eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
3096 research outputs found
Sort by
Penurunan Kadar Malondialdehid (MDA) pada Tikus Putih Jantan Hiperlipidemia oleh Pemberian Ekstrak Etanol Bajakah Tampala
Pendahuluan: Penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke dan penyakit jantung koroner. Salah satu faktor risiko adalah hiperlipidemia. Hiperlipidemia berisiko menyebabkan aterosklerosis. Stres oksidatif telah terbukti berperan pada hiperlipidemia dan aterosklerosis. Salah satu biomarker untuk menentukan stres oksidatif adalah malondialdehid (MDA). Penggunaan antioksidan dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Bajakah tampala adalah tanaman yang mengandung berbagai metabolit sekunder yaitu flavonoid, fenol, tanin, dan saponin. Metabolit sekunder tersebut berperan sebagai antioksidan dan memiliki efek hipolipidemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari ekstrak bajakah tampala dalam pengobatan penyakit hiperlipidemia.
Metode: Penelitian ini adalah studi eksperimental in vivo terhadap tikus dengan metode pre-test dan post-test. Sampel penelitian adalah 12 ekor tikus putih jantan Sprague-Dawley yang sehat dan tidak cacat berusia 8 minggu dengan berat badan ±200 gram. Tikus diinduksi hiperlipidemia selama 21 hari. Setelah itu, kelompok pertama diberikan ekstrak bajakah tampala dan kelompok kedua diberikan simvastatin selama 21 hari. Nilai absorbansi sampel campuran serum dengan reagen MDA assay kit pada panjang gelombang 450 nm, 532 nm, dan 600 nm diukur menggunakan metode spektrofotometri. Kadar MDA dihitung dengan rumus menggunakan nilai absorbansi tersebut. Data dianalisis dengan menggunakan uji T berpasangan dan uji T tidak berpasangan.
Hasil: Hasil menunjukkan penurunan yang signifikan pada rerata kadar MDA tikus putih jantan hiperlipidemia yang diberikan ekstrak bajakah tampala (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan rerata penurunan kadar MDA yang signifikan antara yang diberikan ekstrak bajakah tampala dengan simvastatin (p>0,05).
Simpulan: Pemberian ekstrak bajakah tampala terbukti efektif dalam menurunkan kadar MDA pada tikus putih jantan hiperlipidemia.Pendahuluan: Penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke dan penyakit jantung koroner. Salah satu faktor risiko adalah hiperlipidemia. Hiperlipidemia berisiko menyebabkan aterosklerosis. Stres oksidatif telah terbukti berperan pada hiperlipidemia dan aterosklerosis. Salah satu biomarker untuk menentukan stres oksidatif adalah malondialdehid (MDA). Penggunaan antioksidan dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Bajakah tampala adalah tanaman yang mengandung berbagai metabolit sekunder yaitu flavonoid, fenol, tanin, dan saponin. Metabolit sekunder tersebut berperan sebagai antioksidan dan memiliki efek hipolipidemik. Peneliti ingin mengetahui efektivitas dari ekstrak bajakah tampala dalam pengobatan penyakit hiperlipidemia.
Metode: Penelitian ini adalah studi eksperimental in vivo terhadap tikus dengan metode pre-test dan post-test. Sampel penelitian adalah 12 ekor tikus putih jantan Sprague-Dawley yang sehat dan tidak cacat berusia 8 minggu dengan berat badan ±200 gram. Tikus diinduksi hiperlipidemia selama 21 hari. Setelah itu, kelompok pertama diberikan ekstrak bajakah tampala dan kelompok kedua diberikan simvastatin selama 21 hari. Nilai absorbansi sampel campuran serum dengan reagen MDA assay kit pada panjang gelombang 450 nm, 532 nm, dan 600 nm diukur menggunakan metode spektrofotometri. Kadar MDA dihitung dengan rumus menggunakan nilai absorbansi tersebut. Data dianalisis dengan menggunakan uji paired T-test.
Hasil: Hasil menunjukkan penurunan yang signifikan pada rerata kadar MDA tikus putih jantan hiperlipidemia yang diberikan ekstrak bajakah tampala (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan rerata penurunan kadar MDA yang signifikan antara yang diberikan ekstrak bajakah tampala dengan simvastatin (p>0,05).
