eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    THE USE OF “MAGHRIB” AS A FORM OF SKIN COLOR DISCRIMINATION

    Full text link
    Language often experiences shifts in meaning that can affect social and cultural perceptions. One phenomenon that occurs in Indonesian society is the metaphorical use of “magrib.” Denotatively, “magrib” refers to the time of prayer in Islam that begins at sunset. However, its meaning has evolved, showing how language can reflect social changes and biases. In the past, it was used as a metaphor to describe someone who is nearing the end of their life. In the digital context, especially on TikTok, “magrib” is now often used as a metaphor for dark skin color with negative connotations. This study aims to understand how “magrib” is used as a form of skin color discrimination and its impact on social perceptions. Using descriptive qualitative methods, this research analyzes comments on TikTok that use “magrib” in the context of skin color. Lakoff and Johnson's (1980) conceptual metaphor theory and Newman's discrimination framework were used to examine how these metaphors construct and reinforce social bias. The results show that “magrib” is often used in speech that demeans dark-skinned individuals, reinforcing colorism and discriminatory beauty standards. Furthermore, this phenomenon contributes to social exclusion as well as psychological impacts for targeted individuals. This research also emphasizes how discriminatory language can normalize bias, making it more entrenched in society. In addition, this research highlights the importance of social and linguistic awareness in the use of language on social media as well as the need for education on the impact of skin color-based discrimination to create a more inclusive communication environment. The results show that “magrib” is used as a metaphor for black skin with the purpose of demeaning it, reflecting beauty standards that are biased towards fair skin. Moreover, this shift in meaning, in the digital context, has a strong role in skin color discrimination or colorism. Therefore, raising awareness and encouraging the use of language that is appropriate to its meaning is very important in reducing discriminatory narratives

    KETAKUTAN DALAM IMAN: ANALISIS SEMIOTIKA PEIRCE PADA FILM HOROR-RELIGI

    Full text link
    Film horor-religi Indonesia mengalami pergeseran, dari sekadar tontonan mistis menuju wacana kompleks yang mengaburkan batas antara iman dan ketakutan. Pada masa awal reformasi, film horor Indonesia cenderung menampilkan tokoh religius sebagai sosok yang lemah dan kalah, tetapi saat ini muncul arus baru yang mengangkat kembali peran tokoh religius dalam subgenre horor-religi. Adanya arus baru ini seolah mengafirmasi agenda Orde Baru yang memfokuskan film horor bermuatan ketakwaan. Namun, di balik narasi heroik tersebut, tersembunyi operasi dekonstruktif terhadap tanda religius yang selama ini diasosiasikan dengan kesakralan dan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara kritis makna tanda yang berbentuk ikon, indeks, dan simbol religius dalam film horor-religi. Melalui identifikasi tersebut pemertahanan, pergeseran, atau perubahan makna dalam tanda yang bernilai spiritual dapat diketahui. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menganalisis isi konten menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Data dan sumber data berfokus pada dua film horor-religi yang dirilis pada tahun 2024, Thaghut dan Munkar, yang meskipun bukan pemuncak box office, tetapi menyajikan latar pesantren dan elemen ke-Islaman yang kental. Dua film ini merupakan representasi dari tren terbaru dalam genre ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikon-ikon religius seperti musala dan pesantren mengalami transformasi menjadi ruang ketakutan; indeks seperti suara azan, bacaan salat, dan sapaan Assalamualaikum diposisikan sebagai pemicu gangguan gaib; dan simbol seperti tasbih, arah  , serta ayat suci Al-Qur'an tidak lagi hadir sebagai jaminan keselamatan, melainkan justru sumber potensi ancaman. Bahkan, kekuatan spiritual dalam film lebih banyak dimediasi oleh mekanisme duniawi seperti ilmu hitam. Temuan ini memperlihatkan adanya ambiguitas dalam representasi religius: film horor-religi tidak lagi sekadar menakut-nakuti penonton dengan hantu, tetapi turut membentuk ulang imajinasi kolektif tentang iman, kematian, dan kekuatan adikodrati. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa film horor-religi Indonesia menjadi arena kontestasi makna keagamaan, yaitu tempat tanda-tanda yang semula sakral tidak luput dari proses pergeseran dan komodifikas

