Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Self Efficacy dan Edukasi Pemanfaatan Pil Cantik sebagai Langkah Cegah Stunting (LAJANG GENTING)
An Nur Junior High School is located in Gogik Village, East Ungaran District, Semarang Regency. According to a survey we conducted, adolescent girls—our primary focus group—have not previously received information regarding self-awareness (self-efficacy) in stunting prevention, nor have they been educated on the use of iron supplements, commonly referred to as “beautiful pills,” as a preventive measure. These young women have yet to be exposed to educational efforts aimed at utilizing beautiful pills to reduce the risk of stunting.Adolescent girls were chosen as the main target group because they represent future mothers who will bear the next generation, making it crucial that they are equipped with the knowledge and understanding necessary to prevent stunting. Community involvement is essential to effectively implement and promote the use of beautiful pills among this demographic.This initiative was carried out through an educational approach involving 35 female students from An Nur Junior High School. Prior to the educational session, an assessment of participants' understanding showed that 35.47% had low awareness, 28.54% had a moderate level of understanding, 30.12% demonstrated good understanding, and only 5.87% fell into the very good category. After the educational intervention, there was a marked improvement: 40.14% of participants reached the excellent category, 52.01% showed good understanding, 5.33% were categorized as sufficient, and only 2.62% remained with low understanding. Based on the post-education questionnaire, overall comprehension of the material increased by 97.48%.
ABSTRAK
SMP An Nur merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang berlokasi di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Berdasarkan survei yang telah kami lakukan terhadap mitra sasaran, yaitu remaja putri, diketahui bahwa mereka belum pernah memperoleh informasi mengenai kesadaran diri (self-efficacy) dalam mencegah stunting serta pemanfaatan pil tambah darah (dikenal juga sebagai pil cantik) sebagai salah satu langkah pencegahan stunting. Hingga saat ini, edukasi mengenai penggunaan pil cantik sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting belum pernah diberikan kepada mereka. Remaja putri menjadi kelompok sasaran utama karena di masa depan mereka akan berperan sebagai ibu yang melahirkan generasi penerus, sehingga penting bagi mereka untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai mengenai penyebab serta langkah-langkah pencegahan stunting. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan dukungan dari masyarakat dalam mengimplementasikan penggunaan pil cantik secara efektif di kalangan remaja putri. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode edukasi yang menyasar remaja putri di SMP An Nur Ungaran, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Hasil evaluasi sebelum dilakukan edukasi menunjukkan bahwa pemahaman peserta masih rendah, dengan rincian: 35,47% tergolong kurang paham, 28,54% cukup paham, 30,12% memahami dengan baik, dan hanya 5,87% yang sangat paham. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan signifikan, di mana 40,14% peserta masuk dalam kategori sangat baik, 52,01% baik, 5,33% cukup, dan hanya 2,62% yang masih kurang. Berdasarkan kuesioner evaluasi, terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap materi edukasi sebesar 97,48%
Edukasi Gout Arthritis dan Senam Ergonomik untuk Meningkatkan Pengetahuan Serta Kesehatan Lansia di Panti Wening Wardoyo Ungaran
Gout Arthritis is a form of arthritis that often occurs in the elderly, especially due to an unhealthy lifestyle and lack of physical activity. Health education and physical interventions such as ergonomic exercises can be effective strategies to improve the understanding and health conditions of the elderly. This community service activity aims to provide education about Gout Arthritis and ergonomic exercises in improving the knowledge and health of the elderly at Panti Wening Wardoyo, Ungaran. A total of 48 elderly people participated in educational activities and ergonomic exercise practices. Participants' knowledge was measured using a multiple choice question instrument before (pretest) and after (posttest) the intervention. The pretest results showed that 8.33% of participants were in the "Very Good" category, 45.83% "Good", 33.33% "Fair", and 12.50% "Poor". After being given education, the post test results showed a significant improvement, with 72.92% of participants in the "Very Good" category and 27.08% in the "Good" category. There were no participants who were in the "Enough" or "Poor" categories in the post test. Education regarding Gout Arthritis and ergonomic exercises has proven to be effective in increasing the knowledge of the elderly and is recommended to be implemented on an ongoing basis in promotive and preventive efforts in social care environments.
