Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Penerapan Data Mining Untuk Mengelompokkan Penyebaran Covid-19 di Indonesia Menggunakan Algoritma K-Means
Pandemi COVID-19 yang dimulai pada akhir 2019 telah berdampak signifikan pada sektor kesehatan, ekonomi, dan sosial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi geografis dan demografis yang beragam di Indonesia menghadirkan tantangan unik dalam memahami penyebaran kasus COVID-19. Variasi dalam distribusi kasus dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, mobilitas antar wilayah, dan akses layanan kesehatan. Pendekatan berbasis data menjadi krusial untuk mengidentifikasi pola penyebaran dan mengembangkan strategi mitigasi yang efektif.Algoritma clustering K-Means digunakan sebagai metode data mining untuk mengelompokkan wilayah di Indonesia berdasarkan kesamaan karakteristik kasus COVID-19. Data sekunder, termasuk jumlah kasus, tingkat kesembuhan, dan angka kematian, diproses menggunakan aplikasi RapidMiner. Analisis menghasilkan tiga kluster: wilayah dengan prevalensi tinggi, sedang, dan rendah. Hasil tersebut konsisten dengan perhitungan manual, yang menunjukkan efektivitas algoritma serta keandalan RapidMiner dalam menangani data skala besar dan kompleks.Hasil clustering memberikan wawasan berharga tentang pola distribusi COVID-19, sehingga memungkinkan perumusan kebijakan mitigasi yang lebih spesifik dan terarah. Selain itu, penerapan algoritma K-Means menunjukkan potensi untuk membangun sistem peringatan dini dalam mengantisipasi lonjakan kasus di masa depan. Pendekatan ini menegaskan pentingnya Algorithms, COVID-19, Data Mining, Indonesia, K-Means, Regional Clustering,pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan pandemi dan strategi alokasi sumber daya.
Kata Kunci: Algoritma, COVID-19, Data Mining, Indonesia, K-Means, Pengelompokan Wilaya
Analisis Dan Klasifikasi Sentimen Terhadap Brand Infinix Tecno dan Itel Menggunakan Kombinasi Metode Naive Bayes Dan Cosine Similarity
Di era digital yang serba cepat ini, smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Pasar smartphone yang kompetitif mendorong berbagai brand, termasuk Infinix, Tecno, dan Itel, untuk menawarkan produk dengan harga terjangkau namun berkualitas tinggi. Untuk memahami persepsi dan pengalaman konsumen terhadap brand ini, penelitian ini melakukan analisis sentimen menggunakan metode Naive Bayes pada komentar di media sosial YouTube. Data komentar dikumpulkan dari video YouTube yang berkaitan dengan Infinix, Tecno, dan Itel, lalu dipreproses dan dianalisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Naive Bayes memiliki performa yang baik, dengan akurasi rata-rata sebesar 78% untuk Infinix, 72% untuk Tecno, dan 77% untuk Itel. Evaluasi dengan metrik precision dan recall memberikan hasil yang beragam. Precision tertinggi dicapai pada label negatif untuk dataset Infinix, yaitu 100%, sementara recall tertinggi pada label positif untuk dataset yang sama mencapai 100%. Proses evaluasi menggunakan k-fold cross-validation menunjukkan konsistensi hasil model pada setiap iterasi. Secara keseluruhan, mayoritas sentimen konsumen terhadap Infinix adalah positif, sementara Tecno dan Itel memiliki distribusi sentimen yang lebih beragam.
Kata kunci: Analisis Sentimen, Naive Bayes, Media Sosial, YouTube, Smartphon
Sistem Informasi Monitoring Pengelolaan Data Kendaraan Angkutan Barang di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor Moutong Berbasis Web
Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Moutong menghadapi tantangan besar dalam memantau dan mengelola proyek infrastruktur. Sistem manual pengolahan data kendaraan angkutan barang di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor Moutong kerap menimbulkan ketidakefisienan, seperti ketidakakuratan data, keterlambatan pelaporan, dan transparansi terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi berbasis web untuk meningkatkan pemantauan dan pengelolaan data kendaraan angkutan barang. Metode penelitian menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall, meliputi komunikasi, perencanaan, pemodelan, konstruksi, dan penerapan. Hasil penelitian menunjukkan sistem berhasil mengintegrasikan pengumpulan data real-time, pelaporan otomatis, dan manajemen basis data terpusat, meningkatkan efisiensi operasional dan akuntabilitas. Umpan balik pengguna mengindikasikan kemudahan akses informasi dan berkurangnya beban administratif. Simpulan studi ini menyatakan bahwa adopsi sistem berbasis web dapat mengatasi kesenjangan proses manual dan mendukung pengambilan keputusan lebih baik dalam manajemen transportasi di Parigi Moutong.
