Universitas Proklamasi 45 Online Journals
Not a member yet
1051 research outputs found
Sort by
Analisis Komparasi Bantalan Luncur Material Kuningan, Bronze, dan Besi Tuang Ditinjau dari Uji Kekasaran Permukaan dan Uji Keausan Abrasi
Slide bearings have been widely applied to various industrial machines. In its application, there is a friction force that makes the sliding bearings wear. Brass, bronze, and cast iron are commonly used in the manufacture of slide bearings, so it is necessary to test each material\u27s wear rate to determine which material for the slide bearing has the lowest wear rate. The slide bearing specimen in this study was made using the same two lathes. Surface roughness test, material hardness test, and stress relieving heat treatment were carried out to evaluate their effect on the materials\u27 wear rate. The roughness values of the slide bearing specimens of the three materials made using two lathes before stress-relieving treatment were included in grade N4 after stress relieving treatment were included grades N4 and N5. The average value of the brass material wear rate before and after stress-relieving treatment is 0.03 gr/hour. The average wear rate of bronze material before and after stress relieving treatment was 0.01 gr/hour. The average value of cast iron material wear rate before and after stress-relieving treatment is 0.17 g/hour. The wear rates of brass, bronze, and cast iron materials were made using two lathes. Before and after the stress-relieving treatment, there was no significant difference in each material. The lowest wear rate is on bronze material, which is 0.01 gr/hour.Bantalan luncur telah banyak diaplikasikan pada berbagai macam mesin industri. Dalam pengaplikasiannya, terdapat gaya gesek yang membuat bantalan luncur tersebut mengalami keausan. Kuningan, bronze, dan besi tuang merupakan material yang umum digunakan dalam pembuatan bantalan luncur, sehingga perlu dilakukan pengujian laju keausan pada masing-masing material guna menentukan material pembuat bantalan luncur yang memiliki tingkat laju keausan paling rendah. Specimen bantalan luncur pada penelitian ini dibuat menggunakan dua buah mesin bubut yang sama. Uji kekasaran permukaan dan uji kekerasan material serta perlakuan panas stress relieving dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap tingkat laju keausan material. Nilai kekasaran specimen bantalan luncur dari ketiga material tersebut yang dibuat menggunakan dua buah mesin bubut sebelum perlakuan stress relieving masuk dalam grade N4, setelah perlakuan stress relieving masuk dalam grade N4 dan N5. Rata-rata nilai laju keausan material kuningan sebelum dan setelah perlakuan stress relieving adalah 0,03 gr/jam. Rata-rata nilai laju keausan material bronze sebelum dan setelah perlakuan stress relieving adalah 0,01 gr/jam. Rata-rata nilai laju keausan material besi tuang sebelum dan setelah perlakuan stress relieving adalah 0,17 gr/jam. Laju keausan dari material kuningan, bronze, dan besi tuang yang dibuat menggunakan dua buah mesin bubut, sebelum dan sesudah perlakuan stress relieving tidak menunjukkan perbedaan secara signifikan pada masing-masing material. Laju keausan paling rendah ada pada material bronze sebesar 0,01 gr/jam
Pengembangan Sentra Pengerajin Akar Bambu Di Desa Jambu Kulon Klaten Jawa Tengah
Strategi Pengembangan Pengelolaan Sentra Pengrajin Akar Bambu Di Desa jambu Kulon Klaten Jawa Tengah. Menurut Undang-undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah adalah salah satu landasan yuridis bagi pengembangan otonomi daerah di Indonesia. Kabupaten Klaten memiliki kewenangan dalam mengelola potensi derahnya. Salah satunya pemberdayaan Industri Akar Bambu Di Desa Jambu Kulon Kabupaten Klaten. Penelitian ini ingin mendiskripsikan dan menganalisis bagaimana strategi pemerintah daerah dalam pengembangan sentra industri akar bambu di Desa Jambu Kulon Kec. Ceper Kab. Klaten, yang dimana masih ditemui beberapa kendala. Dalam penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan data yang diambil adalah dari hasil observasi di Desa Jambu Kulon Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten, interview dengan beberapa sumber , dan dokumentasi serta fotofoto, serta juga menambahkan beberapa referensi dari majalah, buku, litertur, dan juga dari sumber internet atau website.