eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    Optimization of Banyuwangi Festival Management through ERP-Tourism Using Dashboard

    Get PDF
    Tourism is an economic sector that has an important role in regional economic growth, including in Banyuwangi Regency. Banyuwangi Festival, as one of the main attractions, faces various challenges in its management, ranging from event coordination to performance monitoring. This research aims to optimize the management of Banyuwangi Festival through the implementation of Enterprise Resource Planning (ERP)-Tourism supported by the use of interactive dashboards. This research utilizes the Rapid Application Development (RAD) method, which involves various stakeholders in the system development process. The research findings show that the implementation of ERP-Tourism and interactive dashboards is able to improve the efficiency, effectiveness, and quality of festival management. The theoretical implications of this research include the development of literature related to the use of ERP technology in the tourism sector and its contribution to event management. Practically, the results of this study can be used as a guide for festival managers in improving the quality and efficiency of their events. Recommendations for future research include expanding the application of the ERP-Tourism system to other tourism events in Banyuwangi and other regions, as well as further developing dashboard features to meet the specific needs of different types of events. Thus, it is expected that this system can provide wider and sustainable benefits to the tourism sector and regional econom

    Effects of Coffee Consumption on Acne Vulgaris Severity in Atma Jaya Medical Students in Jakarta, Indonesia

    Get PDF
    Introduction: Acne vulgaris is a common multifactorial skin disease. With diet as one of the possible factors, the rising habit of coffee consumption may have its own effects on acne. In present time, there is a lack of study between coffee consumption and acne vulgaris as well as the relationship between the two topics. This study aimed to analyze the effects of coffee consumption on acne severity. Methods: A cross-sectional study was conducted from September to December 2022 on 106 Atma Jaya medical students in Jakarta, Indonesia, who has acne and consumed coffee in the past month when the study was performed. The students were asked to fill a questionnaire about demographic and filtering questions along with questions about coffee consumption in the past month based on Diet History Questionnaire III (DHQ III). Acne lesion observations on the face, upper back, and chest were then performed on every individual to calculate acne severity based on Global Acne Grading System (GAGS). Results: Students who only drank black coffee tend to have lower acne severity score (mean±SD: 19.69±5.68) than those who drank coffee mixtures beverages (mean±SD: 25.41±5.11) (p-value<0.001). There was a significant negative correlation between acne severity scores and amount of black coffee consumed (p-value=0.001). On the other hand, there was a significant positive correlation between acne severity scores and amount of coffee mixtures beverages consumed (p-value<0.001). Conclusion: The results of this study show that the types and amount of coffee consumed had significant effects on acne vulgaris severity in medical students. Keywords: acne vulgaris - black coffee - coffee mixture

