Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Evaluasi Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit dan Syariat Islam di RSI Sultan Agung Semarang: Evaluation of the Pharmaceutical Preparation Storage System Based on Hospital Pharmaceutical Service Standards and Islamic Sharia at RSI Sultan Agung Semarang
Pharmaceutical services are the main maintenance services for a hospital. RSI Sultan Agung Semarang is a hospital that has been certified according to Islamic law and has pharmaceutical installations, especially pharmaceutical logistics, which are responsible for pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials to avoid damage and maintain the quality of pharmaceutical preparations. The aim of this research is to determine the harmony of the spatial layout and storage system for pharmaceutical preparations at the Pharmacy Logistics RSI Sultan Agung Semarang based on the Standard Instructions for Pharmaceutical Services in Hospitals and Islamic Sharia. This descriptive observational research method uses prospective data collection techniques in the February-March period through interviews with the pharmacist in charge of the pharmacy warehouse. The data taken includes the spatial layout and storage system for pharmaceutical preparations and the data acquisition score is calculated using the Guttman scale. The results of data analyzed descriptively show that there is a balance in the spatial planning checklist of 94.75% (very good) and a storage system of 90.91% (very good) and conformity based on Islamic law of 25% (not good). The storage system for pharmaceutical preparations in pharmaceutical logistics at RSI Sultan Agung Semarang is based on pharmaceutical service standards in hospitals and Islamic law with an average percentage of 70.22% in the (good) category.
ABSTRAK
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan penunjang utama bagi suatu rumah sakit. RSI Sultan Agung Semarang merupakan rumah sakit yang telah tersertifikasi secara syariat Islam dan memiliki Instalasi farmasi khususnya farmasi logistik yang bertanggung jawab terhadap sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai agar tetap terhindar dari kerusakan serta menjaga mutu sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian tata ruang dan sistem penyimpanan sediaan farmasi di logistik farmasi RSI Sultan Agung Semarang berdasarkan Petunjuk Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit dan Syariat Islam. Metode penelitian observasional deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data secara prospektif pada periode Februari-Maret melalui wawancara kepada Apoteker Penanggung Jawab logistik farmasi. Data yang diambil meliputi tata ruang dan sistem penyimpanan sediaan farmasi. Skor perolehan data dihitung menggunakan skala guttman. Hasil data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian ceklist tata ruang sebesar 94,75 % (sangat baik) dan sistem penyimpanan sebesar 90,91 % (sangat baik) serta kesesuaian berdasarkan syariat Islam sebesar 25 % (kurang baik). Sistem penyimpanan sediaan farmasi di logistik farmasi di RSI Sultan Agung Semarang berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit dan syariat Islam dengan hasil rata-rata presentase sebesar 70,22 % masuk dalam kategori (baik)
Peran Sorbitol sebagai Plastisizer dalam Formulasi Masker Gel peel off Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.): The Function of Sorbitol as a Plasticizer on Formulation Peel-Off Gel Mask Ethanol Extract of Butterfly Flower (Clitoria ternatea L.)
Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) contain flavonoids that can act as antioxidants and can be used in medicine and cosmetics. One of the uses of Telang flowers in cosmetics is a peel-off gel mask. The main component of the peel-off mask formula is a plasticizer, which plays a function in determining the elasticity of the mask when it sticks to the face surface. The research objective is to formulate butterfly pea flowers in the form of extract as a peel-off gel mask with sorbitol as a plasticizer. There were four mask formulas were made using ethanol extract of butterfly pea flowers (2%) as the active ingredient, in various concentrations, namely 8% (F1), 9% (F2), 10% (F3), and 11% (F4). Mask evaluation includes organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, viscosity, flow properties, drying time, tensile strength, and elongation. The results show that the mask meets pharmaceutical requirements with its physical gel form, average spreadability of 5 cm, and viscosity of 16244-27466 cPs. The pH value of the preparation is in the range of 5.52-5.73, by the skin's pH. The function of sorbitol as a plasticizer in peel-off masks was obtained with a drying time of ±17 minutes, as well as tensile strength values of 12.4-7.25 kg/cm2, and elongation of 350%-400%. Overall, the difference in sorbitol concentration had a significant effect on the physical evaluation of the mask (p<0.05). Differences in sorbitol concentration can increase elongation, but reduce the tensile strength of the mask.
