eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    PSYCHOLOGICAL WELL-BEING IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU

    Get PDF
    The various challenges faced by parents of deaf children can cause stress in parents. The stress experienced by parents in raising deaf children harms the parent's ability to care for children so it can have an impact on the psychological well-being of parents, especially mothers of deaf children. The aim of this research is to explore and understand the psychological well-being of mothers in caring for their deaf children. The method used in this research is narrative qualitative. The sampling method was carried out using a purposive sampling method. Data collection was carried out using a semi-structured interview method. The participants in this research were four mothers of deaf children whose ages were between six years old until twelve years old and who attended special schools. The results of this study show that the challenges in caring for a deaf child can have an impact on the mother's psychological well-being. In terms of self-acceptance, mothers accept the condition of their deaf children but tend to be dissatisfied with the care they provide for their children. The mother's attempts to broaden her understanding about deaf children and their care, demonstrate the personal growth component. In terms of positive relations with others, friends in the community are a source of enthusiasm for the mother in raising children. The demand to care for children independently encourages mothers to develop aspects of autonomy and environmental mastery. When it comes to their purpose in life, mothers have the desire to make their children become self-sufficient and able to communicate in the future

    Improving Financial Management Literacy: A Community Service about Pre-Marriage Schools for Muslimah using ABCD Approach: Peningkatan Literasi Pengelolaan Keuangan Pra-nikah untuk Muslimah

    No full text
    Planning a wedding's finances is one aspect of the process. Before marriage, most couples were made up of two people with fairly autonomous financial arrangements; but, after a year, some began to adopt a more communal structure. In order to help you become more financially literate and more equipped for marriage, this article will outline community service opportunities. by putting into practice a community service plan at the Multazam Study Club utilizing the ABCD (Asset Based Community Development) approach, which is asset-based and sustainable community development. According to the service article's conclusion, students who perform community service in pre-marital schools gain more money management expertise. Following their attendance at lectures and chat shows on WhatsApp, the participants were able to comprehend the need of financial literacy. Based on the completed financial management course, a large number of individuals are aware of investments, emergency money, zakat, infaq, sadaqah, and waqf. In the meanwhile, participants tended to select their own investments; the majority of them selected gold. Putting together community service projects to enhance financial literacy within the framework of marriage has been successful in raising participants' comprehension and decision-making skills. The long-term financial well-being of people and families may be influenced by ongoing initiatives to advance financial empowerment and education in society.Salah satu komponen dalam perencanaan pernikahan adalah tentang perencanaan keuangan. Sebelum pernikahan, mayoritas pasangan terdiri dari dua individu yang memiliki pengaturan keuangan yang agak independen, tetapi setahun kemudian, beberapa pindah ke sistem yang lebih kolektif. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pengabdian masyarakat tentang meningkatkan pengetahuan mengenai literasi keuangan agar lebih siap memasuki dunia pernikahan. Dengan menerapkan strategi pengabdian masyarakat dengan metode ABCD (Asset Based Community Development) yang merupakan pengembangan komunitas berbasis aset dan komunitas berkelanjutan pada Multazam Study Club, studi ini menyimpukan bahwa pengabdian masyarakat pada sekolah pra-nikah berjalan dengan baik dan lancar. Kemudian, para peserta dapat memahami urgensi mengenai literasi keuangan setelah mengikuti talkshow dan kulwap. Berdasarkan survey yang telah disebarkan banyak yang telah memahami dana darurat, investasi dan zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf. Sementara itu, pada pilihan investasi yang akan dipilih sebagian besar memilih emas untuk investasi diikuti dengan deposito syariah dan reksadana syariah

    Meningkatkan Green Purchasing Behavior di Kota Kupang: Peran Green Perceived Value, Green Perceived Risk, dan Green Perceived Trust

