eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
3096 research outputs found
Sort by
Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Tunggal Berdasarkan Data N-SPT dan CPT Studi Kasus: Proyek Pembangunan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Bandung serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Studi kasus ini berfokus pada penyelidikan tanah untuk menghitung daya dukung pondasi tiang pancang pada pembangunan stasiun kereta cepat di Karawang, Jawa Barat. Perhitungan pondasi tiang pancang menggunakan data N-SPT dan CPT berdasarkan metode Luciano Decourt dan Begemann. Hasil penyelidikan lapangan menunjukkan bahwa tanah di lokasi penelitian terdiri dari dua lapisan utama berupa lempung pada kedalaman 0-20 dengan konsistensi medium stiff hingga very stiff dan pada kedalaman 20-50 dengan konsistensi very stiff hingga hard. Hasil perhitungan daya dukung izin tiang pancang berdasarkan data N-SPT tertinggi mencapai 50,3 ton dan 46,02 ton berdasarkan data CPT
Manajemen Pemantauan Temperatur Gas Buang Mesin MAK untuk Menurunkan EFOR unit PLTD Kolaka
Makalah ini menyajikan manajemen pemantauan temperature gas buang mesin MAK untuk menurunkan EFOR unit PLTD Kolaka. Di unit PLTD Kolaka terdapat 2 mesin MAK Type AK dengan daya terpasang 2.500 kW dan daya mampu 2.000 kW, dengan BP Puncak sebesar 17.500 kW (2 mesin MAK memenuhi 23% dari kebutuhan sistem Kolaka). Mengingat perannya, keandalan mesin MAK harus dijaga dengan melakukan Manajemen Pemantauan Temperatur Gas Buang dimana pemantauan kondisi temperatur yang diterjemahkan dalam bentuk grafik sehingga pembacaan penyimpangan temperatur gas buang menjadi lebih mudah dan indikasi gangguan dapat lebih awal diketahui sebelum mempengaruhi komponen mesin yang lain. Keandalan mesin MAK dapat dilihat dari pencapaian EFOR (Equalibrium Forced Outage Rate). Berdasarkan manajemen pemantauan, EFOR rata-rata bulan Juli - Agustus yang sebesar 2,1% dapat diturunkan pada bulan SeptemberOktober sehingga menjadi 0,4 %
The Pengaruh Audit Operasional Pada Efektivitas Penjualan SSL
The purpose of this research is to assess whether SSL's operational audit has been implemented properly, whether SSL's sales targets have been achieved, and whether SSL's operational audit has played a role in supporting the achievement of sales effectiveness. Sales activities are the primary focus of SSL’s operations, with a key objective of increasing sales volume as it directly impacts the company’s profitability. Profitability is vital for business continuity, necessitating the effective functioning of salles activities. Therefore, the role of operational audit is needed to assess the functioning of sales activities. The research employs a causal and descriptive methodology, with the dependent variable being the achievement of sales effectiveness and the independent variable being the operational audit. Data for this study were obtained through direct observation, interviews, questionnaires, as well as documents and written reports. The findings indicate that the operational audit has been implemented properly, SSL's sales targets have been achieved, and there is an influence of the operational audit on the attainment of sales effectiveness.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah audit operasional SSL sudah diimplementasikan dengan baik, apakah target penjualan SSL telah tercapai, dan apakah audit operasional SSL telah berperan dalam mendukung pencapaian efektivitas aktivitas penjualan. Penjualan adalah kegiatan utama dari aktivitas operasional perusahaan SSL, sehingga peningkatan volume penjualan menjadi fokus utama SSL, karena volume penjualan merupakan penentu profitabilitas perusahaan. Profitabilitas menjadi penentu keberlangsungan hidup usaha, sehingga aktivitas penjualan harus dipastikan berjalan secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan peran audit operasional untuk menilai fungsi penjualan yang berjalan dengan efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausal dan deskriptif, dengan variabel dependen pencapaian efektivitas penjualan dan variabel independen audit operasional. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan kuesioner, serta melalui dokumen dan laporan tertulis. Hasil penelitian menyatakan bahwa audit operasional telah diimplementasikan dengan baik, target penjualan SSL telah tercapai, dan terdapat pengaruh antara audit operasional pada pencapaian efektivitas penjualan
PREDIKSI GAYA HUMOR TERHADAP KECENDERUNGAN SELF-COMPASSION PADA MAHASISWA
College students need effective coping strategies to optimize their performance and achieve their goals. One promising approach is self-compassion, which can help students navigate the challenges of college life. Self-compassion can be influenced by daily experiences, including humour style. Humour is often seen merely as a source of entertainment, but it can significantly impact self-compassion.This study examines the relationship between different humour styles and self-compassion. A total of 245 college students from various universities across Indonesia participated, selected through a convenience sampling method. The Humour Style Questionnaire and the Skala Welas Diri were used to measure humour styles and self-compassion, respectively. To analyze how different humour styles predict self-compassion, multiple regression analysis with the enter procedure was employed.The results showed that among the four humour styles (self-enhancing, affiliative, aggressive, and self-defeating), only self-enhancing, aggressive, and self-defeating humour significantly predicted self-compassion. Self-enhancing humour had the strongest predictive power, followed by aggressive humour and then self-defeating humour
REPRESENTASI SOSIAL TENTANG LAKI-LAKI IDEAL PADA REMAJA PEREMPUAN PENGGEMAR HALLYU DAN BUKAN PENGGEMAR HALLYU
The penetration of Hallyu culture in Indonesia is becoming increasingly widespread, as indicated by the growing popularity of K-pop, K-drama, K-movie, and K-variety shows. Hallyu culture can shift the perception of the ideal man in Indonesian society, especially among teenage girls. This study aims to compare the social representation of the ideal man between teenage girls who are fans of Hallyu and those who are not.
