Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Asesmen Kompetensi Minimum Anak dalam Membangun Fondasi Literasi-Numerasi dan Bagaimana Implikasi pada Pembelajaran Anak Usia Dini: Minimum Competency Assessment of Children in Building the Foundation of Literacy-Numeracy and Its Implications for Early Childhood Learning

    No full text
    This study aims to analyze the factors contributing to the low literacy and numeracy skills of fifth-grade students at Piga Elementary School through the AKM test, as well as to formulate strategies to improve these skills starting from Early Childhood Education. The research method used is context analysis with a combination of data triangulation. The results of the study show that students' literacy and numeracy skills are categorized as very low. The low literacy and numeracy skills of students are caused by the lack of adequate stimulation since early childhood education, less varied learning methods, and lack of parental support. Previous studies also support these findings, showing that strong literacy and numeracy skills from an early age are crucial foundations for future learning success. To address this issue, comprehensive efforts are needed, such as improving the quality of learning in Early Childhood Education, actively involving parents, and developing a more relevant curriculum. This study concludes that enhancing literacy and numeracy skills from an early age is a long-term investment in producing intelligent and competitive generations. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa di SDK Piga melalui tes AKM, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan kemampuan tersebut sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konteks dengan kombinasi triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi dna numerasi siswa masuk kategori sangat rendah. Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa disebabkan oleh kurangnya stimulasi yang memadai sejak PAUD, metode pembelajaran yang kurang variatif, serta kurangnya dukungan orang tua. Penelitian sebelumnya juga mendukung temuan ini, yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi yang kuat sejak dini merupakan fondasi penting untuk keberhasilan belajar di masa depan. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan upaya yang komprehensif, seperti meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD, melibatkan orang tua secara aktif, dan mengembangkan kurikulum yang lebih relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi dan numerasi sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan kompetitif

    Pattern Recognition untuk Klasifikasi Penyakit Kanker Kulit menggunakan Artificial Intelligence (AI)

    Full text link
    This research aims to classify skin cancer images using an artificial intelligence method called Convolutional Neural Networks (CNN). The study focuses on classifying skin cancer into 7 categories, using data from the International Skin Imaging Collaboration (ISIC). We employed the CNN algorithm to train the model, which involved learning features, classifying images, and optimizing the model. To evaluate the model's performance, we experimented with different training data proportions (70%, 80%, and 90%), dropout rates (0.5, 0.6, 0.7, and 0.8), and batch sizes (8, 16, 32, 64). The best results were achieved with 80% of the data for training, a dropout rate of 0.4, and a batch size of 16, resulting in an accuracy of 83.22%.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode kecerdasan buatan melalui algoritma Convolution Neural Network (C-NN) untuk mengklasifikasikan citra kanker kulit. Objek pada penelitian ini adalah klasifikasi kanker kulit dengan berdasarkan 7 kategori kanker kulit, sedangkan Data yang digunakan oleh peneliti adalah data  yang bersumber dari The International Skin Imaging Collaboration (ISIC). Metode yang digunakan peneliti adalah Algoritma Convolutional Neural Networks (CNN). Pada data training dilakukan pembelajaran fitur, klasifikasi, dan optimum model, dimana proses ini merupakan implementasi algoritma yang digunakan. Skenario pengujian dengan indikator skenario pengujian yaitu pembagian data training 70%, 80%, dan 90%, inisialisasi Dropout layer bernilai 0.5, 0.6, dan 0.7, dan 0,8 dan Batchsize bernilai 8, 16, 32, 64. Kesimpulan dari Penelitian ini adalah mendapatkan model terbaik dengan nilai akurasi 83.22% dari komposisi  data Taining 80%, Dropout 0.4 dan Batchsize 16

