Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Karakteristik pembelajaran BIPA di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

    Get PDF
    Learning a language in a country indirectly teaches the culture in it. However, each place of learning BIPA has different characteristics. This difference in characteristics can have positive and negative impacts. This paper aims to examine how BIPA is learning at UIN Jakarta. This research belongs to the descriptive qualitative type by describing the research findings using text directly. The data collection technique in this study is done by recording, documenting, and interviewing BIPA teachers. The data in this study were obtained from BIPA teachers, BIPA learners, and the results of BIPA learning activities. The data obtained is presented qualitatively descriptive in detail. It was found that BIPA UIN Jakarta has the characteristics of implementing Islamic values in its learning activities. Implementing Islamic values is carried out through learning activities outside the classroom through field trips to Islamic boarding schools. In addition, introducing religious events in pesantren provides Islamic insights to BIPA learners. The evaluation shows that the listening, reading, and speaking skills of UIN Jakarta BIPA learners are very satisfying. However, the writing skill scores still need improvement to achieve good assessment standardization

    Eksplorasi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing melalui konteks sosial makanan: studi deskriptif kualitatif

    Get PDF
    This research aims to explore the experience of learning Indonesian as a Foreign Language (BIPA) through the use of food in a social context. This approach emphasizes the use of food as a tool for learning the Indonesian language, allowing learners to engage in authentic social interactions, develop language skills, and understand cultural aspects related to Indonesian cuisine. The application of a qualitative descriptive method with a literature review approach allows for an in-depth understanding of how food can be used as a contextual language learning tool that motivates learners. Data was collected through interviews, observations, and document analysis related to BIPA learning experiences involving food. The findings of the research reveal that the utilization of the social context of food in learning the Indonesian language provides enriching and meaningful experiences for the learners. Through activities involving food, such as cooking together or tasting traditional Indonesian dishes like "tumpeng" and "kerupuk," BIPA learners engage in authentic communication situations that enhance their speaking skills. Food becomes a cultural symbol reflecting social values, togetherness, and Indonesian traditions. Participation in these activities creates an emotional connection with Indonesian culture, aiding a deeper understanding of cultural values and providing communication contexts relevant to everyday life. Active engagement in communicating about food also creates meaningful learning experiences, motivates learners, and enhances their language skills in practical contexts

    Disruption of Natural Order in Video Game Dark Souls

    Get PDF
    This study discusses the environmental issue distortion of the game Dark Souls using Garrard's ecocriticism theory and uses the qualitative descriptive method to analyze the data. The objectives of the study are to show the disruption of the natural order and its consequences. This study is conducted by gathering data from the game through screenshots and dialogues while also from the video through the narrative. The study shows that the disruption of natural order occurred because the individuals of the Age of Fire did not desire their era to end with them being replaced by the Age of Dark, which would be humanity's era, and thus do whatever is necessary to extend the Age of Fire, despite the fact that involves changing the nature of humanity itself. The consequences of the disruption experienced by every individual as the world grew hostile and dangerous, the world's logic warped, individuals suffering from the world's conflict as many resigned to their ultimate fate. Despite acknowledging environmental problems, few solutions have been formulated, leading to the continued deterioration of nature. AbstrakPenelitian ini membahas isu lingkungan yang menyimpang dari gim (permainan) Dark Souls dengan menggunakan teori ekokritik Garrard dan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan gangguan terhadap tatanan alam dan konsekuensi dari gangguan terhadap tatanan alam tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari gim melalui tangkapan layar dan dialog, serta video melalui narasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terganggunya tatanan alam terjadi karena individu-individu di Zaman Api tidak menginginkan era mereka berakhir dan digantikan oleh Zaman Kegelapan, yang akan menjadi era umat manusia sehingga mereka melakukan apa saja untuk memperpanjang Zaman Api, meskipun hal itu berarti mengubah sifat dasar dari umat manusia itu sendiri. Konsekuensi dari gangguan yang dialami oleh setiap individu ketika dunia menjadi semakin tidak bersahabat dan berbahaya, logika dunia menjadi bengkok, individu-individu yang menderita akibat konflik dunia banyak yang pasrah pada nasib mereka. Meskipun mengakui adanya masalah lingkungan, hanya sedikit solusi yang telah dirumuskan yang mengarah pada kerusakan alam yang terus berlanjut

