eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    PERAN ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN PEER SUPPORT TERHADAP ACADEMIC BURNOUT MAHASISWA PENULIS SKRIPSI

    Get PDF
    Completing a thesis is a major academic milestone but often leads to fatigue, stress, and academic burnout. This study examined the roles of academic self-efficacy (an internal factor) and peer support (an external factor) in academic burnout among 7th-semester psychology students completing a 3.5-year thesis at Atma Jaya Catholic University of Indonesia. The study used a quantitative predictive design with 61 participants from the 2020 cohort. Data were collected using the Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS), The Academic Self-efficacy Scale, and the Peer Support Scale. Multiple linear regression analysis was conducted to assess the relationships among the variables. Results indicated that academic self-efficacy and peer support together significantly influenced academic burnout. Academic self-efficacy showed a significant negative contribution, while peer support had a negative but nonsignificant effect. Burnout levels among participants ranged from moderate to low, while academic self-efficacy and peer support levels were high. Future research could explore the relationship between 3.5-year thesis completion and positive psychological variables related to academic achievement at the Faculty of Psychology, Atma Jaya Catholic University of Indonesia

    RESILIENSI PADA PERAWAT ONKOLOGI RUMAH SAKIT KANKER X YANG PERNAH MENGALAMI COMPASSION FATIGUE

    Get PDF
    The continuous workload and emotional burden experienced by oncology nurses at Hospital X can lead to compassion fatigue as a side effect of their work. The impacts include demotivation, low quality of care, and even risks to patient safety. This study aimed to examine the resilience process from compassion fatigue experienced by oncology nurses using qualitative methods. The researcher conducted semi-structured interviews with three nurses with different lengths of experience as oncology nurses. The results of this study showed that all three participants had achieved resilient reintegration with different ways to process it. The emotional burden due to the holistic issues of patients and their families and the complexity of care were the primary factors contributing to compassion fatigue. The research findings can be used to design preventive and remedial efforts to improve nurses' emotional and psychosocial well-being

    REPRESENTASI SOSIAL TENTANG GANGGUAN JIWA PADA MASYARAKAT YANG INGIN MENCARI BANTUAN PSIKOLOGIS FORMAL (STUDI PADA MASYARAKAT BANTEN YANG RELATIF MODERN)

    Get PDF
    Banten is one of the provinces that ranks first in health centers that organize mental health efforts. In Banten Province, the prevalence of patients with mental disorders who received treatment and were not abandoned was only 32.16%. With adequate knowledge and access to mental health services, there is no behavior to seek formal psychological help in there. This study aims to understand the meaning of mental disorders in Bantenese society using social representation theory with a structural approach and divided into two stages. The first stage aims to find the attributes of social representations of mental disorders using the word association method. There were 172 participants who participated in the first stage with a total of 929 responses. The categorization process was carried out, and 36 categories were obtained. Content analysis resulted in a Cohen's Kappa value of .588. The second stage aims to map the central core and peripheral attributes using the double denial technique. Results from 181 participants were tested with chi-square goodness of fit expected frequency. The social representation of mental illness in Banten society includes 17 attributes, 12 attributes of central core elements, and five attributes of peripheral elements. The results showed that Banten people have sufficient knowledge related to mental illness and sources of help. However, people still have negative views, concerns, cost considerations, feelings of helplessness, and confidentiality issues. Psychoeducation can be recommended as an intervention to increase public knowledge and shake abnormal and crazy attributes in peripheral elements

    ANALISIS NPL, LDR, DAN CAR TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI PROVINSI KALIMANTAN: ANALISIS NPL, LDR, DAN CAR TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI PROVINSI KALIMANTAN

    No full text
    Banks are financial institutions that collect public money through deposits and back it to the community through credit. The function of BPD is to encourage the creation of regional economic growth, hold cash, and manage regional finances, as well as one of the sources of local revenue. This study aims to analyze the effect of NPL, LDR, and CAR on financial performance projected by ROA. The population of this study is a regional development bank in Kalimantan Province, namely, as many as four companies for the period 2013-2022. Three companies were obtained as samples based on the purposive sampling technique. The data analysis technique used is multiple linear regression. The results showed that (1) NPL has a negative and insignificant effect on ROA, (2) LDR has a positive and significant effect on ROA, and (3) CAR has no significant effect on ROA

