Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Hakikat Guru dalam Mengembangkan Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini: The Nature of Teachers in Developing Religious and Moral Values in Early Childhood
This study focuses on the nature of teachers in developing religious and moral values in early childhood. The purpose of the study is that researchers want to know how a teacher develops religious and moral values in Al-Anhar Karawang Kindergarten (TK). The method used is a qualitative method with a descriptive approach. The data collection method is carried out by direct observation and interviews, the participants involved are children aged 4-5 years, teachers and principals. The results of the study show that children aged 4-5 years in Al-Anhar Kindergarten have mostly achieved the target in developing religious and moral values, namely by showing several understandings and activities that are applied both at school and at home, one of which is by reading daily prayers.
ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada hakikat guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Tujuan penelitian adalah peneliti ingin mengetahui bagaimana cara seorang guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral di taman kanak-kanak (TK) Al-Anhar Karawang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Pengamatan dan wawancara langsung, partisipan yang terlibat adalah anak usia 4-5 tahun, guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menujukkan bahwa anak usia 4-5 tahun di TK al-Anhar sebagaian besar telah mencapai target dalam mengembangkan nilai agama dan moral yaitu dengan ditunjukkan beberapa pemahaman dan kegiatan yang diterapkan baik di sekolah maupun dirumah, salah satunya dengan membaca doa sehari-hari
Workshop Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Eco Enzyme, Sabun Cuci Piring dan Lilin di Desa Trayu
Trayu Village has a relatively large population, and each resident produces household waste. The large amount of household waste is one of the problems in Trayu Village because it can affect health, cleanliness and comfort. The purpose of this community service activity is to increase public knowledge about the use of household waste into useful products. Community service activities were carried out in Trayu Village with PKK mothers as participants. The activity was carried out offline and began with the distribution of pretest questionnaires, counseling on waste management, making products from household waste, and ended with the distribution of posttest questionnaires. The products made include eco enzyme with the main ingredients of fresh vegetable and fruit waste, dishwashing soap using eco enzyme, and candles with used cooking oil as the main ingredient. Based on the results of the workshop activities and the analysis of the pretest and posttest results, it was found that the level of understanding of the training participants increased by 90%. It can be concluded that the knowledge of the training participants increased significantly.
ABSTRAK
Desa Trayu memiliki jumlah penduduk yang relatif besar, dan setiap warga menghasilkan sampah rumah tangga. Banyaknya sampah rumah tangga menjadi salah satu permasalahan di Desa Trayu karena dapat mempengaruhi kesehatan, kebersihan dan kenyamanan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Trayu dengan peserta ibu-ibu PKK. Kegiatan dilakukan secara offline dan dimulai dengan pembagian kuesioner pretest, penyuluhan tentang pengelolaan sampah, pembuatan produk berbahan dasar sampah rumah tangga, dan diakhir dengan pembagian kuesioner postets. Produk yang dibuat meliputi eco enzyme dengan bahan utama sisa sayur dan buah segar, sabun cuci piring menggunakan eco enzyme, dan lilin dengan bahan dasar minyak jelantah. Berdasarkan hasil kegiatan workshop dan d analisis dari hasil pretest serta post test diketahui bahwa tingkat pemahaman peserta pelatihan mengalami peningkatan sebesar 90%. Hal ini dapat disimpulkan pengetahuan peserta pelatihan meningkat secara singnifikan.