Data collection was conducted in two stages: a questionnaire using the word association method to identify social representation attributes, and a questionnaire using the double denial technique, which was tested using chi-square goodness of fit ⅔ expected frequency to determine central core and peripheral attributes. The first stage involved 220 participants with an average age of 16 years (SD = 1.73), while the second stage involved 235 participants with an average age of 17 years (SD = 2.57).Overall, the results showed no difference in the social representation of the ideal man between the two groups, with nine central core attributes (i.e., well-behaved, intelligent and talented in various fields, affectionate to their partner, humorous, religious, committed to the relationship, caring for family, understanding, and able to control emotions) and two peripheral attributes (i.e., attractive appearance and financially stable)
Perbandingan Algoritma Machine Learning menggunakan Orange Data Mining untuk Klasifikasi Jenis Kendaraan pada Sistem Tilang Digital
This paper discusses the application of the Orange Data Mining application to compare several machine learning algorithms for classifying vehicle types in digital ticket systems. This research compares and analyzes the logistic regression algorithm, Support Vector Machine (SVM) and Neural Network (NN) to solve vehicle classification problems in digital traffic tickets. The research results show that in the training process and based on the dataset used, the algorithms that have the highest level of accuracy are Logistic Regression, Neural Network and Support Vector Machine. Meanwhile, during the testing process, all algorithms in the model were able to carry out classification with 100% accuracyTulisan ini membahas tentang penerapan aplikasi Orange Data Mining untuk membandingkan beberapa algoritma pembelajaran mesin untuk mengklasifikasikan jenis kendaraan pada sistem tiket digital. Penelitian ini membandingkan dan menganalisa algoritma logistik regression, Support Vector Machine (SVM) dan Neural Network (NN) untuk memecahkan masalah klasifikasi kendaraan pada tilang digital. Data set diambil dari website Kaggle, dan metode validasi menggunakan Confussion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses training dan berdasarkan dataset yang digunakan, algoritma yang memiliki tingkat akurasi dari yang tertinggi adalah Logistic Regression, Neural Network dan Support Vector Machine. Sedangkan pada proses testing, seluruh algoritma pada model mampu melakukan klasifikasi dengan akurasi yang sempurna.
