Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Linguistic categorization of teacher perceptions about BIPA learner errors and learning challenges: a multiple case study

    Get PDF
    This descriptive qualitative study investigated teacher perceptions about common BIPA learner errors and challenges, to contribute to the formation of a larger profile of Indonesian language learners and assist both materials developers and classroom teachers in anticipating and addressing these challenges. The data in this multiple case study was collected through interviews of four experienced BIPA instructors representing a range of instructor backgrounds with regard to gender, years taught, international teaching experience, and teaching context, although all were from a language, linguistics or humanities background. Learners taught ranged from approximately 15 national backgrounds, with the largest group being Australians, and most being in the A1-A2 CEFR range. Errors and challenges were identified in the areas of phonology, morphology, semantics, syntax, pragmatics, and with regard to language contact. The participants disagreed about the usefulness of existing BIPA materials, with some suggesting the need for more specialized materials

    Konflik Batin Tokoh dalam Cerpen Obat Genetik, Es Krim, dan Kanibal Karya Bernard Batubara (Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra)

    Get PDF
    This study aims to analyze the inner conflicts of characters in the short stories of Obat Genetik, Es Krim, and Kanibal by Bernard Batubara. This study used qualitative desriptive method by applying the theory of literary psychology. The character’s inner conflict can be identified using Sigmund Freud’s theory, namely the id, ego, and superego. The results indicated that the inner conflict in Obat Genetik, Es Krim, and Kanibal is caused by a sense of patrionalism, unrequited love, and trauma to the past. This research is expected to provide an understanding of psychological disorders caused by inner conflicts in it. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik batin tokoh dalam cerpen Obat Genetik, Es Krim, dan Kanibal karya Bernard Batubara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menerapkan teori psikologi sastra. Konflik batin tokoh dapat diidentifikasi menggunakan teori Sigmund Freud, yaitu Id, Ego, dan Superego. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik batin dalam cerpen tersebut disebabkan oleh rasa patrionalisme, cinta tak sampai, dan trauma terhadap masa lalu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang gangguan psikologis yang diakibatkan konflik batin dalam cerpen Obat Genetik, Es Krim, dan Kanibal

    Tuturan Kebencian dalam Komentar Warganet Pada Akun Instagram @obrolanpolitik: Kajian Pragmatik

    Get PDF
    This article aims to describe the form of hate speech in netizen comments on the @obrolanpolitik Instagram account, and describe the function of hate speech in netizen comments on the @obrolanpolitik Instagram account. The approach used in this research is a qualitative approach and this type of research is descriptive qualitative. The data was obtained from the collection of utterances written by netizens in the IG account @obrolanpolitik. Data in the form of sentences containing hate speech were analyzed using pragmatic theory. The results show that hate speech can be grouped based on its form and function. Based on its form, hate speech is divided into 6, namely: (1) forms of humiliation, (2) forms of spreading false news, (3) forms of provocation, (4) forms of defamation, (5) forms of blasphemy, and (6) forms of incitement. Based on its function, hate speech is divided into 3, namely (1) the function of stating, (2) the function of commanding, and (3) the function of satirical. Hate speech forms are represented by lingual markers of words, phrases, and clauses. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tuturan kebencian dalam komentar warganet pada akun Instagram @obrolanpolitik, dan mendeskripsikan fungsi tuturan kebencian dalam komentar warganet pada akun Instagram @obrolanpolitik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari pengumpulan tuturan yang ditulis oleh warganet dalam akun IG @obrolanpolitik. Data berupa tuturan yang mengandung tuturan kebencian dianalisis menggunakan teori pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan kebencian dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk dan fungsinya. Berdasarkan bentuknya, tuturan kebencian terbagi menjadi 6, yaitu: (1) bentuk penghinaan, (2) bentuk penyebaran berita bohong, (3) bentuk provokasi, (4) bentuk pencemaran nama baik, (5) bentuk penistaan, dan (6) bentuk penghasutan. Berdasarkan fungsinya, tuturan kebencian terbagi menjadi 3, yaitu (1) fungsi menyatakan, (2) fungsi memerintah, dan (3) fungsi menyindir. Bentuk-bentuk tuturan kebencian direpresentasikan oleh penanda lingual kata, frasa, dan klausa.

