Universitas Proklamasi 45 Online Journals
Not a member yet
    1051 research outputs found

    Pengaruh Modal Sendiri dan Volume Usaha terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Karyawan Siti Khadijah RS Islam Banjarmasin

    Get PDF
    This study aims to examine the effect of members’ equity and business volume partially and simultaneously on the net profit as the remaining business results (SHU) of the Siti Khadijah Employee Cooperative in Banjarmasin Islamic Hospital. The object of this research is the Siti Khadijah Employee Cooperative at the Banjarmasin Islamic Hospital, South Kalimantan. The data needed in this study is secondary data, namely cooperative members’ equity, business volume, and the SHU in the period of 2010-2018. This type of research is explanatory research. The secondary data was collected through research object documentation. Next, the data were analyzed using multiple linear regression, classic assumption tests, partial and simultaneous tests, and coefficient of determination. The results of this study indicate that the members’ equity and the cooperative business volume partially and simultaneously have a positive and significant effect on the SHU. This finding adds insights to academic research on the influence of the members’ equity and cooperative business volume to the SHU of the Siti Khadijah Employee Cooperative at the Banjarmasin Islamic Hospital

    Analisis Perencanaan Penanggulangan Risiko Ketimpangan Ekonomi Pada Bidang Pengurangan Kemiskinan Di Bappeda DIY

    Get PDF
    Daerah Istimewa Yogyakarta  mengalami ketimpangan ekonomi yang masih tergolong ketimpangan sedang secara nasional. Konsistensinya cenderung meningkat dari tahun 2013-2018. Pesebaran pembangunan dan pemerataan ekonomi, sarana pendidikan dan kesehatan belum merata. Ketimpangan antar daerah masih terasakan di antara Kota Yogyakarta,Kabupaten Sleman dan Bantul, dengan Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul. Salah satu prioritas arah kebijakan untuk atasi ketimpangan tersebut adalah membangun pekonomian yang inklusif dengan mengurangi kemiskinan di DIY. Permasalahannya adalah bagaimana perencanaan daerah dalam menanggulangi resiko ketimpangan ekonomi pada bidang pengurangan kemiskinan?.Penelitian ini bertujuan: pertama, mencermati mekanisme perencanaan Bappeda DIY dalam penanggulangan risiko ketimpangan ekonomi, dari bidang  pengatasan kemiskinan. Kedua, mengetahui tata cara penerapan pengelolaan risiko pada penyusunan rencana penanggulangan ketimpangan ekonomi dari bidang pengatasan kemiskinan. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, wawancara mendalam, dan uji sahih dengan triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan Bappeda DIY melaksanakan perencanaan penanggulangan ketimpangan ekonomi sesuai dengan tahapan perencanaan daerah, dan menerapkan tata cara pengelolaan risiko ketimpangan ekonomi dalam perencanaan program penanggulangan kemiskinan secara baik.  Hal tersebut dapat berjalan dengan adanya komitmen pimpinan dan para perencana dan para pihak berkepentingan yang dilibatkan seperti organisasi masyarakat, kelompok warga miskin, KADIN, perguruan tinggi dan LSM, yang dapat terfasilitasi saling bersinergi. Selain itu dibuka akses infomasi public melalui aplikasi jogjaplan.com yang berfungsi juga untuk berbagi informasi, pengetahuan, aspirasi dan penanganan keluhan dari semua pihak dalam perencanaan daerah.Sedangkan hambatan yang teridentifikasi yaitu kesadaran warga yang dimiliki oleh kelompok swadaya, pimpinan pihak-pihak berkepentingan, terutama anggota organisasi berbasis warga menjadi pelaku perubahan sosial-ekonomi secara aktif dan mandiri. Kata Kunci: Perencanaan, Ketimpangan Ekonomi, Pengelolaan Risiko, Pengurangan Kemiskina

    Perlukah Mempertahankan Keunggulan Kompetitif oleh UMKM? (Studi Kasus UMKM Semarang)