Kesimpulan: Pemberian ekstrak bajakah tampala terbukti efektif dalam menurunkan kadar MDA pada tikus putih jantan hiperlipidemia.
Kata Kunci: Bajakah tampala, malondialdehid, stres oksidatif, hiperlipidemi
Hubungan Status Gizi dan Asupan Energi-Protein dengan Pertambahan Berat Badan Selama Hamil sebagai Risiko Maternal
Pendahuluan: Pertambahan berat badan selama kehamilan yang ideal diharapkan dapat mendukung persalinan yang aman. Status gizi ibu prakehamilan menjadi acuan dalam menentukan pertambahan berat badan yang ideal di setiap trimester kehamilan. Asupan gizi yang adekuat, terutama asupan energi dan protein, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ini. Status gizi prakehamilan dan asupan gizi yang tidak mencukupi merupakan risiko maternal yang harus dipantau. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menganalisis hubungan antara status gizi ibu prakehamilan dan asupan energi-protein dengan pertambahan berat badan pada ibu hamil di Kecamatan Gandus.
Metode: Penelitian ini memiliki desain cross-sectional menggunakan data primer. Ibu hamil trimester 2 dan 3 dengan kehamilan janin tunggal yang menghadiri kegiatan skrining kesehatan di Balai Kecamatan Gandus Palembang, memiliki data berat badan sebelum hamil, dan bersedia berpatisipasi direkrut sebagai responden penelitian. Responden menjalani pengukuran antropometri dan wawancara asupan energi-protein 1 bulan terakhir menggunakan formulir SQ-FFQ. Data dianalisis menggunakan Chi-Square (alternatif Fisher/Kolmogorov-Smirnov).
Hasil: Sebanyak enam puluh ibu hamil berpartisipasi, sebagian besar berada pada rentang usia reproduktif, masa kehamilan trimester 3, dan beraktivitas sebagai ibu rumah tangga. Status gizi sebelum hamil sebagain besar berada pada berat badan lebih/obes dan tidak ditemukan status gizi kurang. Pertambahan berat badan ibu sebagian besar tidak memenuhi rekomendasi, demikian pula dengan asupan energi-protein. Terdapat hubungan bermakna antara status gizi prakehamilan dan pertambahan berat badan selama hamil (p=0,014). Tidak terdapat hubungan antara asupan energi maupun protein dengan pertambahan berat badan selama hamil.
Simpulan: Status gizi prakehamilan berhubungan dengan pertambahan berat badan selama hamil, sebaliknya asupan energi-protein tidak berhubungan.Pendahuluan: Pertambahan berat badan selama kehamilan yang adekuat diharapkan dapat mendukung persalinan yang aman. Status gizi ibu prakehamilan, menjadi acuan dalam menentukan pertambahan berat badan yang ideal. Kecukupan asupan gizi penting dipenuhi selama hamil. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menganalisis hubungan anatara status gizi ibu prakehamilan dan asupan energi-protein dengan pertambahan berat badan selama hamil.
Metode: Penelitian ini memiliki desain cross-sectional menggunakan data primer. Ibu hamil trimester 2 dan 3 dengan kehamilan janin tunggal yang menghadiri kegiatan skrining kesehatan di Balai Kecamatan Gandus Palembang, memiliki data berat badan sebelum hamil, dan bersedia berpatisipasi direkrut sebagai responden penelitian. Responden menjalani pengukuran antropometri dan wawancara asupan energi-protein 1 bulan terakhir menggunakan formulir SQ-FFQ. Data dianalisis menggunakan Chi-Square (alternatif Fisher/Kolmogorov-Smirnov).
Hasil: Sebanyak enam puluh ibu hamil berpartisipasi, sebagian besar berada pada rentang usia reproduktif, masa kehamilan trimester 3, dan beraktivitas sebagai ibu rumah tangga. Status gizi sebelum hamil sebagain besar berada pada berat badan lebih/obes dan tidak ditemukan status gizi kurang. Pertambahan berat badan ibu sebagian besar tidak memenuhi rekomendasi, demikian pula dengan asupan energi-protein. Terdapat hubungan bermakna antara status gizi prakehamilan dan pertambahan berat badan selama hamil (p=0,014). Tidak terdapat hubungan antara asupan energi maupun protein dengan pertambahan berat badan selama hamil.
