Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Pelatihan Terapi Nonfarmakologi untuk Mengurangi Kecemasan sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Masyarakat Desa Tambakboyo
Training is a learning activity that aims to improve cognitive and psychomotor abilities. This ability improvement aims to be able to apply what has been trained. One of the trainings that can be given to the community is non-pharmacological therapy training. The skills to carry out non-pharmacological therapy can be used to overcome symptoms or handle health problems as an initial nursing action. Several non-pharmacological therapies based on evidence-based practice are widely used to maintain mental health and overcome anxiety. The purpose of this activity is to improve the ability to recognize anxiety problems, carry out several non-pharmacological therapies as a prevention effort that can later be used to overcome mental health problems experienced, especially anxiety, and share the skills possessed with other community members. The method used in this service activity is to start with an in-depth interview, then a participatory method and training. The results obtained from this service activity are the needs of the community related to the problem of maintaining health, especially mental health, community participation in activities and the implementation of training activities with the results of an increase in the level of skills in carrying out good non-pharmacological therapy reaching 85.96% and maximum participation with 100% attendance. The main conclusion of this community service activity is that training activities, especially non-pharmacological training, will improve skills as an effort to maintain community mental health.
ABSTRAK
Pelatihan merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pada kognitif sekaligus psikomotor. Peningkatan kemampuan ini memiliki tujuan agar mampu mengaplikasikan apa yang sudah dilatihkan. Salah satu pelatihan yang bisa diberikan kepada masyarakat adalah pelatihan terapi nonfarmakologi. Keterampilan melakukan terapi nonfarmakologi dapat digunakan untuk mengatasi gejala atau penanganan masalah kesehatan sebagai tindakan keperawatan awal. Beberapa terapi nonfarmakologi berdasarkan evidencebased practice banyak digunakan untuk menjaga kesehatan mental dan mengatasi kecemasan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dalam mengenali masalah kecemasan, melakukan beberapa terapi nonfarmakologi sebagai Upaya pengahan yang nantinya bisa digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang dialami khususnya kecemasan dan membagi ketrampilan yang dimiliki kepada anggota Masyarakat lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabian ini adalah diawali dengan in depth interview selanjutnya metode partisipasif serta pelatihan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah diketahui kebutuhan masyarakat terkait masalah menjaga kesehatan khususnya kesehatan mental, partisipasi masyarakat dalam kegiatan dan terlaksana kegiatan pelatihan dengan hasil peningkatan tingkat ketrampilan melakukan terapi nonfarmakologi yang baik mencapai 85,96% serta partisipasi yang maksimal dengan kehadiran 100%. Kesimpulan utama dari kegiatan pengabian kepada Masyarakat ini adalah kegiatan pelatihan khususnya pelatihan nonfarmakologi akan meningkatkan ketrampilan sebagai Upaya menjaga kesehatan mental Masyarakat.
Edukasi Metode Stimulasi Bicara Flash Card untuk Pencegahan Speech Delay di PAUD Tunas Buana
Speech development in early childhood is important because it affects cognitive development. The developmental delay that is often experienced by children is speech development. Speech delay in children is the development of speech ability that is lacking and their ability is below the speech ability of children of the same age which can be seen based on articulation and choice of words to be spoken. Children with speech delays need to be given appropriate stimulus, either from parents, teachers, caregivers, or people around them. Flash cards are one of the media that can be given in the learning process and can be used as a stimulus that can be given to children who experience speech delays. This community service aims to provide education to educators and parents at Tunas Buana PAUD about the speech stimulation method using flash cards, as well as to help detect speech delay early. The methods used are socialization, education and practice. Community service activities entitled Education on Flash Card Speech Stimulation Methods for Preventing Speech Delay at Tunas Buana PAUD have succeeded in increasing the understanding and ability of parents and teachers about stimulating speech ability in children using flash card media.