PELATIHAN PEMBUATAN VEST DALAM UPAYA PEMANFAATAN GREEN ENVIRONTMENT PRODUCT LIMBAH KAIN PERCA GUNA MENINGKATKAN SUSTAINABILITY BUSSINESS PADA UMKM PUTRI KEMBAR FASHION SEMARANG
UMKM Putri Kembar Fashion Semarang faces challenges in managing waste fabric scraps produced from the production process. This waste is often considered worthless and has the potential to pollute the environment. This Community Service PKM) aims to provide solutions through training in making vests by utilizing waste fabric scraps, thereby supporting the use of green environmental products and increasing business sustainability. The methods used include education and practice-based training, starting from scrap fabric sorting techniques, vest design, to effective production processes. This training also includes aspects of creative marketing and sustainable product development strategies, so that the end result can provide added value to waste fabric scraps. The main target of the program is to improve the skills of human resources in this UMKM, while creating environmentally friendly products with economic value. The expected output of this program is the creation of product innovations in the form of vests made from waste fabric scraps that have market competitiveness. In addition, this program also aims to increase the understanding of UMKM actors regarding the importance of implementing sustainability principles in business. Through this training, it is expected that UMKM Putri Kembar Fashion will be able to reduce production waste, increase income, and expand marketing networks. Overall, this program is expected to be a model for empowering UMKM based on green product innovation that supports environmental preservation while increasing business sustainability. With the success of this program, UMKM is expected to be able to become an example of sustainable business practices in the city of Semarang.
Abstrak
UMKM Putri Kembar Fashion Semarang menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah kain perca yang dihasilkan dari proses produksi. Limbah tersebut sering kali dianggap tidak bernilai dan berpotensi mencemari lingkungan. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui pelatihan pembuatan vest dengan memanfaatkan limbah kain perca, sehingga mendukung pemanfaatan green environment product dan meningkatkan keberlanjutan bisnis (sustainability business). Metode yang digunakan meliputi edukasi dan pelatihan berbasis praktik, mulai dari teknik pemilahan kain perca, desain vest, hingga proses produksi yang efektif. Pelatihan ini juga mencakup aspek pemasaran kreatif dan strategi pengembangan produk berkelanjutan, sehingga hasil akhirnya dapat memberikan nilai tambah pada limbah kain perca. Target utama program adalah meningkatkan keterampilan sumber daya manusia di UMKM ini, sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi yang ramah lingkungan.Luaran yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya inovasi produk berupa vest berbahan limbah kain perca yang memiliki daya saing pasar. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terkait pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam bisnis. Melalui pelatihan ini, diharapkan UMKM Putri Kembar Fashion mampu mengurangi limbah produksi, meningkatkan pendapatan, dan memperluas jaringan pemasaran.Secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis green product innovation yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan keberlanjutan bisnis. Dengan keberhasilan program ini, UMKM diharapkan mampu menjadi contoh praktik bisnis berkelanjutan di Kota Semarang
LATIHAN FISIK MALAM HARI BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN MOOD ATLET SILAT SMA N 1 PEGANDON
Mood disorders are mental health problems that affect a person's emotional state. This is a disorder in which a person can experience extreme happiness, extreme sadness, or both for long periods of time. This study aims to investigate the relationship between evening physical exercise and mood disorders in martial arts athletes at SMA N 1 Pegandon. The research instrument used a questionnaire. The research sample consisted of 10 silat athletes who were randomly selected from the student population of SMA N 1 Pegandon. Data was collected through two main instruments: a questionnaire to measure the frequency, intensity and duration of physical exercise at night, as well as the FDMS to assess changes in mood before and after the training period. There was an influence of physical activity on mood in SMA N 1 PEGANDON Pesilat Athletes. This influence is 33.7%, while the remaining 58.1% is influenced by other factors. The results of the simple regression test show that the calculated r value (0.581) is greater than the r table (0.337), which indicates a significant relationship between physical activity (X) and mood (Y). From the regression analysis of variable X against Y, the equation Y = 87.238 - 410 is obtained. The constant value is 87.238. The X regression coefficient of -410 indicates that every 1% change in physical activity or FDMS values correlates with a decrease in mood of -410.
