Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Pendidikan Kesehatan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi Ibu Nifas di RS PKU Muhammadiyah Temanggung

    Get PDF
    Congenital hypothyroidism is a deficiency of thyroid hormones in the womb. The incidence of hypothyroidism worldwide is close to 1:3,000. The prevalence in East Asia currently varies from 1:1,000 to 1:6,467, so when viewed from the population, the number of babies with congenital hypothyroidism born each year is close to 40,000. The incidence of congenital hypothyroidism in Indonesia with a birth rate of around 5 million per year, is estimated at 1,765 to 3,200 babies with congenital hypothyroidism and 966 to 3,200 babies with transient congenital hypothyroidism due to iodine deficiency, born every year. Based on interviews conducted with postpartum mothers in the Shofa 1 Room at PKU Muhammadiyah Temangung Hospital, it was found that most postpartum mothers did not know about Congenital Hypoteroid Screening (SHK). The method of community service carried out is health education on Congenital Hypothyroidism (SHK) Screening with leaflet media and filling out pre and post-test questionnaires for postpartum mothers' knowledge about SHK, conducted from March 7-14, 2024 with a total of 25 respondents in the Shofa 1 Room. From this community service, it was found that most of the postpartum mothers had good knowledge as many as 22 people (95%), postpartum mothers with sufficient knowledge as many as 3 people (5%), and postpartum mothers with less knowledge as many as 0 people (0%).   ABSTRAK Hipotiroid kongenital merupakan kekurangan hormon tiroid sejak dalam kandungan. Kejadian hipotiroid di seluruh dunia prevalensinya mendekati 1 : 3.000. Prevalensi di Asia Timur saat ini bervariasi dari 1 : 1.000 sampai 1 : 6.467, sehingga bila dilihat dari jumlah penduduk maka bayi dengan hipotiroid kongenital yang lahir tiap tahun mendekati 40.000. Angka kejadian hipotiroid kongenital di Indonesia dengan angka kelahiran sekitar 5 juta per tahun, diperkirakan sebanyak 1.765 sampai 3.200 bayi dengan hipotiroid kongenital dan 966 sampai 3.200 bayi dengan hipotiroid kongenital transien karena kekurangan iodium, lahir setiap tahunnya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan  ibu nifas di Ruang Shofa 1 di RS PKU Muhammadiyah Temangung, didapatkan sebagian besar ibu nifas tidak mengetahui tentang  Skrining Hipoteroid Kongenital (SHK). Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dengan media leaflet dan melakukan pengisian kuesioner  pre dan post test pengetahuan ibu nifas tentang SHK, dilakukan dari tanggal 7–14 maret 2024 dengan jumlah 25 responden di Ruang Shofa 1. Dari pengabdian masyarakat ini didapatkan sebagian besar ibu nifas memilki pengetahuan yang baik sebanyak 22 orang (95%), ibu nifas dengan pengetahuan yang cukup sebanyak 3 orang (5%) dan ibu nifas dengan pengetahuan kurang sebanyak 0 orang (0%).

    Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Era Industri Kreatif di SDN Bakaran Wetan 03

    Get PDF
    This research is research on the existence of code switching and code mixing in Indonesian language learning at SDN Bakaran Wetan 03. This research uses a qualitative descriptive method with the research subjects being teachers, principals and class V students. The results of data analysis show that learning at SDN Bakaran Wetan 03 code switching and code mixing occurs. The form of code switching in learning is internal code switching, namely from Indonesian to Javanese. The forms of code mixing in communication at SDN Bakaran Wetan 03 are in the form of word insertion code mixing, phrase code mixing, and clause code mixing. Factors that cause code mixing include (1) explaining something, (2) establishing familiarity, and (3) situations and conditions. The positive influence is the ease of communication for teachers and students. However, there is also a negative influence, namely destroying the structure of the Indonesian language. Abstrak Penelitian ini adalah penelitian tentang adanya alih kode dan campur kode pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Bakaran Wetan 03. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah guru, kepala sekolah dan siswa kelas V. Hasil analisis data menunjuukkan Pada pembelajaran di SDN Bakaran Wetan 03 terjadi alih kode dan campur kode. Bentuk alih kode pada pembelajaran ada pada alih kode internal yaitu dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Jawa. Bentuk campur kode pada komunikasi di SDN Bakaran Wetan 03 berupa wujud campur kode penyisipan kata, campur kode frasa, dan campur kode klausa. Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya campur kode antara lain (1) akan menjelaskan sesuatu (2) menjalin keakraban, dan (3) situasi maupun kondisi. Pengaruh positifnya adalah adanya kemudahan dalam berkomunikasi bagi guru dan murid.  Namun ada pengaruh negatifnya juga yaitu merusak tatanan Bahasa Indonesia

