Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Perspektif Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Kata pada Anak Disleksia Usia Sekolah Dasar
Abstract
This research addresses reading difficulties in children, especially those with dyslexia, and the impact this has on their language skills. The main objective of this study was to understand the challenges dyslexic students face and teachers' analysis of the factors that cause these difficulties, and formulate strategies to help them. The approach used was descriptive qualitative, focusing on one dyslexic student. Difficulties included recognizing letters, reading words, and understanding sentences. Teacher and parent support is essential, and collaboration between them is needed to provide effective learning strategies.
Abstrak
Penelitian ini membahas kesulitan membaca pada anak, terutama yang mengalami disleksia, serta dampaknya terhadap kemampuan bahasa mereka. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami tantangan yang dihadapi siswa disleksia dan analisis guru terhadap faktor penyebab kesulitan ini, serta merumuskan strategi untuk membantu mereka. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, fokus pada satu siswa disleksia. Kesulitan termasuk mengenali huruf, membaca kata, dan memahami kalimat. Dukungan guru dan orang tua sangat penting, dan kolaborasi antara mereka diperlukan untuk memberikan strategi pembelajaran yang efektif
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Aplikasi Kahoot terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa
Abstract
The aim of the research is to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by the kahoot apllication on students` cognitive learning outcomes. The research method used is a quantitative approach with a pre-experemental design and using a one group pretest-posttest model. The populayion in this study were fifth grade student at SD Negeri Adikarto 1 who were selected using a saturated using a saturated sampling technque. The instrument used is a description test that has beeb validated. The result of this research show an increase in student learning outcomes, with an average pretest score of 51.92 increasing to 80.38 in the posttest score. The paired sample-t test statistical test shows a significance value of 0.000 < 0.05 which proves that there is a significant influence from the application of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by the kahoot application on student’s cognitive learning outcomes.
Abstrak
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi kahoot terhadap hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen dan menggunakan model one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Adikarto 1 yang dipilih melalui teknik sampel jenuh. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian yang telah divalidasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, dengan rata-rata nilai pretest 51.92 meningkat menjadi 80,38 pada nilai postest. Uji statistik Paired Sample t-tes menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 yang membuktikan adanya pengaruh signifikan dari penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi kahoot terhadap hasil belajar kognitif siswa
Edukasi dan Praktik Pembuatan Masker Anti-jerawat Daun Sirih Cina pada Murid Madrasah Aliyah Al-Asror Gunung Pati Semarang
Acne is still a common problem among teenagers, with a high prevalence especially in female teenagers aged 14-17 years and male teenagers aged 16-19 years. Acne can lower self-confidence, which may impact mental health and social activities of teenagers in daily life. Therefore, acne should be treated properly and effectively. The use of anti-acne masks made from Chinese betel leaves (Peperomia pellucida L.) can be a potential solution for acne problems among teenagers, especially those with sensitive skin. The purpose of this community service is to provide education about acne and its management and the manufacture of anti-acne masks made from Chinese betel leaves (Peperomia pellucida L.) which is carried out at the Al-Asror Gunung Pati Semarang Islamic High School. Method: education is carried out with a PowerPoint presentation, followed by questions and answers session. To determine the effect of education on students, pretest and posttest are carried out. Data are tested statistically using the Mann Whitney. Students are given skills on how to make and use anti-acne masks. Results: the average pretest score is (70.65 ± 21.95) and posttest (89.13 ± 12.62). There is a significant increase in knowledge about acne (p<0.001) and students are able to make anti-acne masks from Chinese betel leaves. Conclusion: There is a significant increase in knowledge about acne(p<0.001) and students have the skills to make and use anti-acne masks from Chinese betel leaves.