    Get PDF
    This study is to find out and analyze how Small and Medium Enterprises (SMEs) maintain their competitive advantage so that they can survive or even develop from the time they have been established until now. For achieving the goal, this research used a qualitative approach. It is intended to explore the managerial actions of SMEs in maintaining a competitive advantage. The results of the study show that a competitive advantage can be owned through SOAR (Strength, Opportunity, Aspiration, Result). The strength consists of skilled workers, loyal customers, products according to consumer tastes, product and production process innovations, and adequate business land. The opportunity consists of the quality of the production process, broadening the marketing reach from domestic to foreign, and managerial capabilities supported by International Standard for Organization (ISO) 9000-2000 quality management systems that have an impact on increasing consumer confidence. But not many SMEs have been able to implement a quality management system. The aspiration is to work with several souvenir sellers around them and with export brokers. The result is expected to increase sales by participating in online exhibitions and promotions and improving the production process so that the products tend to be near to zero defect rate

    Rancang Bangun Mesin CNC Lathe Mini 2 Axis

    Get PDF
    The use of a lathe that is controlled by computer numerical controlled (CNC) with high speed and good dimensional accuracy, so it uses less human resources. The use of CNC machines is increasing rapidly, along with factory automation. Therefore, the need for skilled CNC machine design experts is increasing. The development of a CNC lathe that is strong and easy to move from one place to another is a necessity for educational institutions with limited space to practice CNC lathes for their students. In this research, the design and manufacture of a strong and self-produced 2 axis mini-lathe machine prototype were carried out. The method used in designing the structure of the machine, and selecting the electric motor to drive the spindle, and the stepper motor to drive the chisel. The results of this study obtained a 2 axis mini-lathe CNC machine with predetermined electronic components, so that it has a design torque of the spindle motor of 4.7454 Nm and a speed of 1,500 rpm, with a stepper motor power of 36 W, with a cutting speed of 90 m min. This CNC machine can work on aluminum material in the experimental process of the infeed depth used is 0.5 mm/rotation with a maximum cutting speed (feed-rate) of 0.75 m/minute. It is recommended to use a low feed rate in machining. The axial force on the stepper motor is 1,368 N with a tool pressure when machining of 912 MPa so that it can cut the A6061 type aluminum material with a yield point of 145 MPa. In the future research can be developed using a material that is tougher than aluminum in order to measure the maximum capabilities of the machine.Penggunaan mesin bubut yang dikendalikan oleh computer numerical controlled (CNC) dengan kecepatan tinggi dan akurasi dimesi yang bagus, sehingga penggunakan tenaga kerja yang lebih sedikit. Penggunaan mesin CNC meningkat pesat seiring dengan berjalannya otomatisasi pabrik. Oleh karena itu, kebutuhan tenaga ahli di bidang perancangan mesin CNC yang terlatih semakin meningkat. Pengembangan mesin bubut CNC yang kuat dan mudah dipindahkan dari satu tempat ketempat yang lain merupakan kebutuhan lembaga pendidikan dengan ruang yang terbatas untuk melakukan praktik mesin bubut CNC kepada siswanya. Dalam penelitian ini, dilakukan perancangan dan pembuatan prototipe mesin bubut CNC lathe mini 2 axis yang kuat dan dapat diproduksi sendiri. Metode yang dipakai adalah merancang struktur dari mesin, dan melakukan pemilihan motor listrik sebagai penggerak spindle, serta motor stepper sebagai penggerak pahat. Hasil dari penelitian ini didapat mesin CNC lathe mini 2 axis dengan komponen elektronik yang sudah ditentukan, sehingga mempunyai rancangan torsi motor penggerak spindle sebesar 4,7454 Nm dan kecepatan 1.500 rpm, dengan daya motor stepper 36 W, dengan kecepatan potong 90 m/menit. Mesin CNC ini mampu mengerjakan material aluminium pada proses percobaan kedalaman pemakanan yang dipakai 0,5 mm/putaran dengan kecepatan penyayatan (feedrate) maksimal 0,75 m/menit. Disarankan menggunakan feedrate kecil dalam permesinan. Gaya aksial pada motor stepper sebesar 1.368 N dengan tekanan pahat saat permesinan sebesar 912 MPa, maka mampu menyayat material bahan alumunium tipe A6061 yang yield point sebesar 145 MPa. Kedepannya dapat dikembangkan penelitian dengan menggunakan material yang lebih keras dari aluminium agar dapat mengukur kemampuan maksimal dari mesin

    Pengolahan Air Terproduksi Pada Lapangan "FD"