ABSTRAK
Bunga telang (Clitoria ternatea L.) mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, sehingga bisa dimanfaatkan dalam pengobatan maupun kosmetika. Pemanfaatan bunga telang dalam kosmetika salah satunya adalah masker gel peel off. Komponen utama pembentuk masker peel off adalah plastisizer, yang berperan menentukan elastisitas masker saat menempel pada permukaan wajah. Tujuan peneltiian adalah memformulasikan bunga telang dalam bentuk ekstrak sebagai masker gel peel-off dengan sorbitol sebagai plastisizer. Dibuat 4 formula masker menggunakan ekstrak etanol bunga telang (2%) sebagai bahan aktif, dalam berbagai konsentrasi yaitu; 8% (F1), 9% (F2), 10% (F3), dan 11% (F4). Evaluasi masker meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, sifat alir, waktu mengering, kuat tarik dan elongasi. Hasil menunjukkan bahwa masker memenuhi persyaratan farmasetika dengan bentuk fisik gel, memiliki daya sebar rata-rata 5 cm, dan viskositas 16244-27466 cPs. Nilai pH sediaan pada rentang 5,52-5,73 yang sesuai dengan pH kulit. Peran sorbitol sebagai plastisizer pada masker peel off diperoleh waktu mengering rentang ±17 menit, serta nilai kuat tarik 12,4-7,25 kg/cm2, dan elongasi 350%-400%. Secara keseluruhan perbedaan konsentrasi sorbitol berpengaruh signifikan pada evaluasi fisik masker (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi sorbitol dapat meningkatkan elongasi, namun menurunkan nilai kuat tarik masker
Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif: Factors Correlation Exclusive Breastfeeding
Exclusive breastfeeding is the provision of breast milk alone to infants up to 6 months without additional fluids or other foods and beverages such as water, formula, orange, honey, tea water, or solid foods such as bananas, papaya, milk porridge, biscuits, rice porridge, and teams. Exclusive breastfeeding for 6 months is recommended by international guidelines based on scientific evidence of the benefits of breast milk for the baby, mother, family, and country. The purpose of this study was to determine the factors that influence exclusive breastfeeding. This research method uses simple random sampling, respondents were selected by random sampling as many as 95 respondents. The results of this study obtained respondents who did exclusive breastfeeding as many as 62 people (65%) and not exclusive breastfeeding as many as 33 people (35%). Based on the results of Chi-Square analysis, it was found that there was a significant relationship between the level of knowledge (p = 0.001), age (p = 0.036), and education level (p = 0.001) with exclusive breastfeeding. Increase knowledge with health promotion and counseling about the benefits and process of exclusive breastfeeding.