ABSTRAK
Perkembangan bicara pada anak usia dini penting karena mempengaruhi perkembangan kognitifnya. Keterlambatan perkembangan yang sering dialami oleh anak adalah perkembangan bicara. Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak merupakan perkembangan kemampuan bicara yang kurang serta kemampuannya berada di bawah kemampuan berbicara pada anak seusianya yang dapat dilihat berdasarkan artikulasi dan pemilihan kata yang akan diucapkan. Anak dengan keterlambatan bicara perlu diberikan stimulus yang sesuai baik itu dari orangtua, guru, pengasuh, ataupun orang yang ada di sekitarnya. Flash card merupakan salah satu media yang dapat diberikan dalam proses belajar dan dapat dijadikan sebagai stimulus yang dapat diberikan kepada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pendidik dan orang tua di PAUD Tunas Buana tentang metode stimulasi bicara menggunakan flash card, sekaligus membantu deteksi dini speech delay.Metode yang di guankan adalah sosialaisasi, edukasi dan praktik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Edukasi Metode Stimulasi Bicara Flash Card untuk Pencegahan Speech Delay di PAUD Tunas Buana telah berhasil meningatakn pemahaman dan ekmampuan orang tua dan guru tentang stimulai kemampuan bicara pada anak deengan mengguankan medi flash card
Penerapan Algoritma K-Means Clustering Pada Penjualan Produk Skincare
Data mining dapat membantu perusahaan menentukan strategi pemasaran. Industri kecantikan, khususnya produk skincare, telah mengalami pertumbuhan yang signifikan di era digital saat ini. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, sangat penting bagi perusahaan untuk menganalisis data pelanggan guna mengoptimalkan strategi penjualannya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma K-Means Clustering dalam pengelompokan produk skincare berdasarkan data penjualan dengan bantuan perangkat lunak RapidMiner.
Proses penelitian meliputi beberapa tahapan, mulai dari seleksi data, preprocessing, normalisasi, transformasi atribut, hingga penerapan algoritma K-Means. Hasil dari pengelompokan ini mengidentifikasi tiga kelompok produk skincare berdasarkan pola penjualan yang ada, memberikan wawasan berharga bagi pelaku bisnis dalam merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian ini membuktikan bahwa algoritma K-Means merupakan alat analisis yang andal untuk mendukung pengambilan keputusan dalam dunia bisnis.
Kata Kunci: Data Mining, K-Means Clustering, Skincare, RapidMine
Perancangan Sistem Informasi Inventaris di MA Salafiyah Syaf Bataan Tenggarang
Perancangan Sistem informasi inventaris barang ini dilakukan bertujuan untuk mempermudah pencatatan data barang yang cukup banyak dan rumit serta masih dikelola secara manual pada Ma Salafiyah Syaf Batan Tenggarang. Sistem informasi yang dirancang terdiri dari beberapa bagian antara lain: pencatatan data tempat inventaris, pencatatan barang masuk, pencatatan barang keluar, mutasi barang serta pembuatan laporan barang masuk dan laporan barang keluar. Hasil implementasi dari Sistem informasi inventaris ini adalah pencatatan data inventaris serta pembuatan laporan inventaris lebih mudah untuk dilakukan. Dengan adanya sistem informasi inventaris barang ini, pekerjaan pendataan inventaris barang pada Ma Salafiyah Syaf Batan Tenggarang sudah dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
Kata Kunci: Sistem Informasi Inventaris Baran
Dampak Negatif dan Positif Youtube terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini (Studi Kasus di Lingkungan Pelita Kota Mataram): The Negative and Positive Impacts of Youtube on Early Childhood Language Development (Case Study in the Pelita Environment of Mataram City)
This study aims to identify the impact of YouTube on the language development of early childhood in the Pelita area of Mataram City. YouTube, as one of the most popular digital platforms, attracts not only adults but also children, who are increasingly involved in the content presented. Using a descriptive qualitative method, this study describes the conditions in the field in detail through interviews with parents and observations of children's behavior when they access YouTube content. Research shows that YouTube has a dual impact on children's language development. On the one hand, children who watch educational content tend to experience increased vocabulary, foreign language comprehension, and communication skills. However, on the other hand, children can also be exposed to indecent words and inappropriate content, which can affect the way they communicate. Therefore, parental supervision is needed so that the benefits of positive content are more optimal and the risk of negative content can be reduced.