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah Kabupaten Klaten khususnya Dinas Perindustrian Kabupaten Klaten, telah melaksanakan strategistrategi dalam pemberdayaan IKM di Sentra Industri Akar Bambu di Desa Jambu Kulon Kabupaten Klaten. Strategi-strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten, antara lain 1. Dinas Perindustrian: a) Strategi Peningkatan Kemampuan Finansial, b) Pengembangan Pemasaran, c) Pengembangan Sumber Daya Manusia. 2. Dinas Perdagangan: a) Pemberdayaan UKM, b) Pembinaan dan Pengembangan Usaha, c) Fasilitasi Penjamin Modal. Kata kunci: pemerintah desa, strategi, pemberdayaan, pariwisata dan partisipasi
Pengaruh Implementasi Good Corporate Governance dan Strategi Bisnis terhadap Kinerja Perusahaan: Studi Kasus BUMN di Indonesia Tahun 2013-2018
State-Owned Enterprise (SOE) is one of the agents of economic activity in the national economy of Indonesia that has an important role in managing the national economy to realize the welfare of society. At present, SOEs have often received critical attention from the public because they are seen as inefficient, wasteful of resources utilization, laden with corruption, and have lower level profitability. The implementation of Good Corporate Governance (GCG) and the right of business strategy is expected to improve the performance of SOEs both financially and non-financially. The purpose of this study was to determine the effect of GCG implementation and business strategy on firm performance. In this study, financial performance was measured using Return on Equity (ROE) and non-financial performance used Customer Satisfaction Index (CSI). The method used in this research was a partial regression of panel data through the determined of the estimation model after the classical assumption test. The sample used in this study was 22 SOEs (BUMN) that met the sample criteria. The results showed that there was a significant effect of the implementation of GCG on ROE and CSI. But, there was not a significant effect of the implementation of its’ business strategies on ROE, otherwise the significant effect on CSI
Stimulasi Thermochemical dan Electrical Downhole Heating sebagai Solusi Alternatif Penanganan Wax Problem pada Sumur High Pour Point Oil: Studi Kasus Lapangan "X"
Minyak mentah yang memiliki titik tuang tinggi (HPPO) disebabkan oleh adanya komponen berat seperti asphaltenes. Pada beberapa kasus, komponen asphaltenes dapat menyebabkan permasalahan seperti pengendapan wax pada tubing produksi. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa instrumen, bahan kimia, dan teknik telah diusulkan dan digunakan. Sampai saat ini belum ada metode yang ekonomis untuk mencegah pengendapan asphaltenes. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan asphaltene treatment program yang baru. Penulisan paper ini bertujuan memberikan perbandingan strategi alternatif dalam mengatasi masalah pengendapan wax pada interval kedalaman tubing tertentu dengan penggunaan Stimulasi Thermochemical maupun Electrical Downhole Heating. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus penerapan Stimulasi Thermochemical pada sumur X-1 dan Electric Downhole Heating pada sumur X-2 dengan mengevaluasi dan menganalisis laju produksi, temperatur kepala sumur, dan efektivitas biaya kedua metode tersebut. Stimulasi Thermochemical adalah metode injeksi bahan kimia pada sumur produksi untuk menghasilkan panas atau reaksi eksotermik, dengan perendaman selama 12 hingga 24 jam. Sedangkan metode Electrical Downhole Heating digunakan untuk memanaskan minyak mentah pada tubing secara berkala dengan prinsip kerja berupa adanya sistem kontrol yang akan mempertimbangkan panas minimum untuk melelehkan wax dan secara bersamaan menjamin bahwa temperaturnya tidak akan melebihi temperatur operasi maksimum dari isolasi kabel. Berdasarkan hasil studi kasus, Electric Downhole Heating (EDH) mengungguli Stimulasi Thermochemical dalam hal kinerja dan efektivitas biaya. EDH meningkatkan profit sebesar 27% sekaligus mengurangi payout time (POT) sebesar 25% dibandingkan dengan Stimulasi Thermochemical.Kata Kunci: thermochemical, Electric Downhole Heating, HPPO, asphaltenes, wax treatmen