Simpulan: Status gizi prakehamilan berhubungan dengan pertambahan berat badan selama hamil, sebaliknya asupan energi-protein tidak berhubungan.
Kata Kunci: Asupan energi, Asupan protein, Pertambahan berat badan kehamilan, Status giz
The Analysis of Viewers Reception of Toxic Relationships in Posesif, an Indonesian Film
The film "Posesif" tells the story of the unhealthy relationships experienced by teenagers. Unhealthy relationships in Indonesia often occur both verbally and physically. The film "Posesif" narrates the relationship between two teenagers that starts sweet and happy but gradually turns into an unhealthy relationship involving physical violence. This research aims to find and analyze the reception of toxic relationships as viewers perceive after watching the film "Posesif". The theories used in this research are mass communication, film, reception analysis, and interpersonal communication. This research employs a descriptive qualitative method using Stuart Hall's reception analysis. This study's data collection techniques included in-depth interviews using semi-structured interviews with seven informants, observation, and document studies. The results of this study indicate that five informants were categorized as dominant-hegemonic, two informants fell into the negotiated position, but no informants were categorized as oppositional positional. According to the informants, the film "Posesif" has successfully represented unhealthy relationships, although some informants felt that the ending of the film "Posesif" was unsatisfactory
Analisis Motivasi Pelanggan dalam Membentuk Minat Beli Produk Melalui Fitur Shopee Live
This research aims to analyze customer motivation in shaping product purchase intention through the Shopee Live feature. The method used in this research is descriptive qualitative, with data collected through Focus Group Discussion (FGD). The informants in this research are Shopee Live customers aged 20-25 years old who live in Jakarta. Other methods used include Shopee Live platform observation and literature studies. The result of this research identifies four main customer motivations in shaping product purchases. First, the ease of transaction processes in establishing new relationships between sellers and buyers through e-commerce features. Second, product, price, and service factors that motivate customer to make purchases. Third, purchase satisfaction is achieved by fulfilling needs according to the customer’s personality, perception, and attitude. Fourth, communication that attracts attention to social commerce content can increase the desire to purchase
Redesain Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Perusahaan Jasa Pengangkutan Sesuai dengan Peraturan dan Limbah yang Dihasilkan
This study focuses on optimizing the construction of a Temporary Storage Facility (TSF) for Hazardous and Toxic Waste (HTW). Activities carried out in all industries can generate both HTW and non-HTW. The management of HTW in Indonesia is regulated under Government Regulation No. 22 of 2021. HTW management includes storage, collection, transportation, utilization, treatment, and final disposal. This study was conducted in three stages: the preparation stage (literature review, creation of interview forms, creation of observation forms, and determination of respondents), primary data collection, and secondary data collection. Data interpretation was derived from the calculation results of the HTW Temporary Storage Facility and the design of the HTW Temporary Storage Facility. Based on results, it was found that the planned HTW TSF would have dimensions of 4 m x 3.5 m x 4 m
KUALITAS TERJEMAHAN TAKARIR FILM BERLIN, BERLIN: LOLLE ON THE RUN
Dalam menerjemahkan takarir sebuah film diperlukan strategi penerjemahan teks audiovisual yang baik. Salah satu praktik penerjemahan audiovisual dari bahasa lisan ke dalam bahasa tertulis dalam film menurut Gottlieb (1992) disebut subtitling. Hasil dari subtitling disebut subtitle (takarir) yang merupakan sebaris teks yang biasa muncul pada bagian bawah layar film (Luyken, G.T., et al. (1991)). Subtitling memiliki aturan-aturan tersendiri agar hasil terjemahan singkat, jelas, padat, dan berterima, karena keterbatasan karakter dalam telop. Dalam proses penerjemahan, biasanya penerjemah menghadapi berbagai macam tantangan. Penerjemah harus memperhatikan tidak hanya sistem dan struktur bahasa yang berbeda antara bahasa sumber (BSu) dan bahasa sasaran (BSa), melainkan juga unsur budaya yang muncul dalam dialog-dialognya. Takarir ditulis dan disesuaikan dengan dialog dalam bahasa sumber secara kronologis, dengan tujuan agar isi dan pesan dapat dikomunikasikan kepada penonton. Untuk menilai apakah kualitas terjemahan takarir baik atau tidak diperlukan analisis keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan berdasarkan teori dari House (2015) dan Nababan, dkk (2012). Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan model analisis kontrastif, dalam penelitian ini takarir film Berlin, Berlin: Lolle on The Run dari bahasa Jerman ke dalam bahasa Indonesia dianalisis kualitas terjemahannya. Bagaimana keakuratannya, sejauh mana pesan dalam teks sumber (Tsu) dapat tersampaikan dalam teks sasaran (TSa) kepada penonton; Bagaimana keberterimaannya, sejauh mana pesan yang disampaikan dalam TSa dapat dipahami, dan apakah pesan yang ditangkap oleh penonton sama dengan pesan dalam TSu; Bagaimana keterbacaannya, sejauh mana pesan yang disampaikan, apakah wajar dan lazim, sehingga penonton dapat merasa bahwa takarir yang dibacanya adalah teks yang wajar. Data dianalis secara kontrastif antara TSu bahasa Jerman dan TSa bahasa Indonesia. Hasil analisis dibahas secara deskriptif. Tahapan penelitian terpenting adalah mengeksplorasi bagaimana menjaga konsistensi berdasarkan istilah keakuratan dan keberterimaan, serta menjelaskan pentingnya praktik lintas bahasa dalam proses penerjemahan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan takarir film tersebut. Berdasarkan hasil analisis penilaian kualitas terjemahan takarir film ini yang secara keseluruhan terdiri dari 1082 telop, terdapat hasil terjemahan takarir dialog yang sudah dapat dinilai sebagai akurat, kurang akurat, dan tidak akurat. Dari aspek keberterimaan, ada yang berterima, kurang berterima, dan tidak berterima. Sedangkan dari aspek keterbacaan, ada yang tinggi, sedang, dan rendah. Dapat dikatakan akurat, karena takarir dapat dipahami dengan baik, takarir TSu dan TSa sudah sepadan, karena antara isi atau pesan antar keduanya mempunyai kesamaan. Makna atau pesan TSa juga sama dengan teks bahasa sumbernya. Sedangkan yang kurang atau tidak akurat disebabkan karena ada usaha-usaha untuk mengurangi atau menambahi atau menginterpretasikan secara bebas isi atau pesan TSu dalam TSa yang seharusnya dapat dihindari. Usaha-usaha pengurangan atau penambahan menimbulkan akibat ketidakpahaman pada pembaca sasaran takarir terjemahan. Dari hasil analisis korpus data penerjemahan takarir dinilai tidak atau kurang akurat karena berbagai alasan. Hasil terjemahan takarir tidak dan kurang akurat dalam bentuk, kata, frasa, klausa atau kalimat, karena kesalahan dalam menerjemahkan isi atau pesan teks sumber sehingga menimbulkan ketidakpahaman mencerna isi atau pesan dalam takarir dan pesan tidak tersampaikan kepada pembaca. Selain itu, emosi atau pesan yang terkandung dalam film tidak dapat tersampaikan. Secara otomatis tingkat keberterimaan oleh pembaca/penonton tidak atau kurang berterima dan tingkat keterbacaannya rendah. Takarir tidak wajar atau alamiah, tidak lazim dan tidak familiar. Dalam penerjemahan takarir ini terdapat pengalihan kata, frasa, klausa, dan kalimat yang tidak lazim atau familiar bagi pembaca sasaran. Dalam menerjemahkan ungkapan-ungkapan tertentu, unsur budaya dari kedua TSu dan TSa kurang diperhatikan. Peran penerjemah dalam hal ini untuk mencari padanan yang wajar dan sesuai dengan norma dan budaya pembaca sasaran sangat penting agar pembaca atau penonton dapat memahami isi dan pesan teks dengan baik. Selain itu, gaya bahasa dan struktur kalimat yang kurang tepat dan lazim digunakan dalam bahasa percakapan dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran juga perlu diperhatikan karena sangat mempengaruhi dalam aspek keberterimaan dan dari tingkat keterbacaannya teks takarir suatu terjemahan dapat dengan mudah dapat dibaca dan dipahami
ANALISIS KEBUTUHAN UNTUK PENERAPAN KNOWLEDGE SHARING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS ESAI MELALUI MULTIMODAL