 
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DAN UPAYA PENYELESAIAN SENGKETA ATAS KETIDAKSESUAIAN INFORMASI DALAM PRAKTIK JUAL BELI TAS BRANDED BEKAS (PRELOVED) MELALUI INSTAGRAM
berinteraksi dan berkomunikasi jarak jauh, namun seiring berjalannya waktu banyak inovasi baru yang dapat digunakan melalui Instagram salah satunya adalah untuk melakukan transaksi elektronik atau transaksi jual beli antara pelaku usaha, selain itu banyak pelaku usaha yang secara kreatif menggunakan Instagram sebagai sarana untuk menjual produk barang kepada para konsumen karena lebih mudah dijangkau. Tas branded bekas (preloved) merupakan produk barang yang banyak dicari oleh konsumen pada saat ini sehingga banyak pelaku usaha yang menjadikan ini peluang untuk membuka usaha, namun dengan adanya praktik jual beli tas branded bekas (preloved) melalui Instagram banyak menimbulkan kerugian bagi para konsumen dalam bentuk ketidaksesuaian informasi yang diberikan oleh pelaku usaha kepada konsumen akan produk yang dijual melalui Instagram. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis normative untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum dan upaya penyelesaian sengketa yang bisa diajukan oleh konsumen akibat ketidaksesuaian informasi dalam praktik jual beli tas branded bekas (preloved) melalui Instagram. Kerugian-kerugian yang timbul akibat ketidaksesuaian informasi dalam kegiatan jual beli tas branded bekas (preloved) melalui Instagram diantaranya kualitas barang / produk yang tidak sesuai dan dengan informasi yang diberikan oleh pelaku usaha, informasi yang diberikan oleh pelaku usaha khususnya identitas tidak lengkap dan mempengaruhi konsumen untuk mengajukan klaim ganti rugi, ketentuan dan syarat yang wajib dilakukan oleh konsumen terkait produk barang yang sudah sampai pada konsumen tidak diberikan di awal sebelum terjadinya transaksi sehingga mempersulit konsumen untuk membuktikan adanya kerugian yang ada.Instagram merupakan salah satu sosial media yang bermanfaat sebagai sarana untuk berinteraksi dan berkomunikasi jarak jauh, namun seiring berjalannya waktu banyak inovasi baru yang dapat digunakan melalui Instagram salah satunya adalah untuk melakukan transaksi elektronik atau transaksi jual beli antara pelaku usaha, selain itu banyak pelaku usaha yang secara kreatif menggunakan Instagram sebagai sarana untuk menjual produk barang kepada para konsumen karena lebih mudah dijangkau. Tas branded bekas (preloved) merupakan produk barang yang banyak dicari oleh konsumen pada saat ini sehingga banyak pelaku usaha yang menjadikan ini peluang untuk membuka usaha, namun dengan adanya praktik jual beli tas branded bekas (preloved) melalui Instagram banyak menimbulkan kerugian bagi para konsumen dalam bentuk ketidaksesuaian informasi yang diberikan oleh pelaku usaha kepada konsumen akan produk yang dijual melalui Instagram. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis normative untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum dan upaya penyelesaian sengketa yang bisa diajukan oleh konsumen akibat ketidaksesuaian informasi dalam praktik jual beli tas branded bekas (preloved) melalui Instagram. Kerugian-kerugian yang timbul akibat ketidaksesuaian informasi dalam kegiatan jual beli tas branded bekas (preloved) melalui Instagram diantaranya kualitas barang / produk yang tidak sesuai dan dengan informasi yang diberikan oleh pelaku usaha, informasi yang diberikan oleh pelaku usaha khususnya identitas tidak lengkap dan mempengaruhi konsumen untuk mengajukan klaim ganti rugi, ketentuan dan syarat yang wajib dilakukan oleh konsumen terkait produk barang yang sudah sampai pada konsumen tidak diberikan di awal sebelum terjadinya transaksi sehingga mempersulit konsumen untuk membuktikan adanya kerugian yang ada
Uji Coba Modul Yoga untuk Mengatasi Insomnia Tingkat Ringan-sedang pada Mahasiswa Kedokteran
Pendahuluan: Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum terjadi. Gejalanya dapat berupa sulit untuk tertidur, sering terbangun pada malam hari dan tidak dapat tertidur kembali, bangun terlalu dini, atau bangun dengan kondisi kurang segar. Mahasiswa kedokteran merupakan salah satu kelompok yang rentan untuk memiliki insomnia. Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu kinerja kognitif dan motorik. Yoga dilaporkan dapat memberikan efek relaksasi sehingga dapat mengurangi gejala insomnia. Uji coba modul ini mengetahui pengaruh yoga terhadap insomnia tingkat ringan-sedang pada mahasiswa kedokteran.
Metode: Studi ini merupakan uji coba modul dengan menggunakan kelompok studi dan kelompok kontrol. Total partisipan ada 16 orang yang memenuhi kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Insomnia Severity Index (ISI) untuk mengukur derajat insomnia dan 17 pertanyaan mengenai modul yoga. Intervensi latihan yoga dilakukan selama 8 minggu. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan untuk mengetahui perubahan rerata skor ISI sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara rerata skor ISI pre-intervention dan post-intervention (p<0,001) pada kelompok studi. Modul yoga juga dapat diikuti dengan baik oleh partisipan.