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak youtube terhadap perkembangan bahasa anak usia dini di lingkungan Pelita Kota Mataram. YouTube, sebagai salah satu platform digital yang paling populer, tidak hanya menarik perhatian orang dewasa tetapi juga anak-anak, yang semakin terlibat dalam konten-konten yang disajikan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggambarkan kondisi di lapangan secara rinci melalui wawancara dengan orang tua dan observasi terhadap perilaku anak-anak saat mereka mengakses konten YouTube. Penelitian menunjukkan bahwa youtube memiliki dampak ganda pada perkembangan bahasa anak. Di satu sisi, anak yang menonton konten edukatif cenderung mengalami peningkatan kosakata, pemahaman bahasa asing, dan keterampilan berkomunikasi. Namun, di sisi lain, anak juga dapat terpapar kata-kata tidak senonoh dan konten kurang pantas, yang dapat memengaruhi cara berkomunikasi mereka. Karena itu, diperlukan pengawasan orang tua agar manfaat dari konten positif lebih optimal dan risiko konten negatif dapat dikurangi
Analisis Creative Problem Solving (CPS) pada Anak Berbakat (Gifted And Talented Children) di Usia Prasekolah: Analysis Of Creative Problem Solving in Gifted and Talented Children at Preschool Age
Gifted & Talented Children demonstrate abilities or potential that are far above average in one or more specific areas, such as academics, arts, or sports. The development of Creative Problem-Solving Skills in gifted children is key to forming the foundation of problem-solving abilities that will support children throughout their lives. This study examines how the development of CPS in gifted children at preschool age through reputable articles. This study uses a systematic literature review method with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) flow. The data obtained were analyzed using an Interactive qualitative data analysis model with the help of NVIVO 12 software. Literature was taken from reputable databases such as Scopus, Springer, Sciendirect, DOAJ and Google Scholar databases. There are 4 steps to conducting a literature review, namely: identifying the topic/issue to be reviewed (identification), selecting similar articles (screening), analyzing literature that meets the appropriate requirements (eligibility), compiling a review writing (included). The results of the study showed that there are several factors that influence the development of CPS in gifted children at preschool age, including family environment, parenting patterns, learning methods obtained at school, social interactions with peers, and psychological factors including emotional intelligence and motivation.
ABSTRAK
Anak berbakat (Gifted & Talented Children) menunjukkan kemampuan atau potensi yang jauh di atas rata-rata dalam satu atau lebih pada bidang tertentu, seperti akademik, seni, atau olahraga. Perkembangan Keterampilan Pemecahan Masalah Kreatif (Creative Problem Solving) pada anak berbakat menjadi kunci untuk membentuk dasar kemampuan pemecahan masalah yang akan mendukung anak sepanjang hidup. Penelitian ini mengkaji bagaimana perkembangan CPS anak berbakat pada usia prasekolah melalui artikel bereputasi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematik (Systematic Literature Review) dengan alur PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif Interaktif dengan bantuan perangkat lunak NVIVO 12. Literatur diambil melalui database beriputasi seperti dari database Scopus, Springer, Sciendirect, DOAJ dan Google Scholar. Ada 4 langkah untuk melakukan tinjauan literatur yaitu: mengidentifikasi topik/isu yang akan di telaah (identification), memilih artikel yang sejenis (screening), menganalisis literatur yang sesui persyartan yang sesuai (eligibility), menyusun penulisan review (included). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa factor yang mempengaruhi perkembangan CPS anak berbakat pada usia prasekolah diantaranya lingkungan keluarga, pola asuh, metode pembelajaran yang didapatkan disekolah, interaksi sosial dengan teman sebaya, dan faktor psikologis termasuk kecerdasan emosional dan motivasi
