eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    Association of knowledge and attitude with health protocols’ compliance during the COVID-19 pandemic

    Get PDF
    Introduction: The COVID-19 pandemic negatively impacted the community. The Indonesian government has implemented health protocols to control COVID-19 transmission. Knowledge and attitude affect the compliance level, which plays an important role in the success of health protocol implementation. This study aims to evaluate the knowledge, attitude, and compliance towards COVID-19 control protocols in Indonesia, as well as factors that influence the knowledge. The findings can be used in formulating a strategy to reduce COVID-19 transmission or other infectious diseases in Indonesia. Methods: A cross-sectional study utilizing a purposive snowball sampling method was performed by distributing a Google form questionnaire through social media from June to August 2021. The target population was all Indonesians aged ≥17 years old who were present in Indonesia during the pandemic and had access to the questionnaire. Incomplete questionnaires were excluded. The data were analyzed descriptively and statistically using the Chi-square or Fisher’s exact test. Results: Out of 713 respondents who met the study criteria, 95% had adequate knowledge, 87% exhibited a positive attitude, and 79.7% adhered to health protocols with high compliance. Knowledge significantly influenced attitude to COVID-19 (p<0.001). Additionally, sufficient knowledge (p<0,001; OR 9.19, 95% CI 4.47-18.88) and positive attitudes (p<0,001; OR 19.18; 95% CI 11.44-32.16) showed significant correlation with compliance. Age (p<0.001), education level (p<0.001), experience (p=0.018), and duration of social media usage (p=0.004) were significantly associated with knowledge. Conclusion: The Indonesian community generally has adequate knowledge and a positive attitude toward COVID-19. This could significantly improve compliance to health protocols.Pendahuluan: Pandemi COVID-19 berdampak negatif bagi masyarakat. Pemerintah Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penularan COVID-19. Pengetahuan dan sikap turut memengaruhi kepatuhan warga yang akan berdampak terhadap keberhasilan implementasi protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan, sikap, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan terkait COVID-19 di Indonesia, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian ini berguna untuk merumuskan strategi dalam mengontrol penularan COVID-19 maupun kondisi pengendalian penyakit lainnya di Indonesia. Metode: Studi potong-lintang ini dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner Google formulir melalui media sosial. Populasi target dalam penelitian ini adalah semua orang Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas yang dapat mengakses kuesioner. Kuesioner yang tidak terisi dengan lengkap akan dieksklusi. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji statistik dilakukan secara Chi-square atau Fisher’s exact jika persyaratan chi-square tidak terpenuhi. Hasil: Dari 713 responden yang memenuhi kriteria untuk pengolahan data, 95% memiliki pengetahuan yang memadai, 87% memiliki sikap positif terhadap protokol pengendalian COVID-19, dan 79,5% yang mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Pengetahuan (p<0,001) dan sikap (p<0,001) memengaruhi kepatuhan secara signifikan. Selain itu, sikap juga dipengaruhi secara signifikan oleh pengetahuan (p<0,001). Beberapa faktor, termasuk usia (p<0,001), tingkat pendidikan (p<0,001), pengalaman (p=0,018), dan durasi penggunaan media sosial (p=0,004), secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan. Simpulan: Masyarakat Indonesia secara umum telah memiliki pengetahuan yang memadai dan sikap yang positif terhadap COVID-19. Hal tersebut dapat meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan secara signifikan

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kemampuan Interpretasi Radiografi Toraks Dokter Muda Kepaniteraan Klinik Unika Atma Jaya