ABSTRAK
Jerawat masih menjadi masalah umum di kalangan remaja, dengan prevalensi tinggi terutama pada remaja putri usia 14-17 tahun dan remaja pria usia 16-19 tahun. Jerawat dapat menurunkan kepercayaan diri yang akan berdampak pada kesehatan mental dan kegiatan sosial remaja dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, jerawat harus diobati secara tepat dan efektif. Penggunaan masker anti-jerawat daun sirih cina dapat menjadi solusi masalah jerawat pada remaja, terutama bagi remaja yang memiliki kulit sensitif. Tujuan dari pengabdian ini untuk memberi edukasi tentang jerawat dan penatalaksanaannya serta pembuatan masker anti-jerawat berbahan daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Al-Asror Gunung Pati Semarang. Metode: edukasi dilakukan dengan presentasi PowerPoint, dilanjutkan sesi tanya jawab. Untuk mengetahui pengaruh edukasi pada murid dilakukan pretest dan posttest. Data diuji statistik menggunakan Mann Whitney. Para murid diberi keterampilan cara pembuatan dan penggunaan masker anti-jerawat. Hasil: nilai rata-rata pretest adalah (70,65 ± 21,95) dan posttest (89,13±12,62). Ada peningkatan pengetahuan tentang jerawat secara signifikan (p<0,001) dan murid mampu membuat masker anti-jerawat dari daun sirih cina. Kesimpulan: Ada peningkatan pengetahuan tentang jerawat secara signifikan (p<0.001) dan murid memiliki keterampilan membuat dan menggunakan masker anti-jerawat berbahan daun sirih cina
Program SMART (Smart Eating And Living For Teens) sebagai Upaya Edukasi Interaktif Peningkatan Kualitas Kesehatan Remaja
The current lifestyle of adolescents shows a tendency towards unhealthy consumption patterns, especially the high consumption of fast food, foods high in sugar, and sugary drinks. This phenomenon also occurs at SMA Negeri 2 Ungaran, where easy access to unhealthy foods affects students' eating habits. This kind of consumption pattern risks increasing the prevalence of obesity, type 2 diabetes mellitus, and other metabolic diseases from a young age. Through nutrition education activities conducted to students in grades X and XI, interactive approaches such as visual simulation of sugar levels, understanding nutrition labels, and inspirational stories were used to increase students' awareness of the importance of healthy eating. The results of the activity showed a significant increase in student knowledge, as evidenced by the increase in pre-test scores from 56 to 85 in the post-test. In addition, most of the students expressed their commitment to reduce their consumption of unhealthy food and drinks and start bringing healthy lunches from home. This activity also highlighted the importance of education on food-drug interactions, which are often overlooked but can interfere with therapeutic effectiveness and nutritional status. With a good understanding of nutrition, adolescents are expected to become agents of change who not only take care of their own health, but also contribute to spreading health information in the surrounding environment. Continuous education and participatory approaches are key in building nutrition literacy and healthy consumption behavior among adolescents.
ABSTRAK
Gaya hidup remaja saat ini menunjukkan kecenderungan pola konsumsi yang tidak sehat, khususnya tingginya konsumsi makanan cepat saji, makanan tinggi gula, dan minuman manis. Fenomena ini juga terjadi di SMA Negeri 2 Ungaran, di mana akses mudah terhadap makanan tidak sehat memengaruhi kebiasaan makan siswa. Pola konsumsi semacam ini berisiko meningkatkan prevalensi obesitas, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit metabolik lainnya sejak usia muda. Melalui kegiatan edukasi gizi yang dilakukan kepada siswa kelas X dan XI, pendekatan interaktif seperti simulasi visual kadar gula, pemahaman label gizi, dan cerita inspiratif digunakan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pola makan sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, dibuktikan dengan kenaikan skor pre-test dari 56 menjadi 85 pada post-test. Selain itu, sebagian besar siswa menyatakan komitmen untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman tidak sehat serta mulai membawa bekal sehat dari rumah. Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai interaksi antara makanan dan obat yang sering kali diabaikan, namun berisiko mengganggu efektivitas terapi dan status gizi. Dengan pemahaman gizi yang baik, remaja diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya menjaga kesehatannya sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam menyebarkan informasi kesehatan di lingkungan sekitarnya. Edukasi yang berkelanjutan dan pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam membangun literasi gizi dan perilaku konsumsi sehat di kalangan remaja
