Universitas Proklamasi 45 Online Journals
Not a member yet
1051 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Desain Turbin Wells pada Sistem Osilasi Kolom Air Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Sebagai Upaya Meningkatkan Potensi Supply Energi Terbarukan pada Masyarakat Pesisir
Laut Indonesia menyimpan potensi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti energi fosil dalam memenuhi kebutuhan listrik. Pemanfaatan energi mekanik dari gelombang laut menjadi energi listrik dilakukan menggunakan teknologi Oscillating Water Column dan pengaplikasian turbin Wells. Penelitian dengan studi literatur ini, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi turbin Wells dengan menentukan geometri, jumlah sudu, modifikasi panjang chord dan penggunaan pagar stall pada sudu. Pemilihan geometri dan jumlah sudu dilakukan menggunakan foil NACA 0010, 0015, 0020, dan 0025 dengan variasi jumlah sudu 6 dan 8. Tekanan dan kecepatan aliran udara diperoleh menggunakan software flow 3d sedangkan gaya angkat pada sudu turbin dianalisis dengan software Ansys CFX 14. Penambahan pagar pada sudu bertujuan untuk menunda stall dan memperluas rentang operasi. Dimensi pagar ditentukan menggunakan teknik optimasi surrogate-based. Modifikasi pagar sudu NACA 0015 dan panjang chord menggunakan software CFD ANSYS CFX 16.1 untuk membandingkan efisiensi, torsi, dan koefisien input pada laju aliran berbeda antara turbin referensi dan modifikasi. Berdasarkan hasil modifikasi geometri dan jumlah sudu, foil NACA 0025 dengan 8 sudu menghasilkan nilai paling optimum untuk daya sebesar 3,64 kW dan efisiensi sebesar 64%. Pada penambahan pagar di sudu NACA 0015, peningkatan rentang operasi turbin berpagar dibanding turbin referensi sebesar 16,6%. Pada modifikasi panjang chord, perbandingan desain rekomendasi dan konvensional menunjukkan penurunan rata-rata entropi hasil sebesar 26,02% di seluruh rentang operasi sehingga mendukung keunggulan desain baru. Pemilihan profil, geometri, dan jumlah sudu turbin Wells yang sesuai serta pengaplikasian pagar stall dapat meningkatkan efisiensi turbin dalam menghasilkan daya optimal untuk dikonversi oleh generator menjadi energi listrik
Mitigasi Bencana Berbasis Dana Desa Dalam Menghadapi Bahaya Tebing Rawan Sepanjang Pantai Di Gunungkidul
Kabupaten Gunungkidul, adalah sebuah kabupaten di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ibukotanya Wonosari. Kabupaten Gunungkidul terdiri dari 18 kecamatan dan 144 desa (Permendagri No.66 Tahun 2011). Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.431,42 Km².Kabupaten Gunungkidul, memiliki obyek wisata unggulan yaitu obyek wisata alam pantai. Ada sekitar 46 pantai yang terbentang sejauh 70 Km di wilayah Selatan Kabupaten Gunungkidul mulai dari ujung Barat ke ujung Timur.Pantai di Kabupaten Gunungkidul Prov. DIY, memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang sangat khas dan berbeda dengan daerah lainnya.Dibalik keindahan pantainya, pesisir pantai selatan Kabupaten Gunungkidul sesungguhnya menyimpan bahaya yang tersembunyi dibalik batu-batuan karang pinggir panntai selatan Kabupaten Gunungkidul. Tecatat beberapa kejadian bencana akibat longsornya tebing karang pinggir pantai terjadi di Kabupaten Gunungkidul yang merenggut nyawa wisatawan saat berlibur di pantai. Sebagai contoh kejadian longsor yang terjadi di sisi barat Pantai Sadranan, Desa Sidoharjo.Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui tindakan desa-desa dalam mencegah tebing longsor di sepanjang pantai gunungkidul.Dengan adanya Dana Desa dimungkinkan untuk bisa membantu dan meminimalisir serta pencegahan terjadinya tebing longsor di sepanjang pantai Kabupaten Gunungkidul.Peran desa dalam membantu mengsosialisasikan bahaya tebing longsor di pantai yang menjadi destinasi wisata masyarakat baik local maupun internasional yang berkunjung ke gunungkidul yang belakang ini menjadi pusat wisata pantai di Yogyakarta.Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data dengan cara survei,metode penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data-data pengamatan di lokasi penelitian. Metode pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa instrument dengan cara melakukan kajian kepustakaan dan literature, observasi, interview, dan dokumentasi
PEMBAHARUAN DAN PROGRESIF DALAM EKSISTENSI PEMBINAAN HUKUM ISLAM SERTA PRANATA SOSIAL
