Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Kegiatan Pencak Silat sebagai Sarana Pengembangan Nilai Religius Anak Usia Dini : Pencak Silat Activities as a Means of Development Religious Values of Early Childhood
This research discusses the relationship between pencak silat activities and religious values in early childhood as the initial stage of introduction. The formulation of the problem in this study is whether there is a relationship between pencak silat activities and the religious values of early childhood in South Lampung. The purpose of this study was to determine the relationship between pencak silat activities and the religious values of early childhood in South Lampung. This research uses quantitative correlation research methods with questionnaires and documentation as data collection tools. This study is a population study with a total of 25 children respondents who filled out the questionnaire instrument filled by the parents of the child who participated in pencak silat. The data collection technique used is a questionnaire. The validation test uses correlation data results which show a valid value> 0, 632. Reliability test with Alpa Cronbach (a) technique with SPSS version 29 tool that is> 0.70. The results of the study say that the results of the product moment correlation calculation show that there is a positive relationship between pencak silat activities and the religious value of early childhood. Proven by the calculation of the product moment correlation rhittung> rtable with a value of 0.483> 0.396. These results conclude that this study shows a positive relationship between pencak silat and the religious values of early childhood that support physical development and religious values. The Role of Dopamine Stimulation Through Zakat Practices in Behavior Modification and Mental Health Improvement
ABSTRAK
Penelitian ini membahas mengenai seberapa besar hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius pada anak usia dini sebagai tahap awal pengenalan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini di Lampung Selatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini di Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kuantitatif korelasi dengan angket dan dokumentasi sebagai alat pengumpul data. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah responden 25 anak yang pengisian instrumen angket diisi oleh orang tua dari anak tersebut yang mengikuti pencak silat. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Uji validasi menggunakan correlation hasil data yang menunjukan nilai valid > 0, 632. Uji reliabilitas dengan teknik Alpa cronbach (a) dengan alat bantu SPSS versi 29 yaitu > 0,70. Hasil dari penelitian mengatakan bahwa hasil perhitungan korelasi product moment menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini. Dibuktikan dengan perhitungan korelasi product moment rhittung > rtabel dengan nilai 0,483 > 0,396. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa penelitian ini menunjukkan hubungan positif antara pencak silat dan nilai religius anak usia dini yang mendukung pengembangan fisik dan nilai religius
Pemanfaatan AI Speech To Text untuk Menstimulasi Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini: Utilization of AI Speech To Text to Stimulate Early Childhood Speaking Skills
Speaking is a vital basic skill for early childhood, as it is the foundation for future communication and language development. In the digital era, technologies such as speech-to-text offer new opportunities to create interactive and visual-based learning experiences, thus supporting children in developing their speaking skills more effectively. This study aims to explore the use of speech-to-text technology in supporting children's speaking skills at Nurul Huda Palaran Kindergarten. The approach applied is descriptive qualitative, with sources designed through observation, interviews, and documentation to provide an in-depth understanding of the application of this technology in the learning process. The data analysis process follows three main stages adapted from Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The study shows that the application of speech-to-text technology has a positive impact on improving children's pronunciation, fluency, and vocabulary mastery. This technology provides direct feedback to children in the form of text from speech, which helps children recognize errors and correct them. However, several challenges were found, such as inaccurate transcription for certain pronunciations, which were successfully overcome through teacher assistance to provide further guidance. In conclusion, the integration of speech-to-text technology is an effective innovative approach to support the development of early childhood speaking skills. The success of implementing this technology is highly dependent on the combination of optimal use of technology and a humanistic approach by teachers to create a balanced learning experience.