Perbaikan Rancangan Jaket Kerja untuk Kurir Menggunakan Metode TRIZ dan Antropometri
Jaket tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sandang. Namun jaket juga menjadi kebutuhan dalam dunia kerja untuk beberapa profesi, seperti kurir. Profesi kurir memiliki kontak secara langsung dengan berbagai kondisi musim dan cuaca. Hal ini menyebabkan jaket menjadi kebutuhan utama dalam profesi kurir. Permasalahan tersebut menyebabkan perlu adanya perancangan ulang terhadap produk jaket yang digunakan oleh kurir saat ini. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah merancang dan perbaikan produk jaket kurir PT Pos Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan pada 30 orang kurir pos di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Penggunaan metode perancangan adalah TRIZ (Theory of Inventive Problem Solving) dan Antropometri. Pengukuran antropometri dilakukan terhadap 9 dimensi tubuh, Lingkar Perut, Lingkar Dada, Panjang Punggung, Lingkar Lengan Atas, Panjang Lengan, Lebar Bahu, Lingkar Leher, Tinggi Badan dan Berat Badan. Persentil yang digunakan adalah Persentil 5th untuk dapat mewakili ukuran Small (S), Persentil 50th untuk ukuran Medium (M), dan Persentil 95th untuk mewakili ukuran Large (L). Hasil yang diperoleh dari metode TRIZ adalah Terdapat 6 kebutuhan yaitu: (1) Tidak Terasa Panas; (2) Tidak Mudah robek; (3) Tempat pulpen, Handphone, dan Nota; (4) Masker; (6) Kenyamanan Gerakan; (7) Mudah dibersihkan. Solusi yang terpilih dari metode TRIZ adalah: (1) Kesesuaian ukuran produk dengan dimensi tubuh; (2) Ventilasi udara; (3) Toleransi kelonggaran dengan Tubuh; (4) Material kuat; Membuat lapisan luar dan dalam; (5) Tempat terpisah untuk masing-masing objek, bukan disatu tempat; (6) Masker dapat dilipat; (7) Perancangan ukuran standar menggunakan metode antropometri, variasi ukuran; (8) Bagian tertentu dapat dilepas; (9) Material fleksibel dan tidak kaku
PENGARUH PERMA NOMOR 3 TAHUN 2017 TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM YANG MENGADILI PEREMPUAN SEBAGAI PELAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum terhadap pertimbangan hakim yang mengadili perempuan sebagai pelaku kekerasan dalam rumah tangga.Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Penulis menggunakan data primer dan data sekunder. Data sekunder yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan bahan-bahan non-hukum. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan 3 tahap, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis data deskriptif dan evaluatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya Perma Nomor 3 Tahun 2017 ini cukup signifikan dalam mempengaruhi pertimbangan hakim dalam memutus sebuah perkara, khususnya dalam memutus perkara yang pelakunya adalah perempuan. Sebagaimana Pasal 7 Perma Nomor 3 Tahun 2017, selama jalannya pemeriksaan persidangan, hakim diharuskan mencegah dan/atau menegur para pihak, penasihat hukum, penuntut umum dan/atau kuasa hukum yang bersikap atau membuat pernyataan yang merendahkan, menyalahkan, mengintimidasi dan/atau menggunakan pengalaman atau latar belakang seksualitas Perempuan berhadapan dengan hukum
Rancang Bangun dan Simulasi Pembebanan Statik pada Sasis Mobil Hemat Energi Kategori Prototype