    BAGAIMANA PRAGMATIK KRITIS DAPAT MENGUNGKAP IDEOLOGI DALAM WAYANG SUKURAGA

    Full text link
    Berbicara mengenai bahasa dan ideologi, dalam pandangan kritis, teks dipandang sebagai praktik ideologi atau pencerminan ideologi tertentu. Santoso (2012) mengatakan bahwa setiap penggunaan bahasa pastilah membawa sebuah ideologi tertentu. Begitu pun cerita pertunjukan wayang sukuraga yang menceritakan tentang masalah-masalah kehidupan manusia yang terjadi dalam keseharian merupakan sebuah representasi ideologi tertentu. Makalah ini bertujuan mendeskripsikan struktur bahasa wayang sukuraga dalam telaahan pragmatik kritis. Dalam analisis pragmatik kritis, interpretasi kritis hampir sama dengan makna kritis dalam analisis wacana kritis (Chen 2020:28). Cap (2011) membedakan analisis mikropragmatik dan makropragmatik terletak dalam pengembangan penelitian pragmatik pada persoalan analisis, jangkauan, dan kontribusi keilmuannya. Cap (2011:55) mencontohkan analisis pidato perang dingin presiden Amerika. Pada tataran analisis mikro, menganalisis dieksis, anafora, dan kalimat langsung. Untuk analisis makronya, analisis dilakukan pada implikatur atau praanggapan pidato presiden yang mengandung muatan ideologi tertentu. Analisis pragmatik kritis terhadap struktur bahasa wayang sukuraga digunakan untuk mengungkap ideologi yang teridentifikasi pada implikatur. Nilai-nilai pengalaman dalang yang diperoleh dalam hidupnya dan pengalaman dunia sosialnya direpresentasikan ke dalam fitur kebahasaan dalam murwa yang mengandung sebuah ideologi. Melalui implikatur konvensional, dalang mencoba meyembunyikan ideologi yang ingin disampaikannya pada cerita pertunjukan wayang sukuraga. Ideologi tersebut adalah ideologi kepemimpinan manusia. Penelitian ini berfokus pada teks cerita pertunjukan wayang sukuraga sebagai objek utamanya. Oleh karena itu, pembacaan secara seksama terhadap teks dilakukan, sehingga makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh dalang dapat teridentifikasi, baik secara eksplisit dan implisit. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif untuk memahami ideologi dalam cerita pertunjukan wayang sukuraga. Berdasarkan masalah yang diteliti, penulis menggunakan konsep metode deskriptif yang dilakukan dengan melihat fakta kebahasaan yang ada (Sudaryanto, 1992). Data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan kritis. Data-data bahasa dianalisis, dikritisi, dan dijelaskan untuk menemukan ideologi. Penulis menggunakan metode simak yang dilakukan dengan cara menyimak penggunaan bahasa dalam cerita pertunjukan wayang sukuraga. Adapun untuk tekniknya dilakukan teknik sadap dan catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang dilakukan dengan kondensasi data, sajian data, dan penarikan simpulan (Miles, Huberman, and Saldana 2014)

    Sampul dan daftar isi KOLITA 23

    No full text

    DETEKSI DINI KELAINAN INTRA-ABDOMEN DAN MUSKULOSKELETAL DENGAN PENAPISAN ULTRASONOGRAFI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA MARFATI TANGERANG BANTEN

    Full text link
    Populasi lansia di dunia meningkat secara pesat, yang berdampak pada meningkatnya prevalensi penyakit seiring berjalannya waktu. Nyeri pada regio abdomen dan muskuloskeletal merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh lansia. Salah satu metode yang efektif untuk mendeteksi kondisi ini adalah dengan menggunakan ultrasonografi (USG). Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia dengan keluhan pada muskuloskeletal dan abdomen menggunakan USG. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Werdha Marfati, yang terdiri atas pemeriksaan kesehatan, USG, penatalaksanaan, serta kegiatan interaktif bersama lansia. Sebanyak 70 lansia diperiksa dalam kegiatan ini. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa kelainan terbanyak ditemukan pada regio abdomen (44,29%) diikuti dengan muskuloskeletal (14,29%). Kegiatan baksos ini bermanfaat untuk menapis kelainan regio abdomen dan muskuloskeletal. Selain itu, terdapat temuan tambahan kelainan organ tiroid dan mata melalui pemeriksaan USG. Hasil pemeriksaan yang dilakukan perlu ditindaklanjuti untuk memberikan manfaat yang lebih signifikan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkala dengan melibatkan departemen lain, sehingga penyakit lain dapat terdeteksi dan ditatalaksana sejak dini, sekaligus menjadi dasar untuk merancang program pencegahan terhadap penyakit tertent

    PENGARUH PEMAPARAN MATERI DAN TUR KOLEKSI MUSEUM ANATOMI FKIK UNIKA ATMA JAYA TERHADAP PENGETAHUAN SISTEM TUBUH PADA MURID SEKOLAH DASAR (SD)

    Full text link
    Museum merupakan institusi nirlaba yang tidak hanya berperan dalam edukasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya memfasilitasi pembelajaran sains, khususnya biologi dan anatomi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan siswa SD yang mengunjungi museum. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi audiovisual serta tur koleksi sistem organ tubuh oleh staf Departemen Anatomi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi efektivitas museum sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya, 121 siswa menunjukkan peningkatan skor post-test dengan distribusi jawaban benar yang lebih bervariasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada beberapa topik, seperti embriologi, perbedaan jenis kelamin, dan fungsi ginjal dalam sistem urin. Namun, peningkatan pada topik lain seperti sistem tubuh dan fungsi jantung tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaparan museum secara interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada topik-topik tertentu, meskipun tidak berlaku untuk seluruh mater