Abstrak
Dalam Bahasa Indonesia ditulis melingkupi 200-500 words. Font Size 11, Times New Roman, spasi Tunggal
ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain makanan dan minuman lain yang dimaksud misalnya air putih, susu formula, jeruk, madu, air teh, atapun makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dianjurkan oleh pedoman internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, keluarga, maupun negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian ini menggunakan simple random sampling, responden dipilih secara random sampling sebanyak 95 responden. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang melakukan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 62 orang (65%) dan tidak ASI Eksklusif sebanyak 33 orang (35%). Berdasarkan hasil analisis Chi-Square didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,001), usia (p = 0,036), dan tingkat pendidikan (p = 0,001) dengan pemberian ASI Eksklusif. Meningkatkan pengetahuan dengan promosi kesehatan dan penyuluhan tentang manfaat dan proses pemberian ASI Eksklusif
Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan dari Keluarga Terhadap Kepatuhan Pasien TB Paru dalam Menelan Obat Anti Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedokanbunder Indramayu
Pulmonary Tuberculosis (Pulmonary TB) is still a global concern. Indonesia is ranked third in the world with the highest cases of pulmonary TB. Compliance with swallowing Anti-Tuberculosis Drugs (OAT) is very necessary to reduce the number of Pulmonary TB cases and the number of Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB). MDR TB is a crisis for public health and security, where in 2020 only 1 in 3 people will be able to access treatment. There were 33 MDR cases in Indramayu Regency. One of the health centers with the highest number of MDR cases and the highest number of pulmonary TB sufferers is the Kedokanbunder Health Center. Based on a preliminary study on ten (10) pulmonary TB sufferers, it is known that 5 pulmonary TB sufferers swallow OAT irregularly. Several factors that influence the compliance of pulmonary TB sufferers in taking OAT are knowledge, attitude and support from the family. The aim of the research was to determine the influence of knowledge, attitudes and support from the family on the compliance of pulmonary TB sufferers in swallowing OAT in the working area of the Kedokanbunder Community Health Center, Indramayu Regency. The type of research carried out was analytical research with a transversal or cross-sectional approach, the population was all pulmonary TB sufferers and the sample was all 80 pulmonary TB sufferers. The collection tool uses a list of questions in the form of a questionnaire. Data analysis was carried out Univariate, Bivariate and Multivariate. Bivariate analysis uses the chi-square test and Multivariate analysis uses logistic regression. Based on the research results, it was found that knowledge influenced compliance of pulmonary TB sufferers in swallowing OAT (p-value 0.007), attitude influenced compliance of pulmonary TB sufferers in swallowing OAT (p-value 0.001), and support from family influenced compliance of pulmonary TB sufferers in swallowing OAT (p-value 0.013). Support from family is the most dominant factor influencing compliance of pulmonary TB sufferers in taking OAT (OR=4.142). There is a need for selective selection of PMOs, as well as dissemination of information through broadcast messages about pulmonary TB disease via WhatsApp.
ABSTRAK
Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) sampai sekarang masih menjadi perhatian dunia. Negara Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia dengan kasus TB Paru tertinggi. Kepatuhan menelan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) sangat diperlukan untuk menurunkan angka kasus TB Paru dan angka Multi Drug Resistan Tuberkulosis (MDR TB). MDR TB merupakan krisis bagi keamanan dan kesehatan masyarakat, dimana pada tahun 2020 hanya 1 dari 3 orang yang dapat mengakses pengobatan. Kasus MDR di Indramayu sebanyak 33 kasus. Salah satu Puskesmas dengan kasus MDR tinggi dan Pasien TB Paru tertinggi adalah Puskesmas Kedokanbunder. Berdasarkan studi pendahuluan pada sepuluh (10) Pasien penyakit TB Paru, diketahui bahwa 5 Pasien penyakit TB Paru menelan OAT secara tidak teratur. Beberapa faktor yang memengaruhi kepatuhan Pasien penyakit TB Paru dalam menelan OAT adalah pengetahuan, sikap dan dukungan dari keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap dan dukungan dari keluarga terhadap kepatuhan Pasien TB Paru dalam menelan OAT di wilayah kerja Puskesmas Kedokanbunder Indramayu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan transversal atau potong lintang, populasinya adalah semua Pasien TB Paru dan sampelnya adalah semua Pasien penyakit TB Paru yang berjumlah 80 orang. Alat pengumpul menggunakan daftar pertanyaan dalam bentuk kuesioner. Analisis data dilakukan secara Univariate, Bivariate, dan Multivariate. Analisis Bivariate menggunakan uji chi-square dan analisis Multivariate menggunakan regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa pengetahuan memengaruhi kepatuhan Pasien TB Paru dalam menelan OAT (p-value 0,007), sikap memengaruhi kepatuhan Pasien TB Paru dalam menelan OAT (p-value 0,001), dan dukungan dari keluarga memengaruhi kepatuhan Pasien TB Paru dalam menelan OAT (p-value 0,013). Dukungan dari keluarga adalah faktor paling dominan yang memengaruhi kepatuhan Pasien TB Paru dalam menelan OAT (OR=4,142). Perlu adanya pemilihan PMO secara selektif, serta penyebaran informasi melaui pesan siaran atau broadcast tentang penyakit TB Paru melalui WhatsApp