    Get PDF
    Proses pemisahan minyak, gas terlarut dan air produksi bersama akan diproses melalui Gas Boot - Wash Tank (Gun Barrel) - Shipping Tank - Clarifeier Tank - WTP Unit - peralatan Balance Tank. Minyak yang telah dipisahkan dari gas terlarut dan air terproduksi akan dialirkan ke tangki pengiriman. Sedangkan air terproduksi yang telah dipisahkan dari minyak dan gas terlarut di Wash Tank dan Gas boot akan dialirkan ke tangki clarifier dan selanjutnya diproses di unit WTP. Peralatan pendukung yang akan digunakan pada WTP Unit adalah Buffer Tank - Electro Coagulant (EC) - DAF Unit (solved air flotation) - Sludge Dewatering Unit - Filter Media - Balance TankPada WTP (Water Treating Plant) ini air akan diolah untuk menghasilkan air yang sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 19/2010. Parameter yang harus dipenuhi dalam proses pemisahan ini adalah kandungan oli harus 25 mg /l, kekeruhan yang dihasilkan harus memenuhi kriteria 149 NTU dan tingkat kekerasan di bawah 1 ppm karena jika lebih dari 1 ppm maka air ini akan cenderung membentuk sangat kerak dan korosi. mengganggu di industri perminyakan, TSS yang dihasilkan (Total Suspended Solid) harus memenuhi kriteria 3 mg / l, TDS yang dihasilkan (Total Dissolved Solid) juga harus memenuhi kriteria 5000 mg / dan RPI yang dihasilkan (relative plugging Index) juga harus memenuhi kriteria 10.Parameter air terproduksi yang diolah di unit WTP sudah memenuhi baku mutu, RPI (Relative Plugging Index) yang dihasilkan adalah 2.96 - 6.47. Kekeruhan yang dihasilkan (tingkat kekeruhan air) 1.64 - 6.72 NTU, TSS (Total Suspended Solid) yang dihasilkan 1.3 - 2,66 mg/l, TDS (total padatan terlarut) dihasilkan 4530 - 4910 mg/l, Kandungan minyak (kandungan minyak dalam air) 16,66 - 23,66 mg/l, dan PH 8,39 - 8,83. Kata Kunci : Sistem Gathering, Pengolahan, Air Terproduksi. Abstract The process of separating oil, dissolved gas and co-produced water will be processed through the Gas Boot - Wash Tank (Gun Barrel) - shipping Tank - Clarifeier Tank - WTP Unit - Balance Tank equipment. Oil that has been separated from dissolved gas and produced water will be flowed to the shipping tank. Meanwhile, the produced water that has been separated from the oil and dissolved gas in the Wash Tank and Gas boot will be flowed to the clarifier tank and will be further processed in the WTP unit. The supporting equipment that will be used in the WTP Unit is a Buffer Tank - Electro Coagulant (EC) - DAF Unit (dissolved air flotation) - Sludge Dewatering Unit - Filter Media - Balance TankIn this WTP (water Treating plant) the water will be processed to produce water that is in accordance with the quality standards that have been determined based on the Minister of Environment Regulation No. 19/2010. The parameters that must be met in this separation process are that the oil content must be 25 mg / l , the resulting turbidity must meet the 149 NTU criteria and the hardness level is below 1 ppm because if it is more than 1 ppm then this water will tend to form very scale and corrosion. disturbing in the petroleum industry, the resulting TSS (Total Suspended Solid) must meet the criteria of 3 mg / l, the resulting TDS (Total Dissolved Solid) must also meet the criteria of 5000 mg / and the resulting RPI (relative plugging Index) must also meet the criteria 10.The produced water parameters processed in the WTP unit have met the quality standard, the RPI (Relative Plugging Index) produced is 2.96 - 6.47, the resulting Turbidity (water turbidity level) is 1.64 - 6.72 NTU, TSS (Total Suspended Solid) produced 1.3 - 2.66 mg / l, TDS (total dissolved solid) produced 4530 - 4910 mg / l, Oil content (oil content in water) 16.66 - 23.66 mg / l, and PH 8.39 - 8.83.Keyword : Gathering System, Processing, Produced Water