Gambaran Wound Care (Modern Dressing) dalam Mengatasi Gangguan Integritas Kulit dan Jaringan Ulkus Diabetikum (Studi Kasus)
Ulkus diabetikum merupakan gangguan pada kulit atau jaringan yang ditandai dengan adanya nekrosis atau jaringan mati. Infeksi merupakan faktor risiko utama terjadinya luka gangren yang dapat menyebabkan sirkulasi darah menurun, sepsis, dan bahkan kematian. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan pendekatan modern dressing dalam mengatasi gangguan integritas kulit dan jaringan pasien diabetes mellitus yang mengalami ulkus diabetikum. Jenis penelitian deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan berupa pemberian tindakan modern dressing. Sampel adalah pasien dengan ulkus diabetikum. Hasil penelitian didapatkan bahwa selama pengelolaan luka ditemukan data yaitu rasa nyeri berkurang, luka menyempit, jaringan baru mulai muncul, tidak ada perdarahan, slough hilang, kulit di sekitar luka tidak kemerahan, dan kulit mati tampak berkurang. Perawatan luka dengan pendekatan modern dressing terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka. Penggunaan modern dressing dapat dilanjutkan selama perawatan dirumah yang dilakukan oleh tenaga ahli
Gambaran Pengelolaan Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif melalui Edukasi Kesehatan pada Keluarga Lanjut Usia dengan Demensia (Studi Kasus)
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif pada keluarga lanjut usia merupakan tantangan signifikan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan lansia. Lansia sering menghadapi kesulitan dalam memelihara kesehatan secara efektif, terutama pada anggota keluarga yang menderita demensia. Demensia adalah salah satu masalah kesehatan umum yang banyak dianggap sebagai hal yang wajar untuk dihadapi oleh keluarga lanjut usia, sehingga dalam upaya pengelolaan pemeliharaan kesehatannya sering kali kurang optimal. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan strategi tindakan yang efektif dalam mengelola pemeliharaan kesehatan bagi keluarga lanjut usia dengan demensia di wilayah Puskesmas Pudakpayung, Kota Semarang. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan, yang mencakup pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil pengelolaan pemeliharaan kesehatan tidak efektif melalui edukasi kesehatan pada keluarga lanjut usia dengan demensia yang terlaksana selama tiga hari menunjukkan bahwa masalah pemeliharaan kesehatan tidak efektif pada keluarga lanjut usia dapat teratasi. Saran bagi keluarga agar terus memberikan dukungan dan bantuan kepada anggota lanjut usia yang mengalami demensia dalam upaya pemeliharaan kesehatannya
Sumber Informasi Orang Tua Siswa Sekolah Dasar tentang Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak
Abstract
Child sexual abuse (CSA) in Indonesia remains a serious issue, with the number of cases continuing to rise. One of the causes of CSA is the lack of exposure to information among parents, compounded by the perception that the topic is taboo. Parents need to obtain adequate information to educate their children about preventing CSA. Information can be accessed from various sources, such as individuals, conventional media, and social media. This study aims to identify the sources of information about CSA prevention that parents utilize. The research was conducted in October 2024 using a descriptive quantitative research design with a sample of 100 parents of students in grades 1–6 at elementary schools in the Dayeuhkolot subdistrict, Bandung Regency. The sampling technique employed was stratified random sampling. The instrument used was a questionnaire developed by Solehati, (2022) titled "Prevention of Sexual Violence in Elementary School-Aged Children Involving the Role of Parents and Teachers in West Java," which includes demographic data and information sources. Data collection was conducted through Google Forms. Data analysis consisted of frequency distribution and percentages of the information sources used by parents, presented in graphical form. The results showed that almost all respondents (88%) used social media as a source of information about CSA prevention. To develop CSA prevention programs, healthcare workers and teachers are advised to incorporate the use of social media to enhance CSA prevention efforts among parents.