    Hubungan Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Minum Obat, dan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas X Kabupaten Batang: Correlation Between Level Of Knowledge, Medication Adherence, and Fasting Blood Glucose Levels Among Diabetes Mellitus Patients at Community Health Center X Batang Regency

    Get PDF
    Medication adherence is one of the factors supporting the control of clinical parameters in patients with diabetes mellitus (DM). Medication adherence is influenced by disease conditions, education, knowledge, medication, age, perceptions, and beliefs. This study aims to analyze the relationship between education level and level of knowledge with medication adherence and control of fasting blood glucose levels (FBG) in DM patients. The study was a descriptive correlative analytic with a cross-sectional approach including 47 respondents using a total sampling technique from X Public Health Center. The data was collected by DKQ-24 questionnaire, MARS-5 questionnaire, GDP inspection results with documentation. The data was analyzed using Spearman-rank. The results of the study with the highest respondent characteristics were female (53.2%), entrepreneurial work (55.3%), junior high school education level (36.2%), good level of knowledge (46.8%), high compliance level ( 66%) and controlled fasting blood sugar levels (53.2%). The relationship between the level of knowledge and the level of medication adherence is in the strong relationship category (coefficient correlation = 0.562). The relationship between the level of medication adherence and FBG levels is classified as a very strong relationship (coefficient correlation=0.766). There is a strong relationship between education level and knowledge level to medication adherence in patients with diabetes mellitus at X Public Health Center, Batang Regency   ABSTRAK Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor pendukung kendali parameter klinis pasien diabetes melitus (DM). Kondisi penyakit, tingkat pendidikan, pengetahuan, obat, usia, persepsi dan keyakinan pasien dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat. Penelitian ini hendak menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan hubungan kepatuhan minum obat dengan kendali kadar gula darah puasa (GDP) pasien DM. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas X Kabupaten Batang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif pendekatan cross sectional. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sejumlah 47 pasien yang diperoleh dengan teknik total sampling. Instrumen pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner DKQ-24, kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner MARS-5, dan hasil pemeriksaan GDP. Analisis data menggunakan uji spearman- rank. Hasil menunjukkan responden yang terlibat dalam penelitian ini paling banyak berjenis kelamin perempuan (53,2%), pekerjaan responden paling banyak sebagai wirausaha (55,3%), mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (46,8%) dan tingkat kepatuhan tinggi (66%), serta responden dengan kadar gula darah puasa yang terkontrol sebesar 53,2%. Hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan minum obat tergolong kategori kuat (koefisien korelasi = 0,562). Hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar GDP tergolong kategori sangat kuat (koefisien korelasi = 0,766). Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan hubungan kepatuhan minum obat dengan kadar GDP pada pasien diabetes melitus di Puskesmas X Kabupaten Batang dengan korelasi kuat

    Screening dan Manajemen Stres sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Remaja