    Leksikon Nama Peralatan Rumah Tangga Masyarakat Minangkabau: Gambaran Dinamika Masyarakat

    Get PDF
    Minangkabau language is not free from language contact with other languages. This language contact brought about a change in the Minangkabau language. This change also occurs in the lexicon associated with household furniture. This article aims to describe the lexicon in the meaning field of lost or potentially missing household furniture and explain its reasons. The data are provided by applying conversational method with a set of techniques. The research was carried out in areas, including suburbs. Informants consist of different generations intending to know the existence of the lexicon in that generation.  The data were analyzed using identity method namely translational and referencial identity methods with a set of techniques that are in accordance with this field research.  The data analysis shows that the old lexicon and the new lexicon are household appliances. The use of the new lexicon can have some impacts, namely, the loss of the use of the old lexicon and another lexicon that collocates with it. AbstrakBahasa Minangkabau tidak terbebas dari kontak bahasa dengan bahasa lain. Kontak bahasa ini membawa perubahan dalam bahasa Minangkabau. Perubahan itu juga terjadi pada lekson yang berkait dengan peralatan rumah tangga. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan penggunaan leksikon peralatan rumah tangga yang lama, penggunaan leksikon peralatan rumah tangga yang baru dan pengaruh penggunaannya pada leksikon yang lama dan lekskon yang terkait dengan leksikon lama tersebut. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode cakap dengan seperangkat teknik. Pengumpulan data dilakukan di daerah yang termasuk pinggiran kota. Informan terdiri dari generasi yang berbeda dengan tujuan mengetahui eksistensi dari leksikon di generasi tersebut. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan referensial dan translasional dengan seperangkat teknik yang sesuai dengan penelitian ini. Dari analisis data diperoleh leksikon lama dan leksikon baru di ranah peralatan rumah tangga.  Penggunaan leksikon baru dapat berdampak, yaitu hilangnya penggunaan leksikon lama dan leksikon yang lain yang berkolokasi dengannya.

    Representasi Unsur-Unsur Multikulturalisme dalam Novel Lukisan Tanpa Bingkai Karya Ugi Agustono J

    Get PDF
    The purpose of this study is to describe the representation of multicultural elements in the novel Painting Without a Frame by Ugi Agustono J. The research uses an interpretive descriptive method, which uses interpretive methods by presenting them in the form of descriptions. Data collection is done by reading and note-taking techniques. The data analysis technique uses a content analysis model. The results of the study show that in Ugi J's Painting Without Frames novel contains seven elements of multiculturalism, namely: (1) solidarity and brotherhood, (2) gender equality, (3) open trade, (4) family values, (5) respect for etiquette, (6) feel enough in life, (7) share and control power. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi unsur-unsur multikultural dalam novel Lukisan Tanpa Bingkai karya Ugi Agustono J. Penelitian menggunakan metode deskriptif interpretatif yakni memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan model analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Lukisan Tanpa Bingkai karya Ugi J mengandung tujuh unsur multikulturalisme, yakni: (1) solidaritas dan persaudaraan, (2) kesetaraan gender, (3) perdagangan terbuka, (4) nilai kekeluargaan, (5) penghormatan terhadap tata susila, (6) merasa cukup dalam hidup, (7) berbagi dan kontrol kekuasaan

    Proses Morfologis dan Makna Semantik Kosakata Pembelajar, Pebelajar, dan Pemelajar

    Get PDF
    This paper aims to explain the morphological process and semantic meaning of the following three words, namely; pembelajar, pebelajar, and pemelajar. The method used in this study is descriptive analysis. The results show that morphological process of the words pembelajar and pebelajar are formed by giving the prefix peN- on the basic form of belajar (verb). These two words are categorized as agentive one-two in pairs. The first agentive acts as an ordinate, while the second agentive acts as a sub-ordinate. On the other hand, the word pemelajar is formed by the process of prefixing peN- on the basic form of pelajar (noun). Besides, semantically, the word pembelajar means a person who gives learning to students, and the word pebelajar means a person who receives learning. While the word pemelajar, semantically, it does not has a clear concept of meaning. Based on the findings above, it is recommended to the teachers of Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) and to those who concerned about BIPA to be aware of the Indonesian linguistics when they use the three vocabularies to someone who is learning BIPA. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses morfologis dan makna semantik kosakata pembelajar, pebelajar, dan pemelajar. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap proses morfologis dan makna semantik terhadap ketiga kosakata tersebut. Hasil analisis morfologis kosakata pembelajar dan pebelajar adalah nomina yang dibentuk dengan pengimbuhan peN- pada bentuk dasar belajar. Kedua kosakata tersebut berkategori agentif satu-dua secara berpasangan. Proses pembentukan nomina berkategori agentif satu-dua berlaku pada bentuk dasar berupa verba. Kosakata pemelajar adalah nomina yang dibentuk dengan pengimbuhan peN- pada bentuk dasar pelajar. Pembentukan kosakata pemelajar dari bentuk dasar pelajar tidak diperlukan karena pelajar sudah nomina, jadi tidak perlu dinominakan lagi. Secara semantik, pembelajar bermakna sebagai agentif satu dan pebelajar agentif dua. Secara semantik, kosakata pemelajar cenderung membingungkan pemakai bahasa Indonesia (BI). Oleh karena itu, disarankan kepada pemakai BI, terutama pengajar dan pegiat BIPA untuk peka linguistik bahasa Indonesia ketika menggunakan ketiga kosakata tersebut untuk menyebut orang asing yang belajar BIPA.