ABSTRAK
Gout Arthritis merupakan salah satu bentuk arthritis yang sering terjadi pada lanjut usia (lansia), terutama akibat gaya hidup yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Edukasi kesehatan dan intervensi fisik seperti senam ergonomik dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pemahaman serta kondisi kesehatan lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dosen Program Studi Farmasi, Dosen program studi PJOK dan dibantu oleh mahasiswa farmasi yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang Gout Arthritis dan senam ergonomik dalam meningkatkan pengetahuan serta kesehatan lansia di Panti Wening Wardoyo, Ungaran. Sebanyak 48 lansia menjadi partisipan dalam kegiatan edukasi dan praktik senam ergonomik. Pengetahuan peserta diukur menggunakan instrumen soal pilihan ganda sebelum (pretest) dan sesudah intervensi (post test). Hasil pretest menunjukkan bahwa 8,33% peserta berada dalam kategori "Sangat Baik", 45,83% "Baik", 33,33% "Cukup", dan 12,50% "Kurang". Setelah diberikan edukasi, hasil post test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 72,92% peserta berada dalam kategori "Sangat Baik" dan 27,08% dalam kategori "Baik". Tidak ada peserta yang berada dalam kategori "Cukup" maupun "Kurang" pada post test. Edukasi mengenai Gout Arthritis dan senam ergonomik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia dan disarankan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam upaya promotif dan preventif di lingkungan panti sosial
Penerapan Decision Support Syste Penerapan Decision Support System (DSS) Dengan Metode Complex Proportional Assessment (COPRAS) Untuk Menentukan Santri Teladan: Penerapan Decision Support System (DSS) Dengan Metode Complex Proportional Assessment (COPRAS) Untuk Menentukan Santri Teladan
Untuk menjadi santri teladan, banyak sekali kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh setiap santri kriteria yang harus dimiliki untuk menentukan santri teladan yaitu di antaranya Akhlakul Karimahnya, Kemampuan membaca al-Quran, Kemampuan membaca kitab, Kerajinan, Kebersihan dan lain sebagainya. Untuk menentukan santri yang pantas mendapat predikat santri teladan maka dibutuhkanya sebuah sistem pendukung keputusan. Di dalam penelitian ini akan di angkat suatu kasus yaitu mencari santri yang pantas mendapat predikat santri teladan yaitu dengan alternatif terbaik melalui kriteria-kriteria yang telah ada menggunakan sistem pendukung keputusan metode Complex Proportional Assessment (COPRAS). Metode COPRAS ini memiliki beberapa keuntungan yaitu meningkatkan kualitas keputusan, efisiensi dan produktivitas, dukungan analisis yang lebih mendalam, penghematan biaya, dukungan keputusan konsisten, dan meningkatkan transparansi
Aplikasi Manajemen Kontrakan Berbasis Web dengan Metode Extreme Programming
Pengelolaan kontrakan secara manual menimbulkan ketidakefisienan, memakan waktu, dan menyebabkan kesalahan administrasi. Penelitian ini mengembangkan sebuah aplikasi manajemen kontrakan berbasis web dengan menerapkan metode Extreme Programming (XP) yang mendukung pengembangan perangkat lunak secara iteratif, memungkinkan perubahan sesuai kebutuhan pengguna. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pemilik properti mencatat penyewaan, melacak pembayaran, serta mengelola fasilitas kontrakan dengan lebih terstruktur dan efisien melalui platform online yang dapat diakses kapan dan di mana saja. Proses pengembangan aplikasi ini meliputi perencanaan kebutuhan pengguna, perancangan antarmuka yang ramah pengguna, pengkodean menggunakan teknik pair programming, serta pengujian berkelanjutan dengan metode Test-Driven Development (TDD). Selain itu, implementasi Laravel Sanctum pada aplikasi ini memungkinkan otentikasi berbasis token, sehingga keamanan data pengguna lebih terjamin dan terhindar dari akses yang tidak sah. Aplikasi ini dibangun menggunakan framework Laravel yang mendukung struktur modular dan pemisahan logika bisnis, sehingga mempermudah pemeliharaan dan penambahan fitur di masa mendatang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan kontrakan serta memastikan perlindungan data pengguna. Dengan penerapan metode XP, aplikasi dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan yang dinamis, menjadikannya solusi yang fleksibel dan relevan bagi pemilik properti dalam mengelola kontrakan secara digital. Aplikasi ini diharapkan mampu memberi dampak positif dalam pengelolaan properti serta menjadi referensi dalam pengembangan perangkat lunak di bidang properti.