    Get PDF
    Adolescence is a transition phase from childhood to adulthood. This transition process causes stress both physically and mentally for teenagers. Long-term stress can also affect adolescents' adaptation, giving rise to behavior such as attempting suicide (8.5%), sadness and despair (29%), drinking alcohol (45%), and using marijuana/drugs (22%). Progressive muscle relaxation is a technique for dealing with stress by tensing and relaxing the muscles to relax the muscles, relieve pain, anxiety, anxiety, increase comfort and concentration. This activity aims to increase teenagers' knowledge and skills in carrying out progressive muscle relaxation. Community service activities were carried out on Tuesday 5 March 2024. The target of this service program was students at the Sudirman Islamic Vocational School, Ungaran, attended by 40 students. The methods used in this activity are discussion, lecture, question and answer, demonstration and re-demonstration. Educational media are powerpoints, leaflets and videos of progressive muscle relaxation exercises. This activity was carried out in three stages, including the first stage of preparation by obtaining permission to go to the school, preparing media, conducting a pre-test, and conducting stress screening on students. The second stage of implementation is the delivery of educational material on the concept of stress and a demonstration of progressive muscle relaxation. The third stage is evaluation by conducting a post test on students. The measurement results showed that students' knowledge before being given stress management education increased from 2.6 to 5.8. In addition, students' ability in progressive muscle relaxation increased from 3.2 to 6.2. It is hoped that students can carry out progressive muscle relaxation independently so that stress can be overcome and can improve students' mental health.   ABSTRAK                 Remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Proses transisi ini menyebabkan stres baik secara fisik maupun mental remaja. Stres jangka panjang juga dapat mempengaruhi adaptasi remaja sehingga menimbulkan perilaku seperti percobaan bunuh diri (8,5%), sedih dan putus asa (29%), minum alkohol (45%), dan menggunakan ganja/narkoba (22%). Relaksasi otot progresif sebagai teknik mengatasi stres dengan menegangkan dan melemaskan otot untuk membuat otot menjadi rileks, meredakan nyeri, kecemasan, ansietas, meningkatkan kenyamanan dan konsentrasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja melakukan relaksasi otot progresif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Selasa 5 Maret 2024. Sasaran program pengabdian ini yaitu siswa SMK Islam Sudirman Ungaran diikuti oleh 40 siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu diskusi, ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan re-demonstrasi. Media edukasi adalah powerpoint, leaflet, dan video latihan relaksasi otot progresif. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap mencakup tahap pertama persiapan dengan melakukan perijinan ke sekolah, menyiapkan media, melakukan pre test, dan melakukan screening stres pada siswa. Tahap kedua pelaksanaan yaitu penyampaian materi edukasi konsep stres dan demonstrasi relaksasi otot progresif. Tahap ketiga adalah evaluasi dengan melakukan post test pada siswa. Hasil pengukuran bahwa pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi manajemen stres meningkat dari 2,6 menjadi 5,8. Selain itu kemampuan siswa dalam relaksasi otot progresif meningkat dari 3,2 menjadi 6,2. Diharapkan bagi siswa untuk dapat melakukan relaksasi otot progresif dengan mandiri agar stres dapat teratasi dan dapat meningkatkan kesehatan mental siswa

    CLASSIFICATION OF BATIK TASIKMALAYA USING NEURAL NETWORK WITH GLCM DAN LBP FEATURE EXTRACTION

    Get PDF
    Batik adalah seni kain tradisional Indonesia yang motifnya dibuat dengan menggunakan teknik pewarnaan kain yang melibatkan penggunaan lilin untuk mencegah pewarnaan pada area tertentu. Hal ini menciptakan pola yang unik dan khas pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam mengidentifikasi motif batik di Tasikmalaya. Dengan penerapan teknologi Artificial Neural Network (ANN) serta ekstraksi fitur menggunakan Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) dan Local Binary Pattern (LBP), penelitian ini mencapai tingkat akurasi yang tinggi, sekitar 95% dengan GLCM dan 80% dengan LBP , dalam mengklasifikasikan motif batik seperti Merak Ngibing, Lancah Tasik, Sidomukti Payung, dan Sukapura. Hal ini menunjukkan efektivitas metode tersebut dalam membantu identifikasi motif batik dengan tingkat akurasi yang tinggi

    LITERATURE REVIEW JURNAL MEMAHAMI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POPULARITAS WINDOWS DIBANDINGKAN LINUX

    Get PDF
    Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat popularitas Windows dibandingkan dengan Linux. Pertanyaan ini mencakup keinginan, persyaratan, dan dukungan teknologi yang digunakan oleh pengguna. Temuan dari pemeriksaan literatur yang relevan mengungkapkan bahwa Windows dan Linux memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Windows dirancang khusus untuk memfasilitasi berbagai perangkat lunak, menawarkan antarmuka yang ramah pengguna, dan menawarkan kompatibilitas yang luas dengan berbagai perangkat keras. Sebaliknya, Linux menempatkan penekanan yang lebih besar pada stabilitas, keamanan, fleksibilitas, efektivitas biaya, dan kemampuan beradaptasi dengan preferensi pengguna. Meskipun Windows tetap menjadi sistem operasi yang dominan, pemanfaatan Linux pada komputer pribadi terus meningkat karena atributnya yang unggul dalam hal keamanan, kinerja, harga, dan fleksibilitas. Akibatnya, keputusan untuk memilih Windows atau Linux tergantung pada kebutuhan dan preferensi individu pengguna