    Sebuah Sebuah Laporan Kasus: Berbagai Faktor yang Berkontribusi Terhadap Kejadian Statin-Associated Muscle Symptoms ¬Imbas Atorvastatin

    No full text
    Pendahuluan: Adverse drug reaction (ADR) merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan pasien mengalami perawatan rumah sakit dan memperpanjang masa rawat. Statin berpotensi untuk menyebabkan efek samping yang berkaitan dengan gangguan otot. Atorvastatin merupakan salah satu obat golongan statin yang banyak digunakan saat ini. Kasus: Seorang wanita 78 tahun, masuk rumah sakit dengan nyeri pada seluruh badan termasuk kedua tungkai. Pasien rutin menggunakan atorvastatin untuk menurunkan kolesterol. Pasien memiliki riwayat gangguan hati dan penggunaan Syzygium polyanthum. Pasien didiagnosis dengan rabdomiolisis akibat atorvastatin. Pasien diberikan Coenzym Q10 kemudian berangsur membaik setelah atorvastatin dihentikan. Diskusi: Perubahan faktor fisiologis yang dapat memengaruhi farmakokinetik obat. Selain itu, interaksi bersama herbal juga dapat menyebabkan perubahan paparan atorvastatin. Hal ini dapat berkontribusi terhadap kejadian rabdomiolisis. Diagnosis Statin-Associated Muscle Symptom (SAMS) dapat diidentifikasi dengan SAMS Clinical Index. Simpulan: Kejadian efek samping obat dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mendasari. Upaya deteksi dini melalui monitoring aktif dalam pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya peningkatan patient safety di rumah sakit.Pendahuluan: Adverse drug reaction (ADR) merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat dihadapi ketika perawatan pasien. Statin berpotensi untuk menyebabkan efek samping yang berkaitan dengan gangguan otot. Atorvastatin merupakan salah satu obat golongan statin yang banyak digunakan saat ini. Kasus: Seorang wanita 78 tahun, masuk rumah sakit dengan nyeri pada seluruh badan termasuk kedua tungkai. Pasien rutin menggunakan atorvastatin untuk menurunkan kolesterol. Pasien memiliki riwayat gangguan hati dan penggunaan Syzygium polyanthum. Pasien didiagnosis dengan rabdomiolisis akibat atorvastatin. Pasien diberikan Coenzym Q10 kemudian berangsur membaik setelah atorvastatin dihentikan. Diskusi: Perubahan faktor fisiologis yang dapat mempengaruhi farmakokinetik obat. Selain itu, interaksi bersama herbal juga dapat menyebabkan perubahan paparan atorvastatin. Hal ini dapat berkontribusi terhadap kejadian rabdomiolisis. Diagnosis SAMS dapat dilakukan dengan The Statin-Associated Muscle Symptom Clinical Index. Simpulan: Kejadian efek samping obat dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mendasari. Upaya deteksi dini melalui monitoring aktif dalam pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya peningkatan patient safety di rumah sakit