ABSTRAK
Berbicara adalah sebuah keterampilan dasar yang vital bagi anak usia dini, karena menjadi pondasi bagi perkembangan komunikasi dan bahasa dimasa depan. Dalam era digital, teknologi seperti speech-to-text menawarkan kesempatan baru untuk memunculkan pengalaman belajar yang interaktif dan berbasis visual, sehingga mendukung anak dalam mengembangkan kemampuan berbicara secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi speech-to-text dalam menunjang kecakapan berbicara anak di TK Nurul Huda Palaran. Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, dengan sumber yang dirancang melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penerapan teknologi ini dalam proses pembelajaran. Proses analisis data mengikuti tiga tahap utama yang diadaptasi dari Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Telaah menunjukkan bahwa penerapan teknologi speech-to-text memiliki dampak positif dalam meningkatkan aspek pelafalan, kelancaran berbicara, dan penguasaan kosakata anak. Teknologi ini memberikan umpan balik langsung kepada anak dalam bentuk teks dari ucapan, yang membantu anak mengenali kesalahan dan memperbaikinya. Meski demikian, ditemukan beberapa tantangan, seperti ketidakakuratan transkripsi untuk pelafalan tertentu, yang berhasil diatasi melalui pendampingan guru untuk memberikan bimbingan lebih lanjut. Kesimpulannya, integrasi teknologi speech-to-text merupakan pendekatan inovatif yang efektif untuk mendukung pengembangan kemampuan berbicara anak usia dini. Keberhasilan penerapan teknologi ini sangat bergantung pada kombinasi antara pemanfaatan teknologi secara optimal dan pendekatan humanistik oleh guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang seimbang
Profil Klinik dan Farmakoterapi Anti-Dislipidemia Diabetes di Rumah Sakit Gunawan Mangunkusumo Ambarawa: Clinical and Pharmacotherapeutic Profile of Anti-Diabetic Dyslipidemia at Gunawan Mangunkusumo Hospital
Dyslipidemia is characterized by increased plasma TG, low HDL-c, and high LDL-c, which is commonly found in patients with diabetes mellitus (DM) and is one of the main causes of ischemic stroke and cardiovascular death risk. This study aims to describe the clinical profile and pharmacotherapy of diabetic dyslipidemia drugs at GM Hospital. This study is a descriptive cross-sectional study by collecting data from medical records of diabetic dyslipidemia patients treated at GMA Hospital from January to December 2022. Antidiabetic and antidyslipidemic drugs prescribed by clinicians were collected and presented in tables and figures. The study showed that 28 (37.84%) were male and 46 (62.16%) were female. The average age of the population was 56.71 ± 13.60 years. Clinical profile with TC: 200.73 ± 56.40 mg/dL (limit), LDL-c level: 132.73 ± 57.67 mg/dL (almost optimal), and TG: 280.76 ± 169.40 mg/dL. Antidyslipidemic drugs were Fenofibrat (58.57%) and Atorvastatin (41.46%). Antidiabetic drugs were insulin Aspart (IAsp) (86.49%), insulin Degludec (IDeg) (4.05%), IDegAsp (combination of IDeg and IAsp) (5.41%), and Glimepiride (4.05%). The pattern of drug prescription in diabetic dyslipidemia patients was a combination of Fenofibrate-IAsp (45.95%); Atorvastatin-IAsp (29.73%); Fenofibrate-Atorvastatin-IAsp (10.51%); Atorvastatin-IDegAsp (5.41%); Fenofibrate-IDegAsp, and Fenofibrat-Glimepiride (4.05%, respectively). This study implies that insulin and Fenofibrate or Atorvastatin are the main drug groups for the treatment of diabetic patients with dyslipidemia either when used alone or in combination. Further studies focus on the reasons for drug safety and quality of life.