Islamic law has always been defined as a law that is religious and sacred, which replaces a durable law. Among the interesting questions about the adaptation of Islamic law with social developments that often occur at the base of questions concerning human beings before the sharia text. The consideration is: can Islamic law be developed by human reason or Islamic law is only taken eternally determined by God with what Islamic legal principles can be changed by social change? What developments in Islamic law can affect social change?In the course of its history, Islamic law is a dynamic and creative force, this can be seen from the instructions of the Prophet Muhammad to his friends in dealing with the sociological reality of the people at that time. But after the Prophet Muhammad died, new problems began to emerge. At the time of the ijtihad friends began to be promoted so that various interpretations emerged, the legal practice fatwa that was exemplified by the Messenger of Allah, was considered not only as a legal decision of a judge in a court of law, but also as a guide in solving problems.Society with a variety of dynamics that exist requires social change, and every social change generally requires a change in the value system and law, To oversee Islamic law remains dynamic, responsive and has a high adaptability to the demands of change, is to revive and revive the spirit berijtihad among Muslims. In this position ijtihad is an inner dynamic for the birth of change to oversee the ideals of the universality of Islam as a system of teachings that shalihun li kulli times eat. Muslims are fully aware that the source of normative-textual law is very limited in number, while new cases in the field of law are unlimited.From this explanation, it can be concluded that: firstly, Islamic law can be developed through the power of human reason, because the verse itself contains qaṭ’ī and ẓannī. Second, the tool that can be used by humans in developing Islamic law is ijtihad by using a ratio that is equipped with scientific methodological tools so that the results obtained can be justified scientifically
PERANAN HUKUM SEBAGAI SARANA PEMBAHARUAN MASYARAKAT MENUJU MASYARAKAT INDONESIA YANG SADAR HUKUM
Hukum adalah subsistem dalam sistem kehidupan bangsa dan negara. Hukum bertujuan untuk menciptakan keadilan, ketertiban dan kepastian hukum di masyarakat. Namun dalam perkembangannya saat ini hukum tidak hanya bertujuan untuk mencapai keadilan, ketertiban dan kepastian hukum tetapi juga diinstruksikan sebagai alat untuk perubahan sosial. Undang-undang diharapkan memiliki peran optimal untuk mendorong perubahan yang mengarah pada pembaruan orang Indonesia yang sadar akan hukum. Untuk pencapaian masyarakat Indonesia yang sadar akan hukum, perlu ada reformasi di bidang hukum, yaitu melalui; Peningkatan Sistem Pendidikan; Menghidupkan Kembali Budaya Hukum; Penegakan Hukum (Penegakan Hukum); Contoh dari Administrator Negara (Pemerintah); dan peran media massa, yaitu dalam bentuk sosialisasi nilai-nilai hukum dengan memilih pertunjukan yang inspiratif, selektif dan berbobot sehingga mereka akan menghasilkan generasi yang sadar akan hukum
Pelatihan Asertivitas untuk Memperkuat Self Confidence pada Mahasiswa di Yogyakarta
The study aims to examine the influence of assertiveness training toward increasing self confidence in college students woman dormitories "DD" West Kalimantan in Yogyakarta. The subjects of the study were 10 college students woman who had low self confidence and assertiveness, divided into two groups namely experiment and control of each of the five subjects. The research design used was pretest-posttest control group design, with U-Mann Whitney analysis and Wilcoxon Rank Test analysis. U-Mann Whitney analysis results showed a significant difference in the self confidence and assertiveness score of the experimental group and the control group that is self confidence (p=0.009 <0.05) and assertiveness (p=0.009 <0.05). Average subjects result of self confidence in the experimental group (84.40) and the control group (74.20), and the average value of assertiveness subjects in the experimental group (102.20) and the control group (89.20). The result of the Wilcoxon Rank Test showed a significant difference in the self confidence and assertiveness score of the experimental group between before and after being given assertiveness training, that is confidence (p=0,043 < 0,05) and assertiveness (p=0,043 < 0,05). This result are supported on self confidence score before training (75.20) increasing to (84.40) after assertiveness training and the assertiveness score before training (92.40) increased to (102.20) after assertiveness training. Based on the explanation above, it can be concluded that assertiveness training can improve self confidence in college students woman dormitories "DD" West Kalimantan in Yogyakarta.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pelanggan di Perusahaan X di Yogyakarta