    Penerapan Bahasa Persuasif dalam Mengikis Insecure Remaja di Kota Palu

    Get PDF
    This research examines the implementation of persuasive language in eroding insecurity for youth in Palu City. From the perspective of adolescent psycholinguistics who experience insecurity teenagers who have high ideals and want a successful future. This research aims to; 1) describe the types of educational persuasive language in eroding insecure for adolescents in the city of Palu, 2) describe the causal factor of insecure wrong education for youth in Palu city, and 3) describe the results of implementing persuasive language in eroding insecure for youth in Palu city. This research is presented in a qualitative form. The instrument used in collecting data in this paper is a mobile phone recorder. The type of data in this paper is written data and the source of the data is obtained from oral and written utterances from researchers toward experienced adolescents insecure in the city of Palu. Data collection techniques are carried out through stages; 1) observation, 2) interview, and 3) documentation. Technical data analysis was carried out through the following stages: 1) data collection, 2) data reduction, 3) data classification, and 4) conclusion. The results of the study show that 1) types of persuasive language in education erode insecurity in adolescents in the city of Palu including (1) persuasive education to invite/persuade, (2) persuasive education to urge/order, and (3) persuasive education to influence. 2) causal factors insecure for adolescents in the city of Palu, namely (1) educating by pampering, (2) educating with violence, and 3) the results of implementing persuasive language in eroding insecure in adolescents in the city of Palu it was declared successful from the 20 youths who were sampled. Implementation of the use of persuasive language in eroding insecurity in adolescents in the city of Palu was declared successful because the 20 youths who were sampled it was stated that they were able to revive their self-confidence by showing self-confidence in the form of work. AbstrakPenelitian ini mengkaji implementasi bahasa persuasif dalam mengikis insecure bagi remaja di kota Palu. Dari perspektif psikolinguistik remaja yang mengalami insecure pada dasarnya remaja yang memiliki cita-cita yang tinggi dan menginginkan masa depan yang sukses. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mendeskripsikan jenis bahasa persuasif pendidikan dalam mengikis insecure bagi remaja di kota Palu, 2) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab insecure pendidikan yang salah bagi remaja di kota Palu, dan 3) mendeskripsikan hasil implementasi bahasa persuasif dalam mengikis insecure bagi remaja di kota Palu. Penelitian ini disajikan dalam bentuk kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam menggumpulkan data pada makalah ini adalah alat rekam telpon genggam. Jenis data pada makalah ini adalah data tertulis dan sumber data diperoleh dari tuturan lisan dan tulisan dari peneliti terhadap remaja yang mengalami insecure di kota Palu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahapan; 1) obesrvasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan melalui tahapan :1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) klasifikasi data, dan 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) jenis bahasa persuasif pendidikan dalam mengikis insecure pada remaja di kota Palu meliputi (1) persuasif pendidikan mengajak/membujuk, (2) persuasif pendidikan menghimbau/memerintah, dan (3) persuasif pendidikan memengaruhi. 2) faktor-faktor penyebab insecure bagi remaja di kota Palu, yakni (1) mendidik dengan memanjakan, dan (2) mendidik dengan kekerasan, dan 3) hasil implementasi bahasa persuasif dalam mengikis insecure pada remaja di kota Palu dinyatakan berhasil dari 20 orang remaja yang dijadikan sampel. Impelementasi pemanfaatan bahasa persuasif dalam mengikis insecure kepada remaja di kota Palu dinyatakan berhasil karena dari 20 orang remaja yang dijadikan sampel dinyatakan dapat memunculkan kembali rasa percaya dirinya dengan menunjukkan rasa percaya diri dalam bentuk karya

    Language Variations for Tourism Sectors around of English and Dutch Colonial Buildings: Sociolinguistics and Ethnolinguistics Studies

    Get PDF
    The purpose of this research is to know the language variations through Sociolingustics and ethnolinguistics studies in the English heritage and colonial building areas. The approach used in this research is qualitative. The strategy of in this research designed by combining the qualitative research design from Lincoln (2003) with the descriptive qualitative research design from Permadi (2013). The research results in the emergence of code-mixing and code-switching in society. There are several languages are spread in those cultural heritage, such as: Chinese, Melayu, Arabic, Bugis, Maduresse and Indonesia. While, Banyuwangi has Oseng Language.Thus, the conclusion that it is necessary to understand the potential of the language used in society. In this case, not only the text but its use in social and cultural contexts because language does not only depend on its social aspects in the sense of how language is used in social contexts and culture but then how language finally can be an additinaol potention to support colonial tourism destination in Banyuwangi.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi bahasa melalui pendekatan sosiolingusitik dan ethnolingusitik di Kawasan cagar budaya Inggrisan dan dua bangunan kolonial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini dirancang dengan mengkomibansi antara desain penelitian kualitatif dari Lincoln (2003) dan desain kualitatif deskriptif Permadi (2013).  Hasil penelitian yang didapat bahwa terdapat campur kode dan alih kode dalam kehidupan di masyarakat. Ada beberapa bahasa yang tersebar dalam warisan budaya tersebut, seperti: Cina, Melayu, Arab, Bugis, Madura dan Indonesia. Dengan demikian, kesimpulan dalam penelitian ini adalah perlunya memahami potensi bahasa yang digunakan dalam masyarakat. Dalam hal ini, bukan hanya teksnya tetapi penggunaannya dalam konteks sosial dan budaya karena bahasa tidak hanya bergantung pada aspek sosial dan budaya saja tetapi bagaimana bahasa kemudian bisa dijadikan sebagai potensi tambahan untuk menunjang destinasi pariwisata kolonial di Banyuwangi. 