Kata Kunci : Manajemen kontrakan, aplikasi web, Extreme Programming, Laravel
Analisis Sentimen Terhadap Film Dirty Vote Pada Platfom Twitter (X) Dengan Metode Naïve Bayes Dan Cosine Smiliarity
Penelitian bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna media sosial terhadap film "Dirty Vote" menggunakan metode text mining dan algoritma Naïve Bayes. Data diambil melalui teknik crawling dari Twitter (X) untuk mendapatkan tweet yang berkaitan dengan film tersebut. Setelah data dikumpulkan, dilakukan pelabelan secara manual untuk menentukan apakah sentimen yang terkandung dalam tweet tersebut bersifat positif atau negatif. Proses pre-processing dilakukan untuk membersihkan data dan menyiapkannya untuk analisis lebih lanjut, termasuk tokenisasi dan stemming. Pembobotan kata menggunakan teknik Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) diterapkan untuk menentukan pentingnya kata-kata dalam konteks dokumen. Algoritma Naïve Bayes kemudian digunakan untuk memodelkan dan mengklasifikasikan sentimen. Evaluasi model dilakukan dengan Confusion Matrix dan K-fold Cross Validation untuk memastikan akurasi hasil yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dibangun memiliki akurasi yang cukup tinggi dalam mengklasifikasikan sentimen, memberikan pengetahuan yang berguna bagi pembuat film dan pemasar dalam memahami persepsi publik terhadap film "Dirty Vote".
Kata Kunci: Analisis Sentimen, Film Dirty Vote, Twitter (X), Naive Bayes, Cosine Similarity
Penggunaan Gabapentin dan Pregabalin sebagai Terapi Adjuvant pada Pasien Nyeri di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran: Overview of The Use of Gabapentin and Pregabalin as Adjuvant Therapy in Inpatient Pain Patients Ungaran Hospital
Unpleasant sensory and emotional experiences due to tissue damage are often felt by everyone. Management of neuropathic, nociceptive and mixed pain often uses pregabalin and gabapentin. The purpose of this study was to describe the use of gabapentin and pregabalin as adjuvant therapy in inpatients with pain at Ungaran Hospital. This study was non-experimental using a descriptive observational method using secondary data obtained from medical records at Ungaran Hospital with a sample of 43 medical record data. The data collected were then subjected to descriptive analysis which included patient characteristics based on gender, age, clinical symptoms, and comorbidities. The description of the use of Atrial Fibrillation drugs included drug classes and types of drugs then calculated the percentage non-experimental with a descriptive research method and data collection was carried out retrospectively with a purposive sampling technique, namely 43 samples. Data were analyzed descriptively. The results of patients who received adjuvant gabapentin and pregabalin therapy were mostly aged 56-65 years (35%) and women (60%). The majority of patients experienced moderate pain (70%) and neuropathic pain (60%). The most common adjuvant therapies were gabapentin (86%), and pregabalin use (14%).