    REPRESENTASI OBJEKTIFIKASI PEREMPUAN DALAM PEMAKNAAN SEMANTIK-PRAGMATIK DIALOG PADA SERIAL DIE KAISERIN

    Get PDF
    Objektifikasi perempuan dalam berbagai media massa masih menjadi topik yang menarik hingga saat ini. Perempuan sering kali dijadikan objek seksual dalam berbagai media massa seperti film, iklan atau game online. Bentuk praktik lainnya adalah representasi ketimpangan peran gender dalam film. Pada tahun 2022, Netflix merilis serial berjudul Die Kaiserin yang mengangkat isu serupa. Serial ini bercerita tentang tahun pertama Elizabeth dari Bavaria setelah menikah dengan Kaisar Franz Joseph I dan menjadi permaisuri. Dalam film, salah satu cara untuk melihat isu apa yang sedang dibawa adalah dengan melihat pesan yang terkandung di dalamnya. Sebagai salah satu komponen terpenting dalam film, pesan dan isu tersebut sering kali terlihat dalam dialog baik secara tersirat maupun tersurat. Untuk melihat isu objektifikasi dalam serial film ini, dilakukan pengumpulan data berupa adegan dan potongan dialog yang ujarkan oleh para tokoh dengan batasan penelitian tindakan objektifikasi terhadap tokoh sentral, Elizabeth. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dalam penelitian ini dianalisis bagaimana dialog-dialog tokoh dapat merepresentasikan praktik objektifikasi perempuan melalui analisis pemaknaan dialog secara semantik maupun pragmatik berdasarkan teori Blanke (1973) dan Cruse (2013). Secara semantik, keseluruhan dialog dianalisis melalui pemaknaan secara referensial atau pemaknaan denotatif yang kemudian didukung dengan pemaknaan situasi ujarannya dalam menemukan tindakan objektifikasi. Dalam penelitian ini, ditemukan juga pemaknaan asosiasi dan pemaknaan afektif yang merujuk pada tindakan objektifikasi terhadap Elizabeth. Sementara itu, dari hasil analisis pragmatik, ditemukan penggunaan deiksis persona dan wacana yang kerap kali merujuk pada Elizabeth sebagai objek. Selain penggunaan deiksis, praktik objektifikasi ini juga terlihat dalam tindak tutur dalam dialog yaitu, tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi dalam merujuk tindakan objektifikasi. Dari hasil analisis pemaknaan dialog tersebut ditemukan lima bentuk representasi yang mengandung ciri tindakan objektifikasi berdasarkan teori Nussbaum (1995), yaitu penyangkalan subjektivitas perempuan, perempuan  dipandang sebagai objek kecantikan, perempuan sebagai objek seksualitas, perempuan sebagai alat untuk melanjutkan keturunan, dan perempuan dipandang sebagai properti yang dapat dimiliki laki-laki

    ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA LAPORAN BISNIS ATAU DINAS PADA PELATIHAN GRIYAAN NARABAHASA

    Get PDF
    Kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi kunci utama keberhasilan di setiap lingkungan pekerjaan. Para pekerja profesional diharapkan dapat berinteraksi secara efektif dengan semua pemangku kepentingan, termasuk rekan kerja, atasan, dan klien. Oleh karena itu, para pekerja profesional dituntut untuk senantiasa mengembangkan dan mempertahankan keterampilan berbahasa, baik secara lisan maupun tertulis. Pentingnya keterampilan berbahasa dalam konteks profesional tidak hanya terbatas pada kemampuan berbicara secara langsung, tetapi juga kemampuan menyusun teks tertulis yang tepat sesuai kaidah. Bentuk komunikasi teks tertulis yang biasanya dibuat oleh para pekerja profesional merupakan naskah bisnis atau dinas yang berupa surat, laporan, bahan presentasi, dan sebagainya. Narabahasa sebagai penyedia layanan kebahasaan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Narabahasa menyelenggarakan pelatihan griyaan yang berfokus pada pengajaran keterampilan berbahasa sesuai dengan isu-isu terkini yang dibutuhkan para profesional, salah satunya adalah penulisan naskah dinas atau bisnis. Selama pelatihan berlangsung, kesalahan berbahasa dari berbagai tataran bahasa ditemukan pada naskah-naskah dinas atau bisnis yang ditulis oleh peserta pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan berbahasa yang terdapat dalam naskah dinas atau bisnis, khususnya laporan. Data yang diambil berupa laporan bisnis atau dinas yang diberikan pada saat bedah kasus dan praktik pelatihan griyaan pada 2023. Laporan tersebut dikelompokkan menjadi laporan yang berasal dari kementerian, BUMN, dan swasta. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca, menyimak, dan mencatat bentuk kesalahan berbahasa. Analisis dilakukan pada berbagai tingkatan bahasa, meliputi wacana, paragraf, kalimat, kata, dan ejaan. Selain itu, penelitian ini juga membahas jenis kesalahan tersebut dan perbaikannya. Hasil analisis menunjukkan gambaran umum kesalahan yang kerap muncul. Pada tiap tataran, data dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan praktis dalam konteks bisnis atau dinas dan diperlihatkan sesuai dengan kecenderungan kesalahan yang kerap ditemui. Dengan meminimalisasi kesalahan berbahasa pada naskah bisnis atau dinas, para pekerja profesional diharapkan dapat berkomunikasi dengan lebih efektif

