eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
3096 research outputs found
Sort by
Simulasi Sistem Pengendalian Motor Stepper dengan Metode Pulse Width Modulation
This paper discusses the control of a stepper motor using Pulse Width Modulation (PWM) methods. In this paper, the author presents two designs: one using a stepper motor controller with an astable multivibrator as a pulse generator and the other utilizing a microcontroller as the pulse generator. The design of the stepper motor controller with an astable multivibrator involves using the IC timer 555 to control the stepper motor speed and a latch circuit to control the direction of the stepper motor rotation. Meanwhile, the design of the stepper motor controller with a microcontroller employs the Arduino UNO R3 to control both the direction and speed of the stepper motor. Testing is conducted through a simulation of the system design using Proteus software. From the test results, it is observed that an increase in the PWM value leads to a faster rotation speed of the stepper motor, conversely, a decrease in PWM value results in a slower rotation speed of the stepper motor.Makalah ini membahas pengendalian motor stepper dengan metode pulse width modulation (PWM). Pada makalah ini, penulis melakukan dua buah perancangan, yaitu perancangan pengendali motor stepper dengan multivibrator astabil sebagai pembangkit pulsa dan pengendali motor stepper dengan mikrokontroler sebagai pembangkit pulsa. Perancangan pengendali motor stepper dengan multivibrator astabil dilakukan dengan menggunakan IC timer 555 sebagai pengendali kecepatan motor stepper dan menggunakan rangkaian latch sebagai pengendali arah putar motor stepper; Sedangkan, Perancangan pengendali motor stepper dengan mikrokontroler dilakukan dengan menggunakan Arduino UNO R3 sebagai pengendali arah dan kecepatan motor stepper. Pengujian dilakukan dengan simulasi perancangan sistem menggunakan software Proteus. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa semakin besar nilai PWM maka kecepatan putaran motor stepper akan semakin cepat, sebaliknya ketika nilai PWM semakin kecil, maka kecepatan putaran motor stepper akan semakin melambat
Understanding Stunting in Toddlers: Factors Impacting Knowledge Levels among FKIKUAJ Medical Students (2017-2020)
Introduction: Stunting is short stature in children due to chronic malnutrition in the first 1000 days of life. Medical students' knowledge plays an important role in preventing stunting. This study aims to determine the factors that are associated with the level of knowledge of FKIK-UAJ students class 2017- 2020 about stunting in children under five.
Methods: This is a cross-sectional study of FKIK-UAJ students class of 2017-2020. Data collection using a questionnaire and data analysis using the chi-square test.
Results: The total respondents were 136 students with 135 included in the inclusion criteria and 1 person included in the exclusion criteria. The 135 students who filled out the questionnaire were dominated by female gender, class of 2020, clinic education stage, had not participated in the pediatrics clerkship, and had never participated in activities on stunting or child health with the level of knowledge obtained was in the good category 13.3%, sufficient 51.9% and less 34.8%. The chi-square test found that the factors of class (p=0,045), stage of education (p=0,023), and pediatrics clerkship (p=0,039) influenced the level of knowledge about stunting while gender (p=0,688) and activities about stunting or child health (p=0,903) had no effect.
Conclusions: The results showed that the factors of class, stage of education, and pediatrics clerkshiphada relationship with the level of knowledge about stunting.