ABSTRAK
Dislipidemia ditandai dengan peningkatan plasma TG, HDL-c rendah, dan LDL-c tinggi, yang umum ditemukan pada subyek dibetes mellitus (DM) dan merupakan salah satu penyebab utama stroke iskemik dan resiko kematian kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil klinik dan farmakoterapi obat diabetes dislipidemia diabetik di Ruamh Sakit Gunawan Mangunkuumo (RSGM). Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional dengan mengumpulkan data dari rekam medis subyek diabetes dislipidemia yang dirawat di RS GMA pada bulan Januari sampai dengan Desember 2022. Obat antidiabetik dan antidislipidemia yang diresepkan oleh klinisi dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Penelitian menunjukkan bahwa 28 (37,84%) berjenis kelamin laki-laki dan 46 (62,16%) perempuan. Rata-rata usia populasi 56,71 ± 13,60 tahun. Profil klinik dengan TC: 200,73 ± 56,40 mg/dL (batas), kadar LDL-c: 132,73 ± 57,67 mg/dL (hampir optimal), dan TG: 280,76 ± 169,40 mg/dL. Obat antidislipidemia adalah Fenofibrat (58,57%) dan Atorvastatin (41,46%). Obat antidiabetes adalah insulin Aspart (IAsp) (86,49%), insulin degludec (IDeg) (4,05%), IDegAsp (kombinasi IDeg dan IAsp) (5,41%), dan Glimepiride (4,05%). Pola peresepan obat pada subyek dislipidemia diabetik adalah kombinasi Fenofibrat-IAsp (45,95%); Atorvastatin-IAsp (29,73%); Fenofibrat-Atorvastatin-IAsp (10,51%); Atorvastatin-IDegAsp (5,41%); Fenofibrat-IDegAsp, dan Fenofibrat-Glimepiride masing-masing (4,05%). Studi ini menyiratkan bahwa insulin dan Fenofibrat atau Atorvastatin merupakan kelompok obat utama untuk pengobatan subyek dislipidemia diabetes baik bila digunakan sendiri maupun dalam kombinasi. Studi lebih lanjut berfokus pada alasan keamanan obat dan kualitas hidup
Edukasi Safety Riding sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Perilaku Aman Berkendara pada Pelajar SMP
An accident is an unexpected and unintended event that can result in loss of property, possessions, or casualties. One common type of accident is traffic accidents. According to Heinrich's theory, most accidents (88%) are caused by unsafe human actions. The highest accident age is <17 years due to lack of awareness of driving safety. Junior high school student rank second (11%) of the total national accident figure after high school students (66.7%). Safety riding is an effort to minimize risk and improve safety. This study aims to see the difference in attitudes before and after being given education on the importance of safe riding awareness. The type of research used analytical with observational design and cross-sectional approach. The location was SMPN 1 BERGAS with a study population of all SMPN 1 BERGAS students, the sample was class IX students totaling 31 students taken with pre-selective sampling technique. The variables collected include respondent characteristics (gender, age, whether or not they have had an accident, speed in driving, use of Personal Protective Equipment (PPE) and safe riding attitudes. Data collection was carried out using a questionnaire to measure respondent characterisrics, and attitude. The attitude questionnaire was given before (pretest) and after (posttest) education was given about safety riding. Analysis using the Paired T-test test and obtained a p value = 0.000 <0.05. So there is a significant difference ain attitudes before and after being given education on the importance of safe driving awareness among students of SMP Negeri 1 Bergas.