Melangkah Bersama Bahasa: Guru sebagai Pemandu Perkembangan Bahasa Anak di TK A Cahaya Insani Jumapolo: Moving Together with Language: Teachers as Guides for Children's Language Development at Kindergarten A Cahaya Insani Jumapolo
This study aims to explore the professional role of teachers in improving children's language intelligence at Kindergarten A Cahaya Insani Jumapolo, focusing on teaching strategies, learning methods, learning environment and partnership with parents. The research method used is a qualitative approach with data collection through participatory observation, interviews with teachers, and document analysis related to the curriculum and teaching methods used in the kindergarten. The results showed that teachers play an important role in the development of children's linguistic intelligence in kindergarten. They use a variety of teaching strategies such as stories, songs, games, and art activities to stimulate children's overall language skills. The use of these strategies helps children to be actively involved in the learning process, which increases their motivation and learning success. In addition, teachers use child-centered learning methods that take into account individual interests, needs and developmental levels. This approach helps create a more relevant and meaningful learning experience for children and improves their language skills. A conducive learning environment is also a focus of the teacher's role by creating a safe, comfortable and stimulating space where children feel free to express and experiment with their language. This allows the child to develop their language skills.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami peran profesional guru dalam meningkatkan kecerdasan bahasa anak pada TK A Cahaya Insani Jumapolo, dengan fokus pada strategi pengajaran, metode pembelajaran, lingkungan belajar, dan kemitraan dengan orang tua. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen terkait kurikulum serta metode pengajaran yang digunakan di TK tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting dalam pengembangan kecerdasan bahasa anak di TK tersebut. Guru menggunakan beragam strategi pengajaran, seperti cerita, lagu, permainan, dan kegiatan seni, untuk merangsang kemampuan bahasa anak secara menyeluruh. Penerapan strategi-strategi ini membantu anak terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan motivasi dan keberhasilan belajar. Selain itu, guru menerapkan metode pembelajaran yang berpusat pada anak, dengan memperhatikan minat, kebutuhan, dan tingkat perkembangan individu. Pendekatan ini membantu dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi anak, serta meningkatkan kemampuan bahasa anak. Lingkungan belajar yang kondusif juga menjadi fokus dalam peran guru, dengan menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan merangsang di mana anak merasa bebas untuk berekspresi dan bereksperimen dengan bahasa anak. Hal ini memungkinkan anak untuk mengembangkan keterampilan berbahasa anak tanpa hambatan. Selanjutnya, peran guru dalam membangun kemitraan dengan orang tua terbukti penting dalam mendukung pengembangan bahasa anak di luar lingkungan sekolah. Melalui komunikasi terbuka dan kolaboratif, guru dapat mengintegrasikan pengalaman belajar di rumah dengan pengalaman belajar di sekolah, menciptakan kesinambungan yang memperkuat kemampuan bahasa anak secara holistik. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti pentingnya peran guru sebagai agen utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan merangsang untuk meningkatkan kecerdasan bahasa anak pada usia dini
Peningkatan Kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
Stunting is a condition of growth failure in children under five resulting from chronic malnutrition, particularly during the first 1,000 days of life. In the body of a stunted child, there are impediments to physical growth and mental development. This is the body's adaptation to malnutrition. The underlying causes of stunting must be addressed so that the impact of stunting is not experienced until adulthood. In 2022, Sragen Regency, Central Java, was identified as a key location for stunting intervention. One of the strategies to accelerate stunting reduction is the provision of assistance to families at risk of stunting. This is carried out by the family support team (TPK) Cadre. The Sragen Regency TPK cadres have provided communication, information, and education to the target group. However, the implementation of this strategy has not been optimised. The cadres lack the requisite skills to prepare materials, create media, and provide education to the target group. They are constrained in their ability to educate target groups about alternative nutrient-dense foods, particularly those derived from local sources in the supplementary feeding program for target groups. Training activities utilize a combination of lecture, discussion, and hands-on preparation of materials and creation of communication, information, and education media according to the target group, video screenings, and demonstrations of nutrient-dense supplementary foods. The activity was attended by 71 representatives of TPK cadres from 10 villages focused on handling stunting in Sragen Regency. The results obtained were increased knowledge and skills of cadres in providing communication, information and education and the provision of nutrient-dense supplementary food. It is recommended that cadres disseminate information about the preparation of materials, the creation of communication, information and education media and alternative nutrient-dense supplementary foods to other cadres in the village.