Quality of service to customers is very important as one of the business strategies. The service is expected to be able to serve the needs and desires of customers, and be able to become a benchmark to improve customer satisfaction to the company. Customer satisfaction will be the benefit of the company, creating customer loyalty.The research objectives of this research is to find out empirically about whether there is a relationship between service quality and customer satisfaction at Company X di Yogyakarta. This research uses quantitative research methods by collecting data using scale. Subjects in this research is the costumers of Company X di Yogyakarta. The data analysis technique used is the Product Moment correlation technique.Results showed that the correlation coefficient rxy = 0.312 with p= 0.006 (p <0.01). This means that there is a significant positive relationship between service quality and customer satisfaction with costumers of Company X di Yogyakarta. Conclusion of this research is that the relationship between service quality and customer satisfaction is proven to have a significant relationshi
Usulan Rancangan Kursi Belajar Berdasarkan Keluhan Kesehatan Mahasiswa Ketika Belajar dari Rumah
Student lecture activities not only carried out on campus. Learning is sometimes also done at home. The use of chairs and tables as a learning tool must be adjusted to the level of ergonomics. This will have an impact on student health complaints when studying. The analytical method for health complaints in this study is the RULA (Rapid Upper Limb Assessment). The subjects of this study were students from Universitas Islam Indonesia. RULA analysis results indicate that students\u27 health risks when studying at home are at a value of 3, which means that investigation and changes in work posture need to be done. As a solution to the problem, a proposed study chair for students is conducted with the ergonomic adjustment, so that it is expected to increase work productivity.Kegiatan perkuliahan mahasiswa, tidak hanya dilakukan di Kampus. Pembelajaran terkadang juga dilakukan di rumahnya. Penggunaan kursi dan meja sebagai sarana belajar harus disesuaikan dengan tingkat ergonomis yang dimiliki. Hal ini akan berdampak pada keluhan kesehatan mahasiswa pada saat belajar. Metode analisis untuk keluhan kesehatan pada penelitian ini adalah RULA (Rapid Upper Limb Assessment). Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia. Hasil analisis RULA menunjukkan tingkat resiko kesehatan mahasiswa saat belajar di rumah berada pada bobot nilai 3, yang berarti perlu dilakukan pemeriksaan dan perubahan pada postur kerjanya. Sebagai solusi perbaikan terhadap masalah tersebut, dilakukan perancangan usulan kursi belajar mahasiswa dengan memperhatikan tingkat ergonomis, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya
Kolaborasi Dalam Peningkatan Kualitas Layanan Depot Air Minum Isi Ulang Di Kabupaten Sleman, DIY
Kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi air minum isi ulang terus meningkat sehingga membutuhkan upaya peningkatan kualitas layanan Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) melalui pembinaan dan pengawasan agar air minum isi ulang selalu aman dan sehat untuk dikonsumsi. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota merupakan penanggungjawab dalam kualitas layanan DAMIU. Namun pelaksanaan peningkatan kualitas layanan DAMIU melalui pembinaan dan pengawasan tidak akan berjalan secara efektif dan efisien apabila hanya dari pihak pemerintah saja. Untuk itu diperlukan kolaborasi antar pemangku kepentingan yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanan kolaborasi dalam peningkatan kualitas layanan melalui pembinaan dan pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kolaborasi dalam peningkatan kualitas layanan melalui pembinaan dan pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Sleman, Yogyakarta belum berjalan dengan baik dan tidak efektif. Belum adanya kerjasama antar pemerintah, pihak depot (swasta), dan masyarakat dalam hal pembinaan baik kepada DAMIU maupun masyarakat serta kerjasama dalam hal pengawasan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat kepada pihak depot (swasta) yang belum terlaksana dengan maksimal. Sehingga rekomendasi yang diberikan adalah perlu ada upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk dari suatu depot, menyediakan sarana pelaporan kepada masyarakat ketika ditemukan suatu masalah serta memperketat persyaratan perijinan dalam pengusahaan DAMIU. Selain itu, pembinaan kepada pengusaha pemilik depot harus dimaksimalkan serta meningkatkan ketegasan pemerintah bagi depot-depot yang melanggar peraturan. Kata Kunci: Kualitas Layanan, Pembinaan dan Pengawasan, Kolaboras