ABSTRAK
Kecelakaan adalah kejadian tak terduga dan tidak dikehendaki yang dapat mengakibatkan kerugian harta, benda, atau korban. Salah satu jenis kecelakaan yang umum adalah kecelakaan lalu lintas. Menurut teori Heinrich, sebagian besar kecelakaan (88%) disebabkan oleh tindakan tidak aman manusia. Usia kecelakaan tertinggi yaitu <17 tahun karena kurangnya kesadaran akan keselamatan berkendara. Pelajar SMP menduduki urutan kedua (11%) dari total angka kecelakaan Nasional setelah peleajar SMA (66,7%). Safety riding menjadi upaya untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan sikap sebelum dan sesudah diberi edukasi akan pentingnya kesadaran aman berkendara. Jenis penelitian menggunakan analitik dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Lokasi di SMPN 1 BERGAS dengan populasi penelitian seluruh siswa SMPN 1 BERGAS, sampelnya siswa kelas IX yang berjumlah 31 siswa diambil dengan teknik pruposive sampling. Variabel yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden (jenis kelamin, usia, pernah atau tidaknya mengalami kecelakaan, kecepatan dalam berkendara, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta sikap berkendara aman. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur karakteristik responden, dan sikap. Kuesioner sikap diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) diberikan edukasi mengenai safety riding. Analisis data menggunakan uji Paired T-test dan diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan sikap sebelum dan sesudah diberi edukasi akan pentingnya kesadaran aman berkendara pada siswa SMP Negeri 1 Bergas
Kesulitan Orang Tua dalam Identifikasi Awal Gejala Stunting: Parental Difficulties in Early Identification of Stunting Symptoms
This study investigated the factors that make it difficult for parents to identify early symptoms of stunting in children aged 0-2 years. Findings showed significant associations between maternal occupation, immunisation and income and stunting status among under-fives, while access to health services and attitudes towards child health behaviours also played an important role. A systematic review of nutrition interventions confirmed the effectiveness of such programmes with an emphasis on cultural appropriateness. The identification of predisposing factors for stunting, such as gender, LBW and exclusive breastfeeding, provides useful insights for designing more specific interventions. The study also underscores the role of poor parenting in the incidence of stunting in early childhood, where factors such as education, knowledge, income, family size and parenting within the family play a central role. The conclusions of this study provide a strong basis for the development of more focused stunting prevention programmes, demonstrating the need for improved accessibility of health facilities, attention to policies supporting the health of working mothers, and a holistic approach to improving positive parenting.
ABSTRAK
Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang menyulitkan orang tua dalam mengidentifikasi awal gejala stunting pada anak usia 0-2 tahun. Temuan menunjukkan adanya keterkaitan yang signifikan antara pekerjaan ibu, imunisasi, dan pendapatan dengan status stunting pada balita, sementara akses terhadap layanan kesehatan dan sikap terhadap perilaku kesehatan anak juga memiliki peran penting. Tinjauan sistematis terhadap intervensi gizi mengonfirmasi efektivitas program-program tersebut dengan penekanan pada penyesuaian budaya setempat. Identifikasi faktor predisposisi stunting, seperti jenis kelamin, BBLR, dan pemberian ASI eksklusif, memberikan wawasan yang berguna untuk merancang intervensi yang lebih spesifik. Penelitian juga menggarisbawahi peran pola asuh yang buruk dalam kejadian stunting pada anak usia dini, di mana faktor-faktor seperti pendidikan, pengetahuan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan pola asuh dalam keluarga memainkan peran sentral. Simpulan dari penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan program pencegahan stunting yang lebih terfokus, memperlihatkan perlunya peningkatan aksesibilitas fasilitas kesehatan, perhatian terhadap kebijakan mendukung kesehatan ibu bekerja, dan pendekatan holistik untuk meningkatkan pola asuh positif
Analisis Dimensi Profil Pelajar Pancasila melalui Program Kampus Mengajar 7 SD Negeri 2 Langon
Abstract
Independent curriculum learning is oriented towards developing students' character through the implementation of the Pancasila student profile dimensions. In line with this, the government has presented a campus teaching program as a place for collaboration to improve learning innovation. This research took place at SDN 2 Langon with subjects of teachers and students in grades 1, 2, 4, and 5. The purpose of this study was to identify the implementation of the Pancasila student profile dimensions and to analyze the achievement of the Pancasila student profile dimensions through the campus teaching 7 program at SDN 2 Langon. This study uses a qualitative method of field research type with a case study approach through data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The data analysis technique is through data reduction, data display, and verification. The findings in this study are that SDN 2 Langon has not held many activity innovations with the P5 work title as a routine agenda. The existence of the campus teaching 7 program has a positive impact on program innovation and implementation of the Pancasila student profile dimensions through priority programs. Technology adaptation program achieves dimensions of independence and critical thinking. Pesantren Ramadhan program achieves dimensions of faith, devotion to God Almighty and noble character. Kartini program realizes the dimensions of global diversity, creativity, and independence. Numeracy literacy festival program achieves the dimensions of mutual cooperation and critical reasoning. P5 program shows the achievements of the dimensions of mutual cooperation, independence, and creativity.