Abstrak
Mood disorder atau gangguan mood adalah masalah Kesehatan mental yang akan memengaruhi keadaan emosi seseorang. Ini adalah gangguan dimana sesorang bisa mengalami kebahagiaan yang sangat ekstrem, kesedihan ekstrem, atau keduanya dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan latihan fisik malam hari berhubungan dengan gangguan mood atlet silat SMA N 1 Pegandon. Instrumen penelitian menggunakan angket kuesioner. Sampel penelitian terdiri dari 10 atlet silat yang secara acak dipilih dari populasi siswa SMA N 1 Pegandon. Data dikumpulkan melalui dua instrumen utama: kuesioner untuk mengukur frekuensi, intensitas, dan durasi latihan fisik malam hari, serta FDMS untuk menilai perubahan mood sebelum dan setelah periode latihan terdapat pengaruh aktivitas fisik terhadap suasana hati pada Atlet Pesilat SMA N 1 PEGANDON. Pengaruh tersebut sebesar 33,7%, sementara 58,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan bahwa nilai r hitung (0.581) lebih besar dari r tabel (0.337), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik (X) dan suasana hati (Y). Dari analisis regresi variabel X terhadap Y, diperoleh persamaan Y = 87,238 - 410X. Nilai konstanta adalah 87,238. Koefisien regresi X sebesar -410 menunjukkan bahwa setiap perubahan 1% dalam nilai aktivitas fisik atau FDMS berkorelasi dengan penurunan suasana hati sebesar -410
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Minat Beli dan Kepuasan Konsumen
This research aims to delve into the influence of service quality on purchase intent and customer satisfaction using a qualitative research approach. The research method involves in-depth interviews with a number of respondents who are consumers of the services under investigation. Additionally, participatory observation and document analysis are conducted to further explore information related to service quality, purchase intent, and customer satisfaction. The findings of this research contribute to a profound understanding of the relationship between service quality, purchase intent, and customer satisfaction. Managerial implications are presented to assist service providers in enhancing their strategies to improve service quality, strengthen consumer purchase intent, and enhance overall customer satisfaction. This research also lays the groundwork for further studies in this field, particularly by expanding the sample scope and considering contextual factors that may influence the outcomes.
Abstrak
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendalami pengaruh kualitas pelayanan atas minat beli dan kepuasan konsumen dengan memakai pendekatan penelitian kualitatif. Metode penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan sejumlah responden yang merupakan konsumen dari layanan yang diteliti. Selain itu, observasi partisipatif dan analisis dokumen juga dilakukan untuk menggali informasi lebih lanjut terkait kualitas pelayanan, minat beli, dan kepuasan konsumen. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman mendalam terhadap hubungan antara kualitas pelayanan, minat beli, dan kepuasan konsumen. Implikasi manajerial disajikan untuk membantu penyedia layanan meningkatkan strategi mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat minat beli konsumen, dan meningkatkan kepuasan konsumen secara keseluruhan. Penelitian ini juga memberikan landasan untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang ini, terutama dengan memperluas cakupan sampel dan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual yang dapat memengaruhi hasi
Pengelolaan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Hemiparesis Dengan Stroke Non Hemoragik
Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit serebrovaskuler yang terjadi akibat infark serebral atau kematian jaringan otak. Stroke dapat menyebabkan gangguan neurologis yang mempengaruhi mobilitas fisik pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan metode pengelolaan deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui convenience sampling, di mana pasien dengan hemiparesis stroke non hemoragik yang setuju untuk diwawancarai dan mampu berkomunikasi menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui pengkajian kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan pada pasien dengan hemiparesis stroke non hemoragik di RSUD Pandan Arang Boyolali. Penulis menggunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber informasi untuk memastikan keabsahan data. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan pengelolaan yang efektif dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke. Penulis menggunakan latihan Range Of Motion (ROM) sebagai salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk meningkatkan mobilitas fisik pasien. Latihan ROM dilakukan secara teratur 2 kali sehari dengan durasi 15-35 menit dan dilakukan selama minimal 4 minggu. Hasil yang didapatkan yaitu masalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi dikarenakan latihan ROM pasif yang dilakukan selama 3 hari pengelolaan didapatkan hasil kekuatan otot tangan kanan yang sebelumnya 2 menjadi 3 dan kaki kanan yang sebelumnya 1 menjadi 3. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengelolaan gangguan mobilitas fisik pada pasien hemiparesis stroke non hemoragik di RSUD Pandan Arang Boyolali. Dengan memberikan perawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat memperoleh pemulihan yang optimal dan meningkatkan kualitas hidup mereka setelah stroke