    Dehumanisasi dalam Peribahasa Sunda

    Get PDF
    This study aims to describe about the dehumanization present in Sundanese proverbs through Lakoff & Johnson's (1980) conceptual metaphor theory. The method in this study is a qualitative method with listening, reading, and note-taking techniques. This study used a conceptual metaphor theory that can be divided into three elements that formed the target source, target domain, and mapping. The data for this study are the collected of Sundanese proverbs from the book 1000 Babasan Jeung Paribasa Sunda by Tamsyah, et al (1994). This study found that there are a source language domain that comes from the use of animal names, object names and plant names to represent gender and human attitudes, which raises the concept of degrading human dignity. Some of the metaphors that contain the issue of dehumanization are found in animal names, plant names and inanimate objects. The use of metaphors containing the issue of dehumanization actually describes the habits, gender, nature and behavior of local people as reflected in their culture and way of life.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dehumanisasi hadir dalam peribahasa Sunda melalui teori metafora konseptual Lakoff & Johnson (1980). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik simak, baca, dan catat. Penelitian ini menggunakan teori metafora konseptual yang dapat dipahami melalui tiga elemen yang membentuk sumber target, domain target, dan pemetaan. Data penelitian ini bersumber dari buku 1000 Babasan Jeung Paribasa Sunda karya Tamsyah, dkk. (1994). Temuan dari penelitian ini yaitu adanya ranah bahasa sumber yang berasal dari penggunaan nama hewan, nama benda, serta nama tumbuhan guna merepresentasikan gender dan sikap manusia, yang mana hal tersebut memunculkan suatu konsep merendahkan harkat manusia. Beberapa metafora yang mengandung isu dehumanisasi terdapat pada nama hewan, nama tumbuhan, dan nama benda mati. Penggunaan metafora yang mengandung isu dehumanisasi tersebut ternyata menggambarkan kebiasaan, gender, sifat, dan perilaku masyarakat lokal yang tercermin dari budaya dan cara mereka hidup

    Argot dalam Forum Jual Beli Wilayah Palangkaraya di Facebook

    Get PDF
    Penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud dan pola pembentukan argot pada forum jual beli wilayah Palangka Raya di facebook. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penjual yang menawarkan dagangannya di forum jual beli wilayah Palangka Raya di facebook. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, dokumentasi, dan teknik catat. Sumber data pada penelitian ini adalah penawaran atau unggahan para penjual yang ada dalam forum jual beli wilayah Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam menganalisis data pada penelitian ini adalah metode padan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud argot pada forum jual beli wilayah Palangka Raya ditemukan adalah berjumlah total 32 argot, yang terdiri dari 3 jenis kelas kata. Ditemukan 12 wujud argot kata kerja, 15 wujud argot kata sifat, dan 5 wujud argot kata benda. Kategori wujud argot yang paling banyak ditemukan adalah kata sifat, yaitu 15 argot. Selanjutnya pembentukan pola argot dalam forum jual beli wilayah Palangka Raya menunjukkan bahwa argot terbentuk karena pengaruh latar belakang alasan dijualnya suatu barang yang berbeda oleh penjual yang berbeda pula

    PELINDUNGAN PENYU DI PULAU DURAI DALAM NOVEL TENTANG KITA KARYA WIWIK WALUYO (SEBUAH TINJAUAN EKOKRITIK SASTRA)

    Get PDF
    Kerusakan lingkungan semakin hari semakin meluas. Untuk itu, perlu adanya upaya pelestarian yang harus dilakukan. Upaya tersebut bisa dilakukan secara langsung, namun melalui sastra upaya tersebut juga dapat dilakukan. Salah satunya dengan menciptakan karya sastra yang bertemakan cinta akan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk upaya pelindungan penyu di Pulai Durai dalam novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan atau library research. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif dengan pendekatan ekokritik sastra. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo terbitan tahun 2018. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah baca dan catat. Teknik keabsahan data yang digunakan ialah triangulasi teori, sedangkan teknik adalisis data menggunakan teknik analisis data interaktif, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian mengenai upaya pelindungan penyu di Pulau Durai dalam novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo ditemukan adanya upaya pelindungan penyu berdasarkan prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam berupa: (a) semua makhluk hidup mempunyai hak untuk dilindungi, (b) semua makhluk hidup mempunyai hak untuk dipelihara, (c) semua mahkluk hidup mempunyai hak untuk tidak disakiti, dan (d) perlindungan dan pemeliharaan terhadap semua makhluk hidup dilakukan tanpa mengharapkan balasan

    SAMPUL DEPAN

    No full text

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