Sistem Informasi Inventaris Barang Berbasis Web Pada Dinas Komunikasi dan Informasi Bondowoso
Sistem Informasi Inventaris Barang Berbasis Web pada Dinas Komunikasi dan Informasi Bondowoso bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan aset. Dalam konteks pemerintahan, pengelolaan inventaris yang efektif sangat penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan sumber daya. Penelitian ini dimulai dengan analisis kebutuhan melalui wawancara dan survei terhadap pengguna, yang kemudian diikuti dengan perancangan sistem menggunakan diagram alur dan Data Flow Diagram (DFD). Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan proses penginputan, pemeliharaan, dan pelaporan inventaris, serta menyediakan antarmuka yang user-friendly. Metodologi pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah waterfall, yang memungkinkan penyesuaian berdasarkan umpan balik pengguna selama fase pengujian. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mengurangi kesalahan data, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan meningkatkan kolaborasi antar bagian dalam dinas. Dengan demikian, Sistem Informasi Inventaris Barang Berbasis Web ini tidak hanya memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan aset yang lebih baik di Dinas Komunikasi dan Informasi Bondowoso. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi instansi pemerintah lainnya dalam menerapkan sistem serupa untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan inventaris.
Kata Kunci: Sistem Informasi, Inventari
Pemanfaatan Google Teachable Machine Untuk Klasifikasi Sampah Daur Ulang
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) pasca pandemi COVID-19 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Google Teachable Machine, sebagai salah satu platform AI yang mudah diakses, menawarkan solusi untuk pemrosesan gambar (Image Processing) yang lebih sederhana dibandingkan penggunaan MATLAB atau Python yang sering mengalami kendala dalam hasil pemrosesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Google Teachable Machine dalam mengklasifikasikan sampah daur ulang menjadi empat kategori: gelas, kertas, plastik, dan logam. Dataset diperoleh melalui teknik web scraping dari Google Image dan Pinterest, dengan total 140 citra untuk setiap kategori. Proses validasi dilakukan menggunakan 21 sampel uji untuk setiap kategori, dengan konfigurasi optimal pada epochs 100, batch size 16, dan learning rate 0,001. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik, dengan rincian 100% untuk kategori gelas, 95% untuk kertas, 100% untuk logam, dan 90% untuk plastik. Penelitian ini membuktikan bahwa Google Teachable Machine dapat menjadi alternatif yang efektif untuk klasifikasi sampah daur ulang dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Kata Kunci: Klasifikasi, Sampah Daur Ulang, Teachable Machine, Machine Learnin
Meningkatkan Prestasi Akademik Mahasiswa Teknik Informatika UNSRAT Melalui Optimasi Pembelajaran dengan Random Forest
Prestasi akademik mahasiswa merupakan indikator penting dalam evaluasi kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi akademik mahasiswa Teknik Informatika UNSRAT melalui implementasi algoritma Random Forest guna menyusun strategi pembelajaran yang lebih optimal. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup faktor internal dan eksternal mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan data mining. Algoritma Random Forest digunakan untuk mengelompokkan pola data dan mengidentifikasi variabel-variabel yang paling berpengaruh terhadap prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor seperti manajemen waktu, kehadiran, dan motivasi belajar memiliki kontribusi signifikan terhadap indeks prestasi mahasiswa. Model yang dikembangkan mampu memberikan insight strategis bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merancang sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan tepat sasaran. Penelitian ini diharapkan mendukung program akademik kampus dalam meningkatkan kualitas lulusan di bidang teknologi informasi.