Moutong Motorized Vehicle Weighing Implementation Unit (UPPKB) faces major challenges in monitoring and managing infrastructure projects. The manual data management system for monitoring freight vehicle operations at the Motor Vehicle Weighing Unit in Moutong often leads to inefficiencies, such as data inaccuracies, delays in reporting, and limited transparency. This study aims to develop a web-based information system to improve the monitoring and management of freight vehicle data. The research method follows the System Development Life Cycle (SDLC) with the Waterfall model, including needs analysis, system design, implementation, testing, and deployment. The results show that the system successfully integrates real-time data collection, automated reporting, and centralized database management, enhancing operational efficiency and accountability. Stakeholder feedback indicates improved ease of access to information and reduced administrative workload. This study concludes that adopting a web-based system can address existing gaps in manual processes and support better decision-making for transportation management in Parigi Moutong
Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Kelompok B1 di TK Desa Gentan: Implementation of Project Based Learning to Increase the Creativity of Group B1 Students in Gentan Village Kindergarten
This research aims to find out whether the application of the project based learning model can increase the creativity of children aged 5-6 years and how to increase the creativity of children aged 5-6 years through the project based learning model. This research was carried out at the Gentan Village Kindergarten. The method used is Classroom Action Research. Data collection is carried out through planning, action, observation and reflection. The subjects of this research were 15 children aged 5-6 years in group B1 at Gentan Village Kindergarten. From the research results, it was found that the creativity of children aged 5-6 years can be increased through the project based learning model. This was proven in cycle 1, the level of children's creativity was 39.31% and increased by 24.02% in cycle 2, namely to 63.33%, so the classroom action research was stopped at the stage of cycle 2. How to increase the creativity of children aged 5-6 years in Gentan Village Kindergarten through the application of a project based learning model with loose part media.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapam model pembelajaran project based learning dapat meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun dan bagaimana cara meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui model pembelajaran project based learning. Penelitian ini dilaksanakan di TK Desa Gentan. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun kelompok B1 di TK Desa Gentan sebanyak 15 anak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kreativitas anak usia5-6 tahun dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran project based learning. Hal ini dibuktikan pada siklus 1 tingkat kreativitas anak sebesar 39,31% dan mengalami peningkatan sebanyak 24,02% pada siklus 2 yaitu menjadi 63,33%, sehingga penelitian tindakan kelas dihentikan pada tahapann siklus 2. Cara peningkatan kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Desa Gentan melalui penerapan model pembelajaran project based learning dengan media loose part
Kompetensi Profesional Calon Guru PAUD dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Sistematis Literatur Review: Professional Competence of Prospective PAUD Teachers in Improving the Quality of Learning: Systematic Literature Review
One of the most important qualities that prospective PAUD teachers must have to encourage the development of high-quality learning is professional competence. Using a literature review study approach, this study seeks to investigate and evaluate how the professional competence of future PAUD teachers contributes to improving teaching standards. This study collects and examines various related literature, such as Google Scholar, OpenKnwledge, Sage, and ScienceDirect. Focusing on literature published in the last 10 years, namely between 2015 and 2024. This study will be conducted in three stages, starting with a literature search using the keywords "professional competence of PAUD teachers", "prospective PAUD teacher competence", and "quality PAUD learning" through predetermined literature sources, which resulted in 50 articles. In the second stage, the researcher will analyze the collected references and select 21 papers that meet the inclusion criteria. The results of the study indicate that proficiency in educational technology, the application of developmentally appropriate pedagogical approaches, and mastery of learning materials are components of the professional competence of prospective PAUD teachers. In addition, professional training, formal education, and direct experience in the field can help improve this competence. The difficulties experienced by prospective PAUD teachers, such as limited access to resources and training, were also highlighted in this study. To ensure that their professional competence can meet the demands of efficient and enjoyable learning, this study suggests improving education and training programs for prospective PAUD teachers.