Gambaran Keberhasilan Toilet Training Anak dengan Ibu Bekerja pada Anak Usia Toodler
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan toilet training seperti peran orang tua, pengetahuan, kesiapan anak dan status pekerjaan ibu. Orang tua salah satunya ibu, ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab peran ibu dalam toilet training seperti membimbing, mendidik, dan melindungi anak ketika melakukan toilet training sangat dibutuhkan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Keberhasilan Toilet Training Anak Dengan Ibu Bekerja Pada Anak Usia Toodler Di Desa Randugunting Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Desain pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Analitik. Populasi penelitian ini 96 ibu bekerja yang memiliki anak usia toodler di Desa Randugunting Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampel. Instrument yang digunakan adalah kuesioner keberhasilan toilet training yang telah di lakukan uji validitas. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan keberhasilan toilet training anak dengan ibu bekerja pada anak usia toodler. Hasil penelitian didapatkan keberhasilan toilet training anak dengan ibu bekerja pada anak usia toodler di Desa Randugunting Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yaitu sebanyak 85 responden (88,5%) berhasil menerapkan toilet training pada anak, sehingga diharapkan ibu yang bekerja tetap mampu melaksanakan toilet training kepada anak
Hubungan Penerapan SOP Penerimaan Pasien Baru dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap
Standar Operasional Prosedur (SOP) penerimaan pasien baru merupakan pedoman yang berisi tentang proses atau tahapan yang dilakukan oleh perawat dalam menerima pasien baru yang masuk dalam ruangan rawat inap. Tingkat kepuasan pasien merupakan perasaan senang atau bahagia yang dirasakan oleh pasien yang berada di ruang rawat inap terhadap penerapan SOP penerimaan pasien baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penerapan SOP penerimaan pasien baru dengan tingkat kepuasan pasien di ruangan rawat inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode penelitian menggunakan metode analitik korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Kuesioner. Data dianalisia menggunakan Uji Statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian yang didapatkan nilai p=0,000 lebih kecil dari taraf signifikan yaitu 0,05 artinya ada Hubungan Penerapan SOP Penerimaan Pasien Baaru dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruangan Rawat Inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan Penerapan SOP Penerimaan Pasien Baru dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruangan Rawat Inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Diharapkan perawat dapat melaksanakan penerimaan pasien baru sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan sehingga pasien dan keluarga dapat berperan aktif dalam perawatan dan terjalin hubungan kerjasama yang baik antara pasien dan petugas
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Problem Based Learning di Sekolah Dasar
Mathematics is considered a difficult subject matter for students, which causes problem-solving processes and low learning outcomes. This collaborative classroom action research (PTKK) was carried out to improve the process and results of learning mathematics on the topic of addition and subtraction of 1st grade students of SD Negeri Randuacir 03 Salatiga. It was carried out over two cycles with two meetings in each cycle. The data collection technique uses test techniques in the form of posttests and non-tests in the form of observations, with data collection tools using posttest questions, student learning process observation instruments, and teacher activity observation instruments. The posttest questions were tested for validity with a significance of 0.05 and reliability with the reliable category. The results of the research obtained (1) that the problem-based learning model can improve the learning process in class I, which is known from the results of observations of student learning processes and teacher activities in the pre-cycle; the percentages were 42.85% and 57.14 in the category not good, cycle I 72, 32%, and 71.42% in the good category, and cycle II 85.71% and 92.85% in the very good category; and (2) that the problem-based learning model can improve learning outcomes with a percentage of 78.57% from the pre-cycle to cycle I and 100% from cycle I to cycle II. The conclusion from the research results is that the problem-based learning model can improve the mathematics learning process and outcomes of 1st grade students.