Dalam pengembangan model pembelajaran analisis kebutuhan sangat penting dilakukan. Model yang digunakan dalam pembelajaran dapat dikembangkan dengan berbasis pada lebih dari satu model. Dalam pembelajaran bahasa model pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan pedagogi genre. Namun, karena pembelajaran juga mengacu pada tuntutan Kecakapan Abad 21, yang di dalamnya memuat aktivitas berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, maka model yang dikembangkan dalam managemen pengetahuan dapat dielaborasi dalam tuntutan pembelajaran, yaitu berbagi pengetahuan. Teori yang mendasarinya adalah model SECI yang dikembangkan Nonaka dan Takaeuchi. Model Knowledge sharing menjadi model penting dalam pembelajaran kolaboratif dan kecakapan lainnya. Penggabungan model knowledge sharing ini dengan terapan pendekatan pembelajaran bahasa yaitu pedagogi genre sangatlah penting, karena pendekatan ini mengakomodasi keempat kecakapan Abad 21. Aktivitas knowledge sharing terjadi pada tahap pemodelan dan tahap mengonstruksi bersama pada pendekatan pedagogi genre. Pembelajaran bahasa yang dikembangkan dalam penelitian ini mengembangkan dua konsep dasar. Pemilihan model yang tepat dapat memengaruhi bagaimana proses pembelajaran harus dikembangkan untuk mencapai tujuan dan hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan penerapan knowledge sharing dalam pembelajaran menulis esai dengan berbasis pada penerapan pendekatan pedagogi genre mahasiswa. Penelitian ini menggunakan survey yang melibatkan 40 mahasiswa Bahasa Indonesia berupa kuesioner, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kebutuhan yang diidentifikasi dalam pengembangan model pembelajaran terdiri dari target kebutuhan yang mencakup kebutuhan pelaksanaan knowledge sharing yang meliputi aktivitas pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit, Selain itu, kebutuhan peserta didik berupa materi yang otentik melalui multimodal. Kegiatan proses pembelajaran melalui modelling, joint construction dan independent construction. Di samping peran mahasiswa dalam berpikir kritis, berkolaborasi, kreatif, dan komunikatif. Kebutuhan yang diidentifikasi kemudian digunakan sebagai dasar untuk desain kerangka kerja. Hasil analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan model pembelajaran menulis esai yang merupakan integrasi model knowledge sharing dan pedagogi genre
Penerapan Data Driven Decision Making dalam Perspektif Pemilik dan Operator Kapal
The maritime industry’s crucial role in the global economy is vital, serving as the lifeline for the distribution of commercial goods worldwide. Data-Driven Decision Making (DDDM) in the maritime sector has the potential to be a game changer. By utilizing data obtained from sensors, communication tools, and integrated systems, operators can optimize fleets, improve fuel efficiency, and enhance maintenance scheduling. From the perspective of ship owners/operators, decisions regarding scheduling, operations, docking, and crew management are prioritized to ensure company profitability. Current business practices necessitate exploring the benefits of using DDDM in decision-making for ship owners/operators. The use of Big Data and DDDM approaches offers advantages such as cost efficiency and improved fleet performance. Data collection and analysis in the maritime sector include various methods, such as Automatic Identification Systems (AIS), weather data, and onboard sensor equipment. Implementing DDDM presents several challenges from the perspective of ship owners/operators, including data quality and availability, system integration, high implementation costs, regulatory compliance, and resistance to change.Peran penting industri maritim dalam ekonomi dunia sangat vital dan merupakan urat nadi dalam distribusi barang-barang komersial di seluruh dunia. Data Driven Decision Making (DDDM) di dunia maritim merupakan suatu hal yang berpotensi menjadi game changer dalam dunia maritim. Pemanfaatan data-data yang dieproleh dari sensor, tangkapan alat komunikasi dan sistem yang terintegrasi, operator dapat mengotimalkan fleet, mengefisiensikan bahan bakar dan optimalisasi skedul perawatan. Dari perspektif sebagai pemilik/operator kapal, keputusan-keputusan untuk penjadwalan, operasional, docking dan crew management merupakan prioritas untuk memastikan profit yang diperoleh perusahaan. Dengan praktek bisnis saat ini diperlukan eksplorasi keuntungan menggunakan DDDM dalam pengambilan keputusan bagi pemilik/operator kapal. Penggunaan Big Data dan pendekatan DDDM memberikan manfaat yaitu efisiensi biaya dan peningkatan kinerja perusahaan (fleet). Penggunaan data dan analisis data (data analytic) di sektor maritim meliputi berbagai cara dalam pegumpulan diantaranya Automatic Identification Systems (AIS) , data-data cuaca dan peralatan sensor di kapal. Implementasi DDDM mempunyai beberapa tantangan dari perspektif pemilik/operator armada kapal yaitu kualitas dan ketersediaan data, integrasi sistem, biaya implementasi yang tinggi, kepatuhan pada peraturan dan resistensi terhadap perubahan