    PENERAPAN AUGMENTED REALITY PADA MUSEUM MEGALODON DENGAN METODE MARKERLESS

    No full text
    Museum memiliki peran penting dalam melestarikan benda-benda koleksi bersejarah, seni, dan ilmu pengetahuan. Museum Megalodon, yang terletak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, memamerkan fosil gigi octodus megalodon, sebuah makhluk hiu raksasa dari neogen akhir. Inisiatif pembangunan museum ini berasal dari warga sekitar yang ingin melestarikan fosil-fosil tersebut. Meskipun museum memiliki peran positif dalam pelestarian, Museum Megalodon menghadapi tantangan, seperti kurangnya interaktivitas dalam penyampaian informasi tentang fosil-fosil megalodon. Pengunjung hanya dapat melihat fosil dari sudut pandang terbatas dan memperoleh informasi melalui tulisan atau narasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penulis mengusulkan inovasi menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) pada Museum Megalodon. AR memungkinkan pengunjung melihat fosil megalodon dalam tampilan 3D yang menarik dan interaktif. Penelitian ini akan membahas langkah-langkah implementasi AR dengan metode markerless di Museum Megalodon, serta mengidentifikasi masalah dan batasan yang mungkin muncul. Selain itu, penelitian ini akan mengeksplorasi manfaat penerapan AR bagi pengunjung dan institusi museum.Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi Augmented Reality pada Museum Megalodon dengan metode markerless, menggabungkan benda maya tiga dimensi ke dunia nyata tanpa menggunakan marker khusus, dan merancang pengalaman interaktif berbasis Android

    Studi Tentang Pewarna Alam Batik Mangrove di Kampung Malon Gunungpati Semarang

    No full text
    ABSTRAK Kampung Malon Gunungpati kota Semarang mempunyai kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimanfaatkan untuk menunjang suatu usaha batik di Kampung Malon. Batik dengan menggunakan pewarna alam serta motif yang unik menjadi ciri khas Batik Alam Malon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor yang menjadikan motif batik Malon tidak monoton dan hambatan dalam pembuatan batik mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembuatan motif batik di Salma Batik Kampung Malon dengan memanfaatkan alam dan gambaran umum kampung Malon dengan tujuan untuk mengangkat kampung Malon sebagai kearifan lokal yang di tuangkan dalam bentuk motif batik. Hambatan dalam pembuatan batik mangrove yaitu penggunaan tanaman mangrove yang terjangkau sehingga mengharuskan untuk membeli dari luar wilayah kampung Malon serta faktor cuaca dalam proses penjemuran dan proses pencelupan warna dengan menggunakan pewarna alam yang dilakukan secara berulang-ulang menjadikan harga batik dengan menggunakan pewarna alam jauh lebih mahal dibandingkan dengan batik dengan pewarna sintetis.   Kata Kunci: Batik, Mangrove, Pewarna Ala

    Analisis Yuridis Terhadap Restrukturisasi Kredit Pada Masa Pandemi Dan Pasca Pandemi Sebagai Upaya Penyelesaian Kredit Macet Di PT Bank BTN Semarang

    Get PDF
    The banking world has now begun to adapt to emergencies (force majeure) which have an impact on credit payments by customers. As an example, the Government of Indonesia has stated that the Covid-19 pandemic is a type of disease that can cause a health emergency for its people, including in the business industry. This pandemic situation is used as a reason for the debtor to renege on an agreement that has been agreed upon by the creditor using force majeure (overmacht) reasons. Restructuring is a policy that can be implemented by submitting credit installment payment relief to banks and multifinance companies. In this study, we will discuss matters that become obstacles for debtors in making payments under force majeure conditions and how the process of restructuring credit payments during force majeure conditions takes place. This research is a qualitative research with a descriptive analysis method where the approach implemented is based on legal reality in real practice. This research shows that the impact of the pandemic which has paralyzed the economy in Indonesia has caused difficulties for debtors in paying credit, therefore the Financial Services Authority (OJK) issued a national economic stimulus as a countercyclical policy related to force majeure in the form of POJK No.11/POJK.03/2020 for restructuring policies . Abstrak Dunia perbankan kini sudah mulai beradaptasi dengan keadaan darurat (force majeur) yang berdampak pada pembayaran kredit oleh nasabah. Sebagai contoh dimana Pemerintah Indonesia sudah menyatakan bahwa pandemi Covid-19 ini sebagai salah satu jenis penyakit yang dapat menimbulkan kedaruratan kesehatan terhadap masyarakatnya, termasuk pada industri bisnis, dalam situasi pandemi seperti saat ini sangat mengganggu kelangsungan aktivitas perjanjian dalam industri bisnis. Situasi pandemi ini digunakan sebagai alasan debitur untuk melakukan pengingkaran suatu perjanjian yang sudah disepakati oleh pihak kreditur menggunakan alasan force majeure (overmacht). Restrukturisasi merupakan kebijakan yang dapat dilakukan dengan mengajukan keringanan pembayaran angsuran kredit kepada bank dan perusahaan pembiayaan (multifinance). Dalam penelitian ini akan dibahas terhait hal-hal yang menjadi hambatan debitur dalam pelakukan pembayaran dalam kondisi force mejeure dan bagaimana proses restruktusisasi pembayaran kredit selama keadaan force mejeure berlangsung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif mana pendekatan yang dilaksanakan berdasarkan kenyataan hukum dalam praktik nyata. Penelitian ini memperlihatkan bahwa dampak pandemi yang melumpuhkan perekonomian di Indonesia menyebabkan debitur kesulitan dalam membayar kredit oleh karena itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical terkait force majeure berupa POJK No.11/POJK.03/2020 guna kebijakan restrukuturisasi