Simpulan: Penelitian ini mengindikasikan bahwa latihan yoga berdasarkan modul yang telah disusun dapat mengurangi gejala insomnia pada mahasiswa kedokteran. Modul yoga juga dapat diikuti dengan baik oleh partisipan.Pendahuluan: Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum terjadi. Gejalanya dapat berupa sulit untuk tertidur, sering terbangun pada malam hari dan tidak dapat tertidur kembali, bangun terlalu dini, atau bangun dengan kondisi kurang segar. Mahasiswa kedokteran merupakan salah satu kelompok yang rentan untuk memiliki insomnia. Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu kinerja kognitif dan motorik. Yoga dilaporkan dapat memberikan efek relaksasi sehingga dapat mengurangi gejala insomnia. Uji coba modul ini mengetahui pengaruh yoga terhadap insomnia tingkat ringan-sedang pada mahasiswa kedokteran.
Metode: Desain studi penelitian ini adalah kuasi-eksperimental. Total partisipan ada 16 orang yang memenuhi kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Insomnia Severity Index (ISI) untuk mengukur derajat insomnia dan 17 pertanyaan mengenai modul yoga. Intervensi latihan yoga dilakukan selama 8 minggu. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji paired t-test untuk mengetahui perubahan rerata skor ISI sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara rerata skor ISI pre-intervention dan post-intervention (p<0,001) pada kelompok studi. Modul yoga juga dapat diikuti dengan baik oleh partisipan.
Simpulan: Penelitian ini mengindikasikan bahwa latihan yoga berdasarkan modul yang telah disusun dapat mengurangi gejala insomnia pada mahasiswa kedokteran. Modul yoga juga dapat diikuti dengan baik oleh partisipan
The Communication Strategies of Children with Autism Spectrum Disorders' Companions in Teaching Sexual Education
Peran pendamping bagi individu berkebutuhan khusus penyandang autisme sangatlah penting. Kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya yang dialami para penyandang autisme, harus dapat dijembatani dengan bantuan pendamping. Autisme memiliki spektrum yang sangat luas dengan ciri yang berbeda pada setiap individu. Dalam memasuki masa pubertas yang ditandai dengan perubahan fisik dan masalah seksualitas, kesulitan yang dialami individu penyandang autisme bertambah sehingga pendamping perlu memberikan edukasi tentang seksualitas yang tepat. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan para pendamping dalam memberikan pendidikan seksual bagi individu penyandang autisme yang memasuki masa pubertas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan 7 informan yang terdiri dari guru siswa autis dan orang tua yang diwawancarai. Selain itu dilakukan observasi non partisipan melalui zoom saat guru memberikan pelajaran yang terkait dengan seksualitas dan pubertas kepada siswa dan saat orang tua berkomunikasi dengan anaknya. Hasil menunjukkan bahwa guru dan orang tua menggunakan strategi komunikasi yang sama dalam membantu menjelaskan tentang seksualitas dan pubertas, yaitu dengan cerita sosial. Cara berkomunikasi mereka juga sangat bervariasi. Cara yang bervariasi ini bergantung pada tingkat kemampuan anak dalam komunikasi dan pemahaman serta kebiasaan komunikasinya serta kemampuan dan kecepatan anak menyerap informasi, termasuk dinamika emosi pada anak
The Phenomenon of Phubbing in The Communication Patterns of The Influencer Generation
The rapid development of technology in the modern era triggers new characters in society due to the onslaught of information and communication technology development. This is also close to the influencer generation or Gen Z. One of the new characters is Phubbing, which comes from the words “phone” and “snubbing”, which is meant as the phenomenon of insulting or ignoring someone because they are too focused on the device. Previous studies show that 80.2% of influencers or gen Z have phubbed, and 91.3% admitted to having been phubbed by a phubbee due to excessive device use. One can lose trust, disharmonious interpersonal relationships, and empathy. So, this research aims to look at and study the theory of technological determinism from this point of view. To investigate the phubbing phenomenon, a descriptive qualitative approach was used. In addition, to obtain information about phubbing, the research subject used purposive nonprobability sampling method with 8 participants. The results showed that the presence of new media can cause phubbing to change the communication patterns of the influencer generation or Gen Z. Then, the main component of phubbing is the presence of new media. Then, the main component of phubbing is losing one's control over the use of new media. With most audiences considering phubbing as normal, this leads to a social order system that is plunged by technological determinism. The study of phubbing is reinforced by the theory of technological determinism. Technological advances allow audiences to take direct action. This research hopes to open new insights and perspectives in research and offer solutions for audiences to deal with the phenomenon of phubbing in the digital age