    Get PDF
    The aim of this study is to develop a preliminary framework to explore the ecological influence of perceived ecological value, perceived risk, social influence, and low price sensitivity on environmentally friendly purchase intentions and discuss the mediating role of environmentally friendly beliefs. Furthermore, this research uses empirical research through a questionnaire survey method to verify the hypothesis and explore its managerial potential. Data processing uses structural equation modeling (SEM) to verify the research framework. Empirical results show that awareness of environmentally friendly values, social influence and sensitivity to low prices have a positive impact on environmentally friendly beliefs and environmentally friendly purchasing intentions, while green ro risk perception has no impact at all. Furthermore, this research shows that the relationship between green purchase intentions and perceived green value is moderated by green beliefs. Therefore, invest resources to increase the perceived value of environmental compassion to increase environmental compassion beliefs and environmentally friendly purchasing intentions. This study summarizes the literature on green marketing and relationship marketing within a new management framework of green purchase intentions. This study uses five new concepts – perceived green value, social influence, low price sensitivity, green beliefs, and green purchase intentions – to develop an original research framework for increasing green shopping intentions. Although previous research has highlighted issues related to purchasing intentions, no research has yet explored issues related to environmentally friendly management. Therefore, this article builds a research framework to address green purchase intentions.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kerangka awal untuk mengeksplorasi pengaruh ekologi dari nilai ekologi yang dirasakan, risiko yang dirasakan, pengaruh sosial, dan sensitivitas harga yang rendah terhadap niat pembelian ramah lingkungan dan mendiskusikan peran mediasi dari keyakinan ramah lingkungan. Selanjutnya penelitian ini menggunakan penelitian empiris melalui metode survei kuesioner untuk memverifikasi hipotesis dan menggali potensi manajerialnya. Pengolahan data menggunakan model persamaan struktural (SEM) untuk memverifikasi kerangka penelitian. Hasil empiris menunjukkan bahwa kesadaran akan nilai-nilai ramah lingkungan, pengaruh sosial dan kepekaan terhadap harga murah berdampak positif terhadap keyakinan ramah lingkungan dan niat pembelian ramah lingkungan, sedangkan persepsi risiko green ro tidak berpengaruh sama sekali. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara niat pembelian ramah lingkungan dan persepsi nilai ramah lingkungan dimoderasi oleh keyakinan ramah lingkungan. Oleh karena itu, investasikan sumber daya untuk meningkatkan nilai yang dirasakan dari kepedulian terhadap lingkungan untuk meningkatkan keyakinan kasih sayang terhadap lingkungan dan niat pembelian yang ramah lingkungan. Studi ini merangkum literatur tentang pemasaran ramah lingkungan dan pemasaran relasional dalam kerangka manajemen baru niat pembelian ramah lingkungan. Studi ini menggunakan lima konsep baru – nilai ramah lingkungan yang dirasakan, pengaruh sosial, sensitivitas harga rendah, keyakinan ramah lingkungan, dan niat pembelian ramah lingkungan – untuk mengembangkan kerangka penelitian orisinal untuk meningkatkan niat belanja ramah lingkungan. Meskipun penelitian-penelitian sebelumnya telah menyoroti permasalahan terkait niat pembelian, namun belum ada penelitian yang mendalami permasalahan terkait pengelolaan ramah lingkungan. Oleh karena itu, artikel ini membangun kerangka penelitian untuk mengatasi niat pembelian ramah lingkungan

    Peran Gereja Katolik Indonesia Dalam Menangani Migran Pencari Suaka

    Get PDF
    Fenomena pengungsi dan pencari suaka di Indonesia semakin sering terjadi. Masalah pengungsi telah menjadi masalah kemanusiaan dan perhatian dunia saat ini. Alasan pengungsi dan pencari suaka meninggalkan negaranya karena negaranya mengalami konflik berkepanjangan, seperti konflik politik, agama, etnis, dan terorisme. Kehidupan mereka merasa terancam dan terpaksa mencari rasa aman untuk memperjuangkan haknya untuk hidup di negara lain. Sedangkan Indonesia sendiri dalam menghadapi permasalahan pengungsi dan pencari suaka dihadapkan pada 2 polemik besar yaitu masyarakat Indonesia masih banyak yang miskin sehingga masih membutuhkan pertolongan, sedangkan permasalahan pengungsi merupakan permasalahan kemanusiaan. Oleh karena itu, Indonesia belum meratifikasi Konvensi Jenewa tahun 1951 dan Protokol tahun 1967 tentang penanganan pengungsi. Permasalahan pengungsi dan pencari suaka tentu juga menjadi perhatian Paus Fransiskus. Gereja Katolik memandang pengungsi dan pencari suaka sebagai Kristus yang menderita. Peran Gereja lebih terfokus pada kemanusiaan pastoral. Kehadiran Gereja merupakan simbol gerakan moral dan gerakan iman untuk berpartisipasi secara amal dan melakukan pemberdayaan dan advokasi untuk menyuarakan hak-hak pengungsi dan pencari suaka

