eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    Pelaksanaan Pelatihan Metodologi Penelitian dan Manajemen Database untuk Penelitian Ergonomi dan Perancangan Kerja

    Get PDF
    This article aims to present engineering practice activities as facilitator in the workshop related to ergonomics and research methodology. The workshop was held in Laboratory of Ergonomics, Department of Industrial Engineering, University Indonesia. The participants consisted of undergraduate and graduate students who have interest in ergonomics or doing their research in the area of ergonomics. Through this workshop, the participants were provided with basic principles of statistics, design of experiment, and how to use software Minitab to solve their problems related to the data

    Kontribusi Organizational Commitment dan Perceived Organizational Support terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan Generasi Milenial

    Get PDF
    Technological advancements in Society 5.0 have integrated humans with technology, encouraging millennials to prioritize their careers, maintain work-life balance, and pursue growth. A study involving 198 millennial employees (aged 24–43, each with at least two years of full-time work experience) investigated the impact of organizational commitment and perceived organizational support on organizational citizenship behavior (OCB). The results showed that while affective commitment and perceived organizational support significantly influenced OCB, continuance and normative commitments did not. These findings suggest practical implications for organizations seeking to enhance OCB among millennial employees. Specifically, developing targeted programs to strengthen affective commitment and enhance perceived organizational support – by making it more tangible and impactful for employees – can serve an effective strategy for fostering positive organizational behavior

    The Association of Lipid Profile Especially Total Cholestrol With Hypertension of Urban Elderly in PUSAKA, Kalideres, West Jakarta

    No full text
    Pendahuluan: Peningkatan harapan hidup manusia berkontribusi pada peningkatan jumlah lansia, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kejadian penyakit tidak menular termasuk penyakit kardivoaskular seperti hipertensi. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional yang melibatkan 97 lansia PUSAKA di Kalideres, Jakarta Barat. Variabel yang diukur adalah aktivitas fisik, status gizi, dan profil lipid. Responden dinyatakan mengalami hipertensi apabila memiliki tekanan darah ≥140/90 mmHg ketika dilakukan pengukuran, atau pada responden yang memang sudah terdiagnosis mengalami hipertensi sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (72,2%). Sebanyak 33% responden mengalami hipertensi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia (p=0,045; OR=2,571), LDL (p=0,045; OR=2,571), dan kolesterol total (p= 0,018; OR=3,279) terhadap hipertensi pada lansia. Sedangkan jenis kelamin, pendidikan, status gizi, aktivitas fisik, HDL, dan trigliserida tidak memiliki hubungan terhadap hipertensi pada lansia Simpulan: Usia, LDL, dan kolesterol total ditemukan sebagai faktor risiko kejadian hipertensi pada lansia.Pendahuluan: Peningkatan harapan hidup manusia dapat meningkatkan jumlah penduduk lansia, yang kemudian dapat meningkatkan penyakit-penyakit degeneratif termasuk penyakit kardivoaskular seperti hipertensi. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat diubah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional yang melibatkan 97 lansia PUSAKA di Kalideres, Jakarta Barat. Variabel yang diukur adalah aktivitas visi, status gizi, dan profil lipid. Responden dinyatakan mengalami hipertensi apabila memiliki tekanan darah ≥ 140/90 ketika dilakukan pengukuran, atau pada responden yang memang sudah terdiagnosa mengalami hipertensi sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden adalah perempuan (72,2%). Serta terdapat 33% responden mengalami hipertensi. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa didapatkan hubungan yang bermakna antara usia (p = 0.045; OR = 2.571), LDL (p = 0.045; OR = 2.571), dan kolestrol total (p= 0.018; OR = 3.279) terhadap hipertensi pada lansia. Sedangkan jenis kelamin, pendidikan, status gizi, aktivitas fisik, HDL, dan trigliserida tidak terdapat hubungan terhadap hipertensi pada lansia Simpulan: Usia, LDL, dan Kolestrol total ditemukan sebagai faktor risiko kejadian hipertensi pada lansia. Kata Kunci: aktivitas fisik, hipertensi, lansia, profil lipid, status giz