    Penyusunan Rencana Pengembangan Obwis Pantai Timang Di Gunungkidul

    Get PDF
    Agar mampu menjadi obyek wisata berskala nasiona dan mampu bersing dengan destinasi wisata pantai lain, Pantai Timang perlu secara terus menerus dikembangkan. Sebab selain pantai Timang, obyekwisata (obwis) sejenis banyak ditawarkan di Gunugkidul dan Jawa bagian selatan.  Namun karena berbagai keterbatasan, terutama ketersediaan SDM pengelola pengembangan obyek wisata masih dilakukan ala kadarnya sesuai kemampuan yang tersedia. Penelitian ini bermaksud membantu pengelola Obwis Timang dalam merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian dilakukan di Pantai Timang dan kawasan wisat pantai Gunungkidul, dengan metode survai . Data di kumpulkan dengan menginterview pemangku kebijakan pariwisata kabupaten, pengelola obyek wisata, pelaku wisata dan pengguna layanan. Observasi dan dokumentasi dilakukan untuk mengkonfirmasi data interview yang masuk. Strategi pengembangan akan disusun melalui analisis SWOT.Penelitin menghasilkan berbagai data terkait kondisi internal yang ada (kekuatan dan kelemahan) dan kondisi eksternal (peluang dan tantangan). Analisis SWOT menghasilkan rancangan strategi jangka menengah dan jangka pendek. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Pariwisata Pantai, Pantai Timan

    Competing in the Era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0

    Get PDF
    The industrial revolution 4.0 presents challenges that must be faced by the business world, namely the lack of adequate HR (Human Resource) skills, the problem of security of communication technology, the reliability of the stability of production machines, the inability to change by stakeholders, and the number of job losses due to automation. Society 5.0 offers a human-centered society that makes a balance between economic progress and the resolution of social problems through a system that is highly connected through cyberspace and the real world. If society 4.0 allows anyone to access also share information on the internet. Society 5.0 is an era where all technology is part of humanity itself. To take advantage of opportunities and answer the challenges of the industrial revolution 4.0, Indonesian people in particular are required to have data, technology and human literacy capabilities. Data literacy is needed by HR to improve skills in processing and analyzing big data for the benefit of improving public and business services. Technology literacy shows the ability to utilize digital technology to process data and information, while human literacy must be mastered because it shows the element of soft skills or the development of individual character to be able to collaborate, be adaptive, and innovative. Indonesia is demanded to be able to follow industry 4.0 workflows juxtaposed with society 5.0. The need for human resources in several business fields is still very massive if all of them are carried out by robotics. Indonesia is a developing country with a fairly dense population that is certainly able to align between the needs of industry 4.0 and society 5.0. Leadership in organizations must stay alive so that every innovative competitive strategy is able to run with the existing vision. To go to the era of society 5.0 the government is obliged to continuously control it

    Pengaruh Shot Peening terhadap Laju Perambatan Retak Fatik Sambungan Friction Stir Welding pada Aluminium Seri 5083

    Get PDF
    This research aims to find out the effect of shot peening on the rate of fatigue crack propagation in the aluminum alloy 5083, which has undergone the friction stir welding (FSW) process. In general, the FSW welded joint is subjected to softening and decreasing mechanical properties compared to the parent metal. Shot peening treatment is expected to reduce the rate of fatigue crack propagation. The FSW process is carried out on 3 mm thick aluminum and butt joint welding joints. The machine used in the FSW process is a milling machine with a spindle rotation of 910 rpm and a table speed of 18.2 mm/min. The surface of the material that has been processed by FSW, then proceeds with the shot peening process by firing steel balls for 6 minutes, 10 minutes, and 14 minutes. The results of the FSW process without shot peening (NP) and FSW with shot peening (SP) microstructure, SEM, and fatigue crack propagation tests were performed. The test results show that the FSW process with shot peening has decreased the rate of fatigue crack propagation marked by an increase in the value of the Paris constant (n). The increase in Paris\u27s constant values (n) in the FSW with SP6, SP10, and SP14 was 0.241%, 5.428%, and 13.371%, respectively

    Analisa Laju Korosi dengan Media Air Laut pada Hasil Pengelasan Logam Baja Karbon Rendah dengan Proses Perlakuan Panas

