan merupakan periode penting yang memerlukan perhatian khusus, terutama dalam hal pemenuhan gizi. Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah kondisi di mana ibu mengalami kekurangan asupan energi dan protein dalam waktu lama, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin. KEK sering dikaitkan dengan status gizi buruk, yang ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm. Pemahaman mendalam tentang KEK pada kehamilan penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta menurunkan angka kematian terkait gizi buruk. Kabupaten Klaten, yang mencatat prevalensi KEK sekitar 15,8% . Studi di Puskesmas Manisrenggo, Klaten, mengidentifikasi bahwa faktor ekonomi, kurangnya kesadaran gizi, dan keterbatasan akses layanan kesehatan berkontribusi terhadap tingginya kasus KEK ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan wanita usia subur mengenai Kekurangan Energi Kronis (KEK) melalui intervensi penyuluhan. Sebanyak 35 peserta berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan yang meliputi penjelasan mengenai definisi, dampak, pencegahan, dan penatalaksanaan KEK. Efektivitas penyuluhan diukur melalui perbandingan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji statistik paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata yang signifikan sebesar 1,647 poin (p < 0,05). Nilai t hitung sebesar 11,200 (df=35) mengindikasikan kekuatan pengaruh penyuluhan yang tinggi. Penyuluhan tentang Kurang Energi Kronik (KEK) yang dilaksanakan di Dusun Sotrunan, Desa Kecemen, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan pasangan usia subur (PUS)
Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Bukti Pada Perpustakaan MTSN 2 Bondowoso
Perancangan sistem informasi dapat menyajikan data akurat, efektif, dan efesien dalam pengelolaan berbagai proses, termasuk dalam pengelolaan perpustakaan. Perpustakaan memegang peranan penting dalam penyediaan layanan informasi yang mendukung kegiatan belajar mengajar, Namun, di MTsN 2 Bondowoso, sistem peminjaman dan pengembalian buku masih dilakukan secara manual menimbulkan sejumlah kendala, seperti kesalahan pencatatan, kehilangan atau kerusakan buku, serta kesulitan Ketika pelacakan data, pembuatan laporan. Penelitian merancang dan membangun sebuah sistem informasi peminjaman dan pengembalian buku berbasis web Hal ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi administrasi perpustakaan. Sistem yang di kembangkan diharapkan dapat mempercepat proses pencatatan, mengurangi kesalahan pencatatan manual, dan memepermudah pembuatan laporan serta pemantauan data buku. Penelitian ini Kami menerapkan metode penelitian lapangan yang mencakup teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan studi pustaka. Dalam pengembangan sistem, kami menggunakan model Waterfall. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi berbasis web yang mampu meningkatkan pengolaan koleksi buku, mempermudah proses peminjaman dan pengembalian, serta mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan buku. Diharapkan sistem ini dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi operasional perpustakaan MTsN 2 Bondowoso serta mendukung kelancaran layanan informasi di lingkungan sekolah.
Kata Kunci: Perpustakaan, sistem informasi, peminjaman dan pengembalian buku, teknologi informasi, Waterfall