    Hubungan antara kualitas tidur dan depresi pada remaja: studi cross sectional Indonesian Family Life Survey 5

    No full text
    Pendahuluan: Kesehatan mental saat ini menjadi isu yang menarik untuk diteliti khususnya di kalangan remaja. Aspek biologis dan psikososial seringkali menjadi faktor penyebab depresi pada remaja. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik terhadap kejadian depresi pada remaja berdasarkan data sekunder Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5.   Metode: Penelitian dengan design studi potong lintang menggunakan data sekunder IFLS-5 pada periode pengumpulan data tahun 2014 sampai 2015 yang melibatkan 3.580 remaja usia 14-19 tahun. Penilaian depresi menggunakan instrument Center for Epidemiological Studies Depression Scale (CESD-10) dengan kategori depresi apabila ditemukan skor lebih dari 10 poin. Variabel lain yang diukur meliputi karakteristik demografi (usia, tempat tinggal, jenis kelamin, tingkat pendidikan), aktivitas fisik, kualitas tidur dan indeks masa tubuh. Untuk melihat hubungan antara faktor risiko dengan kejadian depresi dilakukan analisis secara bivariat menggunakan Chi Square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Mayoritas subjek penelitian adalah perempuan, tempat tinggal di urban, dan pendidikan SMA. Kejadian depresi pada remaja ditemukan sebesar 30,2%. Secara independen jenis kelamin perempuan, aktivitas fisik berat, serta kualitas tidur yang buruk (p<0,001) berkaitan dengan kejadian depresi pada remaja. Analisis multivariat menujukkan faktor kualitas tidur yang buruk meningkatkan kecenderungan 2,728 kali lebih tinggi untuk mengalami depresi. Sementara aktivitas fisik rendah meningkatkan 1,655 kali untuk terjadinya depresi pada remaja.   Simpulan: Angka kejadian depresi pada remaja mencapai 30,2%, memperbaiki pola hidup termasuk kualitas tidur dan aktivitas fisik menjadi faktor penting untuk mengurangi kecenderungan kejadian depresi pada remaja. Pentingnya intervensi berbasis pola tidur sehat dan peningkatan aktivitas fisik dalam upaya pencegahan depresi pada remaja.Pendahuluan: Kesehatan mental saat ini menjadi isu yang menarik untuk di teliti khususnya dikalangan remaja. Aspek psikososial seringkali menjadi faktor eksternal sebagai penyebab depresi pada remaja, namun belum banyak studi yang menjelaskan dalam ranah factor internal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur terhadap kejadian depresi pada remaja berdasarkan data sekunder Indonesian Family Life Survey  5.   Metode: Penelitian dengan design studi cross sectional menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey wave 5 pada periode pengumpulan data tahun 2014 sampai 2015 yang melibatkan 3.580 remaja usia 14-19 tahun. Penilaian depresi menggunakan instrument Center for Epidemiological Studies Depression Scale (CESD-10) dengan kategori depresi apabila ditemukan skor lebih dari 10 poin. Variabel lain yang diukur meliputi karakteristik demografi (age, sex, education level), aktivitas fisik, kualitas tidur dan Indeks masa tubuh. Hasil:  Kejadian depresi pada remaja ditemukan sebesar 30.2%. Mayoritas remaja yang mengalami depresi adalah perempuan, termasuk memiliki aktivitas fisik yang tinggi, serta memiliki kualitas tidur yang buruk (p<0.001). Analisis multivariat menujukkan remaja dengan kualitas tidur yang buruk memiliki kecenderungan 2.7 kali lebih tinggi untuk mengalami depresi.  Simpulan: Tingginya angka kejadian depresi pada remaja mencapai 30.2%, memperbaiki pola hidup termasuk kualitas tidur menjadi factor penting untuk mengurangi kecenderungan kejadian depresi pada remaja

    Perbandingan Aktivitas Antibakterial Ekstrak Panas dan Ekstrak Dingin Biji Alpukat terhadap Bakteri S. aureus dan MRSA