    BENTUK KALIMAT AKTIF DAN PASIF DALAM PEMBERITAAN KASUS PEMBUNUHAN AKSEYNA DI MEDIA DARING KOMPAS

    Get PDF
    Penggunaan tata bahasa merupakan sebuah hal yang tidak dapat dilepaskan dalam bidang bahasa karena dengan tata bahasa atau gramatika kita dapat memperoleh pengetahuan mengenai pengaturan kata sampai menjadi kalimat. Dalam penelitian ini, salah satu perspektif tata bahasa yang akan digunakan adalah perspektif sintaksis. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan struktur kalimat aktif dan pasif yang terdapat pada pemberitaan daring kasus pembunuhan Akseyna. Sumber data penelitian ini adalah pemberitaan kasus pembunuhan Akseyna pada media berita daring Kompas dengan judul 2015 “Akseyna Bukan Kasus Pembunuhan Biasa”, 2019 “Empat Tahun Kematian Aksyena dan Tanda Tanya yang Belum Terjawab”, dan 2023 “8 Tahun Misteri Kematian Akseyna, Mahasiswa UI: Polisi dan Pihak Kampus Saling Lempar Tanggung Jawab”. Alasan memilih media pemberitaan daring Kompas sebagai sumber data penelitian ini karena terdapat kalimat aktif dan pasif yang menjadi bahan untuk dianalisis. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan catat.  Hasil penelitian ini menemukan bahwa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pemberitaan kasus pembunuhan Akseyna di Kompas menunjukkan adanya penggunaan kalimat aktif dan pasif. Jenis kalimat aktif yang ditemukan pada pemberitaan kasus pembunuhan Akseyna di Kompas adalah kalimat aktif intransitif, semitransitif, dan ekatransitif. Penggunaan kalimat aktif yang paling banyak digunakan pada pemberitaan tersebut adalah kalimat aktif ekatransitif. Kalimat pasif pada pemberitaan tersebut terdapat tiga jenis yaitu kalimat pasif di-, kalimat pasif ter- dan kalimat pasif ke-an. Kalimat pasif yang banyak digunakan pada pemberitaan kasus pembunuhan Akseyna adalah kalimat pasif di-, sedangkan penggunaan kalimat pasif ke-an jarang digunakan pewarta untuk menerangkan kegiatan. Penelitian ini diharapkah dapat memberikan gambaran mengenai bentuk-bentuk kalimat aktif dan kalimat pasif yang digunakan media pemberitaan daring dalam menuliskan berita terkait kasus kematian janggal Akseyna sehingga kasus dapat segera ditindaklanjuti, serta korban mendapat keadilan atas kondisi tidak menyenangkan yang menimpanya. Lebih lanjut, penelitian ini mencoba untuk menganalisis penggunaan verba transitif dan verba intransitif yang sering muncul sebagai pembentuk kalimat aktif dan kalimat pasif. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan ke dalam kerangka desain penelitian sintaksis yang lebih komprehensif dengan menggunakan alat analisis yang mendalam

    DIMENSI SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF KOMBINASI KEKERABATAN DAN NAMA DIRI TERHADAP MITRA TUTUR DALAM TINGKAT TUTUR BAHASA SUNDA