    Gambaran Tingkat Stres Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit

    Full text link
    Profesi perawat mempunyai risiko yang sangat tinggi terkena stres, karena perawat memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat tinggi terhadap keselamatan nyawa manusia. Salah satu faktor yang menjadi penyebab stres pada perawat yakni beban kerja yang terlalu berat, waktu kerja yang mendesak, konflik kerja, perbedaan nilai antar karyawan dengan pemimpin dan frustasi dalam kerja. Penelitian bertujuan mendeskripsikan gambaran tingkat stres kerja perawat di instalasi rawat inap RSUD RA Kartini Jepara. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif yang berfungsi mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti, dan menggunakan analisis univariat. Penelitian menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 79 orang. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden umur responden rata-rata paling banyak adalah pada rentang dewasa muda (umur 20-44 tahun) 54 responden (68,4%), jenis kelamin perempuan 70 responden (88,6%), menikah 75 responden (94,9%) masa kerja adalah > 10 tahun yaitu 57 responden (72,2%). Stress kerja sedang yaitu 32 responden (40,5%), stress kerja rendah sejumlah 28 responden (35,4%), dan sebagian kecil ialah stress kerja agak tinggi 19 responden (24,1%), adapun stress kerja tinggi tidak ditemukan. Sebagian besar stress kerja perawat yaitu dengan stress sedang sebesar 40,5%. Bagi layanan kesehatan rumah sakit agar lebih memperhatikan kondisi psikologis perawat dan beban kerja perawat

    Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Emosional Anak Berkebutuhan Khusus di SLB BC Fadhilah

    Full text link
    Abstract Parenting styles play a crucial role in influencing the emotional development of children with special needs. The emotional responses of these children vary depending on their specific needs, which can be assessed based on emotional triggers and their reactions to those triggers. Parents must adopt appropriate parenting styles that align with their child's disabilities and conditions to ensure optimal emotional development in the future. This study aims to examine the relationship between parenting styles and the emotional development of children with special needs at SLB BC Fadhilah. This research employs a quantitative method with a descriptive correlational approach. The study sample consists of parents of children with special needs, using a total sampling technique with 40 respondents. Parenting styles were measured using the Parenting Styles and Dimensions Questionnaire, while emotional development was assessed using an emotional development instrument adopted from Khotimah. Univariate analysis revealed that 20% of parents exhibited an authoritarian parenting style, while 80% adopted a democratic parenting style. Regarding emotional development, the majority of children were categorized as having moderate emotional development. The bivariate analysis, conducted using Spearman's test, showed that the correlation value between the democratic parenting style and children's emotional development was 0.248, while the correlation value for the authoritarian parenting style was also 0.248. These results indicate that there is no significant relationship between parenting styles and the emotional development of children with special needs. Abstrak Pola asuh orang tua merupakan hal yang sangat mempengaruhi perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus. Emosional anak berkebutuhan khusus berbeda sesuai dengan jenis kebutuhannya hal ini bisa ditinjau dari pemicu dan cara anak berkebutuhan khusus berespons terhadap pemicu emosi. Orang tua harus menentukan pola asuh yang sesuai dengan hambatan dan kondisi anak berkebutuhan khusus agar menentukan perkembangan emosional anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus di SLB BC Fadhilah.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini adalah orang tua anak berkebutuhan khusus dengan teknik pengambilan data total sampling sebanyak 40 responden. Pola asuh orang tua diukur dengan menggunakan Parenting Styles and Dimensions Questionnaire  dan perkembangan emosional diukur menggunakan instrumen perkembangan emosional yang telah diadopsi oleh Khotimah. Hasil analisis univariat karakteristik pola asuh otoriter (20%), dan demokratis (80%). Untuk perkembangan emosional didapatkan hasil bahwa perkembangan emosional mayoritas berada pada kategori cukup. Hasil analisis bivariat dengan uji spearman didapatkan nilai pola asuh orang tua demokratis terhadap perkembangan emosional anak 0.248 dan nilai pola asuh orang tua otoriter terhadap perkembangan anak 0.248 hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional. Tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus

    Analisis Kemampuan Konsep Perkalian pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II Ditinjau dari Teori Behavioristik

    Full text link
    Abstract Conceptual abilities can be expressed specifically in the context of changing behavior, re-expressing a concept, using a concept and being able to develop a concept. Changes in behavior experienced by students due to stimulus and responsse are called behaviorist theory, stimulus is whatever the teacher gives to the student while responsse is the student's responsse to the stimulus the teacher provides. The aim of this research is to analyze the ability of multiplication concepts in class II students' mathematics learning in terms of behavioristic theory. The population in this study were 9 students in grade II at SDN 3 Piji and the sample in this study was 3 students. This research uses a qualitative descriptive research type. The number of subjects that the researcher used was 3 using a purposive technique based on the criteria used by the researcher in the form of high students, medium students, and low students. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis techniques according to Miles and Huberman which include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of research at SDN 3 Piji show that the multiplication concept ability seen from behavioristic theory of students in the high student category shows changes in behavior such as being fluent in memorizing multiplications, memorizing multiplications and working on questions without help from the teacher. Students in the medium category showed changes in behavior such as not being fluent in memorizing multiplications and when memorizing multiplications students still counted using their fingers. Students in the low category show changes in behavior such as not being fluent in memorizing multiplications, not calculating multiplications but immediately answering with naughty answers and still needing help from the teacher. Abstrak Kemampuan konsep dapat dinyatakan secara khusus dalam konteks perubahan tingkah laku, mengungkapkan kembali sebuah konsep, menggunakan konsep dan dapat mengembangkan konsep. Perubahan tingkah laku yang dialami oleh siswa karena adanya stimulus dan respons disebut teori behavioristik, stimulus adalah apa saja yang diberikan oleh guru kepada siswa sedangkan respons adalah tanggapan siswa atas stimulus yang guru berikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan konsep perkalian pada pembelajaran matematika siswa kelas II ditinjau dari teori behavioristik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas II di SDN 3 Piji yang berjumlah 9 siswa dan sampel pada penelitian ini berjumlah 3 siswa. Subjek yang peneliti gunakan berjumlah 3 menggunakan teknik purposive berdasarkan kriteria yang digunakan peneliti berupa siswa tinggi, siswa sedang, siswa rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di SDN 3 Piji menunjukkan bahwa kemampuan konsep perkalian dilihat dari teori behavioristik siswa dengan kategori siswa tinggi menunjukkah perubahan tingkah laku seperti lancar dalam menghafal perkalian, menghafal perkalian dan mengerjakan soal tanpa bantuan dari guru. Siswa dengan kategori sedang menunjukkan perubahan tingkah laku seperti belum lancar dalam menghafal perkalian dan saat menghafal perkalian siswa masih menghitung menggunakan jari. Siswa dengan kategori rendah menunjukkan perubahan tingkah laku seperti tidak lancar dalam menghafal perkalian, tidak menghitung perkalian tetapi langsung menjawab dengan jawaban yang sembarangan dan masih memerlukan bantuan dari guru