    Corticophobia pada Pasien Psoriasis di Indonesia: Studi Berbasis TOPICOP

    Get PDF
    Pendahuluan: Corticophobia adalah kekakutan atau kekhawatiran terhadap kortikosteroid topikal (topical corticosteroids, TCS), terutama terhadap efek sampingnya, seperti penipisan kulit. Dampak yang paling dikhawatirkan dengan corticophobia adalah ketidakpatuhan terhadap pengobatan TCS. Penelitian ini bertujuan untuk mencari gambaran corticophobia di Indonesia yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Metode: Sebuah kuesioner disebar pada story Instagram pada akun Instagram dari organisasi Psoriasis Indonesia @psoriasis_id. Kuesionernya berisi identitas pasien, diagnosis kualitatif corticophobia, riwayat penggunaan TCS, dan kuesioner TOPICOP yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kriteria inklusi adalah pasien atau orang tua pasien psoriasis. Hasil: Sebanyak 204 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi diminta untuk mengisi kuesioner. Prevalensi corticophobia adalah 76% dengan nilai rerata TOPICOP 68,3%, keduanya relatif tinggi dibanding negara lainnya. Domain dengan nilai TOPICOP tertinggi adalah domain kekhawatiran, sedangkan item dengan nilai TOPICOP tertinggi adalah “Saya memerlukan kepastian keamanan penggunaan TCS.” Pada penelitian ini, perempuan juga secara konsisten memiliki prevalensi corticophobia dan nilai TOPICOP lebih tinggi pada setiap populasi. Simpulan: Intervensi yang sesuai terdiri dari edukasi yang tepat dan menjaga hubungan dokter-pasien harus dilakukan pada pasien dengan atau berisiko mengalami corticophobia, dan penelitian corticophobia di Indonesia yang lebih luas dengan jumlah sampel lebih besar dan pada populasi lain masih dibutuhkan. Kata Kunci: corticophobia, kortikosteroid topikal, TOPICOPPendahuluan: Corticophobia adalah kekakutan atau kekhawatiran terhadap kortikosteroid topikal (topical corticosteroids, TCS), terutama terhadap efek sampingnya, seperti penipisan kulit. Dampak yang paling dikhawatirkan dengan corticophobia adalah ketidahpatuhan terhadap pengobatan TCS. Penelitian ini bertujuan untuk mencari gambaran corticophobia di Indonesia yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Metode: Sebuah kuesioner disebar pada story Instagram pada akun Instagram dari organisasi Psoriasis Indonesia @psoriasis_id. Kuesionernya berisi identitas pasien, diagnosis kualitatif corticophobia, riwayat penggunaan TCS, dan kuesioner TOPICOP yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kriteria inklusi adalah pasien atau orang tua pasien psoriasis. Hasil: Sebanyak 204 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi diminta untuk mengisi kuesioner. Prevalensi corticophobia adalah 76% dengan nilai TOPICOP rata-rata 68,3%, keduanya relatif tinggi dibanding negara lainnya. Domain dengan nilai TOPICOP tertinggi adalah domain kekhawatiran, sedangkan item dengan nilai TOPICOP tertinggi adalah “Saya memerlukan kepastian keamanan penggunaan TCS.” Pada penelitian ini, perempuan juga secara konsisten memiliki prevalensi corticophobia lebih banyak dan nilai TOPICOP lebih tinggi pada setiap populasi. Simpulan: Intervensi yang sesuai terdiri dari edukasi yang tepat dan menjaga hubungan pasien-dokter harus dilakukan pada pasien dengan atau berisiko mengalami corticophobia, dan penelitian corticophobia di Indonesia yang lebih luas dengan jumlah sampel lebih besar dan pada populasi lain masih dibutuhkan. &nbsp

    PENGARUH ENTERPRISE RISK MANAGEMENT DISCLOSURE DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP FIRM VALUE PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM INDEKS INFOBANK15 PERIODE 2019 – 2022

    Get PDF
    In the era of evolving business dynamics, disclosure of information about enterprise risk and corporate governance practices is crucial for the sustainability and growth of a business entity. Enterprise Risk Management Disclosure (ERMD) and corporate governance can play an important role in shaping firm value. Therefore, this study aims to investigate how ERMD and corporate governance as measured by the size of the Board of Directors, Audit Committee, and Independent Commissioner affect Firm value in banking companies listed in the Infobank15 Index for the period 2019 - 2022. Multiple regression analysis is used to test the relationship, focusing on 14 banking sector companies that have records for at least 5 semesters in the period. The results show that Enterprise Risk Management Disclosure (ERMD) has a positive significant effect on firm value, indicating that the level of information disclosure related to risk management can increase firm value. On the other hand, the Board of Directors shows a significant negative effect on firm value. Meanwhile, the Audit Committee and Independent Commissioner have no significant influence on firm value

    PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENAMBANGAN NIKEL: Masalah Perizinan dan Pelindungan Lingkungan