    Get PDF
    Permasalahan korosi dapat mengakibatkan bertambahnya potensi pencemaran oleh minyak bumi terhadap lingkungan akibat adanya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Perawatan peralatan yang tidak tepat, salah satunya gagal memantau kelelahan logam dan korosi, dapat menyebabkan kecelakaan fatal pada industri migas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi pada baja karbon rendah yang disambung dengan pengelasan dan telah diberikan perlakuan panas pasca pengelasan. Untuk mengetahui laju korosi pada hasil las baja karbon rendah dilakukan pengujian menggunakan media air laut. Metode penelitian dimana spesimen baja karbon rendah yang sudah dilas dengan las listrik, kemudian dilakukan pemanas atau heat treatment dengan dipanasi lagi sampai temperatur 300 oC. Spesimen dilakukan penimbangan dengan ketelitian 0,01 gram dan pengukuran dimensi dengan ketelitian 0,001 mm, kemudian dimasukkan dalam air laut yang sudah diletakkan dalam wadah berupa gelas plastik tanpa penutup. Spesimen direndam untuk 100 jam, 200 jam, 300 jam dan 400 jam. Hasil pengujian berat dan penurunan berat spesimen, diperoleh berat rata-rata tertinggi spesimen  yaitu pada rendaman 100 jam, didapat berat rata-rata sebesar 9,641 gr dengan selisih berat 0,016 gr. Sedangkan berat rata-rata terendah spesimen yaitu pada rendaman 400 jam, didapat penurunan berat rata-rata sebesar 9,575 gr dengan selisih berat 0,020 gr. Hasil pengujian dimensi dan luas permukaan terendam, diperoleh hasil dimensi rata-rata tertinggi pada rendaman selama 100 jam sebesar 2.031,312 mm2 dan dimensi rata-rata terendah diperolah pada rendaman 400 jam yaitu sebesar 2.009,594 mm2 . Berdasarkan data penurunan berat spesimen dan penurunan dimensi, diperoleh hasil perhitungan laju korosi/corrosion rate (CR) sebesar 0,088 mpy untuk lama perendaman 100 jam. Untuk perendaman selama 200 jam dengan menggunakan data yang sama, diperoleh laju korosi/corrosion rate (CR) sebesar 0,106 mpy. Sedangkan untuk perendaman selama 300 jam dan 400 jam, diperoleh laju korosi/corrosion rate sebesar 0,114 mpy. Berdasarkan grafik laju korosi terhadap waktu perendaman menunjukkan semakin lama waktu rendaman, semakin tinggi laju korosinya. 

    Kualitas Pelayanan Kantor Pos Babarsari Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

    Get PDF
    Pada saat ini Kantor Pos Cabang Yogyakarta adalah sebagai Kantor Pos besar tingkat Provinsi yang membawahi sejumlah Kantor Pos cabang tingkat yang berada di kabupaten yang meliputi Kabupaten Sleman, Kulon Progo, Bantul, dan Gunung Kidul. Salah satu cabang dari kantor Pos Indonesia Cabang Yogyakarta adalah Kantor Pos Babarsari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabupaten Sleman). Dalam hal ini pemilihan penulisan pada Kantor Pos Cabang Babarsari yang berada di Kabupaten karena ketertarikan penulis dalam mengetahui dengan secara detail dan jelas mengenai aktifitas organisasi publik di wilayah tingkat II (Kabupaten). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan cara menggambarkan atau menganalisis data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Data yang diperoleh ditabulasi dengan menyusunnya kedalam tabel kemudian dihitung rata-ratanya, selanjutnya dievaluasi dan diinterpretasikan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan pengguna pada Kantor Pos Babarsari telah memenuhi harapan pengguna pada dimensi Bukti Fisik (Tangibles) dengan nilai MSA yaitu 16,8, pada dimensi Reliabilitas (Reliability) diperoleh nilai MSA sebesar 18,5, pada dimensi Daya Tanggap (Responsiveness) diperoleh nilai MSA sebesar 19,2, dimensi Jaminan (Assurance) memperoleh nilai MSA 4,5, dan pada dimensi Empati (Emphaty) memperoleh nilai MSA sebesar -18,9. Dengan nilai MSA yang menunjukkan nilai positif dapat dikatakan bahwa layanan pengguna pada layanan Kantor Pos Babarsari Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta telah memenuhi harapan minimum pengguna layanan dan dapat diartikan pengguna layanan  merasa puas terhadap layanan yang diterimanya

    940

    full texts

    1,051

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Proklamasi 45 Online Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