    Effect of Natural Feeding Capacity of Dengue Mosquito (Aedes aegypti) Larvae and Different Stocking Densities of Gold Molly Panda Fish (Poecilia spp) on the Feeding Speed and Function of Natural Predators in Gold Molly Panda Fish (Poecilia spp)

    Get PDF
    The Gold Molly Panda (Poecilia Spp) freshwater ornamental fish is a type of fish that is easy to care for, and bred with high tolerance for the water and environment, lots of diversity, and has good economic value in the ornamental fish market. This interdisciplinary research was aimed at observing the consumption rate and number of natural feedings of dengue mosquito (Aedes aegypti) larvae by Gold Molly Panda (Poecilia Spp) fish with different stocking densities in quantitative apprach in ANOVA two factors whit 10 times replication design using 3 differences in the density of fish stocking groups Gold Panda Molly fish (Poecilia Spp) fish as natural predator and another side to combated or eradication of dengue mosquito (Aedes aegypti) in larvae stages. The scholar has proven that the factors number of feeding and has a very significant effect on the speed of consumption of Gold Molly Panda (Poecilia Spp) fish. The results of the comparison analysis have provided recommendations for application that the stocking density of Gold Molly Panda (Poecilia Spp) fish 2 – 4 tails can be eaten between 25 – 75 larvae of the dengue mosquito (Aedes aegypti) in an average time of 133 - 186.67 minutes

    Peran Orang Tua dan Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Komunikasi dan Interaksi Sosial Anak dengan Hambatan Intelektual

    Get PDF
    Children with intellectual disabilities have below-average intelligence, which affects their ability to learn and social adjustment so that they experience difficulties in communicating and interacting socially. Communication and social interaction skills are abilities that must be developed in children with intellectual disabilities so that they are able to adapt socially and obtain various information in the surrounding environment. Cooperation between parents and teachers is needed in developing the communication and social interaction skills of children with intellectual disabilities. Some ways that teachers and parents can do include: involving children to participate in games with other children, listening to children's sounds in the surrounding environment such as animal sounds, music, or sounds that come from nature, training children to have situational understanding, training children to develop gestures, training children to imitate speech while looking at pictures, and training children to speak with simple words. Structured and continuous practice can improve children's independence and adaptability.Anak dengan hambatan intelektual memiliki intelegensi di bawah rata-rata, yang berpengaruh dalam kemampuan belajar dan penyesuaian sosial sehingga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi sosial merupakan kemampuan yang harus dikembangkan pada diri anak dengan hambatan intelektual agar anak mampu beradaptasi sosial dan memperoleh berbagai informasi di lingkungan sekitarnya. Diperlukan kerjasama antara orang tua dan guru dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi sosial anak dengan hambatan intelektual. Beberapa cara yang dapat dilakukan guru dan orang tua antara lain: melibatkan anak untuk berpartisipasi pada permainan bersama anak lainnya, memperdengarkan anak suara-suara yang berada di lingkungan sekitar seperti suara binatang, musik, atau suara yang berasal dari alam, melatih anak untuk memiliki pemahaman situasional, melatih anak untuk mengembangkan gerak tubuh, melatih anak untuk meniru ucapan sambil melihat gambar, dan melatih anak untuk berbicara dengan kata-kata sederhana. Latihan yang terstruktur dan berkesinambungan dapat meningkatkan kemandirian dan kemampuan beradaptasi anak