    The Effect of the Flipped Classroom Model on Improving Student Speaking

    Get PDF
    This study aims to investigate the application of the flipped classroom learning model to influence class-A students' English speaking skills in the English Literature Study Program at Pakuan University, Bogor. This research uses action research. Action research is included in the scope of applied research (applied research) that combines knowledge, research, and action.  This type of research employs classroom action research with 30 students in class A during the odd semester of 2022/23 enrolled in Speaking III. The collection of data was conducted with the use of speaking tests and observation sheets. Analyzing the data, an average score of 83% of students who had problems with speaking because they did not reach the passing standard value established in the lecture contract, and only 17% of students who were able to achieve the passing grade standard were obtained in the pre-action phase. The cycle I graduation rate increased to 46%; in cycle II, 100% of students achieved the standard passing score. The results of this study indicate that the flipped classroom learning model can influence students' English speaking skills. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode flipped classroom dapat meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan Bahasa Inggris mahasiswa kelas A prodi Sastra Inggris Universitas Pakuan Bogor. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan. Penelitian tindakan termasuk dalam ruang lingkup penelitian terapan (applied research) yang menggabungkan pengetahuan, penelitian, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian adalah siswa kelas A mata kuliah Speaking III pada semester ganjil 2022/2023 sebanyak 30 mahasiswa. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes speaking dan lembar observasi. Data tersebut dianalisis dan diperoleh skor rata-rata pada pratindakan sebesar 83% mahasiswa yang menunjukkan mengalami masalah dalam speaking karena tidak mencapai nilai standar kelulusan yang ditetapkan di kontrak perkuliahan dan hanya 17 % mahasiswa yang dapat mencapai standar nilai kelulusan, kemudian siklus I mengalami peningkatan dengan tingkat pencapaian kelulusan mahasiswa sebanyak 46%, selanjutnya pada siklus II diperoleh hasil sebanyak 100 % mahasiswa mencapai standar nilai kelulusan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode flipped classroom dapat meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan Bahasa Inggris mahasiswa.

    Optimalisasi Media Digital Interaktif Wordwall dalam PJJ BIPA di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss

    Get PDF
    The development of Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) as a soft diplomacy effort continues to increase rapidly. Various universities abroad and BIPA organizing institutions strive to open BIPA classes every semester. Every mode of learning certainly needs to be circumvented so as not to cause boredom to learners, one of which is by utilizing the available interactive digital learning media, namely Wordwall. This paper aims to identify the process of developing and optimizing the use of Wordwall in the BIPA class as an effective supporting media. In addition, it also seeks to measure the effectiveness of using Wordwall in the learning process in the classroom. The research methods used in this study were the distribution of questionnaires to learners, interview techniques, and documentation studies. The respondents in the study were students in BIPA 2 and BIPA 3 classes at the Indonesian Embassy in Bern, Switzerland in the spring semester period, which is between March–July 2022. The results showed that the development process and effectiveness of using Wordwall in learning in BIPA 2 and BIPA 3 classes could be achieved optimally which was identified through obtaining the scores of the majority of learners and the conformity of their answers during interviews. The implication of this research is that the use of digital-based teaching media, namely Wordwall in BIPA classes, also supports the success of learning objectives and becomes a new breakthrough in BIPA teaching. AbstrakPerkembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai upaya diplomasi lunak terus meningkat pesat. Berbagai universitas di luar negeri dan lembaga penyelenggara BIPA berupaya untuk membuka kelas-kelas BIPA setiap semester. Setiap moda pembelajaran tentunya perlu disiasati agar tidak menimbulkan kebosanan pada pemelajar, salah satunya dengan memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif yang tersedia yaitu Wordwall. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengembangan dan optimalisasi penggunaan Wordwall di kelas BIPA sebagai media penunjang yang efektif. Selain itu juga berupaya untuk mengukur efektivitas pemanfaatan Wordwall dalam proses pembelajaran di kelas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner kepada pemelajar, teknik wawancara, dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian adalah pemelajar di kelas BIPA 2 dan BIPA 3 di KBRI Bern, Swiss pada periode spring semester yaitu antara bulan Maret – Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan dan efektivitas penggunaan Wordwall dalam pembelajaran di kelas BIPA 2 dan BIPA 3 dapat tercapai secara optimal yang diidentifikasi melalui perolehan skor mayoritas pemelajar dan konformitas jawaban mereka saat wawancara. Adapun implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan media ajar berbasis digital yaitu Wordwall di kelas BIPA turut menunjang keberhasilan tujuan pembelajaran dan menjadi terobosan baru dalam pengajaran BIPA