Keywords: stunting - knowledge - students
Program Kemitraan Masyarakat Dalam Eksplorasi Sumber Zat Warna Organik Di Meruyung Desa Limo Kota Depok
Color in a product, both in the form of food products and products other than food, is one thing that makes consumers interested and as a consideration for use or choice. In serving food color as if it will be a must for producers. The dapart staining process is carried out synthetically using chemicals or using natural materials. The use of synthetic dyes has an influence on health and the environment. This makes it an excuse for manufacturers to return to nature by using natural dyes. In the surrounding environment derived from plants, there are many sources of natural dyes both carotenoids, anthocyanin, betalain and chlorophyll. By using the process of exploring plants to produce natural dyes. This natural dye can be applied to food products, and has the ability to maintain health, prevent and minimize the occurrence of several diseases such as diabetes mellitus, hypercholesterolemia, cancer and so on. Therefore, the concept of returning to natural dyes derived from plants so as to maintain health as well as environmental pollution
Edukasi Terkait Bahaya Penggunaan Gawai yang Kurang Tepat di SMTK Bethel Jakarta
Pada tahun 2021, Indonesia menempati urutan ke-3 di Asia dengan penggunaan internet tertinggi. Sebanyak 65% usia sekolah di Indonesia telah menggunakan gawai. Berdasarkan lokasi, Pulau Jawa menempati proporsi tertinggi untuk penggunaan gawai. Penggunaan gawai tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk pelajar. Gawai memiliki dampak yang baik bagi proses pembelajaran, namun ketika dilakukan secara tidak tepat dan tanpa pengawasan, resiko terhadap kesehatan fisik dan mental dapat terjadi. Untuk itu, dibutuhkan proses edukasi penggunaan gawai yang tepat guna menurunkan resiko tersebut. Edukasi dilakukan di SMTK Bethel Jakarta dengan target siswa kelas X, XII dan XII. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, video dan banner. Proses evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Dari hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pemahaman peserta sebanyak 3% berdasarkan nilai rata-rata. Sebaran data nilai peserta bergeser kearah positif. Target peserta edukasi memenuhi kriteria dimana 98% target tepenuhi. Evaluasi kegiatan secara keseluruhan menunjukan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dari seluruh peserta baik dari segi kesesuaian dengan harapan (78%), topik yang menarik (76%), topik sesuai kebutuhan (83%), pelayanan tim pengabdian (83%) dan proses menanggapi keluhan atau pertanyaan oleh tim pengabdi (74%). Kegiatan disebarluaskan melalui live streaming youtube SMTK Bethel Jakarta dan instagram FKIK UAJ agar menjangkau masyarakat secara lebih luas
Pelatihan Pembuatan Jeli dan Permen Jeli Bunga Telang Bagi Komisi Wanita GBI Kalijaya, Tangerang
Telang flowers or Butterfly Pea is often found or planted independently by people, one of which is in the Kalijaya area, Tangerang. As public knowledge and awareness of health increases, Telang flowers are widely consumed conventionally as a tea brew because it is known for the high antioxidant content of telang flowers. One of activity and service of the women'scommission at GBI Kalijaya Tangerang is to increase the creativity of its congregation so that it can improve welfare through improving its economy. Jellies and jelly candies are loved by all groups, both young and old and are easy to make. The UPH Food Technology Study Program was moved to help provide training through Community Service activities. Butterfly pea flowers can be used as a source of coloring in jelly to increase its appeal. Training activities were carried out in two parts, first, explanation regarding the technology for making jelly and jelly candy and knowledge of anthocyanin compounds in butterfly pea flowers as antioxidants. The second is the practice of making jellies and jelly candies. The results of the training can be understood by participants, where they are motivated to practice at home and intend to pass on the information to others
PEMEROLEHAN BAHASA JENIS KALIMAT DAN STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA ANAK USIA 3;0-4;0 TAHUN DI PAUD BIMBA AIUEO