    INTEGRASI NIK MENJADI NPWP

    Get PDF
    Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang digunakan oleh pemerintah dalam rangka membiayai kebutuhan negara. Menurut data pendapatan dari pajak  hingga akhir Juli 2023 mencapai Rp. 1.109, 1 triliun atau 64,6 persen dari target APBN 2023. Capaian penerimaan ini tercatat tumbuh sebesar 7,8 persen secara tahunan. Melihat begitu pentingnya posisi pajak sebagai salah satu penerimaan negara banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk menaikkan penerimaan dari pajak ini. Pada awal tahun 2023 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan terobosan yang menjadikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) seperti tertuang dalam  Pasal 2 ayat (1a) Undang-undang No 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Perpajakan dan PMK Nomor 112/PMK.03/2022 tentang NPWP, Bagi WP Orang Pribadi, WP Badan dan WP Instansi Pemerintah. Dalam proses integrasi ini ada beberapa pertanyaan mendasar , yaitu apakah semua yang memiliki NIK wajib membayar pajak, bagaimana terkait perlindungan data pribadi mengingat NIK sifatnya privasi dan apakah ada sanksi bagi WP yang tidak melakukan integrasi sampai batas waktu yang ditentukan. Metode penelitian yang dipakai adalah yuridis normatif. Tidak semua orang yang memiliki NIK  secara otomatis menjadi wajib pajak. Begitu mereka memenuhi syarat subjektif dan objektifnya barulah NIK-nya diaktivasi guna menjalankan kewajiban perpajakannya. Pemerintah dalam hal ini DJP sudah melakukan berbagai antisipasi terkait perlindungan data didukung juga dengan adanya UU PDP. Integrasi NIK menjadi NPWP menjadi hal yang harus dilakukan agar wajib pajak dapat menjalankan administrasi perpajakan dan memanfaatkan administrasi dari pihak lainnya.Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang digunakan oleh pemerintah dalam rangka membiayai kebutuhan negara. Menurut data pendapatan dari pajak  hingga akhir Juli 2023 mencapai Rp. 1.109, 1 triliun atau 64,6 persen dari target APBN 2023. Capaian penerimaan ini tercatat tumbuh sebesar 7,8 persen secara tahunan. Melihat begitu pentingnya posisi pajak sebagai salah satu penerimaan negara banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk menaikan penerimaan dari pajak ini. Pada awal tahun 2023 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan terobosan yang menjadikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) seperti tertuang dalam  Pasal 2 ayat (1a) Undang-undang No 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Perpajakan dan PMK Nomor 112/PMK.03/2022 tentang NPWP, Bagi WP Orang Pribadi, WP Badan dan WP Instansi Pemerintah. Dalam proses integarasi ini ada beberapa pertanyaan mendasar , yaitu apakah semua yang memiliki NIK wajib membayar pajak, bagaimana terkait perlindungan data pribadi mengingat NIK sifatnya privasi dan apakah ada sanksi bagi WP yang tidak melakukan integasi sampai batas waktu yang ditentukan. Metode penelitian yang dipakai adalah yuridis normatif. Tidak semua orang yang memiliki NIK  secara otomatis menjadi wajib pajak. Begitu mereka memenuhi syarat subjektif dan objektifnya barulah NIKnya diaktivasi guna menjalankan kewajiban perpajakannya. Pemerintah dalam hal ini DJP sudah melakukan berbagai antisipasi terkait perlindungan data didukung juga dengan adanya UU PDP. Integrasi NIK menjadi NPWP menjadi hal yang harus dilakukan agar wajib pajak dapat menjalankan administrasi perpajakan dan memanfaatkan administrasi dari pihak lainnya

    ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN PERDATA MENGENAI KASUS DUGAAN MALPRAKTEK MEDIS BERDASARKAN TEORI HUKUM KESEHATAN (DAS SOLLEN - DAS SEIN)