    Membangun Lingkungan Sekolah yang Bebas dari Bullying untuk Mencegah Gangguan Kesehatan Mental pada Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Bullying in the school environment has become one of the prominent social problems and has a major impact on the psychological development and mental health of students. Based on statistical data, in 2023, 21,241 children became victims of bullying and the highest bullying rate of 25% occurred in elementary school children. Children who experience bullying are at higher risk of experiencing mental health disorders such as anxiety, depression, social isolation, and decreased academic achievement. In the long term, these negative impacts can persist into adulthood, affecting the quality of life and mental well-being of children. Students who experience bullying at school, whether physical, verbal, or through social media (cyberbullying), often do not have access to psychological support or a safe complaint mechanism. This causes many cases of bullying to go unreported or handled properly. In addition, the involvement of parties in schools, such as teachers, other students, and parents, in preventing and handling bullying cases is often less than optimal. Bullying prevention education needs to be provided to students in elementary schools to prevent bullying in the school environment. The involvement of teachers and parents is needed to prevent bullying in the school environment. The purpose of this community service activity is to increase children's knowledge about anti-bullying and children can prevent bullying by playing games, so that they can prevent mental health disorders in school-age children.   ABSTRAK Bullying di lingkungan sekolah telah menjadi salah satu masalah sosial yang menonjol dan berdampak besar pada perkembangan psikologis serta kesehatan mental siswa. Berdasarkan data statistik, pada tahun 2023, 21241 anak menjadi korban bullying dan angka bullying tertinggi 25% terjadi pada anak sekolah dasar. Anak-anak yang mengalami bullying berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, isolasi sosial, hingga menurunnya prestasi akademik. Dalam jangka panjang, dampak negatif ini dapat bertahan hingga dewasa, memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan mental anak. Siswa yang mengalami bullying di sekolah, baik fisik, verbal, maupun melalui media sosial (cyberbullying), sering kali tidak memiliki akses terhadap dukungan psikologis atau mekanisme pengaduan yang aman. Hal ini menyebabkan banyak kasus bullying yang tidak dilaporkan atau ditangani dengan baik. Selain itu, keterlibatan pihak-pihak di sekolah, seperti guru, siswa lain, dan orang tua, dalam pencegahan dan penanganan kasus bullying sering kali kurang optimal. Edukasi pencegahan bullying perlu diberikan kepada siswa di sekolah dasar perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Perlu peran serta antara guru dan orangtua untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang anti bullying dan anak dapat melakukan pencegahan bullying dengan melakukan permainan, sehingga dapat mencegah gangguan kesehatan mental pada anak usia sekolah.

    Perancangan Sistem Informasi Analisis Faktor Penyebab dan Penanganan Pelanggaran Ubudiyah berbasis Web di Pesantren

    Full text link
    Perancangan sistem informasi berbasis web dalam memantau pelanggaran ubudiyah di asrama membantu pengelola dalam menyajikan informasi secara real-time, sehingga tercipta lingkungan disiplin yang sesuai dengan nilai-nilai agama.  Perncangan sistem informasi ini mampu menyajikan data yang akurat, efektif, dan efisien, mempermudah pengelola dalam pengelolaan pelanggaran. Penggarapan sistem informasi menggunakan metode Waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan perancangan. Sistem informasi akan menyajikan informasi berupa pelanggaran santri terhadap peraturan ubudiyah yang bertugas menetibkan tentang kegiatan keagaamaan seperti tertib shalat jamaah, rajin baca yasin, burda dan tahlil ataua kegiatan lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan manajemen kepatuhan santri di pesantren.  Kata Kunci: pelanggaran ubudiyah, sistem informasi berbasis web, asrama pesantren, kedisiplinan santri, metode Waterfall.    Designing a web-based information system to monitor ubudiyah violations in dormitories helps managers present real-time information, thereby creating a disciplined environment that is in accordance with religious values.  This information system design is capable of presenting accurate, effective and efficient data, making it easier for managers to manage violations. The development of the information system uses the Waterfall method, which includes the design requirements analysis stage. The information system will provide information in the form of students' violations of ubudiyah regulations which are tasked with regulating religious activities such as orderly congregational prayers, diligent reading of yasin, burda and tahlil or other activities. It is hoped that this research can contribute to improving student compliance management in Islamic boarding schools. To improving student compliance management in Islamic boarding schools. Keyword: ubudiyah violations, web-based information system, Islamic boarding school dormitories, student discipline, Waterfall method

    Akupressure Titik Li4 Meningkatkan Kualitas Kontraksi pada Ibu dengan Ketuban Pecah Dini: Acupressure on The Li4 Meridian Point Improves Contraction Quality in Mothers With Premature Rupture of Membranes