The manufacture of a prototype energy-efficient car with an electric motor drive is based on research with the initial stages of making a vehicle frame. Chassis is a significant and vital component in a vehicle. The chassis functions support the engine, driver, body, and a place to place various vehicle supporting components. This study aims to design an energy-efficient car vehicle chassis based on the Energy Saving Car Competition (KMHE) regulations in the prototype category. The research was conducted by simulating static loading on the vehicle chassis\u27 design to obtain a safe limit for the chassis construction. The static load test range is with driver load ranging from 50 kg to 90 kg. Static load testing uses the stress analysis feature, which is equipped with the finite element analysis (FEA) method. The results are obtained in the form of von mises stress, displacement, and safety factor. The resulting chassis is 2,800 mm long, 400 mm wide, and 550 mm high. The simulation result shows that the highest von misses stress occurs in the front wheel mount frame, which is 52.48 MPa. The most massive maximum displacement in the middle frame to support the driver\u27s seat is 0.477 mm, and the smallest is in the energy-efficient car driving frame. The minimum safety factor obtained is 5.24, located on the front wheel support frame, and a maximum of 15 located on the car\u27s front frame. Based on the static load analysis results, it can be concluded that the energy-efficient car chassis design is safe.Pembuatan mobil hemat energi kategori prototipe dengan penggerak motor listrik merupakan dasar penelitian dengan tahapan awal pembuatan rangka kendaraan. Sasis merupakan komponen utama dan penting dalam sebuah kendaraan. Sasis berfungsi untuk menopang mesin, pengemudi, body, dan tempat meletakkan berbagai komponen pendukung kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sasis kendaraan mobil hemat energi berdasarkan regulasi untuk Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) kategori prototipe. Penelitian dilakukan dengan membuat simulasi pembebanan statik pada desain sasis kendaraan untuk mendapatkan batasan aman konstruksi sasis. Varisi pengujian beban statis adalah dengan beban pengemudi mulai dari 50 kg hingga 90 kg. Pengujian beban statis menggunakan fitur stress analysis yang dilengkapi dengan metode finite element analysis (FEA). Hasil yang didapatkan berupa von mises stress, displacement, dan safety factor. Sasis hasil rancangan mempunyai ukuran panjang 2.800 mm, lebar 400 mm, dan tinggi 550 mm. Hasil simulasi menunjukkan besar tegangan von misses stress tertinggi terjadi di rangka dudukan roda depan, yaitu sebesar 52,48 MPa. Displacement maksimum terbesar pada rangka tengah penyangga tempat duduk pengemudi sebesar 0,477 mm dan terkecil pada rangka dudukan penggerak mobil hemat energi. Safety factor minimum sebesar 5,24 terletak pada rangka penyangga roda depan dan safety factor maksimum sebesar 15 terletak pada rangka depan mobil. Berdasarkan hasil analisis beban statis dapat disimpulkan bahwa desain sasis mobil hemat energi yang dirancang tersebut aman
Pemanfaatan Energi Angin akibat Laju Kendaraan Berbasis Pengembangan Inovasi Teknologi Hybrid Vertical Axis Wind Turbine sebagai Penghasil Listrik untuk Mewujudkan Ketahanan Energi Nasional
Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian awal berjudul “Pemanfaatan Energi Angin dari Laju Kendaraan Berbasis Kincir Vertikal sebagai Penghasil Listrik untuk Penerangan Lampu Jalan”. Pada penelitian ini telah dilakukan serangkaian pengembangan dan pembaharuan baik dari segi penentuan daerah potensial maupun segi desain konstruksi hybrid va (vertical axis) wind turbine. Pembaharuan dan pengembangan dilakukan guna meningkatkan kesiapan implementasi hybrid va wind turbine di seluruh daerah efektif di Indonesia. Pada penelitian sebelumnya kelengkungan atau radius kincir belum dapat diketahui. Untuk mencari tahu kelengkungan kincir dengan efektivitas rotasi tertinggi maka dilakukan perancangan miniatur kincir vertikal dengan rasio 1:5 terhadap ukuran kincir sumbu vertikal reguler sesungguhnya. Peningkatan desain dengan memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan yang melintas sangat perlu dilakukan. Penggunaan material atau bahan yang dapat merefleksikan cahaya dari lampu kendaraan pada malam hari yang dilekatkan di konstruksi hybrid va wind turbine merupakan salah satu metode untuk meningkatkan aspek keselamatan. Pengukuran terhadap lebar bagian tengah kedua jalur jalan yang berlawan arah sebagai lokasi pemasangan hybrid va wind turbine juga dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengendara. Pemberian