    Get PDF
    Bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa yang terdapat di Indonesia yang memiliki kekayaan beragam vokatif sebagai sarana komunikasi verbal. Salah satu vokatif yang tedapat dalam bahasa Sunda adalah vokatif kombinasi kekerabatan dan nama diri, yaitu gabungan vokatif kekerabatan dan vokatif nama diri. Vokatif kombinasi kekerabatan dan nama diri dapat digunakan oleh penutur untuk memanggil mitra tutur dalam hubungan sosial tertentu dan dalam kode tingkat tutur tertentu dalam bahasa Sunda.  Tulisan ini membahas penggunaan vokatif kombinasi kekerabatan dan nama diri oleh penutur terhadap mitra tutur, hubungan sosial antara penutur dan mitra tuturnya dalam penggunaan vokatif kombinasi tersebut, dan kode tingkat tutur yang digunakan oleh penutur terhadap mitra tutur pada penggunaan vokatif kombinasi tersebut dalam bahasa Sunda. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Penyediaan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Penganalisisan data menggunakan metode padan pragmatik dengan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data menggunakan sumber data tulis, yaitu sepuluh buku fiksi berbahasa Sunda dengan pertimbangan dalam buku-buku fiksi tersebut terdapat data yang diperlukan untuk penelitian di samping sebagai sampel. Berdasarkan hasil penelitian dipilih empat belas data kalimat yang memuat vokatif kombinasi kekerabatan dan nama diri. Vokatif kekerabatan yang berbeda ditemukan berjumlah delapan jenis yang bergabung dengan empat belas nama diri yang beragam. Kecuali vokatif kekerabatan Alo ‘Ponakan’, yang berwujud vokatif utuh, vokatif kekerabatan lainnya berwujud vokatif penggalan. Hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur dalam penggunaan vokatif kombinasi kekerabatan dan nama diri oleh penutur terhadap mitra tutur ini ada enam jenis, yaitu (1) ketetanggaan, (2) pertemanan, (3) kekeluargaan, (4) kedinasan, (5) lurah santri-santri, dan (6) majikan-pembantu dengan didominasi hubungan sosial pertemanan dan kedinasan. Adapun pemakaian tingkat tutur dalam penggunaan vokatif kombinasi kekerabatan dan nama diri oleh penutur terhadap mitra tutur ini berupa kode hormat, yaitu sepuluh data, dan kode akrab, yaitu empat data. Dengan demikian, penggunaan vokatif kekerabatan didominasi kode hormat

    DESKRIPSI POLA SUKU KATA BAHASA BANGGOI DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR

    Get PDF
    Bahasa Banggoi dituturkan oleh   masyarakat Desa Banggoi, Desa Banggoi Pancoran, dan Desa Dreamland Hills Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Wilayah tutur bahasa Banggoi berbatasan dengan wilayah tutur bahasa Hoti di sebelah timur, jumlah penutur 350 (1989) merupakan rumpunAustronesia SL (2006). Saat ini, bahasa Banggoi sudah tidak lagi digunakan  untuk berkomunikasi sehari-hari.  Oleh karena itu, bahasa Banggoi sudah berada pada status terancam punah.penuturnya hanya tersisa dan menggunakan bahasa Banggoi sekita umur 60 tahun ke atas. Penelitian ini  bertujuan  mengindetifikasi pola pembentukan suku kata bahasa Banggoi..Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan penutur asli bahasa Banggoi yang ada  di wilayah tutur Desa Banggoi dengan menggunakan kuesioner. Selanjutnya, data yang sudah terkumpul, diidentifikasi berdasarkan pola suku katanya.  Hasil analisis menunjukkan bahwa pola suku kata bahasa Banggoi tidak selengkap dengan pola suku kata bahasa Indonesia, hanya  terdiri atas (1) KV, (2) VK, (3) VV, (4) VKV, (5) VKV, (6) KVK, (7) VKVK, dan (8) KKKKV