    No full text
    Pendahuluan: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, termasuk Staphylococcus aureus dan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), menjadi masalah kesehatan global dengan angka kematian tinggi. Biji alpukat (Persea americana Mill.) mengandung senyawa dengan potensi antibakterial, seperti flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakterial ekstrak biji alpukat yang diperoleh melalui teknik ekstraksi dingin (remaserasi) dan panas (refluks) terhadap Staphylococcus aureus dan MRSA. Metode: Penelitian adalah penelitian eksperimental in vitro. Ekstraksi simplisia biji alpukat dilakukan dengan metode remaserasi (dingin) dan refluks (panas). Dilanjutkan dengan uji fitokimia kualitatif metode penampisan terhadap flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Uji kuantitatif dengan metode UV-Vis terhadap senyawa Flavonoid. Uji aktivitas antibakterial dilakukan dengan uji difusi sumuran. Analisis statistik menggunakan uji non parametrik. Hasil: Ekstrak biji Alpukan memiliki metabolit sekunder flavonioid, alkaloid, saponin, dan Tanin. Ekstrak digin memiliki jumlah flavonoid dengan rata-rata 3,932 mgQE/g. Ekstrak panas memiliki jumlah flavonoid dengan rata-rata 2,288 mgQE/g. Ekstrak dingin dan ekstrak panas biji alpukat memiliki aktivitas antibakterial jika dibandingkan dengan kontrol negatif pada konsentrasi 25% (p<0,05). Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran menunjukkan bahwa ekstrak dingin dan panas memiliki efektivitas yang tidak berbeda signifikan terhadap kedua jenis bakteri pada berbagai konsentrasi (p>0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa kedua metode ekstraksi dapat menghasilkan ekstrak dengan aktivitas antibakteri yang setara. Simpulan: Ekstrak biji alpukat, baik melalui metode ekstraksi dingin (remaserasi) maupun panas (refluks), memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan MRSA. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode ekstraksi dalam menghambat pertumbuhan kedua bakteri​.Pendahuluan: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, termasuk Staphylococcus aureus dan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), menjadi masalah kesehatan global dengan angka kematian tinggi. Biji alpukat (Persea americana Mill.) mengandung senyawa dengan potensi antibakterial, seperti flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakterial ekstrak biji alpukat yang diperoleh melalui teknik ekstraksi dingin (remaserasi) dan panas (refluks) terhadap S.aureus dan MRSA. Metode: Penelitian adalah penelitian eksperimental in vitro. Ekstraksi simplisia biji alpukat dilakukan dengan metode remaserasi (dingin) dan refluks (panas). Dilanjutkan dengan uji fitokimia kualitatif dan kuantitatif. Uji aktivitas antibakterial dilakukan dengan uji difusi sumuran. Analisis statistik menggunakan uji non parametrik. Hasil: Ekstrak dingin dan ekstrak panas biji alpukat memiliki aktivitas antibakterial. Kedua metode ekstraksi menghasilkan kandungan senyawa aktif serupa dengan kadar flavonoid lebih tinggi pada ekstrak dingin. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran menunjukkan bahwa ekstrak dingin dan panas memiliki efektivitas yang tidak berbeda signifikan terhadap kedua jenis bakteri pada berbagai konsentrasi (p>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua metode ekstraksi dapat menghasilkan ekstrak dengan aktivitas antibakteri yang setara

    Sekolah Sehat dan Nyaman: Edukasi Ergonomi dan Sanitasi Lingkungan bagi Siswa SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru

    Get PDF
    Schools must provide a healthy, clean, and comfortable environment to support students' learning processes. However, vocational schools often face issues such as poor sitting posture, inadequate ventilation, and low sanitation standards. This Community Service Program aimed to educate students at SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru on the importance of ergonomics and environmental sanitation to help create a healthy and comfortable school environment. The program was implemented in four stages: (1) socialization and education on proper sitting posture, lighting, ventilation, toilet hygiene, and waste separation; (2) student training on how to conduct simple ergonomic and sanitation audits in classrooms; (3) direct observation and group discussions to develop improvement recommendations; and (4) creation and installation of educational posters in strategic school areas. The results showed a 34% increase in students’ knowledge based on pre-test and post-test assessments, along with increased student awareness and initiative in maintaining their learning environment. This program demonstrated that participatory education in ergonomics and environmental sanitation can significantly enhance student awareness and engagement in creating a healthy school setting. It is expected to be the foundation for fostering a sustainable culture of health and comfort within the school