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya termasuk sumber daya mineral seperti Timah, Batubara dan Nikel. di mana saat ini nikel menjadi salah satu sumber daya mineral yang banyak dibutuhkan sebagai bahan untuk pembuatan battery baik untuk kendaraan Listrik maupun keperluan lainnya. Dalam aturan yang ada saat ini izin penambangan nikel dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, di mana sebelumnya izin penambangan skala tertentu dapat dikeluarkan oleh Bupati. Namun walaupun Pemerintah Daerah (PEMDA) tidak mengeluarkan izin, tetapi PEMDA mempunyai tugas untuk mengawasi kegiatan penambangan nikel termasuk menindaklanjuti bila ada laporan dari Masyarakat terkait kerusakan lingkungan yang merugikan Masyarakat. Masalah yang akan dikaji adalah bagaimana peranan PEMDA terkait penambangan nikel. Masalah izin penambangan akan terkait dengan kewajiban pengusaha untuk menaati aturan yang ada termasuk aturan tentang perlindungan lingkungan. Beberapa aturan yang ada telah mengatur tentang peranan PEMDA baik terkait masalah minerba maupun masalah perlindungan lingkungan, namun pelaksanaannya masih belum maksimal karena ternyata beberapa pengusaha tidak melaksanakan kewajibannya.Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya termasuk sumber daya mineral seperti Timah, Batubara dan Nikel. di mana saat ini nikel menjadi salah satu sumber daya mineral yang banyak dibutuhkan sebagai bahan untuk pembuatan battery baik untuk kendaraan Listrik maupun keperluan lainnya. Dalam aturan yang ada saat ini izin penambangan nikel dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, di mana sebelumnya izin penambangan skala tertentu dapat dikeluarkan oleh Bupati. Namun walaupun Pemerintah Daerah (PEMDA) tidak mengeluarkan izin, tetapi PEMDA mempunyai tugas untuk mengawasi kegiatan penambangan nikel termasuk menindaklanjuti bila ada laporan dari Masyarakat terkait kerusakan lingkungan yang merugikan Masyarakat. Masalah yang akan dikaji adalah bagaimana peranan PEMDA terkait penambangan nikel. Masalah izin penambangan akan terkait dengan kewajiban pengusaha untuk menaati aturan yang ada termasuk aturan tentang perlindungan lingkungan. Beberapa aturan yang ada telah mengatur tentang peranan PEMDA baik terkait masalah minerba maupun masalah perlindungan lingkungan, namun pelaksanaannya masih belum maksimal karena ternyata beberapa pengusaha tidak melaksanakan kewajibannya

    Hasil Pengukuran Pendahuluan Data Antropometri Posisi Duduk Pekerja Industri di Jabodetabek

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk menyajikan data awal hasil pengukuran data antropometri pekerja industri Indonesia. Untuk pengukuran awal ini, diambil data sebanyak 62 orang pekerja laki-laki. Dari banyak dimensi antropometri yang diambil, pada paper ini disajikan 9 data subjek dalam posisi duduk. Data yang diambil terdiri dari tinggi duduk, tinggi bahu duduk, tinggi siku duduk, tinggi popliteal, tinggi lutut, Panjang popliteal, Panjang lutut, lebar sisi bahu dan lebar pinggul. Pengukuran dilakukan menggunakan alat ukur antropometri. Data disajikan dalam rataan, standar deviasi dan persentil. Data juga dibandingkan dengan data serupa dari negara lainnya yaitu data pekerja dari negara India, Norwegia dan Nigeria

    Optimalisasi Island Operation Cilacap untuk Minimisasi Energy Not Served (ENS)

    Get PDF
    Untuk mencapai sistem yang andal dengan pasokan energi yang berkelanjutan dan memadai serta untuk meminimalkan Energy Not Served (ENS) dalam situasi gangguan, serta mendukung program Generator of Sale (GOS), pengoptimalan strategi skema pertahanan sangatlah penting. Makalah ini berfokus pada revisi operasi island Cilacap untuk mengurangi masalah ENS, yang terjadi akibat tegangan yang terlalu rendah dan pertumbuhan beban konsumen yang meningkat. Oleh karena itu, operasi island Cilacap direvisi dengan menyesuaikan target beban untuk operasi island guna menyeimbangkan beban pembangkit dan permintaan konsumen. Selain itu, tahapan relai UFR dipindahkan lebih dekat ke pembangkit untuk mencegah masalah tegangan rendah, dan recommissioning pada relai yang ada dilakukan. Implementasi revisi operasi island Cilacap diharapkan dapat memastikan keberhasilan islanding, mencegah deviasi tegangan, dan meminimalkan ENS selama gangguan besar, yang berpotensi menghemat biaya hingga 80,82%. Hal ini menghasilkan operasi sistem yang andal, kondisi sistem yang stabil, dan tercapainya kontinuitas pasokan yang optimal

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