    GAYA BAHASA MENGKRITIK DEBAT PUBLIK PASANGAN CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian gaya bahasa mengkritik di dalam debat publik putaran pertama Pasangan Calon Presiden Indonesia tahun 2024 dilatarbelakangi oleh sikap berbahasa elit politik Indonesia saat berkomunikasi tidak mengungkapkan maksud ujaran secara langsung. Pasangan calon presiden menyembunyikan maksud ujaran, sehingga para pendengar kesulitan bahkan keliru menafsirkan maksud ujaran. Penelitian ini akan menelah tentang gaya bahasa mengkritik di dalam debat publik putaran pertama Pasangan Calon Presiden Indonesia pada Selasa 12 Desember 2023 lalu. Telaah penelitian ini menggunakan teori AWK yaitu teori Michel Foucault. Foucault menjelaskan definisi dari wacana beserta dengan potensi politik dan kaitanya dengan kekuasaan, wacana adalah elemen taktis yang beroperasi dalam kancah relasi kekuasaan. Antara wacana dan kekuasaan memiliki hubungan timbal balik, seperti yang dikatakan Foucault, elemen taktis yang sangat terkait dengan kajian strategis dan politis, tapi tentu saja istilah politik di sini tidak selalu berarti faktor-faktor pemerintahan, segala sesuatu yang menghegemoni baik itu secara kulturul maupun secara idiologis sebenarnya memiliki konstruksi politisnya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan bentuk gaya bahasa mengkritik di dalam debat publik putaran pertama Pasangan Calon Presiden Indonesia (2) konteks komunikasi gaya bahasa mengkritik di dalam debat publik putaran pertama Pasangan Calon Presiden Indonesia. Pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi komunikasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah (1) mendengarkan secara keseluruahn debat publik putaran pertama Pasangan Calon Presiden Indonesia pada Selasa 12 Desember 2023, (2) menginventarisasi bentuk gaya bahasa mengkritik debat publik putaran pertama Pasangan Calon Presiden Indonesia, (3) mengklasifikasikan gaya bahasa mengkritik berdasarkan bentuk, (4) mengklasifikasikan gaya bahasa mengkritik berdasarkan berdasarkan kontek komunikasi, (5) melakukan analisis dan pembahasan berdasarkan teori AWK Michel Foucault. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ada tiga bentuk gaya bahasa mengkritik yang digunakan pasangan calon presiden saat berkomunikasi dalam debat publik tersebut. Gaya bahasa mengkrtiki ini adalah sinisme, satire, dan eufemisme. Dari ketiga bentuk gaya bahasa mengkritik ini yang lebih dominan digunakan oleh pasangan calon adalah gaya bahasa mengkritik berbentuk satire. Hal ini digunakan untuk melindungi kedua mitra tutur tersebut dalam bekomunikasi baik penutur dan petutur. Dalam debat ini ada kecenderungan mengungkapkan maksud ujaran secara tidak langsung. Selanjutnya, konteks komunikasi gaya bahasa mengkritik adalah higt dan low Context Culture. Higt Context Culture, digunakan penutur untuk menghormati dan menghargai sesama pasangan calon. Low Context Culture gaya bahasa mengkritik digunakan untuk mengungkapkan maksud ujaran secara langsung, sehingga mitra tutur dapat menangkap maksud ujaran secara langsung

    PEMAKAIAN BAHASA DI MADRASAH: KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK SEKOLAH

    Get PDF
    Pemakaian bahasa di ruang publik menarik untuk dikaji dan saat ini telah berkembang menjadi kajian linguistik lanskap (LL). Jika ditelisik lebih jauh, data kajiannya dapat juga dikumpulkan dari ranah dan latar pendidikan (madrasah/sekolah). Artinya, sekolah merupakan salah satu ruang publik yang menarik dalam penggunaan bahasanya karena sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kompetensi bahasa generasi penerus bangsa dan pemakaian bahasa di sekolah merupakan bagian dari pendidikan literasi sepanjang hayat. Gorter and Cenoz (2015:151) menyatakan, secara futuristis atensi kajian yang membuka peluang bagi bertumbuhkembangnya kajian LL tertumpah pada penelitian tentang pemakaian bahasa dalam konteks kelembagaan seperti gedung pemerintah, perpustakaan, rumah sakit, laboratorium, museum, stasiun, universitas atau sekolah. Gorter (2018) dalam artikelnya bertajuk Linguistic Landscapes and Trends in the Study of Schoolscapes bahkan menegaskan kembali bahwa orientasi dan preferensi yang cukup menjanjikan dalam kajian LL adalah penelitian pemakaian bahasa di ruang semipublik, seperti rumah sakit, museum, stasiun, dan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengungkap pemakaian bahasa pada tanda dalam LL di lingkungan madrasah dalam perspektif lanskap linguistik sekolah (LLS) di Madrasah Tsanawiyah Negeri 17 Jakarta (MTsNJ) dan menjawab pertanyaan tentang bahasa apa saja yang dipakai di sana, bagaimana distribusinya, dan bagaimana konfigurasi pemajangan bahasa-bahasa tersebut secara posisional. Ancangan kualitatif digunakan untuk menggambarkan pemakaian bahasa di lingkungan MTsNJ. Data utama berupa satuan lingual yang terpajang dalam 37 tanda gambar visual baik tanda informasi secara infrastruktural maupun larangan secara regulatif sebagai evidensi fotografis dikumpulkan dengan cara dipotret menggunakan kamera telepon seluler. Data gambar tersebut dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan (a) nama bahasa dan distribusinya dan (b) konfigurasi posisional pemajangan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) bahasa-(bahasa) yang dipajang dalam tanda infrastruktural dan regulatif dalam konteks atas-bawah (top-down) dan bawah-atas (bottom-up) di MTsNJ adalah bilingual (Arab dan Inggris), monolingual (Indonesia), dan bercampur kode (code-mixing) (Indonesia dan Inggris), dengan bilingualisme lebih dominan; (b) konfigurasi posisional bahasa yang dipajang pada tanda bilingual memperlihatkan bahwa bahasa Arab membawahkan bahasa Inggris, yang juga merepresentasikan bahwa bahasa Arab menjadi preferensi dan prioritas; dan (c) ditemukan juga tanda transgresif yang diciptakan oleh pemangku kepentingan MTsNJ. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa dalam konteks pembelajaran bahasa, guru dapat mengambil bahan pembelajaran dari tanda di ruang publik dan membawanya ke sekolah (ruang kelas) untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran atau guru bisa membawa siswa ke luar kelas untuk meneroka LL di luar sekolah; atau kombinasi keduany