    No full text
    Latar Belakang: Pemeriksaan radiografi toraks merupakan tes pencitraan yang paling banyak digunakan. Radiografi toraks berguna untuk skrining, diagnosis dan pengelolaan berbagai kondisi dan penyakit. Keterampilan membaca dan membuat interpretasi radiografi toraks dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal.  Penelitian ini menilai kemampuan interpretasi radiografi toraks oleh dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya, dan hubungan indeks prestasi kumulatif, pengalaman stase dan bimbingan dengan kemampuan tersebut. Metode: Studi observasional analitik dengan rancangan penelitian potong-lintang dilakukan pada 54 dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya yang sudah menyelesaikan stase Radiologi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner demografi dan tes pembacaan yang terdiri dari 11 kasus radiografi toraks. Analisis data menggunakan aplikasi pengolahan data, dan data diolah secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Correlation dan uji Fisher Exact. Hasil: Kemampuan interpretasi yang baik dimiliki oleh 88,8% responden. Terdapat hubungan bermakna antara indeks prestasi kumulatif dan kemampuan interpretasi radiografi toraks (p=0,0198). Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengalaman stase dan bimbingan. Simpulan: Mayoritas kemampuan interpretasi radiografi toraks dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya adalah baik (88,8%) yang memiliki hubungan positif kuat dengan nilai IPK.  Latar Belakang: Pemeriksaan radiografi toraks merupakan tes pencitraan yang paling banyak digunakan. Radiografi toraks berguna untuk skrining, diagnosis dan pengelolaan berbagai kondisi dan penyakit. Keterampilan membaca dan membuat interpretasi radiografi toraks dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal.  Penelitian ini menilai kemampuan interpretasi radiografi toraks oleh dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya, dan hubungan indeks prestasi kumulatif, pengalaman stase dan bimbingan dengan kemampuan tersebut. Metode: Studi observasional analitik dengan rancangan penelitian potong-lintang dilakukan pada 54 dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya yang sudah menyelesaikan stase Radiologi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner demografi dan tes pembacaan yang terdiri dari 11 kasus radiografi toraks. Analisis data menggunakan aplikasi pengolahan data, dan data diolah secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Correlation dan uji Fisher Exact. Hasil: Nilai rata-rata interpretasi radiografi toraks dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya adalah 7.80, dan nilai median adalah 8.00. Kemampuan interpretasi yang baik dimiliki oleh 85.2% responden. Terdapat hubungan bermakna antara indeks prestasi kumulatif dan kemampuan interpretasi radiografi toraks (p = 0.029). Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengalaman stase (p = 1.000) dan bimbingan (p = 0.607). Kesimpulan: Kemampuan interpretasi dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya umumnya bersifat baik. Terdapat hubungan antara indeks prestasi kumulatif dan kemampuan interpretasi radiografi toraks. Kata Kunci: Bimbingan, Dokter Muda, Indeks Prestasi Kumulatif, Kemampuan Interpretasi Radiografi Toraks, Pengalaman Stas

    Analisis dan Optimalisasi Proses Bisnis LPPM Universitas Swasta di Jakarta melalui Pendekatan IDEF0

    Get PDF
    The business process improvement at the Research and Community Services Center (LPPM), at a private university in Jakarta, was initiated due to unclear Standard Operating Procedures (SOPs) and the introduction of a new operational mechanism. The main objective of this research is to analyze and map the current business processes to clarify existing workflows. The IDEF0 method is used to identify and evaluate these processes, while the overall analysis follows Business Process Improvement (BPI) principles. The focus is on three core processes: proposal submission, fund disbursement, and reporting—each essential to research, community service, and publication activities. Improvements are proposed through the development of a revised SOP and the design of an online database system. These enhancements are based on interviews with key stakeholders, including the Head of the Center for System Development, LPPM officials, and staff. The use of the IDEF0 method significantly assists in identifying the roles and responsibilities of involved parties in each process. It provides a structured approach to evaluating and refining workflows. As a result, a new database system is being designed to support better data management and documentation at LPPM. This system will be built upon the improved processes identified through the IDEF0 analysis, ensuring more efficient and transparent operations

    LANGUAGE DYNAMICS AND DIGITAL IDENTITY: A STUDY OF THE VIRTUAL LINGUISTIC LANDSCAPE ON @TANYAKANRL

    Get PDF
    This study explores how language is used and identities are shaped in the digital space of @Tanyakanrl, a popular X (formerly Twitter) account, through the lens of the Virtual Linguistic Landscape (VLL) framework (Blommaert & Maly, 2015). Drawing on a descriptive qualitative approach, the research analyzes 100 purposively selected posts and their comment sections, gathered between January and March 2025, to ensure both linguistic and thematic relevance. The analysis distinguishes between top-down content posts authored by the account administrators and bottom-up content responses from users. It investigates how language variation, dominance, and symbolic as well as informational functions of linguistic elements operate across these two layers, following Landry and Bourhis’ (1997) typology of linguistic landscape functions. The findings suggest distinct patterns in how digital identities are performed (Page, 2012; Androutsopoulos, 2015). Admin-generated posts tend to use Indonesian in a formal or neutral register to maintain clarity and broad accessibility. However, the strategic use of slang and digital vernacular indicates a deliberate attempt to create familiarity and shared cultural reference with the audience—reflecting a negotiated identity between authority and relatability. In contrast, user-generated content frequently features informal language, code-mixing (particularly Indonesian-English), and youth slang. These linguistic choices signal an orientation toward in-group belonging and reflect the dynamics of youth digital culture (Tagg, 2015), where identity is co-constructed in interaction. Rather than serving only communicative purposes, these language practices act as discursive strategies for identity performance (Bucholtz & Hall, 2005) and alignment with peer communities. Humor, abbreviations, and evolving slang function as markers of belonging, emotional resonance, and cultural fluency within the online environment. The rapid innovation and spread of such terms on @Tanyakanrl also demonstrate how social media platforms serve as dynamic sites of language change and ideological reproduction (Blommaert, 2010), shaped by both local sensibilities and global digital trends. By mapping these patterns, this study positions @Tanyakanrl not merely as a space for entertainment or discussion, but as a sociolinguistic arena where language ideologies are enacted, social boundaries negotiated, and digital identities continually redefined. These insights contribute to the growing field of Virtual Linguistic Landscape research by showing how everyday digital interactions shape and reflect contemporary identity practices in multilingual, networked contexts