ABSTRAK
Kerusakan jaringan dapat menyebabkan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan sering sekali dirasakan oleh semua orang. Manajemen penatalaksanaan nyeri neuropatik, nosiseptif dan campuran sering kali digunakan pregabalin dan gabapentin. Tujuan penelitian ini analisis gambaran penggunaan gabapentin dan pregabalin sebagai terapi adjuvant pada pasien nyeri di rawat inap. Penelitian ini bersifat non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis Rumah Sakit Daerah Ungaran dengan jumlah sampel 43 data rekam medik. Data yang terkumpul kemudian dilakukan analisis deskriptif yang meliputi: karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, gejala klinis, dan penyakit penyerta. Gambaran penggunaan obat Atrial Fibrilasi meliputi golongan obat dan jenis obat kemudian menghitung persentasenyanon-ekperimental dengan metode penelitian deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan menggunakan purposive sampling yaitu 43 sampel. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil pasien yang mendapatkan terapi adjuvant gabapentin dan pregabalin sebagian besar berusia 56-65 tahun (35%) dan perempuan (60%). Mayoritas pasien mengalami nyeri sedang (70%) dan nyeri neuropatik (60%). Terapi adjuvan yang paling umum adalah gabapentin (86%), dan penggunaan pregabalin (14%)
Kebijakan Pemerintah dalam Pendidikan Inklusi pada Anak Usia Dini: Government Policy on Inclusive Education for Early Childhood
This article discusses the policy decision by the government in declaring inclusive education for early childhood. Inclusive education as an educational service system aimed at all children including children with special needs. This study is important to be studied because of the existence of an inclusive education policy. This type of research uses the SLR (Literature Review Study) method. The purpose of the research review is to conceptualize the research basis and framework of thought regarding problems in inclusive education. Research articles must meet the following criteria: a) the subject of the research is early childhood; b) inclusive education in Indonesia. This article finds that in Indonesia, the initial steps towards inclusive education have begun in 2000 through an integrated education program. As a policy taken, the government ensures that educational services are adjusted to the 1945 Constitution. This policy is based on several important policies, including Law Number 4 of 1997 concerning Persons with Disabilities, Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection, Government Regulation Number 19 of 2005 concerning National Education Standards, Regulation of the Governor of DKI Jakarta Number 116 of 2007 concerning the Implementation of Inclusive Education. Although policies and regulations already exist, the implementation of inclusive education still faces many obstacles, including the unpreparedness of institutions, lack of understanding and special training for teachers and inadequate facilities and infrastructure in many schools.
ABSTRAK
Artikel ini membahas mengenai keputusan kebijakan oleh pemerintah dalam mendeklarasikan pendidikan inklusi pada anak usia dini. Pendidikan inklusif sebagai sistem layanan pendidikan yang ditujukan kepada semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus. Studi ini penting untuk diteliti karena adanya suatu kebijakan pendidikan inklusif. Jenis penelitian ini menggunakan metode SLR (Studi Literature Review). Tujuan dari tinjauan penelitian ialah untuk mengonsepkan landasan penelitian dan kerangka pemikiran mengenai permasalahan dalam pendidikan inklusi. Artikel penelitian harus memenuhi kriteria berikut: a) subyek penelitian adalah anak usia dini; b) pendidikan inklusi di Indonesia. Artikel ini menemukan bahwa di Indonesia, langkah awal menuju pendidikan inklusif telah dimulai pada tahun 2000 melalui program pendidikan terpadu. Sebagaimana kebijakan yang diambil, pemerintah memastikan bahwa layanan pendidikan disesuaikan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Kebijakan tersebut dilandasi dengan beberapa kebijakan penting, termasuk UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 116 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Meskipun kebijakan dan regulasi sudah ada, penerapan pendidikan inklusif masih menghadapi banyak kendala, termasuk ketidaksiapan lembaga, kurangnya pemahaman dan pelatihan khusus bagi guru serta sarana prasarana yang belum memadai di banyak sekolah
Basis Data untuk Meningkatkan Efisiensi Manajemen Produk pada UMKM Online
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in Indonesia's economy by contributing significantly to GDP and job creation. With the advancement of information technology, the use of data is becoming increasingly important to enhance product management effectiveness for MSMEs operating online. Through the utilization of data, MSMEs can track inventory in real-time, avoid overstocking, and better understand customer preferences and behavior. Additionally, optimizing the supply chain can reduce operational costs, while data-driven decision-making ensures that strategies are more accurate and responsive to market dynamics. Efforts to improve customer experience through more personalized services can also strengthen customer loyalty. Therefore, data has become a vital tool in supporting the growth and competitiveness of MSMEs in the digital age.