    Promotion of West Sumatra Tourism in the Creative Industry and Its Strategic Value in the Language of Promotion

    Get PDF
    The advancement of tourism in Indonesia has been facilitated through various implicit and nuanced approaches, such as language-based activities and innovative sectors. The availability of promotional texts in the form of language games can be considered a strategic asset, as it can capture the reader's attention and sustain their interest throughout the text, particularly in the context of tourism. The study employed various methodologies such as data acquisition and gathering, data classification and evaluation, and recording the results. A comprehension strategy is a familiar approach wherein we focus on the textual representation of information. The data analysis findings indicate that the utilization of promotional texts in the form of language games possesses a certain degree of strategic significance. This value is exemplified notably through the existence of syntactic deviation, equivocal forms, phonetic wordplay, and the accuracy of vocabulary.  AbstrakKemajuan pariwisata di Indonesia telah difasilitasi melalui berbagai pendekatan implisit dan bernuansa, seperti kegiatan berbasis bahasa dan sektor inovatif. Ketersediaan teks promosi dalam bentuk permainan bahasa dapat dianggap sebagai aset strategis, karena memiliki potensi untuk menarik perhatian pembaca dan mempertahankan minat mereka sepanjang teks, khususnya dalam konteks pariwisata. Studi ini menggunakan berbagai metodologi seperti perolehan dan pengumpulan data, klasifikasi dan evaluasi data, dan pencatatan hasil. Strategi pemahaman adalah pendekatan yang akrab bagi kami, di mana kami memusatkan perhatian kami pada representasi informasi secara tekstual. Temuan analisis data menunjukkan bahwa pemanfaatan teks promosi dalam bentuk permainan bahasa memiliki tingkat signifikansi strategis tertentu. Nilai ini dicontohkan terutama melalui adanya penyimpangan sintaksis, bentuk samar-samar, permainan kata fonetik, dan keakuratan kosa kata

    Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Meratus: Nyanyian Rindu Anak Banua

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini membahas bagaimana wujud kritik sosial dalam kumpulam puisi Meratus: Nyanyian Rindu Anak Banua. Tujuan penelitian ini menganalisis teks puisi yang mengandung kritik sosial. Puisi ini menyajikan bentuk kritik sosial yang dapat dijadikan catatan oleh pengusaha dan penguasa, termasuk pembaca. Ketiga puisi tersebut, isinya membahas, yaitu; 1) ajakan untuk masyarakat sekitar Gunung Meratus, 2) imbauan untuk masyarakat agar menjaga Gunung Meratus dan sekitarnya, 3) ajakan untuk masyarakat adat agar tetap semangat dan terus berdoa, 4) permohonan kepada Allah agar Gunung Meratus senantiasa terlindungi dari segala bentuk pengrusakan yang dilakukan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab, 5) ajakan agar masyarakat memiliki keseriusan untuk merawat Gunung Meratus dari keserakahan atas kerusakan hutan, 6) ajakan agar masyarakat sekitar Gunung Meratus terhindar dari  bencana alam,  7) ajakan agar masyarakat tidak tinggal diam atas rusaknya Gunung Meratus akibat perusakan terhadap alam secara terus menerus, 8) ajakan untuk melawan pengrusak dengan segala kemampuan, dan 9) ajakan untuk menjadi penguasa dan pengusaha yang bijak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Metode deskriptif-kualitatif ialah suatu metode untuk memperoleh informasi tentang isi teks puisi yang mengandung kritik sosial.Kata kunci:  Kritik sosial, puisi Meratus Abstract: This study discusses how social criticism manifests in the poetry collection Meratus: Nyanyian Rindu Anak Banua. The purpose of this study is to analyze poetry texts that contain social criticism. This poem presents a form of social criticism that can be a reminder for businessmen and rulers, including readers. Those three poems discuss about 1) urging people around Mount Meratus, 2) encouraging people to protect Mount Meratus and its surroundings, 3) leading people to pray and never give up, 4) praying to the God so that Mount Meratus is always protected from all kinds of destruction done by irresponsible human, 5) urging people to care of Mount Meratus seriously from the greediness of forest destruction, 6) urging people to avoid Mount Meratus from natural disasters, 7) urging people to preserve Mount Meratus from all damages continously, 8) urging people to fight against destroyer the hardest way they could, and 9) urging people to be a wise ruler and businessman. This study uses descriptive-qualitative method. It is a method to obtain information about the content of the poetry that contains social criticism.Key words: Social criticism, Meratus poetr

    LOA, Volume 18, No. 1, Juni 2023

    No full text

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