Pengaruh Kualitas Produk, Word of Mouth, dan Store Image terhadap Keputusan Pembelian: Studi pada Pengunjung Toko Amigo Pedan
Marketing is the process of selling goods and services that aims to meet and satisfy customer wants. The purpose of this study is to determine the effects of product quality, word of mouth, and store image on purchasing decisions in Amigo Pedan store, Klaten, Central Java, Indonesia. The population in this study is the visitors of Amigo Pedan with a sample of 91 respondents. The sampling technique used in this study was incidental sampling. Primary data was collected using questionnaires. This study used multiple linear regression analysis. The results of this research showed that product quality, word of mouth, and store image have significant and positive effects on purchasing decisions in the store, simultaneously. But, only the word of mouth has a significant effect on customers’ purchasing decisions in the store, partially
Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air Mikrohidro di Sungai Pintab dan Sungai Amandit Kalimantan Selatan
A survey of the potential for electricity generation from water energy was carried out on two rivers in South Kalimantan. These rivers are the Batang Banyu River or the Pintab River in Balangan Regency and the Amandit River in Kandangan Regency. The purpose of this study is to calculate the potential for electrical energy. The method used is to collect primary data in water velocity, cross-sectional river area, river discharge, and river height. Measurements were carried out three times at different times, namely in January, April, and July 2020. The difference in this month is due to the presence of the rainy season and the dry season. The method used in measuring river potential is measuring the river\u27s flow rate. It is calculated by the potential energy equation, after obtaining the river\u27s hydraulic potential, then calculating the generating power. Based on the calculations that have been made on the Batang Banyu River or the Pintab River in Balangan Regency and the Amandit River in Kandangan Regency, the potential for micro-hydropower plants is quite large, namely 419.7 kW and 619 kW, respectively. Suppose the river is installed with a turbine with an efficiency of 0.74, a generator efficiency of 0.85, and the mechanical transmission efficiency of 0.98, then the river respectively can generate electricity 258.71 kW and 360.9 kW.Survei potensi pembangkit listrik dari energi air dilakukan pada dua sungai di Kalimantan Selatan. Sungai tersebut adalah Sungai Batang Banyu atau Sungai Pintab di Kabupaten Balangan dan Sungai Amandit di Kabupaten Kandangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung potensi energi listrik. Metode yang digunakan yaitu mengumpulkan data primer berupa kecepatan air, luas penampang sungai, debit sungai, dan ketinggian sungai. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali dengan waktu yang berbeda yaitu pada bulan Januari, April, dan Juli 2020. Perbedaan bulan ini dengan pertimbangan adanya musim hujan dan musim kemarau. Metode yang digunakan dalam pengukuran potensi sungai adalah mengukur debit aliran sungai, kemudian dihitung dengan persamaan energi potensial. Setelah diperoleh potensi hidrolik sungai, kemudian menghitung daya pembangkit. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan pada sungai Batang Banyu atau Sungai Pintab di Kabupaten Balangan dan Sungai Amandit di Kabupaten Kandangan, diperoleh potensi pembangkit listrik tenaga air mikrohidro cukup besar yaitu berturut-turut adalah 419,7 kW dan 619 kW. Apabila di sungai tersebut dipasang sebuah turbin yang memiliki efesiensi 0,74, efesiensi generator 0,85, dan efesiensi transmisi mekanik 0,98, maka sungai tersebut dapat membangkitkan listrik berturut-turut sebesar 258,71 kW dan 360,9 kW