    KILIR LIDAH DAN SENYAPAN PADA PRODUKSI UJARAN CALON PRESIDEN DALAM DEBAT PERTAMA CALON PRESIDEN 2024-2029: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK

    Get PDF
    Bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sebagai alat komunikasi yang memungkinkan interaksi sosial. Dalam lingkup linguistik, komunikasi lisan dapat mengalami berbagai hambatan, salah satunya adalah kekeliruan dalam berbicara, seperti kilir lidah dan senyapan. Fenomena ini sering muncul dalam situasi debat, termasuk dalam Debat Pertama Calon Presiden Pemilu 2024, di mana tekanan waktu, ekspektasi publik, serta dinamika debat dapat memengaruhi kelancaran ujaran para kandidat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada pendapat Dardjowidjojo (2008) mengenai klasifikasi kilir lidah (kekeliruan seleksi dan asembling) dan senyapan (diam dan terisi), serta didukung oleh pandangan Kridalaksana dan Chaer tentang psikolinguistik sebagai disiplin interdisipliner yang mengkaji bahasa dalam kaitannya dengan proses mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kilir lidah dan senyapan dalam produksi ujaran calon presiden dalam debat tersebut dengan pendekatan psikolinguistik. Pada masa kampanye KPU RI akan menggelar debat calon presiden dan calon wakil presiden peserta pemilu 2024 sebanyak lima kali. Berdasarkan rangkaian debat capres tersebut, penelitian ini mengambil satu video debat pertama calon presiden yang berdurasi 150 menit yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi KPU RI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat untuk mengumpulkan data. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kilir lidah dan senyapan serta faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 106 kasus kekeliruan, terdiri dari 48 kilir lidah dan 58 senyapan yang dilakukan oleh tiga calon presiden, yaitu Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo. Kekeliruan seleksi semantik merupakan jenis kilir lidah yang paling dominan dibandingkan dengan kekeliruan asembling, sedangkan senyapan terisi lebih sering muncul dibandingkan senyapan diam. Faktor utama yang menyebabkan kekeliruan dan senyapan dalam debat ini meliputi gugup, kurang konsentrasi, tergesa-gesa, serta penggunaan humor untuk mencairkan suasana dan mengelola tekanan debat. Penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan psikologis dalam debat politik berkontribusi terhadap produksi ujaran yang tidak lancar. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi komunikasi yang digunakan oleh calon presiden dalam mengatasi hambatan linguistik di bawah tekanan waktu dan ekspektasi publik. Temuan ini juga dapat menjadi referensi dalam kajian analisis wacana dan komunikasi politik, khususnya dalam memahami pola berbicara dan respons verbal dalam situasi debat yang kompetitif

    PERAN MUSEUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN (FKIK) UNIVERSITAS ATMA JAYA DALAM PEMBELAJARAN ANATOMI

    Get PDF
    Museum  dalam definisi peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 66 tahun 2015 memiliki peran penting dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi, serta mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Terdapat berbagai jenis museum di Indonesia, salah satunya adalah Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) universitas atma jaya. Museum Anatomi FKIK Universitas Atma Jaya ini berfungsi sebagai tempat belajar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai anatomi tubuh manusia, baik untuk masyarakat umum maupun mahasiswa di bidang kesehatan, sebagai bagian dari sarana pendidikan dan penelitian yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam penelitian yang dilakukan saat ini tentang peran museum Anatomi sebagai tempat pembelajaran Anatomi, dari hasil kuesioner didapat 92% pengunjung  dapat menambah pengetahuan mereka tentang anatomi tubuh manusia saat berkunjung ke museum. Sebelum memasuki Museum Anatomi FKIK UAJ, sebanyak 68% pengunjung merasa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi anatomi yang disampaikan. Setelah mengikuti kegiatan ruang studio di museum, sebanyak 100% pengunjung merasakan peningkatan pemahaman mereka terhadap materi anatomi yang dijelaskan. Harapan pengunjung pun berhasil terpenuhi setelah mengikuti kegiatan di Museum Anatomi FKIK UAJ, dengan 99% dari mereka merekomendasikan museum ini sebagai media pembelajaran anatomi. Kesimpulannya, Museum Anatomi FKIK UAJ telah merupakan salah satu museum yang berfungsi bukan hanya sebagai kumpulan koleksi, melainkan juga sebagai tempat pembelajaran Anatom