ABSTRAK
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita sebagai akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Di dalam tubuh anak yang stunting terjadi hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental. Hal ini sebagai penyesuaian tubuh terhadap kondisi kekurangan gizi. Akar penyebab stunting harus diatasi agar dampak stunting tidak dialami hingga dewasa. Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tahun 2022 menjadi salah satu lokasi fokus intervensi stunting. Salah satu program percepatan penurunan stunting adalah pendampingan keluarga berisiko stunting yang dilaksanakan oleh Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK). Kader TPK Kabupaten Sragen telah memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) pada kelompok sasaran, namun belum dilaksanakan dengan optimal. Kader TPK belum terampil dalam menyusun materi, membuat media dan memberikan edukasi kepada kelompok sasaran. Kader TPK memiliki keterbatasan dalam memberikan edukasi kepada kelompok sasaran mengenai alternatif makanan padat gizi terutama yang berbahan dasar pangan lokal dalam program Pemberian Makan Tambahan (PMT) kelompok sasaran. Kegiatan pelatihan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik penyusunan materi dan pembuatan media KIE sesuai kelompok sasaran, pemutaran video dan demonstrasi untuk PMT pada gizi. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan Kader TPK dari 10 Desa fokus penanganan stunting di Kabupaten Sragen sebanyak 71 orang. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan, dan keterampilan kader TPK dalam memberikan KIE dan PMT padat gizi. Saran bagi kader TPK adalah meneruskan informasi mengenai penyusunan materi dan pembuatan media untuk KIE dan alternatif PMT padat gizi kepada kader TPK yang anggota kader TPK lain di desanya
PKM IMPLEMENTASI DIGITAL LITERACY DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA SMK DI KABUPATEN SEMARANG
The Implementation of Digital Literacy in English Language Learning for Students of SMK Muhammadiyah Ungaran Semarang Regency is carried out to increase students' interest in learning, especially in English lessons by applying digital literacy, especially Kahoot. The background of this activity is to overcome some problems in English learning, for example: lack of references and students' low interest in learning English. Learning methods that are less developed and carried out rigidly can cause boredom for students. Generating interest in learning English is one of the tasks and challenges for English teachers. The implementation of the activity begins with socialization to the students of Universitas Ngudi Waluyo who are involved in this activity, followed by coordination with the target school regarding the implementation schedule. It ends with reporting the results of activities after the implementation of the program is complete. This program provides benefits not only for the students but also for the teachers at SMK Muhammadiyah Ungaran. The English teachers get new insight for teaching method by using digital application. This method is proven interested for the students and help them to understand English more easily
Keywords: Digital Literacy, English language learnin
GAMBARAN STATUS GIZI PEMAIN FUTSAL U-18 ANGIN PUYUH CLUB
Nutritional status is one of the common indicators used to determine the balance of athlete intake. The realization of a person's potential and maximum achievement as an athlete is greatly influenced by optimal nutritional conditions. The purpose of this study was to determine the nutritional status of Angin Puyuh Club futsal athletes. This study is a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. The sample of this study was 30 people using the total sampling method. The instruments used included a weighing scale to weigh weight, a microtoice to measure height, and the BMI formula to calculate the nutritional status of athletes. The data obtained were analyzed descriptively using SPSS. The results of this study included 16 (53.3%) having normal nutritional status, 8 (26.7%) overweight, and 6 (20%) with underweight dietary status. This study concludes that there are still athletes with abnormal nutritional status (underweight and overweight) as many as 46.6%.