Penguasaan bahasa yang benar merupakan kunci keberhasilan dan kesempurnaan proses komunikasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses komunikasi ialah pemerolehan kalimat yang cukup. Seorang anak akan lebih banyak diam, menyimak, dan mendengarkan tanpa memberikan reaksi ucapan apapun pada awal pemerolehan bahasa. Artinya, kematangan pertama yang dikuasai anak adalah mendengarkan pembicaraan orang lain. Setelah umurnya bertambah, pertumbuhan alat ucapnya pun bertambah baik. Anak akan berusaha untuk menerima dan menirukan kata-kata yang pernah didengarnya baik dari orang tuanya, keluarganya, dan lingkungan sekitarnya. Pertumbuhan dan perkembangan bahasa anak selalu meningkat setiap harinya. Ekspresi anak-anak berubah secara bertahap dalam berkomunikasi. Dalam penelitian ini, untuk mendeskripsikan jenis kalimat dan struktur kalimat yang digunakan anak usia 3;0-4;0 tahun di PAUD Bimba AIUEO Aia Dingin Koto Tangah Padang berdasarkan amanat wacana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik rekam. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima orang, yang berusia 3;0-4;0 tahun di PAUD Bimba AIUEO Koto Tangah Padang. Data penelitian ini adalah tuturan subjek peneliti. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan data ke bahasa tulis, (2) mengidentifikasikan ke dalam tabel berdasarkan jenis kalimatnya, (3) mengklasifikasikan dalam tabel berdasarkan jenis kalimat, (4) menganalisis data berdasarkan jenis kalimat, (5) membuat kesimpulan berdasarkan analisis data. Berdasarkan analisis data dan pembahasan terhadap anak usia 3;0-4;0 tahun di PAUD Bimba AIUEO Aia Dingin Padang. Dilihat dari jenis kalimat berdasarkan amanat wacana ditemukan empat jenis kalimat yaitu kalimat interogatif, deklaratif, responsif, dan kalimat imperatif. Jenis kalimat yang dominan digunakan adalah kalimat interogatif, karena rasa ingin tahu anak tinggi. Selain itu, berdasarkan analisis data yang ditemukan anak lebih banyak menggunakan struktur kalimat menggunakan unsur subjek dan predikat. Jadi dapat disimpulkan bahwa anak mampu mengucapkan kalimat dari segi jenis dan strukturnya
KETEGASAN MAKNA DALAM RIMA (PHONETIC FORM) PUISI-PUISI KARYA WIJI THUKUL
Puisi merupakan ungkapan isi hati penyairnya. Untuk memahami makna yang terkandung dalam puisi tidak terikat pada satu pendekatan saja, karena setiap puisi memiliki karakter tersendiri, baik ditentukan oleh unsur batin maupun unsur fisik puisi. Salah satu unsur fisik puisi yang dapat mempertegas makna puisi adalah versifikasi. Versifikasi puisi meliputi rima, ritma, dan metrum. Jika rima atau phonetic form berpadu dengan ritma akan mampu mempertegas makna. Artikel ini mengkaji ketegasan makna dalam rima (phonetic form) puisi-puisi Wiji Thukul, seorang penyair yang aktivis hak asasi manusia berkebangsaan Indonesia. Thukul merupakan salah satu tokoh yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Sejak 1998. Sampai sekarang dia tidak diketahui keberadaannya, dan dinyatakan hilang. Puisi-puisinya dilarang beredar pada masa Orde Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam puisi-puisi Wiji Thukul dengan meneliti rima yang meliputi Onomatope, bentuk intern pola bunyi, dan pengulangan kata atau ungkapan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Riffaterre dengan pembacaan secara heuristik dan hermeneutik. Puisi-puisi karya Wiji Thukul mempunyai rima yang banyak menggunakan onomatope dan konsonan-konsonan /h/ yang menurut Marjorie Boulton menandai suatu kegelisahan. Selain itu, konsonan-konsonan /k/, /g/. /kh/, memberikan sugesti akan adanya kekerasan, konflik atau kebencian. Dalam hal bentuk internal pola bunyi yang ditinjau adalah unsure pengulangan dan persamaan bunyi (konsonan dan vocal). Misalnya dalam bait terakhir puisi Supardini Matangguan Ini Untukmu terdapat larik antara kelahiran, kematian, kehidupan. Persamaan suku kata awal (konsonan dan vocal) /ke/ mempertegas makna konflik yang ada dalam diri penyair. Pengulangan yang ada dalam puisi-puisi karya Wiji Thukul tidak hanya berbentuk pengulangan bunyi saja tetapi juga pengulangan kata atau ungkapan. Boulton menyatakan bahwa pengulangan bunyi/kata/frasa mampu memberikan efek intelektual (efek analitik) dan efek magis yang murni. Dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui apa yang dirasakan penyair saat membuat puisi tersebut, kegelisahan, ketakutan, dendam, konflik, kemarahan atau protes. Meskipun penyair telah tiada, penelitian ini dapat membantu menggali perasaan Wiji Thukul. Penelitian ini masih banyak kekurangannya. Agar lebih jelas makna dari persamaan bunyi dalam puisi, penelitian selanjutnya akan difokuskan pada penelitian sistem bunyi dengan analisis segmental dan suprasegmental
SENYAPAN TERISI PADA TUTURAN MAHASISWA BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA)