toleransi jarak antara bagian sisi terluar kincir dan bagian terluar lajur jalan sangat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada konstruksi hybrid va wind turbine serta demi keselamatan pengendara yang melintas. Pada jalan-jalan dengan lebar bagian tengah antara kedua jalur jalan yang berukuran di bawah 2meter (<2m) tidak dapat diterapkan hybrid va wind turbine reguler, sehingga penerapan hybrid va wind turbine minimalis merupakan solusi untuk daerah tersebut. Penentuan daerah efektif untuk implementasi pada penelitian ini dilakukan dengan pengukuran terhadap aspek-aspek potensi yang dimiliki oleh jalan di antaranya; rata-rata intensitas kendaraan yang melintas, kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas, kecepatan angin rata-rata yang tersedia akibat laju kendaraan yang melintas, lebar bagian tengah antara kedua jalur jalan yang berlawanan arah, kondisi geografis jalan, serta potensi timbulnya kepadatan. Jalan tol Semarang-Solo memiliki total panjang jalan 75,7km dan dalam penelitian ini telah dipilih 3 titik awal yang diprediksi dan diukur aspek-aspek kelayakannya untuk dilakukan implementasi hybrid va wind turbine pada daerah tersebut.Kata kunci: Hybrid va wind turbine, Peningkatan desain, Aspek keselamatan, Aspek-aspek potensi jalan.
Strategi Implementasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) di Indonesia
Pemerintah Indonesia telah mencanangkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang menargetkan Indonesia menambah energi campuran yang berasal dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 sebesar 23% dan pada tahun 2050 sebesar 31%. Dengan sumber energi surya yang melimpah di sekitar garis khatulistiwa, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi salah satu peluang alternatif EBT yang menjanjikan. Sayangnya, biaya investasi pemasangan panel surya konvensional berbahan baku silikon dengan tingkat kemurnian tinggi belum kompetitif. Dye-sensitized solar cell (DSSC) diprediksi akan menggantikan panel surya konvensional karena lebih ekonomis, mudah dibuat, serta lebih ramah lingkungan sehingga dapat meningkatkan target pemenuhan kebutuhan EBT berbasis tenaga surya. Berbeda dengan sistem konvensional di mana semikonduktor (Si) berperan sebagai penyerap cahaya sekaligus penghantar arus, kedua fungsi tersebut dijalankan oleh dua komponen berbeda pada DSSC, yakni sensitizer dan semikonduktor (TiO2). Cahaya diabsorbsi oleh lapisan sensitizer yang terikat pada semikonduktor TiO2. Arus dari elektron tereksitasi kemudian diinjeksi dari sensitizer ke pita konduksi padatan. Penulis menggunakan studi literatur untuk mengulas beberapa strategi meningkatkan Photo Conversion Efficiency (PCE) berupa pemilihan material penyusun komponen DSSC dengan memanfaatkan material yang menghasilkan PCE yang tinggi, seperti N719 (11,18%), LD4 (10,06%), dan D149 (9%) sebagai penyusun fotoanoda, counter electrode, serta pewarna sensitizer secara berturut-turut. Setelah desain ditentukan, penulis menentukan langkah implementasi DSSC secara masif di Indonesia. Kata Kunci: DSSC, PCE, Fotoanoda, Sensitizer, Counter electrod
Performance Analysis of Plastic Bottle Crushing Machine with Electric Motor Drive
Garbage is now very possible to be recycled. One way to help the recycling process is to make a plastic bottle crushing machine. In this study,the test material is a plastic bottle with a thickness of 0.1 mm. Then we calculated the engine capacity, electrical energy, the profit of production costs, the comparison of the efficiency of the electric motor drive compared to the gasoline engine drive, the rotation of the blade, and linear velocity v-belt. This study\u27s results were that the smaller modifiedmachinescould crush plastic bottles into crushed plastic with a length smaller than 20 mm as much as 27.93 kg/hour. The comparison efficiency of using a plastic bottle crushing machine with an electricmotor drive witha gasoline motor drive is 2.6:1. It can be concluded that the plastic bottle crushing machine with an electric motor drive is superior to those witha gasoline engine drive