    Hygrothermal Effect on Glass Fiber Reinforced Plastic (GFRP) Under Seawater Immersion

    Get PDF
    Glass Fiber Reinforced Plastic (GFRP) is extensively used for corrugated roofing sheets and gutters in Indonesia, especially in corrosive environments, due to its superior corrosion resistancecompared to steel. Despite its widespread application in coastal areas, limited studies have examined the durability of GFRP when exposed to seawater and heat. This research investigates the influence of hygrothermal conditions on the physical and mechanical properties of GFRP. Samples were immersed in seawater at temperatures of 30°C, 40°C, and 60°C for 3 and 6 months. Results show that hygrothermal exposure leads to degradation in physical but notmechanical properties. Physical properties were evaluated using mass gain measurements, hardness testing, and Scanning Electron Microscopy (SEM), while mechanical properties were assessed via tensile testing.The result shown all specimen have increased mass up to 3,8% and decrease in hardnessup to 56%. SEM also shown several dark spot which indicatevoid. SEM analysis revealed the presence of dark spots, indicating void formation. These findings underscore the vulnerability of GFRP to hygrothermal conditions, raising concerns about its long-term durability in coastal applications.Plastik yang Diperkuat Serat Kaca (Glass Fiber Reinforced Plastic/GFRP) banyak digunakan di Indonesia, khususnya untuk lembaran atap bergelombang dan talang di lingkungan yang korosif, karena ketahanan korosinya yang lebih baik dibandingkan baja. Meskipun penggunaannya meluas di wilayah pesisir, studi mengenai ketahanan GFRP terhadap paparan air laut dan panas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kondisi higrotermal terhadap sifat fisik dan mekanis GFRP. Sampel direndam dalam air laut pada suhu 30°C, 40°C, dan 60°C selama 3 dan 6 bulan. Hasil menunjukkan bahwa paparan higrotermal mengakibatkan degradasi pada sifat fisik, tetapi tidak signifikan memengaruhi sifat mekanis. Pengujian sifat fisik dilakukan dengan pengukuran kenaikan massa, uji kekerasan, dan analisis Mikroskop Elektron Pindai (SEM). Sementara itu, sifat mekanis diuji melalui uji tarik. Kenaikan massa pada spesimen tercatat hingga 3,8%, sedangkan kekerasan menurun hingga 56%. Analisis SEM menunjukkan adanya titik-titik gelap yang mengindikasikan pembentukan rongga. Temuan ini mengungkapkan kerentanan GFRP terhadap kondisi higrotermal, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait daya tahan jangka panjangnya pada aplikasi di wilayah pesisir

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