Abstrak
Status gizi merupakan salah satu indikator umum yang digunakan untuk mengetahui keseimbangan asupan atlet. Terwujudnya potensi dan prestasi maksimal seseorang sebagai seorang atlet sangat dipengaruhi oleh keadaan gizi yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi atlet futsal Angin Puyuh Club. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan antara lain timbangan berat badan untuk menimbang berat badan dan microtoice untuk mengukur tinggi badan serta rumus IMT untuk menghitung status gizi atlet. Data yang didapat dianalisis secara dekskriptif menggunakan SPSS. Hasil pada penelitian ini antara lain terdapat 16 (53,3%) memiliki status gizi normal, 8 (26,7%) overweight dan 6 (20%) dengan status gizi underweight. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih terdapat atlet dengan status gizi tidak normal (underweight dan overweight) sebanyak 46,6%
Analisis pada Pelaku Bisnis dalam Rekrutmen Karyawan Marketing Digital di Kabupaten Sumenep
Indonesia has entered the era of digitalization, people are starting to trade digitally. Online markets are increasingly becoming a big hope for making quick profits, switching from convenience stores to online stores is becoming commonplace for business people. This is a challenge for business people to find human resources who are able to operate computers or can make sales online or what is called digital marketing. Digital marketing is expected to be able to promote existing products in a business in the digital world with the ability to dominate the digital market. Sumenep is a city that is geographically located at the eastern tip of Madura Island. Business actors in Sumenep are starting to switch to online markets which require digital marketing in their business ventures. The results of the discussion from the interviewees can be concluded that 75% of business actors in Sumenep Regency utilize the online market by retaining old employees and conducting training, while the other 25% by recruiting new employees.
Abstrak
Indonesia sudah memasuki era digitalisasi, masyarakat mulai berdagang secara digital. Pasar Online semakin menjadi harapan besar untuk mendapatkan keuntungan yang cepat, peralihan dari convenience store ke toko online menjadi hal yang lumrah bagi para pelaku usaha. Hal ini menjadi tantangan bagi para pelaku bisnis untuk mencari sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan komputer atau dapat melakukan penjualan secara online atau yang disebut dengan digital marketing. Pemasaran digital diharapkan mampu mempromosikan produk yang ada pada suatu bisnis di dunia digital dengan kemampuan menguasai pasar digital. Sumenep merupakan kota yang secara geografis terletak di ujung timur Pulau Madura. Pelaku usaha di Sumenep mulai beralih ke pasar online yang membutuhkan pemasaran digital dalam usaha bisnisnya. Hasil pembahasan dari narasumber dapat disimpulkan bahwa 75% pelaku usaha di Kabupaten Sumenep memanfaatkan pasar online dengan cara mempertahankan pegawai lama dan melakukan pelatihan, sedangkan 25% lainnya dengan merekrut pegawai baru
Pengaruh Kelengkapan Produk dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan di Arista Mart 2 Semarang
The aim of this research is to determine and explain the influence of Product Completeness and Service Quality on Consumer Satisfaction. The form of this research is quantitative research with a survey approach. This research data was obtained by distributing 100 questionnaires to respondents, regarding the Influence of Product Completeness and Service Quality on Consumer Satisfaction using a quantitative method with a sampling technique using incidental sampling. The results of this research show that (1) Product Completeness has a positive and significant effect on consumer satisfaction; (2) Service Quality has a positive and significant effect on consumer satisfaction; (3) Product Completeness and Service Quality simultaneously have a positive and significant effect on consumer satisfaction.
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh Kelengkapan Produk dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Data penelitian ini diperoleh dengan membagikan 100 kuesioner kepada responden, tentang Pengaruh Kelengkapan Produk dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen dengan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel memakai sampling incidental. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kelengkapan Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen; (2) Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan konsumen; (3) Kelengkapan Produk dan Kualitas Pelayanan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen