Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Lipstik dari Ekstrak Buah Bit Merah (Beta Vulgaris L.) sebagai Pewarna Alami pada Sediaan Kosmetik Lipstik: Formulation and Evaluation of Preparations from Red Beet (Beta Vulgaris L.) Extract As A Natural Dye in Lipstick Cosmetic Preparations
Beetroot contains betacyanin which produces a red color. Betacyanin has the property of being easily soluble in water, so it is very good to be developed as a natural coloring in lipstick. This research aims to create a formula and conduct evaluation tests on lipstick preparations from red beetroot extract. The beetroot lipstick formula consists of 4 formulas with varying concentrations, namely F0 (0%), F1 (5%), F2 (15%), and F3 (25%). Beetroot produces a thick brownish red extract with a yield of 29.26%. Lipstick preparations F1, F2, and F3 produce preparations that are brownish red to dark red, homogeneous, shiny, and even, with a pH of 4.55-6.49, a spreadability of 5.00-6.50 cm, and a melting point of 55° C-60°C. Stability tests were carried out at storage temperatures, namely temperature, low (5 ± 2 ° C), room (25 ± 2 ° C), high (40 ± 2 ° C). All F1, F2, and F3 lipstick formulas are stable in room temperature and low temperature storage for 4 weeks. The irritation test of all F1, F2, and F3 lipstick formulations using the patch test method did not cause irritation on the inside of the upper arm. Based on the results of research it can be concluded that beetroot extract can be used as a natural coloring agent in lipstick formulations by providing good color at extract concentrations of 15% and 25%.
ABSTRAK
Buah bit memiliki kandungan betasianin yang menghasilkan warna merah. Betasianin mempunyai sifat mudah larut dalam air, sehingga sangat baik dikembangkan sebagai pewarna alami pada lipstik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula dan melakukan uji evaluasi sediaan lipstik dari ekstrak buah bit merah. Formula lipstik buah bit terdiri dari 4 formula dengan variasi konsentrasi yaitu F0 (0%), F1 (5%), F2 (15%), dan F3 (25%). Hasil penelitian ini adalah buah bit menghasilkan ekstrak kental berwarna merah kecoklatan dengan rendemen sebesar 29,26%. Sediaan lipstik F1, F2, dan F3 menghasilkan sediaan berwarna merah kecoklatan sampai merah tua, homogen, mengkilap, dan merata, dengan pH 4,55-6,49, daya sebar 5,00-6,50 cm, dan titik leleh 55°C-60°C. Uji stabilitas dilakukan pada suhu penyimpanan yaitu suhu rendah (5±2°C), ruang (25±2°C), tinggi (40±2°C). Semua formula lipstik F1, F2, dan F3 stabil dalam penyimpanan suhu ruang dan suhu rendah selama 4 minggu. Uji iritasi semua formula sediaan lipstik F1, F2, dan F3 dengan metode patch test tidak menyebabkan iritasi pada bagian dalam lengan bagian atas. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak buah bit dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami dalam formulasi sediaan lipstik dengan memberikan warna yang baik pada konsentrasi ekstrak 15% dan 25%.
Penerapan Pembelajaran Anak Usia Dini Menggunakan Model Sentra Balok di Tkit Ihya As Sunnah: Early Children's Learning Applicants Using The Beam Center Model At Tkit Ihya As Sunnah
PAUD is an educational institution that has the goal of laying the foundation for growth and development of physical-motor, intelligence, socio-emotional, language, and communication, in accordance with the uniqueness and stages of child development. PAUD is aimed at children aged 0-6 years which is often called the golden age in development or the golden age. The central learning model is based on the assumption that children learn by playing with objects and people around them (environment). Describes the Application of Early Childhood Learning using the Beam Center Model at TKIT Ihya Assunah. Data collection techniques using the method of observation, interviews and documentation. The teacher gives playing time to children for approximately 1.5 hours. After the children play with blocks and have become compatible with their respective buildings, they dismantle the buildings they made in an orderly manner. They really follow the procedures that the school makes. They collect all the blocks they have used first, then call the teacher to count and record by the teacher. When finished, they had to save the blocks they had used. Each of them tidied up their blocks back into the special block cupboard that had been provided by the school.
ABSTRAK
PAUD adalah sebuah lembaga pendidikan yang meiliki tujuan tujuan untuk peletakkan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisikmotorik, kecerdasan, sosio-emosional, bahasa, dan komunikasi, sesuai dengan keunikan yang dimiliki serta tahapan perkembangan anak. PAUD ditujukan bagi anak usia 0-6 tahun yang sering disebut masa emas dalam perkembangan atau golden age Model pembelajaran sentral didasarkan pada anggapan bahwa anak belajar dengan cara bermain dengan benda-benda dan orang-orang di sekitarnya (lingkungan). Mendeskripsikan tentang Penerapan Pembelajaran Anak Usia Dini menggunakan Model Sentra Balok di TKIT Ihya Assunah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Guru memberikan waktu bermain kepada anak selama kurang lebih 1,5 jam. Setelah anak bermain balok dan telah menjadi sesuai bangunannya masing-masing, mereka membongkar bangunan buatan mereka dengan tertib. Mereka sangat mengikuti prosedur yang sekolah buat. Mereka mengumpulan semua balok yang telah mereka pakai terlebih dahulu, lalu memanggil guru untuk menghitung dan di catat oleh guru. Setelah selesai, mereka harus menyimpan balok-balok yang telah mereka pakai. Masing-masing merapihkan kembali balok-balok nya ke lemari khusus balok yang telah disediakan oleh sekolah
Gerakan Tanggap Sehat Reproduksi (RATASEKSI) pada Masa Remaja sebagai Upaya Pencegahan Stunting
An Nur Middle School is one of the junior high schools located in Gogik Village, East Ungaran District, Semarang Regency. Based on the results of the survey that we have conducted on partners, namely young women, they have never received information related to stunting, its causes and dangers. Young women have never received education about the importance of preventing stunting. Young women are the main target because they are the ones who will give birth to a healthy and stunting-free generation, young women must have knowledge and understanding of the causes and prevention of stunting. The implementation of this activity was carried out using the education method for young women at An Nur Ungaran Middle School. The number of young women who participated in the education activity was 37 respondents. The method of implementing this community service activity began with an assessment using a questionnaire before education was carried out (pre-test), then providing education about the Healthy Reproductive Response Movement as an effort to prevent stunting and ending with an evaluation in the form of an assessment with a questionnaire (post-test). The results of the percentage of respondent evaluations before being given education were in the category of less understanding as much as 34.93.6%, quite understanding 25.89%, good understanding 32.76% and very good 6.92%. Participants' understanding increased after being given education, which was included in the very good category of 39.05%, good 55.93%, sufficient 3.61% and lacking 1.41%. Based on the participant's understanding questionnaire, it was found that after being given education there was an increase in understanding of the material given by 95.4%.
ABSTRAK
SMP An Nur merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang terletak di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Berdasarkan hasil survey yang telah kami lakukan terhadap mitra yaitu remaja putri belum pernah mendapatkan informasi terkait stunting, penyebab dan bahayanya. Remaja putri belum pernah mendapatkan edukasi tentang pentingnya pencegahan stunting. Remaja putri menjadi sasaran utama karena mereka yang akan melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting, remaja putri harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang penyebab dan pencegahan terjadinya stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang cara pencegahan stunting sejak dini. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi terhadap remaja putri di SMP An Nur Ungaran. Jumlah remaja putri yang mengikuti kegiatan edukasi yaitu 37 responden. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat ini diawali dengan memberikan penilaian menggunakan kuesioner sebelum dilakukan edukasi (pre test), selanjutnya pemberian edukasi gerakan tanggap sehat reproduksi serta diakhiri dengan evaluasi berupa penilaian dengan kuesioner (post test). Hasil persentase evaluasi responden sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori kurang paham sebanyak 34,93,6%, cukup paham 25,89%, pemahaman yang baik 32,76% dan sangat baik 6,92%. Pemahaman peserta mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi yaitu termasuk dalam kategori sangat baik sebesar 39,05%, baik 55,93%, cukup 3,61% dan kurang sebanyak 1,41%. Berdasarkan kuesioner pemahaman peserta diketahui bahwa setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman tentang materi yang diberikan sebesar 95,4%. Kesimpulan dari kegiatan ini ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan Gerakan Tanggap Sehat Reproduksi (RATASEKSI) pada Masa Remaja sebagai Upaya Pencehagan STUNTING (p value < α), (0,02 < 0,05
Video Edukasi Apa Nyamil (Aku Paham Ketidaknyamanan Kehamilan) Meningkatkan Pemahaman Ibu Hamil Tentang Ketidaknyamanan Kehamilan
Pregnancy is often a life-changing experience for a woman where she experiences so many different ‘feelings’, both physically and psychologically. Most primigravidas will experience ‘aches and aches’ during pregnancy. For some, these aches and pains will be numerous, varied and may interfere with bodily functions. Perhaps because of these factors, and because pregnancy and birth are ‘unknown’ experiences, the so-called ‘mild ailments’ of pregnancy can be considered very important to the woman herself. Much of this discomfort can be directly related to the physical changes that occur during pregnancy and the biomechanical effects that these have on functional movement. The enlarging uterus and its contents can give rise to experiences of discomfort or pain such as ‘pulling, pressing and pushing’. Some women describe ‘sharp stabbing pains’ or a feeling of ‘falling’. Understanding the physical and biomechanical changes that occur is an important part of a ‘coping strategy’. Often, a clear explanation, and a consistent understanding, of the reasons behind the symptoms will in most cases be enough to allow the expectant mother to ‘manage’ and cope with them. This community service was carried out with the aim of increasing mothers’ awareness of discomfort in pregnant women through the educational video APA NYAMIL (I Understand Pregnancy Discomfort). The method used in this community service was the lecture and independent methods. Before and after the educational video was given, the respondents’ level of knowledge regarding discomfort in pregnancy was measured. This community service activity helped mothers to know their level of knowledge regarding discomfort and provided knowledge to mothers regarding discomfort in pregnancy so that it was hoped that mothers could cope with it well.
ABSTRAK
Kehamilan sering kali menjadi pengalaman pertama kali dalam hidup seorang wanita Dimana Wanita tersebut mengalami begitu banyak ‘perasaan’ yang berbeda, baik secara fisik maupun psikologis. Sebagian besar primigravida akan mengalami ‘rasa sakit dan nyeri’ selama kehamilan. Bagi sebagian orang, rasa sakit dan nyeri ini akan sangat banyak, bervariasi, dan mungkin mengganggu fungsi tubuh. Mungkin karena faktor-faktor ini, dan karena kehamilan dan kelahiran adalah pengalaman yang ‘tidak diketahui’, apa yang disebut ‘penyakit ringan’ kehamilan dapat dianggap sangat penting bagi wanita itu sendiri. Sebagian besar ketidaknyamanan ini dapat secara langsung terkait dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan dan efek biomekanik yang diakibatkannya pada gerakan fungsional. Rahim yang membesar dan isinya dapat menimbulkan pengalaman ketidaknyamanan atau rasa sakit seperti ‘ditarik, ditekan, dan didorong’. Beberapa wanita menggambarkan ‘rasa sakit yang menusuk tajam’ atau perasaan ‘jatuh’. Pemahaman tentang perubahan fisik dan biomekanik yang terjadi merupakan bagian penting dari ‘strategi penanggulangan’. Sering kali, penjelasan yang jelas, dan pemahaman yang konsekuen, tentang alasan di balik gejala-gejala tersebut dalam sebagian besar kasus akan cukup untuk memungkinkan calon ibu untuk ‘mengelola’ dan mengatasinya. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang ketidaknyamanan pada ibu hamil video edukasi APA NYAMIL (Aku Paham Ketidaknyamanan Kehamilan). Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah dan mandiri. Sebelum dan sesudah diberikan video edukasi responden dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan ibu mengenai ketidaknyamanan pada kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini membantu ibu untuk mengetahui tingkat pengetahuannya mengenai ketidaknyamanan dan memberikan pengetahuan kepada ibu mengenai ketidaknyamanan pada kehamilan sehingga diharapkan ibu dapat mengatasinya dengan baik
PENGELOLAAN KEUANGAN BISNIS FASHION SHELLA BOUTIQUE
Since 2019, Shella has been running a boutique business in Puri Anjasmoro Semarang. The business has gradually continued to grow and has an increasing business volume. Good financial management is one of the key factors in business sustainability, including in the fashion boutique business which has the characteristics of a creative business with complex financial management needs. However, many boutique business actors in the MSME sector have not implemented systematic financial records, so they face challenges in monitoring cash flow, evaluating business performance, and accessing funding sources. The methods used include an initial survey to identify the condition of boutique financial management, training in financial records based on a simple system (manual and digital), and direct practical assistance for three months. The main focus of the program is to separate personal and business finances, record income and expenses in a structured manner, and prepare simple financial reports, such as profit and loss and cash flow statements. The results of this activity show a significant increase in the understanding and ability of boutique owners to prepare financial reports. Before the assistance, business actors did not separate personal and business finances, making it difficult to know the profitability of their business. After the activity, boutique owners were able to identify the financial condition of the business more transparently and measurably. In conclusion, education and assistance in recording financial reports have a positive impact on boutique financial management, increasing operational efficiency, and reducing the risk of recording errors. With better financial management, boutiques have the potential to grow more competitively and sustainably in the local and national fashion markets.
Abstrak
Sejak 2019 Shella menekuni usaha butik yang ada di puri anjasmoro semarang. Usaha tersebut lambat laun terus berkembang dan memiliki volume usaha yang terus meningkat. Pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu faktor kunci dalam keberlanjutan usaha, termasuk dalam bisnis fashion butik yang memiliki karakteristik usaha kreatif dengan kebutuhan pengelolaan keuangan yang kompleks. Namun, banyak pelaku usaha butik di sektor UMKM belum menerapkan pencatatan keuangan secara sistematis, sehingga menghadapi tantangan dalam memantau arus kas, mengevaluasi kinerja usaha, dan mengakses sumber pendanaan. Metode yang digunakan meliputi survei awal untuk mengidentifikasi kondisi pengelolaan keuangan butik, pelatihan pencatatan keuangan berbasis sistem sederhana (manual dan digital), serta pendampingan praktik langsung selama tiga bulan. Fokus utama program adalah memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, mencatat pemasukan dan pengeluaran secara terstruktur, serta menyusun laporan keuangan sederhana, seperti laporan laba rugi dan arus kas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan pemilik butik dalam menyusun laporan keuangan. Sebelum pendampingan, pelaku usaha tidak memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga sulit mengetahui profitabilitas bisnisnya. Setelah kegiatan, pemilik butik mampu mengidentifikasi kondisi keuangan usaha secara lebih transparan dan terukur. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan pencatatan laporan keuangan memberikan dampak positif bagi pengelolaan keuangan butik, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengurangi risiko kesalahan pencatatan. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, butik memiliki potensi untuk berkembang lebih kompetitif dan berkelanjutan di pasar fashion lokal maupun nasional
Peningkatan Pemahaman Guru Terhadap Media Sosial dalam Pembelajaran
AbstractThe limited use of media makes learning less engaging and can cause students to feel bored. This research aims to examine the utilization of social media to enhance the learning process. Data were collected from statements made by 70 elementary school teachers who responded to a Google Forms questionnaire. The data obtains the grade levels at which teachers teach, the social media platforms, utilization and the impact. The data is processed with Google Forms software in the form of pie charts, while respondents' answers are summarized and processed using a word cloud. The majority of respondents are teachers, teach in grade 1 (28.8%), with only 6.8% teaching in grade 6. The social media platform most commonly used by teachers for teaching was WhatsApp (74.6%), YouTube had the lowest usage (1.7%). Teachers used WhatsApp to send lesson materials (37.3%), assignments (33.9%), video calls (5.1%). WhatsApp was chosen because more efficient and accessible to everyone, including students and the parents. Learning is not confined to the classroom but can also take place on social media outside of school and beyond regular school hours. The limitations of physical space and time for learning are no longer obstacles to the presence of social media.
Abstrak
Keterbatasan penggunaan media membuat pembelajaran menjadi kurang menarik dan dapat menyebabkan siswa merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan proses pembelajaran. Data dikumpulkan dari pernyataan yang dibuat oleh 70 guru sekolah dasar yang menanggapi kuesioner Google Forms. Data diperoleh dari tingkatan kelas guru mengajar, platform media sosial, pemanfaatan dan dampaknya. Data diolah dengan software Google Forms dalam bentuk pie chart, sedangkan jawaban responden dirangkum dan diolah menggunakan word cloud. Mayoritas responden adalah guru, mengajar di kelas 1 (28,8%), dan hanya 6,8% yang mengajar di kelas 6. Platform media sosial yang paling umum digunakan guru untuk mengajar adalah WhatsApp (74,6%), YouTube memiliki penggunaan terendah (1,7). %). Guru menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan materi pelajaran (37,3%), tugas (33,9%), video call (5,1%). WhatsApp dipilih karena lebih efisien dan mudah diakses oleh semua orang, termasuk siswa dan orang tua. Pembelajaran tidak hanya terbatas di dalam kelas saja tetapi juga dapat dilakukan melalui media sosial di luar sekolah dan di luar jam sekolah biasa. Keterbatasan ruang fisik dan waktu belajar tidak lagi menjadi kendala kehadiran media sosial
Meta-Analisis : Pengaruh Metode Guided Writing Terhadap Kemampuan Menulis Pada Peserta Didik Sekolah Dasar
Abstrack
The purpose of this study is to determine whether the guided writing approach has an impact on the writing skills of primary school pupils. The meta-analysis method is employed in this study. A meta analysis is a summary of multiple related investigations. In order to gather data, ten journals with related discussion topics were found using Google Scholar. The guided writing method had an impact on primary school pupils' writing abilities, as seen by the study of the 10 journals, with the highest result being 22.27% and the lowest being 7.12%.
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan menulis terbimbing mempunyai dampak terhadap keterampilan menulis siswa sekolah dasar. Metode meta-analisis digunakan dalam penelitian ini. Analisis meta adalah ringkasan dari beberapa investigasi terkait. Untuk mengumpulkan data, ditemukan sepuluh jurnal dengan topik diskusi terkait menggunakan Google Scholar. Metode menulis terbimbing memberikan dampak terhadap kemampuan menulis siswa SD terlihat dari kajian 10 jurnal dengan hasil tertinggi sebesar 22,27% dan terendah sebesar 7,12%
Analisis Hambatan Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran IPS Kelas V SD IT Nurul Fikri Kecamatan Trangkil Pati
Abstract
Tris study has the following objectives: (1) To fully reveal the learning obstacles faced by class V IT Nurul Fikri students in social studies, (2) To describe the factors causing learning difficulties faced by students, (3) To describe the efforts made by students. teachers to overcome obstacles in social studies learning in class V. The research used was a qualitative case study method aimed at the subjects of class V students of Nurul Fikri Integrated Islamic Elementary School in the first semester of the 2023/2024 school year totaling 24 students. The research techniques used were questionnaires, interviews, observations and documentary studies. The analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation and data verification. The results of the study can show that (1) To find out the types of obstacles faced by students in social studies learning, (2) To find out the factors causing students' difficulties in social studies learning in class V IT Nurul Fikri students. namely interest, learning motivation, inappropriate models and methods, inadequate infrastructure at the school, (3) The right way to overcome the obstacles faced by class V students at Nurul Fikri Integrated Islamic Elementary School which can be carried out by teachers, parents and students by using steps to identify, diagnose and help students.
Abstrak
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: (1) Mengungkapkan secara utuh hambatan-hambatan belajar yang dihadapi siswa kelas V IT Nurul Fikri pada mata pelajaran IPS, (2) Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab hambatan belajar yang dihadapi siswa, (3) Untuk mendeskripsikan upaya-upaya yang dilakukan dibuat oleh siswa. guru untuk mengatasi kendala dalam pembelajaran IPS di kelas V. Penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus yang ditujukan pada subjek siswa kelas V Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul Fikri semester pertama tahun pelajaran 2023/2024 yang berjumlah total 24 siswa. Teknik penelitian ini adalah angket, wawancara, observasi dan studi dokumenter. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa (1) Untuk mengetahui jenis-jenis kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran IPS, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V IT Nurul Fikri. yaitu minat, motivasi belajar, model dan metode yang kurang tepat, sarpras yang ada di sekolah kurang memadai, (3) Cara yang tepat untuk mengatasi kendala siswa kelas V Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul Fikri yang dapat dilakukan oleh guru, orang tua dan siswa dengan menggunakan Langkah-langkah untuk mengidentifikasi, mendiagnosis dan membantu siswa
Pengaruh Psychoreligious Therapy “Murottal Al-Qur’an” terhadap Tingkat Kecemasan pada Lansia di Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM) Kota Pekalongan
Anxiety is defined as an emotional condition or feeling of discomfort, characterized by an uneasy mind and several other physical symptoms. Anxiety is a psychological state that can be triggered by physical changes in the elderly, including those that are involuntary. If left unaddressed, anxiety can cause disturbances in sleep patterns and the quality of life of the elderly. A variety of approaches have been taken to address anxiety, including non-pharmacological methods such as reciting the holy verses of the Qur'an. The objective of this study is to ascertain the impact of psychoreligious therapy, specifically Murottal Al-qur'an, on anxiety levels in the elderly population. This research employs a quantitative methodology with a pre-experimental, one-group, pretest-posttest design. The findings indicated that psychoreligious therapy through the listening of Al-qur'an murottal had a notable impact on the reduction of anxiety levels among the elderly population (p-value 0.000). The findings of this study can inform nursing practice, particularly in the context of complementary nursing. However, a limitation of this study is the absence of a control group, which may introduce bias in the results. Future research could consider incorporating control or comparison groups that receive alternative standardized interventions to enhance the rigor of the study.