Kata Kunci: Prestasi Akademik, Random Forest, Strategi Pembelajaran, Data Mining, Pendidikan Tinggi
Student academic achievement is a key indicator in evaluating the quality of education. This study aims to improve the academic performance of Informatics Engineering students at UNSRAT through the implementation of the Random Forest algorithm to develop more optimal learning strategies. Data were collected through questionnaires covering internal and external student factors, then analyzed using a data mining approach. The Random Forest algorithm was applied to classify data patterns and identify the most influential variables affecting academic performance. The results show that factors such as time management, attendance, and learning motivation significantly contribute to students’ grade point averages. The developed model provides strategic insights for educational decision-makers in designing more adaptive and targeted learning systems. The research are expected to support academic programs on campus in enhancing the quality of graduates in the field of information technology.
Keywords: Academic Achievement, Random Forest, Learning Strategy, Data Mining, Higher Educatio
Pengaruh Edukasi terhadap Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Perawatan Buli: The Effect of Education on The Level of Knowledge of Antibiotic Use in Outpatients at Buli Health Care Center
Antibiotics are drugs which has a function to kill bacteria. Antibiotics are ethical drugs that are often used in pharmacological therapy. Low levels of knowledge regarding the use of antibiotics can result in irrational use, thereby risking antibiotic side effects. Providing education is one way that can be used to increase knowledge about antibiotics in patients. The aim of this study was to determine the effect of providing education on the level of knowledge of outpatients about antibiotics at the Buli Health Care Center. This research method is quasi experimental using a one group pre and post-test design and data collection from a perspective using purposive sampling technique for 96 respondents. The research results showed that 57.3% (55 respondents) obtained antibiotics without a doctor's prescription and 42.7% (41 respondents) obtained a doctor's prescription. During the pre-test, 22.9% (22 respondents) were in the poor category, 41.7% (40 respondents) in the sufficient category, 35.4% (34 respondents) in the good category. In the post-test 20.8% (20 respondents) were in the fair category, 32.3% (31 respondents) in the good category, 46.9% (45 respondents) in the very good category. The results obtained were tested using the Wilcoxon signed rank which shows the difference in scores between before and after being given education with a significant value of 0.00 (p value <0.05). The conclusion of this study is that there is an influence of education on the level of knowledge of outpatients at the Buli Care Community Health Center.
ABSTRAK
Antibiotik adalah obat yang berfungsi membunuh bakteri. Antibiotik termasuk dalam golongan obat keras yang sering digunakan pada tatalaksana terapi farmakologi. Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai penggunaan antibiotik dapat mengakibatkan penggunaan yang tidak rasional, sehingga berisiko menimbulkan efek samping antibiotik. Pemberian edukasi adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang antibiotik pada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasien rawat jalan tentang antibiotik di Puskesmas Perawatan Buli. Metode penelitian ini adalah quasi experimental menggunakan desain one group pre and post-test dan pengambilan data secara perspektif dengan tekhnik purposive sampling kepada 96 responden. Hasil penelitian didapatkan antibiotik diperoleh tanpa resep dokter 57,3% (55 responden) dan dengan resep dokter 42,7% (41 responden). Saat pre-test 22,9% (22 responden) kategori kurang, 41,7% (40 responden) kategori cukup, 35,4% (34 responden) kategori baik. Pada post-test 20,8% (20 responden) kategori cukup, 32,3% (31 responden) kategori baik, 46,9% (45 responden) kategori sangat baik. Hasil yang diperoleh diuji menggunakan Wilcoxon signed rank yang menunjukkan perbedaan skor antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai signifikan 0,00 (pvalue<0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan pasien rawat jalan di Puskesmas Perawatan Buli
Identifikasi Senyawa Flavonoid Ekstrak Etanol 96% Cacing Tambelo (Bactronophorus Thoracites) Menggunakan Metode KLT: Identification of Flavonoid Compounds of 96% Ethanol Extract of Tambelo Worm (Bactronophorus Thoracites) Using KLT Method
Tambelo worms (Bactronophorus thoracites) are worms that live in decaying mangrove trees. The purpose of this study was to analyze the flavonoid compound content in tambelo worms (Bactronophorus thoracites) from Tepian Village, North Kalimantan Province. This study uses descriptive observational method which includes the examination of data on the identification of secondary metabolite compounds, especially color changes in thin layer chromatography test results in the form of retention factor (RF) values. The tambelo worms used in this study have been determined at the National Research and Innovation Agency (BRIN) in December 2024. In this study, the extraction method is maceration method and the identification of flavonoid compound using Thin Layer Chromatography (TLC). The results of tambelo worm extract after spraying cyroborate reagent produced a yellow stain (RF = 0.40), and produced a bright blue fluorescent stain (RF = 0.38) when observed using UV light 366 nm. The conclusion from the results of this study is that tambelo worm extract (Bactronophorus thoracites) is positive for flavonoids. Thin Layer Chromatography test results using mobile phase n-hexan:ethyl acetate (1:3) for flavonoids.