Bahasa lisan berpotensi untuk Penelitian ini mengeksplorasi senyapan terisi dalam tuturan mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan (1) tipe senyapan terisi dalam tuturan mahasiswa BIPA dan (2) satuan lingual pengiring senyapan terisi dan keterkaitannya dengan proses produksi tuturan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa senyapan ketidaklancaran dalam pidato eksplanasi berbasis naskah dan ekstemporan mahasiswa BIPA yang dijaring dengan metode simak kemudian dianalisis dengan teknik lesap. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, tipe senyapan terisi meliputi (1) bunyi e /ə/, e /e/, dan a /a/ serta (2) kalimat apa?. Dalam hal ini, terdapat temuan bahwa bunyi pengisi senyapan terisi dipengaruhi oleh bahasa ibu penutur. Kedua, satuan lingual pengiring senyapan terisi meliputi (1) kata, (2) frasa, (3) klausa, dan (4) kalimat. Hal ini menunjukkan bahwa hambatan produksi tuturan terjadi pada level fungsional hingga level fonologi
CIRI SUPRASEGMENTAL DALAM BAHASA INDONESIA (STUDI KASUS LIRIK LAGU BINTANG KECIL)
Ciri suprasegmental yang kita ketahui yaitu tekanan, panjang bunyi, dan nada. Di samping ketiga ciri suprasegmental itu, pada untaian tuturan terdengar pula ciri suprasegmental lain, yaitu intonasi dan ritme. Intonasi dalam penelitian ini mengacu pada naik turunnya nada dalam pelafalan kalimat. Kata atau kelompok kata akan memunculkan suku kata atau kata yang menonjol. Penonjolan suku kata tersebut dapat dilakukan dengan cara memperpanjang ucapannya, meninggikan nada, atau dengan memperbesar tenaga pengucapan atau intensitas. Penelitian ini memberikan perhatian lebih pada ciri suprasegmental intonasi dalam lirik lagu anak Indonesia. Lirik lagu diartikan sebagai kata-kata atau kalimat yang ada dalam lagu , dalam hal ini lagu anak Indonesia. Lirik lagu dalam pengertian penelitian ini adalah lirik lagu yang dibaca bukan lirik yang dinyanyikan seperti yang ada dalam rekaman lagu anak. Intonasi diartikan dalam bahasa sebagai urutan pengubahan nada dalam untaian tuturan yang ada dalam suatu bahasa. Lagu yang dipilih adalah lagu Bintang Kecil didasarkan pada kata-kata dan variasi bunyi yang ada serta sudah dikenal luas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Proses pengumpulan data dengan menggunakan metode simak dan metode catat dengan teknik yang ada dalam metode simak dan metode catat. Hasil penelitian didapat bahwa kelompok tona (bagian kalimat tempat berlakunya suatu pola perubahan nada tertentu) tidak mempunyai hubungan satu lawan satu dengan satuan sintaksis. Suku kata yang mendapatkan aksen dalam kelompok tona tidak dapat diramalkan karena sangat bergantung pada apa yang dianggap paling penting oleh pembicara
ANALISIS WACANA KRITIS FAIRCLOUGH MENGENAI PEMBERITAAN EIGER DI MEDIA DARING
Media massa merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan informasi ke khalayak umum. Informasi yang disampaikan juga bisa sangat beragam, karena menyesuaikan dengan tren dan perkembangan yang ada. Salah satu tren berita yang tengah hangat diperbincangkan oleh publik yaitu pemberitaan pada sebuah merek bisnis kenamaan lokal yang menyediakan berbagai macam peralatan olahraga, Eiger. Belum lama ini, Eiger mengirim sebuah surat pernyataan keberatan mengenai salah satu produknya yang diulas secara sukarela oleh seorang YouTuber bernama Duniadian. Surat pernyataan keberatan itu beredar di berbagai media sosial dan membuat nama Eiger kembali melambung. Melambungnya merek Eiger bukan lantaran banyak diminati, melainkan karena menuai banyak kritik akibat surat keberatan tersebut. Beberapa media massa pun akhirnya turut menyoroti hal tersebut dengan memunculkan pemberitaan dari berbagai sudut pandang dalam satu topik yang sama, yaitu keberatan pihak Eiger karena produknya diulas menggunakan peralatan rekam sederhana dan membuat produk terlihat berbeda serta berkurang kualitasnya. Hal tersebut menjadi menarik untuk diteliti dari sisi analisis wacana kritis. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat topik pemberitaan media daring mengenai Eiger dari kacamata analisis wacana kritis yang dikemukakan Fairclough. Fairclough menganalisis wacana melalui tiga dimensi, yaitu dimensi tekstual (mikrostruktural), dimensi kewacanaan (mesostruktural), dan dimensi sosial-budaya (makrostruktural). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap dan melihat bagaimana media massa memberitakan hal tersebut yang tentunya pemberitaan mereka memuat ideologi maupun sikap masing-masing, apakah media cenderung netral, menyudutkan, atau mendukung pihak tertentu, atau juga menyorotinya dari sisi berlainan. Pemberitaan diambil dari lima media daring, yaitu Kompas.com, Detik.com, Liputan6.com, Sindonews.com, dan Kumparan.com yang diterbitkan serentak pada 29 Januari 2021. Terdapat 15 judul berita dari kelima media tersebut dengan sudut pandang pengambilan berita yang beragam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat. Dari penelitian didapat hasil yang beragam mengenai cara media daring memberitakan satu topik yang sama berdasarkan ideologi masing-masing media. Namun pada dasarnya, kelima media tersebut cenderung netral meski ada beberapa pemberitaan yang memihak dan menyudutka