Abstrak
Pembelajaran kurikulum merdeka berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik melalui implementasi dimensi profil pelajar pancasila. Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah telah menghadirkan program kampus mengajar sebagai ajang kolaborasi untuk peningkatan inovasi pembelajaran. Penelitian ini berlangsung di SDN 2 Langon dengan subjek guru dan peserta didik kelas 1, 2, 4, dan 5. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi implementasi dimensi profil pelajar pancasila serta menganalisis ketercapaian dimensi profil pelajar pancasila melalui program kampus mengajar 7 di SDN 2 Langon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tipe field research dengan pendekatan studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan verification. Temuan dalam penelitian ini yaitu SDN 2 Langon belum banyak mengadakan inovasi kegiatan dengan gelar karya P5 sebagai agenda rutin. Adanya program kampus mengajar 7 memberikan dampak positif terhadap inovasi program dan implementasi dimensi profil pelajar pancasila melalui program prioritas. Program adaptasi teknologi mencapai dimensi mandiri dan bernalar kritis. Program pesantren Ramadhan mencapai dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Program Kartini tangguh merealisasikan dimensi berkebinekaan global, kreatif, dan mandiri. Program festival literasi numerasi mencapai dimensi gotong royong dan bernalar kritis. Program gelar karya P5 menunjukkan capaian dimensi gotong royong, mandiri, dan kreatif
Penggunaan Media Pembelajaran French Fries dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Topik Informasi di Sekolah Dasar
Abstract
Beginning writing skills are one of the important aspects of learning in primary schools. However, there are still many students who experience difficulties in writing, such as the lack of ability to compose sentences and low interest in writing activities. Based on the initial observation, most of the second grade students of SDN Sudimoro Tulangan had low writing skill scores, with an average score of only 63.83. To overcome these problems, innovation in learning methods is needed, one of which is through the use of French Fries learning media.This research used pre-experimental method with one group pretest-posttest design. The samples in this study were 30 students of grade II SDN Sudimoro Tulangan who were selected by purposive sampling. Data were collected through writing tests before and after the use of French Fries media and analyzed using paired sample t-test with the help of SPSS. The results showed that there was a significant increase in students' beginning writing skills after the use of French Fries media. The average pretest score of 63.83 increased to 84.76 in the posttest.
Abstrak
Keterampilan menulis permulaan merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Namun, masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menulis, seperti kurangnya kemampuan dalam menyusun kalimat dan rendahnya minat terhadap kegiatan menulis. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar siswa kelas II SDN Sudimoro Tulangan memiliki nilai keterampilan menulis yang rendah, dengan rata-rata skor hanya 63,83. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran, salah satunya melalui penggunaan media pembelajaran French Fries. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas II SDN Sudimoro Tulangan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes menulis sebelum dan sesudah penggunaan media French Fries serta dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis permulaan peserta didik setelah penggunaan media French Fries. Rata-rata nilai pretest sebesar 63,83 meningkat menjadi 84,76 pada posttest. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti bahwa penggunaan media French Fries berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis permulaan peserta didik. Selain itu, media ini terbukti meningkatkan motivasi belajar serta partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Perokok Dewasa
Blood pressure is an important indicator in assessing a person's cardiovascular health. Smoking can worsen blood pressure through the narrowing of blood vessels due to nicotine, while physical activity has the potential to lower blood pressure. However, the relationship between physical activity and blood pressure in adult smokers is still rarely studied. To determine the relationship between physical activity and blood pressure in adult smokers in Kesongo Village, Tuntang District, Semarang Regency. This study uses descriptive correlation. The population is 2,341 people, a sample of 96 respondents selected using purposive sampling with the criteria of active smokers aged 19-44 years. Physical activity was measured using the IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) questionnaire and blood pressure using a digital sphygmomanometer. Most respondents had heavy physical activity (60.4%) and blood pressure in the pre-hypertension category (57.3% systolic, 24% diastolic). Statistical analysis with the Pearson product moment test showed a significant relationship between physical activity and systolic blood pressure with a weak positive relationship (r = 0.214, p = 0.036). Education on appropriate physical activity patterns for smokers is needed to optimize health benefits. Efforts to reduce smoking habits remain the main step in preventing hypertension.