Abstrak
Kecemasan didefinisikan sebagai suatu kondisi emosional atau perasaan tidak nyaman yang ditandai dengan pikiran yang tidak tenang dan beberapa gejala fisik lainnya. Kecemasan merupakan kondisi psikologis yang dapat dipicu oleh perubahan fisik pada lansia, termasuk perubahan yang tidak disengaja. Jika tidak ditangani, kecemasan dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur dan kualitas hidup lansia. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk mengatasi kecemasan, termasuk metode non-farmakologis seperti membacakan ayat-ayat suci Al Qur'an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi psikoreligius, khususnya Murottal Al-qur'an, terhadap tingkat kecemasan pada populasi lansia. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain pra-eksperimental, satu kelompok, pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi psikoreligius melalui mendengarkan murottal Al-qur'an memiliki dampak yang signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pada populasi lansia (p-value 0,000). Temuan dari penelitian ini dapat menginformasikan praktik keperawatan, khususnya dalam konteks keperawatan komplementer. Namun, keterbatasan dari penelitian ini adalah tidak adanya kelompok kontrol, yang dapat menyebabkan bias dalam hasil penelitian. Penelitian di masa depan dapat mempertimbangkan untuk memasukkan kelompok kontrol atau kelompok pembanding yang menerima intervensi standar alternatif untuk meningkatkan ketelitian penelitian
IMPACTS AND CONSEQUENCES OF PROTAGONIST’S INNER CONFLICT IN THE BOY IN THE STRIPED PYJAMAS NOVEL BY JOHN BOYNE
This research examines the impact and the consequences of the protagonist's inner conflict in John Boyne's The Boy in the Striped Pyjamas through Karen Horney's theory of inner conflict and neuroticism. The research investigates how Bruno, the novel protagonist, deals with the impact and the consequences of his inner conflict on the storyline. The research explores how environmental changes significantly affect Bruno's development, identity, and interactions in the narrative. The problem begins with Bruno's move from Berlin to Out-With, a concentration camp for Nazi prisoners. Bruno sees firsthand the horrific environment, torture, and injustice of the new place. Each storyline has conflicts and obstacles that make Bruno's inner conflict worse. This research uses qualitative analysis, which is expected to produce an understanding of protagonist development when dealing with the impact of inner conflict on children in a social context. The impact of Bruno's inner conflict is significant, affecting various aspects of his life and actions, causing unhappiness and oppression. Bruno felt deeply unhappy and depressed, experiencing isolation and an inability to express his feelings, which often led to feelings of loneliness and alienation. This research aims to explore the impact of inner conflict on the psychological and social development of children, particularly in the context of historical trauma such as the Holocaust. The novel serves as a vehicle to discuss the effects of witnessing violence and trauma on children, which is a significant issue in psychology and child development studies. The protagonist, Bruno, experiences a range of emotions and behaviours as a result of his exposure to the harsh realities of a concentration camp, which reflects broader concerns about how such environments can affect a child's mental health and identity formation. This research also appears to be motivated by the desire to understand how individuals, especially children, cope with and are affected by their surroundings, particularly in extreme or adverse conditions