ABSTRAK
UMKM memiliki peranan krusial dalam ekonomi Indonesia dengan memberikan andil besar terhadap PDB serta dalam penciptaan lapangan kerja. Dengan kemajuan teknologi informasi, penggunaan data semakin penting untuk meningkatkan efektivitas manajemen produk bagi UMKM yang berjalan di dunia daring. Melalui pemanfaatan data, UMKM dapat melacak persediaan secara langsung, menghindari penumpukan barang, serta lebih memahami selera dan perilaku pelanggan. Selain itu, pengoptimalan rantai distribusi dapat menurunkan biaya operasional, sementara keputusan yang didasarkan pada data memastikan bahwa strategi yang diambil lebih akurat dan responsif terhadap dinamika pasar. Usaha untuk meningkatkan pengalaman pelanggan melalui layanan yang lebih personal juga dapat memperkuat kesetiaan para konsumen. Oleh karena itu, data menjadi instrumen vital dalam mendukung kemajuan dan daya saing UMKM di zaman digital ini
Manajemen Hipertermia (Kompres Hangat) pada Anak Usia Sekolah dengan Demam Typhoid di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa
School-age children are those aged over 6 years to just before 18 years. One of the social behaviors of school-age children is often eating snacks at school and in unclean places. Personal hygiene becomes a crucial factor in the risk of typhoid fever occurrence. Typhoid fever is caused by infection with the microorganism Salmonella enterica subspecies enterica serotype typhi (Salmonella typhi) in humans. Hyperthermia is a condition where the human body temperature rises above normal. The purpose of this writing is to provide an overview related to the management of hyperthermia in school-age children with typhoid fever at RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. The method used by the writer in managing this case employs a descriptive case study. In nursing care management for hyperthermia in patients with typhoid fever, it was conducted for 3x24 hours. Data collection techniques included nursing methodology approaches such as nursing assessment, nursing diagnosis, nursing interventions, nursing implementation, and nursing evaluation. The results of managing hyperthermia through nursing interventions included identifying the causes of hyperthermia, monitoring body temperature, loosening or removing clothing, applying external cooling (warm compress), administering antipyretics, advising bed rest, and collaborating on intravenous fluid and electrolyte administration. The outcome showed resolution of the hyperthermia issue with a temperature of 38.2°C, and education was provided to the patient's family on how to apply warm compresses at home according to the instructions given during hospitalization. Recommendations for the family include being able to reapply warm compresses at home when a child experiences fever as an effort to prevent high fever and prevent recurrence of fever in children.