    Get PDF
    Konsep penanganan dan penyelesaian kasus dugaan malpraktek medis menurut Hukum Kesehatan adalah bersifat Lex Spesialis, hal ini belum dipahami secara baik oleh masyarakat dan penegak hukum, sehingga proses penanganan dan penyelesaiannya menjadi rumit, menghabiskan waktu, pikiran, tenaga, dan biaya. Pada penelitian ini peneliti mencari jawaban mengenai, “Bagaimana seharusnya kasus dugaan malpraktek medis diselesaikan dan seperti apa putusan pengadilan perdata terkait kasus dugaan malpraktek medis selama ini?”. Metodologi penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan analisis kualitatif terhadap data putusan pengadilan perdata (dan putusan pengadilan pidana sebagai pembanding) dalam Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar putusan pengadilan yang diteliti adalah putusan pengadilan perdata yang mayoritas menggunakan pasal-pasal perbuatan melawan hukum (PMH) yang diselesaikan dengan penggantian kerugian. Hal ini selaras dengan konsep penyelesaian kasus dugaan malpraktek medis menurut Hukum Kesehatan, namun perbedaannya, dalam konsep Hukum Kesehatan, kasus dugaan malpraktek medis diselesaikan dengan “positives defences medical profession” (intern justice) tanpa melalui proses pengadilan. Kasus dugaan malpraktek medis yang sampai di tingkat Kasasi cukup banyak, dan Penggugat yang menggugat providers pelayanan kesehatan lebih banyak dirugikan atau dikalahkan.Konsep penanganan dan penyelesaian kasus dugaan malpraktek medis menurut Hukum Kesehatan adalah bersifat Lex Spesialis, hal ini belum dipahami secara baik oleh masyarakat dan penegak hukum, sehingga proses penanganan dan penyelesaiannya menjadi rumit, menghabiskan waktu, pikiran, tenaga, dan biaya. Pada penelitian ini peneliti mencari jawaban mengenai, “bagaimana seharusnya kasus dugaan malpraktek medis diselesaikan dan seperti apa putusan pengadilan terkait kasus dugaan malpraktek medis selama ini?”. Metodologi penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan analisis kualitatif terhadap data putusan pengadilan perdata dan pidana dalam Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (https://putusan3.mahkamahagung.go.id/). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar putusan pengadilan yang diteliti adalah putusan pengadilan perdata yang mayoritas menggunakan pasal-pasal perbuatan melawan hukum (PMH) yang diselesaikan dengan penggantian kerugian. Hal ini selaras dengan konsep penyelesaian kasus dugaan malpraktek medis menurut Hukum Kesehatan, namun perbedaannya, dalam konsep Hukum Kesehatan, kasus dugaan malpraktek medis diselesaikan dengan “positives defences medical profession” (intern justice) tanpa melalui proses pengadilan. Kasus dugaan malpraktek medis yang sampai di tingkat Kasasi cukup banyak, dan Penggugat yang menggugat providers pelayanan kesehatan lebih banyak dirugikan atau kalah, serta majelis hakim pengadilan pidana lebih banyak mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

    Persepsi Pengguna Sebagai Dasar Pengembangan Model Usability Aplikasi Mobile Commerce

    Get PDF
    The intense competition between developers, resulting in efforts to determine users' needs, is increasingly important. Usability An application can affect the continuity of application use. In this study, the user's loyalty is also used to analyze usability. This study examines user perceptions about user interaction characteristics when interacting with the mobile commerce application and considers users' loyalty. This research is essential to find out the needs of users of a mobile commerce application, which can be input to the developer in the design stage. This study uses 149 respondents' online shopping transactions in Jabadetabek and outside Jabodetabek, Indonesia. Data were analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) model. The results showed that users' perception of effectiveness, satisfaction, and learning influenced usability. This model can explain 42.6% of the user's usability variation when using it. This model can explain the usability of the Mobile Commerce application quite well. As a practical implication, this study shows the factors that support the characteristics of user interaction and application systems at the stage of defining the requirements for developing mobile commerce applications

    PENGARUH SALES PROMOTION, LIFESTYLE, DAN WINDOW DISPLAY PRODUK TERHADAP PERILAKU IMPULSIVE BUYING (STUDI PADA PELANGGAN H&M OFFLINE STORE DI JABODETABEK): Studi Pada Pelanggan H&M Offline Store di JABODETABEK

    No full text
    H&M merupakan perusahaan multinasional yang bergerak pada industri fashion. Dengan semakin berkembangnya industri fashion, H&M perlu memilih strategi untuk meningkatkan perilaku impulsive buying. Oleh karena itu, H&M menerapkan sales promotion, lifestyle dan window display. Adapun, jumlah sampel sebanyak 100 responden dengan objek penelitiannya adalah pelanggan H&M yang pernah membeli produk H&M di area JABODETABEK beserta telah berumur 15 tahun atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel sales promotion, lifestyle dan window display terhadap perilaku impulsive buying pelanggan. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan teknik analisa deskriptif, dengan melakukan uji statistik menggunakan alat SPSS untuk menguji normalitas, uji T, dan koefisien determinasi. Hasil analisis dari sales promotion dan lifestyle berpengaruh signifikan terhadap perilaku impulsive buying sementara window display, tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku impulsive buying

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