    BAHASA DAN IDENTITAS DI TIMOR LESTE: SEBUAH KAJIAN MULTILIGUALISME

    Get PDF
    Timor Leste merupakan negara dengan tingkat keragaman linguistik yang tinggi, di mana bahasa memainkan peran sentral dalam pembentukan identitas nasional dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Timor Leste serta menganalisis implikasinya terhadap konstruksi identitas budaya dan nasional. Metode yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan bahasa dan praktik kebahasaan di berbagai komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Tetun, sebagai salah satu bahasa resmi, berfungsi sebagai lingua franca yang menghubungkan kelompok-kelompok etnis dan linguistik yang beragam. Namun, perkembangan bahasa Tetun juga dipengaruhi secara signifikan oleh bahasa Portugis dan Indonesia, baik dalam hal kosakata maupun struktur bahasa, yang mencerminkan warisan kolonial serta interaksi regional yang terus berlangsung. Di sisi lain, bahasa-bahasa lokal seperti Mambai, Makasae, dan Fataluku tetap digunakan secara aktif dalam lingkungan komunitas, menunjukkan keberlangsungan identitas lokal yang kuat. Multilingualisme yang terjadi di Timor Leste bukan hanya mencerminkan realitas keragaman bahasa, tetapi juga menggambarkan kompleksitas identitas budaya yang terus berkembang. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan bahasa yang inklusif dan berkelanjutan sebagai upaya pelestarian bahasa lokal serta penguatan identitas nasional dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pelestarian bahasa dan memperkuat pemahaman tentang hubungan antara bahasa, budaya, dan identitas dalam konteks negara multibahasa seperti Timor Leste

    REPRESENTASI NILAI PERJUANGAN DALAM MERAIH CITA-CITA PADA FILM GRAN TURISMO

    Get PDF
    Gran Turismo is a movie about Jann Mardenborough, an online gamer who always spends his days playing online car racing video games. He chose playing video games than study. As a gamer, he has also an ambition to become a professional racing driver athlete. To gain his ambition, Jann has to overcome lots of issues from his family, particularly his father. His father wants him to get a university degree, but Jann insists to become a professional racing athlete. Besides that, Jann also has to face various problems during his training days at the Gran Turismo Academy (GT Academy) camp. After battling lots of odds, he finally gets contract from Nissan. In the end, he can obtain licence from Federation Internationale de I’Automobile (FIA) and become car racing champion. The aim of this research is to interpret nilai perjuangan (fighting values) by Joyomartono (1990) contained in the Gran Turismo movie based on Roland Barthes theory. Nilai perjuangan (fighting values) consited of nilai pantang menyerah (never give up value), nilai bekerja sama (collaboration value), nilai sabar (patient value), nilai rela berkorban (sacrifice value), nilai hargai dan menghargai (appreciate and respect value), dan nilai persatuan (unity value). This is a qualitative method where we analyse denotative, connotative and myth semiotic signs by using visual and verbal on the movie. Data sources are from the scenes. We focused and captured 23 scenes based on nilai perjuangan (fighting values). Those scenes were analyze by using descriptive qualitative technique. This research found that Jann character meet the six fighting values (nilai perjuangan) by Joyomartono (1990). Moreover, negative effect of online games is only a myth. Jann can achieve his dream even he was only an online gamer. During the car racing championship, Jann apply the same strategy when he is playing the online racing games and the strategy works. Jann won, he become a car racing champion.  &nbsp