    Digitalisasi dengan AppSheet: Studi Kasus dan Implementasi untuk Efisiensi Administrasi pada PT.X

    Full text link
    Digitalisasi merupakan salah satu strategi kunci bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan era modern, termasuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi dampak lingkungan. Artikel ini membahas penggunaan AppSheet sebagai platform pengembangan aplikasi tanpa kode (no-code) untuk mendukung transformasi digital di perusahaan. Studi kasus dilakukan di PT X, yang berhasil memanfaatkan AppSheet untuk meningkatkan efisiensi proses administrasi hingga 75,3% dan mengurangi biaya operasional sebesar 43,9%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi data berbasis cloud melalui AppSheet dapat menjadi faktor peningkatan produktivitas sebesar 70,3% dan efisiensi proses hingga 55,6%. Studi ini juga menyoroti relevansi AppSheet dalam konteks strategis perusahaan besar seperti PT Bukit Asam Tbk, Pertamina, dan BHP

    Pembangunan Gardu Induk 150 kV Lautan Baja Indonesia

    Full text link
    This engineering practice activity involves the implementation of the construction and installation of the Main Substation (GI) of PT.PLN (Persero) installed by PT. Siemens Energy Indonesia in the PT.Lautan Baja Indonesia factory area in Serang Regency, Banten. This substation is an external substation built in four bays which aims to support the optimization of electricity supply for PT. Lautan Baja Indonesia factory production and strengthen the supply of electricity in the Serang area, Banten. The substation has not been operational because it is waiting for the completion of the construction of the high-voltage overhead line (SUTT) which is the main source of electricity distribution from other substations. With this research, it is hoped that the government will immediately determine and approve the replacement compensation costs for buildings and areas owned by the community that are passed by the High Voltage Overhead Line so that the Lautan Baja Indonesia substation can operate

    Penerimaan Diri dan Kepuasan Pernikahan pada Orang Tua dari Anak Penyandang Autisme

    Full text link
    Parents of children with autism often experience lower levels of marital satisfaction. Achieving marital satisfaction is challenging, as it develops over a long period of time. Many studies indicate that self-acceptance is among the key factors associated with marital satisfaction. However, further research is needed to better understand the relationship between these two variables, particularly given the unique challenges faced by families raising children with autism. This study aims to examine the relationship between self-acceptance and marital satisfaction among parents of children with autism. A quantitative approach with correlational explanatory design was employed. Data was collected using convenience sampling, involving 24 married couples who have children with autism. The results showed no significant relationship between self-acceptance and marital satisfaction of parents of children with autism. Further research is recommended to explore additional variables that may mediate the relationship between self-acceptance and marital satisfaction

    PENGUKURAN BACKUP TIME UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY UNTUK PENENTUAN KAPASITAS BATERAI VRLA

    Full text link
    A battery is a device that stores power in an Uninterruptible Power Supply (UPS) system. The most common type of UPS battery found today is Valve Regulated Lead Acid (VRLA). So that the UPS can work optimally according to its capacity and backup time, it is necessary to determine the battery capacity. In this research, the capacity of the VRLA battery on a particular UPS was determined based on direct testing and based on calculations. VRLA battery capacity calculations refer to the UPS and battery datasheet. The calculation stage starts from calculating the current and battery power used according to the load power absorbed by the UPS and referring to the table of constant current discharge and constant power discharge characteristics. Determining battery capacity based on testing is done by measuring the backup time of the UPS. The calculation results and test results directly show that there is a difference in backup time because the battery used is an old stock battery. The research results also prove that determining battery capacity by calculation can ensure that the battery capacity is more appropriate or not too large so it is more economical.Baterai adalah perangkat yang menyimpan daya di dalam sistem Uninterruptible Power Supply (UPS). Jenis baterai UPS yang paling umum dijumpai saat ini adalah Valve Regulated Lead Acid (VRLA). Agar UPS dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan kapasitas dan backup time nya, maka perlu menentukan kapasitas baterai. Pada penelitian ini dilakukan penentuan kapasitas baterai VRLA pada UPS tertentu berdasarkan pengujian langsung dan berdasarkan perhitungan. Perhitungan kapasitas baterai VRLA mengacu pada datasheet UPS dan baterai. Tahapan perhitungan dimulai dari  menghitung arus dan daya baterai yang digunakan sesuai dengan daya beban yang diserap UPS serta  mengacu pada tabel karakteristik constant current discharge dan constant power discharge. Penentuan kapasitas berdasarkan pengujian dilakukan dengan mengukur backup time dari UPS tersebut. Hasil perhitungan dan hasil pengujian langsung menunjukkan adanya perbedaan backup time karena baterai yang digunakan adalah baterai stock lama. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa penentuan kapasitas baterai dengan perhitungan dapat memastikan kapasitas baterai yang lebih sesuai atau tidak terlalu besar sehingga lebih ekonomis

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