ABSTRAK
Cacing tambelo (Bactronophorus thoracites) merupakan cacing yang hidup dipohon bakau lapuk dan membusuk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan senyawa flavonoid pada cacing tambelo (Bactronophorus thoracites) asal Desa Tepian Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif yang meliputi pemeriksaan data hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder, khususnya perubahan warna pada hasil uji kromatografi lapis tipis berupa nilai faktor retensi (RF). Cacing tambelo yang dipakai pada penelitian ini telah dideterminasi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada bulan desember 2024. Pada penelitian ini ekstraksi menggunakan metode maserasi dan pengujian senyawa flavonoid menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil ekstrak cacing tambelo setelah penyemprotan reagen sitroborat menghasilkan bercak noda berwarna kuning (RF= 0,40), dan menghasilkan bercak noda berflourisensi biru terang (RF= 0,38) pada saat diamati menggunakan sinar UV 366 nm. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa ekstrak cacing tambelo (Bactronophorus thoracites) positif mengandung flavonoid. Hasil uji Kromatografi Lapis Tipis menggunakan fase gerak n-heksan:etil asetat (1:3) untuk flavonoid
Studi Literatur Komparasi SQL dan NoSQL dalam Pemilihan Basis Data Ideal untuk Skalabilitas Tinggi
This research compares SQL and NoSQL databases in terms of high scalability and data management efficiency. SQL, with its relational model and ACID principles, excels in data consistency and integrity, making it suitable for high-transaction applications such as financial and business systems. Conversely, NoSQL offers schema flexibility, horizontal scalability, and high performance in managing large, unstructured data, making it an ideal choice for modern applications like social media and e-commerce. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, this research analyzes performance aspects, data models, transaction consistency, and response time based on various sources from 2018 to 2024. The findings indicate that SQL is more effective for structured data and high consistency needs, while NoSQL is more efficient in handling large data growth and dynamic workloads. In conclusion, database selection should be tailored to application needs, with SQL excelling in data integrity and NoSQL offering flexibility and scalability for modern applications.
ABSTRAK
Penelitian ini membandingkan basis data SQL dan NoSQL dalam hal skalabilitas tinggi dan efisiensi pengelolaan data. SQL, dengan model relasional dan prinsip ACID, unggul dalam konsistensi dan integritas data, sehingga ideal untuk aplikasi yang membutuhkan transaksi tinggi seperti sistem keuangan dan bisnis. Sebaliknya, NoSQL menawarkan fleksibilitas skema, skalabilitas horizontal, dan performa tinggi dalam pengelolaan data besar yang tidak terstruktur, menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi modern seperti media sosial dan e-commerce. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis aspek performa, model data, konsistensi transaksi, dan waktu respon berdasarkan berbagai sumber antara tahun 2018 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SQL lebih efektif untuk data terstruktur dan kebutuhan konsistensi tinggi, sementara NoSQL lebih efisien dalam menangani pertumbuhan data besar dan beban kerja dinamis. Kesimpulannya, pemilihan basis data harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, di mana SQL unggul dalam integritas data dan NoSQL menawarkan fleksibilitas serta skalabilitas untuk aplikasi modern