    I Implementasi RFID Pada Proses Distribusi Material Tower Transmisi 500kV

    No full text
    Tower component fabrication is crucial in the construction of 500kV transmission towers. The completeness and accuracy of components during distribution determine the quality and efficiency of the work. However, during the distribution process—which involves approximately 2,600 components per point—errors often occur, such as missing or missing components, due to manual inspection. To address this, the use of Radio Frequency Identification (RFID) technology is proposed. RFID monitors component completeness during packaging and shipping through radio wave-based data transfer between tags and readers. With RFID, distribution monitoring becomes more accurate, reducing errors, increasing efficiency, and preventing installation delays. This solution also reduces costs and ensures component quality

    Pengaruh Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Organisasi pada Satkomlek TNI

    Get PDF
     This study investigates the direct influence of Strategic HR Competenceand Information Technology on Organizational Performance, as well asthe direct influence of Knowledge Management on OrganizationalPerformance. Additionally, the research also analyzes the indirecteffects of these two independent variables mediated by KnowledgeManagement. The method used is Structural Equation Modeling (SEM)with the help of the LISREL 8.80 software. Data were obtained from 210respondents taken through a census survey technique. The analysisresults prove that all seven proposed hypotheses, both direct and indirecteffects, are supported by the data. The implications of this study concludethat Knowledge Management serves as an effective mediating variable.The existence of a positive and significant influence of Strategic HRCompetence and Information Technology on Knowledge Managementultimately implies an enhancement in Organizational Performance.

    Penerapan Kaizen System Untuk Efisiensi Pekerjaan GalianBatu Pada Proyek Relokasi Jalan Masyarakat TerdampakBendungan Bolango Ulu PT. Bumi Karsa

    Get PDF
    This article presents the implementation of the kaizen system in engineering practices at PT. Bumi Karsa, aiming to enhance theefficiency of stone excavation work. Open blasting replaced the use of  a hydraulic breaker excavator as the method. The planning andexecution of this kaizen system followed the Plan, Do, Check, and Action (PDCA) framework. The study was conducted on the Relocation Project for the Affected Community Road of the Bolango Ulu Dam in Gorontalo. Results indicate that the implementation of kaizen led to a 17.95% reduction in operational costs and a completion time that was 16 working days faste

    STUDI KOMPARATIF PENERAPAN PRINSIP KEWAJARAN DAN KELAZIMAN USAHA PADA TRANSAKSI AFILIASI JASA MANAJEMEN SEBELUM DAN SESUDAH BERLAKUNYA PMK NOMOR 172 TAHUN 2023

    Get PDF
    The Indonesian government released the latest regulation regarding the arm's length principle in transactions affected by special relationships, namely Peraturan Menteri Keuangan No. 172 (PMK-172), effective December 29, 2023. As a multinational company with related party transactions, PT XYZ must adjust to PMK-172 for the tax year after its enactment. Therefore, the author conducts a comparative analysis of the application of the arm’s length principle before and after the enactment of PMK-172 to help PT XYZ ensure its tax compliance. This study aims to determine the suitability of arm’s length principle application by PT XYZ for the tax year before the enactment of PMK-172, to compare the application of arm's length principle before and after the enactment of PMK-172, and to identify potential problems after the enactment of PMK-172. The data collection methods used are interviews and documentation, and the data analysis method used is data and method triangulation. The results of the study concluded that the comparison of the application of the arm’s length principle before and after the enactment of PMK-172 show several differences, including the legal basis, the stages of implementing the arm’s length principle, the preliminary stages, and the corresponding adjustment. Furthermore, it is concluded that the problems that are likely to arise after the enactment of PMK-172 are problems in the documentation of the preliminary stage, differences in interpretation of regulations, an increase in tax disputes, and preference for the selection of transfer pricing methods that emphasize the hierarchical method

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