Abstrak
Kekerasan seksual pada anak (KSA) di Indonesia saat ini masih menjadi masalah serius dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Salah satu penyebab terjadinya KSA karena orang tua kurang terpapar informasi disertai adanya anggapan tabu. Orang tua harus mendapatkan informasi yang memadai agar dapat memberikan edukasi tentang pencegahan KSA. Informasi dapat diakses dari berbagai sumber seperti manusia, media konvensional, dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber informasi pencegahan KSA yang didapatkan orang tua. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel orang tua siswa kelas 1-6 berjumlah 92 orang di Sekolah Dasar wilayah Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang dibuat oleh Solehati, (2022) tentang “Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Usia Sekolah Dasar dengan Melibatkan Peran Orang tua dan Guru Sekolah di Jawa Barat” yang berisi data demografi serta sumber informasi. Teknik pengumpulan data melalui Google Form. Analisis data berupa distribusi frekuensi dan persentase sumber informasi orang tua yang disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden (88%) menggunakan media sosial sebagai sumber informasi tentang pencegahan KSA. Untuk mengembangkan program pencegahan KSA petugas kesehatan dan guru disarankan melibatkan penggunaan media sosial dalam meningkatkan upaya pencegahan KSA pada orang tua
Hubungan Jenis Kelamin dengan Pengetahuan Siswa tentang Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Remaja Awal di SDN Dayeuh Kolot
Abstract
Cases of child sexual abuse (CSA) had reached an "Gawat Sexual Abuse" status. One of the causes of CSA was children's lack of knowledge about CSA prevention. Differences in gender roles and the strong influence of patriarchal ideology in society affected children's knowledge of CSA prevention. The risk of CSA increased when children entered early adolescence, as this period involved a phase of tansition. The aim of this study was to determine the relationship between gender and students' knowledge of CSA prevention in early adolescents. This research was a quantitative study with a correlational analytic approach. The study was conducted at SDN Dayeuh Kolot, Bandung Regency, from August to November 2024, involving 45 students from grades 4-6 of SDN Dayeuh Kolot. The sampling technique used was total sampling. The instrument used was a questionnaire developed by Solehati et al. (2022), which had been tested for validity and reliability. Data collection was carried out using a questionnaire distributed directly to students, consisting of demographic data and seven questions regarding knowledge of CSA prevention. Data analysis used univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents were female (55.6%), and most respondents had good knowledge (57.8%). The bivariate analysis results showed a p-value of 0.095. From these findings, it was concluded that there was no relationship between gender and students' knowledge of CSA prevention in early adolescents at SDN Dayeuh Kolot.
Abstrak
Kasus kekerasan seksual pada anak (KSA) sudah berstatus “Gawat Sexual Abuse”. Salah satu penyebab terjadinya KSA adalah kurangnya pengetahuan anak tentang pencegahan KSA. Adanya perbedaan dalam peran gender dan ideologi patriarki yang masih kental di masyarakat mempengaruhi pengetahuan anak tentang pencegahan KSA. Risiko KSA meningkat ketika anak memasuki masa remaja awal karena pada usia tersebut terjadi fase transisi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan pengetahuan siswa tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak remaja awal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan analitik korelasional. Penelitian dilakukan di SDN Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung pada bulan Agustus-November 2024 dengan melibatkan 45 siswa kelas 4-6 SDN Dayeuh Kolot. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terstandarisasi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang diberikan secara langsung kepada siswa yang berisi data demografi dan 7 pertanyaan mengenai pengetahuan pencegahan KSA. Analisis data menggunakan univariat yaitu distribusi frekuensi dan bivariat yaitu Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (55.6%), sebagian besar responden berpengetahuan baik (57.8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan p-value sebesar 0.095. Dari temuan ini diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan siswa tentang pencegahan KSA pada remaja awal di SDN Dayeuh Kolot.