Abstrak
Matematika dianggap sebagai muatan pelajaran yang sulit bagi siswa yang menyebabkan proses pemecahan masalah dan hasil belajar rendah. Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTKK) ini dilakukan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar matematika topik penjumlahan dan pengurangan di kelas I SD Negeri Randuacir 03 Salatiga yang dilaksanakan selama dua siklus dengan tiap siklus dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa posttest dan nontes berupa observasi, dengan alat pengumpulan data menggunakan soal posttest, instrumen observasi proses belajar siswa, dan instrumen observasi aktivitas guru. Soal postest diuji validitas dengan signifikansi < 0,05 dan uji reliabilitas dengan kategori reliabel. Hasil penelitian diperoleh (1) model Problem Based Learning dapat meningkatkan proses pembelajaran di kelas I yang diketahui dari hasil observasi proses belajar siswa dan aktivitas guru pada pra siklus diperoleh presentase 42,85% dan 57,14 dengan kategori kurang baik, siklus I 72,32% dan 71,42% dengan kategori baik, dan siklus II 85,71% dan 92,85% dengan kategori sangat baik; (2) model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar dengan presentase 78,57% pada pra siklus ke siklus I dan 100% dari siklus I ke siklus II. Simpulan dari hasil penelitian bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa kelas I
Gambaran Pendekatan Keluarga Dalam Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Perawatan Penyakit Kronis
The family approach is one form that can be taken by health workers to empower the potential of a family in increasing involvement in overcoming health problems. Family involvement in overcoming health problems is very necessary to increase the potential that exists within a family. Family potential will be optimal if the level of knowledge about care increases, and one way of increasing knowledge about health is obtained by providing health education. Family health problems will occur in families with a history of chronic disease in their family members. The aim of this research is to determine the level of knowledge of caring for a family with chronic disease health problems through health education using a family approach method. The method used is a pre-experimental research method, one group pretest-posttest. At the beginning of the activity, an assessment of family knowledge regarding caring for family members was carried out. Next, health education is carried out for the family and ends with a posttest assessment. The family approach chosen involves the involvement of some or all family members in health education activities. The results obtained from this activity were an increase in family knowledge about caring for family members with chronic illnesses. The conclusion is that health education with a family approach has an influence on increasing family knowledge. The suggestion is that the family approach be implemented sustainably and can use indirect face-to-face as well
Abstrak
Pendekatan keluarga merupakan salah satu bentuk yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk dapat memberdayakan potensi dari sebuah keluarga dalam meningkatkan keterlibatan dalam mengatasi masalah kesehatan. Keterlibatan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan potensi yang ada di dalam sebuah keluarga. Potensi keluarga akan optimal jika Tingkat pengetahuan tentang perawatan meningkat, dan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan salah satunya didapatkan dengan cara pemberian Pendidikan kesehatan. Masalah kesehatan keluarga akan terjadi pada keluarga dengan Riwayat penyakit kronis pada anggota keluarganya. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat pengetahuan perawatan sebuah keluarga dengan masalah kesehatan penyakit kronis melalui pendidikan kesehatan dengan metode pendekatan keluarga. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian pra eksperimen one group pretest-posttest. Pada awal kegiatan dilakukan penilaian pengetahuan keluarga tentang perawatan anggota keluarga. Selanjutnya dilakukan edukasi kesehatan pada keluarga dan diakhiri dengan penilaian posttest. Pendekatan keluarga yang dipilih melalui keterlibatan Sebagian atau seluruh anggota keluarga mengikuti kegiatan Pendidikan kesehatan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang perawatan anggota keluarga yang sakit penyakit kronis. Kesimpulannya bahwa pendidikan kesehatan dengan pendekatan keluarga memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga. Sarannya adalah pendekatan keluarga dilaksanakan keberlanjutan dan dapat menggunakan tatap muka tidak langsung juga