PENGARUH ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN DI INDONESIA DENGAN MODERASI SUSTAINABILITY
With sustainability as a variable that either increases or weakens the relationship between the two, the study examines how Indonesia's conventional banking sector's deployment of artificial intelligence (AI) has affected financial performance as measured by ROA and ROE. The 10 biggest public banks in Indonesia that were listed on the Indonesian Stock Exchange between 2022 and 2023 provided the data. Most banks often include information on sustainability initiatives and the usage of AI technology in their annual reports. Analyzing data with linear regression models and SPSS tests. Research indicates that, when sustainability is taken into account as a moderating component, the adoption of AI has no discernible effect on ROA. Nonetheless, implementing AI with a moderate degree of sustainability has a favorable and noteworthy impact on ROE
Strategi Peningkatkan Kualitas Pendidikan: Pengajaran Komunikatif antar Budaya Guru Filipina dan Indonesia
Bahasa Inggris sudah lama digunakan sebagai lingua franca atau bahasa pengantar bagi penutur dengan bahasa yang berbeda-beda. Pada zaman globalisasi ini sangat penting untuk menguasai bahasa Inggris terutama generasi muda yang akan menjadi tonggak pembangunan bangsa. Oleh karena itu, institusi pendidikan formal hendaknya memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris seluas-luasnya kepada siswa supaya nantinya siswa siap dalam menghadapi persaingan global. Sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tim pengabdian masyarakat ini memberikan kesempatan pengalaman belajar dengan mahasiswa pengajar Filipina bagi siswa sekolah menegah atas di SMA PL Don Bosko Semarang dan SMA Sedes Sapientiae Bedono. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa kedua sekolah tersebut yang berlokasi di Jawa Tengah. Pendampingan kepada mahasiswa pengajar Filipina yang perlu mempraktekkan pengajarannya di sekolah luar negeri dilakukan supaya tujuan pembelajaran tersampaikan sesuai dengan tujuan pembelajaran sekolah. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa siswa kedua sekolah tersebut menjadi semakin antusias dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran bahasa Inggris yang diajarkan oleh mahasiwa Filipina itu. Siswa pun mendapatkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang berbeda dengan pembelajaran yang mereka dapatkan di sekolah. Oleh karena itu, sekolah hendaknya terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siswa dalam menambah pengetahuan mereka, terutama dengan memberikan pengalaman belajar dari pengajar asing.Bahasa Inggris sudah lama digunakan sebagai lingua franca atau bahasa pengantar bagi penutur dengan bahasa yang berbeda-beda. Pada zaman globalisasi ini sangat penting untuk menguasai bahasa Inggris terutama generasi muda yang akan menjadi tonggak pembangunan bangsa. Oleh karena itu, institusi pendidikan formal hendaknya memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris seluas-luasnya kepada siswa supaya nantinya siswa siap dalam menghadapi persaingan global. Sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tim pengabdian masyarakat ini memberikan kesempatan pengalaman belajar dengan mahasiswa pengajar Filipina bagi siswa sekolah menegah atas di SMA PL Don Bosko Semarang dan SMA Sedes Sapientiae Bedono. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa kedua sekolah tersebut yang berlokasi di Jawa Tengah. Pendampingan kepada mahasiswa pengajar Filipina yang perlu mempraktekkan pengajarannya di sekolah luar negeri dilakukan supaya tujuan pembelajaran tersampaikan sesuai dengan tujuan pembelajaran sekolah. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa siswa kedua sekolah tersebut menjadi semakin antusias dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran bahasa Inggris yang diajarkan oleh mahasiwa Filipina itu. Siswa pun mendapatkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang berbeda dengan pembelajaran yang mereka dapatkan di sekolah. Oleh karena itu, sekolah hendaknya terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siswa dalam menambah pengetahuan mereka, terutama dengan memberikan pengalaman belajar dari pengajar asing