ABSTRAK
Salah satu kualitas terpenting yang harus dimiliki oleh calon guru PAUD untuk mendorong pengembangan pembelajaran berkualitas tinggi adalah kompetensi profesional. Dengan menggunakan pendekatan studi tinjauan pustaka, penelitian ini berupaya untuk menyelidiki dan mengevaluasi bagaimana kompetensi profesional guru PAUD masa depan berkontribusi terhadap peningkatan standar pengajaran. Penelitian ini mengumpulkan dan meneliti berbagai literatur terkait, seperti Google Scholar, OpenKnwledge, Sage, dan ScienceDirect. Fokus pada literatur yang diterbitkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yaitu antara 2015 dan 2024. Penelitian ini akan dilakukan dalam tiga tahap, diawali dengan pencarian literatur dengan menggunakan kata kunci “kompetensi professional guru PAUD”, “kompetensi calon guru PAUD”, dan “pembelajaran PAUD berkualitas” melalui sumber literatur yang telah ditentukan, yang menghasilkan 50 artikel. Pada tahap kedua, peneliti akan menganalisis referensi yang terkumpul dan memilih 21 makalah yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemahiran dalam teknologi pendidikan, penerapan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan perkembangan, dan penguasaan materi pembelajaran merupakan komponen kompetensi profesional calon guru PAUD. Selain itu, pelatihan profesional, pendidikan formal, dan pengalaman langsung di bidang tersebut dapat membantu meningkatkan kompetensi ini. Kesulitan yang dialami oleh calon guru PAUD, seperti keterbatasan akses terhadap sumber daya dan pelatihan, juga disorot dalam penelitian ini. Untuk menjamin bahwa kompetensi profesional mereka dapat memenuhi tuntutan pembelajaran yang efisien dan menyenangkan, penelitian ini menyarankan peningkatan program pendidikan dan pelatihan bagi calon guru PAUD
Optimalisasi Pojok Baca dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca Siswa Kelas Rendah: Optimization of Reading Corner in Improving Reading Literacy Ability of Low Grade Students
This study aims to reveal the extent to which the reading corner optimization program can improve the reading literacy skills of children aged 6-7 years at SDK Masu. Through the Classroom Action Research approach that lasted for four months, this study intensively observed changes in students' literacy skills before and after the program was implemented. The results of the study show that the optimization of the reading corner can improve the reading literacy ability of low-grade students at SDK Masu. This can be seen from the percentage of students who have low literacy skills of 31% before the optimization of the reading corner and increased to 60.5% or in the medium category after the optimization of the reading corner. These findings indicate that by creating a conducive and interesting reading environment through the reading corner, students' interest in reading can be triggered and their literacy skills can be developed optimally. This study concludes that empirical evidence regarding ef.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejauh mana program optimalisasi pojok baca dapat meningkatkan kemampuan literasi membaca anak usia 6-7 tahun di SDK Masu. Melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang berlangsung selama empat bulan, penelitian ini secara intensif mengamati perubahan kemampuan literasi siswa sebelum dan setelah program dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya optimalisasi pojok baca dapat meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas rendah di SDK Masu. Hal ini dapat dilihat dari persentase siswa yang memiliki kemampuan literasi rendah sebesar 31% sebelum adanya optimalisasi pojok baca dan meningkat menjadi 60,5% atau berada pada kategori sedang setelah optimalisasi pojok baca.Temuan ini mengindikasikan bahwa dengan menciptakan lingkungan membaca yang kondusif dan menarik melalui pojok baca, minat baca siswa dapat dipicu dan kemampuan literasi mereka dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bukti empiris mengenai efektivitas program pojok baca dalam meningkatkan kualitas literasi anak usia dini dan berkontribusi pada pengembangan program literasi yang lebih komprehensif ke jenjang yang lebih tinggi
Hubungan Peran Orang Tua dengan Kemampuan Sosialisasi Anak Usia Prasekolah