    SELF-PRAISE AS A STRATEGY OF SELF-PRESENTATION: A SOCIOPRAGMATICS STUDY OF INDONESIAN LINKEDIN USERS

    Get PDF
    Reflecting on the current young-adult movement, #KaburAjaDulu, Indonesian LinkedIn users have been intensely growing their presence online. They talk about works and achievements to reach wider audiences, striving to get more opportunities in the workplace. This attempt is realized through various LinkedIn written posts containing self-praise. Self-praise, as a speech act, is often regarded as a face-threatening strategy. This study reinforces findings from previous research by demonstrating how such expressions can serve a functional and beneficial role in specific social media contexts, particularly on platforms like LinkedIn. Although previous studies have examined this phenomenon across different contexts and among speakers from diverse backgrounds, there remains a lack of comprehensive research specifically focusing on Indonesian LinkedIn users. Thus, this study aims to examine the speech act strategy associated with self-praise which is identified as self-presentation within the Indonesian LinkedIn users. To achieve this, we collected achievement-related posts from users across various professional backgrounds, covering the period from January 2024 to February 2025. The term is chosen since it captures the immediate effect of #KaburAjaDulu. Drawing from Hiwa Weisi and Sedigheh Hajizadeh's (2025) framework analysis of self-presentation and self-praise tactics, the findings show that Indonesian LinkedIn users express self-praise using three approaches, highlighting responsibility and credit, reporting external events as a testament, and explicitly using positive lexis. On the contrary, the least used strategy of self-praise is the one using adverbial praise. The result reinforces Indonesian people’s tendency to use indirect speech rather than direct speech to communicate self-praise. It represents how cultural views of subtlety and harmony are still deeply embedded in the work community. What sets this study apart is its identification of a tendency to use gratitude expressions as a reflection of politeness strategies. Additionally, personal storytelling emerges as a technique for self-branding and strengthening users’ professional image in the job market. These self-praise approaches are still heavily regarded as high-context communication, which often corresponds to Eastern culture. However, the work community views self-praise positively without any means to threaten maxims of modesty. The findings of this study can provide a foundation for more in-depth investigations into self-praise strategies within the broader context of the Indonesian community

    PEMATUHAN DAN PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN WARGANET DALAM KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM @PRABOWO

    Get PDF
    Politeness is an important component in communication. Politeness, respect, and good attitude are part of politeness. Politeness encourages speakers to speak and at the same time regulates to ensure that the conversation goes well, is interesting, and is not in vain. Polite language is needed to create a comfortable environment and avoid a turbulent atmosphere. One of the social media that is widely used by the public is Instagram. Instagram is a social media that is very popular with the public. Instagram contains information about culture, politics, lifestyle, and education. This platform allows people from various demographics to express their opinions and comment on events that are being widely discussed. The researcher chose Mr. Prabowo Subianto's Instagram account for research because he is the president-elect in 2024 and has run as a presidential candidate several times but has not been elected. He is active on his Instagram account @prabowo and has 14.9 million followers with 1,513 posts. The purpose of this study was to describe the compliance and violation of the principles of politeness of netizens in the comments column on Instagram @prabowo. The research method is a qualitative method that produces descriptive analysis. The researcher describes the facts in the form of speech in the @prabowo comment column and analyzes the principles of compliance and violation of the principle of politeness according to the principles of Leech or Brown and Levinson. Data collection using library and documentation techniques. Seeing the many comments, data collection was limited to November 23 to December 7, 2024. The use of the maxim of the principle of politeness in the @prabowo Instagram comment column from 21 research data found 11 compliances, consisting of the maxim of wisdom 3 compliances, the maxim of generosity 1 compliance, the maxim of praise 2 compliances, the maxim of humility 2 compliances, the maxim of agreement 0 compliances, and the maxim of sympathy 3 compliances. Violation of the maxim of politeness principles in the comment column of Instagram @Prabowo from 21 research data found 10 violations, maxim of wisdom 2 violations, maxim of generosity 1 violation, maxim of praise 2 violations, maxim of humility 1 violation, maxim of agreement 2 violations, and maxim of sympathy 2 violations. The implications of this study can enrich and expand the understanding of politeness theory, especially in the context of social media. In addition, this study contributes to the development of methodology and framework for social media discourse analysis, especially in the context of political interaction. This study can provide insight into how language is used to build, maintain, or damage the public image of political figures on social media

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