Abstrak
Tekanan darah merupakan indikator penting dalam menilai Kesehatan kardiovaskular seseorang. Merokok dapat memperburuk tekanan darah melalui penyempitan pembuluh akibat nikotin, sementara aktivitas fisik berpotensi menurunkan tekanan darah. Namun, hubungan antara aktivitas fisik dan tekanan darah pada perokok dewasa masiah jarang diteliti. Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada perokok dewasa di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional. Populasi 2.341 jiwa, sampel 96 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria perokok aktif usia dewasa 19 – 44 tahun. Aktivitas fisik diukur dengan kuesioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) dan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik berat (60,4%) dan tekanan darah kategori pre-hipertensi (57,3% sistolik, 24% diastolik). Analisis stsatistik dengan uji pearson product moment menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara aktiivtas fisik dan tekanan darah sistolik dengan hubungan positif yang lemah (r = 0,214, p = 0,036). Diperlukan edukasi pola aktivitas fiisk yang sesuai bagi perokok untuk mengoptimalkan manfaat Kesehatan. Upaya pengurangan kebiasaan merokok tetap menajadi Langkah utama dalam pencegahan hipertensi
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Remaja Putri : Relationship between Personal Hygiene and the Incidence of Vaginal Discharge in Adolescent Female
Vaginal discharge is a reproductive health problem that is often experienced by adolescent girls and its incidence increases every year. Vaginal discharge is the discharge of fluid other than blood from the vagina which can be pathological or physiological which is influenced by hormones and infections such as fungi, parasites and pathology. If the pathology is not treated, vaginal discharge can affect infertility in fertile women (WUS). In 2021, there were 70% of cases of vaginal discharge. Lack of understanding and poor personal hygiene practices can be triggers for vaginal discharge. This study aims to determine the incidence of vaginal discharge based on personal hygiene behavior in adolescent girls. The research method in this study uses descriptive analytic with a cross-sectional approach. The location of the study was carried out at 12 integrated service post in Suradita Village, Tangerang Regency. The population in this study was 168 adolescent female respondents who experienced vaginal discharge, while the sample in this study after being selected based on inclusion and exclusion criteria was 130 adolescent female respondents. The instrument used in the study was a self-awareness survey questionnaire (SMD). The results showed that 19.2% experienced pathological vaginal discharge and 16.2% of female adolescents had poor personal hygiene. Bivariate analysis showed a significant relationship between personal hygiene behavior and the incidence of vaginal discharge in female adolescents with a p-value of 0.001 (p <0.05). Education on good personal hygiene is needed to increase adolescents' knowledge on how to prevent and overcome vaginal discharge so that pathological vaginal discharge in adolescents can be suppressed.