    Full text link
    Premature rupture of membranes (PROM) is a complication that occurs when the amniotic sac ruptures before labor signs appear. The management of PROM includes labor induction or cesarean section if induction fails. One non-pharmacological method of labor induction is acupressure. Acupressure at the Li4 point stimulates the pituitary gland and hypothalamus to produce oxytocin, which in turn stimulates uterine contractions. With acupressure stimulation at the Li4 point as a complementary therapy alternative before medical induction, it is expected to serve as a natural labor induction and reduce dependence on pharmacological induction. The aim of this study is to determine the effectiveness of acupressure at the Li4 point on the quality of contractions in women with PROM. This research is a quantitative study with a quasi-experimental design, specifically a one-group pretest and posttest design. The sampling technique used is purpossive sampling, with a sample of 20 term pregnant women experiencing PROM at RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. The research instruments include SOP for Li4 point acupressure, SOP for contraction quality assessment, and a contraction observation sheet. The analysis used was the Wilcoxon test. The research results showed that there was an effect of acupressure at the Li4 point on contraction frequency with a p-value of 0.000 (p < 0.05), and an effect on contraction duration with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Therefore, it can be concluded that acupressure at the Li4 point affects contraction quality, as seen from the increased frequency and duration of contractions in women with PROM at RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran   Abstrak Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi yang terjadi ketika selaput ketuban pecah sebelum tanda persalinan muncul.Tata laksana KPD meliputi induksi persalinan atau dilakukan sectio caesaria jika induksi gagal. Penggunaan metode induksi persalinan non-farmakologi salah satunya seperti akupresur. Akupresur pada titik Li4 dapat merangsang kelenjar hipofisis dan pituitary untuk memproduksi oksitosin yang pada gilirannya merangsang kontraksi rahim. Dengan stimulasi akupresur titik Li4 sebagai alternatif terapi komplementer sebelum induksi medis diharapkan dapat menjadi induksi alami persalinan dan mengurangi ketergantungan pada induksi farmakologi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan akupresur pada titik Li4 terhadap kualitas kontraksi pada ibu dengan ketuban pecah dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperiment one group pretest dan posttest design, teknik pengambilan sampel purpossive sampling dengan sampel 20 ibu hamil aterm yang mengalami ketuban pecah dini di RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran, Alat penelitian menggunakan SOP akupresur titik Li4, SOP penilaian kualitas kontraksi dan Lembar observasi kontraksi. Analisis yang digunakan yaitu uji willcoxon. Hasil penelitian  menunjukkan terdapat pengaruh akupresur titik LI4 terhadap frekuensi kontraksi dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) serta terdapat pengaruh terhadap durasi kontraksi dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh akupresur titik Li4 terhadap kualitas kontraksi yang dapat dilihat dengan peningkatan  frekuensi dan durasi kontraksi pada ibu dengan ketuban pecah dini di RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran

    Pelatihan Penanganan Cedera Ankle dengan Metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) pada Pelajar di SMPN 4 Ungaran