Preschool children have the ability to move actively because their physical and motor development is getting better. During this period, significant biological, psychological, cognitive growth and development and socialization abilities occur. Socialization ability is a child's ability to adapt to the wider social world. One of the factors that influences the socialization abilities of preschool children is the role of parents. Meanwhile, the impact of the lack of parental role is that children become egoistic and individualistic. The purpose of this research to determine the relationship between the role of parents and the socialization abilities of preschool children. This research usesCorrelational analyticswith approachcross sectional. The population of this research was 128 respondents. The sample in this research was 97 respondents. Sampling techniquepropotionate random sampling, data collection tools using questionnaires. Test analysis using testskendall’s tau-b with p < α 0.05. The research results showed that the role of parents was in the good category as many as 66 people (68.0%). Most children's socialization abilities are in the sufficient category, namely 51 people (52.6%). Obtaining a p value = 0.000 < 0.05, it can be concluded that there is a relationship between the role of parents and the socialization abilities of preschool children. . The correlation coefficient value for socialization ability is 0.356, so it can be concluded that the relationship between the socialization ability variables is quite strong at a significance of 0.05, and the two variables have a positive relationship. There is a relationship between the role of parents and the socialization abilities of preschool children. It is hoped that parents can maintain stimulation, especially in the socialization aspect, to optimize children's socialization abilities.
ABSTRAK
Anak prasekolah mempunyai kemampuan untuk bergerak aktif karena perkembangan fisik – motoriknya sudah semakin baik. Pada masa ini, terjadi pertumbuhan dan perkembangan biologis, psikologis, kognitif, dan kemampuan sosialisasi yang begitu signifikan. Kemampuan sosialisasi merupakan kemampuan anak dalam beradaptasi dengan dunia sosial yang lebih luas. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan sosialisasi anak usia prasekolah adalah peran orang tua. Sementara itu, dampak dari kurangnya peran orang tua adalah anak-anak menjadi egoisme dan individualisme. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan Analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi peneltian ini adalah 128 responden. Sampel dalam peneltian ini 97 responden Teknik pengambilan sampel propotionate random sampling, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Uji analisis menggunakan uji kendall’s tau-b dengan p < α 0,05 Hasil penelitian menunjukkan peran orang tua dalam kategori baik sebanyak 66 orang (68,0%). Kemampuan sosialisasi anak paling banyak pada kategori cukup yaitu 51 orang (52,6%). Diperoleh nilai p value = 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara peran orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak usia prasekolah. . Nilai koefisiensi korelasi kemampuan sosialisasi sebesar 0,356 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan anatara variable kemampuan sosialisasi cukup kuat pada signifikansi 0,05, dan kedua variable memiliki hubungan yang positif. Ada hubungan peran orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak usia prasekolah. Diharapkan orang tua dapat mempertahankan stimulasi terutama pada aspek sosialisasi untuk mengoptimalkan kemampuan sosialisasi anak
Gambaran Pemilihan Bahan dan Higienitas Pengolahan Makanan Balita di Posyandu Wonotingal Kecamatan Candisari Semarang
Nutritional problems in Indonesia occur due to various factors, such as food intake, environment including hygiene and sanitation, socio-economic, family characteristics, and the presence of infection. Children who have poor nutritional status are susceptible to infection, because children were lack of immunity. Conversely, children who suffer from infections do not have sufficient appetite, resulting in children being malnourished and falling into poor nutritional status. So, infection and nutritional status were correlated. Malnutrition in children is influenced by the level of knowledge, attitudes and behavior of mothers in choosing the right food ingredients. The practice of selecting ingredients and hygiene of food processing is closely related to the emergence of certain diseases or infections, so further research is needed. This descriptive study focused on the description of the selection of ingredients and processing of toddler food by mothers, which wass carried out using a research instrument in the form of a questionnaire. The results of the study of 20 respondents (mothers of toddlers) conducted at the Posyandu of Wonotingal Village regarding the practice of mothers in preparing food for children (toddlers) were classified as "Defficient" in terms of the aspect of selecting ingredients and hygiene aspects of food processing, namely with indicators of selecting types of spices and toddler snacks, as well as the implementation of Clean and Healthy Living Behavior.