    Pengaruh Stres Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intention dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening Studi Kasus PT Ungaran Sari Garment

    Get PDF
    Human resources in every organization is a variable as a determinant of attendance that plays a role in increasing the achievement of organizational goals effectively and efficiently. Understanding this, every organization needs good and quality human resources. In this way, the organization can monitor and focus on HR as well as expected in order to produce an effective and efficient company. In addition, human resource management also has the task of managing the best performance for the company and employees. Human resources are managed properly so that the goals of a company can be achieved. The type of research used in this research is explanatory research. Explanatory research is a research method that intends to explain the position of the variables studied and the influence between one variable and another. In this case, the main reason this researcher uses the explanatory research method is to test the proposed hypothesis. The results of the study Job stress have a significant positive effect on job satisfaction for employees at PT Ungaran Sari Garments, organizational commitment has a significant positive effect on job satisfaction for employees at PT Ungaran Sari Garments. Job stress has a significant positive effect on turnover intention in PT Ungaran Sari Garments. Organizational commitment has no effect on turnover intention of employees of PT Ungaran Sari Garments. Job satisfaction has a significant positive effect on turnover intention of PT Ungaran Sari Garments. Satisfied employees actually want to leave their jobs when they get a job offer S in a better place. The company is expected to be able to maintain working conditions that can trigger work stress for employees so that the working atmosphere within the company is relatively conducive. In addition, to manage employee work stress, organizations can provide counseling to their employees with the aim that employees have resistance to stress and have the ability better to deal with stress. Abstrak Sumber daya manusia pada setiap organisasi merupakan variabel sebagai penentu kehadiran yang berperan dalam meningkatkan pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Memahami hal tersebut, setiap organisasi memerlukan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Dengan cara ini, organisasi dapat memantau dan fokus pada SDM dengan sebaik-baiknya sehingga menghasilkan perusahaan yang efektif dan efisien. Selain itu, manajemen sumber daya manusia juga mempunyai tugas mengelola kinerja terbaik bagi perusahaan dan karyawan. Sumber daya manusia dikelola dengan baik sehingga tujuan suatu perusahaan dapat tercapai. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Penelitian eksplanatori merupakan suatu metode penelitian yang bermaksud untuk menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruhnya antara variabel yang satu dengan variabel yang lain. Dalam hal ini, alasan utama peneliti ini menggunakan metode penelitian eksplanatori adalah untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian Stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Ungaran Sari Garments, komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Ungaran Sari Garments. Stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover turnover pada PT Ungaran Sari Garments. Komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap turnover turnover karyawan PT Ungaran Sari Garments. Kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover turnover PT Ungaran Sari Garments. Karyawan yang merasa puas justru ingin meninggalkan pekerjaannya ketika mendapat tawaran pekerjaan S di tempat yang lebih baik. Perusahaan diharapkan mampu menjaga kondisi kerja yang dapat memicu stres kerja bagi karyawannya sehingga suasana kerja di dalam perusahaan relatif kondusif. Selain itu, untuk mengelola stres kerja karyawan, organisasi dapat memberikan konseling kepada karyawannya dengan tujuan agar karyawan mempunyai ketahanan terhadap stres dan mempunyai kemampuan lebih baik dalam menghadapi stres.

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