    Full text link
    Sports injuries are soft or hard tissue damage caused by impact, physical activity that exceeds the training load limit, which can cause pain. Proper handling of sports injuries is expected not to deepen damage to body tissue. The purpose of this community service is to provide education and training on handling ankle injuries with the RICE method (Rest, Ice, Compression, Elevation), so that it can increase knowledge about sports injuries and, at the same time, handle ankle injuries in students. This activity was carried out at SMPN 4 Ungaran, Ungaran Barat District, Semarang Regency. Participants in this activity included 32 grade VIII students with the aim of forming independent characters in students. The methods used in this activity include several stages, namely the preparation stage, the activity implementation stage, and the monitoring and evaluation stage. The results of this community service activity showed an increase in the knowledge of class VIII students of SMPN 4 Ungaran regarding the handling of sports injuries, especially ankle injuries, using the RICE method (Rest, Ice, Compression, Elevation). Based on the evaluation data before and after the training, the following results were obtained: The number of participants in the good category increased by 59.3%, the number of participants in the sufficient category decreased by 46.8%, and the number of participants in the less category decreased by 12.5%. Based on the results of the activities that have been carried out, it can be concluded that educational and training activities regarding the handling of ankle injuries using the RICE method have succeeded in increasing the knowledge of class VIII students at SMPN 4 Ungaran. This training is effective in changing the understanding of participants from the less and sufficient categories to the good category.   ABSTRAK Cedera olahraga merupakan adanya kerusakan jaringan lunak maupun keras yang diakibatkan adanya benturan, aktivitas fisik yang melebihi batas beban latihan sehingga dapat menimbulkan nyeri. Penanganan yang tepat dalam cedera olahraga diharapkan tidak memperdalam kerusakan pada jaringan tubuh. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan tentang penanganan cedera ankle dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), sehingga dapat meningkatkan pengetahuan tentang cedera olahraga dan sekaligus penanganan cedera ankle pada pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 4 Ungaran Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Peserta dalam kegiatan ini meliputi siswa kelas VIII yang berjumlah 32 orang dengan tujuan membentuk karater kemandian pada siswa. Adapaun metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi bebrapa tahap, yaitu tahapan persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan, dan tahap monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta didik kelas VIII SMPN 4 Ungaran mengenai penanganan cedera olahraga, khususnya cedera ankle, dengan menggunakan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Berdasarkan data evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan, diperoleh hasil sebagai berikut: Jumlah peserta dengan kategori baik meningkat sebesar 59,3%, jumlah peserta dengan kategori cukup mengalami penurunan sebesar 46,8%, dan jumlah peserta dengan kategori kurang mengalami penurunan sebesar 12,5%. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi dan pelatihan mengenai penanganan cedera ankle dengan metode RICE berhasil meningkatkan pengetahuan siswa kelas VIII di SMPN 4 Ungaran. Pelatihan ini efektif dalam mengubah pemahaman peserta dari kategori kurang dan cukup menjadi kategori baik

    Implementasi Metode CNN dalam Mengklasifikasi Berita Bohong Dan Ujaran Kebencian UU ITE Dataset

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Convolutional Neural Network (CNN) dalam mengklasifikasikan berita bohong dan ujaran kebencian pada dataset UU ITE. Penelitian menggunakan pendekatan Knowledge Discovery in Databases (KDD) yang diimplementasikan melalui platform RapidMiner. Dataset yang digunakan berasal dari sumber terbuka Kaggle yang berisi konten digital berbahasa Indonesia terkait dengan pelanggaran UU ITE. Proses penelitian dimulai dengan tahap preprocessing data yang meliputi case folding, penghapusan karakter khusus, dan normalisasi teks. Implementasi CNN dilakukan dengan menggunakan operator Deep Learning di RapidMiner, dikonfigurasi dengan fungsi aktivasi Rectifier dan 10 epochs untuk proses pembelajaran. Evaluasi model dilakukan menggunakan metrik standar termasuk akurasi, precision, dan recall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mencapai akurasi sebesar 49.99%, weighted mean recall 33.33%, dan weighted mean precision 16.67%. Confusion matrix menunjukkan 3684 data terklasifikasi sebagai True Positive dan 1842 data sebagai False negative. Meskipun hasil ini mengindikasikan perlunya pengembangan lebih lanjut, penelitian ini berhasil membangun fondasi untuk sistem klasifikasi otomatis konten digital berbahasa Indonesia. Rekomendasi untuk pengembangan mencakup peningkatan kualitas dataset, optimasi parameter model, dan penerapan teknik preprocessing tambahan untuk meningkatkan akurasi klasifikasi. Kata Kunci: Jaringan Syaraf Tiruan, Twitter, Ujaran Kebencian, Berita Palsu, RapidMine

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