ABSTRAK
Anak usia sekolah adalah anak yang berusia lebih dari 6 tahun hingga sebelum 18 tahun. Salah satu perilaku sosial anak usia sekolah adalah sering makan jajan di sekolah dan di tempat yang tidak bersih. Kebersihan diri menjadi faktor penting dalam risiko kejadian demam typhoid. Demam typhoid disebabkan oleh infeksi mikroorganisme Salmonella enterica subspesies enterica serotype typhi (Salmonella typhi) pada manusia. Hipertermia adalah kondisi dimana suhu tubuh manusia meningkat diatas normal. Tujuan penulisan ini untuk memberikan gambaran terkait manajemen hipertermia (kompres hangat) pada anak usia sekolah dengan demam typhoid di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. Metode yang digunakan penulis pada pengelolaan kasus ini menggunakan studi kasus deskriptif. Pada penatalaksanan asuhan keperawatan dengan hipertermia pada pasien dengan demam typhoid yang dilakukan selama 3x24 jam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan pendekatan metodologi keperawatan meliputi pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Hasil pengelolaan pada pasien hipertermia dengan intervensi keperawatan berupa identifikasi penyebab hipertermia, monitor suhu tubuh, longgarkan atau lepaskan pakaian, lakukan pendinginan eksternal (kompres hangat), pemberian antipiretik, anjurkan tirah baring, dan kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit intravena. Diperoleh hasil masalah hipertermia teratasi dengan suhu 38,20 C dengan memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang cara melakukan koompres hangat di rumah sesuai dengan instruksi yang telah diberikan selama di rumah sakit. Saran untuk keluarga agar mampu mengaplikasikan kembali kompres hangat di rumah saat anak mengalami demam sebagai upaya untuk mencegah terjadinya demam yang tinggi dan mencegah terjadinya kekambuhan demam pada anak
KONSENTRASI DAN KEPERCAYAAN DIRI BERHUBUNGAN DENGAN HASIL TENDANGAN PENALTI ATLET SSB PSPS SEGERAN
The penalty kick is a free kick given by the referee because one of the players commits a foul in the penalty box. Skills when handling the ball while playing are very important and if one day a penalty kick or penalty shootout occurs, the player must also have penalty kicking skills. Executing a penalty kick is not as easy as imagined because being a penalty kick executor requires concentration and confidence. The purpose of this study is to find out whether there is a relationship between Concentration and Confidence and the result of penalty kicks in a football game. The population in this study is SSB PSPS Segeran which totals 23 people. The sample used in this study was 23 PSPS Segeran players. The technique to be taken in this study uses a saturated sampling technique. In this study, the type of approach in the research method used is a descriptive method with a correlational design. In the concentration test, data was obtained in the hypothesis test 1 F calculated 3.59 with a P Value of <0.05 which means that the data is significant. In the confidence test, data was obtained in the hypothesis test 1 F calculated 7.64 with a P Value of <0.05 which means that the data is significant. Meanwhile, in the double regression test, the data F was calculated at 4.70 with a P Value of <0.05 which means that the data is significant so that it can be concluded that concentration and confidence are related to the results of penalty kicks in football games
Abstrak
Tendangan penalti adalah tendangan bebas yang diberikan wasit dikarenakan salah satu pemain melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Keterampilan saat mengolah bola saat bermain sangat penting dan apabila suatu saat terjadinya tendangan hukuman atau adu penalti maka pemain tersebut juga harus memiliki keterampilan menendang penalti. Mengeksekusi tendangan penalti tidak semudah yang dibayangkan karena menjadi eksekutor tendangan penalti perlu dibutuhkan konsentrasi dan rasa percaya diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Konsentrasi dan Kepercayaan Diri dengan hasil tendangan penalti dalam permainan sepak bola. Populasi dalam penelitian ini adalah SSB PSPS Segeran yang berjumlah 23 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemain PSPS Segeran yang berjumlah 23 orang. Teknik yang akan diambil dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Pada penelitian ini jenis pendekatan dalam metode penelitian yang digunakan metode deskriptif dengan desain korelasional. Pada tes konsentrasi diperoleh data pada uji hipotesis 1 F hitung 3,59 dengan P Value <0,05 yang berarti data tersebut signifikan. Pada tes kepercayaan diri diperoleh data pada uji hipotesis 1 F hitung 7,64 dengan P Value <0,05 yang berarti data tersebut signifikan. Sedangkan pada uji regresi ganda diperoleh data F hitung 4,70 dengan P Value <0,05 yang berarti data tersebut signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi dan kepercayaan diri itu berhubungan dengan hasil tendangan penalti dalam permainan sepak bola