ABSTRAK
Masalah gizi di Indonesia terjadi karena beragam faktor, seperti asupan makanan, lingkungan termasuk higiene dan sanitasi, sosial ekonomi, karakteristik keluarga, adanya infeksi. Anak yang mempunyai status gizi kurang mudah terkena infeksi, karena anak tidak mempunyai daya tahan tubuh yang cukup. Sebaliknya, anak yang menderita infeksi tidak mempunyai nafsu makan yang cukup, akibatnya anak kekurangan gizi dan jatuh pada status gizi kurang, sehingga keterkaitan infeksi dengan status gizi mempunyai hubungan timbal balik yang kuat. Kurangnya gizi pada anak dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam memilih bahan makanan yang benar. Praktik pemilihan bahan dan higienitas pengolahan bahan pangan erat kaitannya dengan munculnya penyakit atau infeksi tertentu, sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Penelitian deskriptif ini berfokus pada gambaran pemilihan bahan dan pengolahan bahan makanan balita oleh Ibu, yang dilakukan dengan instrumen penelitian berupa kuisioner. Hasil penelitian terhadap sejumlah 20 responden (ibu balita) yang dilaksanakan di Posyandu Kelurahan Wonotingal terkait praktik ibu dalam penyiapan makanan anak (balita) tergolong “Kurang Baik” ditinjau dari aspek pemilihan bahan dan aspek higienitas pengolahan pangan, yaitu dengan indikator pemilihan jenis bumbu dan makanan selingan balita, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Perspektif Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Kata pada Anak Disleksia Usia Sekolah Dasar
Abstract
This research addresses reading difficulties in children, especially those with dyslexia, and the impact this has on their language skills. The main objective of this study was to understand the challenges dyslexic students face and teachers' analysis of the factors that cause these difficulties, and formulate strategies to help them. The approach used was descriptive qualitative, focusing on one dyslexic student. Difficulties included recognizing letters, reading words, and understanding sentences. Teacher and parent support is essential, and collaboration between them is needed to provide effective learning strategies.
Abstrak
Penelitian ini membahas kesulitan membaca pada anak, terutama yang mengalami disleksia, serta dampaknya terhadap kemampuan bahasa mereka. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami tantangan yang dihadapi siswa disleksia dan analisis guru terhadap faktor penyebab kesulitan ini, serta merumuskan strategi untuk membantu mereka. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, fokus pada satu siswa disleksia. Kesulitan termasuk mengenali huruf, membaca kata, dan memahami kalimat. Dukungan guru dan orang tua sangat penting, dan kolaborasi antara mereka diperlukan untuk memberikan strategi pembelajaran yang efektif
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Aplikasi Kahoot terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa
Abstract
The aim of the research is to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by the kahoot apllication on students` cognitive learning outcomes. The research method used is a quantitative approach with a pre-experemental design and using a one group pretest-posttest model. The populayion in this study were fifth grade student at SD Negeri Adikarto 1 who were selected using a saturated using a saturated sampling technque. The instrument used is a description test that has beeb validated. The result of this research show an increase in student learning outcomes, with an average pretest score of 51.92 increasing to 80.38 in the posttest score. The paired sample-t test statistical test shows a significance value of 0.000 < 0.05 which proves that there is a significant influence from the application of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by the kahoot application on student’s cognitive learning outcomes.
Abstrak
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi kahoot terhadap hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen dan menggunakan model one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Adikarto 1 yang dipilih melalui teknik sampel jenuh. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian yang telah divalidasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, dengan rata-rata nilai pretest 51.92 meningkat menjadi 80,38 pada nilai postest. Uji statistik Paired Sample t-tes menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 yang membuktikan adanya pengaruh signifikan dari penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi kahoot terhadap hasil belajar kognitif siswa