Abstrak
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan kejadiannya meningkat setiap tahunnya. Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina dapat bersifat patologis maupun fisiologis yang dipengaruhi oleh hormonal dan infeksi seperti jamur, parasit serta patologis. Apabila tidak ditanggulangi keputihan patologis dapat mempengaruhi infertilitas pada wanita subur (WUS). Tahun 2021, terdapat 70% kasus keputihan. Kurangnya pemahaman dan praktik personal hygiene yang buruk dapat menjadi faktor pemicu kejadian keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian keputihan berdasarkan perilaku personal hygiene pada remaja putri. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan pada 12 Posyandu yang terdapat di Desa Suradita Kabupaten Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah 168 responden remaja putri yang mengalami keputihan, sedangkan sampel dalam penelitian ini setelah di lakukan pemilihan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 130 responden remaja puteri. Intrument yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner survey mawas diri (SMD). Hasil penelitian menunjukkan 19,2 % mengalami keputihan patologis dan 16,2% personal hygiene remaja putri buruk. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri dengan nilai p-value 0,001 (p < 0,05). Diperlukan edukasi mengenai personal hygiene yang baik untuk menambah pengetahuan remaja cara mencegah dan mengatasi keputihan sehingga keputihan patologis pada remaja dapat ditekan
Edukasi Diabetes pada Peserta Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan di Apotek Siaga Bandar Lampung
The increasing prevalence of diabetes in various countries reflects the negative impact of lifestyle changes, particularly low physical activity levels and unhealthy fast food consumption patterns. Diabetes mellitus is a metabolic condition marked by an increase in blood glucose levels, which is above 110 mg/dL when fasting and greater than 200 mg/dL after meals. Unhealthy lifestyles, lack of information, and low public awareness regarding the dangers, prevention, and management of diabetes mellitus are the main factors contributing to the rise in the prevalence of this disease. Recognizing the importance of lifestyle in the modern era, the participants of the community service event at Apotek Siaga expressed their desire to receive education regarding type 2 diabetes mellitus and healthy carbohydrate foods. This event aimed to provide participants with an opportunity to engage in productive activities that could enrich their knowledge. The event took place at Apotek Siaga, Jalan Dua Jalur BKP Kemiling, Bandar Lampung, on October 20, 2024, at 07:30 AM. This community service activity was conducted for 24 participants of the health check-up social service at Apotek Siaga. The educational method used was direct lecturing. To evaluate the increase in knowledge regarding type 2 diabetes mellitus and proper carbohydrate consumption, pretests were conducted before and posttests after the educational session. The results of the activity showed that 95.83% of participants' knowledge about type 2 diabetes mellitus and appropriate carbohydrate consumption improved after the education.
ABSTRAK
Peningkatan prevalensi diabetes di berbagai negara mencerminkan dampak negatif perubahan gaya hidup, terutama rendahnya tingkat aktivitas fisik dan pola konsumsi makanan cepat saji yang tidak sehat. Diabetes mellitus adalah suatu kondisi gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah, yakni lebih dari 110 mg/dL saat berpuasa dan melebihi 200 mg/dL setelah makan. Gaya hidup tidak sehat, kurangnya informasi, dan rendahnya kesadaran masyarakat terkait bahaya, pencegahan, serta pengelolaan diabetes mellitus menjadi faktor utama meningkatnya prevalensi penyakit ini. Sadar akan pola hidup di era modern membuat para peserta bakti sosial di Apotek Siaga menyampaikan keinginan mereka agar dapat diberikan edukasi terkait diabetes melitus tipe 2 dan pangan karbohidrat yang baik. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat dalam aktivitas produktif yang dapat memperkaya pengetahuan mereka. Kegiatan dilaksanakan di Apotek Siaga, Jalan Dua Jalur BKP Kemiling, Bandar Lampung pada tanggal 20 Oktober 2024 pukul 07.30 WIB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk 24 peserta bakti sosial pemeriksaan kesehatan di Apotek Siaga. Metode edukasi yang diterapkan adalah ceramah langsung. Untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan terkait diabetes melitus tipe 2 dan konsumsi karbohidrat yang tepat, dilakukan pretest sebelum dan posttest setelah sesi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan 95,83% peserta terkait diabetes melitus tipe 2 dan konsumsi karbohidrat yang tepat terdapat peningkatan setelah edukasi